Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Dalam rangka menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke -75 tahun 2020, warga masyarakat Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa menyelenggarakan kegiatan sepeda sehat (gowes) bertajuk “Gowes masyarakat desa Wiradesa bersama Bupati Pekalongan’, pada Minggu (16/08/20) pagi dengan start finish di lapangan sepakbola Ketandan Desa Wiradesa Kecamatan Wiradesa.
Kegiatan sepeda sehat masyarakat Desa Wiradesa diikuti sebanyak 2400 orang, kesemuanya warga Desa Wiradesa dari RT. 01 sampai RT.23 dan berhadiah sebuah sepeda . Acara dibuka langsung oleh bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si didampingi Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan, Camat beserta muspika Kecamatan Wiradesa serta Kades setempat. Bupati secara spontan memberikan tambahan bantuan Rp. 10 juta kepada panitia. Dalam sambutannya bupati mengatakan meskipun diberi ijin menyelenggarakan sepeda santai dan sepeda sehat namun peserta diharuskan menaati protokol kesehatan. “ Tolong masker dipakai, jangan terlalu dekat jaraknya, dan nanti sampai di rumah pakaiannya langsung dicuci ,mandi pakai sabun. Insyaaloh dengan cara seperti itu kita semua akan menjadi warga Desa Wiradesa yang sehat, rukun, rejekinya barokah”, pintanya.
Bupati mengajak warga untuk menjadikan momentum tersebut untuk terus menerus mensyukuri nikmat Alloh SWT atas karunia kemerdekaan RI dan sekaligus mendoakan agar jasa para pahlawan diterima oleh Alloh SWTdan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Selanjutnya bupati berharap seluruh warga masyarakat rukun,aman,damai, tentram dan sekaligus menjadi orang-orang yang pandai bersukur terutama mensyukuri nikmat kemerdekaan.
Sementara itu Kades Wiradesa, Teguh, selaku panitia penyelenggara mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga masyarakat Desa Wiradesa yang ikut berpartisipasi dalam rangka mensukseskan HUT RI tahun 2020. Teguh juga megucapkan terimakasih kepada Bupati yang berkenan hadir untuk membuka dan menyemarakkan acara sepeda sehat tersebut dan berharap nanti Desa Wiradesa menjadi desa yang sehat. “ Karenanya mohon bapak bupati memberikan motivasi kepada warga Wiradesa agar hidupnya lebih sehat, lebih baik demi kemajuan Desa Wiradesa,” ujar Teguh. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Minggu, 16 Agustus 2020
KAJEN - Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si hari ini, Jum’at (14/08) meresmikan Pasar BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) di Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Dalam sambutannya Bupati mengatakan dengan adanya pasar BUMDes yang dinamai Pasar Jajan Karamel (Karang Milik) Desa Curug tersebut bisa bermanfaat serta bisa menjadi sarana edukasi untuk memberdayakan masyarakat semua dalam mengelola sarana desa, karena pembangunan BUMDes ini menggunakan dana desa yang merupakan dana dari pemerintah yang harus dikelola sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan manfaat.
KAJEN – Menyikapi angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan yang masih cukup tinggi, Pemerintah Kabupaten Pekalongan kembali mentriger pembangunan pendidikan dengan membentuk tim gerakan ‘Kudu Sekolah’ tingkat Kabupaten Pekalongan. Hal ini dilakukan oleh Pemkab Pekalongan karena berdasarkan data pada tahun 2019 angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan mencapai 4,346 persen. Dan gerakan Kudu Sekolah dianggap sangat inovatif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
KAJEN – Melengkapi sarana penunjang peribadatan dan tempat kajian keIslaman di kampus sekaligus menjadi tempat interaksi sosial kemasyarakatan , budaya dan politik, IAIN Pekalongan di Kajen membangun masjid IAIN Pekalongan. Ground Breaking pembangunan masjid dilakukan pada Kamis (13/08/2020) pagi di Kampus 2 IAIN Pekalongan di Rowolaku Kecamatan Kajen, dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si beserta Asisten I serta Kepala Dinas DPU Taru. Hadir pula mantan Bupati Pekalongan Dr. Siti Qomariyah,KH Muhammadun Raden Jundi (Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan), KH Muslich, KH Rozikun Daman (Ketua MUI), KH Saeful Bahri, Kepala Kemenag, forkopimda, Dr. Siti Qomariyah, serta Ikatan keluarga alumni dan paguyuban orang tua mahasiswa.
KAJEN - Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Kajen kini semakin baik. Dari 16.000 SR (Sambungan Rumah Tangga) di Perumda (Perumahan Daerah) Air Minum Tirta Kajen sekarang sudah 20.000 dalam waktu 1 tahun.Ini merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Hal ini disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara peringatan hari ulang tahun ke 2 Perumda (Perumahan Daerah) Air Minum Tirta Kajen, pada Rabu (12/8). Bupati memberikan streaching agar pelayanan air minum di Kabupaten Pekalongan harus ditingkatkan, “Tentu harus lebih meningkatkan lagi, karena kita punya target sampai 50.000, mudah-mudahan target bisa terukur.” Jelas Bupati.
KAJEN – Dalam rangka memperingati HUT Perumda Air Minum Tirta Kajen ke-2 dan HUT Kemerdekaan RI ke-75 , Perumda Air Minum Tirta Kajen mengadakan kegiatan bakti sosial pemberian sembako kepada warga Rusunawa Kelurahan Kedungwuni Barat Kecamatan Kedungwuni, pada Rabu (12/08/20) pagi di kompleks Rusunawa Kedungwuni Barat. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si yang sekaligus menyerahkan paket sembako kepada warga rusunawa. Turut hadir dalam bakti sosial tersebut antara lain Kepala Dinas Perkim LH, Kepala Dinas DPU Taru, Kepala Bappeda, Camat Kedungwuni seta warga rusunawa.
KAJEN - Warga Nahdlatul Ulama (NU) harus membiasakan tradisi yang sudah dibiasakan oleh pendiri NU seperti tahlil, berzanji, dan lain sebagainya, karena sejatinya tradisi yang diberikan oleh para pendiri NU adalah yang biasa dijalankan oleh para wali songo dan meneruskan tradisi wali songo. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam kunjungannya di acara silaturahmi dan pengajian rutin ranting NU Waru Lor Kecamatan Wiradesa di Masjid Jami Nur Rohman, Senin (10/9/20) malam
Disamping itu Bupati menyarankan para pedagang harus mengutamakan kebersihan. “Barang yang dijual dan tempatnya harus bersih dan sehat, dan juga harus tertib, kalau bersih pembeli datang tapi kalau kotor yang datang lalat, dan makanannya di jaga kualitasnya, tolong di tata dilihat dan disesuaikan” ucapnya
Bupati berharap pasar yang dikelola anak-anak pengelola BUMDes ini jadi pasar rakyat, serta menjadi pasar BUMDes yang cukup memadai dan bisa menjadi pertukaran ekonomi, tanpa melihat skala besar atau kecil yang penting dimulai dulu, karena pasar besar dimulai dari pasar kecil.
Diharapkan pula hal ini bisa menjadi bomesting bagi pasar-pasar BUMDes yang lain sehingga BUMDes di Kabupaten Pekalongan semakin maju. Kemudian di Tirto juga akan di bangun pasar Tanjung yang dulu pernah ada namun sekian lama fakum, berdasarkan musyawarah dengan Pemkab maka akan dibuka dan dikembangkan kembali.
“ Karena Kecamatan Tirto ini tidak punya pasar sehingga ekonomi harus disiapkan, dan masyarakat Tirto ini sebagian ada di sektor industri batik dan konveksi, kemudian juga pengelola kebun dan poertanian, serta ada juga pabrik. Hal inilah yang bisa didayagunakan sehingga putaran ekonomi cukup baik dan kehadiran pasar sangat penting untuk memantik perekonomian di Kecamatan Tirto,” pungkasnya (El-Kominfo)
Publisher : aris
Jumat, 14 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020
Hal itu dikatakan oleh Bupati Asip Kholbihi SH.,M.Si saat menghadiri acara Penegasan Peran Aktif Kecamatan dan Desa Dalam Mendukung Gerakan Kudu Sekolah Sekaligus Pengukuhan Tim Gerakan Kudu Sekolah Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan di Aula Lt.1 Setda Kabupaten Pekalongan, pada siang ini Kamis (13/8/2020).
‘’ Kemudian persoalan yang perlu kita cermati bersama adalah angka anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan sebesar 4.346, data tersebut kita ambil sebelum masa pandemi Covid-19,’’ ujarnya.
Dikatakan oleh Bupati Asip gerakan’Kudu Sekolah’ sendiri merupakan gerakan yang dilakukan untuk mengurangi jumlah anak yang tidak bersekolah di Kabupaten Pekalongan, yang menurutnya ini merupakan tantangan yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah kecamatan dan desa untuk bersama-sama berkolaborasi guna mensukseskan program tersebut.
Oleh karena itu, dalam kesempatan ini selain mengukuhkan tim gerakan Kudu Sekolah, Ia juga menegaskan kembali peran aktif pemerintah kecamatan dan desa yang sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program ini dan menurutnya kecamatan harus menjadi pusat data untuk pemberdayaan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di wilayahnya. Selain itu bupati Asip juga berpesan kepada tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan untuk bisa segera bekerja secara progresif guna mencapai tujuan penurunan angka ATS di Kabupaten Pekalongan yang menjadi target utama.
‘’ Yang terakhir saya berharap pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah kabupaten dapat membentuk tim gerakan Kudu Sekolah di tingkat kecamatan dan desa setelah ini kita bentuk harus bekerja cepat untuk bisa menyelesaikan permasalahan ATS kita,’’ tandasnya.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Pekalongan M.Yulian Akbar mengungkapkan bahwa pengukuhan tim gerakan Kudu Sekolah tingkat Kabupaten Pekalongan pada dasarnya adalah untuk menumbuhkan kembali konsep membangun kolaborasi bersama antara pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan, desa, dunia usaha, perguruan tinggi, sekaligus masyarakat peduli pendidikan.
Yang intinya, lanjut Akbar, kolaborasi ini ditujukan untuk bersama-sama mencari strategi dan formula baru guna mempercepat penurunan angka ATS (Anak Tidak Sekolah) di Kabupaten Pekalongan. ‘’ Maksud dan tujuan kegiatan pada siang hari ini yang pertama adalah untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pekalongan dalam rangka mencari strategi dan formula baru di tengah pandemi ini,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 13 Agustus 2020
Dalam sambutannya Bupati mengatakan pihaknya sangat serius membangun perguruan tinggi di Pekalongan. “Karena fungsi pemerintah hanya 2, melakukan fasilitasi dan regulasi,” ungkapnya. Diterangkan bupati, dari hal yang telah difasilitasi dan regulasi lahirlah Institut Teknologi Sains NU (ITSNU), kemudian Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
“Kami juga menginisiasi berdirinya Universitas Islam Diponegoro di Kajen. Program PSDKU sudah berdiri dan sedang dalam pembangunan kampus I. Sementara Kampus II akan didirikan di Kesesi. Spesifikasinya adalah laboratorium pengembangan budidaya ternak domba dan sapi kerjasama triplehelic antara Pemkab, UNDIP dan investor,” tandasnya. Selain itu pihaknya juga mendirikan Akademi Komunitas Negeri (AKN) Kajen yang sekarang sudah ditrasnformasi menjadi Politeknik Negeri Kajen. “ Secara lebih spesifik lagi kami juga menfasilitasi dan regulasi terhadap perpindahan Akademi Analis Kesehatan yang dulu ada di kota,” lanjutnya.
Menurutnya hal tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemkab selama 4 tahun dengan dukungan para ulama, kiai, juga seluruh masyarakat. Sehingga dari zero perguruan tinggi sekarang Kabupaten Pekalongan bisa menghadirkan 8 perguruan tinggi dengan aspek fasilitasi dan regulasinya yang jelas. “ Karena saya sadar kabupaten Pekalongan tidak dikenal sebagai kabupaten yang punya perguruan tinggi, pemerintah harus menjadi garda terdepan dan Alhamdulilah ikhtiar ini berhasil,” tambahnya.
Dikatakan pula pemerintah akan berikan bantuan untuk pembangunan masjid IAIN karena membangun sarana ibadah merupakan hal yang sangat vital bagi perguruan tinggi IAIN tersebut. “ Insyaalloh nanti akan kita anggarkan juga di anggaran berikutnya karena ini bagian penting dari proses fasilitasi dan regulasi pemkab terhadap berdirinya perguruan tinggi di Kabupaten Pekalongan,” terangnya.
Lebih lanjut bupati berharap apa yang didirikan dan dikembangkan di kabupaten Pekalongan semata-mata dipersembahkan untuk memakmurkan masyarakat kabupaten Pekalongan. “ Potret kemakmuran ini semakin bisa kita lihat terutama dari indikator makro ekonomi. Angka kemiskinan kita dulu adalah 12,98. Sebelum covid turun menjadi single digit 9,71. Tingkat pertumbuhan ekonomi kita sebelum covid juga baik, diatas rata-rata nasional dan provinsi. Kita tumbuh mendekati 6, meninggalkan provinsi dan nasional,” paparnya. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Kamis, 13 Agustus 2020
Bupati juga bersyukur karena Perumda Air Minum Tirta Kajen ini sudah mulai kebiasaan baik yaitu setiap ulang tahun ada khotmil Qur’an karena menurut Bupati air adalah karunia dari Allah SWT dan tanda-tanda dari kebesaran Allah yang manfaatnya sangat besar bagi kehidupan manusia dan harus dijaga begitupun dengan pelestarian sumber airnya. Masyarakat harus bisa mengusahakan secara maksimal dan ini merupakan tugas utama Perumda air Tirta Kajen untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Bupati menjelaskan sumber air dari Kabupaten Pekalongan cukup kaya dengan sumber air baku, tinggal bagaimana cara mengeksplor air baku tersebut sampai bisa masuk ke rumah tangga dan hal ini merupakan tugas dari Perumda Air Tirta Kajen dengan berbagai skema, dengan peningkatan kinerja atau program dari PDAM sendiri, “ Yang jelas karena Kabupaten Pekalongan kaya akan sumber air baku sehingga ini harus dimanfaatkan agar memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan.” Tambah Bupati
Dalam kesempatan yang sama, Direktur PDAM Tirta Kajen Nur Wachid, mengatakan PDAM Tirta Kajen ikuti program hibah air minum perkotaan setiap tahun, “Ini programnya kalau tidak ada perubahan sampai tahun 2024 insya Allah setiap tahun programnya akan kita ajukan 2000 usulan setiap rumah, kemudian bersama dengan Dinas Perkim kita juga akan mendorong program-program melalui diaka.” Terangnya.
Tahun ini kurang lebih ada 300an dan tahun depan akan ditingkatkan upaya untuk pencarian hibah-hibah air dari Kementerian Pusat melalui program PDAM Trirta Kajen. Untuk tahun ini PDAM Trirta Kajen sudah melakukan dengan program-program cicilan, dan kemungkinan tahun depan akan ditingkatkan lagi, seiring kemampuan PDAM Tirta Kajen juga akan melakukan program SR bersubsidi. Seandainya nanti secara keuangan perusahaan memungkinkan maka hal tersebut akan progres.
Nur Wachid mengungkapkan bahwa tujuannya adalah untuk mempercepat cakupan layanan dimana PDAM Tirta Kajen memang masih sangat tertinggal jauh dibanding dengan teman-teman Kabupaten/kota yang lain. Selanjutnya terkait program MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) sekarang sedang proses dilakukan pemasangan, begitupun yang melalui Dinas Perkim juga sudah mulai pemasangan jaringan dan PDAM Tirta Kajen optimis bulan Desember tahun 2020 nanti 20.000 SR ribu sudah bisa ketutup.
PDAM Tirta Kajen akan melakukan peningkatan sumber-sumber air baru untuk meningkatkan air, kemudian pola-pola untuk meningkatkan cakupan itu sudah dimulai tahun ini dan akan terus diulang sampai 2024 yaitu program MBR, jadi nanti akan dijaringkan program-program hibah air minum perkotaan, di BUPR (Badan Usaha Perkreditan Rakyat) yang setiap tahun selalu diajukan kepada kementerian. (El-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Agustus 2020
“ Saya melihat kondisi rusunawa ini yang dibangun 10 tahun yang lalu. Ikondisinya rusak dan kurang bagus. Insyaalloh tahun 2021 kita anggarkan 600 juta untuk perbaikan rusunawa, “ucap bupati mengawali sambutannya. Bupati mengatakan karena rusun merupakan aset milik pemerintah.maka harus dikelola dan ditata dengan baik , apalagi ada paguyuban pengelola. Hal yang terpenting utamanya adalah kebersihannya. Selain dijaga kebrsihannya, bupati juga meminta dijaga keamanannya serta antar warga hendaknya hidup rukun.
Dijelaskan bupati PDAM sekarang sudah beda, pelayanannya makin baik. “ Jumlah tanggungan rumah tangganya kita tingkatkan. Jika sebelumnya hanya 16 ribu orang, sekarang naik 20 ribu orang.yang dilayani PDAM. Selanjutnya dikatakan pula warga rusunawa mendapat paket sembako dari PDAM. “Karena ini dalam rangka ulang tahun Perumda yang ke-2, yang paling penting bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. PDAM Tirta Kajen ini kategori PDAM yang bagus, “ ujarnya
Dari kunjungannya tersebut bupati berharap rusun yang sudah 10 tahun itu nanti bisa diperbaiki dan nanti bisa ada rusun yang lain mengingat di kabupaten Pekalongan saat ini hanya ada 3 rusun, namun dua rusun yang lain diperuntukan asrama mahasiswa.
Ditambahkan pula saat ini masih dalam pandemi covid 19 untuk itu masyarakat harus hati-hati, apalagi di rusun. Bupati mengingatkan kepada pengelola rusun agar rusun disemprot supaya tidak menjadi kluster penyebaran covid 19. Kemudian jika ada warga rusun yang pergi keluar kota, apalagi ke daerah merah, agar berhati-hati dan senantiasa pakai masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Sebab Kabupaten Pekalongan yang sebelumnya hanya 11 kasus positif, sekarang sudah 55 kasus namun 38 orang sudah sembuh. Sisanya dirawat di Rumah Sakit dan isolasi mandiri. (Ar-Kominfo)
Publisher : aris
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020
Bupati menyampaikan yang paling penting lagi untuk menjaga tradisi NU karena di Jawa sudah ada perubahan yang luar biasa dan harus diwaspadai agar tidak mengurangi eksistensi NU, karena saat ini sudah ada kelompok-kelompok lain yang baru-baru, dan sudah ada yang masuk di Kabupaten pekalongan bahkan sudah akan membangun Pondok Pesantren.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sosialisasikan program pemerintah yang ada di Kecamatan Wiradesa, yaitu proyek pembangunan rel kereta di Desa Waru Lor yang akan di bangun jalan fly over (jalan layang) supaya mempermudah perjalanan masyarakat. Yang kedua akan dilaksanakannya pembangunan pasar Wiradesa mengingat kondisi pasar Wiradesa sudah cukup tua dan menyebabkan sedikit kemacetan maka akan dimundurkan sedikit dari jalan pantura agar memperlancar arus lalu lintas.
Dikatakan pula selama kepemimpinanya yang hampir 5 tahun ini pihaknya telah membantu TPQ Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren yang jumlah totalnya ada 13 Milyar, kemudian Pimpinan Cabang (PC) NU Kabupaten Pekalongan juga dibantu 6 M.
“Begitupun ketika NU mendirikan perguruan tinggi, dulu Kabupaten Pekalongan hanya terkenal batiknya, kali ini juga terkenal perguruan tingginya karena sudah ada 8 perguruan tinggi, dan yang negeri ada 3 yaitu IAIN kemudian UNDIP, dan Politeknik Bandung yang lokasinya ada di Kajen,” tambahnya ( El-Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 11 Agustus 2020