KAJEN - Suryan atau dipanggil Ryan terpilih sebagai ketua umum KONI Kabupaten Pekalongan setelah melalui pemilihan secara akalamasi . Ia menggantikan Plt KONI Suryono.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, SE, M.M berharap ketua umum terpilih nantinya bisa bekerjasama dengan jajaran kepengurusan KONI dan pengurus cabang sehingga nantinya dapat melahirkan atlet-atlet yang potensial untuk berprestasi dan mampu mengharumkan nama daerah pada kancah kejuaraan olahraga regional maupun nasional.
Hal itu disampaikan Bupati saat membuka Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Kabupaten Pekalongan di Pendopo Bupati, Sabtu (4/12/2021).
Kegiatan Musorkablub ini diselenggarakan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KONI yaitu untuk memilih ketua umum fefinitif pada KONI Kabupaten Pekalongan untuk masa bhakti hingga tahun 2023. “Pergantian kepemimpinan sebuah lembaga atau organisasi merupakan hal yang biasa dan Lazim adanya . Sehingga saya minta pelaksanaan musyawarah nanti bisa berjalan dengan tertib, serius tapi santai dan melalui musyawarah mufakat dapat dihasilkan seorang Ketua KONI yang definitif,” Kata Fadia.
Bupati menambahkan, dalam membangun arah dalam bidang olahraga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri maka harus dengan prinsip kolaborasi atau kerjasama terutama dengan para pelatih, orang tua atlet, pengurus cabang olahraga dan segenap instansi terkait termasuk para pengusaha serta masyarakat yang mencintai olahraga.
“Mari kita support peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan , segenap kepala instansi, OPD terkait dan satuan pendidikan semua kita bergandeng tangan untuk mengukir sejarah olahraga di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
“Dan baru-baru ini kita mendapat berkah dan nama daerah kita menjadi harum, dikarenakan ada seorang atlet renang dari NPCI Kabupaten Pekalongan yang telah meraih dua medali emas dan satu medali perak di ajang PEPARNAS ke enam belas / XVI tahun 2021 di Papua atas nama Fikki. Titik tonggak ini bisa dijadikan motivasi bagi para pengurus KONI Kabupaten dalam membina dan melatih para atlet untuk meraih prestasi di masa mendatang,” terangnya.
Sementara itu Plt Ketua Umum KONI dalam sambutannya mengatakan, dalam Musorkablub kali ini lebih dari 2/3 cabang olahraga hadir sehingga secara aturan sudah memenuhi kuorum. “Musorkablub terselenggara atas bantuan pemerintah daerah yang menganggarkan pada perubahan anggaran 2021. Dan dari tim penjaringan telah memunculkan satu calon yang memenuhi persyaratan yakni Suryan. Semoga dengan kepimpinan yang baru prestasi olahraga Kabupaten Pekalongan bisa terangkat,” harapnya. (Dian-Kominfo)
Senin, 6 Desember 2021
KAJEN - M Yulian Akbar S Sos.,M.Si resmi terpilih secara definitif menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM melantik dan mengambil Sumpah jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan secara langsung di Aula lantai I Setda pada Jum’at (03/12) sore.
KAJEN - Warga Nahdliyin mempunyai tanggungjawab untuk membesarkan dan menjaga nama baik Nahdlatul Ulama (NU). Apalagi eksistensi ormas NU di kabupaten Pekalongan tidak diragukan lagi. Di sector sektor pendidikan, NU di Kabupaten Pekalongan telah memiliki lembaga pendidikan dari TK, SMK bahkan sampai tingkat pendidikan tinggi yaitu ITS NU. Hal ini disampaikan Bupati Fadia Arafiq SE.,MM dalam sambutan pengarahannya pada acara ‘Silaturahim Bupati Pekalongan Dalam Rangka Membangun Sinergitas Pemerintah Daerah Dengan Ormas Tingkat Kecamatan, MWC NU Kesesi’, di SMK Ma’arif NU Kesesi, Rabu (01/12) malam.
KAJEN - 2 (Dua) Raperda Kabupaten Pekalongan, yaitu Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah kabupaten Pekalongan nomor 10 tahun 2018 tentang penambahan penyertaan modal daerah kabupaten Pekalongan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 telah disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Selasa (30/11) siang di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Inovasi pelayanan public ‘’JUNJANG ADMINDUK’’ (Layanan Administrasi Kependudukan Berbasis Kewenangan Desa oleh Fasilitator Administrasi Kependudukan Desa untuk Mendekatkan Pelayanan Kepada Masyarakat) dan ‘’SAPU JAGAD’’ (Semua Penduduk Disabilitas Terjamin dalam Pengurusan Administrasi Kependudukan) dari Kabupaten Pekalongan, masuk dalam Top 10 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Provinsi Jawa Tengah tahun 2021.
KAJEN – Sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19, Pemkab Pekalongan menyelenggarakan acara Khitan Massal Tingkat Kabupaten pekalongan TA 2021. Dimana kegiatan tersebut telah dilaksankan pada hari Selasa (30/11/2021) siang, di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Mukhtarudin Ashraff Abu.
Disampaikan Bupati Fadia, bahwa kedatangannya ke MWC NU talun bermaksud untuk melakukan silaturahmi dengan masyarakat guna mendengar aspirasi dari rakyat secara langsung, sebagai bahan pertimbangan pihaknya mengambil kebijakan di pemerintahan.
‘’Mudah-mudahan kita bisa memanfaatkan acara ini dengan sebaik-baiknya. Karena kita bertatap muka, kalau tidak ada program dan masukan dari bapak/ibu ini akan sangat rugi sekali. Jadi ayo bersama-sama saling bersinergi menjelankan kewajiban masing-masing untuk membangun Kabupaten Pekalongan menjadi daerah yang semakin maju,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat lakukan silaturahmi dalam angka membangun sinergitas Pemda dengan Ormas tingkat desa, di UBK MWC NU Talun.
Selanjutnya, Bupati Fadia menuturkan, sebagai warga NU, Ia mengajak masyarakat NU Talun untuk bisa kompak dalam rangka membesarkan NU di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya saat ini hampir 60% masyarakat Kabupaten Pekalongan merupakan warga NU.
‘’Saya berharap NU di Kabupaten Pekalongan tidak kalah kompaknya. Mungkin ada salah satu yang kesusahan ya kita harus saling membantu ya,’’ harapnya.
Selain itu, pada kesempatan tersebut Fadia juga menuturkan bahwa mulai bulan Januari 2022 nanti, masyarakat Kabupaten Pekalongan yang tidak memiliki kartu BPJS dan KIS, mulai bisa menikmati fasilitas pelayanan kesehatan gratis kelas tiga, bagi warga yang tidak mampu di RSUD Keraton, RSUD Kajen dan RSUD Kesesi.
‘’Jadi sementara ini, kami bisa memberi pelayanan di kelas tiga ya bapak/ibu. Kami berharap dengan adanya program kesehatan gratis ini, masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa sehat-sehat semua,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M, mengatakan bahwa terkait ustad/ustadzah setiap tahun juga sudah diperhatikan untuk pemberian insentifnya. Jadi Ia berharap para ustad/ustadsah bisa lebih semangat lagi dalam mengajar anak-anak.
‘’Ingin kami berikan maksimal. Namun karena kondisi Covid-19 dan kondisi keuangan semakin menipis, dan belanja daerah juga tentunya meningkat untuk penanganannya. Jadi kami benar-benar menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,’’ ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Sabtu, 4 Desember 2021
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan di diikuti dan disaksikan oleh Ketua DPRD Hj Hindun MH beserta forkopimda, Pj Sekda Drs Budi Santoso M.Si beserta istri, para asisten/staf ahli Bupati, para kepala OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN/BUMD serta tamu undangan lainnya.
Bupati Fadia mengucapkan selamat atas terpilihnya M Yulian Akbar sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan. Fadia berpesan kepada Sekda terpilih agar siap bekerja keras dalam mengabdi untuk masyarakat. “ Sekda ini membawahi ribuan ASN kabupaten Pekalongan. Tugasnya membantu Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi misinya serta ikut membantu mensejahterakan masyarakat kabupaten Pekalongan. Artinya memang siap bekerja keras, bekerja 24 jam mengabdi untuk kabupaten Pekalongan, “ tutur Fadia.
Selanjutnya kepada Pj Sekda Budi Santoso yang masa tugasnya telah berakhir, Bupati mengucapkan rasa terimakasih atas pengabdian Budi Santoso untuk Kabupaten Pekalongan selama ini.
Sementara itu Sekda terpilih, Yulian Akbar usai acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, mengungkapkan bahwa dirinya selaku Sekda mempunyai tugas membantu Bupati mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati Pekalongan selama periode 2021 -2026. “ Kita harus kerja keras, bupati memerintahkan kepada kami untuk kerja all out 24 jam melayani masyarakat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya selaku Sekda bersama-sama dengan kawan-kawan akan mengkonsolidasikan birokrasi, membangun birokrasi dalam rangka mewujudkan visi misi Bupati/Wakil Bupati, “ungkap Yulian Akbar, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan.
Yulian Akbar juga memaparkan tugas pertama yang akan dilakukannya adalah melaksanakan APBD. “ APBD 2022 harus dipastikan berjalan tepat waktu. Kedua, mewujudkan apa yang sudah ada dalam APBD tadi, yang prioritas adalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur. Dan menghadapi musim penghujan , kita antisipasi terkait banjir dan rob,” pungkasnya.
Sementara itu Pj Sekda Budi Santoso membacakan sebuah puisi dalam sambutan singkatnya. Dalam kesempatan itu Budi sekaligus menyampaikan mohon diri untuk kembali bertugas di jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Dian-Kominfo)
Jumat, 3 Desember 2021
Tampak hadir dalam silaturahim ini antara lain KH Muslih Khudlori, Camat beserta Forkopimcam Kesesi, Keluarga besar PCNU kabupaten Pekalongan, Kepala sekolah/guru/pengurus SMK Ma’arif NU Kesesi , Plt Kepala Dinas Pendidikan Subagyo, Kepala desa Kaibahan, Pengurus PCNU Kesesi, para pengasuh pondok pesantren se-kecamatan Kesesi, para tokoh agama/masyarakat serta keluarga besar Muslimat dan Fatayat NU Kesesi.
Dalam silaturahim dengan keluarga besar NU Kesesi ini, Bupati Fadia mengaku sangat senang dan ia menyebut bahwa dirinya adalah warga NU. “ Saya dan keluarga adalah warga NU. Sebagai warga nahdliyin kita punya tanggungjawab untuk membesarkan NU. Mari kita menjadi orang NU yang hebat dimanapun kita berada, mari kita besarkan dan jaga nama baik NU, dan NU di kabupaten Pekalongan harus lebih besar lagi,” ucap Fadia.
Selanjutnya bupati juga memaparkan bahwa dengan adanya pandemic covid,sector ekonomi menjadi terdampak. Oleh karenanya Bupati meminta kepada seluruh warga terutama para lansia agar mau divaksin. “Vaksin ini bagi muslim merupakan ikhtiar. Selain kita wudhu, bersih-bersih dan ikhtiar paling maksimalnya vaksin. Kepada bapak/ibu yang sepuh saya minta tolong diperhatikan, agar mau divaksin,” pintanya.
Ditambahkan, Kabupaten Pekalongan saat ini mendapatkan stok vaksin yang melimpah. Setelah sebelumnya menerima 185 ribu vaksin dari pemerintah pusat, beberapa waktu terakhir Kabupaten Pekalongan menerima lagi 189 ribu vaksin. Bahkan dengan jumlah vaksin yang melimpah ini, ada Kabupaten lain yang meminjam vaksin milik Kabupaten Pekalongan. Untuk itu Bupati Fadia meminta agar hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh warga kabupaten Pekalongan. “Alangkah sayang nya kalau warga kabupaten Pekalongan tidak memanfaatkan ini dengan baik. Dan jika ada yang bilang divaksin itu bisa meninggal, itu adalah hoaks. karena saya dan semua jajaran termasuk Forkopimcam disini yang sudah divaksin semua sehat. Dan vaksinnya juga tidak dibedakan, artinya dosis juga jenisnya sama, “ terang Fadia.
Selain itu, disampaikan pula tentang adanya peraturan presiden bahwa yang tidak mau divaksin ,tidak bisa mendapatkan bantuan kesehatan, PKH ,BLT dan sebagainya. Dan anak usia 12 tahun ke atas yang belum divaksin tidak bisa ikut ujian. Termasuk orangtuanya yang belum divaksin, anaknya tidak bisa ikut ujian.
Dalam silaturahim tersebut tak lupa bupati memberikan apresisasi kepada forkopimcam Kesesi yang telah sukses menggelar sebuan vaksin mencapai 2600 dosis vaksin.
Menutup sambutannya Bupati Fadia menambahkan bahwa Kabupaten Pekalongan akan memberikan hibah untuk NU pada tahun 2022 mendatang. “Hibah ini kalau bisa sampai ke tingkat kecamatan sampai desa-desa,” pungkasnya.(Dian-Kominfo)
Kamis, 2 Desember 2021
Mengiringi persetujuan bersama ini, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq SE.,MM meng ucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama pimpinan dan seluruh anggota DPRD yang telah melakukan pembahasan terhadap substansi 2(dua) Raperda tersebut, yang selanjutnya disetujui bersama untuk ditetapkan sebagai peraturan daerah.
Dalam sambutannyan pada Rapat Paripurna ini Bupati Fadia menyampaikan bahwa pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun daerahnya serta memiliki daya saing yang tinggi untuk mengkombinasikan kondisi ekonomi, sumber daya manusia dan teknologi agar lebih berkembang dan berdaya saing. Dan dengan disetujuinya Raperda ini, Fadia berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yakni terwujudnya kesejahteraan masyarakat kabupaten Pekalongan.
“Rancangan peraturan daerah tentang APBD ini selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional maupun sinergitas antara kepentingan public dan kepentingan aparatur disamping juga untuk menghindari agar peraturan daerah tentang APBD yang ditetapkan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, “ jelasnya.
Sementara itu Sekretaris badan anggaran DPRD Kabupaten Pekalongan , Agus Pranoto SH.,MH menyampaikan hasil rapat kerja DPRD bersama TAPD dan OPD terkait dalam rangka membahas Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya sebagai dasar penetapan menjadi Raperda tentang APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2022, bahwa Badan anggaran DPRD sepakat dan menyetujui Raperda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangannya untuk ditetapkan menjadi Perda tentang APBD kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2022 beserta nota keuangan. Kedua, RKA semua OPD agar segera dilengkapi dan diusulkan sehingga kegiatan pada masing-masing OPD bisa dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan peraturan yang berlaku.
Rapat paripurna DPRD dalam rangka persetujuan bersama 2 (dua) Raperda kabupaten Pekalongan ini dibuka oleh ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hj Hindun MH, dan terbuka untuk umum. Tampak hadir pula dalam rapat paripurna DPRD ini para anggota Forkopimda, ketua dan para wakil ketua DPRD, Pj Sekda Drs Budi Santoso.,M.SI beserta para asisten, para kepala OPD dan tamu undangan lainnya. (Dian-Kominfo)
Kamis, 2 Desember 2021
Berkat kedua inovasi tersebut, Pemkab Pekalongan mendapat penghargaan yang telah diterima langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., pada hari ini, Rabu (1/12/2021) di Gumaya Hotel Semarang, dalam acara Forum Inspirasi Akselerasi Inovasi Pelayanan Publik untuk Meningkatkan Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan.
‘’Hari ini Kabupaten Pekalongan langsung mendapatkan 2 penghargaan sekaligus, yaitu Inovasi Junjang Adminduk dan Sapu Jagad. Alhamdulilah ini merupakan hasil dari kerjasama yang baik oleh pemerintah daerah sampai ke tingkat desa, sehingga kita bisa memperoleh penghargaan ini,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menerima penghargaan KIPP Jateng 2021 di Semarang.
Dikatakan Bupati Fadia, bahwa JUNJANG ADMINDUK sendiri merupakan inovasi dari Dindukcapil Kabupaten Pekalongan, yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas tata kelola data kependudukan di tingkat desa, mendekatkan layanan adminduk dan memfasilitasi layanan adminduk kepada masyarakat. Sehingga diharapkan dengan adanya inovasi tersebut, akan mempermudah masyarakat di desa untuk bisa mendapatkan fasilitas administrasi kependudukan secara optimal. ‘’Saya tidak heran ya kalau inovasi JUNJANG ADMINDUK ini bisa masuk urutan ke-3 dalam Top 10 KIPP Jateng 2021 ini, karena inovasi ini benar-benar bisa mempermudah layanan adminduk bagi masyarakat desa,’’ tandasnya.
Untuk inovasi selanjutnyam yaitu inovasi SAPU JAGAD, dijelaskan Bupati Fadia bahwa SAPU JAGAD merupakan sebuah inovasi yang diciptakan untuk memberian jaminan pelayanan administrasi kependudukan yang prima bagi masyarakat disabilitas di Kabupaten Pekalongan. ‘’SAPU JAGAD ini menurut saya benar-benar inovasi yang dapat mencerminkan perwujudan keadilan pelayanan public dari pemkab Pekalongan bagi kaum disabilitas. Karena kami berharap masyarakat disabilitas juga bisa mendapat layanan adminduk yang sama,’’ jelasnya.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut Fadia juga berpesan kepada seluruh OPD untuk bisa terus berinovasi, bukan hanya untuk mendapatkan penghargaan saja, melainkan tujuan utama adalah untuk memberikan kemudahan, kemurahan dan kecepatan pelayanan public bagi masyarakat. ‘’Berikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, sinergikan seluruh kreativitas, supaya tujuan utama adanya pelayanan public bisa tercapai, yaitu kepuasan masyarakat,’’ pungkasnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Dan acara Khitan Massal tersebut, diikuti oleh kurang lebih 100 anak yang berasal dari keluarga tidak mampu dan anak yatim/piatu/yatim piatu yang terdampak pandemi Covid-19.
Dalam kesempatan tersebut turut hadir secara langsung Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Drs.Budi Santoso, M.Si., dan Asisten 1 Setda Totok Budimulyanto.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menyampaikan bahwa acara khitan massal yang pihaknya selenggarakan, merupakan salah satu bentuk perhatian pemkab Pekalongan kepada masyarakat dengan membantu untuk mengkhitankan anaknya di masa pandemi ini.
‘’Saya beserta seluruh unsur forkopimda berkumpul disini mendoakan semoga anak-anaku semua bisa menjadi anak yang soleh, sekarang sudah tambah dewasa, semoga bisa tambah nurut sama orangtua. Dan semoga bisa menjadi anak yang berbakti, berguna bagi nusa dan bangsa,’’ kata Bupati Fadia.
Untuk itu, Ia berharap dengan diadakannya sunat massal setidaknya dapat meringankan beban para orangtua yang anaknya memasuki usia khitan.
Menutup sambutannya, Fadia menuturkan tahun depan pihaknya akan menyelenggarakan acara serupa, dengan jumlah peserta yang akan lebih banyak. ‘’Rencana kedepan akan mengadakan serupa tentunya saya berharap pesertanya bisa lebih banyak lagi. Karena memang disituasi pandemi seperti saat ini memang kita harus bisa membantu masyarakat, salah satunya yaitu dengan menyelenggarakan khitan masal ini,’’pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Pekalongan Subagyo, S.H.,M.M., selaku pihak penyelenggara menyampaikan bahwa kegiatan sunat massal tingkat Kabupaten Pekalongan yang diikuti oleh 100 anak ini, secara khusus ditujukan untuk anak-anak yang tidak mampu dan anak-anak yatim yang ditinggal orangtuannya karena Covid-19.
Menurut Subagyo, acara tersebut dibiayai dengan APBD Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2021. Dan didasarkan atas Perbup Nomor 34 Tahun 2021 Tentang Penjabaran Perubahan APBN Kabupaten Pekalongan Tahun 2021.
‘’Kegiatan ini merupakan inisiasi Pemkab Pekalongan untuk bisa membantu para orangtua di massa pandemi. Dan kedepannya kami juga akan melanjutkan acara yang serupa,’’ ungkapnya. (Dian-Kominfo)
Rabu, 1 Desember 2021
Selasa, 30 November 2021
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M meresmikan Rumah Bersalin Puskesmas Kedungwuni 2, pada hari ini, Selasa (30/11/2021). Dalam kesempatan tersebut Bupati Fadia menginstruksikan untuk seluruh pelayan kesehatan di setiap puskesmas yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
‘’Alhamdulilah saya sangat senang sekali bahwa pada hari ini Puskesmas Kedungwuni 2 menambahkan fasilitasnya, menambahkan fungsinya, apalagi Puskesmas Kedungwuni 2 ini wilayah kerjanya sangat luas dengan jumlah masyarakatnya yang paling terbanyak di Kabupaten Pekalongan ya. Sehingga fasilitas kesehatan memang sangat diperlukan oleh masyarakat Kedungwuni dan sekitarnya,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arfiq.
Fadia menyampaikan, penambahan fasilitas berupa rumah bersalin yang dilakukan Puskesmas Kedungwuni 2 ini merupakan langkah yang tempat untuk menambah fungsinya dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan dan juga dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan anak di Kedungwuni.
‘’Saya memang meminta kepada seluruh jajaran kesehatan Kabupaten Pekalongan untuk memberikan fasilitas atau pelayanan yang terbaik untuk seluruh pasien dan masyarakat Kabupaten Pekalongan,’’ ujarnya.
Dan juga, dalam rangka peningkatan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat, dikatakan Bupati Fadia, bahwa mulai awal tahun 2022 pihaknya akan mewajibkan seluruh puskesmas dan rumah sakit yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk membuat Pakta Integritas pemberian pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.
‘’Kita harus memberikan yang tebaik, agar masyarakat mau berobat ke puskesmas. Itu yang harus kita buktikan di setiap puskesmas-puskesmas. Dan saya tidak segan-segan akan memberikan sanksi apabila ada unit layanan kesehatan yang tidak memberikan layanan kesehatan yang baik. Dan sebaliknya, saya juga akan kasih reward untuk yang bisa memberikan pelayanan yang terbaik,’’ pungkasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Puskesmas Keduwngwuni 2 dr.Noor Endah Hartati mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Pekalongan dan seluruh pihak yang membantu berdirinya Rumah Bersalin di Puskesmas Kedungwuni 2.
‘’Saya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya Ibu Bupati Fadia dan Pak Kepala Dinas Kesehatan yang sudah menyempatkan hadir dalam acara peresmian rumah bersalin ini,’’ kata Kepala Puskesmas Kedungwuni 2 dr.Noor Endah Hartati.
Disampaikan Kepala Puskesmas Kedungwuni 2, bahwa dengan adanya penambahan fasilitas di Puskesmas Keduwuni 2 Ia berharap dapat semakin meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kedungwuni. ‘’Prinsip kami akan terus meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat, tentunya juga dari dukungan semua pihak,’’tuturnya. (Dian-Kominfo)
Selasa, 30 November 2021