KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berkunjung ke tempat wisata Bengkelung Park Dukuh Rancah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, Rabu (12/6/2019) siang.
Gubernur Ganjar sangat terkesan dengan keindahan alam yang disuguhkan di wisata Bengkelung Park ini, tetapi menyayangkan tentang banyaknya sampah yang ada di wisata Bengkelung Park. Karena musim liburan akhirnya banyak pengunjung yang datang tetapi diedukasi untuk membuang sampah pada tempatnya atau membawa bekal makan dan minuman dari rumah saja.
Beliau berinisiatif agar wisata Bengkelung Park bersih kembali dan mengajak para pengunjung untuk membersihkan sampah sebagai syarat untuk foto bersama dengan beliau. Para pengunjung dengan antusias langsung mencari sampah yang berserakan dan membuang sampah pada tempatnya agar bisa berswafoto atau berselfie dengan Ganjar Pranowo.
Gubernur Ganjar menuturkan bahwa untuk pengelolaan awal sudah bagus tetapi itu tidak cukup hanya bagus tetapi harus profesional, Persoalan pertama yang harus dilakukan adalah harus mempromosikan dengan baik.
“Cara yang paling gampang sebenernya membuat event dan memviralkan setiap kegiatan di medsos, Kemudian bertanya kepada masyarakat venue apa yang harus ada disekitar sini, wahana apa yang harus dibuat di wisata ini,” ucap Ganjar.
Berikutnya yang merupakan konsen saya, yaitu sampah. Sampah harus ditaruh pada tempatnya, tidak boleh para pengunjung membuang sampah di setiap tempat, dan itu nanti akan mengurangi keindahan yang ada di Bengkelung Park.
“Saran saya agar lebih indah, bekerjasamalah dengan perguruan tinggi untuk mendesainkan landscape agar ada 1 desain yang menarik. Sehingga orang yang datang ke Bengkelung Park selain menikmati alam yang indah dan mandi di air yang jernih, juga ada spot foto yang bagus sehingga orang selalu mengenang Bengkelung Park,” ucap Ganjar.
“Untuk masalah sampah saya berharap agar pengelola dan pemerintah daerah serius juga dalam menangani, salah satunya menunjuk salah satu orang ditugaskan untuk berpatroli mengawasi orang yang buang sampah sembarangan dan mengedukasi masyarakat agar buang sampah pada tempatnya,” imbuh Gubernur.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menambahkan pihaknya sangat setuju dengan pesan Gubernur bahwa kita semua harus selalu menjaga wisata agar selalu bersih dan bisa dinikmati orang banyak dari sampah yang tidak enak dipandang mata.
“Nanti kita akan buatkan satgas khusus untuk semua pariwisata di Kabupaten Pekalongan untuk ditugaskan sebagai pengawas sampah dan berpatroli mencari sampah. Kita di Jawa Tengah sedang konsen tentang mengatasi sampah plastik, Indonesia merupakan negara penghasil sampah terbesar ketiga sampah plastik di seluruh Dunia,” terang Bupati.
Keindahan di Bengkelung Park ini merupakan karunia alam yang harus kita jaga dengan tidak membuang sampah sembarangan. Ke depan juga diharapkan ada event-event tertentu yang digelar agar bisa manarik pengunjung.
Pemerintah mempunyai 2 fungsi yaitu fasilitasi dan aturan main atau regulasi. Nanti akan berkerjasama dengan Perhutani dengan legal yang kuat agar bisa membantu mensejahterakan masyarakat sekitar.
Pemkab Pekalongan selalu berupaya untuk mengurangi dan membatasi penggunaan plastik di kawasan pemerintahan supaya tidak menjadi sampah plastik yang sangat sulit diurai. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Rumah seluas 60 meter persegi dengan dinding ayaman bambu, berlantaikan tanah yang ditempati Tarjani (65) bersama sang istri dan seorang putranya itu, Rabu (12/6) mendadak ramai.
KAJEN - Ribuan Warga berebut gunungan hasil bumi dan nasi megono saat tradisi syawalan Gerebek Gunungan Megono di objek Wisata Linggoasri di Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (12/06/2019).
Hari pertama masuk kerja usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1440 H tahun 2019 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan diisi dengan acara halal bihalal bersama Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan di Pendopo Kabupaten Pekalongan, Senin (10/6/2019) pagi.
KAJEN - Ratusan warga Kelurahan Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berebut "Gunungan Gebral Syawalan" dengan ukuran tinggi 1,5 meter yang dilaksanakan di Kelurahan Pekajangan Gang 20, Kecamatan Kedungwuni, Minggu (9/6/2019) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama para kakak-adiknya beserta ratusan warga Kranji Kedungwuni Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya menghadiri peringatan haul ke-15 salah satu tokoh penyebar Islam dan perintis NU di Pekalongan bagian selatan, KH. Anwar Amin. Almarhum adalah ayah dari Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan kakak-adiknya.
KAJEN - Tempe Asli Pekalongan ternyata tidak hanya dikonsumsi oleh masyarakat pada umumnya, namun ternyata Istana Negara juga memanfaatkannya pada even-even tertentu.
KAJEN - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari luar daerah mengikuti upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, di Lapangan belakang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (1/6/2019).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali menerima penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Tengah yang keempat kalinya. Dalam kurun empat tahun yakni 2016, 2017, 2018, dan 2019 ini Pemkab berhasil mempertahankan penghargaan ini.
Pasalnya, pada tujuh hari setelah Idul Fitri atau tepat pada perayaan Syawalan, rumah yang berlokasi di RT 01, RW 02, nomor 05, Dukuh Kandang Arung, Desa Salit, Kecamatan Kajen dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kegiatan roadshow di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan.
Sang Gubernur bertandang ke keluarga tak mampu tersebut didampingi Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan pejabat teras baik dari Pemprov Jateng maupun Pemkab Pekalongan.
Setiba di Desa Salit Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung disambut warga mereka berebut untuk bersalaman. Usai menyapa warga, Ganjar menyerahkan bantuan paket sembako.
Menurutnya, informasi mengenai kondisi warga di Desa Salit tersebut diperolehnya dari laporan masyarakat. Kebetulan, kata dia, dalam kegiatan kunjungan ke Pekalongan sekalian menengok.
"Mudah-mudahan cepat teratasi. Bantuan dari Pemerintah dan Baznas masih sedikit. Namun yang paling penting bisa menumbuhkan rasa kepedulian antar masyarakat dan spirit gotong-royong tumbuh. Dengan begitu bisa disengkuyung secara satu per satu bisa dientaskan. Yang seperti ini masih banyak. Memang masih banyak PR-nya," jelasnya.
Sehubungan dengan status lahan dari bangunan rumah milik Tarjani, pihaknya sudah meminta kepada Bupati dan Kades untuk membantu proses administrasinya. "Rumah ini direhab yang bagus dan nanti Bu Kades akan menyelesaikannya. Alangkah lebih baiknya dibuat perjanjian, sehingga secara administrasi jelas statusnya numpang. Pemerintah bisa membantu membangun rumah. Tapi secara administrasi negara harus jelas dan sifatnya sementara," terangnya.
Berdasarkan penuturan istri Tarjani, yang bersangkutan menempati rumah tersebut sudah hampir 20 tahunan. Begitu pula penyakit stroke yang menyebabkan Tarjani hanya bisa duduk di kursi roda lantaran tak bisa berjalan.
Kursi roda yang dimilikinya pun hasil bantuan dari Dinsos Kabupaten Pekalongan yang diperolehnya setahun lalu. Sebelum terserang stroke Tarjani kesehariannya merupakan buruh tani. Ia melakoni pekerjaan itu bersama sang istri. Adapun anaknya yang saat ini masih tinggal bersama di rumah tersebut Gardono (35) hanya berprofesi sebagai buruh tambang pasir tradisional di daerah Kecamatan Karanganyar.
"Penghasilan anak saya sehari sekitar Rp 20 ribuan. Saya sendiri sampai saat ini buruh tani," kata Srimpah (55) istri dari Tarjani.
Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Purwo Aji menyampaikan, Tarjani mulai terpantau berhasil didata oleh tenaga TKSK sejak setahun lalu. Kemudian diusulkan mendapatkan bantuan kursi roda. Sebab kursi roda saat itu yang dibutuhkan untuk Tarjani. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sejak pagi ribuan warga sudah tampak memadati objek wisata Linggoasri. Masyarakat ingin merayakan puncak tradisi syawalan di kota santri yang dipusatkan di lokasi wisata alam tersebut.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan tradisi syawalan di Linggoasri merupakan ajang untuk bersilaturahmi dan berkumpul antar warga, dan selamatan gunung hasil bumi dari masing-masing kecamatan yang dibagi kepada masyarakat.
"Alhamdulillah, tradisi berjalan dengan lancar dan baik. Syawalan ini jadikan pengungkit agar orang lebih memahami lagi syawalan dan lebih mengenal lagi tentang keindahan alam yang diciptakan Allah SWT," kata Bupati.
Menurut Asip dengan syawalan ini bisa meningkatkan upaya-upaya untuk mensejahterakan masyarakat. Pihaknya, atas nama Pemkab Pekalongan mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H dan mohon maaf lahir dan batin.
"Saya minta doa, semoga pembangunan di Kabupaten Pekalongan bisa semakin meningkat. Jalan-jalan yang dulunya rusak semoga bisa menjadi baik. Masyarakat Kecamatan Lebakbarang, Kecamatan Kandangangserang harap bersabar ya, insyaallah tahun 2019 jalanya sudah baik," ungkapnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga memastikan tahun 2020 seluruh jalan-jalan yang ada di Kabupaten Pekalongan akan menjadi lebih baik. "Kalau jalannya bagus, rezekinya masyarakat setempat bisa bertambah," jelasnya.
Asip juga mengingatkan agar masyarakat mendidik anak-anaknya dengan baik. Anak-anak usia sekolah diharapkan semuanya bisa sekolah hingga wajib belajar sembilan tahun, atau setara SMP sederajat.
"Nanti tahun 2021, sekolah ini minimal 12 tahun. Tidak boleh ada anak usia sekolah sampai SMP itu tidak sekolah. Saya minta tolong, untuk ngopyak-ngopyak tetangga kita semua agar bersekolah," ujarnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Para ASN mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) Kheki berbaris menunggu antrean untuk berjabat tangan dengan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti dan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Ny. Munafah Asip.
Tidak hanya jajaran ASN, terlihat juga anggota Bawaslu, KPU, BUMN, dan BUMD ikut acara halal bihalal. Dalam acara tersebut satu per satu ASN bergantian berjabat tangan dengan Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK. Seperti tak ada rasa lelah, Bupati beserta istri dan Wakil Bupati mengumbar senyum sembari berucap maaf kepada setiap yang berjabat tangan dengannya.
Setelah para ASN dan pegawai instansi verikal dan BUMN/BUMD terkait berjabat tangan, mereka menghabiskan waktu beramah-tamah di lingkungan pendopo. Bahkan terlihat para ASN yang ingin berjabat tangan dengan Bupati, Wakil Bupati dan Ketua TP PKK rela berdesak-desakan. Guna memperlancar jalannya kegiatan, Satpol PP Kabupaten meminta kepada para ASN untuk bisa tertib dalam kegiatan ini. Hidangan yang disajikan dalam kegiatan ini berupa tauto, bakso, mie goreng jawa tersedia bagi siapa saja yang datang.
Bupati Pekalongan KH. Asip kholbihi, SH.,M.Si mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepada seluruh ASN yang ada di kegiatan ini. "Di hari pertama masuk kerja, saya melihat semua ASN 100 persen berangkat dan tadi juga sudah mengikuti apel bersama. Setelah itu mengadakan halal bihalal bersama bupati, wakil bupati dan ketua penggerak PKK," kata Bupati.
Menurut Bupati pihaknya menekankan kepada seluruh ASN untuk lebih meningkatkan kinerja pasca lebaran. "Saya berharap semua ASN di hari Syawal ini terus meningkatkan kinerja dan terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.
Pihaknya menambahkan ASN harus kembali ke kewajiban seperti Undang-undang nomor 5 tahun 2014. "Kewajibannya yaitu harus setia dengan NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, Pancasila, dan harus loyal dengan pemerintah," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dalam sambutan atas nama seluruh ASN Pemkab Pekalongan menyampaikan ucapan minal aidin wal faizin –mohon maaf lahir dan bathin kepada Bupati dan Wakil Bupati beserta Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama pribadi maupun kedinasan kami ucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1440H – Mohon maaf lahir dan bathin kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati serta Ibu Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan. Dan kami selaku ASN Pemkab Pekalongan mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati yang selama ini senantiasa memberikan arahan dan bimbingan kepada kami semua sehingga kami dapat melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai tupoksi kita masing-masing,” ujar Sekda.
Kami juga sampaikan ucapan terima kasih atas pemberian fasiltas baik sarana maupun prasarana dan kesejahteraan oleh Bupati dan Wakil Bupati. “Tentu kami selaku ASN, saya mengajak kepada seluruh ASN mari kita tingkatkan kinerja kita, tingkatkan disiplin kita. Kita harus professional, proporsional, pegang aturan sehingga kita dapat melaksanakan tugas sesuai dengan norma yang ada,” ucap Sekda.
Di hari yang fitri ini, kata Sekda, kita telah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan. Semoga amal ibadah kita baik ibadah puasa wajib dan ibadah-ibadah lainnya diterima Allah SWT. Dan setelah Idul fitri ini kita kembali dapat mendedikasikan diri kepada nusa dan bangsa lebih baik lagi sesuai tupoksi kita masing-masing. (didik/dinkoinfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat menghadiri acara tersebut mengatakan, kegiatan "Gunungan Gebral" merupakan tradisi warga setempat yang dilakukan setiap perayaan Lebaran. "Kegiatan Gunungan Gebral dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Pada Lebaran 2019, tradisi itu sudah yang ke-21," katanya.
Namun demikian, kata Bupati, tradisi Gunungan Gebral ini diharapkan tidak berhenti pada saat perayaan Lebaran saja melainkan bisa dipasarkan ke kafe yang dikemas secara modern.
"Kami menyarankan pembuatan gebral tidak dilakukan saat Syawalan dan dibuat oleh orang tua saja namun anak muda juga perlu belajar agar mereka bisa menjadi entrepreneur, seperti nenek moyang masyarakat setempat," katanya.
Menurut Bupati, pembuatan makanan gebral itu bisa mendatangkan nilai ekonomis sehingga masyarakat bisa menyalurkan keterampilan dan keahliannya membuat makanan tradisional tersebut.
"Jangan dilihat dari besar kecilnya pendapatan karena jika dikelola dengan baik juga bisa memberikan sumber penghasilan pokok atau tambahan, khususnya bagi anak-anak muda yang mau berjuang melestarikan makanan tradisional," katanya.
Ketua Panitia Gunungan Gebral Syawalan Muhammad Yuniar mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan acara tersebut sejak H-7 Lebaran. Pada Lebaran tahun ini, kata dia, "Gunungan Gebral" dibuat dengan tinggi 1,5 meter dan berat sekitar 2,5 kuintal.
"Pembuatan Gunungan Gebral merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Pekajangan. Pada tahun ini, tradisi Gebral Gunungan ini merupakan kegiatan yang ke-21," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Dipimpin oleh sesepuh kyai Kedungwuni Kyai Zawawi Dured, mereka membaca Surat Yasin, melantunkan zikir, tahlil, dan doa untuk KH. Anwar Amin di kompleks pemakaman Nurul Anam Kranji, Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (8/6/2019) sore.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si selaku salah satu putra dari KH. Anwar Amin mengungkapkan sekilas perjuangan dakwah ayahnya. “Dulu, ayah kami diperintahkan gurunya Mbah Gendon Kesesi untuk berdakwah ke daerah selatan,” terang Bupati Asip Kholbihi.
Untuk itu, KH. Anwar Amin kemudian mulai berdakwah di daerah sekitar wilayah kabupaten Pekalongan bagian selatan dan kabupaten Banjarnegara. Di daerah itu pula, KH. Anwar Amin juga merintis berdirinya Nahdlatul Ulama.
“Di daerah Kalibening, KH. Anwar Amin kemudian mendirikan masjid pertama. Selain itu, juga melakukan dakwah keliling ke kampung-kampung,” lanjut Bupati.
Perlahan, dakwah KH. Anwar Amin pun membuahkan hasil. Banyak penduduk setempat yang ikut mengaji kepadanya. Banyak warga mengenal agama Islam ala Aswaja NU.
Tahun 2004, KH. Anwar Amin wafat dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Seperti yang disampaikan salah satu pengusaha tempe asal Desa Karangjompo Kecamatan Tirto, Kang Boni (41 tahun), produksi tempenya sudah menjadi langganan Istana Negara sejak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini.
"Iya sejak Presiden SBY hingga Jokowi saat ini, pada even-even tertentu Istana Negara membeli tempe buatan kami," katanya pada saat acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia, Jumat (7/6/2019) kemarin di lapangan Desa Siwalan Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan Boni, Istana Negara biasanya memesan tempe buatannya sebanyak 500 pak (20 biji tiap paknya) dalam sekali pemesanan.
"Alhamdulillah dan kami bersyukur tempe Asli Pekalongan produksi kami bisa masuk Istana Negara. Semoga akan terus berlanjut di masa-masa yang akan datang. Terimakasih Bapak Presiden," ujarnya.
Boni memiliki tempat usaha di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta sejak tahun 2004. "Tempe kami juga menjadi langganan Bupati Gunung Kidul. Dan bahkan oleh Bupati Gunung Kidul, kami dimasukkan dalam daftar UMKM disana," katanya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si yang hadir bersama istri Ny. Munafah, dalam sambutanya menyampaikan rasa bersyukurnya karena para pengrajin tempe asal Kota Santri yang tergabung dalam wadah SPTP (Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan) Pekalongan terlihat sukses semua. Hal itu kata Bupati karena melihat parkiran sepanjang jalan menuju lapangan berjejer mobil mobil mewah para peserta yang hadir.
"Semoga para pengrajin tempe di seluruh Indonesia bahkan yang di luar negeri, terutama pengrajin asal Kabupaten Pekalongan hidupnya makmur semua. Amiiin," kata Bupati.
Tidak lupa, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu menyampaikan dukungannya atas kegiatan yang diselenggarakan panitia.
"Kopdar kedua ini diselenggarakan di lapangan Desa Siwalan ini. Untuk tahun depan, silahkan gunakan Pendopo di Kajen. Hal ini sekaligus agar para anggota SPTP Indonesia tahu akan Kajen sebagai ibukota Kabupaten Pekalongan," terang Bupati.
Lebih lanjut, Bupati Pekalongan menyampaikan dibalik sukses usaha dan sejahtera hidupnya para pengrajin tempe, sudah seharusnyalah dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah SWT. Dan wujud syukur itu dapat diwujudkan dengan berbagi kepada sesama umat yang belum beruntung.
Bupati juga mengajak para pengrajin tempe yang tergabung dalam SPTP Indonesia untuk dapat berkontribusi dengan menyisihkan rezekinya bagi daerah asal.
"Saat ini kami Pemkab Pekalongan melalui TP PKK Bekerjasama dengan para Camat memiliki program pengentasan ODF yakni masyarakat yang memiliki rumah tetapi belum memiliki jamban atau WC. Untuk itu, kami mengajak anggota SPTP Indonesia yang memiliki rezeki lebih bisa berkontribusi dalam pengentasan ODF tersebut," sahut Bupati.
Dalam acara Kopdar Akbar Sahabat Pengrajin Tempe Pekalongan (SPTP) Indonesia tersebut, Bupati Asip Kholbihi didampingi istri dan para pengurus memberikan santunan kepada anak-anak kurang mampu di Desa Siwalan Kecamatan Siwalan tersebut.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Salah seorang ASN Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Sigit Santoso mengaku mengikuti upacara Hari Kelahiran Pancasila di Kabupaten Pekalongan karena saat ini tengah mudik di kota santri kelahirannya.
"Saya bekerja di Kementrian Perhubungan RI dan saya asli warga Desa Tanjungsari, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Karena tidak bisa mengikuti upacara di Jakarta, sehingga saya mengikuti upacara hari kelahiran Pancasila di Pemkab Pekalongan," kata Sigit Santoso.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan apresiasianya kepada para ASN yang tetap antusias mengikuti upacara meskipun tengah melakukan mudik lebaran 2019.
"Saya mengapresiasi kepada seluruh ASN yang hadir dalam upacara ini. Hal ini menunjukkan bahwa jiwa ASN di Kabupaten Pekalongan sangat Pancasilais dan tidak perlu di ragukan kembali," ujar Bupati.
Selain itu juga, kata Bupati, kedisplinan yang sudah ada ini sebagai modal utama kita untuk lebih terus-menerus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) untuk menuju dinamisasi pembangunan.
"Tanpa ASN yang displin, profesional dan patriotik saya kira susah mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan alhamdulillah RPJMD Pemkab Pekalongan sudah ada beberapa yang terlampaui, ini berkat kerja keras ASN selama ini,"jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2018, di Gedung BPK RI Perwakilan Jawa Tengah di Semarang, Selasa (28/05/2019). LHP diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah Ayub Amali, SE.,MM.,Ak.,CA.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi mengatakan dalam aspek pengelolaan keuangan, Pemkab sejak tahun 2016, 2017, 2018, dan tahun 2019 ini berturut-turut mempertahankan opini dari BPK yaitu Wajar Tanpa Pengecualian.
"Saya kira ini karena ada aspek-aspek tertentu seperti aspek-aspek pengelolaan aset, kepatuhan terhadap regulasi, dan ketepatan program yang dijalankan dengan baik, sehingga BPK memberikan penghargaan ini," ucap Bupati.
Bupati berharap pihaknya bisa mewujudkan WTP yang berkualitas. Yakni, program-program pemerintah didedikasikan untuk kepentingan masyarakat. Kemudian, berkaitan dengan aset sudah tercatat dengan bagus.
"Mengenai aset-aset kabupaten sudah teriventaris dengan baik dan pada aspek percatatannya sudah bagus namun pada pemanfaatannya perlu ditingkatkan lagi," jelasnya.
Bupati Asip mengatakan aset-aset tercatat dengan baik dari aspek akuntasinya. Tetapi dari utilitas aset ini akan terus dikembangkan. Seperti mengembangkan aset-aset yang berada di Kota Pekalongan, di Kajen dan di seluruh Kabupaten akan didata kembali. Apalagi, setelah itu akan ditindaklanjuti oleh pemeriksaan kinerja.
"Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama pada pengelola aset yang telah bekerja dengan baik dan sabar. Selain itu juga BPK juga memberikan petunjuk-petunjuk yang bisa ditindaklanjuti, sehingga opini WTP bisa dipertahankan. WTP ini bukan hadiah tapi memang kinerja tata kelola Pemkab Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan Wiryo Santoso mengatakan pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya untuk mempertahankan WTP, diantaranya dengan penataan aset dan pengelolaan keuangannya. "Kita akan terus pertahankan WTP ini dan akan terus berupaya melakukan perbaikan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)