Rabu, 13 Maret 2019
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan menyerahkan bantuan sebesar Rp 21 juta kepada para korban angin puting beliung, juru kunci kuburan dan penggali kubur di wilayah Kecamatan Wonokerto, Selasa (12/3/2019) siang di pendopo Kecamatan Wonokerto.
KAJEN - Pohon cengkeh milik petani di Kabupaten Pekalongan terserang virus secara masif. Hal tersebut membuat Pemkab Pekalongan mendatangkan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mencari penyebab dan penanganan virus yang menyerang tanaman cengkeh. Dan akhirnya penyebab matinya tanaman cengkeh di Kabupaten Pekalongan diketemukan.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Bupati didampingi pengurus BAZNAS Kabupaten Pekalongan antara lain KH. Ahmad Dzukron, H. Mahrus dan Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan serta Plt. Camat Wonokerto.
Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bantuan ini adalah wujud kehadiran pemerintah kepada masyarakat terdampak bencana. “Bersama BAZNAS kami berikan santunan perbaikan rumah kepada para korban angin puting beliung dan juga bantuan untuk para juru kunci serta penggali kubur yang ada di wilayah Kecamatan Buaran. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban Bapak/Ibu semua," kata Bupati.
Lebih lanjut, Bupatii juga mensosialisasikan program bantuan pembangunan rumah dari Pemerintah Pusat. "Pemerintah akan memberikan bantuan kepada keluarga yang memiliki menantu dan memiliki tanah namun masih tinggal satu rumah bersama mertuanya," terang Bupati.
Bantuan yang disosialisasikan Bupati Asip berupa uang tunai Rp 30 juta untuk pembangunan rumah, agar menantu yang masih tinggal bersama mertua bisa tinggal dengan keluarganya sendiri. "Syaratnya keluarga tersebut sudah memiliki tanah dan belum bisa membangunnya karena kendala perekonomian," katanya.
Sosialisasi program tersebut dituturkan Bupati Asip sudah dilakukan di Kecamatan Kandangserang beberapa waktu lalu. "Kami sudah mensosialisasikan di Kecamatan Kandangserang beberapa waktu lalu, dan kini menyasar ke Wonokerto," paparnya.
Setiap desa diterangkan Bupati Asip ada dua keluarga yang akan dibangunkan rumahnya senilai Rp 30 juta. "Selain itu kami juga akan memperbanyak perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Wonokerto dan wilayah Kabupaten Pekalongan lainnya," imbuhnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 12 Maret 2019
Di tengah tanggul raksasa tersebut nantinya akan terdapat parit selebaran 30 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter lebih. Parit tersebut diwacanakan oleh Pemkab Pekalongan untuk dijadikan tempat wisata air baru setelah tanggul selesai dikerjakan.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meninjau proses pembangunan tanggul di Kecamatan Wonokerto, Selasa (12/3/2019) sore, menerangkan panjang tanggul raksasa di Kabupaten Pekalongan mencapai 4 kilometer.
"Total sekitar 10 kilometer dari wilayah Kota Pekalongan dan 4 kilometer yang ada di wilayah Kota Santri, tanggul yang ada di wilayah Kota Santri nantinya akan kami bangun lokasi wisata baru lengkap dengan fasilitas kolam ikan dan perahu wisata," katanya.
Bupati menuturkan sengaja membuat tanggul penahan banjir rob menjadi multifungsi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. "Karena lokasi wisata nantinya akan dikelola oleh pihak desa setempat, dan kami akan menunjang fasilitas serta infrastrukturnya," tuturnya.
Dijelaskan Bupati, Kecamatan Wonokerto sudah terdampak banjir rob sedari tahun 2008 lalu, dan kini saatnya mengubah pandangan dari bencana menjadi barokah. "Penyelesaian pembangunan dijadwalkan akhir tahun ini, setelah itu kami akan kebut pembangunan untuk lokasi wisata baru," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 12 Maret 2019
Maka dari itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menginstruksikan kepada jajarannya agar mendata warga Kota Santri yang belum melakukan perekaman e-KTP.
"Guna menyukseskan Pemilu saya menginstruksikan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) untuk mendata warga yang belum melakukan perekaman e-KTP, dan belum memiliki e-KTP," jelasnya usai menghadiri dan membuka rapat koordinasi dan sosialisasi Pileg dan Pilpres dan penyerahan e-KTP serentak di Aula Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (12/3/2019).
Dalam acara tersebut Pemkab Pekalongan menyerahkan 25.884 e-KTP kepada masyarakat yang diwakili oleh Camat Kajen. "Jadi warga yang sudah mendapatkan e-KTP bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu mendatang," ujarnya.
Tujuan sosialisasi dan penyerahan ribuan KTP diterangkan Bupati Asip, supaya Pemilu berjalan baik, jujur, berkualitas dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu. "Jika pemilihan berjalan baik, jujur, berkualitas dan dibarengi partisipasi tinggi saya yakin Pemilu akan terselenggara sukses. Ditambah lagi stabilitas politik jelang pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan berjalan kondusif, karena selama ini belum ada pelanggaran Pemilu yang mencolok," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 12 Maret 2019
Musrenbang dengan mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah Melalui Pembangunan Kedaulatan Pangan dan Perekonomian yang Merata dan Berkeadilan” dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, MMS., Ketua Pengadilan Negeri Agama Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Sekjen Seknas Fitra Misbahul, perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Tengah, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
Hadir pula para Kepala OPD, Camat se Kabupaten Pekalongan, para Pimpinan Perguruan Tinggi, LSM, Parpol, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, para Tokoh Masyarakat/ Agama, Organisasi Pemuda dan lain-lain.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan tiga poin mendasar akan digenjot Pemkab Pekalongan di 2019. Adapun tiga poin tersebut yaitu infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan. Di mana permasalahan yang timbul di tiga sektor tersebut ditargetkan rampung 2019.
Bupati memaparkan permasalahan yang ada dalam cakupan tiga sektor tersebut. "Infrastruktur akan terus kami dorong penyelesaiannya, di tahun lalu infrastruktur jalan yang sudah kami perbaiki mencapai 80 persen," jelasnya.
Dari total panjang jalan yang mencapai 668 kilometer, Bupati Asip menargetkan perbaikan akan tuntas dilakukan 2020 mendatang. "Tahun ini kami targetkan 90 persen, dan 2020 kami targetkan semua jalan di Kabupaten Pekalongan bagus 100 persen," katanya.
Selain infrastruktur jalan, pihaknya juga menjelaskan permasalahan di dunia pendidikan harus segera diselesaikan. "Kualitas pendidikan harus terukur, kami instruksikan kepada dinas terkait agar program zero drop out dilaksanakan tidak hanya sebagai wacana. Nantinya kami akan pastikan perbaikan sarana prasarana pendidikan pendukung pendidikan di Kota Santri," ujarnya.
Yang terakhir Bupati Asip menambahkan permasalahan di bidang kesehatan juga akan segera dicarikan solusinya. "Kota Santri masih memiliki pekerjaan rumah yaitu menurunkan jumlah gizi buruk, karena Kabupaten Pekalongan tercatat menduduki nomor 4 se-Jateng. Kami juga menekankan kepada Dinas Kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Ketiga poin tersebut menjadi pilar dan fokus Pemkab Pekalongan tahun ini," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Senin, 11 Maret 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang, Sabtu (9/3/2019) siang.
Dipaparkan Bupati Asip Kholbihi virus menyerang karena daya tahan tanaman cengkeh menurun. "Menurut para peneliti virus menyerang tanaman cengkeh karena daya tahan tanaman menurun, hal tersebut diakibatkan karena tanaman jenuh terhadap pupuk kimia," katanya.
Bupati menerangkan solusi mengembalikan daya tahan tanaman cengkeh menghentikan pemupukan menggunakan kimia. "Saran dari peneliti para petani harus menggunakan pupuk kandang agar daya tahan tanaman terhadap virus kembali seperti semula," katanya.
Tidak berhenti dengan penelitian tentang pupuk, pihaknya menuturkan akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan pendapatan petani cengkeh. "Kami akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas tanaman cengkeh, jika kondisi tanaman kembali seperti semula saya yakin petani cengkeh di Kabupaten Pekalongan akan sejahtera," tuturnya.
Selain tanaman cengkeh, Bupati Asip juga menyinggung tentang jumlah panen padi di daerah atas di Kota Santri. "Di Kabupaten Pekalongan daerah bawah 1 hektar sawah bisa panen 9 hingga 11 ton, tapi di daerah atas seperti Kandangserang hanya 5 ton. Untuk itu kami akan berikan bibit padi yang cocok ditanam di daerah atas agar hasil panen lebih melimpah," paparnya.
Kesejahteraan petani, ditambahkannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan. "Kewajiban kami mensejahterakan petani, maka dari itu solusi terkait permasalahan pertanian terus kami cari dengan mendatangkan para peneliti," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 10 Maret 2019
Khosim kepala Desa Trajumas menuturkan jalan penghubung desa belum pernah dirambah pembangunan bertahun-tahun. "Hampir lima tahun lebih jalan ini tidak diperbaiki, rusaknya jalan desa membuat aktivitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian warga terganggu," jelasnya,
Pihaknya berharap Pemkab Pekalongan segera melakukan perbaikan di jalan penghubung Desa Trajumas. "Masyarakat desa sangat berharap jalan ini segera diperbaiki agar memudahkan aktivitas sehari-hari," paparnya.
Mendengar keluhan warga Desa Trajumas, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meninjau jalan tersebut, Sabtu (9/3/2019) sore usai meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro.
Dalam kunjungannya Bupati Asip membenarkan jalan tersebut tak tersentuh pembangunan lima tahun lebih. "Infrastruktur jalan memang rusak dan belum pernah diperbaiki lima tahun lebih. Dan tahun ini kami anggarkan Rp 1,6 miliar untuk perbaikannya," ujarnya.
Bupati Asip mengakui beberapa ruas jalan di Kecamatan Kandangserang belum sebaik daerah lain. "Masih ada beberapa ruas yang rusak, seperti jalan Sukoharjo-Trajumas, kemudian Sukoharjo-Garungwiyoro. Dan akan kami perbaikan secara bertahap, " jelasnya.
Diterangkannya panjang jalan kabupaten yang melintas di Kecamatan Kandangserang sekitar 61,5 kilometer, di mana jalan Desa Trajumas merupakan bagian dari jalan kabupaten tersebut.
"Visi dan misi kami akhir 2021 semua infrastruktur untuk kepentingan masyarakat bisa selesai dibangun, target tersebut akan terus kami kebut penyelesaiannya. Hingga kini sudah 81 persen capaian pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 10 Maret 2019
Rabu, 6 Maret 2019
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, H. Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si menjelaskan sosialisasi sengaja dikemas dalam pertunjukan wayang kulit.
"Wayang kulit merupakan ajang komunikasi masyarakat sekaligus budaya yang masih dilestarikan di Kabupaten Pekalongan," katanya, Rabu (6/3/2019) malam.
Maka dari itu, dipaparkan Anis wayang kulit dipilih untuk mensosialisasikan tentang penurunan stunting dan prilakunya hidup bersih dan sehat. "Jadi selain sosialisasi tentang hidup bersih dan sehat, ada nilai-nilai dalam cerita wayang yang bisa lebih digali dan mudah dipahami oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ali Riza, M.Si menjelaskan budaya menjadi program prioritas Kabupaten Pekalongan. "Selain memberi pemahaman tentang hidup bersih dan sehat, budaya warisan leluhur yaitu wayang kulit tetap bisa lestari," katanya.
Ali menambahkan beberapa program terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah diterapkan oleh Pemkab Pekalongan. "Kami terus mendorong agar masyarakat menerapkan PHBS, dan beberapa program seperti bersih Jumat pagi, Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Balita (Gemasetya), dan Gerakan Gotong Royong hidup bersih (Gentong Hebat) sudah dijalankan dan akan terus kami giatkan," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 6 Maret 2019