KAJEN – Guna mendukung gerakan One Agency, One Innovation yang diwajibkan oleh setiap instansi pemerintah untuk menciptakan satu inovasi setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut dengan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Tim Verifikator TOP 20 KIPP Provinsi Jawa Tengah ini melaksanakan Penilaian Lapangan selama 2 hari (07 s/d 08 Agustus 2019 lalu). Adapun penilaian tersebut dilakukan di Kampung IVA Desa Logandeng Kecamatan Karangdadap dan Laboratorium Kemiskinan kegiatan Bappeda dan Statistik di Desa Botosari Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si, Tim Verifikator Lapangan TOP 20 KIPP Jawa Tengah Mustofa, S.T, M.M. Kom dan Rosihan Widi Nugroho, S.Ap, Perwakilan biro kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, Ketua dan Forum CSR Kabupaten Pekalongan, LSM TIRAI, dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan.
Sekreataris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, M.Si menyampaikan, KIPP diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, menciptakan kompetisi yang sehat antar instansi dalam memberikan pelayanan dan demi menjawab harapan masyarakat akan pelayanan prima di seluruh layanan publik yang diselenggarakan pemerintah.
“Saya sangat mendukung inovasi Laboratorium Kemiskinan ini, saya berkeyakinan proses percepatan pembangunan melalui inovasi-inovasi yang dijalankan akan dapat kita raih. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama untuk mewujudkannya. Tidak cukup hanya angan-angan tanpa kemauan, tidak cukup hanya sekedar keinginan tanpa tindakan, tidak cukup hanya dengan program tanpa angggaran, dan tidak cukup hanya dengan anggaran tanpa SDM yang handal,” terang Mukaromah.
Selanjutnya, Pemkab. Pekalongan berbangga hati karena kerja keras pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pekalongan memperoleh apresiasi positif dari tim penilai. Hal ini menunjukkan bahwa Kabupaten Pekalongan dinilai telah menjalankan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan baik.
Sementara itu, menurut Perwakilan Biro Kerjasama Provinsi Penyelenggara KIPP Arifin. S.H, sejauh ini inovasi pelayanan publik oleh Kabupaten Pekalongan (Laboratorium Kemiskinan) termasuk dalam 20 besar, tentunya penilaian ini mempertimbangkan kebaruan, efektivitas, bermanfaat, dan di transfer/ di replikasi dan berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi inovasi kerja yang telah dibuat, dan kemudian dikompetisikan. Apapun hasilnya jangan sampai mengurangi kreativitas dalam berinovasi. Jadikanlah kompetisi ini sebagai ajang motivasi dan evaluasi bersama. Jangan sampai, kompetisi sudah selesai dan inovasinya tidak dikembangkan lagi. Saya berharap bisa terus berlanjut dan berkembang,” ujar Arifin.
Publisher : aris
Jumat, 9 Agustus 2019
KAJEN - Di era digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) diminta berlari untuk bisa memberikan informasi yang akurat, cepat, dan updating. Pesan itu disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan Groundbreaking pekerjaan Pembangunan Gedung Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan di Jalan Krakatau, Kompleks Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (7/8/2019) pagi.
KAJEN - Keringnya Telaga Sigebyar Mangunan Desa Tlogohendro Petungkriyono menjadi perhatian Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Ia bersama dinas terkait baru baru ini melaksanakan kegiatan Kunjungan Kerja di Telaga tersebut. Tinjauan itu dilakukan untuk melakukan observasi langsung penyebab telaga itu bisa kering pada musim kemarau tahun 2019 ini.(1/8)
KAJEN - Menanggapi Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan dalam Rapat Paripurna 2 Agustus 2019 lalu, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si memberikan jawaban atas pandangan umum Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, selasa (6/8/2019).
Menurut Bupati KH. Asip, kegiatan TMMD ini sangat membantu masyarakat, khususnya pemerintah dalam program pembangunan baik fisik maupun non fisik.
"Ini bisa sama-sama kita lihat, sangat luar biasa masyarakat dan TNI bisa bersatu serta membaur. Apalagi, dengan adanya TMMD ini banyak memberikan bantuan fisik dan non fisik terhadap masyarakat. Dulu, jalan ini tidak bisa dilalui, kini jalan yang menghubungkan ke Desa Mendolo, lalu tembus ke Desa Kutorembet dan Kecamatan Lebakbarang serta Kalibening sudah bisa dilalui," kata Bupati KH. Asip usai meninjau lokasi TMMD, Kamis, (8/8/2019) pagi.
Bupati KH. Asip mengharapkan masyarakat untuk terus melanjutkan program yang telah dilakukan dan didapatkan ini. Artinya jangan sampai selesai di sini. Masyarakat bisa menindaklanjuti hal-hal baik yang telah dilakukan.
"Jalan yang sudah bagus ini manfaatkan, sehingga ini bisa menjadi hal positif untuk masyarakat Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dan juga Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Sementara itu, Perwira Penghubung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Infanteri Laendah mengatakan, TMMD ini telah sesuai dengan sasaran yang diinginkan serta program yang sudah direncanakan oleh TNI dalam hal ini Kodim 0710 Pekalongan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan.
TMMD melaksanakan program kegiatan non fisik maupun fisik berupa penyuluhan kesehatan, hukum dan pembangunan fisik jalan sehingga bisa bermanfaat untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Sasaran fisik pengaspalan jalan sepanjang 1.727 meter, lebar 2,5 meter, kemudian sumber dana dari APBD Provinsi sebesar Rp 331 juta," katanya.
Laendah atas nama Dandim 0710 Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel yang mengikuti TMMD. Sebab, para prajurit selama satu bulan lamanya telah bekerja keras dengan mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyukseskan kegiatan ini.
"Rasa kebersamaan seperti inilah yang merupakan inti kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga dapat meneruskan roh perjuangan bangsa yang wajib untuk dipelihara," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 8 Agustus 2019
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerangkan bahwa kegiatan pelantikan ini dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta bagian dari pembinaan dari pola karir untuk ASN (Aparatur Sipil Negara). Beliau juga berpesan kepada yang dilantik agar bisa serius, inovatif dan amanah.
"Pesan saya, terutama untuk yang masih muda-muda agar bisa serius, tekun dan juga kreatif, inovatif serta yang paling penting amanah dalam menjalankan tugas ini," pesan Bupati.
Dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Aspek tersebut merupakan dasar utama untuk para ASN itu dipromosikan atau dimutasi. "Itu merupakan bagian yang wajar saja, bagi para ASN tentu memahami betul makna dari mutasi dan rotasi," ucapnya.
Dalam birokrasi ini, Republik Indonesia sedang mengembangkan sistem meritokrasi dalam birokrasi, yang secara harfiah adalah sebuah sistem yang memberikan kesempatan pada seseorang untuk menjadi pemimpin, berdasar pada kemampuannya, bukan pada koneksi politisnya.
"Sistem itu yang akan dilakukan dan diterapkan di Pemkab Pekalongan. Harus berani keluar dari zona aman dan menuju zona kompetitif," ujar Bupati Asip.
Pemkab Pekalongan, lanjut Bupati, akan mengevaluasi kinerja ASN yang kreatif dan berprestasi untuk mendapatkan reward kenaikan pangkat. Sedangkan yang stagnan atau tidak bisa berkembang akan berada pada posisi tetap atau diturunkan. Ini yang akan dilakukan dan dikembangkan dalam menata birokrasi di Pemerintahan Kabupaten Pekalongan.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se-Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 7 Agustus 2019
Dikatakan Bupati, pembangunan gedung Kominfo Kabupaten Pekalongan menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 4.479.234.300, "Pembangunan gedung ini dikerjakan dalam waktu 150 hari. Saya berharap, gedung ini diselesaikan sesuai dengan kalender kerja, mutunya bagus, dan bermanfaat dalam memberikan pelayanan terkait komunikasi dan informasi di seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Apalagi sekarang ini, lanjut Bupati, eranya digital. Oleh karena itu, semuanya harus bergerak serba cepat. "Pemerintah harus akurat dan cepat dalam memberikan informasi yang update terhadap apa saja kejadian-kejadian di Kabupaten Pekalongan," ujar Bupati.
Jika peristiwa itu baik, kata dia, maka akan memberikan efek yang baik. Dikatakan, ada deviasi kebijakan pemerintah yang ternyata diterima kurang baik oleh masyarakat dan itu dikabarkan pula oleh media. "Ini juga bagian penting dari fungsi kontrol dari media. Tentu pemerintah akan membenahinya," katanya.
Ditambahkan Bupati, gedung Kominfo akan dilengkapi dengan pers room. "Teman- teman bisa buat rilis di kantor ini, dan teman-teman bisa tukar-menukar informasi. Intinya, masyarakat Kabupaten Pekalongan membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan perlu pula diselingi hiburan lah. Ini juga penting agar kita bekerja tidak terlalu spaneng. Ini tugas panjenengan semua. Saya berharap kinerja Kominfo yang sudah baik bisa ditingkatkan dan tadi yang saya sampaikan harus sering-sering bekerjasama dengan para wartawan terutama wartawan medsos dan wartawan cetak. Seringlah diajak berdiskusi untuk kebaikan, atau untuk kredibilitas berita di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.
Hadir dalam groundbreaking Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) A. Syaeful Anwar dari Kejari Kajen Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Sekda, dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Camat se- Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 7 Agustus 2019
Ketua PMI Kabupaten Pekalongan. Hj. Arini Harimurti bersama pengurus Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan Adi Prabowo, dan Tim PMI Pusat, JRCS dan PMI Provinsi Jateng, menerima perwakilan Palang Merah Jepang yang dipimpin oleh Yana Maulana di markas PMI Kabupaten Pekalongan (6/8)
Palang Merah Jepang akan membantu program Palang Merah Indonesia Kabupaten Pekalongan dalam program penguatan kesiapsiagaan di masyarakat. Program ini dilaksanakan di dua Provinsi, yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Saat ini kita sedang dalam tahap pemilihan wilayah Kabupaten yang akan kita dampingi secara penuh. Kebetulan di Jawa Tengah rencana kandidatnya ada Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Kebumen.” Ujar Yana Maulana perwakilan Palang Merah Jepang di Indonesia.
Sementara Itu Ketua PMI Kabupaten Pekalongan Ir. Arini Harimurti menyampaikan bahwa PMI kab pekalongan menerima perwakilan palang merah Jepang, dimana PMI kab. Pekalongan salah satu nominasi penerima dukungan program kegiatan dari Palang Merah Jepang.
‘ Mereka melihat potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan menjadi sasaran kegiatan dalam penanggulangan bencana berbasis masyarakat, dan harapannya semoga kabupaten terpilih sebagai penerima kegiatan tersebut “ tandasnya.(Red)
Publisher : aris
Selasa, 6 Agustus 2019
Selasa, 6 Agustus 2019
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menjelaskan telaga itu kering karena sumber airnya untuk mengaliri lahan pertanian di wilayah pegunungan tersebut, dan untuk sumber kehidupan masyarakat. Dan adanya kekeringan ini malah membawa hikmah karena sebagai sarana untuk membersihan telaga sehingga permukaan lebih sehat lagi. “ Dan selanjutnya akan ditata dirancang untuk dikembangkan kolam renang batu alami seluas kurang lebih 1 atau 2 hektar lebih” terangnya.
Menurut Bupati jika beberapa waktu lalu wisata di Telaga Sigebyar ini hanya bermain perahu kolekan saja , nanti setelah ditata diharapkan bisa untuk menyelam dan selfie didalam air. “ Penataan itu sedang dirancang oleh Kepala desa Tlogohendro dan Pokdarwis agar dapat diwujudkan segera” tandasnya.
Ia menjelaskan bahwa di Telaga Sigebyar ini ada dua telaga,yaitu telaga Lanang dan telaga Wadon . Telaga lanang ini diindentikkan sebagai tempat hulu ekosistem hidrologi dimana sumber air berasal,. Saat ini sumbernya masih besar dan telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian dan sumber air.
Hal ini menunjukan bahwa keberadaan wisata ini tidak mempengaruhi kelestarian alam karena eksisenti mata air dijaga dan debit air dari masih besar untuk keperluan masyarakat, telogo lanang sebagai hulunya dan telogo wadon sebagai hilir digunakan untuk penyiraman tamanan dan rumah tangga sisanya untuk keperluan pariwisata.
“ Besyukur kita di Kabupaten Pekalongan karena kaya air baku diantaranya di petungkriyono hal ini akan kita jaga. Bahkan nantii setelah dikaji cukup matang , kita kembangkan wisata yang berbasis air agar akan berfungsi lebih banyak lagi seperi pengobatan mengingat airnya yang alami dan lain sebagainya” terangnya.(Red)
Publisher : aris
Selasa, 6 Agustus 2019
Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban atas pandangan umum Fraksi PAN terkait dengan optimalisasi penetapan program, kegiatan dan pendanaan tugas pembantuan, dilakukan dengan mendorong organisasi perangkat daerah yang kementeriannya memiliki dana tugas pembantuan untuk pro aktif menyampaikan usulan-usulan dan pendekatan program ke kementerian tersebut serta mengundang kementerian dalam rangka implementasi pelaksanaan program di daerah.
Berkaitan dengan pemberian stimulan kepada perusahaan-perusahaan agar tetap berada di Kabupaten Pekalongan salah satunya menciptakan kondusivitas wilayah termasuk stabilitas hubungan ketenagakerjaan.
“Terkait dukungan anggaran pemerintah terhadap penanggulangan kemiskinan, dilakukan secara bersama-sama tidak hanya oleh pemerintah daerah namun juga mengoptimalkan dana desa, CSR, dan partisipasi masyarakat luas,” ujar Bupati.
Menanggapi pandangan umum Fraksi PDIP, Bupati menyampaikan bahwa pendapatan daerah yang bersumber dari dana perimbangan/ dana transfer dari pemerintah pusat diupayakan dengan pelaksanaan kegiatan tepat waktu serta mengupayakan Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari semua sektor yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Untuk Fraksi Merah Putih, Bupati memberikan 2 jawaban, yakni berkaitan penurunan pendapatan daerah pada Perubahan APBD Tahun 2019 dikarenakan berkurangnya dana bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019. Dan penganggaran kebencanaan khususnya infrastruktur penunjang dilakukan berdasarkan kesesuaian wilayah bencana, kemudian untuk mengantisipasi hal-hal yang belum direncanakan disediakan melalui anggaran dana tak terduga.
Menanggapi pandangan umum Fraksi PKB, Bupati KH. Asip memberikan 3 jawaban. Yakni untuk meningkatkan geliat pariwisata, Pemerintah Kabupaten Pekalongan membangun infrastruktur penunjang dan mempromosikan pariwisata melalui penyelenggaraan event-event dan paket wisata.
Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah dalam rangka pengembangan UMKM adalah melalui memberikan pelatihan-pelatihan kepada UMKM agar melek teknologi perdagangan online yang salah satunya dengan mengundang manajemen bukalapak dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Berkaitan dengan penanganan pasien di rumah sakit berdasarkan ketersediaan kamar, namun dalam kondisi darurat dapat dilayani di ruang lain yang bisa dimanfaatkan,” terang Bupati.
Untuk Fraksi Golkar yang berkaitan tentang penyerapan anggaran tahun 2019, dijelaskan Bupati bahwa sampai dengan akhir bulan Juli 2019 sebesar 37 persen. Hal ini, kata Bupati, dikarenakan sebagian kegiatan masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan.
Terakhir jawaban untuk Fraksi Persatuan Pembangunan Sejahtera, Bupati memberikan 3 jawaban. Yakni, pertama, berkenaan dengan peningkatan daya saing untuk pengembangan produk lokal yang mendukung ekonomi masyarakat dilakukan melalui perbaikan infrastruktur jalan untuk kelancaran distribusi barang dan pembinaan terhadap kualitas produk UMKM.
Kedua, berkaitan dengan penyediaan PJU dilakukan berdasarkan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah dengan mempertimbangkan luasnya jangkauan jalan yang membutuhkan penerangan jalan.
“Dalam rangka antisipasi kekeringan di Kabupaten Pekalongan, telah dilakukan droping air di daerah yang membutuhkan dengan kemampuan armada tangki air sebanyak lima buah siap dioperasikan,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 6 Agustus 2019
Senin, 5 Agustus 2019