KAJEN - Orang tua hendaknya menyekolahkan anak-anaknya untuk mendapatkan ilmu atau memasukkan ke pondok pesantren. Jangan sampai generasi penerus di Kabupaten Pekalongan menjadi generasi yang tidak berilmu, itu akan berbahaya.
Demikian diungkapkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam - Pekan Muharam 1441H di Masjid Al Huda Desa Kalijambe Kecamatan Sragi, Rabu (11/9/2019) malam.
Dijelaskan Bupati, anak yang sholeh-sholehah adalah anak yang berilmu. Menurutnya, syarat punya ilmu itu harus dicari, jangan sampai hanya sekolah saja. Dan kita sebagai orang tua berdosa kalau tidak membekali anak-anak kita dengan ilmu.
Ia berharap dengan berkumpulnya bersama para alim-ulama, mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Pekalongan senantiasa dimudahkan dalam mencari rezeki yang halal, umur panjang sampai kelak berkumpul kembali tentunya bersama Rosulullah. "Kalau kita ingin punya ilmu, kita mencintai saja orang yang punya ilmu, Insya Alloh kita akan mendapat ilmu yang manfaat". ujar Bupati
Ada tiga hal yang ditekankan Bupati. Pertama, bupati menghimbau agar masyarakat kalijambe pada khususnya senang bersedekah. Kedua, dalam hal kerukunan antar warga jangan sampai terjadi pertengkaran, masalah beda pilihan itu biasa. Dan ketiga kepada orang tua harus mendukung program Pemerintah dengan menyekolahkan putra putrinya minimal 12 tahun atau tamat SMA/Aliyah
Pengajian yang diadakan di Kalijambe Sragi dengan menghadirkan tokoh ulama KH. Anwar zahid dari Bojonegoro Jawa Timur , pada rabu ( 11/09) berlangsung meriah. Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi dalam sambutan singkatnya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengajian dari tahun ke tahun samakin baik. " Alhamdulilah masyarakat Kalijambe dari tahun ke tahun masih istiqomah dalam rangka menebar kebaikan, melaksanakan hal hal baik , yakni menyantuni anak yatim. Semoga tahun depan lebih meningkat lagi", tuturnya.(red)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengajar Kuliah Umum di kelas D3 Akuntansi PSDKU Universitas Diponegoro (Undip) Pekalongan. Dengan materi bertajuk "Era Millenial: Mampukah Akuntan Sebagai Pemersatu Bangsa", Bupati didampingi DR. Redyanto Noor, M.Hum (Ketua Lembaga Pengelola PSDKU Undip), Drs. Sudarno, M.Si., P.hD, (Kaprodi D3 Akuntansi PSDKU Undip), dan M. Agus Suryono, SE.Ak. (Narasumber kedua).
KAJEN - Bertempat di Taman Boulevard Rumah Dinas (Rumdis) Bupati Pekalongan di Kajen, Kabupaten Pekongan, Jawa Tengah (Jateng), berlangsung pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) Tahun 2019, yang dibuka secara resmi Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Minggu (8/9/2019) sore.
KAJEN - 1500 Mancing Mania dari seluruh penjuru Indonesia Ikuti Turnamen Baramundi Tingkat Nasional Bupati Pekalongan Cup III dan Santunan Anak Yatim, di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Desa Pacar Kecamatan Tirto. Turnamen dibuka oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, ., Sabtu (7/9/2019) malam.
- Sebanyak 30,360 ton benih jagung hibrida Varietas 212 bantuan dari Kementrian Pertanian RI diserahkan kepada kelompok tani yang berada di tujuh kecamatan, diantaranya Kecamatan Karangdadap, Kajen, Sragi, Bojong, Kesesi, Karanganyar dan Kandangserang, di Aula Kecamatan Kesesi.
KAJEN - Palang Merah Indonesia (PM) merupakan organisasi yang sehat, organisasi yang eksis, yang pengelolaan organisasinya berjalan dengan baik, mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparasi dan partisipasi.
KAJEN - Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi SH, M.Si, Jum'at (6/9) melepas Kontingen Saka Bhakti Husada (SBH) asal Kabupaten Pekalongan, untuk mengikuti kegiatan Perkemahan Bhakti Daerah (Pertida) SBH yang diselenggarakan Kwarda Jateng tanggal 8-12 di Cilongok, Banyumas.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si meminta kepada pelajar Papua yang ada di wilayahnya untuk menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai rumah ke dua, setelah kampung halamannya sendiri.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Rektor Undip beserta jajaran Akademika yang secara terus-menerus melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kemudian saya ucapkan selamat datang kepada para mahasiswa yang kebanyakan hampir 90 persen berasal dari luar Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati Pekalongan usia mengajar di Kampus PSDKU Undip Pekalongan di Kajen, Senin (9/9/2019) pagi.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan dahulu bisa dikatakan zero perguruan tinggi. Berbeda dengan sekarang yang sudah hadir banyak perguruan tinggi seperti PSDKU Undip, IAIN, ITS NU, Politeknik Pusmanu, UMPP.
“Mungkin akan segera menyusul perguruan tinggi lainnya karena wilayah Kabupaten Pekalongan sangat kondusif untuk pengembangan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta,” terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan, dengan kehadiran mahasiswa di Kabupaten Pekalongan ini sangat memberikan peran yang positif. Pertama, dapat memberikan motivasi para pelajar yang masih belajar di pendidikan menengah (SMA sederajat). Kedua, bisa mewarnai kegiatan-kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan. Dan yang ketiga, mereka akan menjadi agen bagi Kabupaten Pekalongan di daerahnya masing-masing guna memperkenalkan potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan ini seperti batik, dan potensi-potensi lainnya.
“Disamping itu juga yang lebih penting lagi adalah menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Pekalongan seperti industry makanan, kos-kosan, laundry dan lainnya,” tuturnya.
Akan tetapi, kata Bupati, misi besar hadirnya perguruan tinggi adalah bagaimana agar Kabupaten Pekalongan ini mendukung Pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia karena angka partisipasi kasar perguruan tinggi masih jauh dari harapan kita. Dan dengan hadirnya perguruan tinggi di Kota Santri ini akan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi di Indonesia.
“Kami sangat terbuka bagi perguruan-perguruan tinggi lain yang akan membuka di Kabupaten Pekalongan. Karena semakin banyak perguruan tinggi akan semakin baik seperti kota-kota yang lain di Jawa Tengah semisal Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Purwokerto. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan akan menyusul sebagai pusat untuk pertumbuhan perguruan tinggi baru di Jawa Tengah melengkapi kota-kota yang sudah ada,” harap Bupati.
Dalam kesempatan mengajar tersebut, Bupati memberikan doorprize kepada beberapa mahasiswa, yang sebelumnya disampaikan pertanyaan oleh Bupati kepada mahasiswa yang bisa menjawab pertanyaan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Demikian disampaikan Dr. KH. Hanif Saha yang mewakili PBNU saat menjadi pembicara dalam Stadium General mahasiswa Baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu Pekalongan, di Aula Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan di Kedungwuni, Minggu (8/9/2019).
Ada beberapa hal yang harus dimiliki mahasiwa ItSNU Pekalongan untuk bisa bersaing,yaitu berkomitmen,bersemangat, kemudian fokus dan inovatif.
Komitmen dan semangat itu gratis,jadi harus dilakukan dengan kesungguhan hati sehingga bisa mmembangun kualitas atau mutu. " Jika kita tidak bermutu maka akan memuunculkan biaya yang mahal untuk mendapatkan mutu".
Hal yang juga harus dilakukan adalah melakukan akselerasi atau percepatan.Sebab di era sekarang tak bedanya kuliah di ITSNU, di Undip atau UGM yang mmebedakan adalah kecepatannya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing.
Sebelum digelar stadium general, dilakukan pengukuhan untuk mahasiwa baru ITSNU dan Politeknik Batik Pusmanu.
Mahasiswa baru ITSNU tahun ajaran baru ini berjumlah 280 mahasiswa S1 yang tersebar di prodi Teknik Industri, Teknik Komputer ,Teknik Informatika, dan Fisika.
Mahasiswa yang hadir dalam pengukuhan sebanyak 140 mahasiswa dan sisanya adalah penerima Bidik Misi yang akan menyusul dikukuhkan.
Selain itu dalam acara kemarin juga dilaksanakan Penyerahan dan pengukuhan SK Rektor ITSNU yang dijabat Dr.eng Miftakhul Huda oleh Ketua PWNU KH. Muzamil mewakili PBNU.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, yang hadir mengucapkan selamat dan sukses untuk para mahasiswa ITSNU Pekalongan. "Selamat kepada 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan yang pada hari ini menerima beasiswa. Saya juga akan membantu beasiswa. Insya Allah kami akan memberikan beasiswa untuk 50 anak dengan nilai nominal Rp 5 juta per mahasiswa per tahun, sehingga total Rp 250 juta.," ujar Bupati.
Dikatakan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat apresiatif sekali dan sangat menaruh harapan besar atas berdirinya dua perguruan tinggi yang diinisiasi PCNU. Hal ini dalam rangka menuju angka 70 IPM di tahun 2021.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah 68,56. Kami bercita-cita pada akhir tahun 2021 mudah-mudahan IPM kita bisa sampai 70. Itu artinya bahwa bisa dipastikan sudah tidak ada lagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak sekolah.
Dalam kegiatan itu, diserahkan secara simbolis beasiswa aughnia oleh NU Care-Lazisnu sebesar Rp 174 juta bagi 20 mahasiswa ITS NU Pekalongan dan Pusmanu Pekalongan.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Hadir di kegiatan tersebut, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., beserta beberapa Anggota DPRD, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Johan Arfan Wihananto, S.IP.,MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Sekretaris Daerah (Sekda) Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan yang sekaligus istri Bupati yakni Ny. Munafah Asip Kholbihi.
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutan mengucapkan syukur alhamdulillah UMKM di Kabupaten Pekalongan semakin maju dan perlu kita syukuri serta dikembangkan lagi.
“Kemajuan ekonomi di Kabupaten Pekalongan terus meningkat, hal itu terlihat dari bertambahnya lapangan pekerjaan dan kehidupan warga Kabupaten Pekalongan yang makin sejahtera. Kita semua harus memberi ruang untuk generasi muda untuk membuka usaha-usaha baru untuk kemajuan daerah,” ujar Bupati Asip.
Menurutnya, kita jangan hanya berada di zona aman, karena kita akan tertinggal dari daerah lain, sehingga kita harus terus bergerak maju untuk meningkatkan ekonomi warga Pekalongan, dan satu hal yang kami apresiasi kepada pemuda-pemuda yang menggeluti di bidang seni. “Kami pemerintah daerah (Pemda) akan memfasilitasi dan mendukung supaya lebih maju,” tutur Bupati Asip.
Bupati KH. Asip menyampaikan, PRK merupakan salah satu tolak ukur dalam pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Melalui beragam rangkaian kegiatan tercermin sejauh mana hasil pencapaian pembangunan yang telah dilakukan. Dan 12 mandat rakyat merupakan visi bersama yang berupaya diwujudkan dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM - Ir. Hurip Budi Riyantini dalam laporannya menyebutkan Pekan Raya Kajen 2019 diselenggarakan selama 8 hari, mulai tanggal 8 hingga 15 September 2019, dengan showtime mulai pukul 14.00 hingga 22.00 WIB.
"Diharapkan PRK 2019 juga menjadi ruang promosi potensi bagi kehadiran beragam produk dan jasa," katanya.
Dijelaskan, bertemakan The Beauty of Pekalongan, PRK 2019 adalah kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan konsep yang menarik dan menghadirkan hiburan dari rakyat dan untuk rakyat.
Beauty merupakan kepanjangan dari Batik, Eco tourism, Agribusiness, Uniqe culture, Tourism, Your best investment.
Dikandung maksud bahwa Kabupaten Pekalongan punya banyak potensi dari segi batik, warisan budaya, kebudayaan dan kesenian, hasil bumi, dan banyak hal yang masih bisa di explorer untuk dijadikan investasi yang menjanjikan.
Kegiatan dilanjutkan peninjauan stand UMKM di Pekan Raya Kajen oleh Bupati didampingi Forkopimda dan tamu undangan lainnya.(didik /dinkominfo kab.pekalongan).
Dipilihnya sungai Pencongan ini karena merupakan sungai terbaik di pantura, selain ketinggian air yang konsisten dan ideal untuk hidup ikan burumundi atau kakap putih serta letaknya yang strategis sehingga pas untuk kegiatan turnamen ini , Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi.
"Potensi Ikan Kakap Baramundi di Sungai Pencongan (Kali Sengkarang) Ini tolong dijaga. Jangan sampai ada yang buang sampah atau limbah kesini, karena sudah tidak jamannya lagi. Karena sungai adalah beranda depan rumah kita yang harus selalu bersih. Sehingga potensinya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin".tandasnya.
Selanjutnya ia berharap agar sungai pencongan ini dapat dikembangkan lebih lanjut oleh BUMDES desa yang berada disekitarnya. Hal ini bentuk inovasi yang hendaknya dapat dikembangkan untuk kemajuan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten sedang mendorong agar pergerakan wisata wisata lokal ini yang mengandalkan keindahan alam yang potensi alam menyebar tidak hanya di wilayah pegunungan dan daerah pantai saja tapi sungai juga untuk dapat dimanfaatkan.” Kita sedang mendesain untuk pariwisata berbasis air yang dapat dikelola oleh bumdes desa setampat tentunya setelah memperhatikan aspek keamanan dan ijin dari instasi vertical” terang Bupati.
Sementara itu ketua panitia tunamen Dedi menjelaskan bahwa kegiatan ini ikuti peserta 1500 macing mania baik dari 50 komunitas dan sisanya perorangan. “Mereka berasal dari Banten hingga Jawa Timur, seperti Banten, Indramayu, Cirebon, Tegal, Gresik dan Surabaya”tandasnya.(Red)
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi meminta kepada para penerima bantuan agar dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena tidak semua petani mendapat bantuan ini. “petani dibantu benih jenis NK 212, adapun keunggulannya bisa menghasilkan 9 sampai 10 ton perhektar, dibanding jenis lokal yang hanya menghasilkan 3 sampai 4 ton perhektar,” katanya pada acara penyerahan bantuan benih jagung hibrida Kementerian Pertanian RI tahun 2019 di Aula Kecamatan Kesesi, Jumat (6/9/2019).
Menurutnya, saat ini jagung juga merupakan salah satu makanan pokok dan jagung sendiri saat ini sudah dikembangkan menjadi beberapa varian lainnya. “saya harapkan income dari sektor ini bisa naik, dan bahkan sudah ada perusahaan yang siap menampung berapapun produksi jagung kita,” tuturnya.
Dan tujuan dari bantuan ini adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan Siswanto mengatakan, bahwa potensi jagung di kabupaten Pekalongan cukup baik dengan luas panen 2.500 hektar pertahun. “kita juga dorong agar produktivitasnya untuk naik, pada tahun 2016 4,1 ton perhektar, kemudian tahun berikutnya 4,9 ton per hektar, tahun 2018 5,1 ton per hektar, dan pada tahun 2019 sampai Agustus sebanyak 5,5 ton perhektar dan akhir tahun 2019 kita upayakan agar mencapai 6,0” terangnya.
Siswanto menjelaskan, banyak petani yang masih menggunakan benih lokal sehingga produktivitas rendah dan rentan terkena penyakit terutama penyakit bulai. “salah satu untuk meningkatkan produksi dengan menanam jagung hibrida, pada bulan Juli kita mendapat alokasi dari Kementerian RI sebanyak 400 hektar dan pada bulan ini bersama Gempita kita mendapat alokasi 2024 hektar,” terangnya.
Koordinator Gempita Kabupaten Pekalongan, Muhammad Slamet menyampaikan bantuan benih jagung tersebut merupakan usulan dari Gempita untuk menjaga ketahanan pangan khususnya tanaman jagung.
“Untuk perhektar nantinya masing masing akan mendapatkan 15 kilogram benih jagung. Alhamdulillah di tahun 2019 ini kita mendapat peningkatan,” terangnya.
Adapun luasan lahan yang akan diberi bantuan jagung adalah 2024 Ha yang akan dibagikan kepada 36 kelompok tani di Kabupaten Pekalongan yang merupakan binaan Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Kabupaten Pekalongan. Kelompok tani tersebut nantinya akan dibina dan dimonitor secara kontiyu mengenai perkembangan jagung petani dimasing masing wilayah.(red)
Demikian disampaikan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti selaku Ketua PMI Kab Pekalongan saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah III PMI di Hotel Marlin Wiradesa, Jumat (6/09/2019) kemarin.
Wakil Bupati mengungkapkan pembangunan Kabupaten Pekalongan secara signifikan terus mengalami peningkatan. Sebagai contoh angka kemiskinan. Kalau dulu sampai belasan (12,98%), angkanya sekarang turun menjadi 10,06%. Laju pertumbuhan ekonomi juga semakin naik walau sedikit demi sedikit.
"Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2016 sebesar 6,56%, tahun 2017 menjadi 4,39%. Indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan kecenderungan meningkat, pada tahun 2017 sebesar 67,1, tahun 2018 naik 68,40," ungkap Arini.
Dijelaskan Arini, capaian-capaian itu juga,secara tidak langsung karena keterlibatan PMI yang dibantu oleh komponen seluruh masyarakat.
"PMI menjadi Garda terdepan setiap kali ada bencana. PMI biasanya paling duluan ada di tempat bencana. Telah menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan pelayanan. Masyarakat menaruh kepercayaan penuh kepada PMI sebagai lembaga kemanusiaan," terang Arini.
Hal ini, kata Wakil Bupati, harus kita jaga dan kita pupuk bersama.Sehingga visi PMI yang berkarakter , profesional, mandiri dan dicintai masyarakat. Mari kita wujudkan visit misi tersebut dengan cara menjadi organisasi kemanusiaan terdepan, memberikan layanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
"Mari PMI meningkatkan kemandirian organisasi melalui kemitraan yang strategis, berkesinambungan baik itu dengan pemerintah, swasta, mitra gerakan dan pemandu kepentingan lainnya di semua tingkatan dimana kita meningkatkan reputasi organisasi PMI nasional atau internasional, " imbuhnya.
Wakil Bupati Arini menegaskan bahwa Pemkab Pekalongan berkomitmen dan mendukung upaya-upaya PMI untuk menjadi organisasi yang semakin mandiri dan profesional. Kata Arini, Pemkab sedang merencanakan markas PMI Kabupaten Pekalongan akan dibangun di Desa Kebonagung Kecamatan Kajen.
Terakhir dalam sambutannya Arini mengajak untuk kuatkan kebersamaan, kemitraan, penguasaan dan pemaanfaatan teknologi informasi.
"Kita semua tahu dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang begitu besar, maka ini juga merubah perilaku kita, masyarakat kita, oleh karena itu manfaatkan teknologi dengan sebaik baiknya untuk mendukung tugas tugas dan pelayanan kemanusiaan," tandasnya.
Sementara itu wakil ketua I bidang organisasi PMI propinsi Jaws Tengah, Edi Sudanto, MH, MSi, mengatakan kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah ( Rakorwil) dalam rangka silaturahmi pengurus PMI wilayah III, dan tukar pikiran atau sharing untuk menyamakan visi misi supaya PMI wilayah III dapat eksis secara terus menerus, dengan hasil peningkatan koordinasi integrasi dan sinkronisasi, bagaimana mengelola PMI di wilayah jateng ini.
PMI merupakan satu satunya organisasi kemanusiaan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui kepres tahun 1950 dan 1963, juga undang-undang. Sehingga mau tidak mau pemerintah harus terlibat didalamnya. Mau tdak mau PMI harus mengakses, selalu bekerja sama dengan pemerintah.
Sebagai organisasi bidang kemanusiaan paling tua, PMI akan tetap eksis sampai akhir zaman. Tugasnya menyiapkan kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan. PMI juga bertugas dalam penanganan penanggulangan bencana. PMI bertugas selalu merujuk membantu pemerintah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD).
PMI propinsi Jawa tengah didukung 35 PMI kabupaten kota. PMI propinsi jawa tengah dijadikan rujukan bagi PMI di luar jawa tengah seperti DKI Jakarta, jawa Timur, jawa bàrat bahkan luar jawa. PMI kabupaten kota pun juga dipakai sebagai rujukan, seperti purwokerto, banyumas, cilacap semàrang dan solo.
Tugas PMI propinsi jawa tengah sebenarnya lebih bersifat koordinasi dan back up. Apabila ada hal-hal yang tidak bisa ditangani di kabupaten kota, maka bisa berkoordinasi bagaimana dapat diselesaikan. Selaku back up, maka di dalam pengambilan keputusan yang ditetapkan oleh PMI propinsi jawa tengah sangat membutuhkan masukan masukan Dari kabupaten kota melalui rapat koordinasi.
Menurut Edi, satu kata kunci supaya PMI berjalan dengan baik, adalah integritas. Apa yang bisa kita lakukan. Kejujuran, keterbukaan sehingga PMI bisa eksis. (Red)
Bupati selaku Kamabicab berharap kontingen dari Kabupaten Pekalongan bisa menunjukkan performance sesuai jiwa Pramuka, yakni mandiri, gotong royong, inovasi, dan sesuai paradigma pramuka kekinian, yakni menggunakan piranti teknologi untuk mendukung kegiatannya.
Selain itu bupati juga mengajak agar seluruh warga Bhakti Husada bersama-sama ikut meningkatkan pelayanan serta derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Pekalongan seperti penyuluhan gizi dan sosialisasi lingkungan yang bersih dan sehat. "Masyarakat agar terus meningkatkan derajat kesehatannya menjadi kerja kolektif. Bhakti Husada akan menjadi pelopor kegiatan-kegiatan counterpart pemerintah," tutur Asip.
Bupati menilai kegiatan Pertida SBH ini sangat positif. "Anak-anak juga sangat antusias mengikuti gerakan Pramuka. Kegiatan Pramuka di Kabupaten Pekalongan sangat dinamis. semua saka ada dan kegiatan terus berjalan," ungkap Bupati bangga.
Kepala Dinas Kesehatan selaku Ketua Majelis Pembimbing SBH Cabang Setiawan Dwi Antoro SKM, M.Kes menyebutkan, pada Pertida kali ini, Pemkab Pekalongan mengirimkan 1 kontingen yang terdiri dari 28 peserta dengan 4 orang pendamping dari Kwarcab dan dari Dinas Kesehatan sebagai Tim pembina.
Harapannya, kontingen bisa memperbaiki ranking tahun lalu. "Party Husada ke 5 tahun 2018, kita mendapatkan penghargaan yaitu Juara 3 LLC dan Juara Umum ke 2 pada tahun 2014," pungkas Setiawan. (Hamin, & Lilik Dinkominfo Kab. Pekalongan)
“Kabupaten Pekalongan adalah rumah ke dua bagi siswa-siswi asal Papua. Karena Kabupaten Pekalongan masyarakatnya ramah dan menghargai keberadaan mereka, sehingga saya melihat dari ekspresi mereka, Kabupaten Pekalongan sudah seperti rumah mereka sendiri,” ungkap Bupati pada pada acara silaturahmi dengan siswa-siswi asal Papua di SMA I Bojong, Kamis (5/9/2019).
Silaturahmi yang diinisiasi oleh Polres Pekalongan dengan tajuk “Kita Semua Bersaudara, Kita Satu Bangsa Indonesia, Kita Jaga Keutuhan NKRI” dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Wakapolres Kompol Mashudi, SH beserta jajaran Polres Pekalongan. Hadir pula Dandim 0710 Pekalongan yang diwakili Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Drs. Ali Riza, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumarwati, S.Pd.,M.AP.
Bupati Asip Kholbihi mengatakan, akan memberikan beasiswa kepada siswa-siswi asal Papua yang belajar di Kabupaten Pekalongan dan berharap agar mereka dapat menyelesaikan sekolah dengan baik dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi. “Di Pekalongan sudah ada beberapa perguruan tinggi seperti UNDIP, IAIN Pekalongan, ITS NU, UMPP,” ungkap Asip.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati berpesan kepada para pelajar SMA I Bojong secara umum dan pelajar asal Papua khususnya, bahwa sebagai tugas siswa yaitu belajar giat dan tekun, serta hormat pada orang tua. “Karena dalam semua agama dan peradaban, kunci sukses seseorang adalah mereka yang menghormati, patuh pada orang tua termasuk guru,” tutur Bupati.
Bupati juga berpesan, kita harus mencintai tanah air, suku bangsa kita sendiri serta menjaga keamanan daerah dan tanah air karena hal itu adalah modal yang penting untuk dapat hidup dengan rasa nyaman.
“Manusia di dunia dilahirkan dari berbagai suku bangsa, pada dasarnya supaya saling mengenal peradaban-peradaban yang ada. Perbedaan agama, suku, ras sejatinya agar kita bisa menghargai keberagaman sehingga menjadi manusia yang cinta tanah air,” tandas Bupati.
Lebih lanjut bupati berharap setelah menyelesaikan studi di Kabupaten Pekalongan kelak para pelajar asal Papua tersebut bisa kembali ke daerah asalnya dengan bekal pendidikan dan pengetahuan serta wawasan yang luas. Bupati sangat mengagumi Papua yang menurutnya sangat indah.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga berpesan kepada masyarakat secara umum, agar tidak melakukan hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain, tak terkecuali warga Papua yang merupakan saudara kita sendiri. “Jangan melakukan perbuatan atau menyampaikan perkataan apalagi menggunakan media sosial untuk menyinggung perasaan mereka,” pinta Bupati.
Sebelumnya, Kepala SMAN Bojong, Drs. Bambang Wirudi menyebutkan ada sepuluh pelajar asal Papua yang belajar di sekolahnya. Bambang memperkenalkan para pelajar tersebut kepada Bupati, Kapolres, dan para tamu undangan yang hadir. Dituturkan Bambang, siswa-siswi Papua di SMA I Bojong merupakan siswa berprestasi di bidang olahraga dan seni.
Papua Bagian dari Indonesia
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si mengajak para pelajar sebagai generasi sekarang untuk menjaga keamanan, seperti dahulu pada waktu mempertahankan Irian dari penjajah.
“Pemerintah memperhatikan Papua. Kesehatan, infrastruktur, semua diperhatikan, karena Papua bagian dari Indonesia. Kita semua bangsa Indonesia bersaudara, yang terjadi negatif di provinsi lain jangan ditiru. Kita harus berpikir luas ke depan. Potensi yang kita miliki harus digunakan untuk hal-hal yang positif, jangan merugikan,” ungkap Kapolres.
Senada dengan Bupati dan Kapolres Pekalongan, Danramil Bojong Kapten Arh. Wiyoto mewakili Dandim 0710 Pekalongan berpesan agar para siswa asal Papua untuk belajar yang tekun dan giat dengan bimbingan dari para guru untuk meraih masa depan yang cemerlang.
Selain itu, para pelajar juga diharapkan bisa memilah dan memilih informasi yang bermanfaat dan mengacuhkan informasi yang tidak bermanfaat. “Tugas adik-adik sekalian yang dari Papua adalah belajar. Yang nanti mungkin sepuluh atau dua puluh tahun ke depan, akan menjadi pemimpin di wilayah Papua sendiri atau bahkan di negara kita, Indonesia, yang akan menentukan kemajuan bangsa Indonesia, kemajuan Papua pada masa depan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tandas Kapten Wiyoto.
Danramil Bojong juga berharap agar siswa-siswi Papua di SMA Bojong bisa diijinkan untuk saling berjumpa atau bersilaturahim dengan siswa asal Papua lainnya yang ada di wilayah eks-Karesidenan Pekalongan.
Sekcam Talun, Mores Erson Kubela, mewakili warga Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan mengatakan, selalu berupaya untuk memberikan pemahaman, agar pelajar Papua yang ada di Kabupaten Pekalongan fokus untuk menuntut ilmu dan tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif yang bertujuan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
“Prinsipnya, anak-anak saya, yang semua tahu dan kenal saya, mudah-mudahan tidak terpengaruh dengan pemberitaan miring. Kami anak-anak Papua yang ada di rantau cinta NKRI. Kami tidak akan terpengaruh dengan provokasi Papua Merdeka atau yang lainnya,” tandas Mores yang menyatakan mewakili siswa-siswi dan saudara-saudaranya asal Papua.
Dia menegaskan, tidak akan mengikuti ajakan-ajakan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan Negara ini. (Tim Humas Dinkominfo Kab. Pekalongan)