Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mendorong 10 pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik untuk segera meningkatkan daya juang, kinerja, dan sinergi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan usai pelantikan 10 pejabat pimpinan tinggi pratama di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman mengatakan, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kinerja perangkat daerah sekaligus mempersiapkan pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan masyarakat.
“Alhamdulillah kita sudah melantik 10 pejabat pimpinan tinggi pratama dengan berbagai bidang. Kita akan terus mendorong daya juang dan daya kerja mereka serta meningkatkan kinerja di masing-masing perangkat daerah,” ujarnya.
Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik perlu segera membangun koordinasi dan sinergi dengan seluruh perangkat daerah. Hal ini penting karena pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan memiliki keterkaitan antarsektor sehingga tidak dapat berjalan secara sendiri-sendiri.
“Ini menjadi gerak kesatuan dalam rangka mempersiapkan APBD Tahun Anggaran 2027 dan kemudian bersinergi dengan seluruh perangkat daerah yang ada. Berbagai bidang pasti saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Terkait target 100 hari kerja bagi pejabat yang baru dilantik, Sukirman menjelaskan bahwa arah program kerja perangkat daerah pada dasarnya telah dirumuskan dalam proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.
Menurutnya, program kerja masing-masing perangkat daerah yang telah masuk dalam perencanaan perlu segera direalisasikan mengingat waktu menuju tahun anggaran 2027 semakin dekat.
“Kalau soal target 100 hari, sebenarnya Sekda sudah merumuskan terkait APBD 2027. Di dalamnya sudah tercantum program kerja masing-masing perangkat daerah, tinggal merealisasikan saja karena waktunya sudah semakin dekat,” katanya.
Ia menambahkan, evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kinerja perangkat daerah akan dilakukan secara bertahap mulai September hingga Desember 2026. Dengan demikian, memasuki Januari 2027 berbagai program yang telah direncanakan diharapkan sudah dapat berjalan.
“Sekarang sudah bulan September, kemudian Oktober, November, Desember pasti akan dilakukan evaluasi, dan Januari sudah harus running,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sukirman mengungkapkan terdapat tujuh perangkat daerah yang menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus didorong dalam penyelesaian berbagai persoalan dan peningkatan pelayanan.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan bidang olahraga, kesehatan, Perijinan, Pemberdayaan Perempuan, Koperasi UMKM, kesatuan bangsa dan politik, serta kearsipan dan perpustakaan.
“Bukan beberapa, tetapi ada tujuh perangkat daerah yang akan kita dorong untuk meningkatkan penyelesaian berbagai problem yang ada. Selama ini menjadi perhatian kita,” ungkapnya.
Ia berharap perangkat daerah yang menjadi perhatian tersebut dapat segera melakukan pembenahan dan menyelesaikan berbagai persoalan yang masih ada, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Mengenai proses seleksi pejabat pimpinan tinggi pratama, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membedakan latar belakang asal institusi calon pejabat, termasuk apakah berasal dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun bukan.
Menurutnya, aspek utama yang menjadi pertimbangan adalah hasil seleksi serta kemampuan dan kinerja yang ditunjukkan secara objektif.
“Kita tidak melihat apakah berasal dari IPDN ataupun bukan. Yang penting adalah hasil seleksi dan kinerja secara objektif berdasarkan apa yang sudah dilakukan di lapangan,” jelasnya.
Sukirman juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita ingin agar seragam ini juga melekat pada jiwa mereka bahwa jabatan ini bukan sesuatu yang kecil. Ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan,” ujarnya.
Sukirman menyampaikan apresiasi terhadap seluruh proses yang telah dilalui hingga pelantikan. Ia berharap 10 pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dapat segera bekerja, membangun sinergi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Saya bangga dengan proses yang sudah dilakukan. Mereka sudah melalui berbagai tahapan dan proses seleksi. Harapannya, setelah dilantik, mereka bisa segera bekerja, bersinergi, dan memberikan kinerja terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Senin, 28 September 2026
WIRADESA – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong penguatan sektor pertanian melalui organisasi Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA). Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat membuka Rembuk Paripurna KTNA Kabupaten Pekalongan di Hall Room Hotel Merlin Wiradesa, Sabtu (26/9/2026).
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan pasar murah yang digelar di Kecamatan Kedungwuni, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi FPBI bersama berbagai unsur masyarakat tersebut dinilai menjadi bentuk kolaborasi dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian.
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mendorong pelaksanaan Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) jenjang Sekolah Dasar (SD) tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman peserta didik.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong generasi muda agar memiliki perencanaan yang matang dalam menata pendidikan, kehidupan, keluarga, hingga kondisi keuangan. Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri kegiatan Campus Finance Talk: Transformasi Digital dan Literasi Keuangan "Menyiapkan Generasi Muda Yang Bijak Mengelola Keuangan" di Gedung Student Center UIN Gus Dur Pekalongan, Jumat (25/9/2026).
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., menanggapi viralnya informasi mengenai seorang pengendara yang diduga menerobos pekerjaan pengecoran beton yang belum kering di kawasan Pertigaan Watusalam, Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan terkait informasi dan identitas pengendara yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.
"Saya masih mengecek, tetapi kalau kabar atau rumor-rumornya itu memang benar dan yang bersangkutan merupakan ASN dari Pemerintah Kota, saya berharap yang bersangkutan bisa melakukan introspeksi dan, boleh dikatakan, meminta maaf kepada masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, apabila informasi tersebut benar dan pengendara yang bersangkutan merupakan ASN dari Pemerintah Kota, persoalan tersebut diharapkan juga mendapat perhatian dari pemerintah daerah asal yang bersangkutan.
"Semoga persoalan tersebut juga mendapatkan perhatian dari pemerintah kota," katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan konektivitas masyarakat. Namun, selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat perlu memahami adanya konsekuensi berupa pengaturan lalu lintas maupun kepadatan kendaraan.
"Bagi masyarakat, karena ini merupakan program yang sangat mulia, khususnya pembangunan infrastruktur jalan, saya berharap masyarakat bersabar karena pasti akan ada kemacetan-kemacetan di beberapa tempat," jelasnya.
Ia menyampaikan, pemerintah bersama pihak terkait telah melakukan manajemen lalu lintas untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan. Namun demikian, kepadatan tetap berpotensi terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.
"Manajemen lalu lintas sebenarnya juga sudah kita atur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan kendaraan. Namun, pada jam-jam kerja ketika masyarakat berangkat kerja dan beraktivitas, tentu ada kemungkinan terjadi kepadatan," ungkapnya.
Terkait persoalan yang kembali viral di media sosial tersebut, Sukirman menegaskan bahwa pemerintah akan terlebih dahulu memastikan fakta di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.
"Soal perilaku tersebut, karena kemudian kembali menjadi viral, saya akan mencoba melihat terlebih dahulu. Kalau memang persoalannya serius, ada kesengajaan, dan memang yang bersangkutan merupakan ASN dari Pemerintah Kota, saya akan mencoba berkoordinasi dengan Pemerintah Kota," tuturnya.
Ia menambahkan, apabila berdasarkan hasil pengecekan ditemukan adanya pelanggaran, persoalan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Nanti tentu akan diperbaiki dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang ada," pungkasnya.
Pemkab Pekalongan juga mengimbau masyarakat maupun pengguna jalan untuk mematuhi rambu dan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan infrastruktur berlangsung. Kesabaran dan kepatuhan pengguna jalan dinilai penting agar proses pembangunan dapat berjalan dengan aman serta memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Senin, 28 September 2026
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Penyaluran Bantuan Modal Usaha Bagi Pelaku Usaha Kecilbdi Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Senin (28/9/2026).
Sukirman menyampaikan, perhatian terhadap pelaku usaha kecil dan mikro menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya diwujudkan melalui pemberian bantuan modal usaha kepada 200 unit usaha.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Baznas dan BPJS terus memperhatikan perkembangan unit-unit usaha kecil dan mikro di lingkungan masyarakat. Salah satunya melalui pemberian bantuan modal usaha bagi 200 unit usaha kecil,” ujarnya.
Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal usaha sebesar Rp500 ribu. Menurut Sukirman, nominal tersebut masih dapat dikembangkan ke depan sehingga dukungan yang diberikan kepada pelaku usaha semakin optimal.
“Memang nominal tersebut masih perlu kita dorong agar ke depan bisa lebih besar. Namun, insyaallah bantuan ini membawa keberkahan dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat yang saat ini sudah berjalan,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian terhadap sektor ekonomi masyarakat. Fasilitasi di bidang kesehatan dan pendidikan juga tetap menjadi prioritas Pemkab Pekalongan.
Di sisi lain, penguatan usaha mikro dan kecil akan terus didorong agar mampu berkembang dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Unit-unit usaha kecil dan mikro juga akan terus kita dorong agar semakin berkembang dan meningkat. Pemerintah akan berupaya memberikan dukungan dan fasilitasi agar usaha masyarakat bisa semakin kuat,” ungkapnya.
Selain penguatan UMKM, Pemkab Pekalongan juga terus berupaya memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan. Program tersebut dinilai penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja pada sektor informal.
Sukirman menyebut sejumlah kelompok pekerja yang menjadi perhatian, di antaranya nelayan, marbot, pengemudi ojek, pedagang pasar, tukang panggul, serta kelompok pekerja lainnya.
“Program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan juga menjadi salah satu prioritas yang terus kita upayakan bersama BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Menurutnya, perluasan kepesertaan akan dilakukan melalui proses inventarisasi sehingga bantuan perlindungan dapat diberikan secara tepat sasaran kepada kelompok pekerja yang membutuhkan.
“Kita akan terus berupaya agar perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan ini dapat semakin berkembang dan menjangkau masyarakat pekerja yang memang membutuhkan,” pungkasnya.
Minggu, 27 September 2026
Sukirman mengatakan, Rembuk Paripurna KTNA merupakan forum penting bagi organisasi untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, sekaligus memilih kepengurusan baru.
“Rembuk Paripurna ini merupakan semacam reorganisasi atau musyawarah. Ada beberapa hal yang dilakukan, yaitu memberikan evaluasi kepada organisasi, menyusun program kerja dan rekomendasi, serta memilih kepengurusan yang baru,” ujar Sukirman.
Menurutnya, semangat para petani untuk berkumpul, berserikat dan membentuk organisasi menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian. KTNA diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus merespons berbagai program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun Kabupaten Pekalongan.
“Ini luar biasa. Semangat para petani untuk berkumpul, berserikat, membentuk organisasi menjadi penting untuk merespons situasi dan berbagai program pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten,” katanya.
Sukirman menegaskan, keberadaan KTNA diharapkan mampu turut memperkuat basis pertanian dan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui pengembangan berbagai produk unggulan pertanian serta terobosan-terobosan di sektor pertanian.
Salah satu hal yang saat ini menjadi perhatian Pemkab Pekalongan, lanjutnya, adalah finalisasi terkait lahan pertanian pangan berkelanjutan. Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.
Selain penguatan sektor pertanian, Sukirman juga menekankan pentingnya regenerasi petani. Menurutnya, kepengurusan KTNA yang baru diharapkan mampu merangkul generasi muda agar memiliki kecintaan dan kepedulian terhadap dunia pertanian.
“Kita berharap nanti kepengurusan KTNA yang baru dapat merangkul generasi muda untuk kemudian mencintai pertanian dan memahami pertanian, minimal keluarganya terlebih dahulu,” ungkapnya.
Ia menilai pengalaman para petani senior merupakan sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi generasi muda. Selain pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan formal, pengalaman di lapangan maupun pengalaman berorganisasi menjadi bekal penting dalam proses regenerasi.
“Memang teori bisa didapat dari bangku perkuliahan. Tetapi pengalaman para senior, pengalaman di lapangan, pengalaman dalam organisasi dan seterusnya menjadi ilmu yang sangat penting untuk regenerasi atau generasi muda,” jelasnya.
Karena itu, para petani senior diharapkan tidak hanya menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga dapat menjadi penggerak dalam menumbuhkan minat generasi muda terhadap pertanian.
“Yang tidak kalah penting adalah memotivasi mereka agar mempunyai kepedulian dan mau melanjutkan kiprah para senior untuk melanjutkan di bidang pertanian,” pungkas Sukirman.
Sabtu, 26 September 2026
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengatakan, kegiatan pasar murah tersebut tidak hanya menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan sejumlah pelayanan sosial secara gratis.
“Ini merupakan pasar murah yang diinisiasi oleh FPBI beserta seluruh timnya, dengan melibatkan masyarakat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, termasuk masyarakat Kedungwuni, Ormas Barakuda, serta sejumlah pihak lainnya. Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Ini menjadi salah satu upaya kita untuk menggerakkan perekonomian sekaligus memfasilitasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.
Selain pasar murah, masyarakat juga mendapatkan berbagai layanan gratis yang tersedia dalam sejumlah gerai. Di antaranya potong rambut gratis, refleksi atau pijat gratis, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Sukirman menilai, keberadaan berbagai layanan tersebut membuat kegiatan pasar murah tidak sekadar menjadi aktivitas transaksi kebutuhan pokok, tetapi berkembang menjadi kegiatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
“Ini menjadi satu kesatuan gerai pelayanan masyarakat yang sangat luar biasa,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengembangkan program-program pelayanan masyarakat yang telah berjalan.
Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur dalam kegiatan tersebut dapat menjadi model yang diterapkan di wilayah lain di Kabupaten Pekalongan.
“Kegiatan ini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mengembangkan dan mengintegrasikannya dengan program-program yang sudah ada. Ini dapat menjadi role model yang nantinya kita praktikkan di kecamatan-kecamatan lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai stakeholder menunjukkan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Sukirman berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan dilaksanakan di berbagai wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Tentu kami berharap kegiatan-kegiatan seperti ini semakin semarak di berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat,” pungkasnya.
Sabtu, 26 September 2026
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat memberikan sambutan di Halaman Kantor Kecamatan Bojong, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Sukirman menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas semangat para peserta KJNI yang tetap aktif serta turut memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Saya sungguh bersyukur karena Bapak-Ibu sekalian masih mempunyai semangat yang luar biasa untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ia selanjutnya berpesan agar seluruh peserta dapat mengikuti pertandingan dengan penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik. Menurutnya, keikutsertaan dalam kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang untuk berprestasi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah.
“Saya mengucapkan selamat bertanding, selamat berkompetisi. Tunjukkan performa yang terbaik. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dan juga Jawa Tengah,” pesannya.
H. Sukirman juga meminta para peserta tidak merasa minder ketika berhadapan dengan kontingen dari daerah lain. Ia menekankan pentingnya fokus pada penampilan dan memberikan kemampuan terbaik selama pertandingan.
“Tidak usah berpikir apa-apa, yang penting tampil dan tunjukkan performa terbaik. Jangan minder dengan kontingen lain. Insyaallah kita semua bisa memberikan yang terbaik,” katanya.
Lebih lanjut, H. Sukirman mengapresiasi semangat peserta lintas usia yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyoroti salah satu peserta yang telah berusia 84 tahun, yakni Pak Suwarto.
“Bahkan ada yang sudah berusia 84 tahun, Pak Suwarto. Luar biasa. Yang masih lebih muda mari kita bersama-sama menjaga beliau supaya tetap sehat,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat untuk tetap aktif dan menjaga kesehatan menjadi hal yang patut diapresiasi. Ia berharap seluruh peserta senantiasa diberikan kesehatan jasmani dan rohani sehingga dapat mengikuti kegiatan dengan baik.
Menutup sambutannya, H. Sukirman kembali memberikan motivasi kepada peserta agar berjuang dengan penuh optimisme serta membawa hasil terbaik bagi Kabupaten Pekalongan.
“Sekali lagi, selamat berjuang dan selamat bertanding. Ini momentum yang sangat luar biasa bagi KJNI Kabupaten Pekalongan. Semoga setelah kembali dari sana kita membawa kabar juara,” pungkasnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta diberikan kesehatan, kelancaran, serta kekuatan lahir dan batin selama mengikuti rangkaian kompetisi.
Sabtu, 26 September 2026
Hal tersebut disampaikan H. Sukirman saat membuka acara serta memberikan motivasi kepada peserta MAPSI di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Sabtu (26/9/2026).
Menurutnya, antusiasme para peserta didik dalam mengikuti MAPSI menjadi hal yang positif. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus memperdalam pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
“Luar biasa antusiasme anak-anak SD kita. Selain sebagai ajang perlombaan, kegiatan ini tentu menjadi bagian dari upaya kita untuk semakin mendorong pembentukan karakter, budi pekerti, akhlak, akidah, dan nilai-nilai positif lainnya pada anak-anak kita,” ujar Sukirman.
Ia menambahkan, MAPSI juga menjadi momentum untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap akidah keislaman, mata pelajaran keislaman, serta berbagai pengetahuan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Karena itu, Sukirman berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas. Ia berharap dari kegiatan tersebut dapat lahir bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan di bidang pendidikan keislaman sekaligus karakter yang kuat.
“Saya mengucapkan selamat bertanding dan semoga kegiatan ini menghasilkan bibit-bibit unggul yang semakin baik dalam mempelajari pendidikan karakter maupun pendidikan keislaman,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap prestasi para peserta MAPSI Kabupaten Pekalongan dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebut, Kabupaten Pekalongan selama ini terus berupaya mempertahankan capaian prestasi di tingkat Jawa Tengah.
“Harapannya, akan semakin banyak prestasi yang dapat diraih dan nantinya bisa mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Selama ini Kabupaten Pekalongan juga terus berupaya mempertahankan prestasi dan berada di jajaran lima besar, sepuluh besar, dan seterusnya di tingkat Jawa Tengah dari tahun ke tahun,” ungkapnya.
Sukirman pun memberikan semangat kepada seluruh peserta agar menjadikan MAPSI sebagai pengalaman berharga untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan prestasi.
Ia berharap generasi muda Kabupaten Pekalongan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan pemahaman keislaman yang baik sebagai bekal dalam menghadapi masa depan.
Sabtu, 26 September 2026
Pelaksan Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dr. Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si., serta jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam membangun generasi muda yang memiliki perencanaan kehidupan dan masa depan yang baik.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini terus berupaya menciptakan generasi muda yang memiliki perencanaan kehidupan dan masa depan yang baik. Salah satunya melalui program Duta Genre atau Duta Generasi Berencana,” ujarnya.
Sukirman menjelaskan, generasi berencana tidak hanya diarahkan untuk memiliki cita-cita dan perencanaan pendidikan, tetapi juga memahami kesiapan dalam membangun kehidupan berkeluarga.
Ia menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda mengenai kesiapan berkeluarga dan pencegahan perkawinan pada usia anak. Menurutnya, perencanaan yang matang diperlukan agar generasi muda mampu mempersiapkan masa depannya dengan baik.
“Generasi muda harus terus belajar dan didorong untuk dapat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Yang tidak kalah penting adalah perencanaan dalam membangun rumah tangga,” jelasnya.
Selain pendidikan dan keluarga, Sukirman menilai literasi serta perencanaan keuangan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang mandiri. Karena itu, sosialisasi perencanaan keuangan yang digelar OJK dinilai sejalan dengan upaya Pemkab Pekalongan dalam pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan dialog dan sosialisasi mengenai perencanaan keuangan bagi generasi muda ini sangat nyambung dengan program yang sedang kita lakukan di Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menyampaikan bahwa sinergi dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat. Terlebih, Pemkab Pekalongan saat ini tengah berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Berbagai pembangunan seperti ruas jalan, irigasi dan jembatan terus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.
“Di tengah keterbatasan ruang fiskal, kita saat ini sedang berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur. Karena itu, kita perlu menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia,” tuturnya.
Sukirman berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, OJK, DPR RI, perguruan tinggi dan berbagai pihak lainnya dapat terus dikembangkan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
“Kami berharap sinergitas yang selama ini sudah terbangun terus berkembang dan semakin kuat ke depan, sehingga bersama-sama kita dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Jumat, 25 September 2026
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyebut persoalan seperti pernikahan dini, kenakalan remaja, kekerasan seksual hingga masih adanya anak tidak sekolah membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk organisasi kepemudaan.
Hal itu disampaikan Sukirman saat menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV IPNU Kabupaten Pekalongan di Aula Gedung B Lantai I ITSNU Pekalongan, Jumat (25/9/2026) malam.
Menurut Sukirman, kedekatan IPNU dengan pelajar dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang tangguh.
“Ada berbagai program ataupun isu tentang membangun generasi muda yang tangguh, di antaranya penanganan pernikahan dini, kenakalan remaja, kekerasan seksual dan berbagai persoalan lainnya,” kata Sukirman.
Sukirman juga mendorong kader IPNU memperkuat kapasitas pendidikan. Menurutnya, pelajar tidak boleh berhenti pada pendidikan dasar, tetapi harus memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi bahkan jenjang S2 dan S3.
IPNU juga diminta ikut mengawal program “KUDU Sekolah”, yang ditujukan untuk mengatasi masih adanya anak tidak sekolah di Kabupaten Pekalongan.
“Kita sama-sama untuk terus menyusun langkah, menyusun rencana-rencana pembangunan cita-cita kita yang baik, terutama dalam hal menciptakan generasi yang unggul dan merencanakan generasi yang tangguh,” ujarnya.
Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslich Khudori menegaskan, IPNU dan IPPNU merupakan pintu awal kaderisasi Nahdlatul Ulama sekaligus penguatan ketahanan akidah Ahlussunnah wal Jamaah.
Karena itu, ia berharap Konfercab tidak sekadar menghasilkan kepengurusan baru, tetapi melahirkan program yang memberikan dampak nyata bagi pelajar dan masyarakat.
“Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa menorehkan program yang betul-betul bermanfaat untuk kemajuan IPNU itu sendiri dan untuk kemajuan Nahdliyin pada umumnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua PW IPNU Jawa Tengah Lukman Hamid mengingatkan kader agar tidak gagap menghadapi perkembangan digital. Ia menyebut tiga fondasi yang harus diperkuat, yakni akidah Ahlussunnah wal Jamaah, wawasan yang luas, serta kemampuan berorganisasi.
Senada, Ketua PC IPNU Kabupaten Pekalongan Abdul Syukur menegaskan tantangan organisasi ke depan bukan hanya menjaga eksistensi internal, tetapi ikut memikirkan persoalan pelajar di luar organisasi.
“IPNU bukan memikirkan dirinya sendiri, tetapi IPNU harus memikirkan pelajar-pelajar di luar kita semuanya,” tegasnya.
Konfercab XXIV IPNU Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi momentum menyusun agenda kaderisasi sekaligus memperluas kontribusi organisasi dalam menangani persoalan nyata generasi muda, mulai dari pendidikan hingga problem sosial yang mengancam pelajar.
Jumat, 25 September 2026