KAJEN - Sebanyak 42 dari 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan terpilih untuk masa jabatan 2019-2024 resmi dilantik pada Rabu siang (14/8/2019). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Pekalongan Sutaji, SH. MH., di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan Jl. Alun-Alun Utara No.2 Kajen.
Dari total anggota DPRD Kabupaten Pekalongan terpilih yang berjumlah 45 orang, ada 3 orang yang ijin karena melaksanakan ibadah haji dan akan dilantik terpisah, ketiga caleg ini adalah Saeful Bahri dan Masbukhin dari PKB, serta Saeful Arif dari Gerindra.
Pelantikan dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH., M.Si, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Anggota Dewan terpilih dan lama, Forkompimda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ratusan tamu undangan lainnya serta sejumlah massa pendukung.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si saat dikonfirmasi usai pelantikan mengatakan, Kursi DPRD Periode 2019-2024 diisi sebagian wajah-wajah baru dan juga wajah lama yang sudah mempunyai pengalaman panjang dalam hal pengawasan sebagai salah satu fungsi legislasi. "Saya berharap dengan diresmikannya anggota dewan yang baru dapat menjalankan tupoksinya dan dapat bersinergi dengan eksekutif untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan," tutur Bupati
Ditambahkan Bupati, dengan adanya anggota dewan yang baru juga diharapkan target RPJMD yang telah disepakati dapat dijalankan, dan hasilnya dapat dirasakan baik secara makro ekonomi maupun sesuai dengan 12 mandat rakyat. "Hal itu perlu adanya dukungan politik dari anggota dewan terpilih dengan tetap mengutamakan fungsi kepengawasan," katanya.
Ketua sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., mengatakan, bahwa pelantikan telah berjalan lancar dan sukses. "Ada 42 anggota dewan yang dilantik sementara tiga sisanya cuti melaksanakan ibadah haji," terangnya.
Pihaknya berharap dengan dilantiknya anggota dewan yang baru dapat mewujudkan aspirasi masyarakat sesuai dengan tupoksinya yaitu legislasi, anggaran dan pengawasan. "Mudah-mudahan dapat mendorong Pemkab Pekalongan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, tentunya kami juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar terus bekerja lebih baik," pintanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Pembangunan Jembatan Kalikeruh yang berada di Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan yang berbatasan dengan Desa Medayu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, selasa (13/8/2019) sore dimulai.
KAJEN - Para pemuda yang bergabung Pasukan Pengibar Bendera Paskibra Kabupaten Pekalongan akan bertugas pada upacara detik detik HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Sabtu mendatang. Mereka adalah pemuda pemudi pilihan setelah melewati berbagai seleksi.
Bupati Pekalongan Asip Khlobihi, SH MSi baru baru memberikan motivasi pada acara jam pimpinan. "Memberikan Inspiring kepada anak-anak agar menjadi tokoh atau menjadi orang berguna kelak ada beberapa hal yang harus diperhatikan" terang Asip. Pertama belajar yang tekun/rajin, menghargai guru, menghargai orang tua dan menghormati yang muda. Itu adalah kiat bagaimana sukses Story dari para tokoh besar.
KAJEN - Ada kelompok yang sangat bernafsu mengusung Khilafah di Indonesia yang harus kita pangkal dengan semangat memperingati hari Veteran. "Spirit untuk menangkal gerakan Khilafah di Indonesia harus makin nampak dan harus dibersihkan" ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi saat peringatan Hari LVRI Kabupaten Pekalongan kemarin (10/8).
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti memberikan satu sapi ke Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami H. Amat Antono, M.S.i. Penyerahan hewan kurban untuk Pondok Pesantren “Faidlul Qodir” milik KH. Abdul Khafidz, Minggu (11/08/2019).
KAJEN - Dalam waktu 10 menit, 1.300 kupon daging qurban ludes dibagikan oleh panitia hewan qurban Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (11/8/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi SH., M.Si., dan Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti bersama ribuan umat Islam melaksanakan Shalat Iedul Adha 1440H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu, (11/8/2019).
KAJEN - Miftakhul nirwan widhiyanto dari kecamatan Kajen dan Saela malina dari Rowokembu Wonopringgo terpilih sebagai juara pertama pada perhelatan Grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019 yang dilaksanakan di bolevard pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin.(9/8)
KAJEN – Gerakan membuat biopori akan dimasifkan di tingkat kabupaten supaya cadangan air baku cukup. Selama ini air hujan langsung lari ke sungai. Dengan upaya ini, kita tahan untuk di pemukiman- pemukiman.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kegiatan Gerakan Pungut Sampah (GPS) dan Pembuatan Lubang Biopori di lingkungan Islamic Centre Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/8/2019) pagi.
Sebelumnya, Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.,M.Si , didampingi Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dan para Kepala OPD mengelar doa bersama dengan masyarakat desa setempat, dan dilanjutkan dengan meletakkan batu pertama pembangunan jembatan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengatakan, Jembatan Kalikeruh putus pada akhir tahun 2017, dan kini dibangun kembali dengan dana bantuan dari Propinsi.
“Sebelumnya, kita sudah bangun jembatan balley sehingga mobilitas warga tidak terganggu, kita akan selesaikan pembangunan jembatan di tahun ini,” ujar Bupati.
Pembangunan jembatan tersebut, kata Bupati, menelan anggaran sebesar Rp 14 milyar lebih dengan target selesai 22 Desember 2019 sesuai kontrak kerja.
"Kita minta kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawasi proses pembangunan agar berjalan dengan lancar, tepat waktu dan tepat mutu,” tuturnya.
Pihaknya meminta kepada masyarakat agar tidak menggali batu atau galian C di sekitar jembatan, karena dikhawatirkan akan menyebabkan rubuhnya pilar penyangga.
“Minimal melakukan penggalian sejauh 1000 meter dari jembatan, di area jembatan tidak boleh mengeksploitasi apapun, apalagi batu,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, ST. MT menuturkan, untuk Jembatan Kalikeruh yang baru akan dibuat sepanjang 60 meter di sisi selatan jembatan yang lama dengan lebar 7 meter dan bahu jalan 6 meter.
“Ini baru progres 5 persen karena baru awal, besok kita akan lakukan pengeboran dan jembatan akan dibangun dengan rangka baja komposit,” jelasnya.(red)
Belajar dengan tekun supaya menjadi anak yang berguna, minimal di sekolah seperti masuk Paskibraka untuk terus-menerus menimpa diri. Jenjang pendidikan harus sampai S1 dan S2 agar nanti bisa masuk dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi atau keinginan, karena tidak harus pararel antara bidang pekerjaan dan pendidikan.
"Yang terpenting dalam proses pendidikan adalah bagaimana menginternalisasi nilai dari seluruh ilmu yang didapatkan, agar menjadi anak-anak yang bermanfaat karena punya pendekatan keilmuan dari berbagai disiplin ilmu " tandasnya.
Persoalan pekerjaan sekarang tidak paralel. Banyak bankir dari engineering, begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu lebih ditekankan kepada anak-anak Paskibraka agar seperti itu. Yang paling penting gunakan momentum sebagai anggota Paskibraka untuk berlatih disiplin, tanggung jawab dalam mengibarkan bendera merah putih untuk upacara hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia.
Menjadi Paskibraka adalah tugas yang sangat mulia dan tidak semua anak punya kesempatan. Oleh karena itu harus digunakan dengan penuh tanggung jawab, disiplin tinggi, serta hikmat dalam menjalankan tugas. Karena ini cerminan atau representasi dari sifat tanggung jawab yang dimiliki. (Red)
Institusi pemerintah juga harus dibersihkan dari anasir-anasir yang akan mengusung ideologi Khilafah, karena itu bertentangan dengan ideologi Pancasila. Dalam negara yang berpancasila semua umat beragama dipersilakan menjalankan syariat dan keyakinan masing-masing tanpa ada hambatan sedikitpun dari pemerintah. "Seperti dapat dibuktikan di Kabupaten Pekalongan yang tetap rukun dan memiliki rasa toleransi agama yang tinggi" tandasnya.
Adapun terkait dengan momentum hari LVRI Nasional khususnya warga Kabupaten Pekalongan diajak agar tetap mempertahankan NKRI. "Apalagi dengan momentum ini bertepatan dengan Hut kemerdekaan Indonesia ke 74",terangnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah daerah telah memfasilitasi bantuan periodik yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten kepada LVRI. Di masa mendatang akan ditingkatkan bentuk akomodasi lain dari pemerintah yang saat ini sedang dirancang. "Paling penting secara kuantitatif bentuk bantuannya akan ditingkatkan, bukan dari pada nilainya tapi pada rasa tanggungjawab pemerintah generasi muda kepada generasi tua" ungkap Bupati (Red).
Penyerahan hewan kurban ke daerah rob di anggap paling pantas, karena sangat memerlukan bantuan. “Meski banyak daerah rob di Kabupaten Pekalongan, saya pilih daerah ini karena daerah Wonokerto, saya anggap paling memerlukan sekali kurban itu. Maka saya salurkan kurban saya kesini” Ungkap Wakil Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan menjelaskan keinginannya untuk bisa datang ke daerah itu lagi, untuk membahas lebih lanjut apa sebenarnya yang harus di evaluasi bersama. Perihal mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah rob yang menjadikan jalan rusak di desa tersebut.
“ Saya ingin datang ke sini lagi untuk berdialog lebih lanjut. Dialog mengenai perbaikan jalan sesuai dengan keinginan warga. Harapannya bisa berdialog dan melihat kondisi secara langsung, sehingga bisa mengambil kebijakan untuk penyelesaian masalah tersebut.” Tambah Arini.
Tujuan dari dialog yang ingin Wakil Bupati lakukan adalah untuk mengetahui secara langsung permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga, masyarakat menjadi dekat dengan pemerintah.
Saat Pak Kyai menyampaikan keluhan terkait sarana prasarana rusak akibat rob dari warga sekitar desa Pesanggrahan. Disampaikan kepada Pak Kyai, kapan mau mengundang Wakil Bupati lagi, berdialog tentang apa dan sebutkan permasalahannya.
Jika sudah ditentukan, nanti Wakil Bupati akan mengajak Kepala Dinas yang bersangkutan untuk hadir juga. Jika ingin berdialog mengenai pembangunan jalan yang rusak, terlebih dahulu dilaporkan dengan jelas, agar dapat segera mengevaluasi permasalahnya, masalah rob bisa kita bicarakan dengan baik.(Red)
Panitia membagikan kupon usai sholat Ied atau mulai dari pukul 09.00 WIB, sekitar pukul 09.10 WIB kupon sudah habis.
Masyarakat yang akan mendapatkan kupon sudah mengantre dengan tertib di tempat yang sudah disediakan oleh panitia.
Bahkan panitia memisahkan tempat untuk mengantri kupon daging qurban antara laki-laki dan perempuan.
Totok Budi Mulyanto takmir Masjid Agung Al Muhtaram mengatakan ada 17 sapi dan 10 kambing yang di potong. "Puluhan hewan qurban itu merupakan pemberian dari Bupati, ketua DPRD, Kapolres Pekalongan dan kepala dinas yang ada di Pemkab Pekalongan," kata Totok.
Pihaknya menyiapkan 1.300 kupon yang akan dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Alhamdulillah, tadi saat membagikan kupon berjalan dengan tertib dan lancar. Petugas baik TNI, Polri, Satpol PP, dan Banser membantu untuk menertibkan pembagian kupon tersebut," ujarnya.
Totok menambahkan pengambilan daging qurban akan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB. "Harapannya, pada saat pembagian daging nanti berjalan dengan tertib dan lancar," tambahnya.
Asih (42) warga Desa Pekiringan Alit, Kecamatan Kajen menceritakan bahwa ia mengantre kupon daging qurban sejak pagi tadi. "Dari pukul 06.00 WIB sudah mengantre mas dan tiap tahun sering dapat kupon daging qurban dari Masjid Agung Al Muhtaram," katanya.
Asih mengatakan rencananya daging yang didapat akan di masak sate bersama keluarganya. "Alhamdulillah, pembagian kuponnya tertib dan lancar," jelasnya.
Tusripah (56) warga Desa Nyamok, Kecamatan Kajen mengatakan ia sangat senang dapat kupon daging qurban dan dagingnya akan dimasak rendang. "Kupon yang didapatkan akan di tukar daging qurban dengan seberat 7 ons dan bisa diambil sekitar pukul 14.00 WIB," imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Berdasarkan pantauan warga sudah berdatangan sejak sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka langsung menuju ke tempat yang disediakan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si bersama istri Ny. Munafah berserta salah satu anaknya datang ke Masjid pukul 5.45Wib. Demikian halnya Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami dan salah satu anaknya. Disusul Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH bersama keluarga.
Dalam sholat Iedul Adha 1440H, bertindak sebagai Imam Shalat yaitu Kyai Ahmad Shodiq Alhafiq, sedangkan khotib DR. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, Kepala Kementerian Agama Kajen.
Dalam khotbahnya, Kasiman menyatakan bahwa tema shalat Ied Idul Adha yaitu memaknai bulan Dzulhijjah pada ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah. "Artinya di Idul Adha ini kita harus memahami kisah pensyariatan kurban dan ibadah haji. Ada tiga pesan yang dapat kita jadikan pelajaran," katanya.
Pesan pertama yaitu kepatuhan Ibrahim akan Ismail yang total atas melaksanakan perintah Allah SWT. "Ibrahim mendapat ujian berat untuk menyembelih anaknya sendiri (Ismail) ketika ia merasakan kegembiraan yang luar biasa," ujarnya.
Pelajaran ke 2 yaitu momentum untuk merekatkan Ukhuwah Islamiah dunia. "Jamaah haji yang datang dari berbagai penjuru dunia terdiri dari berbagai latar belakang baik suku, budaya, bahasa, warna kulit, perbedaan aliran, dan madzhab maupun perbedaan lainnya persaudaraan para jamaah haji dapat terjaga dengan baik," ungkapnya
Pesan yang terakhir di hari raya korban adalah hakikat pengorbanan dan kepedulian sosial. "Idul Adha merupakan momentum untuk beribadah sekaligus menunjukkan kepedulian sosial kita kepada orang yang tidak mampu," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si mengajak semua umat Islam agar memaknai Idul Adha dengan meneladani keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim alaihissalam.
"Kisah Nabi Ibrahim yang menjadi cikal bakal mulanya ibadah kurban. Selain disebut hari raya haji, Idul Adha juga disebut sebagai Idul Kurban dimana arti berkorban adalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT," ungkapnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.,M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun M.H, Dandim Pekalongan Dandim 0710/Pekalongan Letkol Infanteri Arfan Johan Wihananto , Ketua PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah, Kepala OPD Kabupaten Pekalongan, serta camat terkait, Jumat malam (09/08/2019).
Adapun tujuan diadakannya kegiatan Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan adalah untuk meningkatkan citra Pariwisata, Untuk meningkatkan promosi Kepariwisataan, dan memperoleh insan generasi muda yang memiliiki kepribadian , etika, penampilan yang menawan berwawasan serta menguasai materi yang handal agar bisa mempromosikan Kabupaten Pekalongan.
“ adapun tahapan pemilihan Mas dan Mbak duta wisata tahun 2019, di mulai dari seleksi, kemudian karantina, dan sampai malam ini Grand Final. Peserta berjumlah 151 org, 45 putra dan 111 putri yang merupakan putra putri terbaik dr seluruh wilayah Kab. Pekalongan. Selanjutnya, sampai dengan malam ini terpilih 10 peserta putra dan 10 putri yang akan di seleksi pada grand final ini yang merupakan puncaknya.” Terang Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Ir Bambang Iriyanto.
Sementara itu Bupati Pekalongan Asip kholbihi,SH MSi menjelaskan sekaligus membuka acara Grand Final Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan tahun 2019, bahwa Mas Mbak Duta Wisata yang terpilih akan menjadi juru bicara sekaligus menjadi Duta Wisata untuk memasarkan, memperkenalkan, dan membawa nama baik Kabupaten Pekalongan.
"Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan yang terpilih harus belajar mengenai filosofi yang dimiliki oleh batik Pekalongan. Banyaknya akulturasi budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan harus kita tuangkan dalam beragam motif batik, sehingga batik Pekalongan dari tahun ke tahun semakin mantap, semakin berperan, dan semakin nyata mewarnai dalam membatik Nusantara." Terang Bupati.
Bupati meminta kepada finalis Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat di training secara langsung, sehingga benar-benar bisa memahami bagaimana memasarkan, mengenalkan, sekaligus meneguhkan kembali kejayaan batik Kabupaten Pekalongan agar bisa menjadi destinasi khusus tentang batik.
"Saat ini dunia membutuhkan tiga hal baru yang semuanya dimiliki oleh Kabupaten Pekalongan. Dantaranya kekuatan local food atau makanan tradisional, sumber daya alam, & sumber air yang bersih. Alhamdullilah itu semua dimiliki Kabupaten Pekalongan." Lanjut Asip.
Bupati juga berharap kepada Mas dan Mbak Duta wisata yang terpilih dapat mengenalkan eksotisme keindahan alam, kuliner, dan keberagaman Kabupaten Pekalongan. (Red)
Data juara duta wisata tahun 2019
Juara 1
No. 7 nama : Miftakhul nirwan widhiyanto, umum dri SMA 1 Kajen alamat kec Kajen
No. 2 nama saela malina dri MAN 1 Pekalongan alamat rowokembu wopi
Juara 2
No. 12 nama elen Ardita yolanda dri Undip alamat ambo kembang Kedungwuni
No. 5 nama Slamet Romansyah dri SMA 1 Kajen alamat kuasen Kesesi
Juara 3
No. 14 nama dana Alya dri SMA 1 Kesesi alamat Karangrejo Kesesi
No. 9 nama Muhammad Zidan Arifin dari unes alamat buaran
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono, Ketua TP PKK Ny. Munafah Asip Kholbihi, dan 220 peserta dari unsur pelajar, mahasiswa, TNI, Polri, dan unsur OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan dan DLHK Jateng.
Dijelaskan Bupati, ada gerakan kebersihan. "Seperti biasa di Kabupaten Pekalongan ada gerakan Berjumpa (Bersih Jumat Pagi). Kita akan terus menyapu wilayah Kabupaten Pekalongan menjadi wilayah yang nyaman bagi penduduk, bersih dari sampah. Bahkan nanti ke depan kita akan mengelola sampah dengan berbasis android. Ini sedang kita siapkan regulasinya dan infrastrukturnya," terang Bupati.
Sehingga, imbuh Bupati, komitmen masyarakatnya nanti akan semakin tegas bahwa dulu menjadi kabupaten paling kumuh sekarang sudah berlalu. "Ini di Islamic Centre Kedungwuni. Pusat pendidikan sekaligus pusat bisnis akan kita tata dan dijaga terus kebersihannya. Yang penting itu bersih dulu karena filosofi Jawa kalau bersih itu dianggap keluarganya tenang, aman, dan bahagia. Keluarga yang sakinah mawadah warohmah secara lahiriyah bisa dilihat dari lingkungan rumahnya yang bersih," ujar Bupati.
Ditambahkan, gerakan itu (kebersihan dan biopori) akan dilakukan di semua taman-taman publik, dan daerah-daerah rawan kekeringan seperti Kesesi, Sragi dan Bojong. "Ini merupakan gerakan massal. Mudah-mudahan kegiatan pembuatan biopori akan semakin banyak menyimpan air, sehingga masyarakat tidak kekeringan. Meskipun Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai daerah yang kaya sumber air baku tapi kita tidak boleh berhenti berikhtiar. Air baku berada di gunung, di daerah tengah kita harus buat biopori untuk mengikat air agar tidak langsung lari ke sungai," imbuhnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah Teguh Dwi Paryono mengatakan 'land subsidence' atau penurunan tanah di wilayah pesisir Pekalongan berdasarkan hasil penelitian ITB rata-rata 10 cm-20 cm per tahun. Penurunan tanah ini melebihi Kota Semarang yang rata-rata 10 cm per tahun.
Dalam rangka mengembalikan kondisi lingkungan khususnya di wilayah Pantura, lanjut dia, melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup DLHK menggelar 'roadshow' Gerakan Pungut Sampah, pembuatan biopori, dan penanaman mangrove.
"Hari ini di Kabupaten Pekalongan ada dua kegiatan. Pertama dengan kekuatan 220 orang ini Gerakan Pungut Sampah dan pembuatan biopori, dan kedua di Pantura sekitar 200 personel melakukan penanaman mangrove," terang dia.
Dikatakan, seperti yang disampaikan Bupati berdasarkan penelitian ITB ada 'land subsidence' dan abrasi mengakibatkan muka air laut naik 1 cm per tahun. "Ini diimbangi dengan penurunan tanah yang rata-rata 10 cm hingga 20 cm. Ini melebihi Kota Semarang. Jika Kota Semarang sekitar 10 ternyata Pekalongan sampai 20," katanya.
Salah satu untuk menanggulangi abrasi, kata dia, dengan penanaman mangrove. Menurutnya, mangrove akan membentuk barrier alam dan mengurangi ancaman ombak, dan di sisi lain akan menjadi habitat ekosistem untuk kepiting dan ikan-ikan kecil yang tumbuh di sekitar bakau.
"Biopori ini dalam rangka memberikan saluran air hujan yang selama ini hanya melimpas begitu saja di permukaan bisa meresap di dalam bawah permukaan. Ini bukan air tanah dalam tapi air tanah permukaan yang setidaknya itu bisa memberikan pasokan untuk sumur penduduk yang memanfaatkan air tanah," katanya.
Diharapkannya, ke depan di tahun 2025 ada target mengurangi sampai 30 persen dan mengelola sampah 70 persen. "Selama ini yang terjadi belum berimbang. Kita belum bisa mengelola sampah. Masih 30-40 lah. Kita berharap ada pengurangan sampah terutama di hulu. Hulunya siapa?, rumah tangga-rumah tangga yang menghasilkan sampah," katanya.
Diimbuhkan, sampah bukan hanya suatu produk yang tidak bisa didaur ulang. Diharapkan, ke depan sampah bisa didaur ulang dan TPA hanya tempat sampah residu yang tidak bisa didaur ulang. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)