Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjalin kerja sama dengan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) untuk mendorong regenerasi petani, menumbuhkan wirausaha muda di sektor pertanian, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna mendukung ketahanan pangan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin (12/10/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah untuk mendukung program pemerintah pusat di bidang pertanian, salah satunya melalui program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services - Scaling Up Intervention (YESS-SI).
Program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian melalui peningkatan keterampilan, pendampingan, serta pengembangan jiwa kewirausahaan. Program ini juga membuka peluang bagi kelompok masyarakat marginal, termasuk masyarakat miskin dan penyandang disabilitas, yang memiliki minat serta potensi di bidang pertanian.
“Melalui program ini, kita ingin melahirkan petani-petani muda yang memiliki keterampilan dan kompetensi di bidang pertanian, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap sektor pertanian,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, peserta program berkesempatan memperoleh pelatihan, magang, dukungan sarana dan alat pertanian, serta pendampingan untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan, khususnya lulusan SMA dan SMK, untuk melanjutkan pendidikan di Polbangtan YoMa. Menurut Sukirman, kesempatan pendidikan tersebut diharapkan dapat mencetak tenaga ahli pertanian yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan ketahanan pangan nasional.
Ia menambahkan, kesepakatan bersama yang telah ditandatangani akan ditindaklanjuti oleh Dinas Pertanian melalui penyusunan program dan langkah konkret bersama Polbangtan YoMa.
“Kami menyambut baik kerja sama ini. Harapannya, kesepakatan ini tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dengan kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Polbangtan YoMa, Dr. Bambang Sudarmanto, S.Pt., M.P., menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperluas pelaksanaan program regenerasi petani dan pengembangan kewirausahaan pertanian di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengidentifikasi generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian, kemudian memberikan dorongan dan motivasi agar mereka tertarik menekuni sektor tersebut secara profesional.
Upaya itu, lanjutnya, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian untuk mempercepat regenerasi petani melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Selain program YESS-SI, Polbangtan YoMa juga mendorong pengembangan Brigade Pangan sebagai salah satu wadah bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Program tersebut telah dikembangkan sejak 2025 sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi petani dan meningkatkan partisipasi anak muda dalam pengelolaan sektor pertanian.
“Kami ingin mendorong generasi muda agar mau terjun ke sektor pertanian, berperan aktif, dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Salah satunya melalui program YESS-SI dan pembentukan Brigade Pangan,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Polbangtan YoMa juga membuka kesempatan bagi generasi muda Kabupaten Pekalongan untuk mengikuti penerimaan mahasiswa baru. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, terutama oleh anak-anak petani, untuk memperoleh pendidikan tinggi di bidang pertanian.
Melalui kerja sama ini, Pemkab Pekalongan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengembangkan usaha pertanian, memiliki kompetensi sesuai kebutuhan sektor pertanian modern, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Senin, 12 Oktober 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mendorong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Walisongo Cabang Pekalongan untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi, gagasan inovatif, serta kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., saat menghadiri pelantikan pengurus HMI dan Korps HMI-Wati (Kohati) Komisariat Walisongo UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan periode 2026–2027, Minggu (11/10/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen mendorong peningkatan kesejahteraan, pengakuan, dan kesetaraan bagi pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Sabtu (10/10/2026).Dalam kesempatan tersebut, Sukirman menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pendidik PAUD yang selama ini berperan penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus meletakkan fondasi pendidikan bagi generasi penerus.Menurutnya, mendidik anak usia dini membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan pengabdian yang tinggi. Peran pendidik PAUD tidak hanya sebatas memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membangun kebiasaan positif sejak dini.Sukirman menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pendidik PAUD perlu terus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, menurutnya, akan berupaya menyampaikan aspirasi para pendidik kepada pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat melalui jalur komunikasi dan koordinasi yang tersedia.Ia mengakui bahwa dukungan pemerintah, antara lain melalui bantuan operasional dan pemberian insentif, telah diberikan. Namun, besaran insentif yang diterima sebagian pendidik PAUD, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut, sekitar Rp300 ribu per bulan, masih perlu mendapat perhatian agar sebanding dengan pengabdian dan tanggung jawab mereka.“Ke depan, kami akan terus berupaya mendorong peningkatan dukungan dan kesejahteraan bagi para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD,” ujar Sukirman.Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Pekalongan, Dr. Galuh Kirana Dwi Areni, S.S., M.Pd., menekankan pentingnya peran pendidik PAUD dalam membangun karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, berbagai aktivitas pembelajaran, seperti menggambar, mewarnai, menyusun balok, belajar membaca, dan bermain, memiliki nilai pendidikan yang lebih luas daripada sekadar melatih pengetahuan dan keterampilan.Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar mengembangkan keberanian, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan berinteraksi dengan lingkungan. Proses pembelajaran itu juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan membentuk kebiasaan positif yang akan menjadi bekal bagi kehidupan mereka di masa mendatang.“Bapak dan Ibu pendidik tidak sekadar mengajarkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan keberanian, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta membentuk kebiasaan positif. Semua itu merupakan fondasi karakter yang akan memengaruhi masa depan anak-anak kita,” tutur Galuh.Ia mengajak seluruh pendidik PAUD untuk terus menjalankan pengabdian dengan penuh semangat dan tidak berkecil hati menghadapi berbagai tantangan. Ketulusan, keikhlasan, dan konsistensi dalam mendampingi anak, menurutnya, merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi masa depan Kabupaten Pekalongan.Sejalan dengan tema HUT ke-21 HIMPAUDI, “Nyalakan Asa”, Galuh juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan perangkat daerah terkait, untuk memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan serta pengembangan profesional pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi pendidik dan dukungan kesejahteraan yang memadai. Dengan demikian, para pendidik dapat menjalankan tugas secara optimal dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak.Puncak peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Pekalongan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat apresiasi terhadap pengabdian para pendidik PAUD sekaligus mendorong sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.Melalui dukungan yang berkelanjutan, para pendidik PAUD diharapkan semakin berdaya dalam menjalankan perannya sebagai peletak fondasi karakter dan perkembangan anak, guna mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas menuju Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui inovasi pemasaran dan penyediaan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Salah satunya dengan menghadirkan beragam jajanan tradisional hingga kuliner kekinian di Gedung C UMKM Center Kabupaten Pekalongan, Jumat (9/10/2026).
SRAGI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong peningkatan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas akses pembayaran melalui agen resmi agar pelayanan dapat menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.
KAJEN - Suasana berbeda terasa di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin malam (5/10/2026). Ribuan masyarakat berkumpul untuk nonton bareng (nobar) final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Indonesia melawan Thailand.
Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana sudah terasa meriah. Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., bahkan sempat melontarkan candaan saat hendak memutar cuplikan gol Ole Romeny. Namun, video yang muncul justru rekaman dirinya saat mengikuti lomba sepak bola mini pada Agustus lalu.
KEDUNGWUNI – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong penguatan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi digital. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Institut Teknologi, Sains, dan Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan.
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyoroti masih tingginya ketergantungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap pemasok bahan pangan dari luar daerah. Dari seluruh pemasok yang melayani program tersebut, sekitar 59 persen dari wilayah Kabupaten Pekalongan dan sisanya masih berasal dari luar Kabupaten Pekalongan.
Sekda, Yulian menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan terbuka terhadap kolaborasi dengan organisasi mahasiswa sesuai dengan peran, tugas, dan kapasitas masing-masing. Keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah tidak berarti mahasiswa harus kehilangan sikap kritis. Sebaliknya, mahasiswa diharapkan tetap mampu menyampaikan gagasan, melakukan analisis, dan memberikan masukan terhadap kebijakan pemerintah demi kemajuan Kabupaten Pekalongan.
“Berpikir kritis dan berdialektika, termasuk untuk mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah daerah, tidak ada masalah. Sepanjang tujuannya adalah untuk kebaikan Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Yulian juga berpesan agar pengurus yang baru dilantik tidak memandang pelantikan hanya sebagai kegiatan seremonial. Masa kepengurusan selama satu tahun hendaknya dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, memperluas wawasan, serta meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
“Jadikan satu tahun ini sebagai laboratorium kepemimpinan bagi mereka yang baru dilantik. Terus berpikir dialektis, kritis, analitis, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia berharap HMI Komisariat Walisongo dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merespons berbagai isu lokal melalui dialog, pertukaran gagasan, dan kerja sama yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan, Farid Abdul Khakim, menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan dan pengembangan kepemudaan di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, organisasi mahasiswa memiliki potensi besar untuk mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Walaupun masa baktinya satu tahun, dengan adanya pengukuhan dan pelantikan ini, tentu ke depan kami akan lebih berkolaborasi lagi di bidang kepemudaan. Sehingga pembinaan kepemudaan di wilayah Kabupaten Pekalongan semakin baik dan semakin meningkat,” ungkap Farid.
Ia menambahkan, ruang kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai program kepemudaan, termasuk pengembangan pemuda pelopor dan inovasi. Pihaknya berharap HMI dapat turut berpartisipasi dalam mendorong potensi dan kreativitas generasi muda.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pekalongan, Budi Rahardjo, mengucapkan selamat kepada pengurus HMI Komisariat Walisongo yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin baik dengan Bakesbangpol.
Budi juga membuka peluang penguatan sinergi dalam pelaksanaan program pembinaan wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila. Menurutnya, keterlibatan organisasi mahasiswa menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Alhamdulillah, ke depan harapan kami sinergi dapat dilaksanakan untuk mendukung program-program kegiatan di Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Ia berharap komunikasi dan kemitraan yang telah terbangun dapat terus dipertahankan serta ditingkatkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap HMI Komisariat Walisongo dapat terus berkembang sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan mahasiswa sekaligus mitra kolaborasi dalam pembangunan daerah, dengan tetap menjaga independensi, daya kritis, dan komitmen terhadap kepentingan masyarakat.
Senin, 12 Oktober 2026
Sabtu, 10 Oktober 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan bahwa UMKM Center kini tidak hanya menjadi tempat untuk mengenalkan jajanan tradisional, tetapi juga memberikan ruang bagi produk-produk kekinian yang diminati generasi milenial dan Gen Z.
Berbagai pilihan kuliner ditawarkan, mulai dari jajanan jadul khas daerah hingga produk modern seperti dimsum, aneka kue, cake ulang tahun, dan salad buah dengan beragam varian rasa. Produk-produk tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat, khususnya kalangan anak muda.
“Sekarang ada terobosan baru dengan hadirnya jajanan modern, jajanan kekinian yang digemari generasi milenial dan Gen Z. Berbagai produk tersebut dikoordinasikan dalam satu tempat, yaitu UMKM Center Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, UMKM Center dibuka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk berkunjung, menikmati aneka kuliner, sekaligus bersantai bersama keluarga maupun teman.
Menurutnya, produk UMKM lokal memiliki kualitas dan cita rasa yang mampu bersaing dengan produk-produk yang telah dikenal luas di pasaran. Selain itu, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Sukirman mengajak masyarakat untuk turut meramaikan UMKM Center sekaligus mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di Kabupaten Pekalongan.
“Kami mengajak masyarakat, khususnya generasi milenial dan Gen Z, untuk datang dan menikmati berbagai pilihan jajanan tradisional maupun kekinian. Mari kita dukung produk UMKM lokal agar semakin berkembang,” ajaknya.
Ia berharap, keberadaan UMKM Center dapat menjadi salah satu sarana promosi dan pemasaran yang efektif bagi pelaku usaha lokal. Terlebih, melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event, UMKM Center diharapkan semakin ramai dikunjungi dan mampu meningkatkan penjualan produk-produk UMKM.
Dengan semakin dikenalnya produk lokal oleh masyarakat, para pelaku UMKM diharapkan dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
Jumat, 9 Oktober 2026
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., dalam kegiatan sosialisasi di Aula Balai Desa Kalijambe, Kecamatan Sragi, Jumat (9/10/2026).
Sukirman menyampaikan bahwa kemudahan akses pembayaran pajak merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.
Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta seluruh perangkat terkait perlu terus diperkuat agar program tersebut berjalan efektif dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia menegaskan, optimalisasi pendapatan daerah harus diiringi dengan komitmen untuk memastikan setiap rupiah yang diperoleh dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan pemerintah kepada masyarakat untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kami terus mendorong agar sinergi ini berjalan dengan baik, melibatkan seluruh perangkat daerah yang ada di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Sukirman juga mengajak seluruh pihak untuk terus mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat semakin memahami dan memanfaatkan layanan yang tersedia. Peserta kegiatan diharapkan dapat turut menyebarluaskan informasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa perluasan layanan melalui agen pembayaran menjadi salah satu alternatif untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang belum memiliki unit pelayanan.
Menurutnya, keberadaan agen dapat membantu masyarakat mengakses layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan lebih mudah tanpa harus bergantung pada unit pelayanan yang tersedia.
Ia menambahkan, pembentukan agen resmi perlu dilakukan dengan memperhatikan ketentuan dan legalitas yang berlaku. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak. Melalui pengembangan sistem keagenan tersebut, diharapkan jangkauan pelayanan semakin luas, termasuk di desa-desa yang belum memiliki fasilitas pelayanan sejenis.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan pihak terkait, pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor diharapkan semakin mudah dijangkau, sekaligus mendukung optimalisasi pendapatan daerah untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 9 Oktober 2026
“Baiklah, mari kita tonton bersama pertandingan kali ini. Semoga Indonesia mendapatkan hasil terbaik. Ada pendukung Thailand di sini, kalau saya tetap Argentina,” canda Sukirman yang langsung disambut tawa masyarakat.
Seperti nobar sebelumnya, Sukirman memilih duduk lesehan dan berbaur bersama masyarakat. Mereka bersama-sama memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia yang memburu gelar juara ASEAN setelah terakhir kali meraihnya pada 1991.
Pertandingan berlangsung ketat. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, jual beli serangan terjadi. Indonesia akhirnya mendapat keuntungan pada menit ke-81 setelah Ole Romeny dilanggar Nicholas Mickelson di dekat kotak penalti. Kartu kuning kedua membuat pemain Thailand tersebut harus mandi lebih awal.
Unggul jumlah pemain, Indonesia membuka keunggulan pada menit ke-84 melalui Dean James. Namun, keunggulan itu hanya bertahan tiga menit setelah Thailand menyamakan kedudukan melalui Iklas Sanron pada menit ke-87.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Thailand kembali membuat suporter Indonesia terdiam pada menit ke-111 setelah Peeradol Chamratsamee memanfaatkan kesalahan Elkan Baggott. Namun, Baggott membayar kesalahannya dengan mencetak gol pada menit ke-116 melalui umpan cut back Rizky Ridho, yang diawali intersep Egy Maulana Vikri.
Skor 2-2 bertahan hingga perpanjangan waktu berakhir. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.
Drama akhirnya berpihak kepada Indonesia. Seluruh eksekutor Indonesia sukses menjalankan tugasnya. Penjaga gawang Emil Audero juga tampil gemilang dengan menggagalkan penalti Nattapong Satriya, sementara tendangan Sarach Yooyen membentur mistar.
Indonesia pun memastikan gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 untuk pertama kalinya sekaligus kembali menjadi raja Asia Tenggara setelah 35 tahun puasa gelar.
Kemenangan itu disambut tangis haru dan kebahagiaan para suporter di halaman pendopo. Majid, warga Wonopringgo, mengaku bangga bisa menyaksikan langsung momen bersejarah tersebut.
“Senang dong, Mas, karena Timnas menang. Terima kasih Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah menggelar nobar. Ditunggu nobar-nobar selanjutnya,” ujarnya.
Senin, 5 Oktober 2026
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Launching Laboratorium Bisnis Digital yang berlangsung di UMKM Center Kabupaten Pekalongan, Jumat (2/10/2026). Kegiatan ini diarahkan tidak hanya pada pengenalan teknologi digital, tetapi juga memberikan pendampingan secara langsung kepada para pelaku UMKM.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang dilakukan untuk mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, digitalisasi menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, khususnya dalam pemasaran produk.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau pada satu platform saja, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Yulian mengatakan, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran dan transaksi masyarakat. Karena itu, potensi UMKM yang ada perlu didorong agar mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan dan mengoptimalkan fasilitas yang telah dimiliki, termasuk UMKM Center. Dengan pemanfaatan yang optimal, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau memang sudah ada tempat dan fasilitas yang tersedia, kenapa tidak kita manfaatkan dan hidupkan kembali sehingga bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku UMKM,” katanya.
Sementara itu, Rektor ITSNU Pekalongan, Dr. M. H. Ali Imron, S.E., M.Si., menjelaskan bahwa program tersebut berangkat dari pemetaan terhadap berbagai kendala yang masih dihadapi UMKM, terutama dalam pemasaran online dan pemanfaatan e-commerce.
Menurutnya, ITSNU Pekalongan berupaya memberikan solusi melalui praktik langsung dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Program tersebut mencakup content creator, pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI), digital marketing, e-commerce, serta training dan mentoring secara langsung.
“Jadi kita tidak lagi memberikan perhatian yang sifatnya seremonial. Kami berupaya menyediakan perangkat dan pendampingan yang standarnya disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.
Ali Imron berharap keberadaan Laboratorium Bisnis Digital tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan pemasaran secara online. Dengan demikian, produk UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain itu, ITSNU Pekalongan juga menyiapkan skema keberlanjutan dengan melibatkan mahasiswa yang memiliki kompetensi di bidang digital. Mereka diharapkan dapat mendampingi pelaku UMKM secara rutin, termasuk membantu kebutuhan live streaming dan promosi digital.
“Harapannya, dengan adanya program seperti ini, tempat ini bisa dihidupkan setiap hari sehingga selalu ramai dan produktif,” ujarnya.
Ali Imron menambahkan, pihaknya optimistis terhadap pengembangan UMKM melalui pendampingan yang dilakukan secara bertahap. Sejumlah pelaku usaha sebelumnya telah mendapatkan pendampingan mulai dari aspek kemasan hingga sertifikasi halal.
Bagi produk yang memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas, pendampingan juga diarahkan untuk memenuhi berbagai standar yang dibutuhkan, termasuk Standar Nasional Indonesia (SNI).
Ia menyebut, jumlah UMKM di Kabupaten Pekalongan yang cukup besar membuat pendampingan perlu dilakukan secara bertahap. Karena itu, pelaku UMKM yang telah siap akan dijadikan sebagai percontohan atau pilot project.
“Kalau jumlahnya mencapai lebih dari 100 ribu, tentunya kita belum bisa menangani semuanya sekaligus. Paling tidak kita mulai dari UMKM yang sudah siap terlebih dahulu sebagai pilot project,” katanya.
Keberhasilan pilot project tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya untuk ikut memanfaatkan fasilitas dan ekosistem digital yang tersedia di UMKM Center.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan pelaku UMKM, UMKM Center diharapkan tidak hanya menjadi tempat aktivitas usaha, tetapi juga berkembang menjadi ruang pembelajaran, pendampingan, promosi, dan pemasaran produk UMKM berbasis digital.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 2 Oktober 2026
Persoalan itu mengemuka dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG yang digelar Pemkab Pekalongan di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Kamis 1 Oktober 2026 sore.
Rapat diikuti organisasi perangkat daerah terkait, 98 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi serta 78 mitra MBG.
Korwil BGN Kabupaten Pekalongan, Nauf Mawla Sidqi mengatakan, kondisi tersebut menjadi perhatian karena MBG memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Menurutnya, semakin banyak kebutuhan bahan pangan dipenuhi dari pelaku usaha lokal, semakin besar pula perputaran uang yang bertahan di Kabupaten Pekalongan.
“MBG ini salah satu penggerak roda ekonomi yang ada di Kabupaten, Pak, tapi nyatanya 41 persen supplier itu dari luar Kabupaten. Artinya kan ada uang yang keluar dari Kabupaten. Ini mungkin bisa ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain persoalan rantai pasok, Pemkab Pekalongan juga menyoroti kepatuhan mitra terhadap standar operasional prosedur (SOP). Plt Bupati Pekalongan, H. Sukirman mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara rutin untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.
Sukirman menyebut, sejumlah mitra sebelumnya telah mendapat teguran karena persoalan kepatuhan SOP.
Bahkan, terdapat mitra yang dikenai penghentian sementara atau suspend.
“Alhamdulillah memang Kabupaten Pekalongan relatif tidak terlalu banyak persoalan yang terkait dengan misalnya keracunan dan seterusnya. Tetapi SOP beberapa dari para mitra ini memang beberapa kali kita tegur dan bahkan ada yang kita suspend,” kata Sukirman.
Untuk memperkuat komunikasi, Sukirman mendorong pembentukan paguyuban mitra MBG. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang koordinasi antara pemerintah daerah, SPPG dan mitra, termasuk untuk mengevaluasi penerima manfaat, memperbarui informasi mengenai SOP serta membahas perkembangan kemitraan.
Menurut Sukirman, koordinasi diperlukan untuk menggali berbagai persoalan yang muncul di lapangan dan mencari penyelesaiannya secara bersama.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi mengatakan, dari 115 SPPG yang telah terbentuk, sebanyak 98 SPPG sudah beroperasi. Program MBG kini telah menjangkau 210.334 penerima manfaat, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.
Anis menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong agar bahan baku MBG seperti ikan, ayam, telur, beras dan sayuran lebih banyak diserap dari petani, peternak, nelayan dan pelaku usaha di Kabupaten Pekalongan.
“Ini penting sekali seperti peternak, petani, nelayan, kemudian sayur-mayur. Ini harus benar-benar dijaga mutu kualitasnya sekaligus bersumber dari lokal Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah mitra dan SPPG juga menyampaikan kendala teknis, antara lain pemantauan penerima manfaat agar makanan tidak dibawa pulang serta kenaikan harga bahan baku di pasar. Mitra juga meminta pelaksanaan inspeksi mendadak dilakukan secara persuasif dan mengedepankan pembinaan.
Menindaklanjuti persoalan tersebut, Dinas Pendidikan akan menyiapkan edaran terkait aturan konsumsi makanan di tempat. Sementara Disperindag membuka akses pemantauan harga bahan pokok secara rutin melalui sistem informasi SIKaP, sedangkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mendorong optimalisasi penyerapan produk lokal dari petani dan peternak.
Jumat, 2 Oktober 2026
Upacara tersebut mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Plt. Bupati Pekalongan Sukirman, S.S., M.S. mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan sejarah bangsa, termasuk berbagai upaya yang pernah dilakukan untuk menggantikan Pancasila sebagai dasar negara.
Menurut Sukirman, semangat tersebut tidak cukup hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui pembangunan yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dengan Kesaktian Pancasila ini kita isi dengan berbagai kegiatan pembangunan yang kemudian kita manfaatkan atau kita persembahkan kepada masyarakat Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, semangat Kesaktian Pancasila sejalan dengan upaya mewujudkan masyarakat yang berdaulat, adil, dan makmur.
Kedaulatan, kata dia, berarti menjaga ideologi negara dari berbagai bentuk campur tangan dan ancaman dari pihak luar. Sementara keadilan diwujudkan melalui pelayanan kepada masyarakat serta pembangunan yang dilakukan di berbagai bidang.
“Adil dalam pengertian masyarakat menerima berbagai pelayanan dan pembangunan di segala bidang. Kemudian makmur, tentu saja dari sisi ekonomi, kesejahteraan, dan seterusnya,” jelasnya.
Ada sedikit yang berbeda dari pelaksanaan upacara kali ini, dimana momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi ajang untuk memperkenalkan anggota Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 441/Satria Penatas Angin. Bermarkas di Desa Bukur, Kecamatan Bojong. Puluhan prajurit memperkenalkan dirinya melalui yel-yel dengan penuh semangat.
Pada kesempatan itu, Sukirman juga menyampaikan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan pemerintah pusat. Salah satunya melalui keberadaan Batalion Teritorial Pembangunan.
Menurutnya, keberadaan Batalion Teritorial Pembangunan menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Pekalongan. Selain mengawal pembangunan, keberadaannya juga diharapkan dapat membantu meneruskan pembangunan serta mendukung pelaksanaan program-program pemerintah pusat di daerah.
“Ini sekaligus ingin menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersinergi terus-menerus dengan kebijakan pemerintah pusat,” katanya.
Sukirman berharap semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat terus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran pemerintah untuk bekerja bersama, menjaga persatuan, dan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Kamis, 1 Oktober 2026