KAJEN – Peringatan Hari Kartini Kabupaten Pekalongan diramaikan sholawat yang dilantunkan oleh 23.000 warga perempuan dan laki-laki Kota Santri dengan iringan rebana dan alat musik lainnya. Peringatan Hari Kartini ke-140 di Kabupaten Pekalongan kali ini dipusatkan di Alun-alun Kajen dalam bentuk Apel Besar yang dipimpin oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, perwakilan unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta seluruh Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.
Bupati Pekalongan menyampaikan peringatan Hari Kartini ke-140 tahun 2019 di Kabupaten Pekalongan, selain diselenggarakan apel, juga diisi dengan penampilan budaya lokal yaitu budaya “terbangan (samprohan)” yang merupakan budaya warisan para ibu-ibu Muslimat terdahulu.
“Budaya terbangan/samprohan ini sudah menjadi ciri khas kegiatan para ibu dan remaja putri di Kabupaten Pekalongan sejak jaman dahulu. Oleh karena itu dalam momentum Hari Kartini ini kita angkat kembali agar anak-anak muda/para milenial juga tahu bahwa ada budaya kita yakni budaya bersholawat sekaligus menggunakan instrument/alat musik tradisional ini,” terangnya.
Dijelaskan Bupati, disamping bersholawat di acara Apel Hari Kartini juga dilaksanakan bernyanyi Lagu Ibu Kita Kartini secara bersama-sama oleh seluruh peserta yang jumlahnya 23.000 orang. Sehingga masuk Museum Rekor Muri Dunia-Indonesia. “Saya kira ini hal yang baik dan akan kita dukung terus-menerus. Apalagi ini momentum setelah pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pileg,” ujar Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa pelaksanaan Pemilu Pilpres dan Pileg di Kabupaten Pekalongan berjalan lancar. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, utamanya dari Polres yang sudah terus-menerus membantu mewujudkan stabilitas daerah yang mantap, sehingga Kabupaten Pekalongan selama proses Pemilu tidak ada gejolak, tidak ada kejadian yang berarti, semuanya berjalan lancar.
“Mari kita tunggu hasilnya melalui keputusan KPU. Saya harap masyarakat berdoa dan tetap bersabar agar diberikan pemimpin-pemimpin terbaik untuk bangsa dan Negara kita,” tandas Bupati.
Dalam gelaran ini, peserta apel perempuan mengenakan kebaya nasional dan peserta laki-laki mengenakan baju koko putih, bersarung dan ikat kepala batik. Peserta apel juga membawa alat musik rebana atau alat musik tradisional lainnya yang bisa digunakan untuk bermain musik.
Kegiatan dengan tajuk “23.000 Ribu Kartini Bersholawat untuk Persatuan NKRI” ini dicatatkan di Museum Rekor Dunia - Indonesia (MURI). Panitia melibatkan peserta dari berbagai unsur, antara lain yakni dari PKK, Kepala Desa dan Perangkatnya, GOW, ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Instansi Vertikal, Kantor Kemenag, PGRI, Himpaudi, IGRA, Polwan, Siswa-siswi SMP/ MTs/ SMA/ SMK/ MA dan mahasiswa Perguruan Tinggi, serta masyarakat umum.
Usai apel, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi memimpin para peserta untuk menabuh rebana maupun alat musik lainnya untuk mengiringi sholawat yang dilantunkan. Sebelumnya, grup rebana Polwan Polres Pekalongan tampil bersholawat dalam pra acara serta mengiringi para tamu undangan dan peserta yang hendak meninggalkan lokasi apel.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 21 April 2019
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan monitoring dan pemantauan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara Pemilu Pilpres dan Pileg tahun 2019 ke sejumlah TPS di Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/4/2019) siang hingga sore hari.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyoroti peristiwa tertukarnya surat suara di wilayah yang dipimpinnya pada pelaksanaan Pemilu 2019.
"Saya baru mendapatkan laporan ada peristiwa surat suara tertukar di dapil 3 dan dapil 4. Kejadian ini saya minta segera diselesaikan. Saya yakin persoalan ini hanya human eror, dan sebaiknya segera diselesaikan supaya cepat diselesaikan dan masyarakat b
KAJEN - Undang-undang atau peraturan perundang-undangan itu sebenarnya telah memberikan kesempatan yang sama kepada laki-laki dan perempuan untuk berperan di dalam pembangunan dan bahkan kalau untuk perempuan itu diberi kelonggaran-kelonggaran .
” Salah satu contoh adalah calon anggota legislatif dipersyaratkan 30% harus wanita atau perempuan” ungkap Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti pada acara pembukaan pelatihan Kepemimpinan Perempuan Desa baru baru ini di hotel Santhika (12/4)
JADI PERHATIAN, KESEHATAN BALITA DAN PERNIKAHAN DINI
- Terjunkan Kalangan Pemuda
KAJEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan menerjunkan pemuda untuk ikut andil dalam penanganan masalah kesehatan balita dengan masalah status gizi, baik gizi kurang, buruk, stunting serta Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
KAJEN – Senyum semringah terpancar dari wajah 2.000an guru keagamaan di Kabupaten dan Kota Pekalongan yang hadir pada acara Silaturahmi Wakil Gubernur Jateng dengan Ustaz/ Ustazah se-Kabupaten dan Kota Pekalongan. Para guru ngaji itu terlihat bahagia karena baru pertama kali menerima bantuan tersebut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kita mengenal metode qiroati , methode Iqra , methode Anawiyah , adalagi methode yang disebut dengan methode Amuyasyar ini yang berasal dari Riau, ada puluhan methode baru, semua bertujuan untuk memudahkan anak-anak didik kita supaya lebih mudah dalam memahami Al-quran.
Dalam kesempatanya kali ini Bupati mengajak para ustad dan ustadzah untuk menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya, untuk mendapat transfer ilmu sesuai methodologi penelitian. Sehingga dengan adanya kegiatan ini semoga dapat bermanfaat dan semoga dapat memperbaiki pembangunan manusia di Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 21 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Tampak bersama Bupati antara lain Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si., Perwira Penghubung mewakili Dandim 0710 Pekalongan, perwakilan Pengadilan Negeri Pekalongan, perwakilan Kejaksaan Negeri Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Adapun TPS pertama yang dituju adalah TPS 12 Dukuh Bubak Desa Kebonagung Kecamatan Kajen. TPS 12 ini daftar pemilih tetap (DPT) 252 orang. Kemudian, TPS 4 Desa Langensari Kecamatan Kesesi dengan DPT 278 orang. Dilanjutkan ke TPS 9 Kelurahan Sragi Kecamatan Sragi dengan DPT 260, TPS 1 Desa Siwalan Kecamatan Siwalan, dengan DPT 264, TPS 7 dan TPS 8 Kelurahan Kepatihan Kecamatan Wiradesa dengan DPT masing-masing 226 untuk TPS 7 dan 174 untuk TPS 8, serta berakhir di TPS 4 Desa Tanjung Kecamatan Tirto dengan DPT 221 orang.
Bupati mengungkapkan secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik.
“Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," ujar Bupati di sela-sela monitoring dan pantauannya bersama Forkopimda.
Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.
Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.
Bupati juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 17 April 2019
"Secara umum Pemilu serentak berjalan dengan baik tidak ada perlu dikhawatirkan masyarakat sudah terbiasa menggunakan hak politiknya dengan baik. Mudah-mudahan partisipasi pemilih bisa capai 80 persen. Kami optimis target bisa terpenuhi," sambungnya.
Hanya saja, kata bupati, untuk para pemilih yang berusia lanjut dalam proses membuka dan melipat surat suara usai mencoblos perlu membutuhkan waktu. Sebab ukuran surat suara cukup lebar sehingga ketika melipat kembali untuk dimasukkan ke tempat suara perlu waktu lebih. Meski begitu, hal demikian berdasarkan pantaunnya sudah dipersiapkan oleh penyelenggara bagaimana penanganannya.
Bupati Pekalongan memberikan hak suara didampingi sang istri dan putranya. "Kita sudah melaksanakan hak konstitusional mencoblos lima kartu. Alhamdulillah masyarakat di TPS 27 Kedungwuni Timur. Jumlah DPTnya cukup banyak sebab di daerah perkotaan. Masyarakat pun menjalaninya dengan suka cita dan secara umum semua memahami pelaksanaan pemungutan surara di TPS," katanya.
Menurutnya, pelaksanaan secara serentak eksekutif dan legislatif ini merupakan kali pertama. Dalam pelaksanaan tidak ada perbedaan dengan pemilu lainnya. Pada aspek hak demokrasi bisa berjalan dengan luber dan jurdil.
Ia juga mengharapkan siapapun yang terpilih memegang prinsip falsafah jawa yaitu menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Kepada caleg DPRD Kabupaten Pekalongan yang nanti terpilih pihaknya mengajak untuk bekerja sama dengan spirit membangun Kabupaten Pekalongan sehingga cita cita mulia mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Ketua KPPS TPS 27 Kelurahan Kedungwuni Timur, M Agus Faizin menyebutkan, jumlah DPT yang ada di TPS 27 sebanyak 262 orang. "Animo masyarakat untuk menggunakan hak suaranya antusias. Dari pagi mereka sudah antri," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 17 April 2019
Senin, 15 April 2019
Kemudian contoh lain, dan ini sudah sampai pada Peraturan Bupati bahwa anggota BPD itu juga diharapkan minimal 1 anggota adalah perempuan. Oleh karena itu, saya mengajak ibu-ibu sekalian mari kita gunakan kesempatan pelatihan yang telah diberikan ini dengan sebaik baiknya.
Pada kesempatan ini Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah menyelenggarakan kegiatan untuk Kabupaten Pekalongan , Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang dijadikan sasaran dari pelatihan pada hari ini.
Selanjutnya ia menambahkan bahwa Pemerintah memberikan kelonggaran semacam itu karena selama ini keterwakilan kita sebagai kaum perempuan khususnya di pedesaan seringkali termarginalisasi. Kadang-kadang mereka memandang bahwa perempuan itu terlalu lemah , bahwa perempuan itu katanya emosional lebih dominan daripada rasional ,” kita sama-sama dengan laki-laki sebagai subjek pembangunan sebagai pelaksana pembangunan” terangnya .
Resistensi maskulinitas terjadi apabila memasuki ranah publik biasanya wanita diranah domestik dan saat pindah ke ranah publik itu kadang timbul resistensi dari bapak-bapak. Oleh karena itu , pemerintah dalam hal ini memberikan kesempatan kepada kita, ayo kita gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya, tetapi kesempatan yang diberikan oleh pemerintah ini tentu saja tidak berjalan terus ,
Kita jangan mengharapkan ketergantungan kita kepada peraturan yang melonggarkan wanita, tetapi kitalah yang harus berusaha bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita, dengan selalu belajar. “Mari kita manfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk mempersiapkan diri agar kita mampu berkiprah diranah publik , tidak hanya di desa masing-masing saja , juga salah satu dari peserta disini akan menjadi pemimpin di Kabupaten Pekalongan , Batang dan Pemalang “ terang Bu Wakil Bupati Pekalongan.
Ia menambahkan kadanglah perempuan itu takut saat memasuki ranah publik, karena takut membagi waktu dengan anak-anak ,itu pasti menjadi pikiran yang paling utama. Menurut saya hubungan kita terhadap anak itu tidak tergantung kepada berapa lama tetapi seberapa kualitaskan pertemuan kita dengan mereka dan bagaimana kita menentukan skala prioritas. selain itu , disiplin waktu, disiplin menaati peraturan ataupun disiplin dalam prosedur.
Keberhasilan kegiatan ini bukan ditentukan oleh tingkat kehadiran ibu-ibu semuanya atau sertifikat yang didapatkan ibu-ibu semuanya melainkan yang lebih penting adalah output dari kegiatan kali ini yaitu kiprah ibu-ibu di masyarakat. (red)
Publisher : aris
Senin, 15 April 2019
Hal itu lantaran menurut Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, pada kesempatan kegiatan pengukuhan dan launching Gerakan Pemuda Siaga Sehat (Gen Pesat), di Aula lantai 1 Setda, Rabu kemarin (11/4/2019), saat ini di Kota Santri masih banyak balita dengan masalah status gizi.
"Untuk saat ini di Kabupaten Pekalongan masih banyak balita yang mengalami berat badan dibawah standar, sehingga berpotensi mengalami masalah status gizi. Tahun 2018 jumlah balita dengan gizi kurang mencapai 475 balita, gizi buruk 48 balita dan stunting 91 balita. Sedangkan bayi baru lahir dengan kategori BBLR mencapai 746 balita," katanya.
Karena itu, pihaknya menggandeng pemuda untuk peduli dan menjadi bagian dari kesehatan di Kabupaten Pekalongan, melalui inovasi Gen Pesat. Keterlibatan tersebut diharapkan mampu menurunkan angka permasalahan tersebut.
Gen Pesat merupakan inovasi baru dari dinkes dalam upaya penurunan masalah gizi, karena Kabupaten Pekalongan menduduki peringkat ke 4 dari bawah di Jawa Tengah untuk masalah gizi. Selain itu juga agar dapat berperan melakukan upaya penurunan angka pernikahan dini, yang juga dinilai masih cukup banyak.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada kesempatan mengukuhkan dan melaunching Gen Pesat, mengungkapkan pihaknya sekarang ini tengah mengambil perhatian serius terhadap permasalahan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), yang merupakan bagian dari permasalahan gizi, termasuk stunting, serta pernikahan dini.
"Di Kabupaten Pekalongan ini angkanya setiap tahun alhamdulillah mengalami penurunan, dengan berbagai gerakan inovasi yang diluncurkan. Dengan keberadaan Gen Pesat ini, diharapkan bisa lebih memaksimalkan penurunan angkanya dan menjadi zero atau nol," tegas bupati.
Bahkan bupati juga meminta camat-camat dengan status angka kasus tinggi permasalahan tersebut, untuk turun langsung ke masyarakat. Sehingga dapat mengetahui secara langsung jumlah dan langkah gerakan cepat. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Jumat, 12 April 2019
Kergiatan dilangsungkan di Pondok Pesantren Walindo Boyoteluk Kecamatan Siwalan, Kamis (11/4/2019). Dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah KH. Taj Yasin Maimoen, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Plt. Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng Ahyani, Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Kasiman Mahmud Desky, M.Ag, para pengasuh pondok pesantren di Kabupaten dan Kota Pekalongan.
Plt. Kabag Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng Ahyani dalam sambutannya atas nama Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah menjelaskan, jumlah guru keagamaan Kabupaten Pekalongan yang menerima bantuan insentif pada tahun 2019 sebanyak 7.447 orang, sedangkan di Kota Pekalongan sebanyak 2.497 orang.
“Pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp205,35 miliar untuk bantuan insentif kepada 171.131 orang ustaz/ ustazah,” ujarnya.
Bupati Pekalongan dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur telah mendata guru keagamaan yang valid dan akan dianggarkan dalam anggaran di Provinsi Jawa Tengah.
“Tentu saya hari ini sebagai tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas program Provinsi Jawa Tengah yang baik itu. Semoga program itu akan membantu kita semua, minimal Pemprov sudah memulai dari yang dulunya tidak ada,” ungkap Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan Gus Yasin punya misi besar dalam memajukan dunia pedidikan Islam khususnya pondok pesantren, madrasah diniyah dan TPQ, madrasah awaliyah dan lain-lain.
“Misi beliau adalah bagaimana agar anak-anak kita cerdas, tidak sekedar menguasai ilmu umum akan tetapi juga ilmu agama. Maka dari itu kita dukung dan sukseskan program beliau,” tutur Bupati.
Bupati menjelaskan TPQ/Madin di Kabupaten Pekalongan berjumlah 1.285 dan gurunya 7.925 orang. Selama ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah memberikan insentif kepada meraka. “Dan Alhamdulillah hari ini kita mendapat bantuan tambahan dari Pemrov Jateng,” imbuhnya.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menjelaskan, program bantuan insentif diberikan kepada guru ngaji sebagai wujud kepedulian Pemprov Jateng terhadap perjuangan mereka dalam mendidik anak bangsa agar berbudi pekerti luhur.
Gus Yasin, sapaan akrab Wagub, menegaskan pondok pesantren bukan sekadar asrama bagi para santri, melainkan tempat yang tepat untuk mencetak anak bangsa berkarakter.
“Saat ini kita memerlukan akhlak dan pemahaman agama Islam secara kaffah, secara sempurna. Kalau pemahaman itu ada, saya yakin pemahaman radikal, terorisme, dan pemahaman yang tidak sesuai dengan ajaran agama dapat terhapuskan dengan sendirinya. Maka, kepada ustaz/ ustazah, saya mohon didik putra-putri kami menjadi putra-putri yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Gus Yasin pun berupaya agar program bantuan insentif tersebut dapat dilakukan secara berkesinambungan. Selain program bantuan insentif, pihaknya juga terus mendorong program ekonomi pesantren (ekotren) agar ekonomi di lingkungan pondok pesantren terus tumbuh.
“Niki dados amal jariyah kula kaliyan Mas Ganjar. Kita dorong agar program (bantuan insentif) ini saged saklawase ada di Jawa Tengah,” pungkasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Kamis, 11 April 2019