KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2025 yang digelar Polres Pekalongan. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan keselamatan masyarakat, menekan pelanggaran lalu lintas, serta mendorong tertib berkendara di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi atas langkah Polres Pekalongan yang bersinergi dengan TNI dan seluruh stakeholder daerah.
“Bupati Pekalongan, Ibu Fadia, dan tentu kita semua mengapresiasi langkah Polres, Pak Kapolres, dan Pak Dandim yang terus memberikan dukungan. Ini penting untuk keselamatan warga kita dalam berkendara serta meningkatkan ketertiban masyarakat secara umum,” ujarnya usai mengikuti Apel di Polres Pekalongan, Senin (17/11/2025).
Menurut Wabup, pelaksanaan operasi seperti ini juga dapat menekan kriminalitas dan gangguan kamtibmas. Selain itu, adanya dorongan bagi masyarakat untuk melengkapi surat-surat kendaraan juga memberikan dampak positif bagi pemerintah daerah.
“Ketika masyarakat melengkapi surat kendaraannya, potensi penerimaan pajak kendaraan bermotor juga meningkat. Kabupaten Pekalongan memperoleh keuntungan dari sistem bagi hasil pajak kendaraan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Pekalongan turut mendukung pelaksanaan operasi melalui penyiapan personel dari Linmas, Dishub, dan Satpol PP sesuai kebutuhan yang diminta Polres Pekalongan.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, mengimbau masyarakat agar tetap beraktivitas seperti biasa tanpa rasa khawatir selama operasi berlangsung.
“Pedagang di pasar, para pelajar, dan seluruh masyarakat tidak perlu takut atau enggan keluar rumah. Aktivitas berjalan seperti biasa. Yang penting patuhi aturan lalu lintas, lengkapi syarat berkendara, dan tingkatkan kesadaran berlalu lintas,” pesannya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, TNI, dan Polri, Operasi Zebra Candi 2025 diharapkan mampu menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih tertib, aman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Senin, 17 November 2025
PEKAJANGAN – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri sekaligus meresmikan Grand Opening Gedung C RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan, SLB Muhammadiyah Pekajangan, serta SD Muhammadiyah IV Pekajangan, pada Sabtu (15/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas kontribusi besar Muhammadiyah bagi pembangunan Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan secara resmi melepas 18 kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 yang akan berlangsung di Kabupaten Tegal, 10–14 November 2025. Prosesi pelepasan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (10/11/2025), dan dipimpin oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mewakili Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M.
KAJEN – Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025, tingkat Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Lapangan Belakang Setda, Kajen, pada Senin (10/11/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman menyampaikan bahwa momen Peringatan Hari Pahlawan harus dijadikan sebagai miotivasi, bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk tetap melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan dalam memajukan bangsa dan negara. “Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan dan terus jaga spirit perjuangan para pendiri bangsa melalui karya nyata sesuai profesi masing-masing,” jelasnya.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi bonus demografi melalui kegiatan Kemah Bhakti Saka 2025. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, di Lapangan Desa Brondong, Kecamatan Kesesi, dan diikuti oleh sembilan dari dua belas Saka yang ada di Kabupaten Pekalongan.
PANINGGARAN - Kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV tahun anggaran 2025 KODIM 0710 Pekalongan yang dilaksanakan di Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan yang berhasil mengaspal jalan sepanjang 895 meter dengan lebar tiga meter dan 201 meter dengan lebar yang sama yaitu tiga meter.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan berhasil menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan dalam aspek Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tahun 2025. Setelah menjalani proses visitasi dan verifikasi yang ketat dari Komisi Informasi (KI) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan dinyatakan berhak lolos ke tahap Uji Publik.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pencegahan korupsi dengan mengambil langkah strategis. Bertempat di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan pada rabu, 15 Oktober 2025, Pemkab melaksanakan persiapan untuk perluasan budaya integritas melalui pelatihan penyuluhan antikorupsi.
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (14/10/2025), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menegaskan bahwa keberadaan gedung baru RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan menjadi tambahan fasilitas kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat. Hal itu sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan gratis cukup menggunakan KTP, yang kini semakin kuat dengan dukungan berbagai rumah sakit, termasuk rumah sakit Muhammadiyah yang dinilainya cepat, responsif, dan memiliki pelayanan yang sangat baik.
“Saya sangat kagum melihat gedung baru ini. Rumah sakit Muhammadiyah selalu mendukung program pemerintah dan memberikan pelayanan luar biasa. Dengan banyaknya fasilitas kesehatan yang ada, saya yakin masyarakat tidak akan kesulitan mendapatkan pelayanan,” ujar Bupati.
Selain meresmikan rumah sakit, Bupati Fadia juga memberikan apresiasi atas hadirnya SLB Muhammadiyah Pekajangan yang kini menjadi alternatif pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sebelumnya masyarakat harus menuju Kota Pekalongan untuk mendapatkan layanan SLB, namun kini akses pendidikan tersebut menjadi lebih mudah.
"SLB ini sangat membantu masyarakat Kabupaten Pekalongan. Anak-anak kita sekarang bisa bersekolah lebih dekat dan lebih nyaman. Terima kasih kepada Muhammadiyah yang selalu peduli dengan dunia pendidikan,” tambahnya.
Tidak hanya SLB, peresmian SD Muhammadiyah IV Pekajangan turut menambah lengkap fasilitas pendidikan di wilayah tersebut. Bupati Fadia menyebut bahwa keberadaan sekolah-sekolah Muhammadiyah—mulai dari PAUD hingga universitas—membuktikan peran besar organisasi ini dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bupati Fadia juga menyinggung hubungan baik dan sinergi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan maupun sosial. Bahkan ia menyebut bahwa dalam berbagai pembangunan, Muhammadiyah selalu menjadi mitra yang cepat dan sigap memberikan bantuan.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan ucapan Selamat Milad ke-113 Muhammadiyah yang diperingati setiap 18 November. Beliau berharap Muhammadiyah semakin maju, semakin jaya, dan terus menjadi organisasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat terbantu dengan kontribusi Muhammadiyah. Semoga selalu jaya dan semakin bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera,” ungkapnya.
Di akhir acara, Bupati Fadia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kerja sama yang baik dengan Muhammadiyah. Ia juga mengapresiasi pelayanan RSI Muhammadiyah yang menurutnya sangat baik, bahkan sejak dirinya lahir hingga keluarganya mendapatkan perawatan di sana.
Peresmian ditandai dengan menekan tombol serta dilanjutkan peninjauan fasilitas Gedung C yang baru oleh Bupati bersama Ketua DPRD dan Forkomimda Kabupaten Pekalongan, para pimpinan Muhammadiyah, jajaran RSI PKU Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat Pekajangan.
Sabtu, 15 November 2025
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa pelepasan kontingen MTQ ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Nasional. Ia menegaskan bahwa perjuangan kafilah dalam ajang MTQ merupakan bentuk kontribusi nyata untuk membawa nama baik daerah, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya dan prestasi.
“Semangat perjuangan para pahlawan harus kita lanjutkan melalui karya terbaik dalam bidang masing-masing. Para kafilah hari ini berjuang bukan dengan senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan kemampuan dalam memuliakan Al-Qur’an. Bawalah nama baik Kabupaten Pekalongan dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri,” ujar Wakil Bupati.
Wabup juga menyampaikan pesan khusus dari Bupati Pekalongan kepada para peserta agar selalu menjaga kondisi fisik, mental, dan kekompakan tim selama mengikuti lomba. Ia menambahkan bahwa kemampuan teknis para peserta sudah baik, sehingga yang terpenting adalah menjaga kesiapan non-teknis seperti semangat, kekompakan, dan fokus selama bertanding.
“Secara teknis, insyaallah adik-adik sudah mumpuni. Yang perlu dijaga adalah kebersamaan, kesehatan, dan sikap percaya diri. Kami yakin kafilah Kabupaten Pekalongan mampu meraih hasil terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Pekalongan, Ajid Suryo Pratondo, S.STP., M.Si, melaporkan bahwa kontingen MTQ Kabupaten Pekalongan terdiri dari 18 peserta, didampingi pembimbing dan official, serta difasilitasi penuh oleh Pemerintah Daerah.
Para peserta akan mengikuti seluruh cabang lomba, dan selama berada di Kabupaten Tegal akan menginap di AS Hotel Tegal untuk mendukung konsentrasi dan kesiapan mental. Transportasi menuju lokasi lomba telah disiapkan menggunakan bus dari Pemkab Pekalongan, bersama tim pendamping dari Bagian Kesra.
“Pembinaan intensif telah dilaksanakan sebelumnya, termasuk karantina dan pendampingan teknik lomba. Kami berharap seluruh peserta dapat tampil dengan maksimal dan membawa hasil terbaik untuk Kabupaten Pekalongan,” terang Ajid.
Wakil Bupati menutup kegiatan dengan doa bersama dan pelepasan resmi kafilah, berharap seluruh rangkaian lomba berjalan lancar dan membawa keberkahan.
“Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, dan kemenangan. Amin,” ucapnya
Selasa, 11 November 2025
Upacara tersebut, diikuti oleh jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, para pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta unsur TNI-Polri. Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Bhakti Wiratama Kajen.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyinggung sejarah peristiwa 10 November 1945 yang tidak terlepas dari seruan Resolusi Jihad oleh Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, yang memicu perlawanan rakyat terhadap upaya kolonialisasi kembali oleh Belanda dan menjadi tonggak pembuktian bahwa Indonesia adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan bahwa perjuangan di masa kini bukan lagi perjuangan fisik, melainkan perjuangan dalam bentuk karya, tanggung jawab, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Khusus di Kabupaten Pekalongan, kita mendukung garis kebijakan pembangunan yang telah diarahkan oleh Ibu Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M. Inilah jihad kita sekarang dengan berjihad dalam kebaikan, berlomba memberikan manfaat, dan berjuang untuk kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Wabup juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk mengelola APBD secara akuntabel dan tepat sasaran.
“Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah APBD dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada satu rupiah pun yang boleh terbuang sia-sia,” tegasnya.
Wakil Bupati Pekalongan kembali menekankan bahwa seluruh masyarakat harus terus bergerak melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui karya dan pengabdian masing-masing.
“Seluruh komponen masyarakat harus bersatu padu mengisi pembangunan sesuai bidang dan profesinya. Semangat itu harus kita upayakan semaksimal mungkin sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan,” tuturnya.
Usai upacara, rombongan Forkopimda, TNI-Polri, dan peserta upacara melaksanakan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Bhakti Wiratama Kajen sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Senin, 10 November 2025
Kegiatan digelar Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan. Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro, selaku Mabisaka Pariwisata mengatakan bahwa Kemah Bhakti Saka menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan karakter dan kepemimpinan bagi anggota pramuka.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Kemah Bhakti Saka Kabupaten Pekalongan tahun 2025. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi bagi Saka-Saka yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Wahyu menjelaskan, kegiatan mencakup tiga agenda besar, yakni pembinaan generasi muda, lomba antar-Saka, dan kegiatan bakti sosial. Kegiatan pembinaan generasi muda digelar dengan pemberian materi “Bijak di Era Digital” oleh pemateri dari Saka Milenial Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, “Bijak Mengelola Sampah” oleh pemateri dari Saka Kalpataru Dinas Perkim LH, serta “Bahaya Narkoba dan Seks Bebas” oleh pemateri dari Saka Bhayangkara Polres Pekalongan.
“Ajang ini diinisiasi oleh Dinoporapar sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan. Program kerja kwartir sudah cukup padat, dan kegiatan ini juga sejalan dengan pembinaan terhadap generasi muda,” jelasnya.
Selain memperkuat rasa kebangsaan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Harapannya, apa yang mereka pahami bisa membumi, bisa mengakar di masyarakat. Makanya bentuk kegiatan bhakti di sini tidak ditetapkan sejak awal. Nanti akan dibahas bersama, kira-kira apa yang bisa dikontribusikan oleh pramuka untuk lingkungan sekitar,” tambah Wahyu.
Menurutnya, pembinaan terhadap pramuka penting untuk menyiapkan generasi muda menyongsong masa bonus demografi Indonesia.
“Pesan saya untuk adik-adikku pramuka, khususnya penegak, agar senantiasa meningkatkan Wawasan Kebangsaan dan Nasionalisme kita, karena kita akan punya bonus demografi. 2025–2045 nanti generasi yang ada sekarang akan menjadi pemegang amanat pembangunan bangsa. Untuk itu, siapkan diri,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Saka Wirakartika, Octavia menyebut kegiatan Kemah Bhakti Saka memberikan banyak manfaat dan pengalaman berharga.
“Kesan saya mengikuti Kemah Bhakti Saka ini sangat bermanfaat, karena kita bisa berbakti kepada masyarakat dan menumbuhkan rasa cinta terhadap alam, baik kepada sesama manusia maupun lingkungan sekitar,” katanya.
Ia juga berpesan agar semangat kebersamaan antar-pemuda terus dijaga. “Pesan saya untuk pemuda adalah agar selalu semangat, jangan mudah menyerah, dan yang paling penting, solidaritas antar sesama harus selalu dijaga,” tuturnya.
Minggu, 9 November 2025
Kegiatan TMMD di Desa Domiyang tersebut, telah resmi selesai dilaksanakan dan ditutup pada Kamis (6/11/2025) dengan dihadiri langsung oleh Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman., S.S., M.S., serta Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm. Ihalauw Garry Herlambang, S. Sos., yang bertindak sebagai inspektur upacara penutupan yang berlangsung di lapangan Desa Domiyang.
Disampaikan oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq semoga dengan adanya perbaikan jalan ini kegiatan masyarakat semakin lebih mudah dan lebih lancar seperti program utama dari Kabupaten Pekalongan yaitu "Dalane Alus Rejekine Mulus".
"Terima kasih kepada TNI, Polri, terima kasih kepada kepala Dinas terkait, terima kasih pak camat, dan pak kades, sebelum saya gunting pitanya saya mohon jalannya dijaga dengan baik nggeh. Lima belas tahun kan nggak diperbaiki, sekarang sudah diperbaiki sama Ibu Bupati dan wakil Bupati dibantu sama TNI dan Polri artinya Pemkab Pekalongan konsisten dengan Program Jalannya Alus insya Allah rejekine mulus," ucap Bupati Fadia saat meresmikan jalan di Desa Domiyang
Ditambahkan oleh Bupati Fadia bahwa PR jalan rusak itu masih banyak, sehingga pihaknya berharap agar jalannya dijaga dengan baik. Jadi harus bergantian, Tidak mungkin di Domiyang terus.
Disampaikan oleh Kepala Desa Domiyang Edy Mulyono bahwa untuk antusias masyarakat dengan adanya program TMMD ini masyarakat sangat senang karena bisa menikmati jalan yang mudah untuk dilalui. Perbaikan jalan ini juga termasuk penantian yang cukup lama.
"Kalau dari pemdes Domiyang dalam hal ini untuk antusias masyarakat luar biasa karena ini penantian yang cukup lama untuk warga masyarakat menghendaki adanya perbaikan. Dan jalan ini menjadi akses utama bagi masyarakat baik yang ingin bersekolah, ke pasar, dan juga bekerja, jalan tersebut juga sebagai jalan poros desa untuk Domiyang-Notogiwang," tandasnya.
Mila dan Tasya yang merupakan warga asli Desa Domiyang mengaku senang dengan adanya perbaikan jalan ini, karena sejak dirinya masih duduk di bangku SD hingga saat ini ia lulus SMA belum pernah ada perbaikan jalan, sehingga harus menanti kurang lebih 10 tahun untuk merasakan akses jalan yang nyaman dan mudah dilalui.
"Terima kasih Bupati Pekalongan dan Wakil Bupati Pekalongan, kemudian bapak TNI dan Polri semoga dengan adanya perbaikan jalan ini bisa bermanfaat bagi desa kami. Sudah hampir sepuluh tahun lebih dulu kami masih SD hingga sekarang kami sudah lulus SMA baru bisa merasakan kembali akses jalan yang lebih mudah," ucap keduanya sambil tersenyum bahagia.
Minggu, 9 November 2025
Agenda visitasi tersebut berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 21 Oktober 2025.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, H. M. Yulian Akbar, M.Si., menyambut baik capaian ini. Ia menyoroti progres positif yang telah diraih daerahnya.
"Alhamdulillah, Kabupaten Pekalongan ini berprogres. Kalau sebelumnya kita di tahun sebelumnya hanya sampai di level kedua, ini alhamdulillah kita sudah sampai ke tahap ketiga dan kita berharap betul hari ini teman-teman dari pelaksana PPID, para sekretaris dinas, dan kepala bagian bisa melakukan perbaikan untuk ke depan," ujar Sekda Yulian Akbar.
Ia menegaskan bahwa dengan kedatangan Komisi Informasi, Pemkab harus segera memperbaiki tata kelola informasi. Perbaikan harus menyeluruh, mencakup peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan substansi materi informasi, guna merespons derasnya tuntutan masyarakat akan keterbukaan.
Di tempat yang sama, Komisioner Bidang Kelembagaan dan Monetisasi KI Jawa Tengah, Erni Sri Hardiyanti, mengapresiasi komitmen Pemkab Pekalongan.
"Terima kasih untuk semuanya yang telah hadir, ini bukti komitmen tentang Keterbukaan Informasi Publik," kata Erni. Setelah mengecek dokumen dan presentasi, Komisi Informasi Jawa Tengah menyatakan bahwa hasil visitasi Pemkab Pekalongan memadai dan lolos ke tahap berikutnya.
Erni Sri Hardiyanti berpesan agar komitmen keterbukaan informasi ini tidak hanya terpusat di tingkat kabupaten, tetapi juga harus menyebar ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menekankan bahwa website dan media sosial harus digunakan sebaik-baiknya untuk memberikan informasi dan layanan publik, karena keterbukaan menjadi basis dan dasar dari tata pemerintah yang baik.
Rabu, 22 Oktober 2025
Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut terhadap hasil Rencana Aksi Penilaian Integritas yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Purwito, Ketua II Forum Komunikasi Anti Korupsi (FKA) Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan upaya mendasar untuk membangun budaya integritas di seluruh lini pemerintahan daerah.
"Sebagai upaya pemerintah kabupaten Pekalongan dalam membangun budaya integritas, dan sesuai dengan rencana aksi penilaian integritas yang dilaksanakan oleh KPK, Pemkab Pekalongan perlu melakukan perluasan budaya integritas melalui penyuluhan antikorupsi," ujar Purwito.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Pekalongan saat ini tengah menyiapkan para penyuluh anti korupsi. Sebanyak 40 peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikirimkan untuk mengikuti proses e-learning penyuluhan antikorupsi.
Purwito menekankan bahwa setiap OPD diwajibkan mengirimkan minimal satu perwakilan untuk mengikuti pelatihan ini. Hal ini memastikan bahwa upaya pencegahan korupsi dapat menyentuh seluruh unit kerja di lingkungan Pemkab Pekalongan.
"Kita menyiapkan penyuluh anti korupsi untuk mengikuti e-learning yang diikuti oleh 40 peserta. Untuk peserta dari setiap OPD mengirimkan minimal satu orang," tambahnya.
Harapan besar diletakkan pada para peserta pelatihan. Diharapkan setelah mengikuti e-learning, mereka dapat secara aktif menyebarluaskan dan mendokumentasikan nilai-nilai integritas di lingkungan kerja masing-masing.
"Harapannya bahwa di Kabupaten Pekalongan ini dapat disebarluaskan dan didokumentasikan nilai-nilai integritas sebagai upaya pencegahan korupsi di Kabupaten Pekalongan," tutup Purwito.
Program ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.
Jumat, 17 Oktober 2025
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta anggota DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, para asisten, staf ahli bupati, serta kepala OPD di lingkungan Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD atas saran, masukan, serta pandangan konstruktif yang disampaikan terhadap Raperda APBD 2026.
“Pemerintah daerah tentu akan terus berupaya melakukan kajian terhadap potensi pendapatan daerah, baik dari sektor pajak, retribusi, maupun peningkatan kinerja BPR. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak agar potensi PAD dapat terus diperkuat demi kemandirian fiskal daerah,” ujar Sukirman.
Lebih lanjut, ia menyampaikan sejumlah langkah strategis pemerintah daerah dalam menghadapi tahun anggaran 2026, antara lain, Menjaga ketahanan pangan daerah melalui penguatan cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD), menjaga keterjangkauan harga, serta memperlancar distribusi bahan pangan, Pengelolaan sampah terpadu dengan melibatkan masyarakat, penguatan TPS 3R, serta rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemberdayaan UMKM melalui pelatihan, pendampingan, kemudahan akses perizinan dan keuangan, serta fasilitasi sertifikasi produk, Peningkatan iklim investasi, dengan memberikan kemudahan perizinan, insentif, dan infrastruktur penunjang yang memadai.
Terkait capaian investasi daerah, Sukirman menyampaikan bahwa hingga saat ini nilai realisasi investasi di Kabupaten Pekalongan telah mencapai Rp1,44 triliun. Sementara itu, di sektor pariwisata, pemerintah terus mendorong promosi digital, kerja sama dengan pihak ketiga, serta pengembangan infrastruktur wisata untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan.
Selain menyampaikan jawaban atas pandangan fraksi, wabup juga menegaskan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“Dokumen APBD ini mungkin belum sepenuhnya memuaskan seluruh pihak, namun kita akan terus berkomunikasi dan membahasnya lebih lanjut, baik dalam rapat komisi maupun koordinasi bersama TAPD,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Sukirman berharap agar seluruh elemen pemerintahan dapat memperkuat kolaborasi demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik serta masyarakat Kabupaten Pekalongan yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Kamis, 16 Oktober 2025