KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si mengusulkan diadakannya Ustad/Ustadzah Award dan pemenangnya diberi hadiah umroh. Usulan tersebut disampaikan bupati di Aula Lantai 1 Gedung Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/11/2019) saat melepas Kontingen Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) Kabupaten Pekalongan yang akan bertanding di Tingkat Jawa Tengah di Donohudan, Kabupaten Boyolali.
Bupati juga menjanjikan akan memberikan hadiah kepada peserta lomba FASI yang menang atau yang mendapatkan juara. “Kita optimis jadi juara. Sekarang pertarungan ini sudah rata. Saya minta kepada para ustad/ ustadzah untuk serius dalam rangka melatih untuk berkompetisi secara jujur, terbuka dan yang lebih penting anak-anak mendapat pengalaman baru di lomba FASI Tingkat Jateng,” ungkap bupati.
Bupati mengatakan, pemkab terus-menerus melakukan pembinaan sesuai visi-misi Kabupaten Pekalongan agar masyarakat sejahtera lahir batin, masyarakat yang punya nilai-nilai religiusitas dan juga masyarakat yang tidak lupa akan akar budayanya.
“Melalui lomba FASI inilah salah satu visi-misi tersebut dijalankan, terutama untuk mengukur prestasi anak-anak kita,” ucap Bupati. TPQ atau TPA yang ada di Kabupaten Pekalongan, menurut bupati, dalam keadaan baik.
“Tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan anak-anak kita melalui kesadaran kolektif kita sebagai orang tua melakukan langkah-langkah konkrit dalam rangka membina generasi kita agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah, berilmu sekaligus generasi yang bisa menjawab tantangan, menyiapkan anak-anak kita ke depan di masa milenial ini menjadi anak yang soleh solehah.,” ujar bupati.
Menurutnya, ada dua model dalam mendidik seseorang sukses atau tidak. Pertama, kata dia, karena takdir. “Ini tidak semua bisa karena dari Allah,” imbuhnya. Selanjutnya Proses yang umum adalah proses yang melalui jalur belajar. “Anak-anak yang terus dididik nanti berkesinambungan. Saya mohon kepada ustad/ustadzah tolong anak-anak diarahkan, dibina dan dikembangkan terus hingga pada saatnya bisa jadi orang-orang yang bisa menyampaikan nasehat-nasehat dengan talenta yang dimiliki,” pinta bupati.
Di akhir sambutannya bupati menandaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat serius dalam rangka membina pendidikan keagamaan. “Anggaran kita untuk TPQ/TPA, madrasah diniyah (madin), pondok pesantren, dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kemudian semua guru TPQ/TPA,madin, guru-guru swasta sekarang dapat bantuan. Total anggaran 5,7 milyar untuk TPQ/TPA, madin, ponpes dan lembaga,” pungkas bupati.(Tim Humas Dinkominfo Kab pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 November 2019
KAJEN – Zakat, infaq dan shodaqoh yang dikumpulkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan dinilai turut mengurangi angka kemiskinan di Kota Santri ini. Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan K.H. Asip Kholbihi, SH,M.Si, pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pentasharupan Dana Baznas dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Aula Kecamatan Kajen, Selasa (19/11/2019). “Baznas Kabupaten Pekalongan belum lama didirikan, kira-kira sejak 2 tahun lalu. Tujuannya pertama mengumpulkan zakat, sodaqoh, dan infaq dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda dan seluruh ASN di lingkungan Pemkab Pekalongan. Tapi tidak cuma itu. Semua warga yang akan menyalurkan zakat, infaq dan sodaqohnya, monggo. Alhamdulilah adanya Baznas merupakan sinergi, saling mendukung moga moga program ini bermanfaat bagi kita semua,” tutur Bupati. Dana yang dikumpulkan oleh Baznas Kabupaten Pekalongan insya Allah akan dikelola secara professional berdasarkan tuntutan syariat yg berlaku, karena pengurus Baznas Kabupaten Pekalongan pengurusnya semua kiai. “Jadi tidak perlu kuatir, Insya Allah dana yang dihimpun Baznas akan disalurkan kepada warga yang berhak atau mustahiq, sesuai dengan kriterianya,” ujar Bupati Asip Kholbihi. Baznas Kabupaten Pekalongan Pada hari ini kita akan memberikan beberapa program baznas diantaranya bantuan pembangunan rumah tidak layah huni (RTLH), beasiswa dan program pengentasan kemiskinan lainnya. “Ini sebagai ikhtiar pemkab dan Baznas mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan,” imbuh bupati. Dijelaskan, pada tahun 2015 yang lalu, jumlah warga miskin Kabupaten Pekalongan secara populasi ada sekitar 111 ribu. “Kalau diprosentasi adalah 12,98 persen. Karena terus menerus kita ikhtiar dan didukung do’a seluruh warga dan para sesepuh, serta dukungan organisasi kemasyarakatan, pada tahun 2018 ini sekarang turun tinggal 86 ribu atau 10,06 persen,” kata bupati. Namun, menurut Bupati, hal tersebut belum cukup, oleh karena itu, Pemkab akan berupaya agar pada tahun 2021 warga miskin Kabupaten Pekalongan semakin berkurang.“Target kita mendekati angka 50 ribu. Ini butuh ikhtiar yang sungguh sungguh, lahir batin dan butuh kerjasama semua pihak,” ungkapnya . Bupati menyampaikan terima kasih kepada para kiai yang selalu memberi nasehat pada pemerintah. “Biasanya kalau kabupaten atau daerah ingin baik, para kiai sudah memberi tahu kepada kita. Pertama harus didukung dengan ilmunya para kiai yang memberi nasehat kepada pemerintah agar pemerintah mulai dari bupati sampai pemerintah desa agar dalam mengelola keuangan harus temenanan (serius), harus bisa dipertanggungjawabkan. Ini kunci sukses suatu daerah,” ucap Asip. Kedua, lanjutnya, para umaro, dari bupati, camat sampai lurah/kades harus adil. Adilnya umara ini yang menurutnya, yang susah. Tapi setidak tidaknya seluruh jajaran pemerintah, kata dia, harus ihtiar semaksimal mungkin agar menjadi figur umaro yang berusaha keras mewujudkan keadilan bagi masyarakat. “Definisi adil yang paling sederhana, antara lain jangan mementingkan diri sendiri, meletakkan sesuatu pada tempatnya semisal saat pantas dibantu ya dibantu pada saat tidak perlu ya jangan. Bantunya pun proporsional berdasarkan jumlah banyak sedikitnya,” kata dia. Jika seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Pekalongan bisa adil, Insya Allah, kata bupati, masyarakat kehidupannya akan beda, warga miskin akan turun, anak-anak yang sekolah atau kuliah jumlahnya akan semakin banyak, angka kriminalitas juga akan turun sehingga daerah dan negara aman. Yang ke-tiga, harus melibatkan orang kaya. “Orang kaya Kabupaten Pekalongan harus dermawan. Dengan kedemawanan orang kaya Insya Alloh Kabupaten Pekalongan akan semakin baik,” ujar bupati. Yg ke-empat, disebutkan bupati, yakni, dukungan doa warga yang belum mampu. Lebih lanjut Bupati menerangkan mengenai pembangunan daerah dan upaya pengentasan kemiskinan lainnya. “Kita sedang membangun pasar Alhamdulilah selama tahun 2016 – 2019 kita sudah membangun tujuh pasar. Kita menfasilitasi berdirinya perguruan tinggi, sudah ada delapan perguruan tinggi,” terang bupati. Pemkab juga sedang membangun sarana pendidikan dan sarana infrastruktur jalan. “Seluruh jalan di Kabupaten Pekalongan Insya Alloh tahun 2021 nanti kondisinya baik semua.Ini dibutuhkan dana yang besar,” imbuh bupati. Pemkab Pekalongan juga menyediakan jaminan kesehatan nasional yang angkanya sudah mencapai 85 persen dan ini terbanyak di wilayah Pantura. Angka ini diatas Kota Pekalongan dan Kabupaten Batang. “Insyaalloh pada tahun 2022 nanti bisa 100%. Seluruh warga masyarakat punya jaminan kesehatan nasional,” ujarnya. Ditambahkan, Warga Kabupaten Pekalongan yang sudah punya sertifikat tanah pada tahun 2019 ini sudah 85 % dan targetnya 100% pada tahun 2023. Dulu angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten pekalongan tertinggi di Jawa Tengah. Terdapat lebih dari 100 kasus ibu melahirkan meninggal. Alhamdulilah dengan dibantu seluruh komponen masyarakat termasuk Muhammadiyah, NU, sekarang posisinya sudah ranking 22 di jateng. “Saya juga berpesan agar putra-putri panjenengan minimal wajib belajar 9 tahun, nanti 2020 minimal tamat SMA. Nanti pemkab akan bantu,” ungkap dia. Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak belum lama ini, bupati bersyukur karena berjalan dengan lancar dan kondusif. “Dari 210 desa secara umum pilkades berjalan dengan baik,” pungkasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan K.H. Dzukron beserta pengurus, Camat Kajen beserta unsur Forkopimcam. Dan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan oleh KH. Saiful Bakhri dari Wonopringgo.(Tim Humas Dinkominfo Kab Pekalongan) Publisher : aris
Selasa, 19 November 2019
Selasa, 19 November 2019
Mereka akan bertanding di Kompleks Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, dari tanggal 18 hingga 21 November 2019 mendatang. Adapun jumlah Kafilah MTQ Pelajar asal Kabupaten Pekalongan yang mengikuti ajang ini berjumlah 16 orang, terdiri dari 6 orang untuk cabang Tartil Alquran (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA untuk putri dan putra), 4 orang cabang Tahfidz (1 juz dan 5 juz putra dan putri), dan 6 orang cabang Tilawah (SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA untuk putri dan putra).
Bupati KH. Asip berpesan kepada peserta agar berlomba dengan niat yang baik dan berniat untuk belajar lagi dengan teman-teman yang ada di Jawa Tengah. “Tak lupa niatkan juga untuk syiar agama Islam dan syiar untuk menghidupkan tilawatil Quran,” katanya.
Menurut Bupati, Kabupaten Pekalongan sudah dikenal sebagai lumbung atau basis pengembangan tilawatil Quran, dan bahkan banyak qori-qoriah nasional dan internasional banyak pula yang belajar di Kabupaten Pekalongan. “Ini sebagai modal sosial yang luar biasa untuk kita, selain itu juga ada banyak sekali pesantren Al Quran di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Karena dikenal sebagi basis tilawah, lanjut Bupati, maka tugas kita selanjutnya adalah memberikan penguatan pada generasi terutama anak-anak guna melanjutkan dan meneruskan kembali apa yang dirintis para pendahuluan. “Kita akui ada stagnan regenarasi beberapa dekade belakangan terkait pembinaan tilawatil Quran. Untuk itu kita akan lakukan lagi pembinaan baik kepada pelajar, remaja maupun umum,” ujarnya.
Kondisi stagnan tersebut, jelas Asip, karena diakibatkan beberapa faktor diantaranya, minat terhadap seni tilawatil Quran dari generasi ke generasi mengalami penurunan. Yang kedua yakni kita tidak terbiasa menyiapkan sumber daya manusia atau SDM untuk dilatih menjadi qori-qoriah handal. “Dan penurunan kualitas dan kuantitas tersebut juga disebabkan kurangnya apresiasi, sehingga dalam era seperti sekarang ini perlu ada pembaharuan agar geliat minat terhadap seni Al Quran dapat dihidupkan kembali,” paparnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 November 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melantik 7 (tujuh) Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama. Mereka adalah Ir. Bambang Irianto, M.Si yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda dan Litbang menjadi Kepala DPU dan Taru menggantikan Wahyu Kuncoro, ST.,MT.,
Sementara Wahyu Kuncoro, ST.,MT., Kepala DPU dan Taru dilantik menjadi Kepala Dinas Perhubungan menggantikan Drs. Ahmad Muhlisin. Adapun Drs. Ahmad Muhlisin sendiri dilantik menjadi Staf Ahli Bupati Pekalongan.
Selanjutnya, Wiryo Santoso, S.IP., MH yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) dilantik menjadi Kepala BKD dan Diklat menggantikan H. Totok Budi Mulyanto, SE.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda dijabat oleh H. Totok Budi Mulyanto, SE. menggantikan Drs. Ali Riza, M.Si. Drs. Ali Riza, M.Si dilantik menjadi Kepala Inspektorat (Inspektur) Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya diisi oleh pejabat pelaksana tugas oleh Asisten II. Kemudian Kepala Satpol PP Edy Widiyanto dilantik menjadi Staf Ahli Bupati.
Bupati mengungkapkan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ini merupakan sebuah peneguhan komitmen sabagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diberi tugas sebagai Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama,untuk melaksanakan tugas dan amanah yang dipercayakan dengan penuh tanggung jawab, integritas dan secara professional guna mendukung tercapai dan terwujudnya Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Tahun 2016-2021.
“Saya berharap para pejabat yang baru dilantik untuk mampu menjadiAparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki tanggung jawab jabatan sesuai tugas dan fungsi OPD yang dipimpinnya serta bisa menjabarkan Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati guna pembangunan Kabupaten Pekalongan. Dan untuk diingat sudah seharusnya tidak ada Visi-Misi OPD, yang ada hanya Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan,” tegas Bupati.
Dijelaskan Bupati, pelantikan pada hari ini merupakan tindak lanjut penataan personil dalam rangka evaluasi dan kesesuaian kompetensi yang telah dilaksanakan Panitia Seleksi Mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Kabupaten Pekalongan dan telah memperoleh Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor B-3524/KASN/10/2019 tanggal 23 Oktober 2019.
“Penempatan seorang pejabat tidak hanya sekedar mencarikan “kursi” untuk seseorang atau kelompok tertentu, akan tetapi benar-benar sebagai tuntutan pemenuhan kebutuhan dan dorongan kebutuhan organisasi. Dan hendaknya kita semua harus kerja cepat, kerja keras dan kerja yang produktif, gunakan seluruh sumber daya untuk melakukan inovasi di jabatan baru, jangan terjebak dalam rutinitas yang monoton, menilai dan menyalahkan orang lain tetapi tidak punya solusi terbaik untuk menangani masalah yang ada,” terang Bupati.
Bupati menuturkan, orientasi kemajuan dalam pelaksanaannya juga harus berorientasi kedisiplinan dan ketertiban. Untuk itu, dua hal pokok harus tetap digunakan dalam pegangan kerja: pertama adalah tugas dan fungsi jabatan dan kedua adalah peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pemahaman dalam pelaksanaan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan kewajiban. Hal itu sangat penting untuk menghindari kesalahan sekecil apapun, lebih-lebih pelanggaran atas peraturan perundang-undangan. Saudara diharapkan dapat mengakselarasi proses aktivitas roda organisasi agar bisa berpartisipasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya,” tuturnya.
Satu hal penting menjadi perhatian semua pejabat, imbuh Bupati, yakni kemampuan menjabarkan kebijakan pimpinan, penguasaan bidang tugas, serta kepekaan mengidentifikasi masalah dan memecahkan masalah dengan baik, cepat dan tepat, serta kemampuan mengambil langkah antisipatif terkait dengan tugas dan tanggung jawab.
“Sejak pelantikan hari ini, berarti Saudara sah memangku jabatan yang baru. Hal ini merupakan wujud kepercayaan Pemerintah Kabupaten Pekalongan kepada saudara untuk melaksanakan tugas – tugas dengan semangat yang baru dan penuh rasa tanggung jawab,” imbuh Bupati.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, Staf Ahli dan seluruh Kepala OPD Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 November 2019
Dalam kesempatan tersebut, dia menyampaikan, bersama timnya akan melihat secara administrasi dan mengecek di lapangan dari hasil laporan yang sudah dikirimkan oleh Tim penggerak PKK kabupaten Pekalongan. “Pada kesempatan kali ini kami akan melihat secara langsung di lapangan apakah data itu benar adanya” ucapnya.
Ada 3 lomba yang diselenggarakan, pertama lomba administrasi, lomba UP2K, dan lomba pelaksana IVA tes terbaik. Ada 3 kabupaten yang masuk nominasi, antara lain Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Magelang. Untuk kotanya, kota Semarang dan Tegal. “Kami akan melihat dari 3 kabupaten , mana yang berhak mewakili Jateng ke tingkat nasional,”tuturnya.
Anggota tim penilai lainnya yaitu yaitu Ibu Meri Yuliana ( sekretaris pokja IV PKK provinsi Jateng) dan Eli sugandini ( administrasi ).
PKK Kecamatan Kesesi mewakili Kabupaten Pekalongan dalam Lomba Pelaksana Tes IVA se-Provinsi Jateng dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Penilaian digelar di Aula Kantor Kecamatan Senin pagi.
Kegiatan dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, SH, M.Si, Wakil Forkopimda, Para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, Ketua TIM Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Hj. Munafah Asip Kholbihi beserta jajaran Tim Penggerak PKK, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Camat Kesesi beserta unsur Muspika Kecamatan Kesesi, Ketua TP PKK Kecamatan Kesesi, Kepala Desa dan TP PKK desa se-Kecamatan Kesesi, Ketua Bhayangkari Kecamatan Kesesi serta dari BPJS Pekalongan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi SH, M.Si dalam sambutannya mengutarakan, di Kabupaten Pekalongan, IVA masih menjadi persoalan utama kita. “Menurut data di Kabupaten Pekalongan ini pada tahun 2016 -2019 ada sekitar 140.124 wanita usia subur. Dari jumlah tersebut, 50% atau sekitar 66 ribu sudah secara sadar melakukan IVA tes dan pemeriksaan payudara,” tutur Asip.
Kesadaran untuk berperilaku sehat kalangan ibu-ibu, kata bupati, angkanya masih perlu terus didorong. Beberapa faktor yang mempengaruhi, menurut bupati, antara lain karena ketidak tahuan, dan yang ke dua, bisa karena sarananya yang kurang memadai. “Oleh karena itu, perlu adanya inovasi-inovasi,“ imbuh Bupati.
Untuk mendukung agar seluruh wanita usia subur ini sadar untuk melakukan IVA Test, pemkab telah menyiapkan 13 puskesmas yang dapat melakukan IVA tes untuk mendeteksi penyakit kanker leher rahim atau kanker serviks dan kanker payudara.
“Mulai Puskesmas Tirto, Sragi, Kajen, Karangdadap, Kedungwuni, Kesesi, Wiradesa, Doro, Bojong, dan Wonokerto. Ditambah tahun 2019 ini Puskesmas di Kandangserang, Paninggaran, Lebakbarang, Petungkriyono. Hampir seluruh puskesmas yang ada di kecamatan sudah menyediakan pelayanan IVA tes. Pada Tahun 2019 ini ada 20 Puskesmas yang sudah melayani IVA tes dan sisanya diusulkan dalam tahun 2020.,” terang Bupati.
Disamping itu, pemkab juga berupaya mengirim tenaga kesehatan untuk dilatih di Balai Latihan Kesehatan Provinsi Jateng menggunakan Anggaran APBD.
Upaya-upaya lain yang dilakukan pemkab untuk mensukseskan capaian tes IVA melalui program yang bersifat partisipatoris dari masyarakat, seperti “Goreng Ceker” (Ngopi Bareng Cegah Kanker) dan “Genmasiv” (Gerakan Masyarakat Kesesi Dukung IVA Tes).
“Secara struktur, pemerintah memberikan pelayanan di setiap Puskesmas, SDMnya kita latih, agar ada kesadaran kolektif di tingkat masyarakat bahwa penanganan masalah IVA menjadi tanggung jawab kita bersama. Kalau hanya pemerintah saja, program ini tidak bisa selesai, tapi kalau melibatkan masyarakat, Insya allah program ini akan bisa selesai minimal sampai tahun 2021”, ungkap bupati.
“Setelah dinilai hasilnya seperti apa, mohon dari ormas, PKK Kecamatan/Desa supaya bergerak agar saudara-saudara kita semua agar menjadi ibu yang sehat karena jika ibu sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula karena saat ini untuk mencapai SDM unggul tidak bisa dengan kata lain kecuali menjaga kesehatan ibu dan anak. Selama ini kesadaran menanamkan perilaku sehat hanya dimonopoli oleh pemerintah, sekarang harus menjadi kesadaran kolektif”, lanjutnya.
Senin, 18 November 2019
Sebanyak 50 anggota PKK dari Kecamatan Wonokerto sebagai wilayah penghasil ikan serta anggota PKK Kabupaten Pekalongan mengikuti pelatihan yang digelar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pekalongan, Senin (18/11/2019).
Pelatihan dibuka Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Ny. Munafah Asip Kholbihi. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Drs. Sirhan yang diwakili Kabid Perikanan Tangkap Dan Masyarakat Pesisir, Hadi Ali Mukharop, S.STPi, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas PM PTSP Naker) Edy Herijanto S.Sos yang diwakili Sekretaris Fuadi Jaman, AP, dan Kepala UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Edy Apriyanto, SH.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip Kholbihi mengharapkan, peningkatan dan pengembangan pengolahan ikan menjadi produk unggulan dapat meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga dapat tercipta keluarga yang sejahtera.
Munafah memaparkan, wilayah Kecamatan Wonokerto memiliki potensi sektor perikanan yang cukup besar antara lain berupa komoditas ikan yang berasal dari hasil tangkapan dan budidaya ikan. Wilayah tersebut juga ditunjang dengan potensi wisata pantai yang menurutnya merupakan peluang besar untuk mengembangkan desa sebagai lokasi kuliner. Pengolahan makanan dengan berbahan dasar ikan, menurutnya, sangat potensial dijadikan sebagai usaha kuliner dan dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan olahan makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh atau buah tangan dari Kabupaten Pekalongan.
“Untuk itu Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Pekalongan bersama dengan Dinas PM PTSP Naker Kabupaten Pekalongan serta UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kab. Pekalongan mengadakan Pelatihan Pembuatan Oleh-Oleh Khas Pekalongan Berbahan Dasar Ikan,” tutur Munafah.
Pelatihan diharapkan dapat mendorong dan meningkatkan keterampilan serta memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan kepada masyarakat, untuk berinovasi, berkreasi menciptakan menu baru sehingga minat mengkonsumsi ikan dapat meningkat. “Disamping itu sebagai sarana untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengkonsumsi ikan dapat dilakukan melalui beberapa cara pengolahan, diversifikasi olahan serta penyajian dan menciptakan cita rasa yang dikemas secara baik sehingga mampu mempunyai nilai tambah,” ujar dia.
Sebelumnya, Kabid Perikanan Tangkap Dan Masyarakat Pesisir, Hadi Ali Mukharop, S.STPi dalam laporannya menjelaskan, pelatihan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengolah hasil perikanan, memperkenalkan keanekaragaman (diversivikasi) masakan berbahan baku ikan, kandungan gizi serta manfaat gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya gizi yang terkandung dalam ikan dan membudayakan makan ikan.
Pelatihan diikuti 50 peserta yang terdiri dari 10 orang Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, 20 orang tim penggerak PKK Desa Pecakaran, dan 20 orang Tim Penggerak PKK Desa Tratebang Kecamatan Wonokerto.
Materi pelatihan berupa teori dan praktek pengolahan ikan menjadi produk berupa Kerupuk Ikan Nila, Stik Ikan Lele dan Pilus Ikan Lele yang disampaikan oleh Tim Dinlutkan Kabupaten Pekalongan. *(Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 November 2019
Senin, 18 November 2019
Minggu, 17 November 2019