Rabu, 20 Maret 2019
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro, Mohammad Syahirul Alim, S.Ag. Pelantikan tersebut bersamaan dengan penyerahan SK CPNS Formasi 2018 Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
KAJEN – Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan sebanyak 374 Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi rekrutmen CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Formasi Tahun 2018 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
Mereka terdiri atas 246 formasi tenaga guru, 56 formasi tenaga kesehatan dan 72 formasi tenaga teknis. Mereka mendapat SK setelah melengkapi berkas persyaratan dan mendapat Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional I Yogyakarta.
KAJEN - Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 jajaran Pemkab Pekalongan berserta Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan akan mempersiapkan diri. Terhitung 30 hari lagi pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang. Guna menciptakan situasi kondusif, ribuan Satlinmas, ratusan anggota Polri beserta TNI dikerahkan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemkab Batang dalam rangka kerjasama pembangunan daerah. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Walikota Pekalongan HM. Saelany Machfudz SE, dan Asisten Administrasi Drs. Ripyono MSi mewakili Bupati Batang, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Kamis (14/3/2019).
KAJEN – Negara-negara di dunia dihuni oleh berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda, tak terkecuali Negara Indonesia. Walaupun ada perbedaan, namun masyarakat dapat hidup aman dan damai dengan tali persatuan dan kesatuan yang ada. "Dan hal itu sudah berjalan sejak lama hingga sekarang," terang Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat acara Focus Group Discussion dalam rangka menjaga Kebhinnekaan Jelang Pilpres 2019 di Hotel Marlin Wiradesa – Pekalongan hari ini.
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Bupati dalam sambutannya mengharapkan Kades yang baru saja dilantik untuk segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang dibebankan.
“Saya berharap pak Kades bersama ibu beserta seluruh jajaran yang ada di Pemerintah Desa Kalimojosari Kecamatan Doro sudah mulai bergerak karena saat ini sudah pelaksanaan APBDes 2019,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa program yang perlu menjadi perhatian yaitu penurunan angka kematian ibu melahirkan dan anak stunting. Karena kedua program ini sudah menjadi komitmen Pemkab Pekalongan dan sudah menjadi isu nasional.
“Angka stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Hal ini karena kesadaran warga dalam memberikan asupan gizi kepada anaknya masih kurang. Disamping itu karena faktor lingkungan sekitarnya kurang bersih. Makanya kedua hal itu menjadi penyebab stunting,” papar Bupati.
Oleh karena itu, Bupati meminta Kades Kalimojosari - Mohammad Syahirul Alim, S.Ag, untuk bergerak cepat sebelum akhir masa jabatan yang hanya 10 bulan ke depan.
“Lakukan dengan baik dan diniati ikhlas dalam bekerja, insya Allah hasilnya akan bagus karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kepada unsur BPD dan jajaran aparatur desa Kalimojosari yang telah mengemban tugas yakni memfasilitasi pemilihan Kepala Desa Antar Waktu ini kami mengucapkan terima kasih,” tutur Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu juga sangat mengharapkan Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk segera bergerak dan kuasai regulasi desa dengan berbagai fasilitasi di desa seperti Siskeudes dan lain sebagainya yang bisa dikembangkan.
Terkait pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Bupati berharap Kepala Desa bisa menjadi panutan seluruh warga masyarakat untul lancarnya pelaksanaan Pileg dan Pilres.
Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para CPNS Formasi 2018 di lingkungan Pemkab Pekalongan. Mereka adalah orang terpilih dari ribuan bahkan jutaan pelamar, untuk itu mereka dituntut untuk dapat mengabdi dengan baik.
“Kami berharap saudara semua dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanah yang telah dibebankan ke pundak saudara selaku CPNS. Tunaikanlah amanah tersebut sebagai bagian dari rasa syukur atas diterimanya Keputusan CPNS. Hal ini dikarenakan tidak semua orang dapat diterima sebagai CPNS. Oleh karena itu, amanah dan kepercayaan ini patut diwujudkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Bupati.
Bupati berpesan ada beberapa hal yang harus dilaksanakan CPNS dalam mengemban amanahnya sebagai Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat yang berkualitas.
“Suatu amanah yang luar biasa ini tidak semua orang mendapatkan kesempatan. Oleh karena itu manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab, dengan kejujuran, profesional, mempunyai integritas dan loyalitas. Kami berharap agar para CPNS dapat mengabdi kepada negara dan masyarakat, mendedikasikan ilmunya demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” imbuh Bupati.
Penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2018 disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019
"Total ada 6.512 personil gabungan yang nantinya akan membantu pengamanan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan," jelas Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dalam sambutannya selaku inspektur upacara pada upacara bersama jajaran Pemkab Pekalongan dan Kodim 0710, dalam rangka perayaan HUT ke-100 Damkar, Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57, di lapangan belakang Sekretariat Daerah di Kajen, Senin (18/3/2019) pagi.
AKBP Wawan menuturkan TNI, Polri, Satlinmas, Satpol PP dan Damkar akan dilibatkan dalam pengamanan Pemilu. "Kodim 0710 akan mengerahkan 100 personil, Polres Pekalongan 524 anggota, serta 50 personil bantuan dari Polda Jateng dan 20 anggota Satbrimob Polda Jateng," terangnya.
Terpisah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu. "Situasi di Kabupaten Pekalongan hingga saat ini kondusif, ditambah lagi dengan pengamanan dari pihak TNI-Polri," imbuhnya.
Bupati menjelaskan indikator kesuksesan Pemilu dapat dilihat dari partisipasi masyarakat. "Pemilu sangat penting karena menentukan nasib masyarakat lima tahun mendatang, maka dari itu kami terus mendorong agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan berbagai cara. Selain sosialisasi, Pemkab juga memberikan e-KTP bagi yang belum memiliki," ujarnya.
Terkait dukungan personil pengamanan, Bupati Asip Kholbihi menambahkan Satlinmas yang dibantu Satpol PP akan ikut mengamankan jalannya Pemilu. "5.758 Linmas dan 50 personil Satpol PP nantinya akan membantu pengamanan Pemilu, sementara untuk Damkar kami instruksikan agar siaga mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Upacara dihadiri oleh Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Kajen, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.
Adapun peserta upacara tersebut adalah, 1 SST dari Kodim 0710/Pekalongan, 1 STT Kompi C Yonif 407/PK, 1 SST Polres Pekalongan dan 1 SST Pemda Kab. Pekalongan dengan petugas upacara melibatkan semua unsur terdiri dari Pembaca Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, Pengucap Sapta Marga, Tri Brata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri.
Usai upacara dilakukan pemusnahan barang bukti miras hasil penindakan oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan oleh Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda, Ketua Pegadilan Agama dan perwakilan Kejari Kajen. Dan juga dilakukan flashmob dalam rangka mendukung sukses pelaksanaan Pemilu 2019 oleh seluruh peserta upacara. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 Maret 2019
Perjanjian kerjasama antar pemerintah daerah ini mengawali kerjasama di berbagai sektor dan bidang antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan beberapa poin kerja sama lintas sektoral yang dilakukan antara lain sistem pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan serta pengelolaan limbah yang mengalir dari hilir ke hulu sungai, serta ketersediaan air bersih.
“Kerjasama yang dilakukan sudah diatur sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2018 tentang kerja sama daerah. Khusus untuk kerjasama antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, difokuskan dalam hal pelayanan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat," katanya.
Bupati menjelaskan satu di antara kerja sama yang dilakukan mengenai kebutuhan air bersih untuk tiga daerah. “Pemprov Jateng sudah membuat Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) yang sumbernya ada di Kabupaten Pekalongan tempatnya di Kecamatan Talun. Di mana air bersih tersebut akan digunakan Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang," jelasnya.
Selain pasokan air bersih, kebersihan sungai dan pengelolaan sampah menurutnya wajib dikoordinasikan. "Kabupaten Pekalongan ada di hilir dan Kota Pekalongan merupakan hulu. Kalau tidak bersinergi akan susah menangani permasalahan sampah dan kebersihan sungai, maka dari itu kerjasama tiga daerah ini merupakan langkah yang sangat strategis," jelasnya.
Terkait sampah Bupati Asip menerangkan, Kabupaten Pekalongan menawarkan kepada Kota Pekalongan tentang pengelolaan sampah modern. "Karena kami akan membangun TPA di Kecamatan Talun yang bisa menampung sampah dari Kota Pekalongan, tidak hanya itu, karena pengelolaan sampah modern nantinya bisa diolah menjadi sumber listrik. Tinggal bagaimana nantinya MoU dilakukan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 14 Maret 2019
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun politik dimana pada tanggal 17 April 2019 nanti akan dilaksanakan pemilihan umum serentak untuk Pilpres dan Pileg. Oleh karena itu, adanya perbedaan ini dikhawatirkan dapat menjadi pemicu munculnya potensi perpecahan dalam masyarakat yang sudah bersatu itu. Sehingga beliau sangat mengapresiasi tindakan Kapolres dalam menyelenggarakan acara diskusi ini guna mensukseskan pilpres dan pileg dengan tetap menjaga kebhinekaan kita, sehingga kekhawatiran akan munculnya perpecahan dalam masyarakat itu tidak terjadi.
Dan dalam acara diskusi ini, beliau juga menyampaikan harapannya kepada para peserta diskusi untuk menyamakan persepsi agar perbedaan pilihan jangan menjadikan kita terpecah belah dan tetap bersatu, serta menyadari bahwa keberagaman pola pikir dalam mensejahterakan rakyat, perbedaan pilihan jangan dijadikan alasan untuk tidak saling bersama.
Beliau juga berpesan bahwa kita semua harus ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pilpres dan pileg nanti sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, SIK, M.Si dalam kesempatanya menghadiri acara FGD Discussion dan sekaligus menjadi tuan rumah acara ini, menyampaikan bahwa maksud dilaksanakanya acara ini adalah untuk mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai kalangan. “Tentunya informasi-informasi itu sangat penting bagi Polres Pekalongan sebagai aparat keamanan dimana dari informasi tersebut Polres Pekalongan bisa menganalisa dan bisa mengevaluasi apakah ada yang perlu ditingkatkan, misalnya adanya beberapa keluhan dari warga terkait adanya ancaman atau berita hoax disuatu daerah. Ini tentunya tidak hanya berada di ruangan saja dalam menganalisa informasi karena informasi yang kita peroleh dari diskusi ini akan ditindak lanjuti di lapangan,” ujarnya.
Kapolres juga menuturkan bahwa acara ini diikuti oleh peserta dari Kabupaten Pekalongan saja, karena wilayah lain sudah fokus ke keamanan wilayahnya masing-masing. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa informasi yang didapat dalam kegiatan ini bertujuan untuk mensukseskan pilpres dan pileg dalam pemilu serentak nanti.
Dan untuk kesiapan dari Polres Pekalongan sendiri dalam menghadai Pilpres dan pileg nanti adalah dengan berkoordinasi dengan Bawaslu , KPU dan semua elemen masyarakat , serta tim sukses masing-masing partai yang sudah saling berdiskusi , berkomitmen bahwa pilpres ini akan dilaksanakan dengan aman dan damai. “Dan untuk pihak yang dilibatkan dalam menghadapi pemilu nanti adalah semua elemen masyarakat dengan pendekatan untuk sama-sama berpartisipasi dalam mensukseskan di bidangnya masing-masing,” jelas Kapolres.
Lebih lanjut Kapolres Pekalongan Wawan Kurniawan juga menjelaskan materi yang ditekankan dalam diskusi ini adalah tentang kebhinekaan , keberagaman suku bangsa , pekerjaan dan lain sebagainya yang diharapkan dalam hal memilih itu bebas memilih siapapun, namun harus tetap bersatu bahwasanya tujuan utama pilpres dan pileg itu untuk menciptakan pimpinan-pimpinan yang tepat , untuk suksesnya pembangunan di wilayah kita dan tentunya negara Indonesia.
Menurut Kapolres, tindakan yang sudah dilakukan oleh Polres Pekalongan adalah dalam temuan temuan kampanye hitam dari selebaran-selebaran, yaitu dengan memanggil perwakilan ormas-ormas yang logonya berada diselebaran itu dan para perwakilan ormas yang sudah mendeklarasikan bahwa mereka tidak pernah mencetak selebaran-selebaran itu. Dan menurut Bapak Kapolres itu hanya upaya-upaya dari pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah kita dan itu sudah ditindaklanjuti dan sekarang masih dalam proses penyelidikan.
Publisher : arif
Rabu, 13 Maret 2019
Tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api Waru Lor dibenarkan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si. "Memang banyak terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api Waru Lor," katanya usai menghadiri Musrenbangwil se-eks Karesidenan Pekalongan di Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (13/3/2019).
Ia menerangkan, karena posisi perlintasan kereta api melintang dan hampir sejajar dengan jalan raya banyak pengguna jalan terpeleset saat melintas di atas rel kereta. "Padatnya mobilitas masyarakat ke Kabupaten Pekalongan dan banyak mahasiswa yang menuntut ilmu di IAIN Pekalongan yang ada di Kecamatan Kajen, membuat angka kecelakaan semakin tinggi," jelasnya.
Dituturkan Bupati Asip terdapat 10 ribu mahasiswa yang kini menuntut ilmu di Kabupaten Pekalongan. "Usulan yang kami ajukan merupakan tindak lanjut atas keluhan para pelajar dan penggunaan jalan yang setiap hari melintas di Jalan Raya Waru Lor," imbuhnya.
Dia menambahkan sempitnya badan jalan dan kemacetan yang terjadi saat kereta melintas menjadi hambatan para pengguna jalan. "Usulan sudah kami sampaikan dan direspon langsung oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, semoga saja segera dilakukan koordinasi," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Rabu, 13 Maret 2019