RSUD Kesesi Dibangun Untuk Menopang Pelayanan Kesehatan Lebih Paripurna
KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kesesi mulai dibangun. Hal ini ditandai dengan ground breaking (peletakkan batu pertama) yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kamis (18/7/2019).
Turut mendampingi antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes, Kepala Puskesmas Kesesi I dr. Ryan Ardana Putra dan Camat Kesesi Ajid Pratondo, S.STP.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pembangunan RSUD Kesesi hari Kamis ini kita mulai dengan melakukan peletakan batu pertama. RSUD Kesesi ini letaknya di Puskesmas I Kesesi. “Saya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun ada pembangunan ini. Sehingga masyarakat yang berobat tetap terlayani dengan baik seperti biasanya,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, RSUD Kesesi dibangun untuk menopang pelayanan kesehatan yang lebih paripurna lagi. Karena melihat kondisi saat ini Puskesmas Kesesi I rawat inapnya setiap harinya cukup penuh, sehingga masyarakatnya perlu mendapatkan pelayanan yang lebih memadai.
“Itu adalah salah satu faktor mengapa kita harus mendirikan RSUD Type C di Kecamatan Kesesi ini yang kebetulan secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Pemalang. Jadi RSUD Kesesi ini bisa mengcover masyarakat Kabupaten Pemalang bagian selatan dan masyarakat Kecamatan Kesesi sendiri serta Kecamatan sekitarnya. Jadi prinsipnya adalah dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang baik ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus melakukan upaya penataan infrastruktur kesehatan untuk pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” terang Bupati.
RSUD Kesesi ini, kata Bupati, kita bangun tahap awal dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar. Hari ini sudah mulai dikerjakan dengan melakukan peletakkan batu pertama (ground breaking). Harapan Bupati, semoga pembangunannya akan tepat waktu, sehingga dengan waktu yang tidak terlalu lama RSUD Kesesi ini akan beroperasional, sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan RSUD type C.
“Secara kumulatif jumlah rumah sakit type C sesuai dengan feasibility study (studi kelayakan) yang sudah kita lakukan ini memang kurang di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu kita dorong dengan berbasis pemerataan aspek geografi. Rakyat nanti bisa terlayani semua dengan mudah, sehingga derajat kesehatan Kabupaten Pekalongan semakin naik terutama kita masih punya PR bagaimana menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan balita. Kemudian angka stunting yang memang masih di angka 28. Ini semakin lama akan semakin turun dengan penyediaan infrastruktur kesehatan yang memadai. Itulah latar belakang pembangunan RSUD Kesesi ini, tanpa menafikan fungsi dari Puskesmas dan justru akan kita tingkatkan. Nantinya Puskesmas Kesesi I akan kita relokasi secara bertahap, kira-kira 2 kilometer dari RSUD Kesesi ini,” papar Bupati.
Bupati menambahkan, untuk alkes (peralatan kesehatan) RSUD Kesesi pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 25 milyar. Kemudian untuk sumber daya manusianya di Dinas Kesehatan sudah siap, tinggal skema pendanaannya akan kita atur sesuai dengan skala prioritas.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan juga menerangkan bahwa untuk diketahui, pada tahun 2019 ini Pemkab Pekalongan membangun dua rumah sakit, yaitu RSUD Kesesi dengan type C dan revitalisasi atau pembangunan gedung RSUD Kraton type B lantai 6. Untuk RSUD Kraton saat ini masih dalam proses lelang dengan anggaran Rp 81 milyar. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan lanjutan di rumah sakit type B.
Khusus mengenai RSUD Kraton, Bupati tegaskan bahwa kita mempunyai rumah sakit type B yang sudah sejak jaman kolonial Belanda dan akan tetap kita pertahankan meskipun lokasinya ada di Kota Pekalongan tetapi sudah menjadi hak milik Pemkab Pekalongan sejak lama. Jadi akan kita pertahankan terus dan justru akan kita tingkatkan untuk melayani tidak hanya masyarakat Kabupaten Pekalongan saja, akan tetapi juga masyarakat Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten tetangga lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes menambahkan bahwa d idalam pelayanan RSUD Kesesi nanti unit yang akan ditonjolkan sebagai unggulan adalah penyakit dalam dan kandungan. Sedangkan untuk rawat inap, untuk tahun 2019 ini terdapat 20 tempat tidur, dan untuk tahun 2020 akan ditambahkan 30 tempat tidur lagi. Dan total nanti akan menampung 80 tempat tidur.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 disetujui Pemkab Pekalongan dan DPRD Kabupaten Pekalongan. Persetujuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Raperda oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta ketiga Wakil Ketua DPRD, Rabu (17/7/2019) di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Populasi dunia saat ini berada di era penduduk menua , dengan jumlah penduduk yang berusia 60 ke atas melebihi 7% populasi. Sejalan dengan hal tersebut presentase lansia di Indoensia juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2018, terdapat 9,27% atau sekitar 24,49 juta lansia dari seluruh penduduk. Dan sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap lansia, maka pada tanggal 29 Mei 1996 dicanangkan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) oleh Presiden Soeharto dan tahun 2019 ini HLUN memasuki tahun ke-23.
KAJEN - Dalam rangka untuk merajut Kebhinekaan dan mempererat silaturahmi serta rasa kebangsaan, Pemkab Pekalongan bersama Polres Pekalongan dan Kodim 0710 Pekalongan menggelar Pengajian Kebangsaan Bersama ASN, TNI/Polri, Ormas/Orpol dan Masyarakat Kabupaten Pekalongan, di Pendopo Bupati Pekalongan di Kajen, Minggu (14/7/2019) pagi.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas peserta Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-72, Minggu (14/7/2019) pagi.
Jalan sehat mengambil start dan finish di UMKM Center Kabupaten Pekalongan di Jalan Raya Wonopringgo. Dihadiri beberapa Kepala OPD, para pengurus Dekopinda. Dan diikuti ratusan perwakilan pegiat koperasi yang ada di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Tak terasa sudah tiga tahun lebih satu bulan, pasangan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Ir. Hj. Arini Harimurti menjadi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. Di bawah kepemimpinan keduanya Kota Santri terus berkembang.
KAJEN – Keberhasilan Pemkab Pekalongan dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan UKM dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat diapresiasi oleh Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Atas keberhasilannya dalam membina dan mengembangkan Koperasi dan UKM di Kabupaten Pekalongan, Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mendapat sebuah penghargaan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.
KAJEN - Resourches is limited but creatifity unlimited. Statment tersebut rupanya berbanding terbalik dengan kondisi Kabupaten Pekalongan dalam sektor pariwisata.
KAJEN - Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II tahun anggaran 2019 di Desa Lolong Kecamatan Karanganyar, resmi dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH, M.Si, Kamis ( 11/7/19 ).
Paripurna dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti para anggota DPRD, para perwakilan Forkopimda Kabupaten Pekalongan dan para Kepala OPD serta Camat se Kabupaten Pekalongan.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap Anggota Dewan, yang dengan segenap perhatiannya telah menyusun dan membahas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018. Sehingga pada hari ini Raperda tersebut dapat disetujui bersama guna memenuhi Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 ini selanjutnya akan kita sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk mendapatkan evaluasi agar tercapai keselarasan antara kebijakan daerah, provinsi dan nasional maupun sinergitas antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur. Disamping juga untuk menghindari agar Perda APBD tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya,” papar Bupati.
Dari hasil pembahasan bersama antara eksekutif dan legislatif, maka Bupati menyampaikan Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran pada Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2018, yaitu Pendapatan Daerah sebesar Rp 2.101.449.302.496,83-,;
Selanjutnya, Belanja dan Transfer sebesar Rp 2.160.744.430.323,-. Pembiayaan netto sebesar Rp 229.856.828.594,88 dan SiLPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran) sebesar Rp 170.561.700.768,71,-.
“Segenap potensi, kemampuan dan pemikiran telah kita curahkan bersama dalam rangka upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun sudah banyak yang kita kerjakan namun masih banyak juga harapan masyarakat yang belum dapat kita wujudkan. Untuk itu diperlukan tekad dan kerja keras serta jalinan semangat kebersamaan oleh para pemangku kepentingan dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan, sehingga mampu mencapai sasaran yang dapat dinikmati secara demokratis, adil dan merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan,” tandas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Pada peringatan Hari Lanjut Usia Nasional ke-23 tahun 2019 ini, Pemkab Pekalongan menyelenggarakan serangkaian acara antara lain senam Lansia, penyerahan bantuan permakanan kepada lansia non produktif, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan laborat dan konsultasi gizi.
Kegiatan dengan mengambil tema “Lanjut usia mandiri, sejahtera dan bermartabat”” berlangsung di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (16/07/2018) pagi, Dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, Ketua TP PKK Kab.Pekalongan Dra. Hj. Munafah dan para Kepala OPD terkait.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan – Dra. Siti Masruroh, M.Si mengatakan perlunya kesadaran diri kaum milenial untuk kelak siap menjadi usia lanjut yang sehat, tangguh, dan harus menjaga kesehatan sejak dini.
“Jumlah presentase penduduk usia lanjut sangat tinggi, sehingga perlunya perhatian seluruh masyarakat untuk memperbaiki gizi sejak dini, agar kesejahteraannya dapat terjamin saat usia sudah memasuki lansia,” terang Masruroh.
Dijelaskan Masruroh, rangkaian acara HLUN kal ini dimulai senam lanjut usia yang diikuti oleh perwakilan yandu lansia seluruh Kecamatan di 26 Puskesmas se-Kabupaten Pekalongan. Kemudian dilanjutkan penyerahan bantuan secara simbolis berupa permakanan kepada 300 lansia dan dilanjutkan lomba senam. Sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi yang dilakukan di hampir semua Puskesmas Se-Kabupaten Pekalongan.
Sementera itu Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti selaku Ketua Komda (Komite Daerah) Lansia Kabupaten Pekalongan menyampaikan bahwa organisasi yang dipimpinnya baru dibentuk.
Untuk itu, pihaknya berharap mudah-mudahan dengan adanya hari lansia nasional bisa mengingatkan apa yang harus dilakukan untuk mensejahterakan lansia.
“Kami mohon dukungan untuk bagaimana menambah partisipasi masyarakat terhadap perhatian pada lansia. Dan kami harap anak-anak milenial harus mengetahui bagaimana nanti akan menjadi lanjut usia yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Wakil Bupati juga berharap di tahun-tahun mendatang akan banyak kegiatan yang mendukung guna peningkatan kesadaran akan pentingnya peran aktivitas lansia (red)
Pengajian menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq atau lebih dikenal Gus Muwafiq dari Jogjakarta sebagai penceramah tunggal.
Hadir Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH. M.Si, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS., Sekda beserta para Kepala OPD se Kabupaten Pekalongan, perwakilan ormas/orsospol dan masyarakat.
Bupati dalam sambutan singkatnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada ASN, TNI, Polri, Ormas/Orsospol yang mengikuti pengajian kebangsaan.
"Sekali-kali kita mengaji di pendopo dengan tema yang agak berbeda yakni bagaimana kita merajut kebhinekaan, memperkuat rasa kebangsaan sekaligus meneguhkan bahwa NKRI adalah Harga Mati," ujar Bupati.
.
Menurutnya, ternyata kegiatan seperti itu ada dasar hukumnya, ada legal standingnya berkaitan dengan pemahaman spiritual keagamaan kita.
"Bukan hanya persoalan formalitas bernegara tetapi ini adalah bagian dari implementasi keimanan kita. Dan untuk hal semacam ini harus ada ahlinya dan Gus Muwafiq dari Jogjakarta alhamdulillah sudah hadir di tengah kita untuk memberikan penerangan hati bagi kita semua," imbuhnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Hari ini kita melaksanakan Jalan Sehat dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke-72 tahun 2019. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pegiat koperasi di Kabupaten Pekalongan yang terus-menerus berusaha agar Kabupaten Pekalongan sebagai kabupaten yang koperasinya maju”, ujar Bupati.
Menurutnya, sejak jaman penjajahan Belanda koperasi di Kabupaten Pekalongan sudah maju dan diharapkan saat ini dapat lebih maju lagi. “Insya Allah dengan hari Jadi Koperasi akan menjadikan spirit kita semua agar terus-menerus memberdayakan koperasi di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya.
Sementara Kepala Dinperindagkop dan UKM Ir. Hurip Budi Riyantini menyampaikan bahwa selain jalan sehat, dalam rangka memperingati Hari Koperasi digelar bazar UMKM, sarasehan dan donor darah.
Ir. Hurip Budi Riyantini juga menuturkan bahwa dalam rangka Hari Koperasi tahun 2019, 3 tokoh penggerak Koperasi di Kabupaten Pekalongan mendapatkan penganugerahan tanda penghargaan bhakti koperasi dan UKM dari Menteri Koperasi RI. Mereka adalah Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, H. Soebarno (Ketua Pengurus KSU Kota Santri) dan H. Ahmad Suud, M.Si (Penggerak KSPPS Sekunder Pusat BTM Jawa Tengah).
Di samping itu pula, masih menurut TIning, Kontingen Grebeg Kabupaten Pekalongan meraih Juara 2 pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 tahun 2019 yang dilaksanakan di Purwokerto, Minggu (14/7/2019) kemarin.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Setelah dilantik pada 27 Juni 2016 lalu, Asip dan Harimurti langsung tancap gas. Salah satu program yang digelorakan yaitu penerbitan Kartu Kajen Sehat dan Kajen Cerdas.
Dengan membawa visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, religius, dan berkelanjutan berbasis potensi lokal. Pasangan ini terus menggenjot pembangunan dan menumbuhkan ekonomi di Kabupaten Pekalongan. Antara lain, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, pertanian, pendidikan, wisata, melestarikan seni budaya dan mendorong pertumbuhan UMKM.
"Alhamdulillah, tahun 2019 kita telah melaksanakan pembangunan mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan, ekonomi, dan pendidikan," kata Asip usai menggelar acara refleksi tiga tahun kepemimpinan yang dilaksanakan di Kedai Kopi Kapeo di Bumi Perkemahan Linggoasri, Sabtu (13/7/2019).
Bupati Asip mengatakan, bahwa indikator kemajuan di suatu daerah dapat dilihat dari salah satunya yaitu kondisi makro ekonomi.
"Secara umum kita bisa lihat dari kondisi makro ekonomi dan ini menjadi trand mark dalam penyelengaraan pemerintahan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Secara pertumbuhan, ekonomi di Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan. Tahun 2015 pertumbuhan ekonomi mencapai 4,78 persen dan pada tahun 2018 menjadi 5,35 persen," ujarnya.
Kemudian untuk inflasi dapat ditekan hingga mencapai 3,08 atau lebih rendah 0,93% dari tahun 2017.
Bupati mengungkapkan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan tahun 2018 sebesar 10,06% jauh lebih rendah dibandingkan capaian 2017 yang mencapai 12,61%.
Penurunan dikarenakan dampak intervensi mendasarkan analisis data Basis Data Terpadu (BDT) yang salah satu usahanya adalah pelaksanaan laboratorium penanganan kemiskinan melalui pendekatan mikro, by name, by address, dan by problem.
"Kinerja penurunan angka kemiskinan yang mencapai 2,55 persen ini patut kita syukuri dan menduduki peringkat enam besar Jawa Tengah dari angka penurunannya," ujarnya.
Bupati Asip mengatakan dalam beberapa tahun ke depan kemiskinan masih merupakan urusan yang sangat serius di Kabupaten Pekalongan. Sehingga diperlukan peningkatan efektifitas dan optimalisasi program-program penanggulangan kemiskinan baik melalui pengembangan etos kerja, semangat kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja baru, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
"Sementara dilihat dari Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada tahun 2018 mengalami sedikit perlambatan, dari 4,39% pada tahun 2017 menjadi 4,41% pada tahun 2018. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat angkatan kerja yang tidak terserap pada pasar kerja," tuturnya.
Bupati menambahkan dari aspek kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator kinerja pembangunan manusia yang dihitung berdasarkan empat indikator utama, yaitu Angka Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, Rata-rata Lama Sekolah dan Pengeluaran Perkapita.
"Pada tahun 2018 angka IPM mencapai 69,07% lebih tinggi 0,67% jika dibandingkan dengan capaian IPM tahun 2017 yang sebesar 68,40%," tambahnya.
Sementara itu untuk infrastruktur kondisi jalan di Kabupaten Pekalongan naik. Tahun 2017 mencapai 75 persen dan tahun 2018 sudah 86,7 persen.
Selain itu rasio Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) turun. Pada tahun 2017 angka RTLH 9,80 persen ini mengalami penurunan menjadi 9,07 persen.
"Untuk presentase kawasan pemukiman kumuh sangat turun drastis dari 64,34 persen pada tahun 2017, pada tahun 2018 menjadi 29,00 persen," jelasnya.
Kemudian untuk sektor kesehatan pihaknya menjelaskan ada penurunan di Angka Kematian Ibu dan Bayi. Dari 16 kasus pada tahun 2017, sekarang menjadi 11 kasus kematian ibu. Sedangkan untuk kematian bayi dari 131 kasus, pada tahun 2018 menjadi 115 kasus.
"Gizi buruk di Kabupaten Pekalongan juga mengalami penurunan. Tahun 2017 ada 53 kasus dan pada tahun 2018 menjadi 48 kasus," imbuhnya.
Untuk dua tahun ke depan, Bupati menegaskan akan merevitalisasi tempat wisata, menyelesaikan kebutuhan dasar yang belum selesai dan membangun sarana irigasi untuk tanaman padi.
"Kita juga akan memperbanyak Ruang Terbuka Hijau atau RTH yang muaranya untuk menaikkan tingkat kesenangan masyarakat, nanti akan kita buat disekitar gedung UMKM dan nanti di setiap kecamatan juga akan ada RTH," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Penghargaan Jasa Bakti Koperasi dan UKM diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga di Hotel Java Harritage Purwokerto Kabupaten Banyumas, Kamis (11/7/2019) malam.
Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan penghargaan ini merupakan bentuk apreasiasi pemerintah terhadap insan koperasi di tanah air. Pemerintah menilai koperasi di tanah air telah mengalami banyak perkembangan dan memberikan kesejahteraan bagi anggotanya. Diharapkan koperasi di Indonesia semakin maju dan setara koperasi dunia.
"Penghargaan ini untuk meningkatkan citra koperasi di masyarakat dan sekaligus memberikan motivasi bagi koperasi untuk berkarya lebih baik," kata Rully.
Menteri Puspayoga memberikan tanda penghargaan Jasa Bakti Koperasi, diberikan kepada pihak yang berperan aktif dalam mensukseskan pembinaan dan pengembangan koperasi dan UKM di wilayah kerjanya sehingga menjadi contoh bagi masyarakat lain. Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan UKM diberikan kepada bupati/wali kota, kepala dinas, pengurus koperasi dan tokoh masyarakat.
"Para penerima penghargaan adalah orang-orang yang memberikan kontribusi lebih dari seharusnya demi kemajuan koperasi," kata Rully.
Bupati penerima penghargaan adalah Bupati Pekalongan, Bangka Tengah, Bulukumba, Lombok Barat, Tana Toraja, Semarang, Purworejo, Penukal Abab Pematang Ilir, Tanjung Jabung Barat, Grobogan, Luwu Timur dan Subang serta Wakil Bupati Demak.
Adapun wali kota penerima penghargaan adalah dari Tanjung Balai, Salatiga, Madiun, Palopo, Demak, dan Wakil Walikota Banjar Baru.
Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan kunci utama strategi pengembangan koperasi dan UKM adalah dengan kebersamaan dan gotong-royong.
“Kita mendapatkan penghargaan dari Menteri Koperasi RI karena kita memang sedang melakukan revitalisasi koperasi yang ada di Kabupaten Pekalongan. Kemudian kita juga sedang menggerakan UKM baik persoalan hulu maupun hilirnya. Termasuk kemarin kita meresmikan PT. Lembaga Keuangan Mikro Badan Kredit Desa (PT. LKM BKD),” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan bahwa dalam memajukan koperasi, Pemkab Pekalongan melakukan pembinaan terus-menerus melalui Dinas Perindagkop dan UKM. Juga memberikan bantuan dalam network (jaringan) di pasar online yang dikerjasamakan dengan berbagai vendor.
“Intinya dengan berdayanya koperasi dan makin kuatnya UKM, kami meyakini ini akan menjadi salah satu pemantik dari pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan,” imbuhnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kabupaten Pekalongan memiliki banyak potensi pariwisata seperti kawasan Hutan Hujan Alam Petungkriyono dengan beragam destinasi wisata alam dan budayanya, kawasan Watu Ireng Kandangserang, kawasan Watubahan Lemahabang Doro, kawasan Lolong, kawasan pantai utara nan elok, kawasan Linggo Asri dan kawasan lain yang sangat potensial untuk dikembangkan.
Namun realitanya dari sekian banyak sumber daya alam yang sangat memungkinkan dikembangkan menjadi destinasi wisata yang luar biasa itu hingga saat ini perkembangannya masih sangat lambat bahkan stagnant. Semua potensi tersebut belum mampu memberikan kontribusi nilai tambah yang cukup signifikan baik dalam hal income daerah, kunjungan wisatawan maupun kemanfaatan secara sosial ekonomi masarakat khususnya sekitar kawasan wisata.
Kondisi riil tersebut salah satu yang mendorong Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si untuk melaksanakan kunjungan kerja sekaligus studi komperasi ke Kabupaten Malang dan kawasan Wisata Kota Batu, Senin (8/7/2019) lalu.
Di Kabupaten Malang, Bupati Asip dan rombongan diterima langsung oleh Plt. Bupati Malang, HM. Sanusi, MM., beserta Sekretaris Daerah Ir. Didik Budi Mulyono, MT., dan beberapa Dinas terkait.
Sedangkan di Lokasi Wisata Selecta Kota Batu, Bupati Asip dan rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT.Selecta, Samuel Rusdi dan wakil Direktur Sujud Haryadi.
"Strategi dan regulasi terkait pengembangan kawasan wisata, manajemen pengelolaan dan kemitraan, sistem kerja sama dan pemberdayaan merupakan beberapa hal yang menjadi titik berat fokus kunjungan," ujar Bupati usai kunjungan.
Pasca kegiatan tersebut Bupati Asip menginstruksikan kepada seluruh rombongan khususnya dinas pemangku kepentingan seperti Dinporapar untuk menindak lanjuti dengan membuat rencana aksi khususnya kemitraan dan kerja sama pihak ketiga dan pemberdayaan masarakat sekitar kawasan wisata.
"Kita telah mendapat pengalaman dan pelajaran-pelajaran yang bagus terkait pengelolaan kawasan wisata Selecta khususnya kreatifitas dan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sekitar kawasan dalam pengembangan wisata, pengalaman ini hendaknya segera di tindaklanjuti oleh dinas pemangku kepentingan yang kebetulan ikut dalam rombongan, dengan membuat rencana aksi untuk diterapkan di Kabupaten Pekalongan," tegas Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Upacara Pembukaan yang dilaksanakan di kompleks obyek wisata Lolong, Bupati menjadi inspektur upacara, diikuti kurang lebih 300 orang. Dihadiri Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto S.IP, M.M.S, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, S.H, S.I.K, M.Si, Ketua Pengadilan Agama Kajen Suwito, SH.MH perwakilan Kejari Kajen.
Selanjutnya, dari jajaran pejabat Pemkab Pekalongan antara lain Asisten I, II dan III serta para Kepala OPD, Camat Karanganyar dan Kades se Kecamatan Karanganyar.
Usai membacakan sambutan Gubernur, Bupati Pekalongan memberikan beberapa stressing antara lain, pertama, bahwa pembangunan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan sudah berjalan cukup baik, yakni dari 12,98% pada tahun 2016 turun menjadi 10,06% pada tahun 2018.
"Ini belum berhenti, karena cita-cita kita adalah single digit. Sehingga keberadaan TMMD yang berbasis di desa saya meyakini juga akan menyumbang angka penurunan kemiskinan," ungkapnya.
Kedua, kata Bupati, pembangunan infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini sudah 87%. Artinya tinggal 13%. Pada tahun 2019 ini ada kegiatan-kegiatan cukup besar juga ada di Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Lebakbarang ini juga akan semakin menambah.
"Saya meyakini pada tahun 2021 nanti seluruh jalan Kabupaten yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten akan selesai semua," ujar Bupati.
Kemudian yang ketiga, kita berbicara tentang desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan. Sering Bupati ingatkan bahwa Kabupaten kita ini adalah Kabupaten yang subur makmur gemah ripah loh dijawi, toto tentrem kertoraharjo, rojo koyo mulih kandange dewe-dewe, mantu sing durung kerjo melu mangan moro mertuo saklawase. Ini hanya ada di Kabupaten Pekalongan.
"Ketika daerah lain kekeringan, seluruh desa di Kabupaten Pekalongan belum mengkhawatirkan adanya bencana kekeringan, sehingga saya juga belum menetapkan darurat kekeringan," papar Bupati.
Di hadapan tamu undangan dan masyarakat Lolong, Bupati menuturkan bahwa desa-desa di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya yang terus-menerus didayakan, sinergikan dan dioptimalkan, sehingga nanti akan mencerminkan wajah desa yang betul-betul makmur, adil, sejahtera masyarakatnya.
Sumber daya itu, kata Bupati, pertama adalah sumber daya manusia yang sekarang anak-anak kita sudah banyak yang tamat perguruan tinggi. Kedua adalah sumber daya alam, hampir semua desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya alam yang luar biasa. Seperti Desa Lolong ini, mempunyai sungai, mempunyai kebun durian dan tanaman lain yang dapat tumbuh dengan baik. Semua ini adalah berkah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri, Sumber daya alam ini juga harus dijaga dengan baik.
Ketiga, seluruh desa yang ada di Kabupaten Pekalongan mempunyai sumber daya sosial. Gotong-royong, guyub rukun, toleransi, untuk senantiasa kita jadikan energi pembangunan agar seluruh desa betul-betul bisa kita wujudkan kemajuannya.
"Memang masih ada beberapa desa dalam kategori tertinggal. Tapi mohon maaf, ketertinggalan desa di Kabupaten Pekalongan ini tidak seperti di daerah lain. Infrastrukturnya masih dapat dilalui, listrik sudah hampir 100% sampai ke tingkat Dukuh di Kabupaten Pekalongan. Angka elektrasi kita sudah melebihi angka elektrasi Jawa Tengah dan nasional," tutur Bupati.
"Inilah beberapa hal yang menurut saya harus terus-menerus kita kelola dengan baik. Kepada seluruh Aparatur Pemerintah (ASN) untuk kerja lebih keras, ikhlas, giat dan lebih cerdas lagi agar kehadiran kemakmuran ini jangan terlalu lama. Segera cangcut tali wondo untuk mewujudkan kemakmuran di desa," imbuhnya.
TMMD akan berlangsung sejak 10 Juli hingga 8 Agustus, dengan sasaran fisiknya yaitu pengaspalan jalan desa Lolong Kecamatan Karanganyar sepanjang 1.727 m dan lebar 2,5 m yang akan menghubungkan ke Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan.
Usai upacara, Bupati beserta Forkopimda meninjau lokasi TMMD dengan membonceng sepeda motor yang telah disiapkan oleh pasukan Kodim 0710 Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)