KAJEN - Suasana hangat penuh keakraban mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0710 Kabupaten Pekalongan yang digelar pada Kamis (3/7) siang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Dalam momen tersebut, Bupati Pekalongan yang mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Letkol Czi Rizky Aditya, S. Sos, M. Han. yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Dandim setelah mengabdi selama tiga tahun.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan hangat juga ditujukan kepada pejabat Dandim 0710 yang baru Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, S. Sos. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut dengan tangan terbuka, serta berharap kerja sama yang erat dapat terus terjalin untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah yang terdiri dari 19 kecamatan dan 285 desa tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Letkol Rizky Aditya atas dedikasi dan kerjasama yang luar biasa selama memimpin Kodim 0710. Ia menyebut bahwa keberhasilan menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayah Pekalongan tak lepas dari peran aktif sang Dandim.
“Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Terima kasih telah menjaga Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif. Doa kami menyertai Bapak dan keluarga, semoga karier terus melesat dan cita-cita segera tercapai,” ucapnya penuh haru.
Selain itu, permohonan maaf pun disampaikan atas segala kekurangan selama masa kerja sama, baik dari sisi komunikasi maupun pelayanan. Ia berharap tali silaturahmi akan terus terjaga meski Letkol Rizky sudah bertugas di tempat baru.
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya menjelaskan Kondisi Kabupaten Pekalongan kepada Letkol Arm Ihalauw Garry sambil sedikit bercanda, Kabupaten Pekalongan ini aman dan kondusif hanya saja pada saat pilkada butuh kerja ekstra.
“Kabupaten Pekalongan ini adem ayem, masyarakatnya sopan, sangat kondusif. Hanya kadang bikin kaget saat pilkada saja, tapi setelah itu aman kembali. Tantangan itu wajar, supaya para calon lebih bersemangat,” ujar Bupati Fadia sambil sedikit bercanda.
Ia juga mengingatkan bahwa wilayah Kodim 0710 meliputi dua wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Pekalongan, yang memerlukan manajemen kepemimpinan yang bijaksana. Namun, ia optimis bahwa komandan baru mampu membagi waktu dan perhatian dengan adil dan profesional.
Tak lupa, ia menyinggung kejadian bencana di wilayah Petung pada masa kepemimpinan Letkol Rizky Aditya, yang ditangani dengan sigap dan berhasil menemukan seluruh korban.
“Semoga bencana itu menjadi yang pertama dan terakhir. Dengan kepemimpinan Pak Dandim yang baru, kita berharap komunikasi semakin erat dan kerjasama semakin kuat.”
Letkol Infanteri Rizky Aditya sekarang ini akan menjalani tugas barunya sebagai Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad memohon diri dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerjasama selama dirinya menjadi Komandan Kodim 0710/Pekalongan.
"Saya memohon maaf secara pribadi dan mewakili keluarga, apabila selama berinteraksi di sini terdapat salah ucap atau salah tindak kepada Bapak-Ibu sekalian," ujar beliau. "Kami mohon maaf dan sekaligus mohon diri. Kami memohon restunya untuk melanjutkan tugas di satuan baru sebagai Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad, kembali ke satuan asal yaitu Kostrad, guna bersiap kembali untuk berlatih dan bertempur."
Lanjut Letkol Rizky Aditya dirinya mengungkapkan setelah tiga tahun beristirahat di Pekalongan, dirasa sudah cukup, kini saatnya kembali menjalankan kembali ke satuan lamaa. Letkol Rizky memohon doanya, semoga dirinya diberikan kelancaran dalam berlatih dan bertugas, dan semoga semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Kemudian Komandan Kodim ke-25 Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang memohon doa restu untuk menjalankan tugas barunya di Pekalongan dan siap berkoordinasi dengan seluruh pihak demi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Pekalongan.
"Selanjutnya kami mohon doa restu selama melaksanakan amanah jabatan sebagai Komandan Kodim 0710. Tentunya, kami akan banyak berkomunikasi. Apabila kami masih bingung atau belum memahami sesuatu, kami mohon izin untuk bisa berkomunikasi dengan beberapa perangkat terkait, dan mohon kiranya kami diarahkan. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu kami pelajari dan ilhamkan. Kebijakan-kebijakan baik dari Komandan Kodim sebelumnya akan kami lanjutkan, bahkan kami tingkatkan. Kami siap melaksanakan tugas, mendukung, dan memajukan semua kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan." pungkasnya.
Jumat, 4 Juli 2025
KAJEN - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kemasyarakatan yang diinisiasi UIN KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Komitmen ini disampaikan saat menerima kunjungan rombongan LP2M UIN Gus Dur di ruang rapat DPRD, Kamis (3/7/2025).
KAJEN - Menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polres Pekalongan mengelar upacara Hut Bhayangkara ke - 79 yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP. Doni Prakoso Widamanto, S.I.K. Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Polres Pekalongan pada Selasa (01/07/2025) diikuti oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, Forkomimda Kabupaten Pekalongan serta jajaran dari Polres Pekalongan.
KABUPATEN PEKALONGAN – Berbeda dengan sebelumnya, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini tak hanya melayani kesehatan, namun 5 bidang lainnya, menyusul penerapan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 tanggal 23 Agustus 2024 tentang Posyandu. Peraturan tersebut telah diundangkan sejak 17 September 2024.
KAJEN – Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pekalongan hari ini, dalam rangka persetujuan bersama Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024. Rapat penting ini berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Pekalongan, Kajen, 30 Juni 2025.
KAJEN - Sebanyak 895 orang Marbot dan Petugas kebersihan Masjid juga Mushola se-kabupaten Pekalongan mendapat bantuan uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Bantuan diserahkan Bupati Pekalongan Hj Fadia Arafiq secara simbolis di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin (30/6/2025).
KAJEN – Menyambut tahun baru Islam, masyarakat Kabupaten Pekalongan memadati Masjid Al-Mutta'mar Kajen hari ini untuk mengikuti doa bersama akhir tahun 1446 Hijriah dan menyambut datangnya tahun baru 1447 Hijriah. Acara yang penuh khidmat ini turut dihadiri oleh Plt Asisten Satu Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza, M.Si dan segenap kepala dan perangkat OPD kabupaten pekalongan pada kami, 26 Juni 2025.
“Alhamdulillah hari ini selesai kegiatan RDP. Kami menerima tamu dari UIN Gus Dur. Ini juga bagian dari masyarakat kita karena UIN Gus Dur berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Mereka adalah bagian dari keluarga kita sendiri yang tentu punya harapan untuk bersama-sama memajukan dan mengembangkan Kabupaten Pekalongan. Output-nya tentu juga untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Sumar Rosul.
Sumar menilai, sejumlah program yang disampaikan pihak kampus, mulai dari pengelolaan sampah, pembangunan desa moderasi beragama, hingga pelestarian lingkungan dan rempah-rempah lokal, sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Desa Linggoasri, misalnya, telah meraih peringkat kedelapan nasional dalam program moderasi beragama, dan diusulkan sebagai percontohan tingkat dunia.
“Yang paling mungkin dan segera itu soal pengelolaan sampah. Yang kedua, untuk desa moderasi beragama di Linggoasri, nanti akan kita dorong menjadi raperda inisiatif DPRD,” tegasnya
Ia juga menekankan pentingnya peran kampus dalam membantu desa menyusun peraturan desa (perdes) yang sering kali terkendala sumber daya.
“Khusus untuk UIN, saya sudah pesankan untuk bersilaturahmi juga dengan pemerintah daerah, dengan Ibu Bupati dan jajarannya. Banyak desa masih kesulitan membuat draf perdes. Ini perlu dibantu lewat naskah akademik dari UIN Gus Dur,” lanjut Sumar.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. Moh. Sugeng Sholehuddin, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dari DPRD. Ia menyebut, UIN Gus Dur berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program-program sosial berbasis riset dan pemberdayaan.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa diterima oleh Bapak Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Pak Haji Sumar Rosul. Kami berdiskusi, saling mendengarkan, menyamakan persepsi dan pendapat untuk menyatukan visi terkait program-program kemasyarakatan di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Beberapa program strategis UIN Gus Dur yang tengah dikembangkan antara lain penanganan stunting, koperasi Merah Putih, pembangunan Tugu Pancasila, hingga pengembangan komoditas rempah seperti cabai jawa sebagai ikon lokal Pekalongan.
“Kami ingin menjadikan cabai jawa sebagai ikon Kabupaten Pekalongan. Tanaman ini punya khasiat luar biasa, tapi belum banyak dipasarkan secara luas. Padahal ini milik orang Jawa dan menjadi warisan lokal yang layak diangkat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, UIN Gus Dur juga telah mengerahkan 1.250 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan adanya program sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah lewat DPRD, kami ingin menunjukkan bahwa kami benar-benar bekerja dan mencintai masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti, tidak ada kata penutupan, yang ada hanyalah pembukaan,” pungkasnya
Jumat, 4 Juli 2025
Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Jamaluddin, S.IP., M.I.P.bertempat di Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Selasa (1/7/2025)
Letkol Inf Rizki Aditya, selanjutnya menjabat Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad sedangkan penggantinya Letkol Inf Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang sebelumnya menjabat Danyon Armed 1/Ajusta Yudha Kostrad.
Adapun serah terima jabatan di Kodim 0710/Pekalongan dilaksanakan pada hari Rabu 2 Juli 2025.
Letkol Inf Rizky Aditya, selesai melaksanakan tradisi lepas sambut masuk satuan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh anggota yang sudah bekerja sama selama berdinas di satuan Kodim 0710/Pekalongan selama kurang lebih 3 tahun.
“ Selaku manusia biasa saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sekaligus apresiasi yang setingi-tingginya atas kerjasama yang baik selama bertugas di Kodim 0710/Pekalongan”, Terangnya.
Ia juga menyampaikan untuk selalu menjaga hubungan yang sudah terjalin baik selama ini sehingga dapat terus dipertahankan dan dijaga.
Sementara itu, Letkol Inf Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang sebagai Dandim baru menyampaikan apresiasi atas sambutan yang dilaksanakan serta melaksanakan perkenalan kepada seluruh prajurit.
“ Saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas sambutan yang luar bisa dari seluruh prajurit, mudah-mudahan saya bisa membawa satuan Kodim 0710/Pekalongan ini menjadi lebih baik lagi kedepanya.”tandasnya.
Jumat, 4 Juli 2025
Upacara tersebut berjalan lancar dan diikuti secara khidmat oleh seluruh peserta upacara. Upacara ini mengusung tema "Polri untuk Masyarakat", yang mencerminkan semangat pengabdian dan transformasi institusi. Tema ini juga menggambarkan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa saya sebagai Sekda Kabupaten Pekalongan mewakili teman - teman ASN dan Pemkab Pekalongan mengucapkan selamat ulang tahun Bhayangkara yang ke - 79 untuk Polri.
"Semoga Polri untuk masyarakat yang bisa semakin melekat dan dicintai oleh Masyarakat," tuturnya.
Sekda Yulian juga menyampaikan terima kasih kepada Polri khususnya Polres Pekalongan yang telah membantu Pemerintah dalam menciptakan kondisivitas wilayah di Kabupaten Pekalongan serta menjaga ketertiban dan keamanan Masyarakat.
"Alhamdulilah hingga kondisi saat ini Kabupaten Pekalongan sangat - sangat kondusif dan aman," imbuhnya
Selain itu, Sekda Yulian juga menambahkan kolaborasi selama ini dengan Polres Pekalongan sudah luar biasa dan akan terus menjaga serta memperkuat solidaritas dalam menjaga wilayah Kabupaten Pekalongan.
"Karena kerja kita sama - sama sebagai pelayan masyarakat. Kalo polisi itu pelindung dan pegayom masyarakat, kami juga mirip melayani masyarakat. Jadi kolaborasi disemua sektor dalam fungsi masing - masing akan kita perkuat," tambahnya
Dalam keseluruhan, upacara Hari Bhayangkara ke-79 ini merupakan momen penting bagi Polres Pekalongan untuk meningkatkan semangat dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam kesempatan itu pula, dilaksanakan pemberian penghargaan kepada anggota dan warga masyarakat yang memberikan kontribusi terhadap tugas Kepolisian.
Rabu, 2 Juli 2025
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar pertemuan Advokasi dan Koordinasi Kelompok Kerja Posyandu, di Aula RSUD Kesesi, baru-baru ini untuk mensosialisasikan peraturan tersebut. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Drs. Ali Riza, M.Si. Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, SKM, M.Kes dan diikuti peserta dari seluruh OPD, instansi dan stakeholder terkait.
Dalam pertemuan tersebut, dikatakan narasumber Edhi Setiawan, S.P, M.Si yang merupakan Kabid PMKD Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan, dalam materinya yang berjudul “New Posyandu” memaparkan bahwa Posyandu dalam praktiknya merupakan lembaga kemasyarakatan yang memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah desa / kelurahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pendayagunaan dan pemberdayaan Posyandu secara strategis dalam pelaksanaan dan operasionalisasi pelayanan melalui penerapan 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di tingkat desa/kelurahan berdasarkan kewenangan desa, kemampuan kelurahan dan menekankan pada kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam konteks pemberdayaan masyarakat di tingkat desa/kelurahan.
Narasumber lainnya, Perencana Ahli Muda Bapperida Kabupaten Pekalongan, Nufliyanti, SS dalam paparannya menyampaikan, dengan terbitnya Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Posyandu kini memiliki 6 bidang SPM, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Pekerjaan Umum, Bidang Perumahan Rakyat, Bidang Trantibum Linmas, dan Bidang Sosial.
Permendagri mengatur tugas dan fungsi Posyandu, Kepengurusan Posyandu, Pembinaan dan Pengawasan, Pelaporan, Pemantauan dan Evaluasi, serta Pendanaan Posyandu.
Dalam paparannya Nufli menyampaikan, Capaian Kinerja 6 Bidang SPM Tahun 2024 seratus persen. Namun demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pekalongan masih pada urutan ke-28, terendah ke-9 se-Jawa Tengah.
IPM Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 yaitu 71,95 masih lebih rendah dari IPM Provinsi Jawa Tengah yang angkanya 73,87 dan IPM Nasional yang angkanya 75,02.
Angka Harapan Hidup warga Kabupaten Pekalongan Tahun 2024 74,25 tahun (naik dari tahun sebelumnya yaitu 73,99 tahun), Angka lama sekolah yaitu 12,46 tahun (naik 0,02 dari tahun sebelumnya)
Rata-rata lama sekolah 7,48 tahun (naik 0,01 tahun dari tahun sebelumnya yang angkanya 7,47 tahun). Pengeluaran per kapita Rp. 11.701.000 per orang per tahun (naik dari tahun sebelumnya yang angkanya Rp. 11.297.000).
Yudi Syuhada, SKM, M.Kes, Sub Koordinator Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam paparannya menyampaikan terkait tantangan kesehatan yang dihadapi di Kabupaten Pekalongan, antara lain yaitu; capaian Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan belum semuanya mencapai target.
“Tantangan lainnya, puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) belum optimal sebagai gatekeeper 144 penyakit non spesialistik. Kemudian, Edukasi Kesehatan (promotif) dan Deteksi Dini (Preventif) terhadap sebagian besar kasus kematian yang seharusnya dapat dicegah masih sangat rendah baik jumlah maupun tindak lanjutnya, serta berbagai aplikasi pelaporan yang belum terintegrasi dan terkoneksi dengan suatu Sistem Informasi Kesehatan yang terstandar,” paparnya.
Sejumlah tantangan lainnya, disebutkan, kompetensi tenaga kesehatan dan kader yang masih terbatas, perencanaan kesehatan di desa belum semuanya melibatkan nakes/kader di desa, perbedaan kepemilikan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Desa (PKD) terkait standarisasi fasilitas kesehatan (faskes). Selain itu, juga, laporan data kunjungan pasien dari jejaring atau faskes lain belum terintegrasi dan terkoneksi dengan sistem informasi yang terstandar.
Pemkab Pekalongan menjawab tantangan tersebut melalui berbagai upaya sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, menjalankan sesuai Nota Kesepahaman antara Kementerian Kesehatan dan Kementrian Dalam Negeri dan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertingal dan Transmigrasi RI, serta Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Pusat Kesehatan Masyarakat. Selain itu juga melaksanakan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/2015/2023 Tentang Petunjuk Teknis Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer.
Selasa, 1 Juli 2025
Dalam pidatonya, Bupati Fadia Arafiq menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota DPRD yang telah mencurahkan perhatian dalam menyusun dan membahas Ranperda tersebut. "Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Anggota Dewan, yang dengan segenap perhatiannya telah menyusun dan membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024," ujarnya.
Persetujuan bersama ini, lanjut Bupati, merupakan langkah penting untuk memenuhi ketentuan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah. Setelah disetujui, Ranperda ini akan segera disampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi.
Bupati Fadia juga memaparkan ringkasan realisasi APBD 2024, mencakup Pendapatan Daerah sebesar Rp2.368.802.648.818,47 dan Belanja Daerah Rp2.417.276.254.302,00. Sementara itu, Pembiayaan Netto tercatat Rp120.347.796.505,17, dengan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) sejumlah Rp71.874.191.021,64.
Meskipun mengakui adanya perbedaan pandangan selama pembahasan Ranperda, Bupati Fadia menegaskan bahwa hal tersebut berhasil diselaraskan demi mencapai hasil terbaik. Ia berjanji akan memperhatikan masukan dari fraksi-fraksi DPRD sebagai bahan penyempurnaan langkah ke depan. Bupati menekankan pentingnya tekad dan kerja keras bersama semua pihak untuk mewujudkan program pembangunan yang dapat dinikmati secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, meskipun masih banyak harapan yang perlu diwujudkan.
Selasa, 1 Juli 2025
Segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkab Pekalongan ikuti Apel Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 Tahun 2025 terpusat. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Yulian Akbar membacakan sambutan tertulis dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr Wihaji.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa tema peringatan Harganas tahun ini adalah Dari Keluarga untuk Indonesia Maju. Tema ini menegaskan bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam pembangunan bangsa, “Keluarga yang kuat dan harmonis akan melahirkan generasi yang berkualitas, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di era global,” ujar Sekda.
Menurutnya, pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang yang berperan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, pemerintah mendorong pelaksanaan program dan kebijakan yang berorientasi pada penguatan keluarga, di antaranya melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta ekonomi keluarga, “Pemerintah memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga. Akan tetapi pemerintah tidak bisa berdiri sendiri, kita perlu meningkatkan komitmen dan kerja sama multi pelaku, antara pemerintah, masyarakat, dan stakeholder lainnya untuk mewujudkan keluarga yang kuat dan harmonis,” tambah Sekda.
Melalui momentum Harganas ke-32 ini, lanjutnya, diharapkan dapat semakin memperkuat kolaborasi, integrasi program, serta inovasi layanan yang menyentuh langsung keluarga-keluarga yang paling membutuhkan, “Mari kita jadikan keluarga sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang sehat, sejahtera, dan tangguh. Dari keluarga, kita wujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan,” tutupnya.
Selasa, 1 Juli 2025
Sumringah tampak dari raut wajah ratusan marbot dan petugas Kebersihan Masjid dan Mushola se Kabupaten Pekalongan, Pasalnya mereka hari ini menerima bantuan uang pembinaan yang rutin disampaikan bagian Kesra, Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dalam kesempatan tersebut Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyampaikan, Meski ada program evisiensi dari Pemerintah Pusat, Pemkab Pekalongan tetap memberikan bantuan pembinaan untuk penjaga tempat ibadah di Kabupaten Pekalongan.
“Untuk hari ini sebanyak 895 Marbot dan Penjaga kebersihan masjid dan mushola yang mendapat bantuan uang pembinaan, masing-masing sebesar 1 Juta rupiah. Nanti dijadwalkan untuk Tenaga kebersihan dan pengurus rumah ibadah lain seperti Pura, Gereja dan Wihara,”terangnya.
Dikesempatan yang sama, Plt Asisten Pemerintahan Ali Reza menyampaikan, hari ini sebanyak 895 Orang Penjaga (marbot) dan Petugas Kebersihan Masjid mendapatkan bantuan uang pembinaan masing-masing sebesar Rp 1 juta. Bantuan ini diberikan setiap tahun sekali, untuk mekanisme penyampaikan nantinya akan dijadwalkan bergantian dari Tanggal 30 Juni 2025 hingga 3 Juli 2025 Mendatang.
“Untuk mekanisme penyaluran hari pertama tanggal 30 Juni 2025 jadwal untuk Kecamatan Kajen, Kesesi, Sragi, Karanganyar dan Wonopringgo. Selanjutnya untuk Kecamatan Kedungwuni, Buaran, Karangdadap, Bojong dan wiradesa pada hari Selasa (1/7/2025), untuk Kecamatan Kandangserah, Doro, Lebakbarang dan Paninggaran Rabu (2/7/2025), Kemudian untuk Wilayah Talun, Petungkriyono, Tirto, Siwalan dan Wonokerto disalurkan pada hari Kamis (3/7/2025)," tuturnya
Ditambahkan Ali Riza, Total anggaran yang dikeluarkan untuk penyaluran bantuan uang pembinaan bagi Marbot dan tenaga kebersihan Masjid dan Mushola se-Kabupaten Pekalongan ini sejumlah Rp895 juta.
Selasa, 1 Juli 2025
Dalam sambutannya mewakili Bupati Pekalongan, Ali Riza menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh jamaah yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Pekalongan yang berhalangan hadir.
"Ibu Bupati menitipkan salam Selamat Tahun Baru Islam dan berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat melewati tahun berikutnya dengan sukses dan sehat selalu," ujar Ali Riza.
Lebih lanjut, Ali Riza juga menyampaikan permohonan doa dari Bupati agar beliau dan keluarga, serta seluruh perangkat OPD dan ASN, diberikan kekuatan untuk menjalankan amanah yang telah dipercayakan oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan. "Semoga kami dapat melaksanakan tugas-tugas kami untuk memberikan manfaat yang besar kepada masyarakat," tambahnya.
Momen pergantian tahun Hijriah ini juga dijadikan sebagai ajang muhasabah atau introspeksi diri. Ali Riza mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan dan menjadikan pengalaman di tahun sebelumnya sebagai bekal berharga untuk melangkah di tahun yang akan datang.
Senada dengan Ali Riza, KH. Mutaram dalam tausiahnya menekankan pentingnya mensyukuri segala amal perbuatan baik di tahun 1446 H dan berharap semua diterima oleh Allah SWT. Beliau juga mengajak jamaah untuk menyambut tahun baru dengan semangat perubahan.
Doa bersama ini menjadi simbol harapan kolektif masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk masa depan yang lebih cerah, penuh keberkahan, dan kemajuan.
Selasa, 1 Juli 2025