KAJEN – Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M. hadir dalam acara Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan ke-14 yang digelar di UIN Gusdur, Kajen, pada Minggu (26/1/2025) pagi.
Dalam sambutannya pada acara tersebut, Bupati Fadia mengapresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-14 GP Ansor Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, kesuksesan acara tersebut mencerminkan kinerja GP Ansor di Kabupaten Pekalongan yang sudah sangat baik dan kompak. ‘’Saya apresiasi yang setinggi-tingginya atas suksesnya acara ini kepada para pemuda GP Ansor. Ini mencerminkan kinerja yang bagus dan kompak,’’ ujarnya.
Bupati Fadia juga mengatakan, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi terbesar di Kabupaten Pekalongan, dimana GP Ansor menjadi bagian penting di dalamnya. Oleh karena itu, Ia berharap GP Ansor dapat memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi organisasi kedepan. ‘’Pilihlah pemimpin yang terbaik untuk kalian, untuk Ansor Kabupaten Pekalongan, sehingga menjadi lebih besar dan hebat,’’ ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menjelaskan bahwa memilih pemimpin yang baik adalah Ia yang mampu berkomunikasi dengan baik, dapat membesarkan NU, bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan bermanfaat bagi umat secara keseluruhan. Karena menurutnya, itulah yang menjadi esensi terpenting dalam memilih seorang pemimpin. ‘’Komunikasi adalah hal yang sangat penting. Untuk itu pilihlan pemimpin yang dapat berkomunikasi dengan baik, sehingga dapat menjalan tugasnya sebagai pemimpin dan tentunya bermanfaat bagi umat secara keseluruha,’’ jelasnya.
Dan setelah memberikan sambutan, atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan Bupati Fadia secara simbolis menyerahkan bantuan hibah senilai Rp150 Juta kepada GP Ansor Kabupaten Pekalongan. Hibah tersebut diterima secara langsung oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Pekalongan Muhammad Sholahudin.
Dalam acara tersebut turut hadir juga Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Ansor, ketua Pimpinan Wilayah Ansor Jawa Tengah, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Rektor UIN Gusdur, Rektor ITS NU, Sekda Kabupaten Pekalongan, Sejumlah Kepala OPD Kabupaten Pekalongan dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 30 Januari 2025
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah terima bantuan paket sembako penanganan dampak bencana alam di Kabupaten Pekalongan dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka. Bantuan diserahkan oleh Perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin kepada Sekertarid Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar, Jum’at (24/1/2025).
KAJEN – Menyusul peristiwa bencana alam tanah longsor yang memakan sejumlah korban jiwa di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan pada Senin (20/1/2025) sore. Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Disdukcapil Kabupaten Pekalongan telah menerbitkan Akta Kematian bagi warga yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
– Dalam rangka gerak cepat Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. PJ Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (P) Drs.Nana Sudjana A.S., M.M., dengan didampingi Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M melakukan tinjauan langsung ke lokasi longsor terparah di Kabupaten Pekalongan yaitu Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, pada Rabu (22/1/2025) pagi.
Dalam kesempatan tersebut Wamensos Agus menanyakan kondisi korban yang sudah dirawat selama empat sampai hari Sabtu (25/01) dan memberikan santunan uang sejumlah lima juta rupiah berserta paket sembako. "Kehadiran kami ke sini untuk membesuk korban bencana tanah longsor petungkriyono yang dirawat di rumah sakit. Pada hari ini (Sabtu : Red) kami memberikan santunan kepada korban yang dirawat masing-masing lima juta rupiah dan juga paket sembako," tutur Agus Jabo Priyono kepada awak media.
Sebelumnya kemensos juga telah berkontribusi dalam memberikan bantuan kebutuhan darurat kemudian mendirikan dapur umum, sembako dan kebutuhan darurat lain. Setelah selesai menjenguk korban bencana tanah longsor di RSUD Kajen, rombongan Wamensos melanjutkan perjalanan menuju Petungkriyono untuk melihat kondisi terkini sekaligus akan memberikan santuan kepada ahli waris dari korban bencana yang meninggal dunia akibat tanah longsor Petungkriyono.
Salah satu korban selamat yang masih mendapat perawatan di RSUD Kajen Wasis Efendi berterima kasih kepada kementerian sosial atas bantuan yang diberikan, karena akibat bencana kemarin dirinya telah kehilangan harta benda sehingga dengan adanya bantuan ini bisa lebih meringankan. "Alhamdulillah saya bersyukur mendapat bantuan ini karena saya sudah kehilangan motor, desa saya terisolir dan alhamdulillah saya masih diberi keselamatan sampai terima kasih kemensos atas bantuannya," Ucap Wasis saat ditemui di ruang pemulihan RSUD Kajen.
Wasis juga menambahkan saat ini kondisinya sudah mulai membaik dan sedang dalam tahap pemulihan. Untuk terkait perawatan dan pengobatan korban bencana tanah longsor Petungkriyono, Kamis (23/01) kemarin juga telah disampaikan Bupati Fadia Arafiq semuanya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sampai sembuh.
Kamis, 30 Januari 2025
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo, Serta Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq kunjungi warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan. Agenda tersebut dibarengi dengan menyalurkan logistik bahan pangan kebencanaan kepada masyarakat pascabanjir.
Disampaikan Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Terdapat tiga titik posko penyaluran bahan pangan, meliputi di Gedung Kopindo, Balai Kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa, dan Balai Desa Pesanggrahan Kecamatan Wonokerto. “Jadi kami kolaborasi menyalurkan bahan pangan untuk saudara kita yang terdampak banjir di Pekalongan. Dari Pemprov Jateng bawa beras 10 ton, dengan beberapa kali pengiriman,” jelas Menko Pangan.
Ditambahkan, Ada juga bantuan pangan dari Bapanas sebanyak 200 paket sembako, Perum Bulog dengan 10 ton beras, mie instan 500 boks, dan biskuit 500 boks. “Jadi kita gotong royong, ada telur juga dari asosiasi (mitra usaha pangan), minyak goreng, beras, gula, dan lainnya” kata dia.
Zulkifli menerangkan, penyaluran itu sebagai bentuk kepedulian kepada korban. Bahan pangan itu dilakukan melalui kolaborasi antara Kemenko Pangan, Pemprov Jateng, Bapanas, sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), serta mitra pelaku pangan dari sejumlah wilayah.
Sementara itu, Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana menyatakan, bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di wilayahnya, menjadi tanggung jawab bersama untuk mengatasinya. Pihaknya terus melakukan langkah-langkah penanganan bencana di berbagai daerah. “Karena dari awal kami sudah koordinasi, setiap ada kejadian tanggul yang jebol, akan sangat berdampak bagi masyarakat,” ucap Nana, beberapa waktu lalu.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayahnya untuk tanggap terhadap bencana. Cuaca ekstrem telah menyebabkan sejumlah wilayah di Jateng dilanda bencana.
Kamis, 30 Januari 2025
Sebanyak 1000 Paket sembako diterima Sekda Yulian Akbar secara simbolis, acara berlangsung di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Puluhan warga terdampak bencana juga turut dihadirkan guna menerima bantuan secara simbolis dari Pemerintah.
Disampaikan Sekda Yulian Akbar, Pihaknya sangat berterimakasih kepada Pemerintah atas bantuan yang disalurkan dari Wakil Presiden Republik Indonesia. Kabupaten Pekalongan saat ini terus melakukan Langkah optimal dalam penanganan musibah longsor didaerah atas dan juga banjir diwilayah bawah. “Dengan adanya bantuan paket sembako dari Bapak Wakil Presiden ini, harapanya dapat meringankan kebutuhan logistik warga terdampak, baik musibah longsor di daerah Petungkriyono, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang ataupun banjir diwilayah kecamatan Doro, Kedungwuni, Wonopringgo, Wiradesa, Wonokerto dan Tirto,” terangnya.
Dalam kesempatan tersebut perwakilan Sekertariat Wakil Presiden, Mustagfirin menyampaikan, turut prihatin akan musibah yang terjadi dan menimpa warga Kabupaten Pekalongan. Selain Kabupaten Pekalongan, bantuan yang sama juga disalurkan untuk korban bencana alam di kabupaten Grobokan dan Demak. “Di jawa tengah ada tida daerah yang saat ini tertima bencana, yaitu Grobokan, Demak dan Kabupaten Pekalongan, harapanya bantuan ini bisa bermanfaat untuk warga terdampak musibah,” pungkasnya.
Kamis, 30 Januari 2025
Adapun jumlah Akta Kematian yang telah diterbitkan sebanyak 22, sesuai dengan jumlah korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi, terdiri dari warga Desa Kasimpar 7, Tlogopakis 2, Yosorejo 5, Tlogohendro 2, Gumelem 3, dan Songgodadi 2 orang yang seluruhnya merupakan warga Kecamatan Petungkriyono. Sementara 1 orang lagi warga Desa Tengeng Kulon Kecamatan Siwalan.
Dikatakan oleh Kepala Disdukcapil Kabupaten Pekalongan Ajid Suryo Pratondo, S.STP.,M.Si melalui Petugas Disdukcapil Teguh Riswanto, S.A.P yang stanby di posko Kecamatan Petungkriyono, bahwa dari 22 Akta Kematian tersebut, dua diantaranya pada Kamis (23/1/2024) telah diserahkan kepada pihak keluarga secara langsung. ‘’Untuk sisanya akan segera kami bagian secara langsung juga kepada pihak keluarga. Dan melihat kondisi di lokasi, kami sangat prihatin dengan para korban dan keluarga yang ditinggalkan,’’ ungkapnya.
Selain itu dalam kesempatan tersebut, Teguh juga mengatakan bahwa Disdukcapil Kabupaten Pekalongan juga membuka layanan penerbitan dokumen kependudukan lainnya yang hilang akibat bencana tanah longsor tesebut.
Ia juga menambahkan, bahwa saat ini ada 18 orang warga Kecamatan Petungkriyono yang mengajukan permohonan Kartu Keluarga pengganti yang hilang. ‘’Saat ini sudah ada 18 warga yang mengajukan permohonan KK pengganti yang hilang,’’ ucapnya.
Dan atas peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Petungkriyono tersebut, Ia mengungkapkan rasa prihatin dan mengajak seluruh masyarakat untuk saling membantu dan mendoakan saudara-saudara kita di Kecamatan Petungkriyono. ‘’Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhum/almarhumah husnul khotimah dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan,’’ pungkasnya.
Kamis, 30 Januari 2025
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap korban selamat yang sedang di rawat di RSUD Kajen. Menurutnya ‘’Saya sangat prihatin dengan kondisi semacam ini, dan saya sangat berharap bapak/ibu dapat segera sembuh baik secara fisik maupun psikologis, setelah mengalami musibah besar ini,’’. Ucapnya.
Dan untuk mempercepat proses pemulihan korban, Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menjamin perawatan yang baik untuk pemulihan korban. Sehingga korban dapat segera pulih. Dan hal tersebut menurutnya menjadi perhatian khusus pemerintah. ‘’Setelah mengalami musibah ini, selain fisik kondisi mental para korban juga pastinya terguncang. Untuk itu ini menjadi perhatian khusus peemrintah untuk menjadim perawatannya,’’.Ujarnya.
Selain itu dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia juga menuturkan bahwa total korban selamat yang dirawat di RSUD Kajen saat ini ada delapan orang dan satu orang sedang dioperasi karena dislokasi tulang di RS Banjarnegara. ‘’Saya terus berdoa dan berusaha semoga para korban bisa segera pulih,’’ tambahnya.
Dan untuk korban meninggal dituturkan Bupati Fadia hingga saat ini per tanggal 23 Januari 2025 sejumlah 21 orang dan masih ada beebrapa yang belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan. ‘’Kami akan terus melakukan proses pencarian korban yang hilang. Selain itu, kami juga akan memberikan bantuan kepada para korban yang terdampak,’’ tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga menghimbau masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk tetap waspada dan berhati-hati di musim penghujan saat ini. Dan diharapkan masyarakat dapat menjaga keluarganya masing-masing, jangan sampai lepas dari pantauan. ‘’Musim hujan saat in intensitasnya masih tinggi. Untuk itu saya berharap bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan baik itu yang berada di bagian atas maupun bawah, untuk tetap waspada dan berhati-hati,’’pesannya.
Jumat, 24 Januari 2025
Bupati Fadia bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan mendatangi Korban banjir yang masih mengungsi di Gedung Kopindo. Sejumlah warga yang masih mengungsi ada sebanyak 120 jiwa berasal dari Kelurahan Bener, Wiradesa dan Desa Pesanggrahan, Wonokerto. Bupati Hadir dengan memberikan bantuan berupa mie instan, Beras, minyak goreng, Susu, dan juga Telur.
Terkait kondisi banjir di Kabupaten Pekalongan, Bupati Fadia menyampaikan berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan sudah mulai menurun, kemudian kondisi banjir juga sudah mulai surut, kemungkinan 1-2 Hari diperkirakan pengungsi bisa kembali ke rumah. "berdasarkan laporan saat ini intensitas hujan juga sudah mulai menurun kemudian banjirnya juga sudah mulai surut, Insya Allah besok sudah bisa kembali ke rumah," tutur Fadia.
Beberapa hari yang lalu Lanjut Fadia, bahwa pihak Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga telah melakukan upaya dengan membuat tanggul darurat dengan dibantu personil TNI Angkatan laut, Kodim 0710/Pekalongan, dan Polres Pekalongan.
Namun untuk tanggul karena bersifat sementara sehingga terbuat dari karung yabg berisi pasir seharusnya akan lebih kuat jika diisi tanah. Namun karena musim hujan seperti sekarang ini untuk mencari tanah lebih sulit. Saat ini Pemkab Pekalongan masih berusaha untuk mencari ke daerah lain karen apabila tanggul tersebut tidak diatasi bisa berdampak ke 11 desa.
Jumat, 24 Januari 2025
Dalam kesempatan tersebut PJ Gubernur Jateng mengatakan bahwa Pemprov Jateng dengan Pemkab Pekalongan akan terus bersinergi mempercepat penanganan korban. Menurutnya, pemerintah pastikan proses penanganan serta pencarian korban hilang akan terus dilakukan oleh tim gabungan. ‘’Kami bersama Forkopimda Jateng dan Pemkab Pekalongan turut berduka cita atas terjadinya bencana longsor ini yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa. Proses pencarian korban yang masih hilang akan terus dilakukan,’’ jelasnya.
Dan atas nama Pemprov Jateng, Nana Sudjana mengucapkan rasa duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada para korban bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono dan keluarga yang ditinggalkan. ‘’Saya atas nama Pemprov jateng dan pribadi mengucapkan duka cita yang teramat dalam atas kejadian ini. Semoga untuk para korban yang masih selamat segera diberikan kesembuhan. Dan untuk korban yang meninggal, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,’’ ucapnya.
PJ Gubernur Nana Sudjana melanjutkan, adapun untuk korban jiwa yang meninggal per 22 Januari 2024 di Kecamatan Petungkriyono ada sejumlah 20 orang, dan korban yang masih hilang berjumlah tujuh orang. ‘’Saya berharap untuk korban yang masih hilang saat ini, untuk segera ditemukan. Dan sesuai komitmen kami, pemerintah dan tim gabungan akan terus melakukan pencarian,’’ terangnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Dr.Hj Fadia Arafiq, S.E.,M.M saat mendampingi PJ Gubernur Jateng menyampaikan hal senada atas komitmen bersama Pemprov Jateng dan Pemkab Pekalongan yang akan terus bersinergi melakukan pencarian korban hilang dan penanggulangan bencana di Kecamatan Petungkriyono akibat bencana longsor tersebut. ‘’Selaras yang dikatakan oleh Bapak PJ Gubernur, kami akan terus bersinergi melakukan pencarian,’’ ucapnya.
Bupati Fadia melanjutkan, adapun untuk langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Pemkab Pekalongan saat ini adalah mengevakuasi korban dan membersihkan material tanah longsor untuk membuka akses jalan. ‘’Adapun untuk proses mitigasi bencana, kami sudah menyampaikan melalui dinas terkait untuk menyampaikan kepada masyarakat yang tinggal di daerah atas untuk selalu waspada dan berhati-hati, mengingat intensitas hujan yang masih tinggi hingga saat ini,’’ pungkasnya.
Kamis, 23 Januari 2025
Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Pekalongan sedang dilanda bencana alam diberbagai titik lokasi, mulai dari daerah atas yang terkena bencana longsor dan daerah bawah yang terkena musibah banjir.
Ia mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Forkopimda sedang berfokus dalam penanganan korban bencana alam dan penanggulangan dampak bencana yang menimpa sebagian besar wilayah di Kabupaten Pekalongan. ‘’Saat ini Kabupaten Pekalongan sedang darurat bencana alam, untuk itu dalam acara yang sangat baik ini saya menghimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap meningkatkan kewaspadaan,’’ ungkapnya.
Bupati Fadia melanjutkan, adapun langkah-langkah yang sedang dilakukan oleh pemkab saat ini utamanya dalam pencarian korban longsor di Petungkriyono yang belum ditemukan adalah dengan terus melakukan pencarian hingga 14 hari kedepan, dengan meminta bantuan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan para relawan yang terlibat mengingat lokasi menuju ke Ptungkriyono yang masih sulit diakses karena banyak akses jalan yang terputus. ‘’Berbagai daya upaya akan kami lakukan untuk mencari korban yang belum ditemukan, yaitu warga kita di Kecamatan Petungkriyono,’’ ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia juga mengatakan bahwa dihari baik Peringatan Harlah NU Ke-104 para Kiai dan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat mendoakan saudara-saudara kita yang sedang terkena bencana alam baik itu tanah longsor dan banjir supaya mereka diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadai musibah ini. ‘’Saya berharap dengan doa parai kiai dan masyarakat, musibah ini cukup sampai disini saja, dan tidak berlanjut,’’terangnya.
Selain itu, Bupati Fadia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati di musim penghujan dengan intensitas yang tinggi saat ini. Menurutnya, saat hujan lebat jika tidak ada kepentingan yang sangat mendesak, untuk dikurangi mobilitas masyarakat di jalan. ‘’Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, harap tetap waspada dan kurangi mobilitas di jalan saat hujan. Untuk menjaga keselamatan kita bersama,’’ pungkasnya.
Kamis, 23 Januari 2025