Senin, 11 Februari 2019
KAJEN - Pekan Olahraga Daerah (Popda) Pelajar SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, di Stadion Widya Manggala Kirda Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Kamis (31/1/2019) pagi.
Acara ini diawali dengan penampinan memukau grup drumband dari SMP Islam Walisongo, Kedungwuni dan diikuti oleh barisan defile dari 19 perwakilan kontingen kecamatan serta barisan para wasit dan yuri.
KAJEN – Kebutuhan informasi yang cepat, relevan dan terpercaya menjadi hal yang utama bagi para pengguna informasi dalam pengambilan keputusan. Kehadiran teknologi informasi banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaan kegiatan serta sistem pengendalian internal. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sistem informasi akuntasi menjadi suatu kebutuhan untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Curah hujan yang tinggi dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan terjadi kebanjiran. " Akibat volume air hujan yang tinggi mengakibatkan sungai meluap dan saluran drainase yang kurang lancar mengakibatkan di beberapa ruas jalan dan tempat menimbulkan genangan," Terang Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti saat melakukan peninjauan penanganan banjir di Tirto baru baru ini. (27/1).
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Ir. M. Bambang Irianto, M.Si mengatakan, setiap tahun festival durian Lolong semakin diminati pengunjung sehingga di lokasi kegiatan semakin ramai dan macet.
“Kita masih melakukan kajian tentang lokasi durian ke depan mengingat jumlah pengunjung semakin bertambah, bisa nanti di geser ke Lapangan Limbangan atau di sekitar Kecamatan Karanganyar, namun kita juga pertimbangkan nilai historis,” ucapnya, Sabtu (9/2/2019).
Ditambahkan Bambang, Festival Durian Lolong merupakan ajang untuk mempromosikan wisata Lolong kepada masyarakat umum. “Selain juga sebagai sarana untuk memudahkan petani durian dalam memasarkan hasil pertaniannya, utamanya saat musim durian yang melimpah,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan produksi buah durian di Kabupaten Pekalongan sangat melimpah, terbukti dalam sekali musim dapat menghasilkan buah sebanyak 145 ribu kuintal.
Menurutnya dengan produksi sebanyak itu mampu memberikan pemasukan bagi warga hingga puluhan milyar. “Festival durian ini sebagai salah satu sarana mengangkat dan melestarikan durian lokal yang ada disini,” terangnya.
Ke depan, jelas Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melakukan sertifikasi terhadap varietas durian lokal unggul agar mempunyai klasifikasi khusus dan akan dikembangkan. “Sertifikasi itu untuk meningkatkan nilai durian lokal dan akan menjadi ciri khas buah durian lokal asli,” tuturnya.
Pihaknya meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk mendata bibit durian lokal unggul, kemudian akan dikontestasikan agar secara kualitas dan kuantitas dapat terus meningkat. “Kita ada durian lokal diantaranya durian Boyo, Lolong, Doro, Lemahabang, Lebakbarang dan lain sebagainya,” jelasnya.
Terkait dengan serbuan durian import, Bupati Asip menegaskan tidak khawatir, dikarenakan durian lokal mempunyai rasa yang berbeda dan memiliki kekhasan. “Durian lokal diminati oleh masyarakat baik lokal maupun dari daerah lain, saya optimis durian kita dapat bersaing,” ungkapnya.
Kegiatan dihadiri Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Hj. Munafah, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Dandim 0710 Pekalongan, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen.
Tampak pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Sabtu, 9 Februari 2019
Sabtu, 9 Februari 2019
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Ir. M. Bambang Irianto, M.Si dalam laporannya menyampaikan, dalam POPDA tahun ini, ada 14 cabang olahraga tingkat SD/MI yang akan diperlombakan, sedangkan untuk tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA masing-maisng ada 15 cabang olahraga yang diperlombakan.
Lebih lanjut Bambang Irianto, menuturkan perlombaan akan dimulai terhitung sejak 31 Januari – 7 Februari 2019 mendatang. Dengan memiliki tujuan sebagai wadah kompetisi para atlet pelajar guna mengukur prestasi pencapaian para atlet se Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan POPDA Pelajar selain untuk menumbuhkan kegemaran berolahraga, juga untuk menjaring para atlet yang potensial dan dapat mengharumkan nama baik kabupaten Pekalongan di tingkat regional, nasional maupun internasional.
“Saya sungguh menaruh perhatian dan sekaligus harapan besar kepada saudara semua untuk bisa bertanding secara sportif, membawa nama harum sekolahnya dengan mencetak prestasi yang gemilang,” ujarnya.
Para atlet, lanjut Arini, diharapkan berjuang dengan tekad sebuah kemenangan yang didasari sportivitas, karena itu adalah harga diri kita dalam kompetisi olahraga. Dan kepada para wasit dan official, Wakil Bupati berharap bisa menjaga sportivitas guna menciptakan persahabatan dan suasana yang kondusif.
Pembukaan POPDA Pelajar dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta unsur Forkompinda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, para perwakilan Kepala Sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Kamis, 31 Januari 2019
Gubernur menjanjikan akan membangun jembatan tersebut pada tahun ini. Namun sebelum dibangun, Ganjar meminta untuk dibuatkan jembatan bailey. "Sekarang kita akan percepat agar masyarakat bisa jalan, pakai jembatan bailey," kata Ganjar Pranowo.
Menurut Ganjar, pembuatan jembatan bailey membutuhkan waktu tiga minggu. "Setiap kondisi darurat kita semua gotong-royong membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa melewati fungsi-fungsi ini (jembatan) dengan baik," katanya.
Terkait pembangunan Jembatan Kalikeruh, Gubernur Ganjar memastikan tahun ini bisa dibangun. Menurutnya pemprov telah menyediakan anggaran sebesar Rp 17 miliar dari kebutuhan Rp 18 miliar. Sekitar Rp 1 miliar akan ditanggung Pemkab Pekalongan.
"Tahun ini jembatan dibangun masuk tahun anggaran 2019, segera selasai urusan administrasi dengan Bappeda langsung saya tandatangani," kata Ganjar.
Hanya saja, saat dilakukan lelang Ganjar berpesan agar tidak ada yang main dan tidak ada yang nakal.
Perlu diketahui, Jembatan Kalikeruh yang melintas Kali Comal ini menghubungkan Kecamatan Kandangserang di Kabupaten Pekalongan dan Kecamatan Watukumpul di Kabupaten Pemalang. Jembatan Kali Keruh sudah hampir setahun putus.
Terputus pada Febuari 2018 saat musim penghujan tahun lalu. Kendati putus, puing-puing jembatan yang roboh masih dimanfaatkan warga untuk menyeberang sungai. Warga menyambung bagian jembatan yang rubuh dengan tangga. Ada tiga tangga. Tangga yang paling ekstrim yakni tangga di bagian barat sungai. Panjang tangga sekitar 11 meter dengan kemiringan tangga sekitar 70 derajat. Tidak heran bila jembatan ini dikatakan jembatan 'Uji Nyali'.
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Pekalongan, Gubernur Ganjar Pranowo juga menyempatkan diri meninjau Jalan Sibelis di Kecamatan Paninggaran yang ambles. Disamping itu, Gubernur juga meninjau pengungsi korban banjir di Desa Tegaldowo Kecamatan Tirto.
Tampak menerima kunjungan Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan, antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan para Kepala OPD terkait. (red)
Publisher : aris
Rabu, 30 Januari 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melalui Sekretaris Daerah saat membuka kegiatan bimbingan teknis penatausahaan keuangan daerah, di aula lantai I Setda, Senin (28/1/2019) pagi.
Bupati mengharapkan setiap pejabat pengelola keuangan (PPK) di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat menciptakan pengendalian internal yang semakin efektif dan efisien.
“Hal ini guna menjamin pencapaian tujuan organisasi, keamanan sumber dana yang dikelola, ketaatan pada ketentuan yang berlaku, dan terpeliharanya data/informasi keuangan yang andal,’ ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan, Pemkab Pekalongan terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah khususnya dalam teknologi informasi guna meningkatkan kualitas sistem informasi akuntansi. Inovasi akuntansi terus dilakukan, dari sistem manual ke sistem aplikasi dan pada tahun 2019 ini ditingkatkan lagi dengan sistem penatausahaan keuangan berbasis online.
“Diharapkan penerapan aplikasi berbasis online dapat mempercepat proses penatausahaan keuangan sekaligus dapat menghasilkan informasi keuangan yang cepat dan relevan guna membantu dalam pengambilan keputusan,” harap Bupati.
Kegiatan bimbingan teknis ini, kata Bupati, merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan dalam merespon tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Bimbingan teknis ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, kompetensi, profesionalitas aparatur pengelolaan keuangan daerah dalam menjalankan peran dan fungsinya, sehingga kinerja pengelolaan dan penatausahaan keuangan senantiasa konsisten, dengan mengedepankan prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pekalongan Wiryo Santosa, S.IP.,MH dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan bimbinan teknis diselenggarakan selama 2 (dua) hari yakni Senin hingga Selasa (28-29 Januari 2019). Bimtek diikuti oleh seluruh sekretaris dan bendahara di seluruh OPD se Kabupaten Pekalongan. Pembukaan Bimtek dihadiri oleh para Asisten Sekda, dan para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan Bimtek tersebut, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM secara khusus menginformasikan bahwa Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia rencananya pada awal Februari 2019 nanti akan melakukan audit Laporan Keuangan Daerah (LKD) dengan menggunakan sistem baru yaitu sistem aplikasi. Untuk itu, Sekda mengharapkan seluruh OPD untuk menyiapkan SPJ dengan baik. “Cek kembali yang masih belum lengkap. Karena kelengkapan dokumen SPJ, itu berarti sudah 50 persen pekerjaan sudah terselesaikan,” tandas Sekda.
Tahun 2019 ini, kata Sekda, kita sudah menggunakan e-planning, e-budgeting di semua sistem. Sehingga manakala kita mengadakan kegiatan penatausahaan keuangan, sebelum mengeklik dicek kembali, diteliti kembali, jangan sampai ada hal-hal yang mestinya memerlukan koreksi kembali diklik.
“Sistem ini kalau sudah klik masuk bisa dilihat oleh semua pihak. Karena ini sesuai tuntutan jaman, maka kita harus kreatif, inovatif, profesional, proporsional, tapi tidak keluar dari sebuah peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 28 Januari 2019
Jadi ada anggapan banjir yang terjadi di Kecamatan Buaran, Tirto , Wiradesa dan Wonokerto akibat pembangunan jalan tol dan pembangunan tanggul melintang penahan rob yang saat ini sedang dibangun itu salah. "Karena bukti di lapangan menunjukan hal tersebut tidak ada korelasinya" terang Arini yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer, MM, Kepala Bappeda dan Litbang Ir. Bambang Irianto, Ka DPU Taru Wahyu Kuncoro, MT ,Kepala Dinker Setyawan dan dinas terkait.
Sementara itu saat meninjau korban banjir di pengungsian di masjid Dupantex, Arini mengajak bersama-sama untuk memanjatkan doa agar segera surut dan sabar terhadap cobaan ini. Serta menghimbau untuk waspada terhadap perkembangan kondisi di lapangan.
Dari Pemkab segera menangani akibat banjir ini, dengan melakukan beberapa langkah strategis, diantaranya menutup parapet sungai meduri yang sempat jebol malam sebelumnya serta pemasangan pompa di wilayah Tirto dan Wonokerto untuk mempercepat air agar segera surut.
Adapun terkait dengan penanganan korban korban banjir pihaknya sudah mempersiapkan posko di Kecamatan Wiradesa, Dengan Kantor BPBD sebagai koordinator di dukung Dinas Terkait, untuk mengambil langkah selanjutnya jika diperlukan, tandasnya.
Sementara itu Kepala BPBD Pekalongan Budi Raharjo, SSTP menyampaikan bahwa data pengungsi hingga tanggal 27 Januari 2019 pukul 15.00 Wib berjumlah 1357 jiwa dengan pesebaran pada 17 tempat baik di masjid , TPQ dan rumah warga di wilayah Kecamatan Buaran dan Tirto.
Sedangkan untuk pendirian dapur umum, Budi menyampaikan bahwa belum waktunya didirikan karena mengingat baru hari pertama dan belum mendesak , namun demikian pihaknya siaga jka sewaktu waktu dapur umum dibangun sambil melihat perkembangan banjir.(red)
Publisher : aris
Senin, 28 Januari 2019
Sabtu, 26 Januari 2019
Kamis, 24 Januari 2019