KAJEN - Suasana penuh semangat dan nasionalisme tampak mewarnai Aula Setda Lantai Satu Kabupaten Pekalongan, Kamis malam (5/06/2025), hampir ribuan warga memadati Aula dan halaman Setda Kabupaten Pekalongan untuk menyaksikan kualifikasi Piala Dunia 2026 Timnas Indonesia melawan China secara langsung dalam acara nonton bareng (nobar).
Kegiatan nobar ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan Garuda Muda di kancah internasional. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Suasana nobar berlangsung meriah. Masyarakat dari berbagai kalangan memadati aula sebelum pertandingan dimulai. Layar lebar video wall aula disiapkan guna memberikan pengalaman menonton yang maksimal. Beberapa doorprize juga dibagikan kepada penonton yang hadir untuk menambah semangat.
Plt. Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo,,A.P., M.A.P, mengatakan, “Melalui nobar ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan nasionalisme. Kita dukung Timnas Indonesia dengan semangat yang sama, satu hati untuk Merah Putih.”
Masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan, bersorak ketika Timnas Indonesia menciptakan Gol melalui titik penalti dan menunjukkan rasa bangga atas perjuangan para pemain.
Acara nobar ini diharapkan menjadi agenda rutin, terutama saat Timnas Indonesia berlaga dalam ajang-ajang dunia, ujar salah satu penonton.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif yang mempererat solidaritas dan cinta tanah air.
Selasa, 10 Juni 2025
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang dipimpin oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto, S. Sos, M.A.P mengikuti koordinasi penanganan banjir rob yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada Senin siang (2/6/2025) bertempat di ruang rapat Bupati Pekalongan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengelar upacara Hari Lahir Pancasila ke - 80 di lapangan belakang sekda Senin (2/6/2025). Upacara ini mengusung tema "Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya" yang dipimpin oleh Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Edi Herijanto, S.Sos, M.A.P.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menunjukkan optimisme tinggi dalam penilaian kinerja penurunan angka stunting yang dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Mei 2025, di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan. Asisten Setda 1 Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza, M. Si., menyampaikan kepada dewan juri dari Provinsi Jawa Tengah mengenai langkah-langkah strategis dan inovasi yang telah dilakukan oleh Pemkab Pekalongan dalam upaya menekan angka stunting.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan di wakilkan kepada ketua DPRD Drs. H. Abdul Munir beserta Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ali Riza, M.Si hadir dalam acara peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan gedung MWC NU Wonopringgo hari Rabu (28/5). Acara tersebut berlangsung di Jalan Raya Wonopringgo, Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Acara Sedekah Bumi Desa Sinangohprendeng pada Selasa malam (27/05/2025) berlokasi di Lapangan Desa Sinangoprendeng berlangsung meriah dengan dihadiri Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M yang secara langsung menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan seluruh masyarakat Desa Sinangohprendeng yang telah sukses menggelar acara dari pagi hingga malam hari.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah saat ini tengah galakkan Program Mageri Segoro, Rawat Ekosistem Pesisir dengan penanaman pohon mangrove di seluruh pesisir Jawa Tengah. Sukseskan program tersebut Pemkab Pekalongan juga mengambil peran dengan bersinergi bersama Semua pihak tanam 2500 pohon mangrove.
Disampaikan, PJ Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Edy Herijanto, Sukseskan program Mageri Segoro Pemerintah Kabupaten Pekalongan targetkan dapat menanam sebanyak 100 ribu yang sudah disiapkan dari berbagai komponen. Sasaran penanaman di
Fokuskan di sepanjang pesisir kabupaten Pekalongan dari Siwalan, Simonet, Wonokerto hingga Tirto.
"Hari ini kita menanam sebanyak 2500 pohon mangrove bersama semua unsur pimpinan daerah, organisasi masyarakat, perusahaan dan semua komponen yang ada di Kabupaten Pekalongan," terangnya.
Senada, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, Muhamad Abduh Gazali menyampaikan, Kegiatan ini dalam rangka peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema Kurangi Plastik dan Mageri Segoro. Sejauh ini Dinas lingkungan hidup sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan kawasan pesisir Kabupaten Pekalongan dengan Sosialisasi bersama Komunitas Peduli lingkungan dan menggelar berbagai aksi penanaman pohon.
"Kegiatan ini sebagai agenda tahunan, sedangkan untuk kegiatan yang menjadi program kerja kita bersama komunitas peduli lingkungan dengan edukasi, sosialisasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar seperti Penanaman pohon hari ini dan bersih pantai," terangnya.
Harapannya setengah ada penanganan ini masyarakat juga ikut merawat agar ekonomi di pesisir Kota Santri terjaga dan aman dari air laut pasang
Kamis, 5 Juni 2025
Sasaran program pembangunanjalan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan dan TNI dalam upaya memudahkan akses dan kesejahteraan masyarakat desa. Jalan yang diresmikan dengan panjang 815 meter dan lebar 3 meter merupakan jalan penghubung antara desa Kotorojo dan wilayah Kecamatan Kajen.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan, Apresiasi kepada TNI atas sinergi yang terjalin dengan baik bersama pemerintah daerah. Ia berharap jalan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar.
“Alhamdulillah, hari ini kita meresmikan jalan hasil kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan TNI. Jalan di Desa Kutorojo ini sebelumnya rusak parah, dan harapan kami, setelah diperbaiki, dapat terus dijaga dengan baik oleh masyarakat. Kami juga berikan enam titik lampu penerangan agar jalan ini tetap aman digunakan, terutama di malam hari,” ujar Bupati.”
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Kav. Purbo Suseno, menyampaikan terima kasih kepada Bupati atas kepercayaan yang diberikan kepada TNI untuk melaksanakan kegiatan TMMD. Pihaknya menegaskan bahwa kegiatan TMMD merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang salah satunya bertujuan membantu pemerintah daerah dalam pembangunan wilayah.
“Atas nama Komandan Kodim dan seluruh jajaran Kodim 0710/Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati atas kepercayaan dan tugas yang diberikan. Alhamdulillah, kegiatan ini dapat kami selesaikan tepat waktu. Sinergitas seperti ini sangat penting agar kita bisa bersama-sama membangun dan menjaga wilayah,” jelasnya.
Kamis, 5 Juni 2025
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terhadap masalah rob yang melanda kawasan pesisir Kota Santri. Disampaikan Bupati Fadia, Selasa (3/6/2025), Pemkab Pekalongan sebelumnya telah membangun rumah pompa di Jeruksari dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Namun, saat ini pompa yang ada tidak berfungsi akibat kerusakan pada komponennya.
"Pompa di Jeruksari sudah kita bangun, tapi ada komponen kabel yang rusak dan alatnya tidak tersedia di Indonesia, harus pesan dari Jerman. Sudah kita pesan, insya Allah Juni ini datang dan bisa segera dipasang. Kalau sudah berfungsi, seharusnya tidak ada banjir lagi di Jeruksari,” terang Bupati.
Ditambahkan, Fadia penanganan rob tidak hanya berhenti di pembangunan pompa semata, melainkan juga dilakukan melalui penanaman mangrove yang dijadwalkan pada Kamis (5/6/2025) besok di kawasan Pantura. Selain itu, Bupati menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Tengah untuk meminta tambahan rumah pompa bagi wilayah rawan rob di pesisir.
“Jadi kalau saya, akan percepat pembangunan rumah-rumah pompa, karena jalan sebagus apapun kita bangun, tapi kalau tetap banjir, ya sama saja bohong, hancur lagi,” tegas Fadia.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Pekalongan tidak menunggu bantuan dari pusat atau provinsi untuk bertindak. Sebagai langkah konkret, rumah pompa baru tengah dibangun di wilayah Siwalan, Depok, menggunakan anggaran daerah.
Sementara disampaikan Perangkat Desa Tegaldowo, Kuntari akibat jebolnya tanggul sungai Bremi, luapan air laut sapang menggenangi ratusan rumah warga Desa Tegaldowo dua pekan ini. Alhasil Warga yang mayoritas sebagai Perajin Batik dan Konferensi terkendala dalam menjalankan usahanya.
"Ada 6 RT dari RT 6 sampai 10 yang tergenang dengan jumlah rumah mencapai 335 rumah, ada 445 Kepala Keluarga, dengan jumlah warga sebanyak 1637 jiwa. Untuk ketinggian air didalam rumah warga 10-15 cm dan dijalan mencapai 40-50 cm," terangnya.
Dalam kunjungannya, Bupati Fadia didampingi oleh suaminya yang juga Anggota Komisi X DPR RI Ashraff Abu, Penjabat Sekda Kabupaten Pekalongan Edy Herijanto, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Selain meninjau lokasi, Bupati Fadia juga menyalurkan bantuan kepada warga terdampak rob di kedua desa.
Rabu, 4 Juni 2025
Pj. Sekda Edy Herijanto juga didampingi oleh Kepala DPU TARU Murdiarso, Kepala Bapperida Trisno Suharsanto, Kepala Dinperkim LH Muhammad Abduh Ghozali, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan Agus Pranoto serta pihakt terkait.
Dari hasil koordinasi yang dipimpin oleh asisten ekonomi dan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dr.A.P.Ir Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si tersebut akan dilakukan penanaman mangrove yang akan dilakukan serentak untuk wilayah kabupaten yang berada di pesisir Pantura Jawa Tengah. Dengan Lokasi yang akan menjadi pusat dalam kegiatan ini adalah di wilayah Kabupaten Brebes.
Disampaikan oleh asisten ekonomi dan pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto Dwiatmoko bahwa berdasarkan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pemerintah Kabupaten/Kota yang memiliki wilayah pesisir pantai Utara untuk melakukan penanaman pohon mangrove dan pembersihan pantai yang akan dijadwalkan serentak pada tanggal 5 Juni 2025, dengan target penanaman pohon sebanyak seratus ribu bibit pohon dalam waktu satu bulan.
"saya ingin mengabarkan satu program yang dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan yaitu program penanaman mangrove, kami meminta untuk seluruh kabupaten/kota yang memiliki wilayah pantai untuk melakukan yang pertama adalah penanaman mangrove dan kedua bersih-bersih di lingkungan sekitar pantai. Harapannya dalam kurun waktu satu bulan satu kabupaten/kota bisa menanam seratus ribu, Nah kalau seandainya satu kabupaten/kota baik di wilayah pantai utara maupun selatan semua menanam dengan dengan jumlah tersebut maka total adalah satu juta tujuh ratus pohon karena ada 17 kabupaten/kota," ucapnya.
Untuk pemerintah Kabupaten Pekalongan sendiri, berdasarkan pemaparan dari Pj. Sekda Edy Pekalongan saat ini baru mampu menanam empat ribu pohon yang lokasinya adalah di Pos AL Wonokerto.
"Kami laporkan yang pertama terkait tadi persiapan penanaman pohon mangrove yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2025. untuk di Kabupaten Pekalongan kami sudah siap sekitar empat ribu bibit untuk lokasinya sudah ditentukan nantinya di Pantai Wonokerto atau lebih tepatnya di Pos AL," pungkasnya.
Pj. Sekda Edy juga menambahkan bahwa dalam beberapa bulan ini dari kabupaten Pekalongan masih dilanda banjir rob di beberapa wilayah utara. Seperti Kecamatan Siwalan ada tiga desa yang terdampak, dan Tirto ada enam desa yang terdampak. Padahal di awal tahun baru saja dilanda Banjir bandang dan tanah longsor di Petungkriyono. Namun Pihaknya telah sigap memberikan bantuan seperti logistik dan pembuatan tanggul darurat.
Kemudian untuk upaya penanggulangan banjir rob Pemerintah Kabupaten Pekalongan sedang mempersiapkan upaya pembebasan lahan seluas tiga hektare untuk dibuat bendungan. Selain itu mendirikan tiga rumah pompa di wilayah terdampak.
Selasa, 3 Juni 2025
Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke - 80 diikuti seluruh ASN dan Siswa - Siswi yang berada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Sesuai Amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A, Ph.D yang dibacakan Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalogan dengan memiliki tujuan besar yaitu "marilah terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara".
Pj Sekretaris Daerah Edi Herijanto, S.Sos, M.A.P menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila ke - 80 dengan berharap memperkokoh jiwa kesatuan dengan menyikapi dengan baik tentang berita hoaks yang beredar dimasyarakat khusus di Kabupaten Pekalongan.
"Saat ini kita harus bisa menyikapi terkait media infomasi, kita harus memerangi berita - berita yang bersifat hoak dan harus cermat dalam menanggapi berita - berita yang ada di media massa". Pungkas Pj Sekda
Kemudian Pj Sekda juga memaparkan bahwa pedoman anak muda di Kabupaten Pekalongan dengan cara memberikan pengertian - pengertian tentang pergaulan anak muda sekarang dengan melalui arahan serta pembinaan dengan melibatkan keluarga ataupun sekolah.
"Dengan memberikan pengertian - pengertian yang ada di media informasi, serta pergaulan anak muda sekarang perlu adanya arahan serta pembinaan dengan melibatkan unsur keluarga ataupun sekolah". Papar Pj Sekda
Upacara ini dihadiri dari beberapa unsur di Lingkungan Kabupaten Pekalongan seperti Pj Sekretaris Daerah, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Kajari Kabupaten Pekalongan, Seluruh Kepala OPD, Seluruh ASN, serta Siswa dan Siswi dilingkungan Kabupaten Pekalongan.
Senin, 2 Juni 2025
Dalam penjelasannya, Drs. Ali Riza mengungkapkan bahwa berbagai intervensi telah dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja tahun 2023. Langkah-langkah inovatif tersebut menyasar berbagai kelompok usia dan kondisi, mulai dari pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri, intervensi gizi untuk ibu hamil, hingga melibatkan peran aktif lansia (simbah) yang diyakini memiliki pengaruh dalam pengasuhan anak di beberapa wilayah.
"Alhamdulillah, berkat langkah-langkah dan inovasi yang telah kita lakukan, indikator-indikator menunjukkan kenaikan yang signifikan, sehingga angka stunting di Kabupaten Pekalongan berhasil turun menjadi 16,5%," ujar Drs. Ali Riza dengan optimis.
Tim penilai dari Provinsi Jawa Tengah memberikan perhatian khusus terhadap inovasi-inovasi yang telah diimplementasikan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Pertanyaan mendalam diajukan terkait aspek pembiayaan, sistem monitoring, kelembagaan, serta potensi replikasi program di wilayah lain. Tim penilai ingin memastikan keberlanjutan dan efektivitas program, termasuk kemungkinan replikasi program sukses dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Drs. Ali Riza menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk mendukung penuh upaya penurunan stunting, termasuk melalui alokasi anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan jika diperlukan.
Lebih lanjut, Drs. Ali Riza juga menyoroti adanya partisipasi aktif dari berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Pekalongan. Kontribusi positif datang dari pengusaha konveksi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta dukungan dari Dana Desa yang turut dialokasikan untuk program-program terkait pencegahan dan penanganan stunting.
Di akhir penyampaiannya, Drs. Ali Riza menyampaikan harapan besar agar hasil penilaian yang positif ini dapat menjadi pemicu, ajakan, dan landasan untuk upaya yang lebih intensif dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan. Pemerintah Kabupaten Pekalongan optimis bahwa dengan kerja keras, inovasi berkelanjutan, dan kolaborasi dari berbagai pihak, target penurunan stunting yang lebih signifikan dapat tercapai di masa mendatang. Hasil penilaian dari tim provinsi diharapkan dapat memberikan masukan konstruktif untuk penyempurnaan program dan mempercepat terwujudnya generasi Kabupaten Pekalongan yang sehat dan berkualitas.
Senin, 2 Juni 2025
Peletakan batu pertama ini menjadi babak baru bagi MWC NU Wonopringgo dalam memberikan pelayanan ekstra kepada Masyarakat Kecamatan Wonopringgo khususnya warga Nadhatul Ulama (NU). Pemerintah Kabupaten Pekalongan hadir dengan memberikan dukungan serta kolaborasi kepada semua unsur - unsur penting yang ada di dalam masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir menjelaskan bahwa dalam pengembangan Gedung MWC NU di Wonopringgo merupakan langkah kongkrit NU dalam 4 Bidang yaitu Dakwah, Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar pendidikannya bisa maju, pengembangan Kesehatan, pembinaan remaja dan pemuda serta menjadi pusat dalam pengembangan masyarakat dan keagamaan.
"Saya pikir pembangunan Gedung MWC NU Wonopringgo ini sebagai pusat pengembangan Masyarakat serta keagaman warga Nadhatul Ulama (NU) di Kecamatan Wonopringgo," Tutur Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan
Selain itu, Beliau juga akan memberikan dukungan penuh kepada Nadhatul Ulama (NU) untuk pembangunan Gedung MWC NU Wonopringgo dalam pengembangan Masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya warga Nadhatul Ulama (NU) di Kecamatan Wonopringgo
"Tentu Dewan sangat apresiasi dan memberikan dukungan penuh, persoalan yang lainnya bisa dikomunikasikan kepada anggota DPRD Kabupaten Pekalongan," Tambahnya
Kemudian Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Ali Riza, M.Si mengungkapkan bahwa sesuai dengan pesan Bupati Pekalongan yang mengucapkan selamat atas pembangunan gedung MWC NU Wonopringgo. Ini sebagai bukti bahwa Nadhatul Ulama (NU) ikut serta dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
"Dengan Pembangunan ini menunjukan kerjasama yang baik. Hal itu diharapkan terus terjalin dan kolaborasi yg positif antara komponen Masyarakat khususnya Nadhatul Ulama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan," Tuturnya
Senin, 2 Juni 2025
“Saya sangat senang bisa hadir di tengah-tengah Bapak Ibu semua. Acara Sedekah Bumi ini sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah. Kalau kita bersyukur, insya Allah rezekinya akan bertambah, bahkan berlipat-lipat,” ujarnya.
Di sela-sela acara, Bupati juga menyoroti kondisi penerangan jalan di desa tersebut yang dinilai masih kurang memadai. “Tadi saya lihat lampunya masih kurang banyak, agak gelap di beberapa titik. Insya Allah nanti saya tambah 10 titik penerangan lagi. Ibu Kepala Desa silakan tentukan lokasi yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan, khususnya bagi pengendara sepeda motor pada malam hari, terutama perempuan.
Selain itu, Bupati juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan anak-anak untuk tahun ajaran baru. Ia mendorong agar siswa-siswi SD, SMP, dan SMA segera melakukan pendaftaran, khususnya bagi yang akan melanjutkan pendidikan di wilayah Kajen. Ia juga mengingatkan bahwa sistem penerimaan siswa baru saat ini mengikuti aturan domisili dari pemerintah pusat.
“Saya hanya mengikuti aturan. Kalau saya pribadi, saya ingin anak-anak dari keluarga mampu memberikan kesempatan kepada yang kurang mampu untuk masuk sekolah negeri,” jelasnya.
Bupati juga mengimbau agar anak-anak yang sedang menghadapi musim ujian dapat mengatur waktu belajar dengan baik. “Menonton wayang boleh, tapi jangan sampai mengganggu waktu belajar, apalagi saat ujian,” pesannya.
Di akhir acara, Bupati memberikan apresiasi kepada Kepala Desa dan suaminya yang merupakan mantan Kepala Desa atas kepemimpinan yang membawa kemajuan bagi desa. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk memperbaiki jalan-jalan kabupaten yang rusak.
“Prioritas kita adalah memperbaiki jalan-jalan yang dilalui masyarakat banyak, meskipun dengan anggaran yang terbatas. Yang penting kita utamakan yang memang mendesak,” pungkasnya.
Acara Sedekah Bumi ini menjadi momentum kebersamaan dan gotong royong seluruh warga Desa Sinangoprendeng, sekaligus momen untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dari pemerintah daerah.
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Desa Sinangohprendeng Titi Istiyaningsih, S. Pd.AUD bahwa kegiatan Sedekah Bumi ini adalah wujud rasa syukur masyarakat desa Sinangoprendeng kepada Tuhan yang Maha Esa. Semoga dengan adanya kegiatan ini semua usaha yang dilakukan oleh masyarakat khususnya masyarakat Sinangohprendeng bisa berhasil dan membawa kemakmuran.
"Ini merupakan bentuk ungkapan Syukur kepada Allah SWT Bahwa kita selaku masyarakat desa harus banyak-banyak bersyukur Karena kita berada di desa ini
bumi ini, di desa yang kita cintai Desa Sinangohprendeng ini Dengan sangat rukun, Guyub, makmur. Mudah-mudahan Dengan sudah diadakannya kegiatan Sedekah bumi, setiap tahun Ini sudah memberikan keberkahan. Mudah-mudahan hasil pertanian ataupun Hasil usaha panjenengan semuanya ditambahkan rezekinya, dan tambah makmur," ujar Kades Titi dalam sambutannya sebelum acara pagelaran wayang berlangsung.
Dalam acara sedekah bumi kali ini desa Sinangohprendeng menghadirkan pagelaran wayang kulit yang digawangi oleh Ki dalang Mangun Yuwono dengan membawakan lakon "Wahyu Katentreman". Tidak hanya itu Sinden Ciblek Banyumasan dan Gareng pun turut dihadirkan untuk menghibur masyarakat Desa Sinangohprendeng.
Rep. Reza
Rabu, 28 Mei 2025