Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan pelaporan pajak di ruang kerjanya menggunakan sistem e-filing atau online, yang sudah mulai diberlakukan secara nasional, Kamis (21/3/2019). Laporan SPT Tahunan PPh orang pribadi tahun pajak 2019 yang disampaikan Bupati ke kantor pajak tersebut, dipertontonkan secara langsung kepada sejumlah awak media bersama Kepala Kantor Pajak Pratama Pekalongan.
"Warga Kabupaten Pekalongan, sudah lapor SPT Tahunan belum? Saya sudah. Saya menggunakan layanan e-filling. Ini lho saya hanya menggunakan gadget saya, cepat dan tidak ribet, bisa dimana saja dan kapan saja. Sekarang semua serba online, lapor pajaknya online juga. Mari warga Kabupaten Pekalongan, laporkan SPT Tahunan anda sebelum batas waktu 31 Maret 2019. Lapor pajak kereeeenn, lebih nyaman gunakan e-filling," kata Bupati.
Disebutkan, keberadaan sistem aplikasi baru yang diterapkan oleh kantor pajak dinilai sangat memudahkan, karena semua orang bisa melakukan di mana saja, bahkan ketika sedang bersantai di kafe maupun tempat lainnya. "Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh wajib pajak Kabupaten Pekalongan khususnya, ayo rame-rame mengisi SPT tahunan 2019 ini, jangan sampai melebihi tanggal 31 Maret 2019. Karena sekarang medianya cukup banyak, bervariasi melalui e-filling, kalau tidak, bisa langsung melalui kantor pajak," tandas Bupati.
Di Kabupaten Pekalongan, kata Bupati, partisipasi masyarakat masih kurang. Sampai Kamis ini (21/3/2019) masih 50 persen. Untuk itu Bupati mengajak seluruh warga masyarakat Kota Santri untuk mengisi SPT Tahunan.
Dengan aplikasi online e-filing, selain bisa memberikan laporan secara langsung, juga mendapatkan bukti penerimaan secara elektronik. Sehingga, memberikan kemudahan bagi semua masyarakat, dan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam melaporkan pajak mereka.
Kepala Kantor Pajak Pratama Pekalongan, Taufik Wijayanto menambahkan, melalui laporan pajak e-filing mampu mempermudahkan wajib pajak dalam laporan tahunan. Tidak perlu mengantri, karena selama ini yang dikeluhkan masyarakat adalah lamanya mengantri. "Terbukti sejak diberlakukannya laporan pajak menggunakan sistem e-filling, jumlah partisipasi masyarakat melaporkan pajak, di kantor wilayah kami mengalami peningkatan, bahkan sudah lebih dari target," ungkap Taufik. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Kamis, 21 Maret 2019
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melantik Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro, Mohammad Syahirul Alim, S.Ag. Pelantikan tersebut bersamaan dengan penyerahan SK CPNS Formasi 2018 Kabupaten Pekalongan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
KAJEN – Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menyerahkan sebanyak 374 Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lolos seleksi rekrutmen CPNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan Formasi Tahun 2018 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen, Selasa (19/3/2019).
Mereka terdiri atas 246 formasi tenaga guru, 56 formasi tenaga kesehatan dan 72 formasi tenaga teknis. Mereka mendapat SK setelah melengkapi berkas persyaratan dan mendapat Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Regional I Yogyakarta.
KAJEN - Menjelang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 jajaran Pemkab Pekalongan berserta Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan akan mempersiapkan diri. Terhitung 30 hari lagi pelaksanaan Pemilu pada 17 April mendatang. Guna menciptakan situasi kondusif, ribuan Satlinmas, ratusan anggota Polri beserta TNI dikerahkan.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan Pemkab Batang dalam rangka kerjasama pembangunan daerah. Penandatanganan dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Walikota Pekalongan HM. Saelany Machfudz SE, dan Asisten Administrasi Drs. Ripyono MSi mewakili Bupati Batang, di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Kamis (14/3/2019).
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dalam acara Peringatan Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji, di Dukuh Kranji Kelurahan Kedungwuni Timur Kecamatan Kedungwuni, Rabu (20/3/2019).
Bupati menjelaskan, pemimpin di Kota Santri sejak zaman dahulu memegang teguh dan melestarikan budaya. "Bupati Pekalongan dari zaman Belanda merupakan orang yang pintar dalam menejemen pemerintahan, selain itu menjunjung tinggi tradisi keagamaan dan budayanya," katanya.
Bupati menuturkan, kini tugasnya untuk meneruskan perjuangannya Bupati yang lebih dahulu memimpin Kabupaten Pekalongon. "Saya diberi tugas untuk memimpin dan mensejahterakan masyarakat Kota Santri, dan akan saya lakukan sebaik baiknya. Budaya dan tradisi para leluhur akan terus kami lestarikan termasuk Haul dan Tahlil," paparnya.
Pemerintah Kabupaten Pekalongon dikatakan Bupati Asip Kholbihi, akan membangun kembali makam para wali dan sesepuh. "Jika sudah menjadi situs cagar budaya makam para wali dan sesepuh akan terlindungi, karena sudah masuk dalam undang-undang. Perlu diketahui Kabupaten Pekalongan merupakan daerah subur, Kecamatan Kesesi, Bojong dan Sragi dulu menjadi lumbung padi untuk pasukan Mataram. Hal tersebut juga berkat perjuangan para sesepuh, dan perjuangan mereka akan kami teruskan," imbuhnya.
Dalam acara Haul tersebut, Bupati Asip Kholbihi berpesan agar masyarakat menjunjung tinggi kerukunan jelang pelaksanaan Pemilu dan tidak mudah terpecah-belah. "Karena kerukunan merupakan syarat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pelaksanaan pelayanan pemerintah ke masyarakat," tambahnya.
Acara Haul Mbah Nurul Anam dan Sesepuh Kranji selalu diselenggarakan tiap tahunnya. Untuk kali ini menghadirkan KH. Fatkhurrohman dari Banyumas sebagai penceramah dan dihadiri oleh Maulana Habib Baqir Ahmad Al Athos, Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Muhammadun Jundi beserta para kyai lainnya dan ribuan jamaah dari dan luar wilayah Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 20 Maret 2019
Rabu, 20 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Selasa, 19 Maret 2019
Bupati dalam sambutannya mengharapkan Kades yang baru saja dilantik untuk segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggungjawab yang dibebankan.
“Saya berharap pak Kades bersama ibu beserta seluruh jajaran yang ada di Pemerintah Desa Kalimojosari Kecamatan Doro sudah mulai bergerak karena saat ini sudah pelaksanaan APBDes 2019,” ujar Bupati.
Menurut Bupati, ada beberapa program yang perlu menjadi perhatian yaitu penurunan angka kematian ibu melahirkan dan anak stunting. Karena kedua program ini sudah menjadi komitmen Pemkab Pekalongan dan sudah menjadi isu nasional.
“Angka stunting di Kabupaten Pekalongan masih cukup tinggi. Hal ini karena kesadaran warga dalam memberikan asupan gizi kepada anaknya masih kurang. Disamping itu karena faktor lingkungan sekitarnya kurang bersih. Makanya kedua hal itu menjadi penyebab stunting,” papar Bupati.
Oleh karena itu, Bupati meminta Kades Kalimojosari - Mohammad Syahirul Alim, S.Ag, untuk bergerak cepat sebelum akhir masa jabatan yang hanya 10 bulan ke depan.
“Lakukan dengan baik dan diniati ikhlas dalam bekerja, insya Allah hasilnya akan bagus karena mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kepada unsur BPD dan jajaran aparatur desa Kalimojosari yang telah mengemban tugas yakni memfasilitasi pemilihan Kepala Desa Antar Waktu ini kami mengucapkan terima kasih,” tutur Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu juga sangat mengharapkan Kepala Desa yang baru saja dilantik untuk segera bergerak dan kuasai regulasi desa dengan berbagai fasilitasi di desa seperti Siskeudes dan lain sebagainya yang bisa dikembangkan.
Terkait pesta demokrasi pada 17 April mendatang, Bupati berharap Kepala Desa bisa menjadi panutan seluruh warga masyarakat untul lancarnya pelaksanaan Pileg dan Pilres.
Pelantikan Kepala Desa Antar Waktu Desa Kalimojosari Kecamatan Doro disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019
Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan selamat kepada para CPNS Formasi 2018 di lingkungan Pemkab Pekalongan. Mereka adalah orang terpilih dari ribuan bahkan jutaan pelamar, untuk itu mereka dituntut untuk dapat mengabdi dengan baik.
“Kami berharap saudara semua dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanah yang telah dibebankan ke pundak saudara selaku CPNS. Tunaikanlah amanah tersebut sebagai bagian dari rasa syukur atas diterimanya Keputusan CPNS. Hal ini dikarenakan tidak semua orang dapat diterima sebagai CPNS. Oleh karena itu, amanah dan kepercayaan ini patut diwujudkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Bupati.
Bupati berpesan ada beberapa hal yang harus dilaksanakan CPNS dalam mengemban amanahnya sebagai Aparatur Negara, Abdi Negara, dan Abdi Masyarakat yang berkualitas.
“Suatu amanah yang luar biasa ini tidak semua orang mendapatkan kesempatan. Oleh karena itu manfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggungjawab, dengan kejujuran, profesional, mempunyai integritas dan loyalitas. Kami berharap agar para CPNS dapat mengabdi kepada negara dan masyarakat, mendedikasikan ilmunya demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” imbuh Bupati.
Penyerahan SK CPNS Formasi tahun 2018 disaksikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Maret 2019
"Total ada 6.512 personil gabungan yang nantinya akan membantu pengamanan pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Pekalongan," jelas Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dalam sambutannya selaku inspektur upacara pada upacara bersama jajaran Pemkab Pekalongan dan Kodim 0710, dalam rangka perayaan HUT ke-100 Damkar, Satpol PP ke-69 dan Satlinmas ke-57, di lapangan belakang Sekretariat Daerah di Kajen, Senin (18/3/2019) pagi.
AKBP Wawan menuturkan TNI, Polri, Satlinmas, Satpol PP dan Damkar akan dilibatkan dalam pengamanan Pemilu. "Kodim 0710 akan mengerahkan 100 personil, Polres Pekalongan 524 anggota, serta 50 personil bantuan dari Polda Jateng dan 20 anggota Satbrimob Polda Jateng," terangnya.
Terpisah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengimbau agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam menyukseskan Pemilu. "Situasi di Kabupaten Pekalongan hingga saat ini kondusif, ditambah lagi dengan pengamanan dari pihak TNI-Polri," imbuhnya.
Bupati menjelaskan indikator kesuksesan Pemilu dapat dilihat dari partisipasi masyarakat. "Pemilu sangat penting karena menentukan nasib masyarakat lima tahun mendatang, maka dari itu kami terus mendorong agar masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dengan berbagai cara. Selain sosialisasi, Pemkab juga memberikan e-KTP bagi yang belum memiliki," ujarnya.
Terkait dukungan personil pengamanan, Bupati Asip Kholbihi menambahkan Satlinmas yang dibantu Satpol PP akan ikut mengamankan jalannya Pemilu. "5.758 Linmas dan 50 personil Satpol PP nantinya akan membantu pengamanan Pemilu, sementara untuk Damkar kami instruksikan agar siaga mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Upacara dihadiri oleh Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Pekalongan Drs. H. Suwoto, SH, MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Kajen, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten Pekalongan.
Adapun peserta upacara tersebut adalah, 1 SST dari Kodim 0710/Pekalongan, 1 STT Kompi C Yonif 407/PK, 1 SST Polres Pekalongan dan 1 SST Pemda Kab. Pekalongan dengan petugas upacara melibatkan semua unsur terdiri dari Pembaca Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, Pengucap Sapta Marga, Tri Brata, Catur Prasetya dan Panca Prasetya Korpri.
Usai upacara dilakukan pemusnahan barang bukti miras hasil penindakan oleh Satpol PP Kabupaten Pekalongan oleh Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda, Ketua Pegadilan Agama dan perwakilan Kejari Kajen. Dan juga dilakukan flashmob dalam rangka mendukung sukses pelaksanaan Pemilu 2019 oleh seluruh peserta upacara. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 Maret 2019
Perjanjian kerjasama antar pemerintah daerah ini mengawali kerjasama di berbagai sektor dan bidang antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan beberapa poin kerja sama lintas sektoral yang dilakukan antara lain sistem pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan serta pengelolaan limbah yang mengalir dari hilir ke hulu sungai, serta ketersediaan air bersih.
“Kerjasama yang dilakukan sudah diatur sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2018 tentang kerja sama daerah. Khusus untuk kerjasama antara Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan, difokuskan dalam hal pelayanan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan masyarakat," katanya.
Bupati menjelaskan satu di antara kerja sama yang dilakukan mengenai kebutuhan air bersih untuk tiga daerah. “Pemprov Jateng sudah membuat Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) yang sumbernya ada di Kabupaten Pekalongan tempatnya di Kecamatan Talun. Di mana air bersih tersebut akan digunakan Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan dan Batang," jelasnya.
Selain pasokan air bersih, kebersihan sungai dan pengelolaan sampah menurutnya wajib dikoordinasikan. "Kabupaten Pekalongan ada di hilir dan Kota Pekalongan merupakan hulu. Kalau tidak bersinergi akan susah menangani permasalahan sampah dan kebersihan sungai, maka dari itu kerjasama tiga daerah ini merupakan langkah yang sangat strategis," jelasnya.
Terkait sampah Bupati Asip menerangkan, Kabupaten Pekalongan menawarkan kepada Kota Pekalongan tentang pengelolaan sampah modern. "Karena kami akan membangun TPA di Kecamatan Talun yang bisa menampung sampah dari Kota Pekalongan, tidak hanya itu, karena pengelolaan sampah modern nantinya bisa diolah menjadi sumber listrik. Tinggal bagaimana nantinya MoU dilakukan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Kamis, 14 Maret 2019