KAJEN – Ratusan rumah di Desa Wringinagung Kecamatan Doro kini sudah bisa menikmati air bersih, hal itu lantaran telah selesainya pembangunan Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) "TIRTAYASA" di desa tersebut.
Adapun pelaksanaan tasyakuran dan peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, di Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Jum’at 13 September 2024.
Hadir bersama bupati yakni Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Para Kabag dari Setda Kab Pekalongan, Forkopimcam Doro, Kepala Desa Wringinagung, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan KPSPAM "TIRTAYASA" yang sebelumnya masih dalam tahap pembangunan saat kunjunganya sebelumnya. “Pamsimasnya sudah jadi. Sudah bisa dinikmati masyarakat. 160 rumah sudah terairi dan sudah dipasang alatnya. Nanti kalau ada yang membutuhkan lagi dari dukuh yang lainnya itu juga bisa dipikirkan juga,” ujar Fadia.
Kepada masyarakat, Bupati Fadia berpesan untuk menjaga fasilitas ini dengan baik agar manfaatnya bisa terus dirasakan masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa iuran yang dibayarkan warga untuk pengelolaan air bukan untuk pemerintah, tetapi untuk dikelola desa.
"Iurannya dibayar dengan benar, karena itu bukan untuk saya atau Pemerintah Kabupten Pekalongan tapi uangnya itu masuk ke desa. Kalau masuk ke desa nanti bisa dikelola uangnya. Terus kalau misalkan meningkat bagus bisa menjadi PAD-nya dari desa. Pendapatan desanya meningkat,” jelasnya.
Kemudian, Bupati Fadia juga menyampaikan bahwa dalam enam bulan ke depan akan ada pengecekan terhadap kualitas air. Jika ditemukan masalah, dinas terkait akan turun untuk memperbaiki dan memastikan air tetap sehat serta fasilitas tetap berfungsi. “Ini dipantau oleh pemerintah pusat dan dinas Kabupaten Pekalongan. Jadi, tolong dijaga dengan baik agar bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Fadia.
Kepala Desa Wringinagung, Bambang Sugiat, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Fadia dan DPU TARU Kabupaten Pekalongan yang telah merealisasikan harapan masyarakat sejak tahun 2021. "Alhamdulillah, sekarang harapan masyarakat sudah terwujud, airnya sudah jalan dengan baik dan kencang," ungkap Bambang.
Selasa, 17 September 2024
KAJEN – Berdasarkan data terbaru mengenai HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan tahun 2024, tercatat ada sebanyak 892 orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS. Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, memberikan sosialisasi tentang bahaya HIV/AIDS serta cara pencegahannya dalam kegiatan pembinaan yang digelar di Aula Lantai I Gedung PCNU Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/09/2024).
KAJEN – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan sukses menggelar Grand Final Lomba Ide Bisnis 2024 pada Rabu (11/09) di PKBM Ki Hajar Dewantara, Bojong, Pekalongan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda dalam menciptakan inovasi bisnis dan menjadi wirausahawan yang kompetitif.
KAJEN - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024, serta Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025 disampaikan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq dalam rapat paripurna yang berlangsung Rabu (11/09/2024) siang.
KAJEN – Bidang Kepemudaan Dinas olahraga, pemuda dan pariwisata Kabupaten pekalongan 7-8 September 2024 berhasil menyelenggarakan kegiatan jambore pemuda dengan total 6 lomba, yaitu Videografi, Sesorah Bahasa jawa dan Tari pada tanggal 7 lalu poster, speech contest dan menyanyi pada tanggal 8 di wisata Linggoasri.
KAJEN - Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 turun signifikan dibanding dengan tahun 2023.Pada tahun 2023 AKI di Kabupaten Pekalongan mencapai 34 kasus dan menempati peringkat ke dua se Jawa Tengah. Namun pada tahun 2024 sampai bulan September AKI di Kabupaten Pekalongan tercatat 11 kasus.
Bupati Fadia didampingi oleh Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Ruben Prabu Faza, Ketua Askab PSSI Kabupaten Pekalongan, Chandra Saputra, Camat Kedungwuni, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam pertandingan final mempertandingakan antara kesebelasan AKA Krompeng Talun melawan tim Garuda Doro. Dimana pertandingan berlangsung seru, pada awal babak kedua tim bermain seimbang dengan 1-1, namun menjelang menit-menit akhir AKA Krompeng berhasil menyarangkan dua gol untuk membawa timnya meraih juara pertama Salakbrojo Cup 1.
Seusai pertandingan, bupati mengundi doorprize bagi penontong yang beruntung, dengan hadiah berupa sepeda listrik yang didapatkan Musbihin warga Kecamatan Talun. Bupati juga menyerahkan bantuan kepada panitia pertandingan berupa uang tunai sebagai bentuk dukungan penyelenggaran turnamen.
Setelah itu, Bupati berkesempatan menyerahkan trophy dan hadiah kepada para juara. Klub Sepak bola Krompeng Talun berhasil keluar sebagai juara pertama dan menerima hadiah sebesar Rp 20 juta.
Sementara itu, Juara II mendapatkan hadiah Rp 15 juta, dan Juara III yang terdiri dari dua tim masing-masing memperoleh Rp 7 juta. Selain penghargaan untuk para juara, panitia juga memberikan hadiah bagi pemain dengan predikat Top Skor dan Pemain Terbaik, masing-masing menerima hadiah Rp 500 ribu.
Bupati Fadia menyampaikan apresiasi atas terlaksananya turnamen ini sebagai bentuk upaya memajukan dunia olahraga di Kabupaten Pekalongan. "Semoga melalui kegiatan ini, muncul bibit-bibit pesepakbola muda yang berbakat dari desa-desa di Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Dikatakan bupati dalam penyelenggaran kegiatan dirinya meminta kepada para penontong untuk menjaga kondusivitas agar pertandingan berjalan dengan baik.
Selasa, 17 September 2024
Kegiatan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Rektor ITSNU, Para Kepala OPD, Unsur Forkopimcam, dan diikuti peserta dari kalangan mahasiswa ITSNU Kabupaten Pekalongan.
Jumlah tersebut, lanjutnya merliputi 490 laki-laki dan 402 perempuan, yang tersebar di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak usia 0-14 tahun, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil, pekerja seks wanita, dan lain sebagainya.
Dalam kegiatan itu, Fadia mengatakan bahwa HIV/AIDS merupakan masalah serius yang harus dihadapi bersama. “HIV/AIDS ini tidak bisa kita anggap remeh. Saya sebagai ibunya warga Kabupaten Pekalongan merasa perlu memberikan sosialisasi ini, agar masyarakat memahami bahaya HIV/AIDS, bagaimana cara penularannya, dan juga pencegahannya,” kata Bupati Fadia.
Bupati Fadia menekankan bahwa data tersebut hanya mencakup kasus yang terdeteksi. Ia memperingatkan bahwa kasus yang tidak terlaporkan mungkin lebih banyak. “Yang tidak ketahuan pasti ada lagi,” tambahnya.
Dengan adanya sosialisasi ini, Bupati berharap dapat menambah pengetahuan serta kesadaran masyarakat, terutama di kalangan anak-anak dan remaja, yang kerap terpapar pergaulan bebas. “Mudah-mudahan dengan acara seperti ini, akhlak anak-anak kita semakin baik, dan kita bisa bersama-sama menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Bupati Fadia juga menambahkan bahwa setiap tahun jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan cenderung meningkat. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut memerangi penyebaran penyakit ini. “Mari kita perangi bersama. Kita kontrol rutin penderita HIV/AIDS agar tidak menularkan ke orang lain dan pastikan mereka mendapatkan pengobatan yang maksimal, apalagi pengobatan sudah gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak berobat,” tegasnya.
Selasa, 17 September 2024
Sebanyak 15 finalis baik dari ketogori pelajar dan umum terpilih mempresentasikan ide bisnis terbaik mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari berbagai kalangan, termasuk praktisi bisnis, akademisi, serta pejabat daerah. Inovasi yang ditampilkan sangat beragam, mulai dari produk kuliner hingga teknologi ramah lingkungan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, S.T., M.T melalui Kepala Bidang Kepemudaan Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Ari Lanang, berharap acara ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha para peserta. "Kami berharap startup-startup yang mengikuti lomba ini dapat terus berkembang dan berinovasi. Semoga melalui lomba ini, banyak reseller yang muncul, sehingga mampu menciptakan wirausaha-wirausaha baru. Dengan begitu, tingkat pengangguran di Kabupaten Pekalongan bisa berkurang, dan pemuda semakin berani berwirausaha," ujar Ari Lanang.
Salah satu finalis, Ikhwan dari Kesesi, yang membawakan ide bisnis Takoyaki Instan, optimis bahwa lomba ini akan membuka peluang baru bagi produknya untuk masuk ke pasar yang lebih luas. “Saya berharap produk Takoyaki Instan ini bisa didistribusikan lebih luas dan mencapai pasar yang lebih besar, sehingga dapat memperluas jaringan bisnis saya,” ujar Ikhwan.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh produk inovasi dari para finalis akan dipamerkan dalam kegiatan Car Free Day pada Minggu, 15 September 2024, di Kota Pekalongan. Masyarakat umum diundang untuk melihat langsung berbagai inovasi bisnis yang dipamerkan dan memberikan dukungan kepada wirausahawan muda Kabupaten Pekalongan.
Lomba Ide Bisnis 2024 ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor wirausaha. Dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha muda, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat terus meningkat dan semakin banyak lapangan kerja yang tercipta.
Jumat, 13 September 2024
Demikian disampaikan Bupati saat menghadiri acara Sidomulyo Bersholawat dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Khitanan Massal, dan Haul Massal Ke-19 yang gelar di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Kesesi, pada Rabu (11/09/2024).
Ia berharap acara tersebut memberikan kebaikan untuk seluruh masyarakat, "Peringatan Maulid Nabi adalah bentuk cinta kita kepada Rasulullah. Dengan mengingat hari kelahiran beliau, insya Allah, kita akan mendapatkan cinta dan barokah dari Rasulullah. Saya berdoa agar kita semua diberi anak-anak yang sholeh dan sholehah, kesehatan selalu, rezeki yang lancar, serta keberkahan dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam kehidupan, “Rasulullah ini tingkah lakunya selalu menjadi contoh kita semua. Tutur katanya, cara memimpinya, dan semuanya itu menjadi contoh yang baik yang mudah-mudahan bisa kita contohkan dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Bupati.
Bupati Fadia juga memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara Maulid Nabi yang meriah. Ia juga mengapresiasi keberhasilan khitanan massal yang dilaksanakan di Desa Sidomulyo. "Saya dengar bahwa khitan massalnya berjalan lancar, anak-anak senang, dan orang tua juga bahagia. Insya Allah, peringatan Maulid Nabi di Desa Sidomulyo ini membawa banyak manfaat dan kebahagiaan dan ini adalah barokah dari Rasulullah yang selalu menyertai kita," ujarnya.
Sementara itu, Perwakilan panitia, Akhwan, mengungkapkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sidomulyo merupakan kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. "Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sidomulyo selalu rutin diadakan setiap tahun. Tahun ini sebanyak 45 anak mengikuti khitanan massal. Semoga mereka kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan penerus bangsa," ujar Akhwan.
Acara ini menghadirkan pembicara Kyai Agus Jumhadi dari Semarang serta Jamiyah Sholawat Al Mahbubin Pekalongan dari Grub Hadirah se-Kecamatan Kesesi.
Jumat, 13 September 2024
Rapat Paripurna dihadiri Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan beserta Wakil Ketua, para Anggota DPRD, Perwakilan Forkompimda, Para Kepala OPD serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengatakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggap perlu untuk melakukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2024. Proses ini telah dimulai dengan penetapan Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024, penyusunan Perubahan Kebijakan Umum APBD (Perubahan KUA) Tahun 2024, serta Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) Tahun 2024 yang telah disepakati bersama pada tanggal 7 Agustus 2024. “bahwa perubahan APBD 2024 diperlukan untuk menyesuaikan dengan dinamika realisasi anggaran yang tercermin dalam Laporan Realisasi Semester Pertama APBD Tahun Anggaran 2024, serta perkembangan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat,” ungkap Bupati.
Bupati Fadia menambahkan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tahun 2024, terdapat beberapa kondisi riil yang dihadapi pemerintah daerah, termasuk kebijakan serta regulasi pemerintah terbaru. Salah satunya adalah alokasi Insentif Fiskal Tahun Anggaran 2024 untuk Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan Kelompok Kategori Kesejahteraan Masyarakat menurut Provinsi/Kabupaten/Kota, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 353 Tahun 2024 tanggal 1 September 2024. Insentif ini perlu diformulasikan dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024.
Secara umum, struktur Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024 meliputi pendapatan daerah yang direncanakan meningkat sebesar 4,20% dari APBD Penetapan Tahun Anggaran 2024, belanja daerah yang meningkat sebesar 6,84% dari APBD Penetapan Tahun Anggaran 2024, serta penerimaan pembiayaan yang meningkat sebesar kurang lebih 65 miliyar rupiah yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2023, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2023.
Sementara itu, untuk APBD Tahun Anggaran 2025, Bupati mengungkapkan bahwa pola anggaran yang digunakan berorientasi pada anggaran berbasis kinerja, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. “Penerapan pola anggaran yang berbasis kinerja tersebut dimaksudkan agar penggunaan APBD Tahun 2025 benar-benar dapat memenuhi indikator sasaran yang diharapkan sesuai fungsi belanja, yang nantinya dijadikan acuan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Daerah,” jelas Bupati.
Secara ringkas, struktur Rancangan APBD Tahun Anggaran 2025 meliputi pendapatan daerah yang direncanakan sebesar kurang lebih Rp 2.3 triliun rupiah, belanja daerah direncanakan sebesar kurang lebih 2.3 triliun rupiah dan pembiayaan daerah yang terdiri dari penerimaan pembiayaan yang direncanakan sebesar 10 miliyar rupiah yang bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA), serta pengeluaran pembiayaan yang direncanakan sebesar 10 miliyar rupiah yang dialokasikan untuk penyertaan modal.
Kamis, 12 September 2024
Demikian disampaikan bupati dalam sambutanya saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia "Tiara Kusuma" Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Brebes periode 2024-2029. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tiara Kusuma Provinsi Jawa Tengah, di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan, Rabu (11/09/2024) pagi.
Bupati juga menghimbau agar nanti Tiara Kusuma ini bisa berkoordinasi dengan para pengusaha-pengusaha salon yang ada di kabupaten Pekalongan, nanti bisa direkrut dan diajarkan anak-anak yang baru lulus SMA tapi juga mungkin tidak kuliah atau yang mencari lapangan kerja. “mungkin di sini kita bisa mengembangkan bakat-bakat anak Indonesia khususnya perempuan kabupaten Pekalongan. Saya akan lihat kalau Tiara Kusuma ini di kabupaten Pekalongan berkembang dengan baik pasti diperhatikan,” katanya.
Dirinya selaku Bupati Pekalongan akan men-support kegiatan yang berhubungan pemberdayaan wanita. Untuk itu Fadia meminta pengurus Tiara Kusuma untuk benar-benar serius untuk membina anak-anak sehingga pelatihan-pelatihan yang ada nanti membawa manfaat baik untuk perempuan khususnya di Kabupaten Pekalongan. “bapak ibu bisa mengembangkan Tiara Kusuma ini lebih besar lagi, ada juga pengusaha salon kecantikan ada dari make up pengantin dan lain lain,” pintanya.
Sementara itu, Perwakilan DPC Tiara Kusuma Kota Pekalongan Titik Kristanti dalam sambutanya menyampaikan visinya diantaranya menciptakan wadah yang nyaman untuk anggota agar bisa aktif dan memiliki rasa peduli kepada sesama dan juga organisasi secara menyeluruh. Serta misinya untuk meningkatkan program dan kualitas organisasi meningkatkan partisipasi dan keaktifan anggota menambah anggota baru dan memperkuat hubungan dan kerjasama dengan organisasi lain
“ kami yakin berkat kolaborasi dan dedikasi seluruh anggota kita dapat bersama-sama mewujudkan visi dan misi DPD Tiara Kusuma masing-masing untuk mencapai itu semua kami tidak bisa bekerja sendiri oleh karena itu kami mengajak seluruh mitra,” tuturnya.
Hal senada dikatakan DPD Tiara Kusuma Jawa Tengah Titiek Soeliestijani. Menurutnya para pengurus baru jangan puas di saat pelantikan, dan tidak melupakan tujuan untuk mendidik adik-adik terutama yang baru lulus sekolah yang bisa bekerja secara mandiri, menjadi tenaga-tenaga ahli kecantikan dan juga membuka lapangan kerja jadi baik pendidikan maupun bergandengan tangan dengan mitra’
“kami juga meminta kepada ibu Bupati langsung untuk support anggaran karena gerakan kami ini mendidik melatih dan memberikan lapangan kerja bagi generasi-generasi yang akan datang,” pintanya.
Kamis, 12 September 2024
Kepala Dinporapar Wahyu Kuncoro melihat langsung peserta yang mengikuti lomba dan mengemukakan kegembiraannya atas antusias peserta yang luar biasa. Sedangkan kriteria peserta yang mengikuti yaitu pemuda mulai dari umur 16 sampai 30 tahun.
Merespon dari antusias peserta dan agenda pemerintah daerah, wahyu kuncoro menuturkan bahwa tahun depan insyaallah akan dilaksanakan kembali jambore pemuda ini. “Insyaallah tahun depan akan kita laksanakan lagi karena ini merupakan agenda yang menjadi kebijakan pemerintah daerah dan juga ada dari pemerintah provinsi maupun nasional untuk menggali potensi pemuda di Indonesia. “
Kepala Bidang Kepemudaan Ari Lanang menambahkan bahwa ini merupakan ajang apresiasi kepada pemuda di Kabupaten Pekalongan dan berhasil menggaet dengan total 170 peserta dari semua lomba yang ada. “Saya yakin pemuda di kabupaten pekalongan punya potensi, bakat sehingga kami menyediakan wahana untuk apresiasi dan wahana untuk berekspresi untuk pemuda di kabupaten pekalongan. Saatnya untuk potensi-potensi yang ada untuk diapresiasi sehingga menjadi talenta muda yang memberikan manfaat,” tambahnya dalam wawancara langsung.
Kamis, 12 September 2024
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Infokes dr. Ryan Ardanaputra, Senin 9 September 2024 diruang kerjanya.
Dijelaskan dr. Ryan Dinas Kesehatan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan AKI serendah-rendahnya dengan berbagai program yang dijalankan sampai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). “AKI ini merupakan salah satu indikator kemajuan suatu daerah, jadi kita berupaya untuk menekan AKI serendah mungkin. Kami juga mengapresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan baik Bidan Desa, Bidan Puskesmas, Dokter Umum, Dokter spesialis Kandungan di wilayah Kabupaten Pekalongan yang ikut bersama menurunkan aki,” katanya.
Salah satu kegiatan yang dilakukan Dinkes, lanjutnya, yakni semua ibu hamil harus dilakukan screening dimulai dari FKTP tingkat 1. Dimana disetiap Puskemas di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ada USG atau ultrasonografi yang digunakan untuk memantau kondisi janin dari awal kehamilan.
“pemeriksaan ini sudah bisa masuk klaim BPJS,” tambahnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan monitoring, evaluasi dan pembinaan kepada seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) yang melaksanakan persalinan, baik yang ada kejadian ibu melahirkan meninggal ataupun tidak. Jika ada kejadian ibu melahirkan meninggal maka tim dari Dinkes akan melakukan monev baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit baik negeri maupun swasta.
“kita juga punya gerakan “ngemil rengginan’ atau ‘Ngluru Ibu Hamil Resiko Tinggi Nang Pekalongan’ dimana kita akan melakukan screening awal dengan mendatangkan dokter kandungan dan dokter anak langsung ke Puskesmas yang telah kita tentukan terutama kriteria resiko tinggi. Dan setelah itu, ibu melahirkan akan mendapat karu ucapan dari Bupati Pekalongan dengan tiga macam warna, warna merah berarti tidak boleh hamil lagi karena beresiko tinggi, warna kuning boleh hamil tapi dengan pengawasan ketat sedangkan warna hijau berarti kondisinya aman boleh hamil lagi dengan normal seperti biasa,” tambah dr. Ryan.
Selain itu, Pihaknya juga berencana untuk menerapkan di seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Pekalongan supaya tidak ada pasien yang hamil atau nifas diluar pengetahuan dokter kandungan. Yakni dengan mennayakan semua pasien rawat inap apakah mereka hamil atau nifas. Setelah itu apapun penyakitnya dokter kandungan harus tahu dia hamil atau tidak. “kedepan rencananya DInkes Kabupaten Pekalongan juga diminta menjadi nara sumber di Tingkat Provinsi karena berhasil menurunkan AKI dalam waktu yang singkat yakni dari 34 pada tahun 2023 menjadi 11 pada tahun 2024. Penurunan tersebut mendapat apresiasi dari Dinkes Jateng,” pungkasnya.
Kamis, 12 September 2024