Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Kajen : Pejabat dan Ratusan pelari dari berbagai daerah ikut ambil bagian dalam ajang Half Marathon Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan, Minggu (24/8/2025).
Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, melepas ribuan peserta Pekalongan Half Marathon 2025 yang berlangsung di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan, Kajen. Event ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-403 Kabupaten Pekalongan.
Mengusung konsep run, culture, and tourism, Pekalongan Half Marathon tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana promosi potensi daerah. Para peserta diajak menikmati keindahan alam sekaligus merasakan nuansa budaya tradisional Kabupaten Pekalongan di sepanjang rute lomba.
Selain lomba lari dengan kategori 5K, 10K, dan 21 K (Half Marathon), kegiatan ini juga dimeriahkan dengan Pekalongan HM Expo, UMKM Expo, dan pertunjukan musik.
Disampaikan Wabup Sukirman, Pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, minat masyarakat terhadap olahraga lari di Kabupaten Pekalongan sangat luar biasa, bahkan mampu menarik pelari dari berbagai daerah.
“Bu Fadia, Bupati Pekalongan, sangat bangga dengan terselenggaranya event ini. Minat olahraga lari di Kabupaten Pekalongan sungguh luar biasa dan mampu menghadirkan runner dari luar daerah. Tentu dengan kondisi ini, saya yakin Ibu Bupati akan terus mendukung dan memfasilitasi event serupa, termasuk kegiatan olahraga lainnya,” ujar Sukirman.
Melalui Pekalongan Half Marathon, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap olahraga, budaya, dan pariwisata dapat berjalan beriringan sekaligus memberikan dampak positif bagi UMKM serta perekonomian daerah.
Peserta yang mengikuti lomba datang dari berbagai kalangan, mulai dari atlet profesional, komunitas lari, hingga masyarakat umum. Mereka menempuh rute sejauh 21 kilometer yang melintasi sejumlah jalan utama di Kabupaten Pekalongan.
Selain kategori half marathon, panitia juga menyediakan kelas fun run 5K dan 10K, sehingga masyarakat bisa ikut berpartisipasi sesuai kemampuannya. Sorak sorai penonton di sepanjang jalur lomba menambah semangat para pelari.
Salah satu peserta warga Desa Tanjungsari, Kajen, Ari menyampaikan, Sangat antusias mengikuti lari maraton ini. Meski baru pertama kali mengikuti event lari ini menjadi semangat dirinya untuk mengikuti ajang yang sama.
"Ini pertama kali saya ikut maraton, luar biasa, acara ini keren harapannya bisa diselesaikan berkala di Pekalongan," terangnya.
Minggu, 24 Agustus 2025
Kendal – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, SE, MM, memimpin langsung acara ziarah tahunan ke makam Kanjeng Pangeran Bupati Kyai Mandurorejo di Kendal Kaliwungu pada Jumat (22/08/2025). Acara ini merupakan bentuk penghormatan dan pengingat akan jasa para pemimpin terdahulu yang telah membangun Kabupaten Pekalongan.
Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0710/Pekalongan secara resmi ditutup setelah berhasil mencapai target sasaran fisik dan non-fisik hingga 100%.
Penutupan digelar melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup), Kapoksahli Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Zainul Bahar, di Lapangan Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (21/8/2025).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan bahwa hingga saat ini belum menerapkan kebijakan lima hari sekolah di wilayahnya dengan masih mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan budaya yang ada di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., setelah Upacara Kemerdekaan RI ke - 80 di Alun - Alun Kajen, Minggu (17/8) kemarin
Karanganyar – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri kegiatan karnaval Kecamatan Karanganyar yang berlangsung di depan Kantor Kecamatan Karanganyar, Senin (18/8/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Kajen – Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim pelaksana yang telah bekerja keras dalam mempersiapkan rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403. Menurutnya, suksesnya penyelenggaraan berbagai kegiatan ini tidak lepas dari peran serta jajaran panitia, terutama Wakil Bupati H. Sukirman, S.S., M.S., hal tersebut disampaikan oleh Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya dalam acara resepsi HUT RI ke-80 yang berlangsung di Halaman Pendopo Bupati Pekalongan pada Minggu (17/08/2025) malam.
Kajen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyelenggarakan upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, bertempat di Alun - alun Kajen, Minggu (17/8/2025). Bertindak sebagai inspektur upacara yaitu Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
KAJEN – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Pekalongan ditutup dengan upacara penurunan bendera yang berlangsung khidmat. Acara yang digelar di Alun-alun Kajen pada hari minggu (17/8/25) sore ini dimulai pukul 16.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.30 WIB.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia Arafiq menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga wujud syukur atas kondisi Pekalongan yang aman dan kondusif berkat fondasi yang diletakkan oleh para pemimpin sebelumnya.
"Sore ini kita laksanakan rangkaian acara yang setiap tahun kita lakukan. Ini bukan sekadar tradisi, tapi bentuk wujud cinta kita kepada pemimpin-pemimpin yang telah membuat Kabupaten Pekalongan bagus, aman, dan kondusif sampai hari ini," ujar Bupati Fadia.
Beliau juga menegaskan pentingnya mengenang jasa Kanjeng Pangeran Bupati Kyai Mandurorejo, yang merupakan bupati pertama Kabupaten Pekalongan. "Semoga setiap tahun kita mendapat berkahnya, karena dengan ziarah dan berkumpul bersama, Insyaallah Kabupaten Pekalongan akan diberi perlindungan dari semua marabahaya," tambahnya.
Acara ziarah ini, menurut Fadia, juga menjadi pengingat bagi seluruh pejabat yang hadir bahwa jabatan dan kekuasaan bersifat sementara. "Mau sehebat apa pun kita, pada akhirnya kita akan meninggal. Jadi, artinya kita harus berbuat baik sebanyak-banyaknya supaya dikenang selamanya. Karena kebaikan yang kita torehkan tidak akan dilupakan," pesannya.
Bupati Fadia berharap, kegiatan ini dapat mempererat kebersamaan seluruh elemen pemerintah agar bisa membangun Pekalongan dengan lebih kompak dan baik.
Acara ziarah ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat penting, antara lain perwakilan Dandim, Kapolres beserta istri, Kajari beserta istri, Ketua Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda, seluruh staf ahli bupati dan asisten Sekda, para Kepala OPD, serta Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.
Sabtu, 23 Agustus 2025
Kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di Desa Windurojo. Keberhasilan mencapai target 100% menunjukkan komitmen TNI dan semua pihak dalam mempercepat pembangunan di daerah.
Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat khususnya Desa Windurojo yang telah bersinergi dan bahu-membahu menyukseskan program TMMD Reguler Ke - 125.
"Alhamdulillah semua sasaran - sasaran yang direncanakan dapat dilaksanakan secara 100 persen di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro", ungkap Brigjen TNI Zainul Bahar.
Brigjen TNI Zainul Bahar juga berharap bahwa kegiatan seperti ini terus berlanjut melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya serta instansi terkait. Adapun hasil yang sudah dicapai agar dijaga bersama - sama agar masa pakainya lebih panjang dan awet.
"Mari kita jaga bersama - sama apa yang telah dicapai, yang pasti semoga akan bermanfaat bagi masyarakat" pungkasnya.
Beberapa sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 977,5 meter dengan lebar 2–2,5 meter, pengaspalan jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter, pemasangan 6 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan lahan SMP Satu Atap.
Sasaran tambahan yang merupakan program unggulan KASAD antara lain pembuatan 1 unit sumur bor, 4 titik Pipanisasi, rehabilitasi 4 unit rumah, penanaman 500 bibit pohon di lahan perhutani, percepatan penanganan stunting 100 paket dan bantuan benih padi gogo 10 kg serta jagung 28 kg kepada petani.
Sementara itu sasaran non fisik dilakukan berbagai penyuluhan antara lain, penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, kesehatan, PKK, kebencanaan, pertanian, UMKM, kelembagaan masyarakat desa, tertib berlalu lintas dan penyuluhan pencegahan Bullying pada anak.
Sumber : Penerangan Kodim 0710/Pekalongan
Kamis, 21 Agustus 2025
“Untuk kebijakan lima hari sekolah ini, kami di Kabupaten Pekalongan belum menerapkannya. Kemarin memang baru sampai pada tahap rencana uji coba,” jelas Bupati
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa karakteristik masyarakat Kabupaten Pekalongan berbeda dengan daerah perkotaan. Anak-anak di wilayah ini, selain mengikuti pendidikan formal, juga aktif mengikuti kegiatan keagamaan seperti mengaji di TPQ dan madrasah setelah jam sekolah.
“Kami khawatir, kalau lima hari sekolah diterapkan, justru kegiatan keagamaan anak-anak akan terganggu. Maka dari itu, kami memutuskan untuk tetap melanjutkan pola sekolah enam hari seperti biasa,” ujarnya.
Keputusan ini juga telah melalui proses diskusi dan pertimbangan bersama berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Pekalongan.
Sementara itu, Anggota DPR RI Dapil X Jawa Tengah, H. Ashraff Abu, turut memberikan pandangan terkait kebijakan tersebut. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan oleh pemerintah.
“Sebagai wakil rakyat, saya selalu mendorong agar pemerintah daerah dalam membuat kebijakan harus mendengar suara rakyat. Jangan sampai keputusan yang diambil berdasarkan ego semata, karena itu bisa menimbulkan ketidaknyamanan di masyarakat,” tegasnya.
Dirinya juga menekankan bahwa semua kebijakan, terutama yang menyangkut pendidikan dan masa depan anak-anak, harus dibuat dengan mempertimbangkan kondisi lokal dan berpihak pada kepentingan bersama.
Selasa, 19 Agustus 2025
Kegiatan karnaval diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, perangkat desa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas seni dan budaya lokal. Para peserta menampilkan ragam kreativitas dalam bentuk busana adat, kendaraan hias, pertunjukan seni, dan atraksi budaya yang mencerminkan semangat kebhinekaan dan nasionalisme.
Pemerintah Kecamatan Karanganyar selaku penyelenggara mencatat lebih dari 30 kelompok peserta turut ambil bagian dalam karnaval ini. Jalur sepanjang depan kantor kecamatan dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya karnaval sejak pagi hari.
Kehadiran Bupati Pekalongan turut memberikan semangat dan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan, serta menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan terhadap pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai kebangsaan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah.
Secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, namun juga wadah mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kecamatan Karanganyar.
Selasa, 19 Agustus 2025
Bupati menilai, peran Wakil Bupati begitu besar sehingga membuat persiapan acara berjalan lancar dan sempurna. “Alhamdulillah, saya diberi wakil yang baik, sehingga tidak perlu repot memikirkan detail acara. Biasanya saya harus memantau sendiri hingga hal-hal kecil, namun kali ini semua berjalan rapi,” ungkapnya.
Bupati Fadia menambahkan, rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 403 tahun ini akan berlangsung cukup padat. Dimulai dengan ziarah ke makam Bupati pertama, Pangeran Mandurorejo pada tanggal 22 Agustus 2025 esok, di Kaliwungu, Kendal, dilanjutkan kirab budaya, hingga pembukaan Pekan Raya Kajen atau Kajen Expo pada tanggal 25 dan akan berakhir di tanggal 30 Agustus 2025.
Sebagai bentuk hiburan bagi masyarakat, sejumlah artis ibu kota juga dijadwalkan hadir, di antaranya grup band Wali dan Duo Anggrek. “Niat kami adalah menghibur masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Kalau pengunjung ramai, UMKM ikut hidup, penjual bahagia, kita semua senang,” tutur Bupati.
Selain itu, puncak acara akan ditutup dengan Kabupaten Pekalongan Bersholawat pada 31 Agustus 2025 di kawasan Boulevard Alun-alun Kajen. Menurut Bupati, kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara sekaligus doa bersama agar Kabupaten Pekalongan senantiasa mendapat kemudahan dari Allah SWT.
“Pembangunan Pekalongan tidak bisa hanya mengandalkan dari kantor saja. Kami (red: pemerintah) harus berupaya mencari dukungan hingga ke pusat. Dengan salawat, kita mengetuk pintu langit agar segala urusan dimudahkan Allah,” ujarnya.
Bupati berharap seluruh masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan menjaga kondusivitas selama rangkaian peringatan berlangsung. “Semoga HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-403 ini membawa keberkahan, menjadikan Pekalongan semakin maju, ramai, kondusif, dan sejahtera,” pungkasnya.
Ketua Panitia Peringatan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Kholid, S. IP., M.M., juga turut berterimakasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seksi upacara khususnya paskibraka Kabupaten Pekalongan yang telah berhasil melaksanakan tugas dengan baik sehingga kegiatan upacara berlangsung khidmat dan lancar.
"Terimakasih kami ucapkan kepada seksi upacara dan juga kepada rekan-rekan paskibraka yang telah melaksanakan tugas dengan baik, serta kepala sekolah dan orangtua atau wali murid yang telah memberikan support kepada putra-putrinya sehingga bisa sukses dalam menunaikan tugas dan tanggungjawab dalam mengibarkan sang saka Merah Putih sekaligus prosesi penurunan," ucapnya dalam sambutan sebagai ketua panitia.
Dalam acara Resepsi HUT RI ke-80 malam itu para pejabat pemerintah, paskibraka , dan masyarakat Kabupaten Pekalongan dihibur oleh penampilan dari Teamlo band yang berhasil mengundang gelak tawa bagi siapapun yang menyaksikan.
Senin, 18 Agustus 2025
Upacara berlangsung dengan khidmat, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, ASN, TNI-Polri, pelajar, organisasi kepemudaan, serta berbagai elemen masyarakat. Para peserta mengenakan pakaian rapi dan penuh semangat nasionalisme, menciptakan suasana yang menggugah semangat kebangsaan.
Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada bangsa Indonesia serta harapan agar kemerdekaan yang telah diraih dapat terus dijaga dan diisi dengan pembangunan yang berkelanjutan.
"Saya, Bupati Pekalongan beserta Pemerintah Kabupaten Pekalongan, mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-80 tahun. Semoga Indonesia semakin maju, makin sejahtera, dan apapun hajatan Bapak Presiden kita dimudahkan oleh Allah SWT," ujar Fadia Arafiq.
Prosesi pengibaran bendera dilakukan oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pekalongan yang merupakan siswa-siswi terpilih dari berbagai SMA/SMK. Dengan langkah tegap dan penuh disiplin, mereka sukses menjalankan tugas mulia tersebut.
Rangkaian upacara juga dilengkapi dengan pembacaan naskah proklamasi, doa bersama lintas agama, serta penampilan pasukan paskibra yang menambah semarak suasana peringatan hari kemerdekaan di jantung ibu kota Kabupaten Pekalongan.
Peringatan ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat semangat persatuan dan gotong royong dalam membangun Pekalongan dan Indonesia ke arah yang lebih baik.
Senin, 18 Agustus 2025
Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman S.S, M.S, didampingi oleh sang istri. Turut hadir dalam upacara ini seluruh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan serta berbagai elemen masyarakat yang memenuhi area alun-alun.
Dalam suasana yang penuh rasa haru dan kebanggaan, tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menjalankan tugasnya dengan sempurna. Penurunan bendera Merah Putih diiringi lagu "Indonesia Raya" membuat suasana semakin terasa sakral.
Upacara penurunan bendera ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan perayaan HUT RI di tingkat kabupaten, sekaligus menjadi momen refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
Minggu, 17 Agustus 2025
Acara ini diawali dengan penyampaian Arah Kebijakan Umum oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, dilanjutkan dengan pidato Ketua DPR RI, dan diakhiri dengan Pidato Kenegaraan oleh Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa banyak poin penting yang menjadi perhatian pemerintah pusat dan sejalan dengan program-program yang telah dijalankan di Kabupaten Pekalongan.
“Komitmen Presiden dalam bidang pendidikan sangat sejalan dengan arah pembangunan di Kabupaten Pekalongan, termasuk peningkatan kualitas SDM melalui program makan bergizi gratis. Ini juga ditunjang dengan kemudahan akses layanan kesehatan yang telah kita laksanakan,” ujar Wabup.
Selain itu, Wabup Sukirman juga menyoroti penekanan Presiden dalam penurunan angka kemiskinan dan penguatan sektor ekonomi, yang akan menjadi kerangka acuan pembangunan nasional ke depan.
“Arahan Presiden menjadi pedoman bersama dalam menyusun kebijakan daerah. Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen menindaklanjuti instruksi pusat, dan hal ini telah dijalankan oleh Ibu Bupati Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., sejak awal periode kedua kepemimpinan beliau,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun bangsa yang berdaulat, sejahtera, dan berkeadilan sosial.
Jumat, 15 Agustus 2025