KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri Halal bihalaL Paguyuban Gerakan Mantan Kepala Desa (GMKD) Ki Agung Cempaluk Kabupaten Pekalongan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan pada Selasa (07/05/2024).
Dalam sambutannya, Bupati dalam kesempatan mengucapkan permohonan maafnya karena sebagai kepala daerah pasti mempunyai salah kepada masyarakat dan dirinya mengatakan jika masih ada yang kurang akan diperbaiki lagi. “acara ini juga sebagai ajang silaturahmi, begitu GMKD ini mau mengadakan halal bihalal saya dengan senang hati dan membantu seadanya,” katanya.
Fadia juga mengajak kepada para mantan kepala desa untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat, meskipun sudah tidak lagi menjabat sebagai kepala desa. “bahwa usia dan status mantan kades tidak menghentikan peran serta para mantan kades untuk terus berkontribusi membantu masyarakat secara luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan bahwa para mantan kades dengan pengalamannya dan pengetahuannya dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat terutama di desa-desa yang membutuhkan pertolongan, dengan pemerintah maupun pihak terkait lainnya. "Saya harap kita tetap bisa membantu di desa kita masing-masing dengan cara kita masing-masing dan diri sendiri. Tetapi dengan jangan sampai membeda-bedakan yang akhirnya menyebabkan tidak kondusifnya desanya," terangnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban GMKD Kabupaten Pekalongan, Zaenal Abidin, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan para mantan Kades yang sudah mensukseskan acara ini. “Ke depan kita akan membentuk tiga korcam di setiap kecamatan dan akan melanjutkan proses untuk berbadan hukum,” tuturnya.
Rabu, 8 Mei 2024
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa Gerakan Pemuda Anshor merupakan anak muda yang hebat dan harus bisa merangkul semua warna yang ada di Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan Bupati saat memberikan sambutan ada acara Halal bihalal dan Harlah GP Anshor Ke 90 Kabupaten Pekalongan yang berlangsung di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa 7 Mei 2024.
KAJEN - Gedung kantor BPS Kabupaten Pekalongan yang baru yang berlokasi di kompleks perkantoran pemerintah Kabupaten Pekalongan di Kajen diresmikan, Rabu (24/04/2024). Peresmian dilakukan oleh Sestama BPS.
Sebelumnya, kantor BPS Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di Wiradesa mengalami musibah kebakaran pada tahun 2018. Kemudian, dilakukan serah terima hibah tanah di lokasi yang baru di Kajen dari pemerintah daerah ke BPS di tahun 2020. Pada tahun 2021 mulai dilakukan pembangunan talud pengurugan tanah ditambah dengan pagar keliling, dan selanjutnya pembangunan gedung dan sebagian landscape di tahun 2022.
KAJEN - Tradisi Syawalan kirab Megono Gunungan digelar hari, Rabu (17/04) di obyek wisata Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. kegiatan berlangsung meriah. Tradisi yang rutin digelar setelah sepekan Lebaran Idul Fitri ini diawali kirab Gunungan Megono dan Gunungan hasil bumi dari 19 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan, kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan acara Syawalan serta penampilan kesenian tradisional khas Kota Santri.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri secara langsung kegiatan Halal bi Halal Aisyiyah Kabupaten Pekalongan yang di laksanakan di SMK Muhammadiyah Bligo, Senin 15 April 2024.
Kegiatan yang mengambil tema ‘Perkuat Silaturahmi Tingkatkan Keharmonisan dan Kebersamaan untuk Mencerahkan Peradaban Semesta’ tersebut menghadirkan nara sumber dari Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, AIFM.
Dikatakan Fadia, bahwa apapun warnanya, semua warga Kabupaten Pekalongan adalah saudara kita, untuk itu, GP Anshor sebagai anak muda NU harus bisa merangkul semuanya. “NU di Kabupaten Pekalongan ada dimana-mana dan insyaAllah bisa merangkul semuanya,” terangnya.
Acara Halal bihalal dan Harlah GP Anshor Ke-90, menurut bupati merupakan salah satu acara yang hebat karena bisa membuat acara yang simpel namun bermakna. “Yang datang juga banyak, ini bukti antusias para kader GP Anshor sangat tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Anshor Kabupaten Pekalongan Sholahudin dalam sambutannya mengatakan, secara organisasi, usia 90 adalah usia matang dan salah satu gerakan pemuda Snshor untuk merawat, mengamankan dan mengembangkan Republik Indonesia. “Selain itu juga mengimplementasikan trilogy perjuangan NU yakni tashwirul afkar, nahdlatut tujjar, dan nahdlatul wathan,” tuturnya.
Rabu, 8 Mei 2024
Peresmian kantor BPS Kabupaten Pekalongan diselenggarakan di kantor BPS Kabupaten Pekalongan. Kegiatan dihadiri sejumlah pejabat meliputi Sestama BPS RI beserta Kepala Biro, Kepala Pusdiklat, Ketua STIS; Deputi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Sekretariat Kabinet RI beserta jajaran; Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah beserta jajaran Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan mewakili Bupati Pekalongan, Forkompimda Kabupaten Pekalongan dan OPD terkait di Lingkungan Pemkab Pekalongan.
Dalam sambutannya, Sestama BPS RI, Atqo Mardiyanto menyampaikan harapan dengan dibangunnya gedung baru dapat meningkatkan kenyamanan dan meningkatkan kinerja BPS Kabupaten Pekalongan. “Semoga dapat berguna bagi pemda, masyarakat Pekalongan khususnya, dan secara umum bermanfaat untuk bangsa dan negara”, imbuh Atqo.
Peresmian dilakukan dengan penandatanganan prasasti oleh Sestama BPS, kemudian membunyikan sirine sebagai tanda pembukaan tirai gedung, dilanjutkan dengan pemotongan rangkaian melati. Kemudian ditutup dengan office tour yang dipandu oleh Kepala BPS Kabupaten Pekalongan, Siti Mardiyah dan dilanjutkan ramah tamah.
Jumat, 26 April 2024
Upacara diikuti oleh para ASN di lingkungan sekda Kab. Pekalongan dan juga jajaran OPD di Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Sekda M. Yulian Akbar tekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat akan menimbulkan Komitmen, kerjasama, dan solidaritas antar masyarakat dan pemerintah.
Sekda juga menyatakan bahwa sinergi antara masyarakat dan juga pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam penyusunan Perda mengenai APBD pada akhirnya akan menimbulkan kepercayaan, toleransi, solidaritas, dan rasa memiliki dalam masyarakat.
“Dalam peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam konteks ekonomi hijau, Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan secara umum dihadapkan dengan tantangan dan hambatan dalam pembangunan daerah untuk mendorong program pembangunan nasional”, jelasnya.
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke XXVIII tahun 2024 kali ini mengusung tema “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat”.
Kamis, 25 April 2024
Konser berlangsung meriah dan warga tampak antusias menyaksikan penampilan artis asal Jawa Timur tersebut yang diiringi grup band lokal Fix Entertainment. Kegiatan diselenggarakan oleh Dinporapar Kabupaten Pekalongan dan Kantor Bea Cukai Tegal dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Acara dibuka Sekda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si, mewakili Bupati Pekalongan. Sekda dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Ini merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam upaya mencegah peredaran rokok illegal di wilayah Kota Santri.” tuturnya.
Yulian Akbar menyampaikan bahwa sosialisasi tatap muka yang dikemas dengan penampilan koser musik diharapkan dapat menarik masyarakat. “Dengan adanya Yeni Inka ini semoga saja dapat mendatangkan pengunjung banyak dan tujuan sosialisasi pemberantasan rokok illegal dapat tercapai,” imbuh sekda.
Kepala Kantor Bea Cukai Tegal, Yudiyarto meminta agar ketika masyarakat mengetahui atau menemukan rokok dengan pita palsu segera melaporkan ke kantor Bea Cukai terdekat atau ke Satpol PP.
Selanjutnya ia juga memberikan ciri rokok illegal yaitu rokok pita cukai palsu, rokok pita cukai berbeda, rokok pita cukai bekas dan rokok polos atau tanpa pita cukai.
Konser musik juga disaksikan Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, para kepala OPD terkait, pihak Biro ISDA Provinsi Jawa Tengah dan Bea Cukai Tegal serta masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
Selasa, 23 April 2024
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Forkopimda serta ribuan masyarakat Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya hadir untuk menyaksikan prosesi acara tersebut. Dalam sambutanya, Bupati Pekalongan menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan suatu hal yang Istimewa, karena tradisi syawalan ini merupakan tradisi turun temurun yang harus kita pertahankan. “Sebab, hari ini dari berbagai wilayah Kecamatan di Kabupaten Pekalongan menunjukkan hasil bumi,” ujar Fadia.
Menurutnya, acara hari ini niscaya akan membawa keberkahan dan patut dilestarikan. “Insyaallah, tahun depan Linggoasri akan lebih baik lagi dengan kepemimpinan berkelanjutan,” tambah bupati.
Bupati juga mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berpartisipasi, sehingga acara kali ini lancar baik, meriah dan lancar.
Sementara itu Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, mengungkapkan, bahwa pelaksanaan syawalan megono gunungan tersebut merupakan hasil kolaborasi semua pihak, khususnya masyarakat Linggo Asri yang telah meraih penghargaan nasional tingkat dua sebagai desa moderasi nasional. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, dan organisasi yang telah berpartisipasi dalam membantu kelancaran dan pengamanan acara ini," ungkapnya.
Dalam acara tersebut juga digelar lomba gunungan terbaik, dengan juara pertama gunungan hasil bumi diraih oleh Kecamatan Wiradesa dengan menampilkan ikon Kabupaten Pekalongan yaki replika Al-Qur’an raksasa yang berada di Alun-Alun Kajen. Sedang juara kedua dan ketiga diraih Kecamatan Talun dan Doro. Keluar sebagai juara favorit yakni Kecamatan Lebakbarang, gunungan terunik Kecamatan Bojong. Kecamatan Wonopringgo menjadi kecamatan yang terheboh, Kecamatan Tirto menjadi yang terkompak, Kecamatan Kedungwuni mendapat juara terinspiratif serta Kecamatan Kesesi menyabet kecamatan terkreatif.
Kamis, 18 April 2024
Ditemui usai acara, Bupati mengucapkan mohon maaf lahir batin kepada seluruh keluarga besar Muhammadiyah karena menurutnya sebagai seorang pemimpin pastinya punya kekurangan dan kesalahan. “semoga dengan kegiatan Halal Bi Halal ini bisa menghapus dosa kita semua dan semakin mempererat tali persaudaraan,” katanya.
Fadia berharap Muhammdiyah akan selalu berdampingan dengan pemerintah untuk membangun Kabupaten Pekalongan. “saya berharap Muhammadiyah selalu bersama dengan Pemerintah Kabupaten untuk Membangun Kota Santri,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan Rumainur menuturkan, dirinya mengaku senang karena kegiatan Halal Bi Halal kali ini dihadiri oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dan Forkompimda. “Alhamdulillah jumlah peserta sampai ribuan dan juga ada bazar yang diikuti sampai tingkat ranting,” terangnya.
Dirinya berharap dengan adanya kegiatan silaturahim ini, khususnya kepada pengurus Aisyiyah supaya meningkat ibadah dan ketawaan kepada Allah SWT dan menambah semangat dalam berkhidmah untuk mengantarkan warga Kabupaten Pekalongan khususnya kepada ibu Asiyiyah agar menjadi teladan di masyarakat.
Selasa, 16 April 2024
Dalam kegiatan tersebut hadir secara langsung Bupati Pekalongan Fadia Arafiq beserta suami Ashraf Abu, Forkompimda, para Kepala OPD, para camat, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ratusan masyarakat.
Dalam sambutannya bupati Fadia berharap dengan peringatan Nuzulul Quran ini bisa menambah ilmu, iman dan menambah takwa kepada Allah Swt. “semoga dengan Nuzulul Qur’an ini menambah ilmu yang baik, menjadikan kita lebih mencintai Al-Quran, senang membaca alquran, meningkatkan tahajud, dan di bulan puasa ini segala dosa kita bisa diampuni serta hajat kita yang belum terkabul dikabulkan oleh Allah Swt,” harapnya.
Bupati mengingatkan, bahwa menjelang lebaran, masyarakat agar bersiap menerima keluarga besar yang akan datang dari luar kota, dan dirinya meminta agar mereka dapat di sambut dengan senyum dan disapa dengan ramah. “sehingga Kabupaten Pekalongan yang terkenal dengan kondusifnya bisa kita pertahankan,” lanjut Fadia.
Selain itu, jelang hari raya juga dirinya meminta agar kejahatan juga diperhatikan, serta pada saat malam takbiran yang biasanya dirayakan dengan suka cita dan bahagia agar tetap dijaga kerapiannya. “jangan main petasan yang membahayakan diri dan masyarakat, dan juga anak-anak dijaga dan dipantau jangan sampai terlepas dan merugikan diri dan orang lain,” pintanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mensosialisasikan beberapa program Pemkab Pekalongan, seperti layanan kesehatan gratis dengan cukup menggunakan KTP yang bisa digunakan oleh seluruh masyarakat kabupaten pekalongan.
Sementara itu, Habib Ahmad Alhabsy dalam tausiyahnya mengatakan bahwa dalam peringatan Nuzulul Quran ini ada dua PR besar yang menjadi tugas kita bersama yakni, mengAlqur’ankan masyarakat dan memasyarakatkan Al-Quran. “mengAlqur’ankan masyarakat berarti berjuang mulai dirimu serta mengajak keluarga serta masyarakat untuk berakhlak seperti Al-Quran sedang memasyarakatkan Al-Quran yakni suara Al-Quran tidak hanya diperdengarkan di masjid dan tempat tertentu saja akan tetapi juga dibaca dirumah, dikantor dan tempat lainnya sehingga insya Allah nanti Kabupaten Pekalongan akan berkah,” terangnya.
Rabu, 3 April 2024
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan beserta asisten, Pimpinan SKPD dilingkup Pemkab Pekalongan pada Senin 1 April 2024 di Aula Kecamatan Wonopringgo.
Dalam kesempatan tersebut, Arif Prasetyo Adi menyampaikan pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP sebesar Rp 10.900 per kilogram, sebagai upaya untuk mengatasi gejolak harga. Pihaknya juga mengingatkan agar pedagang menaati aturan ini demi meringankan beban masyarakat
“pentingnya bersinergi antara Bapanas dengan para stakeholder pangan terkait dalam pelaksanaan GPM hingga tanggal 9 April mendatang. Diharapkan semua masyarakat di Indonesia dapat mempersiapkan lebaran dengan baik melalui akses terhadap bahan pokok yang terjangkau,” katanya.
Pj Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana dalam acara tersebut menyambut baik kegiatan apel ini, dirinya menegaskan bahwa apel ini untuk meningkatkan ketersediaan bahan pangan serta masyarakat mampu membeli dengan harga terjangkau terutama menjelang Idul Fitri.
“apalagi menjelang hari raya banyak pemudik yang datang, belanja yang cukup dan tidak berlebihan. Kami pemerintah menjamin ketersediaan pangan,” himbaunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan Ari Lailani menuturkan untuk Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kota Santri dilaksanakan di 10 titik yang ditujukan untun membantu masyarakat menyediakan bahan pangan yang murah dan terjangkau dengan bekerjasama dengan Bulog.
“kita sudah mengadakan 8 titik termasuk hari ini di Kecamatan Wonopringgo, tinggal nanti tanggal 2 di Tirto dan tanggal 5 di Doro. Rata-rata kita sediakan 500 paket yang dijual dengan harga 85 ribu rupiah yang terdiri dari beras 5 Kg, gula pasir 1 Kg dan minyak goring 1 liter,” ujarnya.
Dirinya menambahkan, meski harga sembako terutama beras yang sudah turun dari yang sebelumnya mencapai 17 ribu per kilogram. Namun masyarakat tetap antusias menyerbu GPM yang digelar pemkab.
“kita berharap masyarakat jangan risau, ketersedian pangan terutama beras dan kebutuhan pokok aman sampai lebaran. Dan jangan sampai ada buying atau pembelian berlebihan,” pungkasnya.
Rabu, 3 April 2024