Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE., MM. baru-baru ini meresmikan pengingkatan ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Krasak Ageng dengan Desa Tegal Suruh Kecamatan Sragi dalam kegiatan peresmian yang digelar di Depan Mushola Daussaadah Desa Tegal Suruh Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan.
Kegiatan peresmian ruas jalan tersebut ramai dipadati warga Desa Tegal Suruh dan sekitarnya yang antusias datang untuk menyaksikan berlangsungnya acara serta bertemu dan berinteraksi langsung dengan Bupati Pekalongan.
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut Bupati Pekalongan menyampaikan bahwa peningkatan ruas Jalan Krasak Ageng – Tegal Suruh bernilai hingga ratusan juta rupiah, “Peningkatan jalan ini nilainya 960 Juta lebih,” terang bupati.
Lebih lanjut, dia berharap agar peningkatan ruas jalan tersebut dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, “Semoga dengan jalan yang sudah alus ini dapat bermanfaat untuk masyarakat semuanya. Masyarakat rejekinya dapat semakin lancar, dan juga untuk anak-anak sekolah agar semakin aman berkendaranya sehingga berangkat sekolah juga semakin lancar,” ujar bupati.
Selain itu, bupati juga berharap agar jalan yang sudah dibangun tersebut bisa awet dan tidak cepat rusak, “Semoga jalan ini awet bisa digunakan untuk jangka panjang. Saya berharap masyarakat sekitar juga dapat turut serta menjaga jalan ini supaya tidak cepat rusak,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Desa Tegal Suruh Subagyo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas peningkatan jalan didesanya, “Atas nama Pemerintah Desa Tegal Suruh serta seluruh warga pengguna jalan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ibu Bupati Pekalongan yang telah memberikan kepedulian kepada Desa Tegal Suruh dengan dibangunnya jalan didesa kami. Semoga jalan yang sudah baik ini dapat bermanfaat untuk kami semuanya,” katanya.
Sementara itu dalam kegiatan peresmian tersebut, Bupati Pekalongan hadir didampingi sejumlah pejabat dan kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan serta turut hadir pula dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, SIP.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 November 2022
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik. Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos, M.Si, saat menerima Tim Visitasi dan Verifikasi Evaluasi Keterbukaan Publik dari Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah, di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, baru-baru ini.
KAJEN – Kegiatan Keakraban dan Jalan Sehat yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-58 di Kabupaten Pekalongan diharapkan menjadi momentum meneguhkan serta meningkatkan kembali komitmen jajaran kesehatan di Kabupaten Pekalongan untuk mencapai berbagai indikator program kesehatan masyarakat seperti penurunan angka kematian ibu melahirkan, kematian balita, gizi buruk dan stunting.
KAJEN – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2023 resmi disetujui bersama oleh Bupati Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rapat paripurna yang digelar di Ruang Rapat Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan, Rabu (23/11).
KAJEN – Sebanyak 27 puskesmas yang diwakili oleh para Kepala Puskesmas (KaPus) yang ada di Kabupaten Pekalongan menandatangani dokumen pakta integritas sebagai wujud komitmen siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Bupati Pekalongan Kecamatan Kajen, Selasa (22/11).
10 Desa yang dideklarasikan menjadi Desa Gong Ceting yakni Desa Kebonsari Kecamatan Karangdadap, Desa Jeruksari Kecamatan Tirto, Desa Watusalam Kecamatan Buaran, Desa Srinahan Kecamatan Kesesi, Desa Kutorejo Kecamatan Kajen, Desa Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni, Desa Legokgunung Kecamatan Wonopringgo, Desa Tlogopakis Kecamatan Petungkriyono, Desa Luragung Kecamatan Kandangserang, dan Desa Winduaji Kecamatan Paninggaran.
Dalam kegiatan siang itu juga disajikan sebanyak 1000 Si Porsi Cegah Stunting (Si Ceting) dalam rangka pencatatan rekor MURI berupa penyajian 14.000 Si Ceting se-Jawa Tengah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si. yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa kegiatan itu digelar sebagai upaya pencegahan stunting di Kabupaten Pekalongan, “Sebagaimana kita ketahui bahwa stunting ini masih menjadi isu strategis dan termasuk permasalahan serius bagi Pemerintah Indonesia termasuk juga di Kabupaten Pekalongan,” jelasnya.
Lebih lanjut, sekda menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan langkah nyata yang dilakukan pemerintah daerah untuk menurunkan stunting melalui kolaborasi pentahelik, “Ini adalah langkah nyata yang pemerintah lakukan melalui kolaborasi pentahelik. Hari ini kita menggandeng Universitas Jenderal Soedirman (Unseod) dan alhamdulillah berbagai kegiatan telah dilakukan dan sudah berlangsung selama hampir 2 bulan,” imbuh sekda.
Melalui kolaborasi tersebut, sekda menuturkan bahwa Pemkab Pekalongan optimis target penurunan stunting sebesar 3,5% pertahun dapat terwujud, “Angka stunting Kabupaten Pekalongan berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 kita masih diangka 19,5% tetapi kalau berdasarkan Elektronik Pencatatan Dan Pelaporan Berbasis Gizi Masyarakat (EPPBGM) tahun 2022 sudah diangka 11,04% dan target kita adalah 3,5% pertahun. Kita optimis target penurunan stunting tiap tahun 3,5% ini bisa tercapai. Insya Allah bisa kita selesaikan tentu saja dengan membangun kolaborasi pentahelik,” ujarnya.
Sekda menandaskan bahwa untuk mengatasi permasalahan stunting, Pemkab Pekalongan tidak bekerja sendiri tetapi terus berkolaborasi dengan berbagai stakeholder yang peduli, “Kita perlu mempersiapkan diri dengan segala potensi resolusi yang ada seperti APBD, APBDes, maupun dari perguruan tinggi dan tokoh masyarakat yang peduli. Kita sengkuyung bareng-bareng bergotong royong menangani stunting di Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Dr. sc. hum. Budi Aji., S.KM., M.Sc menuturkan bahwa dalam kegiatan tersebut juga disajikan berbagai macam menu sehat yang mengandung gizi lengkap, ”Untuk menu kali ini ada protein, ada karbohidrat, ada serat, ada vitamin, dan juga hari ini ada menu variasi, ada yang menggunakan telur dan ada yang menggunakan lele, kemudian protein lainnya yang tujuan utamanya meningkatkan nutrisi bagi masyarakat dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting,”ujarnya.
Budi berharap agar menu-menu yang disajikan dapat menjadi dorongan untuk masyarakat menyiapkan gizi yang seimbang bagi keluarganya dirumah, “Harapannya ini menjadi contoh bahwa nanti masyarakat juga perlu menyiapkan dengan basis keluarganya untuk menyiapkan gizi yang bagus untuk keluarganya, dan ini pencegahan jangka panjang artinya tidak hanya sekarang tetapi untuk generasi selanjutnya,” ucapnya.
Untuk itu, dia mengajak kepada unsur pemerintah daerah, pemerintah pusat, swasta, masyarakat dan juga media untuk bersama-sama berkolaborasi dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten Pekalongan,” Tentunya universitas sendiri juga tidak mampu tanpa dukungan dari semua pihak,” tandasnya.
Dalam kegiatan yang digelar siang itu, Sekda Akbar secara langsung menyerahkan sertifikat kepada para kepala desa Gong Ceting, serta kepada 14 anggota Bapak Kawal Air dan Sanitasi Layak (Pakwalisanak) Kabupaten Pekalongan, dan juga menyrahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada para Duta Remaja Gong Ceting Kabupaten Pekalongan.
Demikian bahwa kegiatan siang itu juga dihadiri oleh Kepala Dinas P3A dan PPKB Kabupaten Pekalongan, Tim pendamping Stunting Universitas Jenderal Soedirman, serta Perwakilan Ibu Peserta Pelatihan Penyusunan Menu, Pengolahan dan Penyajian Makanan Sehat Kabupaten Pekalongan, dan tamu undangan lainnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 November 2022
"Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk menyelenggarakan tata kelola pemerintahan berbasis Keterbukaan Informasi Publik, sesuai amanat Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang muaranya yaitu terwujudnya pemerintahan yang efektif, efisien, tertib dan transparan. " tutur Anis.
Oleh karena itu, lanjut Anis, Pemkab Pekalongan sangat mengapresiasi kunjungan tim dan siap menerima masukan-masukan KIP Jateng demi terwujudnya penyelenggaraan tata pemerintahan berbasis keterbukaan informasi publik.
Komisioner KIP Jateng, Zaenal Abidin Petir, S.Pd, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan dia bersama tim yang berjumlah 4 orang, berkunjung untuk melakukan verifikasi faktual terkait Self Assessment Questionaire (SAQ) yang sudah dikirim pihaknya dan sudah diisi badan publik yang bersangkutan "Apakah SAQ tersebut sudah benar adanya atau belum serta apakah badan publik bisa mempresentasikan berkaitan dengan UU Keterbukaan Publik atau tidak Hasil SAQ akan dinilai bersama dengan presentasi," tutur Zaenal.
Dikatakannya, hasil presentasi bisa menambah penilaian, namun juga bisa mengurangi penilaian.
Kegiatan Visitasi dan Verifikasi Keterbukaan Informasi Publik Badan Publik Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2022 oleh KI Provinsi Jateng dihadiri Plt Kepala Dinkomifo Aditomo Herlambang, SH, PPID Kabupaten Pekalongan dan PPID Pembantu, dan sejumlah pejabat dari sepuluh OPD di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Sumber : Tim Dinkominfo Kab. Pekalongan
Selasa, 29 November 2022
Demikian dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si dalam kegiatan keakraban dan jalan sehat HKN Ke-58 yang digelar di Halaman Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pekalongan Kecamatan Kajen, Minggu (27/11).
“Tahun 2023 nanti, ayo kita bersama-sama bahu-membahu dan bekerja keras lagi. Masih banyak indikator-indikator kita yang masih memerlukan keseriusan dan kerja keras kita terutama terkait dengan angka kematian ibu melahirkan, kematian balita, gizi buruk, dan juga stunting,” ujar sekda.
Lebih lanjut, sekda mengatakan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya melakukan berbagai pembangunan dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat, “Bidang kesehatan ini salah satu prioritas kita. Jadi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) serta pembangunan infrastruktur terus kita lakukan. Tahun ini RSUD Kajen dan RSUD Kraton mencapai predikat paripurna. Tahun 2023 nanti kita targetkan agar RSUD Kesesi dapat melakukan akreditasi,” jelas sekda.
Dalam kegiatan tersebut, sekda sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran dinkes Kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras terutama saat pandemi Covid-19 melada, “Ijinkan saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan yang selama 2 tahun terakhir telah bekerja keras dalam rangka memerangi Pandemi Covid-19,” tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes atau akrab disapa Wawan melaporkan bahwa berbagai kegiatan telah dilaksanakan dalam rangka memperingati HKN Ke-58 di Kabupaten Pekalongan, “Rangkaian Hari Kesehatan Nasional Ke-58 telah dilaksanakan mulai dari tanggal 1 November 2022 sampai terakhir kemarin tanggal 22 November 2022. Alhamdulillah bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan beberapa juara-juara yang mana yang mana hari ini juga akan ada penyerahan hadiah-hadiah lomba,” tuturnya.
Selain itu, Wawan juga mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut para peserta kegiatan bersama-sama akan melakukan tiktok pencegahan stunting, “Dalam kegiatan ini juga ada tiktok untuk pencegahan stunting nanti kita lakukan dengan minum tablet darah bersama-sama. Ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat perlunya tablet tambah darah untuk upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 November 2022
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan hadir didampingi oleh pejabat dan para kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten pekalongan seperti Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan, Plt. Kepala Kominfo Kabupaten Pekalongan, serta Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan.
Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul, SIP, serta anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Candra Saputra dan Shinanta Previta Anggraeni.
Bupati melalui sambutannya pada kegiatan tersebut menyampaikan bahwa peningkatan Ruas Jalan Sragi-Ketanon Ageng bernilai hingga miliaran rupiah, “Jalan ini sepanjang 2 KM dan bernilai hampir 2,4 Miliar Rupiah. Semoga dengan jalan yang alus ini rejeki masyarakat sekitar menjadi semakin mulus,” kata bupati.
Lebih lanjut, dikatakan juga bahwa ruas jalan lainnya di wilayah Kecamatan Sragi akan mendapatkan perbaikan, “Sebentar lagi juga akan diteruskan pembangunan jalan di Tegalontar Sragi, sudah tahap lelang dan tahun ini juga mulai kami perbaiki. Jadi nanti banyak jalan yang alus di daerah ini,” ujar bupati.
Kepada warga, bupati berharap agar dapat menjaga jalan yang sudah diperbaiki tersebut supaya awet dan berumur panjang, “Saya titip kepada masyarakat semuanya untuk dapat menjaga jalan ini sehingga awet dan dapat berumur panjang,” tandas bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Fadia sekaligus menyampaikan kepada warga tentang program unggulan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan seperti, program berobat gratis cukup pakai KTP dan melahirkan gratis di puskesmas dan RSUD milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan, bantuan seragam sekolah gratis untuk siswa sekolah negeri yang tidak mampu, serta bantuan bagi penunggu pasien rumah sakit yang tidak mampu.
Sebelumnya, Kepala Desa Sijeruk Sragi Rutiyati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas peningkatan jalan di desanya, “Kami sebagai perwakilan perangkat desa dan warga Desa Sijeruk mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu bupati yang sudah melaksanakan perbaikan jalan diwilayah kami yaitu Desa Sijeruk,” ujarnya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Selasa, 29 November 2022
Rapat paripurna pagi itu dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj. Hindun, MH. dan turut dihadiri oleh Kapolres Pekalongan, Kajari Kabupaten Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan, para wakil beserta anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Perwakilan Pengadilan Agama, sebagai peserta adalah para kepada OPD kabupaten pekalongan.
Dalam kegiatan tersebut, 6 fraksi di DPRD Kabupaten Pekalongan menyampaikan pandangan umumnya dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2023 oleh Bupati Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan serta Para Wakil DPRD Kabupaten Pekalongan.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan menyampaikan sambutannya yang berisi ucapan terima kasih kepada segenap anggota dewan yang telah memberikan perhatian terhadap rancangan yang disusun sehingga dapat disetujui bersama pada hari itu.
Dikatakan juga bahwa raperda yang disetujui tersebut selanjutnya akan dikirimkan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan masukkan, koreksi, maupun persetujuan. Hal tersebut dilakukan guna mencapai sinegritas antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur.
“Selama proses penyusunan hingga pembahasan Rancangan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2023 apabila terdapat perbedaan pendapat, persepsi maupun pemikiran adalah sebuah dinamika, namun hal tersebut telah dapat kita selaraskan dan kita sepekati bersama dengan mengutamakan semangat mencapai hasil yang terbaik,” ujar bupati.
Secara khusus bupati juga menyampaikan bahwa segenap pemikiran catatan yang disampaikan oleh segenap Anggota Dewan baik melalui Rapat Kerja maupun Fraksi-fraksi yang tertuang dalam Pandangan Umum akan diperhatikan sebagai bahan masukkan untuk penyempurnan langkah kedepannya.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 24 November 2022
“Alhamdulillah, saya sudah menuntaskan pembangunan Ruas Jalan Jolotigo – Sengare sampai selesai dengan panjang 3,2 KM dengan anggaran hampir mencapai 2,5 miliar rupiah,” ujar bupati dalam wawancara seusai meresmikan ruas jalan Jolotigo - Sengare dalam kegiatan yang digelar di Desa Jolotigo Kecamatan Talun, Selasa (22/11).
Diungkapkan bupati bahwa kondisi ruas jalan Jolotigo – Sengare sebelumnya rusak parah, “Saya sebelumnya pernah melewati ruas jalan ini. Kondisi jalan sebelumnya itu seperti sungai kering. Penuh bebatuan semua. Saya kasihan kepada warga yang melewati jalan ini. Menurut saya sangat tidak layak untuk dilewati masyarakat. Oleh sebab itu jalan ini segera langsung saya tuntaskan,” jelasnya.
Melalui pembangunan ruas jalan Jolotigo – Sengare, Bupati Fadia berharap masyarakat menjadi lebih aman dalam berkendara, “Saya berharap warga desa disini ekonominya bisa bertambah baik, anak-anak sekolahnya pun aman, selamat, tidak ada yang jatuh lagi. Terutama ibu-ibu perempuannya pun dengan jalan yang halus ini dapat lebih semangat turun kebawah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan sejumlah rencana perbaikan di wilayah Kecamatan Talun, “Ruas jalan Batursari - Sengare dan Krompeng - Batursari akan langsung kita bangun ditahun 2022 ini. Tahun depan juga pembangunan ruas jalan Krompeng - Batursari. Ini agar di Kecamatan Talun tidak ada lagi jalan yang rusak,” terang bupati.
Kepala Desa Jolotigo Taruno mewakili masyarakat Desa Jolotigo dan Desa Sengare menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Pekalongan atas pembangunan jalan didesanya, “Alhamdulillah, Terima kasih bupati pekalongan sudah membangun jalan desa kami yang dulunya rusak sekarang sudah bagus dan mulus,” ujarnya.
Dalam kegiatan peresmian ruas jalan Jolotigo - Sengare, Bupati Pekalongan hadir didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan Supriyati, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pekalongan, Kepala Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, Forkopimcam Talun, Perwakilan PTPN IX Jolotigo, Tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Jolotigo.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Kamis, 24 November 2022
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan bahwa penandatanganan pakta integritas tersebut merupakan wujud komitmen dan kesiapan puskesmas untuk melayani masyarakat dengan pelayanan terbaiknya, “Pakta integritas ini juga berarti siap menerima sanksi atau hukuman apabila puskesmasnya mendapatkan banyak kompain dari masyarakat dan juga siap mendapatkan hadiah apabila banyak masyarakat senang dan suka berobat di puskesmas tersebut,” kata bupati.
Labih lanjut, bupati mengatakan akan melakukan sidak ke puskesmas-puskesmas untuk mengecek apakah pakta integritas tersebut benar-benar dilaksanakan, “Saya tadi sudah sampaikan kepada Kepala Dinkes bahwa saya nanti akan berkeliling. Tetapi saya tidak akan beri tahu waktunya kapan. Jika saya ke suatu daerah, nanti saya akan mampir ke puskesmas yang ada diwilayah tersebut untuk memastikan bahwa satu bulan sekali ada foto perawat atau dokter terbaik, dan yang memilih adalah masyarakat bukan Kepala Puskesmas,” tutur bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Fadia sekaligus menyampaikan mekanisme yang ingin dia terapkan, “Nanti sehabis masyarakat berobat mereka dapat memilih siapa perawat dan dokter terbaik menurut pendapatnya. Mereka bisa memasukkan pilihannya. Nanti juga ada foto siapa yang terbaik setiap bulannya akan kita pajang dan setiap bulan kita ganti. Tetapi jika memang ada yang terus bertahan menjadi yang terbaik, maka fotonya akan terus dipajang. Tetapi kalau memang berganti ya setiap bulan akan berganti,” jelas bupati.
Melalui hal tersebut, bupati berharap dapat memberikan semangat kepada para tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, “Saya ingin kita bisa seperti diswasta. Dirumah sakit swasta kita bisa lihat mereka ada perawat terbaik, dokter pilihan masyarakat terbaik, administrasi terbaik sehingga para tenaga kesehatan ini semangat memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Demikian, Bupati Pekalongan mengatakan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan juga untuk mendukung berjalannya program kesehatan gratis cukup pakai KTP di Kabupaten Pekalongan.
Untuk itu, bupati meminta agar puskesmas-puskesmas dan para tenaga kesehatan di Kabupaten Pekalongan dapat satu visi dan misi dengan Bupati Pekalongan untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan paling baik untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat terbaik dari hadirnya puskesmas di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan penandatanganan pakta integritas tersebut juga dihadiri dan disaksikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (P3AP2KB), serta Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 23 November 2022
Dalam sambutannya pada kegiatan tersebut, bupati menyampaikan pentingnya tubuh yang sehat dan bebas dari gejala kekurangan darah atau anemia, “Kekurangan darah dapat menyebabkan kita merasa pusing sehingga kegiatan kita terganggu, serta kita menjadi tidak bisa fokus. Karenanya kurang darah ini tidak boleh dianggap remeh. Tapi ini sangat penting sekali diperhatikan” kata bupati.
Untuk itu, bupati meminta kepada para guru dan kepala sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk dapat memastikan para remaja sekolah khususnya yang perempuan untuk meminum tablet penambah darah.
Bupati juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan sangat peduli terhadap kesehatan para remaja di Kabupaten Pekalongan, “Kita ingin memastikan agar remaja khususnya remaja putri yang sudah menstruasi agar bisa benar-benar sehat dan terhindar dari kekurangan darah,” terang bupati.
Dikatakan bupati bahwa anemia atau kekurangan darah pada remaja di Kabupaten Pekalongan menjadi perhatian pemerintah daerah karena berdasarkan pemeriksaan terhadap sejumlah 18.617 dari total 34.682 remaja putri di Kabupaten Pekalongan dengan rentang usia 15-18 Tahun sebanyak 4.296 orang atau 23,08% mengalami anemia, “Artinya ini memang harus sangat diperhatikan oleh kita semua,” kata bupati.
Melalui kegiatan tersebut bupati mengajak para remaja putri Kabupaten Pekalongan di sekolah-sekolah agar setiap hari selasa rajin mengkonsumsi tablet penambah darah agar tidak anemia, “Tablet penambah darah ini gratis di sekolah-sekolah. Karenanya mari berkomitmen untuk setiap hari selasa meminum tablet penambah darah. Agar anak-anakku semuanya para remaja putri ini selalu sehat dan pintar serta tidak kekurangan darah,” tandas bupati.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan kepada pemenang lomba Tiktok minum tablet tambah darah bagi remaja putri.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM., M.Kes. atau yang lebih dikenal dengan panggilan Wawan mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 orang remaja SMP/sederajat, SMA/sederajat, serta SMK yang ada di Kabupaten Pekalongan.
“Melalui kegiatan ini akan dilakukan pemberian tablet tambah darah atau TTD serentak kepada para remaja putri di Kabupaten pekalongan mulai tanggal 22 November 2022 dan seterusnya. Dalam hal ini TTD di Kabupaten Pekalongan kita sebut dengan sebutan tablet ayu agar mudah diingat dan membuat remaja putri tertarik untuk menjalankan program ini,” katanya.
Selain itu, Wawan juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tujuan untuk mensosialisasikan minum tablet tambah darah dan pelaporan menggunakan aplikasi ceria setiap hari selasa untuk remaja putri diwilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kegiatan yang digelar pagi itu, turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan KB (P3AP2KB), serta Kabag Kesra Setda Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Tim Prokompim Kab. Pekalongan
Rabu, 23 November 2022