Jelang Arus Mudik, Perbaikan Jalan Desa Dilakukan Leveling
- Proyeknya Sudah Dianggarkan
KAJEN - Jelang arus mudik lebaran, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, senin siang (20/05/2019) mengecek kondisi jalan-jalan desa yang merupakan jalur alternatif, dari jalur pantura menuju kawasan di Kabupaten Pekalongan, serta Kota Pekalongan, dan mengalami kerusakan.
Seperti di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, yang beberapa waktu lalu mengalami kerusakan, dan diprotes oleh warga setempat. Menurut bupati, kondisi jalan tersebut sekarang sudah diperbaiki secara leveling, atau sementara waktu, untuk kegiatan arus mudik.
Sedangkan perbaikannya sendiri akan segera dilaksanakan dengan alokasi dana yang sudah dianggarkan sekitar Rp 1,5 miliar. "Sekarang ini kita sedang melakukan pengecekan terhadap jalan-jalan desa, yang merupakan jalur alternatif arus mudik masyarakat, baik domestik atau lokal, atau dari jalur Pantura, menuju berbagai kawasan di Kabupatan Pekalongan, maupun Kota Pekalongan," kata bupati.
Disebutkan, persiapan kondisi jalur-jalur alternatif arus mudik di Kabupaten Pekalongan, saat ini tengah dilakukan perbaikan-perbaikan, untuk mendukung kelancaran masyarakat dalam merayakan hari raya Idul fitri.
Kemudian, terkait banyaknya keluhan masyarakat terhadap kondisi jalan rusak di berbagai desa di Kota Santri, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan itu mengaku sudah meminta DPU Taru untuk melakukan pengecekan dan segera menindaklanjuti, agar keresahan masyarakat dapat terselesaikan secara baik.
"Saya juga banyak mendengar keluhan-keluhan masyarakat terkait masalah kondisi jalan di beberapa desa. Ini segera disikapi, karena kami sudah mempunyai komitmen untuk menjadikan semua jalan dengan kondisi bagus, untuk mendukung aktivitas dan percepatan ekonomi masyarakat," ungkap Asip.
Keberadaan media sosial yang setiap hari mengungkap banyak aspirasi masyarakat juga menjadi perhatian bupati, dalam melaksanakan pembangunan daerah, serta menciptakan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Ini peranan media sosial juga sangat membantu, sehingga saya sendiri dapat cepat menangkap informasi yang disampaikan masyarakat secara langsung. Kemudian bisa cepat bertindak, dan melakukan penanganan sesuai dengan mekanismenya," jelas bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Bertempat di Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, Komandan Kodim (Dandim) 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., M.M.S pimpin jalannya Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111 tahun 2019.
KAJEN - Kondisi genangan limpasan air laut atau rob, saat ini tidak hanya berdampak pada kawasan utara Kabupaten Pekalongan saja. Melainkan sudah merambah kawasan selatan melalui aliran sungai Meduri, dan telah menjadikan keresahan masyarakat setempat.
KAJEN - Mengawali safari Taraweh Keliling (Tarling) Ramadhon Tahun 2019 Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi bersama Forkompimda dan Kepala OPD melaksanakan kegiatan di Masjid At-Taqwa Desa Srinahan Kecamatan Kesesi, Jumat (10/5/2019)
Pada kesempatan ini Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengajak masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk menjaga persatuan dan silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. " tujuan kegiatan ini selain untuk sholat berjamaah juga untuk merekatkan tali silaturahmi, saling melengkapi , dan memahami tugas masing-masing" terangnya.
KAJEN - Wisata Lolong Adventure, sebuah kawasan wisata yang berbasis adventure yaitu rafting yang dikelola oleh kelompok anak muda dari Pokdarwis Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan. Mendapatkan support dari PLN sejak tahun 2016 berupa CSR dalam pola yang sustainable.
SIAPA YANG CEPAT ITULAH YANG AKAN MEMENANGKAN PERTARUNGAN
KAJEN – International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftakhul Ulum Pekajangan yang mempunyai ratusan santri ini bisa menjadi kebanggaan Kabupaten Pekalongan dan dapat menumbuhkan generasi-generasi muda yang berakhlakul karimah, berilmu, alim dan amil.
Upacara dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi, SH., Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., para Kepala OPD, pasukan dari TNI dan Polri serta PNS jajaran Pemkab Pekalongan.
Selaku inspektur upacara (Irup) Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, membacakan amanat tertulis dari Menkominfo RI yang antara lain menjelaskan bahwa, peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa, kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.
Namun demikian, kita juga mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, “semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa, oleh sebab itu tak ada maslahanya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita, Alhamdulillah, sampai sekarang ini tahap-tahap pemilihan presiden dan wakil presiden serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar,” paparnya.
Lanjutnya, bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti, permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah, hingga pada akhirnya, pada ujung bulan Ramadhan nanti, kita bisa seperti Mahapatih Gadjah Mada mengakhiri puasa dengan hati dan lingkungan yang bersih berkat hubungan yang kembali fitri dengan saudara-saudara di sekitar kita,” tandasnya.
Di akhir amanatnya, Dandim Arfan mengajak untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang damai, tenang untuk bekerja. “Kita harus jaga, agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan,” ajaknya.
“Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang ke seratus sebelas, seraya mengajak agar kita semua sebagai sesama anak bangsa secara sadar memaknai peringatan kali ini dengan memperbarui semangat gotong-royong dan kolaborasi, sebagai warisan kearifan lokal yang akan membawa kita menuju kejayaan di pentas global,” pungkasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Hal itu terungkap setelah Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Senin siang (20/5/2019), melakukan ceking lokasi di Desa Pacar, Kecamatan Tirto. Orang nomor satu di Kota Santri itu juga mengaku terkejut dengan kondisi demikian.
"Biasanya rob itu di utara, tapi ini sudah masuk jalan seberang jalur Pantura. Kondisi rob di kawasan permukiman selatan pantai ini harus dilakukan penanganan ekstra, karena memang ada kondisi lain dari masalah rob ini," kata Bupati.
Disebutkan Bupati, pihaknya intensif melakukan pengecekan kondisi rob di kawasan-kawasan terdampak, karena memang sudah menjadi komitmen untuk menuntaskan permasalahan yang sangat meresahkan masyarakat, serta mampu melumpuhkan kegiatan masyarakat setempat.
"Di Kabupaten Pekalongan ini ada empat kecamatan terdampak rob, masing-masing Kecamatan Wonokerto, Tirto, Siwalan, dan Wiradesa. Kalau sudah rob di desa terdampak, kegiatan masyarakat lumpuh," tandas Asip.
Namun pembangunan tanggul melintang raksasa penahan rob yang sekarang ini proyeknya sedang berlangsung, mampu menekan rob secara signifikan. Tahun-tahun sebelumnya apabila air pasang laut tinggi, genangannya menjadikan warga harus mengungsi.
"Alhamdulillah sekarang sudah ada dampak baiknya, kemarin-kemarin rob tinggi tapi tidak ada pengungsian berarti tidak separah tahun sebelumnya. Mudah-mudahan semuanya teratasi, dan lebih maksimal setelah tanggul terselesaikan," terangnya.
Sedangkan untuk kondisi-kondisi darurat penanganan rob, dilakukan kerjasama dengan masyarakat, membuat tanggul-tanggul ala kadarnya untuk mencegah supaya limpasannya tidak masuk permukiman warga.
Kemudian untuk kondisi di wilayah selatan, menurut Bupati dibutuhkan penanganan khusus. Pihaknya Rabu besok (22/5/2019), akan menyampaikan ke Kepala BBWS Pemali Juana untuk menutup Kali Meduri di hilir, kemudian perbaikan parapet, serta perbaikan sistem drainase.
Dalam kunjungannya ke Desa Pacar Kecamatan Tirto, Bupati didampingi Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, ST.MT., Kepala BPBD Budi Rahardjo, S.STP.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Rob dari limpasan air laut sepekan terakhir menggenangi permukiman warga pesisir Kabupaten Pekalongan, bahkan dalam beberapa hari terakhir, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa di beberapa kawasan.
Mengetahui kondisi demikian Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, kamis (16/05/2019) langsung mengajak jajarannya untuk melakukan pemantauan kondisi permukiman di kawasan-kawasan terdampak, seperti Kecamatan Wonokerto, Tirto, dan lainnya.
Salah satu kawasan terdampak yang dipantau langsung adalah Desa Pecakaran, karena dekat dengan hilir, sehingga tergenang cukup tinggi. "Ini bulan Mei hingga Juni memang air pasang sedang tinggi-tingginya, Pemkab sangat serius dalam penanganan masalah rob ini, sehingga dilakukan pemantauan langsung di kawasan terdampak," kata bupati.
Menurutnya, ada penanganan khusus yang sedang dilakukan oleh Pemkab untuk penanganan rob secara keseluruhan, dengan pembangunan tanggul melintang raksasa melalui tiga paket pekerjaan. Sedangkan untuk kawasan di Desa Pecakaran, Pesanggrahan, dan Bener, akan diusulkan pekerjaan paket 4.
"Sehingga seluruh wilayah pesisir di Kabupaten Pekalongan permasalahan rob dapat tertangani, dan teratasi secara keseluruhan. Kemudian akan dilakukan peninggian tanggul di sungai Sengkarang, serta pembuatan parapet apabila memungkinkan, akan diupayakan. Karena itu masyarakat saya minta untuk bersabar," tandas Bupati Asip.
Dijelaskan, terhadap pekerjaan penanganan rob di wilayah Kabupaten Pekalongan, Pemkab terus melakukan pemantauan dan progres pembangunan juga diamati, agar saat terjadi permasalahan langsung dapat diatasi.
"Selain roadmap atau peta penanggulangan rob, penataan infrastruktur juga sudah dirancang dan pendanaan disiapkan, seperti pembetonan jalan sampai Kelurahan Bener," ungkapnya.
Sementara Agusyanto, Koordinator Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, menyebutkan bahwa progres tanggul penahan rob sudah mencapai 85 persen, dan pekerjaan pembangunan rumah pompa sedang dalam proses serta akan segera terealisasi.
"Untuk sungai Sengkarang sendiri diharapkan tahun 2020 ada penanganan sendiri. Ini dilakukan penanganan karena rob masuk dari Sungai Sengkarang dan limpasannya ke tanggul-tanggul," terang Agusyanto.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Dalam rangka untuk mensosialisasikan program-program Pemerintah, Bupati Pekalongan beserta Forkopimda melakukan safari tarawih keliling (tarling) ke sejumlah daerah selama bulan Ramadhan 1440 H.
Sesuai jadwal yang dikeluarkan Bagian Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan, Pemkab Pekalongan kembali menggelar tarawih keliling (Tarling). Untuk kali kedua ini tarling diselenggarakan di Masjid Al Hikmah Adi Wukir, Desa Randusari, Kecamatan Doro, Selasa (14/05/2019).
Tarling dihadiri oleh Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP.,MMS, Wakil Ketua DPRD H. Ahmad Khozin, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Kepala Kantor Kementerian Agama Kajen KH. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, para Asisten Sekda beserta para Kepala OPD Pemkab Pekalongan, Camat beserta Muspika Kecamatan Doro dan Kades Randusari beserta perangkatnya.
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyampaikan bahwa proses rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2019 masih berlangsung secara nasional. Masyarakat Kabupaten Pekalongan pun dihimbau untuk menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.
Bupati menghimbau agar masyarakat tidak terhasut dengan berita hoax atau bohong dan ujaran kebencian. Pihaknya tak menampik provokasi yang muncul dari ujaran kebencian dan berita bohong bisa menimbulkan perpecahan antar golongan masyarakat.
"Kita jangan sampai terprovokasi. Alhamdulillah di Kabupaten Pekalongan masih aman dan kondusif. Masyarakat harus tetap sabar, bersatu dan rukun. Tunggu hasil Pemilu," katanya.
Menurut Bupati, tarawih keliling bersama tiga pilar ini tujuannya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan mensosialisasikan program-program pemerintah. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga sebagai modal dasar kita untuk menjadi yang lebih baik pasca pemilu 2019.
"Tiga pilar itu diantaranya Eksekutif, Legislatif, Yudikatif. Eksekutif ada dari kami, Kodim, dan Polres. Kemudian dari Legislatif di wakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, dan dari Yudikatif dari Ketua Pengadilan Agama. Semuanya memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang tugas pokok masing-masing dan ingin memperkuat kembali tali persaudaraan pasca Pemilu 2019,"ungkapnya.
Bupati Asip mengungkapkan dalam tarling kedua ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pekalongan menyerahkan berbagai bantuan diantaranya dana pendidikan, puluhan paket sembako, dan dana hibah untuk masjid. Kemudian yang paling penting yaitu kondisi sosial masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang secara umum, aman dan kondusif.
"Dana hibah berjumlah Rp 80 juta, kemudian bantuan 50 paket sembako yang diserahkan kepada fakir miskin dan bantuan pendidikan untuk SD sebesar Rp 450 ribu, SMP Rp 750 ribu dan SMA Rp 1 juta. Aman dan kondusifnya masyarakat di Kabupaten Pekalongan berkat kerjasama seluruh pihak pemangku kepentingan dan ini harus dijaga terus sambil kita mensosialisasikan agar masyarakat tidak termakan oleh berita hoax,"jelasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Kegiatan dihadiri oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H., S.I.K., M.Si., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP.,MMS, Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, beberapa anggota DPRD perempuan Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, dan tamu undangan lainnya.
Bupati Asip Kholbihi dalam sambutannya menyampaikan jika kehadiran istri Gus Dur (alm) di Kajen membawa barokah untuk kita semua karena Dra. Hj. Shinta Nuriyah telah mengajarkan kita semua bagaimana menghargai sesama.
“Hari ini kita mendapat kehormatan menerima kunjungan Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid (Gusdur) dalam acara Berbuka Puasa Bersama Kaum Dhuafa, anak yatim-piatu, para petani, nelayan, tokoh lintas agama untuk mendengarkan tausiyah beliau yang pada intinya agar kita semakin kokoh dalam mencintai bangsa dan negera karena kita adalah satu yaitu satu bangsa, satu nusa dan satu bahasa yaitu Indonesia,” ujar Bupati.
Kata Bupati, dengan kehadiran Dra. Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini kita akan melakukan penyusunan kembali program-program dan insya Allah kehidupan itu tambah makmur barokah.
“Semoga beliau akan membimbing kita semua sebagai anak bangsa menuju bangsa yang menghargai sesama bangsa. Insya Allah akhirnya adalah menjadi bangsa yang baldatun toyyibatun warofuun ghofur,” ujar Bupati.
Sementara itu Ibu Shinta Nuryah Abdurrahman Wahid dalam tausiyahnya mengatakan, di Indonesia ini terdapat banyak suku, bahasa, budaya, pulau, dan agama. "Bhineka Tunggal Ika yang sebagai kebhinekaan Indonesia itu harus dijaga bersama. Jangan sampai gontok-gontokan, saling hujat, apalagi saling menyebarkan berita hoaks," katanya.
Lebih lanjut, Shinta Nuriyah mengatakan bahwa pada hakikatnya semua adalah satu, yaitu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa. “Oleh karena itu dengan acara ini, saya mengajak semua orang yang hadir di sini untuk menjaga kerukunan, kedamaian, dan mengeratkan kembali tali persaudaraan," katanya.
Istri Presiden RI ke-4 ini juga menceritakan, selama ini dirinya memang kerap melaksanakan sahur bersama dengan kaum dhuafa dan masyarakat yang terpinggirkan. Bahkan, dia juga pernah menyebut pernah melaksanakan sahur bersama kaum dhuafa di kolong jembatan.
"Seringkali kali juga saya sahur bersama dengan warga binaan di Lapas Nusakambangan, sama tukang becak, kemudian pedagang pasar," ungkapnya.
Sebelum melaksanakan buka puasa bersama, Shinta Nuriyah Wahid menyerahkan bantuan kepada kaum dhuafa. Kemudian, mengajak semua orang yang hadir di lokasi tersebut untuk menyanyikan lagu Satu Nusa Satu Bangsa dan menyayikan syi'ir milik berjudul Tanpo Waton.
Kegiatan bertema "Dengan Berpuasa Kita Padamkan Kobaran Api Kebencian dan Hoax" itu dihadiri sekitar 500 orang.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Menurut Bupati ada 2 (dua) golongan orang yang apabila melakukan kebaikan maka masyarakatnya akan ikut baik. Begitupun sebaliknya apabila 2 (dua) golongan ini berbuat buruk maka masyarakatnyapun sama. " Ke 2 (dua) golongan itu adalah Ulama dan Umaro atau pemimpin" Tegas Bupati.
Oleh karena itu kegiatan kali ini bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan sebagai bentuk dari tugas pemerintah dalam rangka mensejahterakan dan memakmurkan masyarakat.
Kesejahteraan masyarakat diwujudkan dengan cara Pemerintah bekerjasama dengan para Ulama supaya ulama dapat memimpin dan mengarahkan masyarakat agar menjalani kehidupan sesuai dengan syariat sehingga dapat selamat dunia dan akhirat.
"Kita berharap kepada Ulama agar dapat memimpin masyarakat supaya kehidupan masyarakat dapat lebih terarah dan menjalankan kehidupan penuh optimisme yang sesuai dengan syariat Islam" tandasnya.
Bupati juga menyampaikan harapannya di bulan suci ramadhan ini semoga Kabupaten Pekalongan bisa menjadi lebih baik lagi.
Pada kesempatan ini, diserahkan bantuan untuk pembangunan fisik masjid sebanyak 100 juta rupiah untuk Masjid At-Taqwa Desa Srinahan Dan Masjid At Taubah Dukuh Semampir Desa Kesesi Kecamatan Kesesi. Selain itu juga diberikan bantuan kepada fakir miskin berupa 50 paket sembako, dan bantuan pendidikan kepada siswa SD sebanyak 450 ribu, siswa SMP 750 ribu dan siswa SMA sebanyak 1 juta rupiah.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa memasuki bulan puasa banyak terjadi tindak pidana pencurian baik sepeda motor ataupun pencurian rumah saat tarawih. “kita himbau kepada masyarakat yang menjalankan shalat tarawih untuk memastikan rumah dikunci dan aman saat ditinggal,” terangnya.
Menurut Wawan, di tahun 2019 ini banyak terjadi kasus bunuh diri, untuk itu pihaknya meminta masyarakat agar meningkatkan komunikasi, dengan seperti itu akan tahu persoalan yang dihadapi sehingga diharapkan bisa memberi solusi. “kita juga antisipasi keributan antar kampung yang biasa terjadi jelang idul fitri yang pemicu utamanya kebanyakan pemuda yang merantau dan pulang ke kampung asal,” kata Kapolres.
Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto menuturkan, bahwa kondisi paska Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan masih aman dan kondusif, dirinya berharap kondisi ini berlangsung hingga pasca penetapan resmi dari KPU tangga 22 Mei mendatang. “kami harap masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh Hoax yang disebarkan oleh media yang tidak bertanggungjawab, dan tetap menjaga kerukunan, kedamaian sehingga pembangunan akan terus berjalan,” harapnya. (Red)
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat melakukan testimoni dalam rangka pembuatan film dokumenter oleh PT. PLN (Persero) Tbk., di obyek wisata Lolong Kecamatan Karanganyar, Senin (6/5/2019).
Dikatakan Bupati, kolaborasi antara CSR PLN dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Pemerintah Desa Lolong ini manfaatnya sangat banyak. “Setidaknya ada 4 hal yang dapat kita dapatkan, yaitu yang pertama, terjadi pertumbuhan ekonomi yang dipantik dari sektor pariwisata rata-rata per tahun itu hampir 800 hingga 1.000 orang yang menggunakan jasa rafting ini,” ujar Bupati.
Kemudian kedua, disamping kita memberikan manfaat untuk pengembangan wisata, ada juga Sekolah Sungai Sengkarang. “Saya kira proses edukasinya juga masuk karena siapapun bisa belajar tentang bagaimana mengelola sungai, manfaat sungai agar sumberdaya alam sungai ini akan kita jaga sebagai karunia dari Allah SWT khususnya untuk Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Ketiga, kata Bupati, di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan adalah salah satu desa yang mengusung Festival Durian sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan budaya. Setiap tahun kita menyelenggarakan Festival Durian bersamaan dengan Panen Raya Durian.
“Produksi rata-rata durian Lolong yang memiliki rasa khas dengan spesifikasi khusus, jika dinominalisasi per musim sekitar Rp 2-3 Milyar. Itu adalah sebuah proses yang perlu kita hargai karena para petani durian Desa Lolong sangat menjaga tradisi untuk keberlangsungan tanaman durian dengan berbagai varietas,” tegasnya.
Dan keempat, ditambahkan Bupati, bahwa kita juga menekankan agar apa yang sudah dilakukan oleh PLN sebagai salah satu perusahaan Negara yang peduli terhadap pengembangan budaya, pendidikan, ekonomi, olah raga prestasi yakni arung jeram yang sudah tingkat nasional atlitnya dari Lolong.
“Dahulu Desa Lolong ini zero income dari sektor pariwisata, sekarang sudah menjadi salah satu penyumbang income walaupun ini in-out dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten, kata Bupati, sesuai dengan tupoksinya memerankan dua hal. Pertama, dari aspek regulasi yakni kita tata agar dasar hukumnya kuat dalam hal anak-anak melakukan kegiatan kepariwisataan dan kegiatan-kegiatan yang lain.
Kedua, memfasilitasi. Jadi kolaborasi antara perusahaan PLN dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya kira akan memberikan manfaat yang lebih besar, lebih baik lagi terhadap pengembangan di desa-desa di Kabupaten Pekalongan.
“Starting up Lolong Adventure sudah bagus, peminatnya sudah banyak, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia sudah nampak sinerginya. Kita akan kembangkan terus,” ujar Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu mengatakan bahwa daerah yang bisa berkembang dan bisa menumbuhkan inovasi adalah daerah yang menang. Bukan daerah yang besar dan bukan juga daerah yang kuat, akan tetapi siapa yang cepat berinovasi. “Saya kira ini akan menjamin kelangsungan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh anak-anak muda di Desa Lolong. Insya Allah ke depan Lolong akan semakin memikat karena akan ada inovasi-inovasi baru yang lahir dari anak-anak muda kita untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam sebagai karunia Allah SWT yang harus kita syukuri, kemudian kita jadikan sebagai wahana pendidikan besar menjaga kelestarian lingkungan alam,” tandas Bupati. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Demikian diungkapkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meresmikan gedung asrama baru santri Hj. Siti Walidah dan sekaligus peresmian foodcourt di kompleks kampus IMBS Miftakhul Ulum Pekajangan di Desa Ambokembang Gang 9 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Sabtu (4/5/2019) kemarin.
Kegiatan dihadiri oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag dari Pimpinan Pusat Muhamamdiyah, Ketua DPD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Farid Achwan beserta para pengurus beserta perwakilan pengurus DPC dan Ranting Muhammadiyah se Kabupaten Pekalongan, para Kepala OPD terkait Kabupaten Pekalongan, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan H. Imronuddin, Muspika Kecamatan Kedungwuni dan undangan lainnya.
Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan mempunyai program untuk terus-menerus mendinamisir pembangunan, utamanya adalah pembangunan pada aspek jasmani dan rohani, yakni pada aspek yang menyangkut tentang kerohanian, pembangunan mentalitas generasi.
“Ini tentu kita minta tolong dengan sangat kepada seluruh tokoh agama, utamanya kepada pengurus daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan dan pengurus cabang Muhammadiyah Pekajangan yang sejak Kabupaten Pekalongan ini ada terus-menerus memberikan kontribusi yang positif sehingga seluruh proses pembangunan yang ada di Kabupaten Pekalongan tidak lepas dari peran serta dan keaktifan perserikatan Muhammadiyah di Kabupaten Pekalongan,” tutur Bupati.
Bupati mengatakan, di Kabupaten Pekalongan terdapat 120 pondok pesantren, baik yang dikelola NU maupun Muhammadiyah. Khusus untuk IMBS pihaknya akan memberikan bantuan yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian PUPR melalui Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan untuk membangun komunitas sanitasi komunal dengan MCK.
“Jadi nanti sanitasi MCK yang dikelola dengan cara modern sehingga manfaatnya akan tidak seperti MCK biasa. Dengan anggaran Rp 427,5 juta, insya Allah pembangunannya akan kita mulai Juni dan selesai bulan Oktober 2019 nanti. Saya berharap ini bisa dimanfaatkan oleh para santri IMBS ini. Dan untuk IMBS ini juga insya Allah akan kita bantu mobil operasional,” ungkap Bupati.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu juga mendorong agar cita-cita besar untuk mendirikan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) akan segera terwujud. “Proses yang menyangkut tentang administrasi pemerintahan akan kami dukung terus. Mudah-mudahan tahun 2019 sudah mulai pembangunannya,” paparnya.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si berharap pengurus IMBS bisa mencetak generasi-generasi Islam yang bukan saja alim tetapi juga menjadi santri-santri yang mampu menjawab tantangan jaman (arifan fi jamani). Karena kalau kita tidak mencetak santri-santri yang seperti itu maka kita akan kalah dengan bangsa-bangsa lain bahkan dengan agama lain.
“Sekarang itu bukan siapa yang kuat yang menang, bukan pula yang besar yang menang, akan tetapi siapa yang cepat itulah yang akan memenangkan pertarungan untuk bisa menuju kemenangan tersebut, supaya kita bisa berlari dengan cepat, bersaing dengan kelompok-kelompok lain, agama-agama yang lain yang sudah sangat maju,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)