KAJEN –Dua madrasah di Kabupaten Pekalongan yakni MAN Kabupaten Pekalongan di Kecamatan Kedungwuni dan MA NU Karangdadap di Kecamatan Karangdadap dideklarasikan sebagai madrasah ramah anak.
Deklarasi dilakukan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq pada saat kegiatan acara "Sapa Bupati" yang dihadiri oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, didampingi sang suami Ashraff Abu, dan jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Bupati dalam sambutannya pada acara tersebut memberikan peringatan serius kepada para siswa madrasah terutama siswi perempuan mengenai risiko negatif penggunaan media sosial. Bupati menyampaikan pesan untuk berhati-hati dalam menjalani interaksi di dunia maya. “era digital saat ini tidak hanya membawa kemudahan dalam berkomunikasi, namun juga membawa dampak negatif. Karenanya ibu mengingatkan para siswa bahwa meskipun media sosial dapat menjadi sarana positif untuk menjalin silaturahmi, namun juga dapat membawa risiko,” katanya, Rabu 17 Januari 2024.
Bupati juga menyoroti kejadian-kejadian negatif akibat berkenalan melalui media sosial, seperti pelecehan terhadap perempuan dan pencurian harta benda. Oleh karenanya, Bupati mengingatkan para siswa perlunya menjaga diri, tidak hanya secara virtual tetapi juga saat bertemu dengan orang yang dikenal melalui media sosial.
"Anak-anak perempuan, saya meminta kalian untuk berhati-hati. Jangan sampai janjian di media sosial berujung pada bahaya. Jaga diri dengan baik, pertahankan nama baik keluarga dan sekolah," tegas Bupati.
Sementara itu kepada siswa laki-laki, Bupati mengajak mereka untuk tidak terjerumus dalam hal-hal negatif, seperti menjadi kurir narkoba. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dengan orang tua dan menjadikan guru sebagai sahabat yang dapat memberikan masukan positif.
“saya juga mengingatkan para siswa untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan, terutama menjelang musim pemilu. Ia menekankan pentingnya mendukung pilihan masing-masing dengan menjunjung tinggi sikap toleransi dan saling menghormati,” ujarnya
Jumat, 19 Januari 2024
KAJEN - Hasil pertanian buah di Kabupaten Pekalongan, ternyata punya potensi untuk masuk ke pasar Internasional. Salah satu potensi tersebut adalah buah durian yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Pekalongan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menutup acara Festival Durian Kabupaten Pekalongan, Minggu 14 Januari 2024 malam di Alun-Alun Kajen. "Saya beberapa waktu yang lalu datang ke Malaysia dan Singapura ternyata durian ada Kabupaten Pekalongan yang dijual disana, dan dibeberapa negara lain," tuturnya.
DORO - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka Festival Durian Doro , Sabtu, 13 Januari 2024. Festival Durian Doro yang baru kali pertama digelar ini akan dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Doro.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtharuddin Ashraff Abu yang juga suami Bupati Pekalongan, para Kepala OPD, Forkompimcam Doro, para petani durian dan juga pengunjung festival durian.
SEMARANG - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai Kabupaten/ Kota Peduli HAM tahun 2023
Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana untuk Peringati Hari HAM se-dunia ke -75 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (28/12/2023).
KAJEN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Paripurna untuk mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan Nomor 4 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Rabu (27/12/2023) pagi. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq hadir dan memberikan sambutan usai disahkannya Raperda tersebut.
Selain menyerahkan sertifikat halal, juga diserahkan bantuan stimulus modal usaha untuk 550 UMKM dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Pekalongan.
Program sertifikat halal difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tersebut merupakan akselerasi capaian sertifikasi produk halal dimana per tanggal 17 Oktober 2024 semua produk makanan, minuman, jasa penyembelihan dan bahan tambahan pangan harus sudah bersertifikat halal.
Dalam sambutannya Bupati mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Kementerian Agama yang telah menginisiasi pemberian Sertifikat Halal bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan “kepada seluruh UMKM Kabupaten Pekalongan yang hari ini menerima sertifikasi halal agar amanah dalam mengelola usahanya, karena sertifikasi halal yang diberikan mengandung tanggungjawab yang besar kepada Allah dan kepada masyarakat sehingga harus dijaga dengan sungguh – sungguh, agar kepercayaan konsumen terjaga dan usahanya tambah lancar dan berkembang,’ ungkapnya.
Fadia juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan Kemenag dan BAZNAS Kabupaten Pekalongan agar setiap tahun dapat memberikan bantuan yang lebih baik dan dengan jenis usaha yang lebih beragam lagi kepada masyarakat, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat tersentuh bantuan usaha dari BAZNAS. “Alhamdulillah para pelaku usaha mendapatkan sertifikasi halal dan bantuan modal, Maturnuwun Kemenag karena membantu Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan memberikan masyarakat kami yang sedang berusaha, yang sedang mencari nafkah, sedang mencari rezeki dengan sertifikasi halal,” ungkap Fadia.
Sementara itu, Kepala Kankemenag Kabupaten Pekalongan, Imam Tobroni dalam sambutannya menyatakan pelaksanaan sertifikasi halal menjadi prioritas nasional yang memerlukan kolaborasi dan sinergi BPJH Kemenag beserta seluruh pemangku kepentingan, sesuai dengan PP no 39 tahun 2021 tentang penyelenggaraan jaminan produk halal. “acara hari ini merupakan implementasi dari UU No. 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal serta sebagai upaya mendukung Indonesia yang berpotensi menjadi pusat industri halal dunia di tahun 2024,” paparnya
Diungkapkan Tobroni bahwa saat ini sudah ada 3000 pelaku halal tersertifikasi di Kabupaten Pekalongan. “kami berharap lebih kurang 30 ribu UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan pada 17 Oktober 2024 sudah semuanya memiliki sertifikat halal, untuk itu kami mohon dukungan dari Ibu Bupati dan Pemkab Pekalongan,” pungkas Tobroni.
Jumat, 19 Januari 2024
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Ibu Hj. Fadia Arafiq didampingi suami selaku Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan H. Muhtaruddin Ashraff Abu. Dan juga dihadiri Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan beserta seluruh Kepala Perangkat Daerah.
Pada pagi harinya, Festival Durian dibuka dengan kirab gunungan dari 19 kecamatan, lomba durian unggul dan disediakan 2000 durian gratis bagi para pengunjung. Pada malam harinya diserahkan penghargaan bagi pemenang lomba dan dimeriahkan oleh Grup Musik NGATMOMBILUNG.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, pada malam ini Pemkab telah menyelesaikan rangkaian kegiatan Festival Durian Kabupaten Pekalongan 2024 yang pada pagi harinya ada kirab gunungan dan durian gratis.
"kita adakan kirab ini setiap tahun, dan tahun ini kita sediakan durian gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Karena memang rebutan jadi tidak semuanya dapat. Kita doakan orang yang mendapat durian mendapatkan berkah dan yang belum dapat berarti belum rejekinya. InsyaAllah durian gratisnya akan kita tambah lagi dan kegiatan kedepan lebih baik lagi," katanya.
Dijelaskan Fadia, bahwa setiap tahun acara Festival Durian selalu diadakan dan tahun lalu diselenggarakan di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar dengan berbayar. Dan tahun ini diadakan di Alun-Alun dengan gratis untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. "masyarakat antusias untuk menghadiri festival kali ini, bahkan jumlahnya puluhan ribu orang ada yang dari Kendal, Jakarta dan lainnya. Memang ada sedikit rebutan namun tidak sampai memakan korban yang menakutkan, itu berkat doa dari seluruh warga Kota Santri" paparnya.
semoga kedepan, tambah bupati, petani durian bisa mendapatkan hasil yang maksimal, panen yang melimpah ruah dan durian kita bisa dikenal tidak hanya nasional bahkan sampai internasional. “dengan festival durian ini petani menjadi lebih semangat untuk meningkatkan hasil pertanianya," harapnya.
Dari hasil lomba gunungan kecamatan, keluar sebagai juara 1 Kecamatan Kandangserang, juara 2 Kecamatan Lebakbarang dan Juara 3 diraih Kecamatan Doro. Sedangkan Kecamatan Talun sebagai juara terkompak, juara terheboh Kecamatan Paninggaran, serta juara terunik dari Kecamatan Karanganyar.
Sedangkan untuk lomba durian unggul juara 1 diraih Durian Tukul Arwana, atas nama Taryali dari Desa Lolong, Juara 2 Durian Ratusari, atas nama Mustofa, dari Desa Pedawang dan juara 3 yakni Durian Rahayu, atas nama Istiqomah, dari Desa Pedawang serta untuk juara favorit diraih Durian Grunggang, milik Sahuri, dari Desa Pungangan.
Senin, 15 Januari 2024
Dalam sambutannya Bupati Fadia mengatakan bahwa kegiatan di Kecamatan Doro ini merupakan kegiatan yang luar biasa dengan mengadakan festival durian yang diikuti oleh para petani durian se Kecamatan Doro. Selain bisa meningkatkan UMKM juga bisa memberikan kesejahteraa bagi petani durian. “festival ini bagus dan semoga kedepan bisa lebih meriah lagi, dan saya minta Pemkab bisa membantu agar acara bisa lebih meriah lagi dan tidak hanya melibatkan petani dari Doro saja akan tetapi juga dari daerah lain,” katanya,
Dijelaskan Fadia, bahwa di Alun-Alun Kajen pada, Minggu 14 Januari juga akan mengadakan festival durian yang lebih besar yang akan dimulai dari jam 08.00 pagi hingga malam dengan menghadirkan artis untuk memeriahkan acara. “saya sangat mendukung petani durian, hal itu agar durian Kabupaten Pekalongan menjadi terkenal tidak hanya bagi warga lokal saja tetapi sampai ke daerah lain bahkan sampai ke internasional,” terangnya.
Bupati menambahkan, untuk soal rasa, durian Kabupaten Pekalongan mempunyai rasa yang enak, tinggal bagaimana cara mempromosikan durian biar lebih terkenal dan Kabupaten Pekalongan mempunyai durian yang tidak kalah dari daerah lain. “durian kita bisa dinamai supaya menjadi terkenal, saya pencinta durian dan kalau sudah mencicipi durian Kabupaten Pekalongan tidak akan kelain hati. Tamu-tamu pejabat juga saya suguhi durian, agar mereka bisa merasakan enaknya durian lokal dan juga untuk mempromosikan durian kita,” ujarnya.
Untuk menunjang infrastruktur bagi petani durian, lanjut bupati, pada tahun 2024 ini akan dibangun jalan Dororejo-Rogoseko dengan anggaran 2,5 milyar yang merupakan jalur petani durian. “itu setelah saya cek jalannya rusak, semoga dengan pembangunan jalan itu bisa memudahkan orang-orang untuk menjangkau ke tempatnya langsung. Karena sesuatu itu menarik jika dapat makan langsung ditempat dengan ditunjang jalan yang bagus. Semoga ditahun 2024 ini petani durian dapat lebih sejahtera,” harapnya.
Sementara itu Panitia Festival Durian Doro, Slamet Alimin menuturkan, Festival Durian Doro akan dibagi dalam dua agenda. Hari pertama, kata dia, tanggal 13 Januari 2024 untuk lomba kontes durian unggulan Doro, bazar durian, dan bazar kuliner serta UMKM. Pada hari kedua, akan ada kirab gunungan durian dari seluruh desa atau 14 desa di Kecamatan Doro dan hiburan.
“terimakasih kepada Bupati Pekalongan yang sudah hadir dan membuka kegiatan ini dan semoga bisa meningkatkan perekonomian di Kecamatan Doro, khususnya bagi UMKM dan petani durian di kecamatan ini,” tutur Slamet Alimin yang juga menjabat sebagai Kades Dororejo
Senin, 15 Januari 2024
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Bupati didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan serta Kepala Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan.
Selain meresmikan Gedung baru, Bupati Fadia juga membuka Seminar Peningkatan Budaya Literasi yang digelar di halaman Gedung Perpusda.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan mengaku bahagia karena Kota Santri memiliki gedung perpustakaan yang baru dengan tampilan yang cantik dan bagus. Selain itu gedung tersebut juga ramah disabilitas dan mempunyai tempat bermain. “Nantinya saya berharap perpusda dapat bekerjasama dengan Dinas Pendidikan agar bisa membawa anak-anak dari TK hingga Tingkat SMA untuk bisa datang kesini, sehingga perpustakaan ini bisa ramai dan bermanfaat,” ujarnya.
Fadia menambahkan, jika diluar negeri, perpustkaan menjadi tempat yang ramai dan banyak orang yang duduk disitu untuk belajar. Sehingga dirinya berharap di Kabupaten Pekalongan juga bisa seperti itu. “buku untuk anak-anak dan buku perkuliahan agar bisa diperbanyak koleksinya sehingga anak-anak bisa belajar disini. Semoga Gedung ini bisa membawa manfaat, karena jika anak kita pintar-pintar maka Kabupaten Pekalongan akan menjadi cerdas dan hebat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan Suprayitno menambahkan, perluasan gedung baru ini menelan biaya sekitar 5,2 milyar yang bersumber dari DAK. Dengan rincian 4,5 milyar untuk Pembangunan fisik, 500 juta untuk perlengkapan dan 200 juta untuk pengadaan buku. “Gedung ini dibuat futuristic dengan memadukan budaya dan kearifan lokal, ada gunungan dan motif batik yang merupakan ciri khas Kabupaten Pekalongan dan juga ramah anak dan disabilitas serta free wifi,” terangnya.
Rabu, 10 Januari 2024
Tampak ribuan puluhan warga memadati Jalan Mandurorejo depan Alun-Alun Kajen untuk menyaksikan acara tersebut. Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq juga meresmikan Monumen Al-Qur’an dan Taman Aloen-Aloen Kajen.
Tampak hadir, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan yang juga suami Bupati Pekalongan H. Ashraff Abu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun, Kapolres Perkalongan AKBP Wahyu Rohadi, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya, Sekda M. Yulian Akbar, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia mengucapkan Selamat Tahun Baru 2024 dan menyampaikan rasa syukur karena tahun 2023 sudah terlewati dengan baik dan selamat serta cita-cita banyak yang terkabul.
"Tahun 2024 ini kita berusaha apabila ada cita-cita yang belum terkabul, semoga Tahun 2024 menjadi tahun keberuntungan bagi kita, dan seluruh warga Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera, berlimpah rejeki dan diberikan anak soleh dan solehah,” ucapnya.
Dalam kesempatan malam pergantian tahun tersebut, bupati meresmikan Monumen Al-Qur’an dan Taman Aloen-Aloen Kajen. Menurutnya, Aloen-Aloen Kajen bukan hanya milik warga Kecamatan Kajen saja, akan tetapi milik seluruh warga Kabupaten Pekalongan tanpa terkecuali. “Selain itu juga ada lapangan futsal juga yang semua warga dapat mempergunakannya gratis tinggal daftar di Dinporapar,” ujarnya.
Dengan dibangunnya Alun-Alun kajen, bupati meminta kepada seluruh warga untuk menjaga dengan baik. Menurutnya, sekarang Kabupaten Pekalongan memiliki monumen kebanggaan yang menjadikan masyarakat dari Pekalongan dan sekitarnya berbondong-bondong untuk melihat ikon Kota Santri tersebut.
“Dengan adanya monumen dan taman ini semoga masyarakat yang berjulan tambah laris, semua UMKM lancar dan maju dan akhirnya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun dalam sambutannya mengharapkan agar dalam menyongsong tahun 2024, masyarakat dapat menggunakan momen untuk introspeksi untuk menjadi lebih baik dan semoga di tahun 2024 Kabupaten Pekalongan diberi keberkahan dan pembangunan berjalan lebih baik.
“Terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan seluruh elemen masyarakat yang sudah mendukung pembangunan di Kabupaten Pekalongan dan mari kita sambut tahun 2024 dengan berdoa agar diberi kesehatan dan keberkahan dan Kabupaten Pekalongan semakin sejahtera,” tuturnya.
Selasa, 2 Januari 2024
Penghargaan diterima langsung oleh Asisten III Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi S,Sos M.Si, mewakili Bupati Pekalongan Hj Fadia Arafiq SE MM.
"Untuk penilaian penghargaan ini dilihat berdasarkan pemenuhan aspek hak sipil, hak politik, serta hak ekonomi dan sosial budaya. Nilai yang diraih Kabupaten Pekalongan 87 dari 100 total nilai," terang Anis.
Pada acara tersebut, Disampaikan PJ Gubernur Jateng, Nana Sudjana, Penghargaan tahun ini dinilai istimewa dibanding tahun sebelumnya. Sebab, Jateng menjadi provinsi penerima penghargaan dengan jumlah kabupaten/kota terbanyak berpredikat peduli HAM.
Dari 35 kabupaten/ kota di Jateng, ada 34 kabupaten/ kota yang sudah memenuhi kepedulian terhadap HAM salah satunya Kabupaten Pekalongan.
" Yang mendapatkan penghargaan salah satunya, Kabupaten Pekalongan yang mendapatkan penghargaan 34 Kabupaten / Kota terbaik, ini terkait dengan pembinaan dan pengembangan P5 (penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan) HAM,” kata Nana usai menerima penghargaan.
Himbauannya, Kabupaten/ Kota yang sudah mendapatkan penghargaan ini akan terus berkomitmen meningkatkan prestasi yang sudah diraih, yaitu bekerja sama dengan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Jateng.
"Ke depan, kita harapkan agar masyarakat khususnya di Jateng dan umumnya di Indonesia, akan semakin memahami dan semakin melaksanakan HAM," harapnya.
Jumat, 29 Desember 2023
Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai respons terhadap perubahan regulasi di tingkat pusat, perlu dilakukan penyesuaian terhadap perangkat daerah, termasuk susunan, struktur organisasi, tata kerja, tugas, fungsi, dan nomenklatur Perangkat Daerah. “Dengan peningkatan tipe Perangkat Daerah, diharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, serta Dinas Kelautan Dan Perikanan dapat meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya untuk melayani masyarakat,” ujar Bupati.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data mendukung penentuan klasifikasi perangkat daerah, ada lima perangkat daerah yang perlu disesuaikan, antara lain, Dinas Kelautan dan Perikanan yang semula tipe C, berubah menjadi Dinas Perikanan dengan tipe B. Dinas Perhubungan yang semula tipe C, kini berubah menjadi tipe B. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian serta Pengembangan yang semula tipe A, berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah dengan tipe A. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan intensitas kecil berubah menjadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik dengan intensitas sedang dan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan klasifikasi B, kini berubah menjadi Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan klasifikasi A.
Fadia menjelaskan, perubahan nomenklatur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah tidak hanya berdampak pada nomenklatur, tetapi betul-betul menerapkan fungsi riset dan inovasi daerah sehingga dapat menerapkan tata kelola pengembangan ekosistem riset dan inovasi daerah dengan fokus pada sektor sosial dan produk unggulan daerah untuk meningkatkan kapasitas daya saing Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
‘saya memerintahkan kepada Sekretaris Daerah dan seluruh Perangkat Daerah terkait untuk melakukan sosialisasi kepada Masyarakat, menyusun regulasi teknis operasional berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta turut mendukung pelaksanaan Peraturan Daerah yang baru disetujui,” pintanya.
Kamis, 28 Desember 2023
Penghargaan ini diberikan karena Bupati Fadia dinilai mampu mengatasi 4500 anak putus sekolah untuk Kembali bersekolah melalui program KUDU SEKOLAH, Pemkab Pekalongan juga memberikan dukungan berupa seragam sekolah dari jenjang SD sampai SMP dan memberikan prioritas khusus kepada anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu.
Acara ini dilaksanakan di Hotel Gumaya Semarang (23/12) lalu. Penghargaan Satria Pendidikan diserahkan langsung oleh CEO Suara Merdeka Network, Kukrit Suryo Wicaksono.
“Alhamdulillah Pemkab Pekalongan melalui program KUDU SEKOLAH mala mini dalam acara Satria Leader Award 2023 Kabupaten Pekalongan mendapatkan penghargaan Satria Pendidikan” Ujar Fadia.
Harapan Bupati setelah mendapatkan penghargaan ini adalah agar menjadi motivasi untuk program ini agar senantiasa berjalan dan berkembang, agar tidak ada lagi warga Kabupaten Pekalongan yang putus sekolah. Hal ini untuk mendukung Kabupaten Pekalongan yang lebih baik dan terus maju kedepannya.
“Harapannya kita dapat mempertahankan penghargaan yang kita dapat ini dan kita harus memperluas lebih banyak lagi, mudah-mudahan tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Pekalongan yang putus sekolah” Ungkap Bupati Fadia.
Kamis, 28 Desember 2023