Selasa, 1 Oktober 2019
KAJEN - Polres Pekalongan menggelar acara lepas sambut Kapolres Pekalongan yang baru. AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK.,M.Si resmi menjadi Kapolres Pekalongan yang baru menggantikan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,.S.IK,M.Si. Acara lepas sambut dilakukan di Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, Senin (30/9/2019) malam.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, bersama Ketua KPU Abi Rizal dan Ketua Bawaslu Ahmad Zul Fahmi melakukan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dalam rangka Penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan tahun 2020, Senin (30/9/2019) di ruang rapat Bupati Pekalongan.
Lepas sambut dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS beserta istri, Ketua Pengadilan Agama H. Suwoto, SH.,M.Hum, perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan, perwakilan Kejari Kajen.
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, Ketua PCNU KH. Muslih Khudori, M.Si, Ketua PD Muhammadiyah KH. Mulyono dan tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya menerangkan bahwa selama 2 tahun 8 bulan ini AKBP Wawan Kurniawan sudah bekerjasama dengan kepemimpinannya Asip-Arini ini sudah mendedikasikan kinerjanya yang luar biasa di Kabupaten Pekalongan.
“Kunjungan Presiden sebanyak 3 kali, alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik. Pergelaran Pilpres, Pileg, Pilgub juga berjalan dengan baik, Event Nasional dan Internasional yang diselenggarakan di Kajen pengamanannya juga dilaksanakan dengan baik,” ucapnya.
Atas kerjasama yang baik ini, seperti yang sudah disampaikan oleh AKBP Wawan Kurniawan bahwa Kabupaten Pekalongan ini situasinya sangat kondusif sehingga dalam konteks indikator marko ekonomi mengalami lompatan yang luar biasa. Tahun 2019 ini pertumbuhan ekonominya 5,76% yang ini lebih tinggi dari Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah dan juga lebih tinggi dari ekonomi Nasional. “Modal Pertumbuhan ekonomi yang baik ini karena kondisi di kabupaten Pekalongan juga baik,” kata Asip.
Program-program dari Pemerintah yang bermuara untuk pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi bisa berjalan dengan baik. Insyaallah ke depan banyak sekali investor yang akan masuk ke Kabupaten Pekalongan.
“Mereka saat ini masih merasa enjoy dan happy karena situasi di Kabupaten Pekalongan yang sangat kondusif. Syarat kondusifitas keamanan menjadi kepercayaan bagi para investor,” ujarnya.
Atas nama seluruh jajaran Pemkab Pekalongan mengucapkan terima kasih sekali kepada Polres Pekalongan khususnya selama kepemiminan AKBP Wawan Kurniawan dan mengucapkan selamat dan sukses kepada beliau yang akan bertugas di tempat yang baru.
“Kepada AKBP Aris Tri Yunarko kami ucapkan selamat datang di Kabupaten Pekalongan. Saya percaya AKBP Aris Tri Yunarko insya Allah akan selalu menjaga jalinan kerjasama yang sudah baik ini. Masyarakat yang sudah aman, tentram dan damai harus dijaga dan ditingkatkan agar jangan sampai hilang,” tutur Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 30 September 2019
“Oleh karena itu 5 mahasiswa S1 dan S2 dari Rotterdam University akan melakukan studi intensif di Kabupaten Pekalongan berkaitan dengan penanganan water management,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Senin, 30 September 2019
Penandatanganan disaksikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua DPRD Kabupaten Dra. Hj. Hindun, MH., serta Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM dan para Asisten serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati mengungkapkan harapannya agar pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Pekalongan akan berjalan lancar, aman dan seluruh tahapan dapat dijalankan dengan baik. “Saya berharap nanti Pilkada berjalan dengan lancar, aman, kemudian dana tersedia cukup dan semua tahapan dapat dilalui dengan baik,” harap Bupati.
Kepada KPU, Bupati meminta untuk segera mulai mensosialisasikan tahapan-tahapan Pilkada kepada masyarakat. Hal itu, karena menurut Bupati grengsengnya Pilkada ini kurang hot dibanding Pilkades.
“Oleh karena itu saya minta KPU segera menyampaikan kepada masyarakat bahwa tahapan-tahapan Pilkada sudah dimulai dan mudah-mudahan situasi dan kondisi di Kabupaten Pekalongan walaupun banyak pemilihan mulai dari Pileg, Pilpres, Pilgub dan Pilkades hingga nanti Pilkada, semua adem ayem tentrem. Hal ini mewujudkan bahwa kondisi ini akan mampu meningkatkan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan. Karena ini upaya Pemerintah yang serius,” terang Bupati.
Sementara itu, Ketua KPU Abi Rizal menyatakan, anggaran Pilkada di KPU untuk di anggaran perubahan 2019 sebesar Rp 147,110 juta, dan pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 30, 163 miliar.
Sedangkan Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan Ahmad Dzul Fahmi, menyampaikan, anggaran Pilkada 2020 di Bawaslu Kabupaten Pekalongan disepakati di angka Rp 7,005 miliar.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 30 September 2019
Minggu, 29 September 2019
Kekeringan di beberapa desa Kota Santri dilanda kekeringan sejak dua bulan terakhir. Dan selama itu warga terdampak harus menerima bantuan suplay air dari Pemkab Pekalongan, melalui BPBD setempat.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyebut untuk masalah kekeringan sudah ditangani sejak awal dengan anggaran Rp. 2 miliar. Dan pihaknya sudah melakukan pemetaan untuk pengambilan sumber air baku, sebagai langkah jangka panjang.
“Hari ini kami bersama jajaran BPBD, DPU Taru, BPR/BKK, dan forum CSR Kabupaten Pekalongan, meninjau lokasi kekeringan di Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, memberikan bantuan pasokan air 15 ribu liter, dan bantuan anggaran Rp. 100 juta, untuk program jangka panjang penanganan kekeringan,” ujar Bupati, Kamis (26/9/2019) sore.
Disebutkan Bupati, berbagai langkah dilakukan dalam penanganan masalah kekeringan, selain langkah-langkah kongkrit langsung, juga sudah gelar salat istisqa untuk berdoa kepada Allah agar di berikan hujan yang barokah. "Karena memang kemarau ini sudah berkepanjangan, sehingga masyarakat cukup kesulitan mendapatkan air bersih," kata bupati.
Lebih lanjut dijelaskan Bupati, dengan upaya jangka panjang menyalurkan dari sumber mata air, maka pada tahun mendatang ketika muncul kemarau panjang, sudah ada persiapan air. "Tapi bisa dilihat, meskipun kekeringan, lokasinya tidak kering kerontang, melainkan subur. Ini karena kemarau saja," tandas Asip.
Khusnul Khotimah (28), warga Dukuh Siberuk, Desa Lambanggelun, Kecamatan Paninggaran, menambahkan bahwa kekeringan sudah terjadi sejak dua bulan. Air sumur kering, dan untuk kebutuhan air selain dari suplay, untuk mandi dan mencuci warga harus naik bukit hutan karet dengan jarak 2 kilometer.
"Kalau untuk mandi ya d batasi, kadang tidak mandi. Karena memang sumurnya kering, tidak ada air sama sekali. Ketika dapat suplay air juga harus di hemat dimanfaatkan seperlunya saja," jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 26 September 2019
Pelantikan dan pengambilan sumpah keempat orang Pimpinan DPRD dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan H. Sutaji, di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan JL. Alun-alun Utara Nomor 2 Kajen, Kamis (26/9/2019) pagi.
Selain itu juga, ada pelantikan tiga anggota DPRD susulan yang sebelumnya cuti menuaikan ibadah haji yakni H. Saeful Bahri, S.Ag, H. Masbukhin, S.Ag dan H. Saeful Arif, SH.,MKN.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Forkopimda, para Anggota DPRD, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri pelantikan pimpinan definitif tersebut.
Komposisi pimpinan dewan yakni Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH dan ketiga orang lainnya yakni H. Riswadi, SH (PDIP), Nunung Sugiantoro, ST (Gerindra) dan Mas'udah (PPP) menjabat sebagai wakil ketua.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH mengatakan setelah pelantikan pimpinan difinitif, DPRD Kabupaten Pekalongan langsung tancap gas membentuk alat kelengkapan dewan. "Kami akan segera membahas pembentukan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) antara lain Badan Legislasi, Badan Anggaran, Badan Kehormatan, juga Badan Musyawarah DPRD. Semoga bisa selesai dalam waktu dekat," kata Hindun.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengucapkan selamat atas dilantiknya empat orang pimpinan dan tiga anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat atas dilantiknya empat orang pimpinan dewan dan tiga anggota. Semoga bisa amanah, tugasnya lancar sampai selesai dan selamat bertugas," katanya.
Menurutnya agenda jangka pendek dari pimpinan yakni membahas RAPBD 2020. "APBD menyumbang pertumbuhan ekonomi 20 hingga 30 persen, dengan alokasi belanja modal kita naik dari Rp 200 milyar menjadi Rp 560 milyar di tahun depan, dengan adanya pelantikan ini bisa mempercepat penyelesaian dokumennya," ungkapnya.
Bupati Asip berharap, pimpinan yang baru dilantik lebih dinamis yang dapat membawa perubahan sesuai dengan harapan masyarakat. "DPRD adalah rumah rakyat, yang menjadi jembatan kepentingan program-program pembangunan yang nanti akan dijalankan oleh eksekutif," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 26 September 2019
Bupati menyampaikan secara kuantitatif kasus stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. “Kalau dari presentase masih sekitar 30%, kalau dari populasi sekitar 3.000 dari 71.000 sekian anak balita yang stunting. Dan dari 3.000 anak balita stunting ini sudah kita petakan locusnya ada dimana, kemudian latar belakang sosialnya seperti apa,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dengan mengambil tema "Deteksi Dini Dalam Rangka Penurunan Stunting di Masyarakat" akan memberikan jawaban.
“Setelah itu akan ada action plan. Karena seminar ini diikuti oleh PKK, GOW, Muslimat, Fatayat, Umri Rifaiyah, Aisyiyah dan Nasyiyatul Aisyiyah serta seluruh stakeholder organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Bupati berharap masalah stunting ini menjadi persoalan serius karena tujuannya adalah mempersiapkan generasi yang lebih baik untuk masa depannya. Jangan sampai anak-anak kita itu kerdil.
“Tetapi yang paling penting adalah menyiapkan generasi yang sehat. Salah satu upayanya adalah menata lingkungan. Kami sedang gencar-gencarnya melaksanakan jargon Wis wayahe Kaline Resik Rejekine Apik, Wis Ora Jamane Kaline Kotor Rejekine Ngglondor,” tutur Bupati.
Dua jargon ini, kata Bupati, sedang dielaborasi di tingkat action plan berupa gerakan pembersihan sungai serta penyadaran di tingkat pengusaha batik, konveksi, jeans dan lain-lain. “Jadi sebenarnya sangat korelatif antara stunting dengan penyediaan lingkungan yang sehat,” tegas Bupati.
Usai dibuka Bupati, acara Seminar Kesehatan dilanjutkan dengan Senam Stunting Bersama, Pemberian bantuan santunan ke pengurus yatim piatu, ponpes, pemeriksaan Kesehatan, cek GDS, Asam urat dan kholesterol, edukasi cara dietnya, pemberian tablet Fe.
Dan sebagai puncak acara Seminar Stunting dengan Narasumber Ketua Gema Setia Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi dan dr. Dwi Riyanto SP A.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 25 September 2019
Rabu, 25 September 2019