KAJEN - Bulan dana PMI Kabupaten Pekalongan tahun 2018 tembus Rp 1 miliar lebih atau tepatnya Rp 1.063.087.100.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam sambutannya menerangkan, memiliki impian Rp 1 miliar capaian pada bulan dana PMI. “Dulu hanya mimpi tapi sekarang terbukti dan bisa mendapat Rp 1 miliar lebih bahkan kini menjadi tren,” jelasnya saat menutup secara resmi Bulan Dana PMI 2018 di ruang rapat Bupati Pekalongan, Kamis (21/2/2019) siang.
Walaupun capaian tersebut terwujud pihaknya berharap nominal bulan dana PMI bisa ditingkatkan tahun mendatang. “Jika dihitung ASN di Kabupaten Pekalongan mencapai 8.535 belum ditambah palaku dunia usaha, potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian bulan dana PMI mendatang,” katanya.
Bupati meminta bulan dana PMI dimaknai dari sisi spiritualitas agar lebih bermakna, pasalnya perbedaan agama, suku atau ras tidak menjadi kendala untuk memberi kontribusi pada bidang kemanusiaan.
“Selama ini bulan dana PMI dipandang sebagai hal yang kurang bermakna karena kurangnya pemahaman akan makna saling menolong dalam bidang kemanusiaan, penyadaran tersebut harus terus dilakukan,” ujarnya.
Asip menambahkan terobosan wajib dilakukan guna meningkatkan capaian bulan dana PMI untuk kemanusiaan. “Tahun mendatang saya berharap seluruh dinas yang ada serta kecamatan bisa lebih berkontribusi dalam bidang kemanusiaan dan capaian bulan dana PMI,” tambahnya.
Pada penutupan bulan dana PMI tahun 2018, juga diserahkan bantuan 1 unit mobil ambulan dari Bank Jateng Cabang Kajen kepada PMI Kabupaten Pekalongan. Diserahkan oleh Direktur Bank Jateng Cabang Kajen - Sulton Syarif kepada Ketua PMI Kabupaten Pekalongan yang sekaligus Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, disaksikan Bupati dan seluruh tamu undangan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 21 Februari 2019
KAJEN - “Bukan memugar, tapi melakukan revitalisasi di Pendopo Kabupaten Pekalongan lama,”. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menanggapi adanya rumor pembangunan super mall di Pendopo Kabupaten Pekalongan lama yang terletak di Jalan Nusantara No 1 Kota Pekalongan, Rabu (20/2/2019) saat menghadiri Istighosah dan Doa Bersama di Gedung Pertemuan Umum di Kajen.
KAJEN – Dalam waktu dekat ini Kodim 0710/Pekalongan akan melaksanakan kegiatan TMMD sengkuyung 1 tahun 2019 di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen yang pelaksanaannya bersama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan segenap komponen masyarakat untuk membantu memperbaiki infrastruktur jalan yang digunakan dalam melaksanakan roda perekonomian.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri, Dandim 0710/Pekalongan yang baru Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS dan Kapolres Pekalongan beserta jajaran Polres Pekalongan berbaur bersama sekitar 3.000 peserta Millenial Road Safety Festival memadati Jalan Raya Mandurorejo depan Alun-alun Kajen Kab. Pekalongan, Minggu (17/2/2019) pagi.
KAJEN – Dalam rangka mendorong para pelajar mengonsumsi makanan higienis dan bergizi, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dibawah komando Ny. Hj. Munafah Asip Kholbihi bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah-sekolah dasar yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Tidak terkecuali Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Desa Ngaliyan Kecamatan Tirto yang menjadi salah satu sasarannya pada Jumat (15/2/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menerangkan, walaupun di wilayah Kota Santri tidak terjadi teror pembakaran kendaraan namun keamanan akan tetap ditingkatkan.
“Satu diantara cara memotivasi masyarakat untuk menjaga wilayah dengan perlombaan ronda malam,” jelasnya, Kamis (21/2/2019) pagi usai menghadiri Apel Gelar Pasukan dalam rangka HUT Satpol PP ke-69 dan Linmas ke-57, di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.
Bupati Asip menerangkan ronda merupakan kearifan lokal yang sudah dimiliki warga desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Dengan cara mengaktifkan kembali ronda atau siskamling, berarti menekan adanya tindakan meresahkan jelang Pemilu yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.
Turut disampaikan Bupati Asip pesan dari Gubernur Jateng tentang menjaga keamanan lingkungan terutama jelang Pilpres dan Pileg. “Kami akan instruksikan kepada seluruh warga desa untuk menggiatkan ronda malam agar naiknya suhu politik tidak berimbas negatif di wilayah Kabupaten Pekalongan, serta membuat Kota Santri menjadi satu diantara daerah kondusif dan stabilitasnya baik di wilayah Jateng,” tambahnya.
Dengan tema "Merawat Bhinneka Tunggal Ika Demi Indonesia" Apel Gelar Pasukan dipimpin oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah - Taj Yasin Maimoen dan dihadiri oleh seluruh Bupati/Walikota se Jawa Tengah. Dan diikuti oleh 36 pasukan Kabupaten/Kota serta KST (Kader Siaga Trantib) yang setiap kompinya berjumlah 20 Satpol PP dan 20 Linmas. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019
Diketahui wacana pembangunan super mall di Pendopo Kabupaten Pekalongan menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan baik masyarakat umum ataupun tingkat DPRD.
Mangacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Bab 1 Ayat 33, cagar budaya diperbolehkan dimanfaatkan namun tetap memperhatikan kelestariaannya.
Bab 1 Ayat 33 menerangkan, pemanfaatan adalah pendayagunaan cagar budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya.
Menanggapi hal tersebut Asip menerangkan, Pendopo Kabupaten Pekalongan lama tidak akan dilakukan pemugaran namun akan diperbaiki.
“Memang pendopo lama merupakan cagar budaya yang kami lakukan hanya merevitalisasinya, terkait pembangunan super mall akan dilakukan di samping kanan ataupun kiri cagar bangunan budaya tersebut,” jelasnya.
Pendopo lama dikatakan Asip memiliki luas 2,6 hektar, dan kondisi bangunannya sudah tidak terawat, baik pendopo ataupun ruangan yang dulunya difungsikan sebagai kamar Bupati.
“Bangunan memang tidak terawat, pembangunan pun tidak serta merta dilakukan secara instan, karena kami juga melakukan koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan agar pembangunannya terintegrasi dengan penataan Alun-alun Kota Pekalongan yang ada di sekeliling pendopo,” katanya.
Ia mangaku pihak ketiga sudah mengajukan permohonan kerjasama terkait aktivasi dan revitalisasi pendopo yang ada di Jalan Nusantara. “Kerjasama tersebut adalah kerjasama pemanfaatan aset daerah, namun tidak merusak pendopo lama karena masuk dalam cagar budaya,” ujarnya.
Asip menambahkan kemungkinan akan ada hotel, tempat perbelanjaan, toko buku dan pusat kuliner yang akan dibangun di sekeliling pendopo lama tanpa mengubah fungsi serta mendukung keberadaan cagar budaya tersebut.
“Selain itu akan ada tempat pertemuan yang ditujukan untuk penunjang kebutuhan publik, kawasan pendopo lama nantinya akan menjadi satu diantara bisnis yang dimiliki Kabupaten Pekalongan. Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 20 Februari 2019
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan Idrus Alaydrus menjelaskan, selain mendapat puluhan ribu bidang tanah untuk didaftarkan, pihaknya juga mendapat jatah pengukuran tanah dalam program PTSL.
“Untuk tahun 2019 kami mendapat jatah 50.000 pengukuran bidang tanah dalam program PTSL,” jelasnya di Kantor Kecamatan Kedungwuni, Selasa (19/2/2019) sore.
Idrus menuturkan 2018 lalu Pemkab Pekalongan sudah membagikan 44.200 sertifikat tanah untuk masyarakat. “Tahun lalu kami dibantu pemerintah desa dapat menyelesaikan PTSL sebanyak 44.200 bidang tanah dengan bidang tanah terukur mencapai 49.200,” tuturnya.
Selasa, 19 Februari 2019
Mandat yang disampaikan tentang pembagian sertifikat tanah untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya dapat mandat dari Presiden untuk membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sebenarnya Presiden ingin membagikan secara langsung, namun terkendala kesibukan dan saya ditunjuk menjadi kepanjangan tangan beliau,” katanya kepada ratusan warga Kelurahan Kedungwuni Barat.
Asip menceritakan pernah melakukan diskusi bersama Presiden terkait sertifikat tanah untuk warga Kabupaten Pekalongan. “Karena masyarakat membutuhkan kepastian hukum atas tanah, jadi Presiden menggagas program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL),” jelasnya.
PTSL dipaparkan Asip, merupakan program untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan. “Kami selaku Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban mewujudkan kebijakan yang sudah digagas oleh Presiden, yaitu pembangunan untuk mempercepat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” terangnya.
Pihaknya menuturkan PTSL juga berperan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di Kota Santri. “Pada Juni 2016 saat saya dilantik angka kemiskinan hampir 13 persen dari total warga Kabupaten Pekalongan yang mencapai 836.000 jiwa, pada 2018 turun manjadi 10 persen. Hal ini bisa menjadi indikator kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Karena pentingnya sertifikat tanah, Asip berharap masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat melalui program PTSL bisa menjaga secara baik. “Jika tanah sudah disertifikat dan nama pemiliknya tercacat dalam sertifikat hak atas tanah hukumnya sudah tidak bisa diganggu gugat. Jadi sertifikat atas hak tanah harus benar-benar dijaga,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Februari 2019
Demikian disampaikan Dandim 0710/Pekalongan yang baru, Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP., M.MS. selaku inspektur upacara dalam Upacara Pengibaran Bendera Bulanan Bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan, di Mapolres Pekalongan Jl. Rinjani No. 1 Kajen, Senin (18/2/2019) pagi.
Dandim 0710/Pekalongan mengungkapkan, selain melaksanakan kegiatan TMMD, Kodim juga melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap para petani guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan serta kegiatan kemasyarakatan yang membantu kesulitan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dandim menerangkan bahwa di tahun politik saat ini banyak pemberitaan di media sosial yang belum jelas kebenarannya yang bersifat mengadu domba sehingga dapat menimbulkan permusuhan, memecah persatuan bangsa oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia aman, damai dan bersatu dalam bingkai NKRI.
“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selektif dalam membaca berita, mengetahui secara pasti fakta dan sumber beritanya dan jika terjadi keragu-raguan dalam menanggapi berita tertentu agar menanyakan kebenarannya untuk menghindari berkembangnya berita hoax,” terang Dandim.
Dandim juga menuturkan terkait curah hujan yang masih tinggi. Dandim mengajak semua elemen masayarak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang ekstrem, untuk daerah di sekitar pegunungan agar mengantisipasi jika terjadi curah hujan yang dapat mengakibatkan tanah longsor di daerah sekitar dataran rendah untuk waspada terhadap bencana banjir
“Maraknya wabah demam berdarah agar kita semua peduli membersihkan saluran saluran pembuangan di sekitar lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melestarikan hutan di daerah dataran tinggi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ajaknya kepada seluruh undangan dan peserta upacara.
Upacara rutin bulanan itu dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, S.IK.M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakapolres Kompol Mashudi. SH.,. Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Kajari Kab. Pekalongan yang diwakili Kasubag Pembinaan, Edy Purwanto, SH., dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 Februari 2019
Sekitar 3.000 peserta berasal dari Unsur Forkompinda, Komunitas Club Pekalongan,Perwakilan Pelajar SMA dan SMP serta Masyarakat Pengunjung Car Free Day Kab. Pekalongan.
Acara diawali dengan jalan sehat dengan mengambil start di depan Mapolres dan finish di depan panggung utama di Jalan Mandurorejo. Dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu oleh pelatih senam ternama yaitu Oot.
Usai senam bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan Atraksi Road Safety oleh siswa siswi dari Polisi Cilik SD Pekuncen Wiradesa, dilanjutkan oleh siswa-siswi dari SMA I Kajen dan SMP 2 Kajen. Acara juga diisi dengan Deklarasi Road Safety Riding yang diikuti oleh Bupati beserta seluruh tamu undangan dan peserta.
Bupati Asip mengungkapkan acara yang diinisiasi oleh Kapolres yakni Millenial Road Safety Festival bertujuan agar generasi milenial ini cinta lalu lintas, sekaligus supaya Indonesia ini gemilang. Disamping itu juga, kata Bupati, agar masyarakat menjadi tertib dalam berlalu lintas karena itu mencerminkan budaya bangsa.
“Jadi kita lebih-lebih para generasi milenial (generasi Y) khususnya yang berada di Kabupaten Pekalongan agar mentaati seluruh peraturan lalu lintas. Kemudian ketika berkendara mengutamakan safety riding dengan melengkapi alat-alat yang diperlukan seperti keharusan pakai helm, membawa SIM dan STNK dan kendaraannya tidak bermasalah,” ujar Bupati.
Berkaitan kegiatan Polres tersebut, Bupati atas nama Pemkab Pekalongan sangat mendukung acara ini. Buapti berharap agar ke depan bisa dielaborasi lagi dengan mengejawantahkan dalam bentuk yang lebih konkret yaitu aksi-aksi di setiap sekolah, kelompok-kelompok pemuda.
“Pokoknya akan kita sasar generasi milenial agar sadar berlalu lintas karena itu cermin dari kepribadian dari bangsa kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan kegiatan Millenial Road Safety Festival dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang sangat besar terutama di usia 17 tahun hingga 35 tahun. Dimana angka kecelakaan ini menduduki peringkat ke-5 sedunia. Oleh karena itu supaya anak-anak remaja kita (kaum milenial) tidak menjadi korban, kita gelorakan jiwa tertib berlalu lintas, jiwa kesadaran diri untuk keselamatan diri dan orang lain.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus-menerus baik event-event kecil maupun event-event besar, yang mana sasaran kita adalah mereka yang berusia 17 hingga 35 tahun,” kata Kapolres.
Di Kabupaten Pekalongan angka kecelakaan anak-anak pelajar pada tahun 2018 sejumlah 34 anak. Mereka masih usia 17 hingga 35 tahun. Kebanyakan mereka pelajar atau karyawan. Maka dari itulah Polri dan Pemerintah melaksanakan program ini secara masif di seluruh Indonesia.
“Dengan kegiatan pada hari ini harapannya semakin tumbuh kesadaran dari jiwa-jiwa kaum milenial ini dalam tertib berlalu lintas,” harapnya.
Acara diakhiri dengan acara hiburan yang dipandu oleh tim dari Polres Pekalongan, serta pembagian hadiah-hadiah untuk para peserta yang beruntung. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 17 Februari 2019
TP PKK Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah dasar untuk mengedukasi pentingnya konsumi makanan bergizi untuk pelajar. Adapun TP PKK memberikan edukasi Gerakan menanam sayur, makan sayur, buah dan ikan anak Indonesia kreatif (Gema Semakin Baik).
Istri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yaitu Munafah Asip Kholbihi selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan menerangkan, tujuan Gema Semakin Baik untuk mendorong agar anak-anak mengonsumsi makanan sehat. “Kami berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk memberi contoh, dan mengedukasi makanan bergizi pada para pelajar,” katanya.
Selain mengedukasi para pelajar, pihaknya juga memberi arahan kepada pengajar dan orang tua murid tentang penyajian menu makanan bergizi. “Ibu guru dan orang tua murid harus bisa menyajikan menu olahan ikan, sayur dan buah bervariasi agar para pelajar tidak bosan,” jelasnya kepada para pengajar dan orang tua murid.
Variasi olahan makanan sehat diterangkan Munafah perlu dilakukan, karena anak-anak cenderung susah diajak untuk mengonsumsi makan sehat. “Misalnya olahan ikan bisa dibuat bakso ikan, buah dan sayur bisa dijadikan salad. Kami juga membawa contoh makanan sehat saat berkeliling ke sekolah, dan anak-anak menyukainya,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Jumat, 15 Februari 2019