Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Selasa, 25 Februari 2020
[Gambar]
PENGGEMUKAN SAPI POTONG
URAIAN PROYEK
Permintaan produk daging, susu maupun kulit terus meningkat, seirama dengan pertambahan penduduk dan perkembangan perekonomian nasional. Impor ketiga produk tersebut cenderung terus meningkat, walaupun terjadi fluktuasi sebagai akibat adanya perubahan global maupun dinamika nasional.
KONDISI EKSISTING
Ketersediaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah merupakan potensi yang dimiliki Kabupaten Pekalongan, yang dapat dikembangkan menjadi kawasan produktif dibidang ekonomi berbasis sumberdaya alam. Akan tetapi potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Luas lahan potensial untuk penggemukan sapi potong sekitar 11.298,03 Ha yang tersebar dibeberapa wilaayah antara lain Kecamatan Talun, Doro, Karanganyar, Kajen dan Kesesi. Kecamatan-kecamatan tersebut merupakan wilayah penghasil ternak sapi terbesar.
Sebagai wilayah yang terletak di jalur Pantura, Kabupaten Pekalongan mempunyai potensi yang cukup besar di sektor pertanian khususnya bidang peternakan.Adapun populasi sapi potong pada tahun 2013 sebanyak 17.501 ekor, dengan pemasaran untuk kebutuhan lokal, regional dan nasional.
Melihat kondisi sumber daya alam yang tersedia peluang sektor agribisnis peternakan cukup prospektif.
ANALISIS KEUANGAN
Investment Cost Rp 52.262.900.000
NPV Rp 6.400.044.733
Profitable Index 1,12
IRR 21 %
Payback Period 4,27 tahun (years)
ANALISIS PASAR
Keberadaan sapi potong di pasar ternak sangat bernilai ekonomis. Hal ini dapat diketahui dari tingginya ketimpangan permintaan dan pasokan. Dari tahun ke tahun permintaan akan daging sapi terus mengalami peningkatan. Baik itu dalam skala lokal, regional maupun luar negeri (ekspor).Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (APFINDO) membuat proyeksi bahwa pada tahun 2020 dengan jumlah penduduk Indonesia 281 juta orang membutuhkan konsumsi daging sapi 3,27 Kg/kapita/tahun sehingga dibutuhkan produksi daging 1,04 juta ton/tahun atau setara pemotongan sapi 5,2 juta ekor/tahun (naik 197 % dibandingkan tahun 2010).
ASPEK LEGAL DAN BENTUK INVESTASI
Lokasi sesuai RTRW Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Sumber : Buku Potensi dan Peluang Investasi Tahun 2015
Penerbit : Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kab. Pekalongan
Kamis, 14 Januari 2016
KAWASAN INDUSTRI
URAIAN PROYEK
[Gambar]Pemusatan Kawasan Industri di Daerah yang saat ini telah ada (exsisting), telah menimbulkan daya dukung lingkungan yang tidak memadahi lagi antara lain terbatasnya lahan untuk pengembangan kawasan.
Mengacu kepada Program Pemerintah tentang Pertumbuhan dan Penyebaran Investasi maka dibutuhkan daerah baru sebagai zona pertumbuhan ekonomi khususnya di bidang industri. Kabupaten Pekalongan telah menyediakan wilayah yang strategis sebagai kawasan industri.
Pengembangan suatu Kawasan Industri di daerah baru diharapkan dapat meningkatkan Laju Pertumbuhan Ekonomi di daerah tersebut dan diharapkan dapat mengurangi pengangguran melalui penyerapan dan perluasan lapangan pekerjaan sehingga dapat menghasilkan Multiplier Effect bagi daerah sekitarnya.
WILAYAH PENGEMBANGAN
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Pekalongan Tahun 2011 - 2031, pengembangan industri diarahkan pada :
A. Kawasan Industri
Di Kecamatan Siwalan, Wonokerto dan Tirto.
B. Zona Industri
Di Kecamatan Wiradesa, Bojong, Sragi, Buaran, Kedungwuni, Wonopringgo dan Kajen.
INDUSTRI PEMINTALAN BENANG
URAIAN PROYEK[Gambar]
Sektor Industri di Kabupaten Pekalongan dalam struktur PDRB memberikan kontribusi terbesar yaitu mencapai 26,65% , industri menengah keatas sebagian besar berupa industri tekstil sarung palekat jumlahnya sekitar 20 unit.
LINGGO ASRI
URAIAN PROYEK
[Gambar]Salah satu obyek wisata alam unggulan di Kabupaten Pekalongan adalah “Linggo Asri” dengan luas areal sekitar 5 hektar, dilengkapi fasilitas : kolam renang, villa, rumah makan, taman bermain anak, kebun binatang mini, panggung kesenian, arena outbound, bumi perkemahan, gardu pandang, flying fox dan berbagai atraksi lainnya. Obyek wisata ini cukup potensial untuk dikembangkan, namun saat ini belum optimal, oleh karena itu dukungan investor sangat diperlukan dalam rangka pengembangan yang lebih baik.
KONDISI EKSISTING
Obyek wisata Linggo asri terletak di perbukitan Desa Linggo Kecamatan Kajen dengan jarak tempuh dari ibukota Kajen kurang lebih 13 km ke arah selatan. Berada pada jalur jalan provinsi Jawa Tengah yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara. Akses menuju ke lokasi menyusuri daerah kawasan hutan budidaya berbukit yang sejuk, asri, dengan pemandangan indah nan semilir. Setiap hari selalu didatangi pengunjung walaupun tidak sebanyak pada hari-hari libur/besar dan hari lebaran.
ANALISIS PASAR
Penduduk lokal dan sekitarnya seperti dari Kabupaten Batang, Pemalang, Banjarnegara dan Kota Pekalongan adalah daya dukung untuk berdirinya suatu kegiatan penyediaan obyek wisata. Animo masyarakat berekreasi di daerah pegunungan dengan udara yang sejuk saat ini cukup tinggi dibanding ke daerah perkotaan atau pantai. Hal ini membuat obyek wisata alam sangat menjanjikan.
LOLONG
URAIAN PROYEK
[Gambar]Kabupaten Pekalongan yang sebagian wilayahnya merupakan pegunungan yang dilintasi sungai-sungai mempunyai berbagai keindahan alam sebagai potensi pariwisata. Namun potensi tersebut belum digali secara optimal, salah satunya yaitu Desa Lolong Kecamatan Karanganyar.Lolong sebagai desa destinasi wisata di Kabupaten Pekalongan telah ditetapkan oleh Bapak Bupati Pekalongan Drs. Amat Antono, M.Si pada tanggal 10 Februari 2013 memerlukan pengembangan lebih lanjut. Oleh karena itu peran investor sangat diharapkan.
Industri ini merupakan industri padat karya yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja cukup tinggi. Keberadaan industri sarung palekat di Kabupaten Pekalongan belum diimbangi oleh industri penyedia bahan baku yaitu industri pemintalan benang
KONDISI EKSISTING
Jumlah penduduk yang cukup besar selaras dengan ketersediaan tenaga kerja sebagai aset sumberdaya berharga untuk mendukung berdirinya suatu perusahaan.
Industri pemintalan benang baru tersedia dua unit (PT. Pisma Putra Textile dan PT. Watusalam Textile), itu pun kurang lebih 60% hasil produksi PT. Pisma Putra Textile dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan group sendiri ,yaitu PT. Pismatex Textile Industry, sehingga industri lainnya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku benang mengimpor dari daerah lain .
ANALISIS PASAR
-Berkembangya industri tekstil penghasil kain ATM dan ATBM menyebabkan meningkatnya kebutuhan benang.
-Penduduk Indonesia sebagian besar memeluk agama Islam yang merupakan konsumen terbesar sarung palekat .
-Untuk tujuan pemasaran internasional/ekspor dengan negara tujuan meliputi negara-negara di timur tengah ,Brunei, Malaysia, dll.
INDUSTRI MAKANAN OLAHAN
[Gambar]
Kabupaten Pekalongan mempunyai beberapa komoditas unggulan disektor pertanian yang berpeluang untuk dikembangkan menjadi industri makanan olahan diantaranya buah mangga, salak, manggis, kentang, dan durian. Untuk sektor kelautan/perikanan yang menjadi peluang investasi adalah budidaya udang vanname, industri pengolahan rumput laut dan pengolahan ikan lele asap.
Biasanya komoditas tersebut dijual tanpa pengolahan sehingga nilai ekonomis, daya tahan dan masa simpannya masih rendah. Terutama pada saat panen raya, harga komoditas tersebut akan jatuh. Hal ini membuka peluang bagi usaha industri makanan olahan.
INDUSTRI PENGOLAHAN AIR MINUM DALAM KEMASAN (AMDK)
URAIAN PROYEK
[Gambar]Topografi Kabupaten Pekalongan sebagian terdiri dari pegunungan yang dikelilingi hutan alam maupun hutan rakyat menyimpan sumber-sumber mata air yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum yang sehat.
Sebagian besar sumber-sumber mata air tersebut masih dalam kondisi alami dan terjaga dari pencemaran, yang sangat potensial untuk diolah menjadi produk Air Minum Dalam Kemasan.
Potensi tersebut di atas belum termanfaatkan secara optimal kecuali sebagian digunakan oleh PDAM dalam memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Pekalongan, sehingga investasi Air Minum Dalam Kemasan cukup menjanjikan.
KONDISI EKSISTING
Selama ini penyediaan air bersih di Kabupaten Pekalongan sebagian dilayani oleh PDAM dengan total pelanggan sebanyak 8.244 Sambungan Rumah (SR). Salah satu sumber air yang digunakan adalah Mata Air Sidosukmo desa Gutomo Kecamatan Karanganyar yang pemanfaatannya baru 50% dari keseluruhan debit air yang dihasilkan yaitu sebesar 60 liter/detik.
Selain mata air Sidosukmo, masih cukup banyak sumber mata air yang bisa dimanfaatkan untuk penyediaan air minum masyarakat Kabupaten Pekalongan, seperti : Mata air Kalidukuh di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar, Mata air Tuk Mubal di Desa Linggo Kecamatan Kajen, Mata Air di Kecamatan Doro, Lebakbarang dan Paninggaran.
Sumber : Buku Potensi dan Peluang Investasi Tahun 2015
Penerbit : Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kab. Pekalongan
Kamis, 14 Januari 2016
KONDISI EKSISTING
Lolong sebagai desa wisata menyimpan beberapa potensi yang cukup menarik untuk dikunjungi. Penyanyi legendaries Ebiet G.Ade melalui lagunya yang berjudul “LOLONG” dan syair lagunya diabadikan pada prasasti yang terpampang di sebelah jembatan lengkung yang unik peninggalan Belanda.
Potensi yang ada antara lain :
- Jembatan lengkung yang unik peninggalan penjajah Belanda sejak tahun 1922.
- Sungai Sengkarang yang membelah Desa Lolong memiliki arus cukup deras, airnya yang tidak pernah habis membuat olahraga Arung Jeram di sungai ini sangat prospektif.
- Tersedia lahan untuk Bumi Perkemahan (Buper) seluas ± 1.500 m², rutin oleh dunia pendidikan berkegiatan di lokasi Buper ini.
- Buah durian unggul lokal dengan sistim petik “TIBAN” secara turun temurun adalah daya tarik tersendiri oleh para penikmat durian. Untuk memanjakan para penikmat durian setiap musim panen durian diadakan acara “FESTIVAL DURIAN”, kegiatan festival durian ini mendapat apresiasi yang baik dari kepala BPMD dan Dinas Pariwisata provinsi Jawa tengah, juga berdampak positif terhadap masyarakat, terlihat dari banyaknya pengunjung yang antusias hadir pada acara festival tersebut.
- Keberadaan CURUG LOWO di atas bukit Lolong sangat menarik bagi para insan pecinta alam, Curug Lowo terletak ± 4 Km dari Ibukota Desa lolong, dengan waktu tempuh jalan kaki ± 1,5 jam perjalanan.
- Potensi lainnya adalah potensi wisata religi (makam keramat) yang secara rutin tahunan diadakan kegiatan ritual keagamaan pada makam dari Syeh Abdurahman Arumi dan Habib Ali bin Abdurahman Bahlawi (Syeh Jogodono).
ANALISIS PASAR
Daya tarik Desa Lolong sebagai destinasi wisata sangat besar, antara lain :
- Kehadiran Ebiet G Ade di Desa Lolong yang yang mengabadikan syair lagu “LOLONG” pada sebuah prasasti.
- Adanya kegiatan olahraga Arung Jeram pada ruas Sungai Sengkarang sepanjang ± 5 Km, untuk menunjang olahraga ini telah tersedia 6 unit perahu karet, dan 30 orang pemandu bersertifikat.
- Adanya kegiatan festival durian lolong yang dilaksanakan setiap tahun.
Dengan daya tarik tersebut masyarakat luas akan semakin mengenal Desa Lolong sebagai destinasi wisata sehingga diperkirakan jumlah wisatawan akan bertambah setiap tahunnya, terlebih apabila dikembangkan lebih optimal.
CURUG MUNCAR
[Gambar]Obyek wisata Curug Muncar berada di lereng Gunung Ragajambangan di ketinggian 1.249 m dpl. Ada beberapa air terjun di kawasan ini, antara lain Curug Telaga Lumbu, Curug Kali Banteng, Curug Lawe dan Curug Muncar, tetapi yang banyak dikunjungi dan cukup berpotensi untuk dikembangkan adalah Curug Telaga Lumbu. Selain itu potensi lain yang berada di kawasan tersebut yaitu adanya sumber air panas.
Untuk mencapai obyek wisata ini dapat ditempuh dari Kajen sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan melewati jalanan yang berkelok-kelok dengan pemandangan alam pegunungan yang indah dan masih alami.
WATU IRENG
[Gambar]Watu Ireng merupakan obyek wisata yang berupa batu besar dan berwarna hitam. Terletak di Desa Lambur Kecamatan Kandangserang, 17 Km kearah selatan dari Kajen. Watu Ireng ini diperkirakan bagian dalamnya berongga, namun hal tersebut masih menjadi misteri yang justru membuat masyarakat penasaran untuk mengetahui kebenarannya. Hingga saat ini obyek wisata Watu ireng masih alami dan belum dikelola oleh pihak manapun. Salah satu daya tarik Watu ireng yaitu pemandangan yang indah yang dapat terlihat dari puncaknya.
Sumber : Buku Potensi dan Peluang Investasi Tahun 2015
Penerbit : Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kab. Pekalongan
Kamis, 14 Januari 2016