KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asiip Kholbihi mengapresiasi terhadap tradisi Legenonan atau sedekah bumi seperti yang dilaksanakan Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (28/7/2019) malam.
Hadir dalam kesempatan itu bersama Bupati, antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, Jajaran Kecamatan Karanganyar beserta para Kepala Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Bupati KH. Asip mengatakan Legenonan merupakan kegiatan tradisi lokal yang sangat baik untuk dijaga dan dilestarikan. Selain itu, adanya kegiatan semacam ini menunjukkan kehidupan masyarakat yang rukun dan guyub.
"Tujuan Legenonan adalah merefleksikan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil yang diperoleh selama satu tahun ini. Kemudian, kondisi desa yang aman, tentram, gemah ripah loh jinawi ini bisa dijadikan wahana masyarakat untuk bersilaturahmi," kata Bupati
Menurutnya apabila masyarakatnya rukun dan guyub, maka tugas pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum jadi lebih ringan. Oleh karena itu pihaknya minta kebersamaan, saling pengertian dan gotong-royong seperti ini tetap dipertahankan. Karena gotong royong adalah ciri masyarakat kita, ciri khas bangsa Indonesia.
"Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dihibur dengan penampilan wayang golek dengan dalang Ki Aditia Nugraha asal Kabupaten Pemalang. Ini menunjukkan bahwa Legenonan tidak hanya untuk bersilaturahmi sesama masyarakat tetapi juga untuk melestarikan budaya," jelasnya.
Bupati Asip mengungkapkan Desa Lolong adalah salah satu desa destinasi wisata unggulan di Kabupaten Pekalongan dan banyak program pemerintah di desa ini untuk pemberdayaan pengembangan pariwisata.
"Desa Lolong dikenal keunggulan durennya yang sangat enak sekali. Selain, itu ada wisata air yang cukup bagus. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya Desa Lolong untuk menjaga bersama-sama desa yang indah. Seperti, menjaga kebersihan sampah," tambahnya.(red)
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk selalu berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, agar segera terwujud masyarakat yang lebih makmur dan sejahtera. Berbagai masukan berbagai pihak maupun diikhtiar telah dilakukan untuk mewujudkannya.
KAJEN- Dalam rangka Musyawarah Daerah (Musyda) ke-17 Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berkesempatan hadir dan juga meresmikan kegiatan tersebut di Kampus Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP, dahulu Stikes Pekajangan), Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Minggu (28/7/2019).
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama ribuan warga memadati kawasan komplek Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, untuk meramaikan acara kegiatan olahraga jalan sehat bersama Polri, Minggu (28/7/2019) pagi. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-73.
KAJEN - Perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pekan Raya Kajen 2019 ini akan disajikan berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan itu diantara tempat acara yang terpusat di alun alun Kajen hingga sajian konten acara yang baru. "Bahkan pada perhelatan PRK tahun ini berhadiah umroh dan hadiah menarik yang lain" Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholhibi, SH MSi saat penbukaan Soft Launching Pekan Raya Kajen 2019 di Pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin (26/7)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. AsipKholbihi, SH.,M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Sedekah Bumi atau Legenonan di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni, Jumat (26/7/2019) malam. Dalam Legenonan tersebut digelar Wayang Golek dengan Ki Dalang Godrong Wiyono bersama Paguyuban Panji Laras dari Desa Rejosari Kecamatan Bojong.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas 774 jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 44, 45 dan 46 menuju Embarkasi Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/7/19).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai meresmikan pembangunan RSUD Kesesi, menyempatkan diri melihat secara langsung salah satu perajin kincir angin di Desa Jagung Kecamatan Kesesi, Kamis (18/7/2019) siang.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah siap membantu penambahan modal bagi perajin kincir air dari bambu di Desa Jagung Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Namun syaratnya kegiatan usaha kerajinan tersebut dilakukan secara kelompok.
Seperti baru baru ini Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti memenuhi undangan Kementrian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi Universitas Sriwijaya Sumatra, pada kesempatan ujian terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum Dr. Heriyono, S.H., M.Kn tentang Reoritentasi politik Hukum Pembentukan Undang Undang Penanaman Modal dan Minyak dan Gas Bumi (29/7).
Manurut Arini, desertasi ini selaras dengan kebijakan Pemkab Pekalongan yang saat ini sedang giatnya untuk menggenjot berbagai kebijakan sebagai upaya peningkatan penanaman modal. “Oleh karena itu pihaknya mengajak dinas terkait penanaman modal untuk secara aktif selalu mengikuti, mencari ilmu-ilmu baru, pendapat-pendapat baru, untuk kemajuan dalam melayani masyarakat”, terang ibu Wakil Bupati.
Hal ini juga bagian dari ingin melayani masyarakat Kabupaten Pekalongan semaksimal mungkin dimanapun.
Apresiasi untuk Warga Prestasi di perantauan
Apresiasi diucapkan untuk Dr. Heriyono, S.H., M.Kn. yang telah membawa nama baik Kabupaten Pekalongan di luar daerah. Ia memberikan contoh bagi masyarakat agar lebih tekun dan serius dalam menggapai cita-cita. Usia bukan menjadi halangan untuk berhenti berprestasi.
Dr. Heriyono, S.H., M.Kn. merupakan warga desa Api-api, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan yang meraih gelar doctor dengan predikat sangat memuaskan di Ujian terbuka Pormosi Doktor Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan
Sosok seperti inilah yang masyarakat butuhkan untuk membantu memajukan Negara Indonesia. Dimana, semakin banyak ilmu yang ia kuasai, maka semakin tunduklah ia terhadap negaranya. Semakin banyak pula ilmu yang ia ketahui, semakin haus pula rasa ingin tahunya.
Sementara itu Dr. Heriyono, S.H., M.Kn menyampaikan Ini merupakan pencapaian akademik tertinggi bagi saya. Semakin kesini semakin saya paham apa yang saya ketahui sedikit. Secara akademis menjadi beban moral bagi saya, untuk semakin menjaga kualitas keilmuan, menjaga ikhtiyar akademis yang harus berkelanjutan..
“Kabupaten Pekalongan memiliki potensi yang luar biasa. Dengan 19 Kecamatan memiliki potensi yang luar biasa apabila dikembangkan. Harapannya Kabupaten Pekalongan bisa bersaing dengan daerah lain. Apalagi dengan prinsip otonomi daerah berharap banyak dengan pemangku kebijakan untuk bisa menjadikan Kabupaten Pekalongan lebih maju”, tandasnya (red).
Dengan tema Menggembirakan Dakwah Islam dan Memajukan Kabupaten Pekalongan, kader Muhammadiyah akan menjunjung tinggi dakwah Islam yang santun yang tidak membuat resah lingkungan dan masyarakat. Untuk kegiatan ini total peserta mencapai 356 orang.
Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berharap agar Musyda ini bisa mendesain program yang bermanfaat khususnya pemberdayaan pemuda di Kabupaten Pekalongan. Ketua terpilih nantinya diharapkan bisa berkolaborasi dengan Pemkab dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
"Sejatinya membangun itu tidak bisa sendiri, jadi kalau ingin membangun Kabupaten Pekalongan lebih baik maka seluruh elemen masyarakat dan komponen harus disatukan untuk bersama-sama melaksanakan mandat pembangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing," ujar Bupati.
Dalam Konteks pemberdayaan pemuda, Pemuda Muhammadiyah sudah menjadi salah satu pelopor untuk pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
"Insya Allah jika pemudanya baik, generasi berikutnya juga baik. Pemuda hari ini bisa menjadi harapan masa depan bangsa. Semoga kegiatan ini bermanfaat dan sekali lagi untuk mendesain program yang kolaboratif dengan Pemkab Pekalongan," harap Bupati Asip.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammdiyah (PDPM) Kabupaten Pekalongan, M. Mirwan menerangkan bahwa kegiatan Musyda ini merupakan kegiatan 4 tahunan sekali yang dilakukan oleh organisasi pemuda muhammadiyah. Didalamnya menyampaikan laporan kinerja selama 1 periode, menyusun program-program yang akan dilaksanakan untuk periode berikutnya serta memilih pimpinan pemuda terbaru yang formasinya dipilih oleh kepengurusan.
"Saat ini ada 38 calon yang nantinya peserta musyda ini akan memilih 9 orang yang akan menjadi tim formatur dalam menentukan struktur kepengurusan untuk periode yang akan datang," ucap Mirwan.
Sementara itu dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan terpilih periode 2019-2024, Chandra Saputra berharap agar acara Musyda ini bisa melahirkan pemuda Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang bisa membawa program-proram yang lebih baik dari sebelumnya.
"Yang sudah baik ya ditingkatkan, yang belum baik kita ganti dengan program-program yang lebih baik," terang Chandra.
Tentunya nanti dengan adanya Musyda ini pemuda Muhammadiyah semakin besar dan bermanfaat untuk masyarakat dan juga bermanfaat bagi muhammadiyah di setiap ranting-ranting yang sudah ada.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Tampak pula Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., beserta istri, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi mengikuti jalan sehat lebih kurang 2 kilometer.
Adapun rutenya adalah Jalan Raya Mandurorejo ke arah timur sampai di KPU. Dari pertigaan KPU belok ke kiri ke arah utara hingga melewati Kantor Kejaksaan Negeri Kajen dan Pengadilan Agama di Jl. Teuku Umar. Dari pertigaan Kantor Pengadilan Agama dan Dinas Perhubungan, belok kiri ke arah selatan hingga menuju Jalan Raya Mandurorejo kembali dan belok ke kiri ke arah timur hingga finish di pintu gerbang Alun-Alun Kajen.
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan, kegiatan diawali dengan jalan sehat yang diikuti oleh sekitar 20.000 peserta. “Sejak pukul 05.30 WIB warga mulai berdatangan. Bahkan hingga pukul 09.00 WIB, semakin banyak masyarakat yang datang dari berbagai arah menuju alun-alun Kajen," ujarnya.
Kapolres Pekalongan berharap dalam rangka kegiatan HUT Bhayangkara ke-73 ini, anggota Polri, khususnya personel Polres Pekalongan dapat lebih dekat terhadap masyarakat dan bisa meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk bisa membantu menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian, karena hal itu tidak dapat terwujud tanpa peran serta dan partisipasi masyarakat.
“Mari ke depan kita sama-sama meningkatkan lagi partisipasi untuk menjaga mulai dari lingkungan kita dari tingkat yang terkecil hingga tingkat yang teratas, sehingga apa yang kita inginkan dan kita ciptakan dapat terwujud,” ajak Kapolres.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan penghargaan untuk Polres Pekalongan, khususnya yang sudah membuat suasana semakin kondusif.
"Terbukti dengan beberapa event Pemilu seperti Pilkada, Pilpres, dan Pileg seperti kemarin, suasananya kondusif. Dan ini juga ada karena kekompakan dengan unsur-unsur lainnya. Kami sangat mengapresiasi Polres Pekalongan yang telah berhasil mengamankan dengan baik," tutur Bupati.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar Kapolres Pekalongan beserta jajaran tetap diberikan kekuatan lahir dan bathin. Kemudian bisa menjalankan amanah yaitu melindungi, mengayomi, serta memberikan pelayanan terhadap seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Yang paling penting lagi seluruh jajaran Polres Pekalongan mempu memberikan yang lebih baik lagi di ulang tahun ke-73.
“Oleh karena itu saya menghimbau kepada seluruh masyarakat yang memiliki kepentingan dengan jajaran Polres Pekalongan silahkan datang akan dilayani dengan baik. Insya Allah seluruh keperluan masyarakat akan dilayani dengan sepenuh hati, dengan senyuman dan profesional,” ungkap Bupati.
Bupati berharap dengan acara HUT Bhayangkara ke-73 soliditas, kerukunan, kedamaian, serta kemantapan kita dalam membangun masyarakat Kabupaten Pekalongan akan semakin baik.
“Saya berpesan kepada warga masyarakat Kota Santri mari rukun agawe santoso harus kita jaga terus, dan tidak boleh ada yang bertikai. Dan melalui kegiatan Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-73 ini kita jadikan sebagai sarana untuk silaturahmi, bertemu sesama saudara, sesama tetangga, sesama warga Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-73 berhadiah 1 (satu) unit mobil sebagai hadiah utamanya. Juga hadiah 3 (tiga) buah sepeda motor dan banyak hadiah hiburan lainnya. Turut meramaikan acara HUT Bhayangkara tersebut berupa hiburan dari Bintang Pantura yakni Netta Morenza dan kawan-kawan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Bupati, PRK ini merupakan salah satu kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397. Jika pada tahun sebelumnya digelar pada bulan agustus , pada tahun ini diselenggarakan pada bulan September. Mengingat pada akhir bulan agustus akan ada kegiatan siaran live tv nasional di Alun Alun Kajen.
PRK 2019 sendiri rencananya diselenggarakan di alun-alun Kajen selama 8 hari mulai tanggal 8 sampai 15 September 2019 mendatang. "Kegiatan ini didesain untuk dapat menjadi sebuah event yang kenangan mengesankan bagi pengunjung" tandasnya.
Bupati Asip Kholbihi menerangkan bahwa PRK 2019 ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dibalut dengan konsep yang tematik dan menghadirkan hiburan untuk masyarakat.
“Saya berharap dengan adanya PRK 2019 ini, masyakarat Kabupaten Pekalongan bisa menikmati baik dari segi hiburan dan segi ekonomi, karena acara ini akan dikunjungi oleh banyak orang dari dalam maupun luar daeah,” ujar Bupati.
Dengan target dikunjungi sekitar 350 ribu orang dan target omset mencapai Rp 52 Miliar, PRK 2019 akan menjadi sebuah event iconic terbesar di Kabupaten Pekalongan.
“Target primer pengunjung kita tentu saja dari Kabupaten Pekalongan sendiri dan dari kabupaten tetangga,” ucap Bupati Asip.
Kegiatan PRK merupakan ajang untuk promosi UMKM di Kabupaten Pekalongan, semuanya dikerjakan dari sumber daya masyarakat. Selain itu Juga untuk memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah, dan mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi ekonomi daerah.
Sementara itu, Festival Director PRK 2019, Satria Yanuar Akbar menjelaskan bahwa konsep PRK 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya ataupun Kajen Expo sebelumnya. Selain itu juga ada banyak hadiah dalam acara PRK 2019 ini.
“Bagi para pengunjung jika sudah bertransaksi minimal Rp 50 ribu akan mendapatkan kupon dari panitia yang nantinya akan diundi pada hari terakhir PRK dengan hadiah utama Umroh dan Sepeda Motor,” terang Satria.
Dalam PRK 2019 ini ada beberapa program kegiatan yang disajikan seperti Pameran Pembangunan dan Pariwisata, Pameran Multi Produk, Arena Kuliner Keluarga, Pentas Budaya, Pasar Tiban, dan Eksibisi Beauty of Pekalongan. PRK 2019 juga ramah dengan para ibu-ibu, anak dan disabilitas karena disediakan ruangan khusus untuk menyusui dan juga ruangan khusus untuk merokok bagi para perokok agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung sekitar.(red)
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meresmikan pembangunan gedung TK Muslimat NU 01 Pododadi Kecamatan Karanganyar dengan melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (27/7/2019).
TK ini akan disetting sebagai TK Muslimat Unggulan di Kabupaten Pekalongan, karena letaknya yang sangat strategis yakni di pinggir jalan raya jalur provinsi. Selain itu juga untuk meningkatkan mutu pendidikan yang naik satu tingkat dari TK pada umumnya.
"Dengan jumlah TK Muslimat yang sudah ada sekitar 176 di Kabupaten Pekalongan, saya harap TK Muslimat NU ini bukan seperti TK pada umumnya. Namun harus menjadi TK Muslimat Unggulan yang mampu menjawab tantangan pendidikan, ini juga baru pertama kali saya datang untuk peletakan batu pertama pembangunan gedung pendidikan tingkat TK," ucap Bupati.
Bupati KH. Asip juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berterima kasih kepada Keluarga Besar H. Rino yang sudah mewaqafkan tanahnya seluas 1000 meter persegi untuk kepentingan pendidikan.
Melalui Pengurus Muslimat NU beserta MWC NU Kecamatan Karanganyar telah mengajukan permohonan bantuan kas Ruang Kelas Baru (RKB) kepada Pemkab Pekalongan.
"Melalui dana dari APBD tahun 2019 ini, kami serahkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk pembangunan TK. Sisanya, karena ini merupakan TK Muslimat Unggulan yang luasnya 1000 meter persegi tentu membutuhkan banyak sekali anggaran dari iuran warga, donasi dan juga lembaga pendidikan," jelas Bupati Asip.
Diharapkan TK ini bisa menjawab tantangan jaman dan juga orang tua siswa yang bersedia menyerahkan anaknya untuk disekolahkan di TK ini karena dikelola secara Profesional dibawah bimbingan guru-guru yang sudah berpengalaman, serta pengurus yang serius sekali untuk mengembangkan sekolah TK ini.
"Saya berpesan kepada pengurus agar yang besekolah disini pun tidak hanya orang Karanganyar saja, tetapi untuk seluruh warga Kabupaten Pekalongan," harap Bupati Asip.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati KH. Asip dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tangkil Kulon beserta perangkatnya yang menggelar Legenonan dan wayang dalam rangka turut menguri-uri budaya lokal.
Lebih lanjut, Bupati mengharapkan Kades Tangkil Kulon beserta jajarannya bersama masyarakat untuk menggelorakan kembali kegiatan BERJUMPA (Bersih Jumat Pagi). "Kami berharap Kades turun langsung bersama warga untuk melakukan Bersih Jumat Pagi agar Desa Tangkil Kulon ini kelihatan bersih," ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu juga meminta Kades Tangkil Kulon beserta perangkat untuk memantau ibu-ibu hamil yang ada di desa tersebut.
"Kades dan perangkat Desa Tangkil Kulon, tolong pantau ibu-ibu yang sedang hamil. Berikan masukan agar selalu menjaga dan mengontrol kandungannya ke Posyandu," tutur Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati mengatakan ada beberapa jamaah calon haji (JCH) yang telah berusia lanjut, yakni di atas 60 tahun, sehingga diharapkan untuk menjaga kesehatan selama di tanah suci.
"Hari ini ada tiga kloter yang diberangkatkan yaitu kloter 44, 45, dan 46. Untuk kloter 44 dengan 248 orang dan 45 dengan 352 orang berangkat pagi Jumat ini dan untuk kloter 46 yang berangkat ada 174, malam nanti sekitar pukul 00.00 WIB, berangkatnya dari pendopo," kata Bupati KH. Asip usai melepas jamaah calon haji di pendopo Kabupaten Pekalongan.
Selain itu pihaknya berharap agar JCH mengutamakan kesehatan, yang paling utama. Kemudian untuk jamaah yang lanjut usia terus diberikan pendampingan dan pengawalan.
"Saya juga meminta agar JCH menjaga kondisi dengan makan, tidur yang cukup dan terus menjaga kerukunan serta persaudaraan," ujarnya.
Bupati KH. Asip berharap jumlah JCH yang berangkat ke tanah suci tersebut, nantinya sama dengan jumlah yang kembali ke tanah air.
"Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah haji dan saya mendoakan semoga dalam perjalanan tidak terjadi sesuatu dan tetap mendapat lindungan dari Allah SWT dengan pulang membawa predikat haji mabrur," tambahnya.
Tampak hadir dalam pelepasan keberangkatan jamaah calon haji antara lain Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Bupati Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip, Ketua Pengadilan Agama H. Marwoto, SH.,MH, perwakilan Kajari dan perwakilan Polres Pekalongan serta perwakilan Kodim 0710 Pekalongan.
Tampak pula beberapa anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, serta beberapa Kepala OPD.
“Saya minta perajin disini bisa mengembangkan kerajinan tangan dari bambu yang membuat kincir air. Ini bagus sekali dan semoga bisa menularkan ilmunya ke orang lain,” kata Bupati.
Menurut Bupati Asip, desa-desa di wilayah Pekalongan ini kaya sekali dengan sumber sumber daya yang ada sehingga harapannya sumber daya yang ada agar ditingkatkan lagi.
“Saya minta para perajin terus berkarya demi kemajuan desa jadi pemuda-pemudanya tidak usah pergi ke kota. Kincir air bambunya harus dipromosikan. Harga kerajinan ini sendiri berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 900 ribu,” pungkasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)