Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN — Pekan Raya Kajen (PRK) 2026 bukan sekadar panggung promosi produk dan geliat ekonomi daerah. Di tengah riuhnya Alun-alun Kajen, pasangan lansia Edi Sunaryo (55) dan Kunifah (54) justru mengukir cerita berbeda: melangsungkan akad nikah secara resmi di tengah keramaian PRK.
Prosesi ijab kabul berlangsung di Stan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Momen tersebut menjadi perhatian pengunjung karena dilakukan di tengah perhelatan rakyat dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan.
Akad nikah pasangan asal Pekalongan itu semakin istimewa setelah Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman bersama istrinya, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan DR. Galuh Kirana, dan jajaran Forkopimda melintas saat meninjau stan PRK 2026.
Sukirman bahkan secara spontan didapuk menjadi salah satu saksi akad yang dilayani Kantor Urusan Agama (KUA) Kajen. Setelah ijab kabul dinyatakan sah, suasana di Stan Kemenag langsung pecah dalam kegembiraan.
“Sah, sah, sah!” seru Sukirman sembari mengangkat tangannya.
Tak berhenti di situ, Sukirman turut mendoakan agar pernikahan Edi dan Kunifah menjadi rumah tangga yang penuh keberkahan.
“Dua sejoli ini telah melangsungkan akad nikah secara sah dilayani oleh Kementerian Agama KUA Kabupaten Pekalongan. Kita doakan sakinah, mawaddah, warahmah. Allahumma aamiin,” ujarnya.
Dengan nada berseloroh, Sukirman juga mengajak pasangan lain yang hadir untuk mengikuti langkah Edi dan Kunifah.
“Yang lain menyusul! Yang lain menyusul!” katanya.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan, Irkham, mengatakan akad nikah tersebut memang sengaja digelar di Stan Kemenag sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pencatatan pernikahan secara resmi.
Menurutnya, pemilihan pasangan lansia sebagai bagian dari prosesi tersebut juga memiliki pesan tersendiri. Edi yang berusia 55 tahun dan Kunifah 54 tahun menunjukkan bahwa komitmen untuk membangun rumah tangga secara sah tidak mengenal batas usia.
“Secara khusus memang kami menikahkan pasangan lansia berusia 55 tahun dan 54 tahun. Ini merupakan pasangan dan pernikahan yang antik karena di usia yang senja masih berkomitmen melakukan pernikahan secara resmi,” kata Irkham.
Akad nikah di tengah PRK sekaligus mempertegas bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada transaksi ekonomi, pameran produk, dan promosi potensi daerah. Stan Kemenag justru menjadi ruang pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Di tengah hiruk-pikuk pasar raya, Edi dan Kunifah memilih menjadikan momen tersebut sebagai awal kehidupan baru. Akad nikah mereka pun menjadi salah satu cerita paling unik dalam PRK 2026—bahwa perhelatan rakyat tak selalu berakhir pada jual beli, tetapi juga bisa menjadi tempat sebuah keluarga memulai perjalanan.
Rabu, 26 Agustus 2026
KAJEN – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai pementasan wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 yang digelar di depan Pendopo Bupati Pekalongan, Rabu malam (26/8/2026). Tidak hanya masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga tampak duduk lesehan bersama warga untuk menikmati pertunjukan budaya tersebut.
KAJEN - Sembilan nasabah Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan mendapat kejutan manis di tengah momentum Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404. Mereka membawa pulang hadiah uang tunai dengan total mencapai Rp195 juta dari Undian Tabungan BIMA.
Penyerahan hadiah dilakukan secara simbolis oleh Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, saat mengunjungi Stand Bank Jateng dalam rangkaian pembukaan Pekan Raya Kajen (PRK) 2026), Selasa (25/8/2026).
KAJEN — Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmen untuk mendorong pembangunan daerah dengan menempatkan peningkatan infrastruktur sebagai salah satu prioritas. Hal tersebut disampaikan Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S dalam sambutan paripurna Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di gedung DPRD kabupaten Pekalongan, Selasa (25/08/26).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memperkuat integritas aparatur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam momentum Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan yang mengusung tema “Kajen Bangkit, Satukan Hati, Bangun Negeri.”
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar doa bersama lintas agama di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.S.I., Perwira Penghubung Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono, serta Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H., Hadir pula para tokoh agama dari Katolik, Kristen, Islam, Hindu, serta perwakilan penghayat kepercayaan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan para ulama dan tokoh agama sebagai bagian dari ikhtiar membangun daerah yang maju, sejahtera, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., saat acara Kajen Bersholawat dan Peringatan Maulud Nabi di depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan konsep lesehan dipilih setelah melihat tingginya antusiasme masyarakat yang hadir. Semula lokasi kegiatan direncanakan berada di Jalan Mandurorejo, namun kawasan tersebut digunakan untuk aktivitas pelaku UKM dan UMKM dalam Pekan Raya Kajen (PRK) 2026.
“Antusiasme masyarakat malam ini benar-benar luar biasa. Karena jumlah warga yang hadir sangat banyak, kami memutuskan untuk memindahkan kursi dan meja agar masyarakat bisa menikmati acara dengan lebih nyaman. Akhirnya kita duduk bersama lesehan, membaur tanpa sekat,” ujar Sukirman.
Menurutnya, suasana tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Momen peringatan hari jadi daerah tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan.
Malam budaya tersebut menghadirkan pementasan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan yang dibawakan oleh Ki Dalang Purbo Asmoro dari Solo. Kegiatan ini lebih meriah dengan hadirnya sinden muda fenomenal Niken Salindry, dan pelawak senior Bagyo Gareng dari Semarang. Warga dari berbagai wilayah tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan yang berlangsung hingga dini hari.
Sukirman menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah. Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam mendukung kemajuan Kabupaten Pekalongan.
Pada kesempatan itu, ia juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar pemerintah dapat menjalankan amanah dengan baik. Berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur jalan, menurutnya akan terus menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus bekerja menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tegasnya.
Selain itu, Sukirman turut mendoakan masyarakat dan para pelaku usaha yang ikut meramaikan Pekan Raya Kajen 2026 agar usahanya semakin berkembang dan membawa keberkahan bagi keluarga.
Melalui suasana lesehan yang sederhana namun penuh makna, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi gambaran kuat bahwa pemerintah dan masyarakat dapat berjalan beriringan, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama membangun Kabupaten Pekalongan yang semakin maju dan sejahtera.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, S.H, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan Dr. H. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan.
Rabu, 26 Agustus 2026
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., melalui Wakil Bidang III TP PKK Kabupaten Pekalongan, Ibu Eko Edi Herijanto, dalam kegiatan lomba Cipta Menu B2SA yang berlangsung di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (26/8/2026).
Dalam sambutan yang dibacakannya, Ibu Eko Edi Herijanto menyampaikan bahwa kegiatan lomba Cipta Menu B2SA bukan sekadar ajang untuk menghasilkan menu makanan yang menarik dan lezat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.
“Lomba ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta memanfaatkan potensi pangan lokal yang tersedia di sekitar kita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Pekalongan memiliki kekayaan sumber pangan lokal yang sangat beragam, mulai dari sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, ikan, hingga berbagai bahan pangan lokal lainnya. Beragam bahan pangan tersebut, lanjutnya, dapat diolah menjadi makanan yang sehat, bergizi, menarik, sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Menurutnya, lomba B2SA juga bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, dalam memilih, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.
“Melalui kegiatan ini saya mengajak seluruh kader PKK dan masyarakat untuk tidak selalu bergantung pada bahan pangan tertentu, tetapi menggali dan mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi makanan keluarga yang sehat, bergizi, ekonomis, aman, dan disukai oleh seluruh anggota keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, keluarga merupakan tempat pertama dan utama dalam membentuk pola konsumsi pangan. Oleh karena itu, apa yang disajikan di meja makan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anggota keluarga.
Dalam hal ini, kader PKK diharapkan dapat menjadi penggerak, edukator, sekaligus teladan bagi masyarakat dalam menerapkan pola konsumsi pangan B2SA di tingkat keluarga.
Lebih lanjut disampaikan, kreativitas yang ditampilkan dalam lomba hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan saja. Menu-menu yang diciptakan diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada masyarakat.
“Sehingga semakin banyak keluarga yang mampu menyajikan makanan sehat dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau,” tuturnya.
Selain meningkatkan kualitas konsumsi pangan keluarga, pemanfaatan pangan lokal juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pangan lokal yang diolah menjadi produk makanan kreatif dan bernilai jual dapat menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui percepatan penganekaragaman konsumsi pangan lokal, diharapkan dapat meningkatkan kualitas, kesehatan, dan produktivitas sumber daya manusia berbasis kemandirian pangan, sekaligus memperkokoh perekonomian pedesaan dalam menghadapi perdagangan global yang semakin kompetitif.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan juga berharap kegiatan lomba mampu menghasilkan juara terbaik yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pekalongan pada lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Calon pemenang nantinya akan diikutsertakan dalam lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah pada bulan Oktober 2026,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta, disampaikan apresiasi dan penghargaan atas semangat, kreativitas, serta kerja keras yang telah ditunjukkan dalam kegiatan tersebut.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama. Yang terpenting adalah adanya semangat untuk belajar, berkreasi, berbagi pengetahuan, dan bersama-sama mewujudkan keluarga Kabupaten Pekalongan yang sehat, aktif, dan produktif,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran TP PKK dalam mengedukasi masyarakat mengenai pola konsumsi pangan sehat serta mendorong pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan mandiri.
Rabu, 26 Agustus 2026
Sembilan pemenang tersebut merupakan nasabah dari sejumlah jaringan Bank Jateng di Kabupaten Pekalongan. Satu nasabah meraih hadiah Rp75 juta, sementara delapan nasabah lainnya masing-masing mendapatkan Rp15 juta.
Hadiah Rp75 juta diraih Nur***, nasabah Bank Jateng Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kedungwuni asal Kecamatan Wonopringgo. Sementara delapan pemenang hadiah Rp15 juta berasal dari Bank Jateng Cabang Kajen, KCP Kedungwuni, KCP Doro, dan KCP Wiradesa, masing-masing dua nasabah.
Undian Tabungan BIMA tersebut telah dilaksanakan di Semarang pada 2 Agustus 2026. Dalam pengundian dua periode sekaligus itu, Bank Jateng menyediakan hadiah utama berupa dua unit Toyota Innova Zenix Hybrid, 136 hadiah uang tunai masing-masing Rp75 juta, serta 406 hadiah masing-masing Rp15 juta.
Pemimpin Bank Jateng Cabang Kajen, Teguh Sri Prabowo, mengatakan Undian Tabungan BIMA menjadi bentuk apresiasi kepada nasabah sekaligus strategi untuk mendorong budaya menabung dan meningkatkan loyalitas nasabah.
Menurut Teguh, para pemenang kali ini masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan hadiah pada periode berikutnya. Ia bahkan berharap hadiah utama berupa mobil dapat dibawa pulang nasabah dari Kajen.
“Masih ada kesempatan untuk memenangkan Undian Tabungan BIMA lagi di periode selanjutnya. Utamanya, semoga pada periode berikutnya giliran nasabah dari Kajen yang berhasil membawa pulang Toyota Innova Zenix Hybrid,” kata Teguh.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang. Ia berharap hadiah yang diterima tidak sekadar menjadi keberuntungan sesaat, tetapi memberikan manfaat bagi para nasabah dan semakin mendorong masyarakat untuk gemar menabung.
Sementara itu, Nur mengaku masih tidak percaya dirinya mendapatkan hadiah Rp75 juta. Ia baru sekitar satu tahun menjadi nasabah Bank Jateng KCP Kedungwuni setelah membuka rekening pada Agustus 2025.
“Alhamdulillah, bertepatan satu tahun pada Agustus 2026 saya memenangkan Undian Tabungan BIMA. Saya kaget dan tidak menyangka karena baru satu tahun menjadi nasabah,” ujarnya.
Nur berharap Bank Jateng semakin berkembang dan konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengajak nasabah lain untuk tidak melewatkan kesempatan dengan membiasakan diri menabung.
Teguh kembali menegaskan bahwa manfaat menabung tidak hanya berkaitan dengan layanan perbankan, tetapi juga membuka peluang mendapatkan apresiasi melalui program undian.
“Menabung dapat, hadiahnya juga berkesempatan didapat,” katanya.
Rabu, 26 Agustus 2026
Penegasan itu disampaikan Plt Bupati Pekalongan Sukirman saat membuka PRK 2026 di Taman Boulevard Kajen, Selasa sore (25/8/2026).
"Saya bertekad memperbaiki aturan main. PRK hari ini tidak ada lagi pungli, pungutan di luar tarif resmi, pungutan di luar peraturan daerah yang ada," tegas Sukirman.
Menurut dia, pemerintah daerah telah membentuk satgas untuk mengawasi pelaksanaan PRK. Keberadaan satgas tersebut menjadi salah satu upaya memastikan pedagang, khususnya pelaku UMKM, tidak terbebani pungutan yang tidak memiliki dasar aturan.
"Tim kabupaten sudah membentuk satgas, jika ada pungli silakan lapor ke satgas. Ini dilakukan agar pelaku UMKM bisa terus berkembang tanpa beban retribusi yang berlebihan," tandasnya.
Sukirman menegaskan, PRK bukan sekadar agenda perayaan, tetapi juga harus menjadi ruang bagi pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan untuk memperluas pasar dan meningkatkan usahanya.
Karena itu, ia menitipkan tugas kepada jajaran Dinas Koperasi, UMKM dan Tenaga Kerja untuk terus menata sekaligus menghidupkan sentra-sentra UMKM di Kabupaten Pekalongan, seperti di Kajen, Wonopringgo, Kedungwuni, Kesesi dan wilayah lainnya.
Ia berharap gelaran PRK 2026 mampu mendorong transaksi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
"Semoga semuanya laris manis, dan masyarakat daya belinya meningkat," harapnya.
Usai membuka PRK 2026, Sukirman bersama Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar, unsur Forkopimda dan sejumlah kepala OPD meninjau stan-stan yang ada di lokasi kegiatan.
Salah satunya stan Kementerian Agama Kabupaten Pekalongan. Di stan tersebut, Sukirman menjadi saksi akad nikah pasangan pengantin. Selama pelaksanaan PRK hingga 30 Agustus 2026, stan Kemenag juga membuka layanan pendaftaran pernikahan.
Sukirman kemudian mengunjungi stan Inspektorat Daerah Kabupaten Pekalongan. Di sana, ia mengikuti permainan integritas "Game Fokus".
Dalam permainan tersebut, Sukirman menancapkan mata panah pada kata "sederhana". Ia menekankan pentingnya aparatur pemerintah menerapkan perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt Kepala Disperindag, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh mengatakan PRK 2026 merupakan agenda tahunan yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404.
PRK 2026 juga menjadi wadah integrasi pameran pelayanan publik, promosi produk unggulan, budaya, serta penguatan kemandirian ekonomi kerakyatan.
"PRK 2026 berlangsung selama lima hari dari tanggal 25-30 Agustus 2026. Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan juga menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis kemandirian finansial," terang Siti.
Dengan penegasan soal larangan pungli tersebut, Pemkab Pekalongan menempatkan PRK 2026 bukan hanya sebagai pesta rakyat, tetapi juga sebagai ruang promosi dan pengembangan UMKM yang diharapkan berlangsung transparan tanpa pungutan di luar ketentuan.
Selasa, 25 Agustus 2026
Sukirman menyampaikan, pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan ruas-ruas jalan, menjadi perhatian pemerintah daerah. Pasalnya, kondisi infrastruktur menjadi salah satu hal yang paling mudah dirasakan dan dilihat langsung oleh masyarakat.
“Jalan itu seperti etalase sebuah supermarket atau toko. Yang pertama kali dilihat dan tampak adalah etalasenya,” ujar Sukirman dalam sambutannya.
Karena itu, Pemkab Pekalongan berencana memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur pada 2027 mendatang. Aspirasi yang disampaikan pimpinan dan anggota DPRD, terutama yang berkaitan dengan jalan, irigasi dan infrastruktur dasar lainnya, akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Sukirman menekankan, langkah tersebut membutuhkan dukungan politik dari DPRD Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal.
“Kita sudah mempunyai kesepakatan bahwa aspirasi dari Bapak-Ibu akan kita prioritaskan untuk kemudian kita alokasikan ke pembangunan infrastruktur. Tentu ini membutuhkan dukungan politik dari Bapak-Ibu pimpinan dan anggota DPRD,” katanya.
Selain infrastruktur, Pemkab Pekalongan juga akan terus mempertahankan dan meningkatkan sejumlah indikator pembangunan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kesehatan, kemiskinan hingga tingkat pengangguran terbuka.
Sukirman juga menegaskan pentingnya tata kelola anggaran yang akuntabel. Ia memastikan setiap rupiah yang dialokasikan melalui APBD Kabupaten Pekalongan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tugas saya khususnya memastikan setiap rupiah yang ada di APBD Kabupaten Pekalongan ini betul-betul harus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan. Setiap rupiah, tidak ada satu pun yang bocor yang tidak berguna bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sementara itu, Hakim Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Dr. H. Arsul Sani, S.H., M.Si., Pr.M., dalam sambutannya pada peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan menyampaikan harapan agar Kabupaten Pekalongan semakin maju dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya.
Arsul turut menyinggung capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pekalongan yang berada pada angka 72,71. Menurutnya, indikator kesehatan, pendidikan dan ekonomi perlu terus menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
Ia berharap sejarah Kabupaten Pekalongan dapat terus diperkenalkan kepada anak-anak dan generasi muda sehingga mereka memahami identitas serta perjalanan daerah tempat mereka tumbuh.
“Selamat Hari Ulang Tahun Kabupaten Pekalongan. Mudah-mudahan Kabupaten Pekalongan semakin maju, bukan hanya bagi warganya, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” ujar Arsul Sani.
Selasa, 25 Agustus 2026
Hal itu disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai kegiatan Upacara Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (25/8/2026).
Sukirman mengatakan, peringatan Hari Jadi menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Prestasi yang telah diraih akan terus ditingkatkan, sementara berbagai kekurangan akan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan bersama.
“Intinya adalah merefleksikan apa yang telah kita lakukan pada tahun sebelumnya. Kita berhasil meraih berbagai prestasi, tentu hal-hal yang sudah baik akan kita tingkatkan, sementara hal-hal yang masih kurang akan kita perbaiki,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, integritas aparatur menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Ia menekankan pentingnya kemampuan aparatur untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, memiliki loyalitas, serta mampu menjaga diri agar tidak terjebak dalam praktik-praktik yang berpotensi melanggar aturan.
“Yang tidak kalah penting adalah menjaga diri kita masing-masing sebagai para abdi negara agar tidak terjebak lagi dalam praktik-praktik yang sekiranya berpotensi melanggar,” tegasnya.
Sebagai upaya memperkuat integritas, Pemkab Pekalongan telah membentuk Tim Pengawasan Integritas. Selain itu, sosialisasi regulasi dan kampanye antikorupsi akan terus digencarkan di lingkungan pemerintahan.
Sukirman menyebut, upaya tersebut juga dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif dan kreatif, seperti lomba antikorupsi, lomba pencegahan praktik gratifikasi, hingga lomba video.
“Ini bagian dari sosialisasi agar kita semua memiliki benteng dan bisa saling mengingatkan,” katanya.
Terkait angka 404 pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Sukirman menyebut angka tersebut menjadi simbol usia Kabupaten Pekalongan yang telah mencapai 404 tahun. Usia tersebut dinilai menunjukkan perjalanan panjang dan kematangan daerah.
“Angka 404 menunjukkan usia yang sudah sangat mapan, sudah sangat dewasa. Tentu ini menjadi refleksi kita terhadap perjalanan dan perjuangan para pimpinan Kabupaten Pekalongan terdahulu,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Pemkab Pekalongan akan terus melakukan penataan dan penguatan UMKM serta sentra-sentra perekonomian daerah.
Beberapa kawasan seperti Kajen, Kedungwuni, dan Pekan Raya akan menjadi bagian dari upaya penataan, baik dari sisi lingkungan maupun tata kelola tarif. Menurut Sukirman, penataan tarif harus mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) sehingga masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terbebani dengan pungutan di luar ketentuan.
“Ketika sudah membayar kontribusi sesuai ketentuan, maka tidak ada kontribusi lain lagi. Besarannya juga harus sesuai dengan standar dan ukuran yang ada dalam Perda,” ungkapnya.
Sementara itu, persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Pemkab Pekalongan optimistis berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara bertahap. Untuk tahun 2026, sejumlah pembangunan infrastruktur telah mulai dikerjakan. Selanjutnya, tahun 2027 akan menjadi momentum untuk lebih mengakselerasi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk tahun 2026 ini sudah mulai dikerjakan. Tahun 2027 memang betul-betul kita canangkan sebagai tahun infrastruktur,” tegas Sukirman.
Menutup keterangannya, Sukirman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran OPD yang telah bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan, termasuk dalam menyukseskan rangkaian Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan.
Ia berharap momentum Hari Jadi tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi menjadi sarana evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran pemerintahan bersama masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang semakin maju.
Selasa, 25 Agustus 2026
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman mengatakan, doa bersama tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang memiliki latar belakang agama dan keyakinan yang beragam.
“Spiritnya sama, yaitu mendoakan masyarakat Kabupaten Pekalongan agar semakin sejahtera dan makmur. Kita juga mendoakan agar pemerintah dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Selain mendoakan masyarakat dan pemerintah daerah, doa bersama juga ditujukan bagi Presiden Republik Indonesia, Gubernur Jawa Tengah, serta seluruh jajaran pemerintahan agar senantiasa diberikan kelancaran dalam menjalankan tugas.
Menurut Sukirman, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-404 Kabupaten Pekalongan sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia berharap tradisi doa bersama lintas agama tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat terus dilanjutkan sebagai ruang untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antartokoh agama.
Bahkan, para tokoh agama telah menyampaikan komitmen untuk melanjutkan tradisi tersebut. Salah satunya melalui rencana menghadiri peresmian gereja Katolik di Kecamatan Karanganyar yang saat ini masih dalam proses pembangunan.
“Ini akan kita teruskan menjadi tradisi doa bersama antarumat beragama. Kita ingin kebersamaan ini terus terjaga,” katanya.
Selain memperkuat kerukunan, Sukirman menilai tokoh agama memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, seluruh pihak didorong bersama-sama menjaga akhlak, moralitas, etika, dan pergaulan anak-anak muda di Kabupaten Pekalongan.
“Agama menjadi salah satu benteng dan fondasi penting untuk membendung anak-anak dari pergaulan bebas, kenakalan remaja, serta berbagai pengaruh negatif di era globalisasi,” tandasnya.
Melalui doa bersama tersebut, Pemkab Pekalongan berharap semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan lintas agama semakin kuat sehingga menjadi modal bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang aman, damai, dan sejahtera.
Selasa, 25 Agustus 2026
Sukirman menyampaikan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-404 menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat ikhtiar menghadapi berbagai tantangan ke depan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, doa, bimbingan, dan nasihat para kiai serta ustaz selama ini menjadi bagian penting dalam mendukung jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan para kiai dan ustaz yang terus membersamai pemerintah. Doa dan dukungan beliau-beliau menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan globalisasi dan perkembangan digitalisasi yang begitu cepat, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan dan kerja keras pemerintah. Persatuan masyarakat, kerja keras, serta doa dan dukungan para ulama juga diperlukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Pekalongan. Salah satunya terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menurutnya telah menunjukkan perkembangan positif dan berada pada kisaran 15 besar dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
IPM tersebut mencakup berbagai aspek, antara lain pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga upaya mengurangi angka pengangguran.
“Angka-angka inilah yang terus kita catat dan kita ingin tingkatkan pada tahun-tahun mendatang,” katanya.
Meski demikian, Sukirman mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya sektor infrastruktur. Persoalan jalan dan infrastruktur disebut menjadi salah satu tantangan pembangunan yang masih harus diselesaikan.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berencana menjadikan tahun 2027 sebagai momentum untuk lebih fokus pada pembangunan infrastruktur, terutama ruas-ruas jalan yang masih mengalami kerusakan.
“Di tahun 2027 kita akan fokus kepada persoalan infrastruktur. Ruas-ruas jalan kita yang masih rusak dan masih banyak kendala akan kita prioritaskan. Tahun 2027 menjadi tahun infrastruktur bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Sukirman menambahkan, sejumlah pembangunan infrastruktur saat ini sudah mulai berjalan. Di antaranya pembangunan jalan di Watusalam yang sebelumnya sempat menjadi perhatian masyarakat, serta sejumlah ruas lainnya seperti di sekitar SMP Negeri 1 Tirto.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sukirman mencontohkan antusiasme masyarakat dalam kegiatan Pekan Raya Kajen yang menunjukkan geliat ekonomi dan aktivitas perdagangan yang cukup tinggi.
Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat dan banyaknya produk pedagang yang telah habis terjual sejak sore hari menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak.
“Ini pertumbuhan ekonomi yang akan kita dorong terus di tahun 2027,” ungkapnya.
Lebih lanjut, setelah pelaksanaan Pekan Raya Kajen, Pemkab Pekalongan akan melakukan penataan dan revitalisasi kawasan UKM dan UMKM, termasuk di Kedungwuni, Gemek, dan Kajen.
Penataan tersebut dilakukan untuk menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertib sekaligus memastikan mekanisme sewa dan pengelolaan berjalan secara resmi dan transparan.
“Kita akan kembali berbenah terkait UKM dan UMKM yang ada di Kedungwuni, Gemek, juga di Kajen. Kita akan revitalisasi dan tata agar lebih tertib. Aturan mainnya jelas, sewanya juga resmi dan masuk ke negara,” jelasnya.
Sukirman menegaskan, pemerintah daerah telah menyiapkan aturan dan tim satuan tugas untuk mengawal penataan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memberikan ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan UMKM.
Menutup keterangannya, Sukirman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami mohon doa restu dan doa dari para kiai, para ustaz, serta seluruh masyarakat agar apa yang kita rencanakan dapat terwujud dan terealisasi dengan baik,” pungkasnya.
Selasa, 25 Agustus 2026