KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar acara peringatan Nuzulul Quran di halaman Masjid Al Mataram, Alun-alun Kajen, pada Rabu (19/3/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sukirman menyampaikan salam dari Bupati Pekalongan, yang berhalangan hadir karena agenda kenegaraan di Yogyakarta dan Semarang. Sukirman menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran ini merupakan wujud komitmen pemerintah kabupaten untuk menyeimbangkan pembangunan fisik dan mental spiritual.
"Ini merupakan wujud komitmen Ibu Bupati memulai pembangunannya di periode kedua, selain melanjutkan yang kemarin sudah dilaksanakan malam hari ini wujud nyata bahwa pemerintah kabupaten pekalongan ingin menyeimbangkan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual kerohaniwan yang harus seimbang," ujar Sukirman.
Lebih lanjut, Sukirman mengajak masyarakat untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Ia berharap, peringatan Nuzulul Quran ini dapat mempererat tali silaturahim, ukhuwah Islamiah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah basyariyah antar masyarakat dan perangkat daerah.
"Dalam peringatan nuzulul quran ini ibu Bupati mengajak kepada kita semua Al quran menjadi panduan dan penerang dalam setiap langkah kita agar kita mendapatkan ridho serta keberkahan dari Allah SWT. Kecintaan kita kepada al quran dengan cara membacanya, mempelajarinya serta mengajarkan ajaran yang terkandung didalamnya supaya kita menjadi umat yang lebih baik di dunia dan akhirat," katanya.
Bupati juga berpesan agar keberkahan bulan Ramadan diwujudkan dengan meningkatkan kepedulian sosial, sedekah, dan amal. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk melanjutkan program-program unggulan, seperti pengobatan gratis dengan BPJS, program "Kudu Sekolah", dan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan.
Acara peringatan Nuzulul Quran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Kyai Haji Endro Suyitno, Kyai Haji Muhtarom, Forkopimda, Ketua DPRD, perwakilan Polres, perwakilan Dandim, Rektor UIN Gusdur, kepala OPD, dan jamaah pengajian.
Kamis, 20 Maret 2025
KAJEN - Menjelang lonjakan pemudik Lebaran 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pekalongan bersama Satlantas Polres Pekalongan bergerak cepat melakukan inspeksi kelayakan kendaraan (RAM Cek) terhadap bus-bus yang akan melayani arus mudik. Kegiatan ini berlangsung di salah satu garasi bus di Kajen pada Rabu (19/3/2025).
KAJEN - Wakil Bupati Pekalongan H Sukirman Bersama Sekertaris daerah kab.Pekalongan, M Yulian Akbar dan Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) setempat pantau harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Inspeksi mendadak gabungan berlangsung di 4 pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan.
KAJEN – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Pekalongan (TPID) akan menggelar pasar murah di berbagai lokasi strategis. Hal Tersebut Disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E, M.M selepas melakukan pantau harga dan ketersediaan komoditas pangan pokok di Pasar Kesesi pada Kamis (13/03) Pagi. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat menjelang Lebaran.
KAJEN - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Pekalongan menggelar rapat koordinasi persiapan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029 pada Rabu, 12 Maret 2025. Rapat yang diadakan di ruang rapat Indraprasta Bapperida ini dihadiri oleh para sekretaris perangkat daerah.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kepekaan sosial selama bulan suci Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Pekalongan Sukirman, S.S, M.S yang hadir mewakili Bupati Pekalongan, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E., M.M., dalam acara Safari Ramadhan di Masjid Al-Hikmah Desa Tosaran, Kecamatan Kedungwuni pada Senin Malam, 10 Maret 2025 dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
PETUNGKRIYONO – Warga Petungkriyono bahagia sambut kabar Pembangunan jembatan Bailey (darurat) Tembelan Kecamatan Petungkriyono yang hampir selesai. Dari pantauan tim Dinkominfo Kabupaten pada Senin, 10 Maret 2025 pukul 14.40 WIB progres pembangunan sudah memasuki tahapan pemasangan Dek yang nantinya akan dilalui pengguna jalan.
Fokus utama pemeriksaan adalah memastikan bahwa setiap armada bus yang mengangkut pemudik berada dalam kondisi prima, sehingga dapat meminimalisir potensi kecelakaan selama periode mudik dan balik Lebaran. Suhirdi, Kepala Bidang LLAJ Dishub Kabupaten Pekalongan, menjelaskan bahwa RAM Cek mencakup pemeriksaan menyeluruh seperti sistem pengereman, kondisi ban, fungsi lampu, wiper, kelengkapan dokumen kendaraan, serta kondisi kesehatan pengemudi. "Tujuan kami adalah memastikan hanya kendaraan yang benar-benar layak jalan yang beroperasi," tegasnya.
Tim gabungan secara acak memeriksa kelaikan bus di empat garasi berbeda di wilayah Kabupaten Pekalongan. Sekitar 50 bus pariwisata disiapkan untuk mendukung angkutan Lebaran tahun ini. Selain itu, Dishub Pekalongan juga menjadwalkan uji kelaikan tambahan untuk angkutan Lebaran pada tanggal 20-25 Maret 2025.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pekalongan, Dheny Saputra, menambahkan bahwa pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap kepatuhan pengemudi terhadap aturan lalu lintas, termasuk kelengkapan SIM dan surat-surat kendaraan. "Kami memastikan semua aspek administratif terpenuhi," ujarnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar bus berada dalam kondisi baik, dan seluruh awak bus telah menjalani pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik. Dishub dan Satlantas Polres Pekalongan juga mengimbau masyarakat untuk selalu memilih angkutan resmi yang telah terverifikasi demi keselamatan bersama.
Kamis, 20 Maret 2025
"Update Petung jembatan Tembelan itu sudah bisa dilewati roda empat," ujar Yulian Akbar. Ia menambahkan bahwa dari laporan yang diterima, masih ada empat dukuh yang belum bisa dilewati kendaraan roda empat, yaitu Dukuh Wonodadi, Songgodadi, dan Sitipis. "Karena jembatan dan jalannya yang masih putus, dua dukuh yang belum bisa diakses roda empat, kalau roda dua sih bisa," jelasnya.
Dengan dibukanya akses jalan ini, pemerintah Kabupaten Pekalongan akan fokus pada pembangunan jembatan permanen. "Bailey ini kan sebenarnya cuma sementara, nanti akan konsolidasi dengan pemerintah pusat dengan BNPD," kata Sekda.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah mengusulkan dana sebesar Rp 108 miliar untuk pembangunan jembatan permanen di wilayah Petungkriyono dan daerah lain yang terdampak bencana. "Kalau bisa kita kelola dengan APBD, kita kelola, tapi kalau dengan pemerintah provinsi ya kita kerja sama dengan pemerintah provinsi," ungkapnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial terkait bantuan rumah bagi warga yang terdampak. "Terus terkait rumah kita juga sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial," imbuh Yulian Akbar.
Pemulihan akses jalan dan pembangunan jembatan permanen ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat di wilayah Petungkriyono dan sekitarnya.
Jumat, 14 Maret 2025
Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiasi dari Khanif Dzakiri dan mendapat dukungan penuh dari Bupati Pekalongan. "Kegiatan ini sangat luar biasa, pertama tentu saja untuk menjalin tali silaturahim, kemudian inisiasi dari Pak Khanif Dzakiri sekaligus juga memompa semangat dari UMKM kita, produk-produknya dan seterusnya, sehingga perekonomian bisa berjalan dengan cepat karena ini menjelang Idulfitri, maka ini momentumnya sangat pas," ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman berharap acara ini dapat memberikan perhatian dan fasilitas bagi UMKM, baik dari pemerintah pusat, daerah, maupun BUMN. "Harapannya, kegiatan-kegiatan ini pasti akan terus kita galang. Selain ini inisiasi dari Pak Khanif, tentu kita di Pemerintah Kabupaten, Bupati akan mencari peluang ke provinsi, ke pusat, maupun juga ke BUMN-BUMN yang memiliki misi yang sama, terutama soal perekonomian, pengentasan kemiskinan, lalu pemberdayaan perempuan, dan seterusnya," tambahnya.
Ketua Panitia Ramadan Fest 2025, Wisnu Wardana, menjelaskan bahwa acara ini dimeriahkan dengan bazar UMKM, hiburan musik, dan stand-up comedy. "Maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini merupakan komitmen Pak Khanif Dzakiri, Wakil Ketua Komisi 11. Pak Khanif ini kan ada mitra di Jakarta yang support akan eksistensi UMKM, sehingga kita punya inisiasi untuk membuat Ramadan Fest ini, sehingga UMKM punya ruang untuk melakukan promosi dan penjualan," jelasnya.
Wisnu Wardana juga mengungkapkan harapannya agar acara ini sukses dan dapat menjadi acara reguler di Kabupaten Pekalongan. "Harapannya acara ini sukses, karena walau mungkin masih banyak kekurangannya, kita optimis bahwa masyarakat Kabupaten Pekalongan bisa mengikuti acara ini dengan baik, dan tahun-tahun ke depan acara ini bisa menjadi acara reguler di Kabupaten Pekalongan," ungkapnya.
Ramadan Fest 2025 diharapkan dapat menjadi wadah bagi UMKM untuk berkembang dan memperkuat perekonomian daerah, serta menjadi sarana hiburan yang positif bagi masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
Jumat, 14 Maret 2025
Dibagi menjadi 2 Tim, Bupati Pekalongan, Hj Fadia Arafiq dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memantau langsung di Pasar Kesesi dan Wiradesa, sedangkan Wakil Bupati Pekalongan, H Sukirman memantau langsung pelaksanaan Operasi Pasar bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Pekalongan, di Pasar Kedungwuni dan Wonopringgo.
Dalam kesempatan tersebut, wakil Bupati Pekalongan H Sukirman menyampaikan pentingnya melihat secara langsung kondisi harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini sebagai antisipasi supaya tidak ada harga yang melonjak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET). “Ramadan pekan kedua, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar pantauan pasar untuk melihat secara langsug ketersediaan bahan pokok dipasaran dan harganya,” terang Sukirman, Kamis (13/3/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1445 hijriah. Hasil pantauan di pasar Kedungwuni, Harga daging sapi naik dari Harga Rp125.000/kg menjadi Rp130.000/kg, daging ayam juga mengalami hal yang sama dari harga Rp.35.000/kg menjadi Rp.36.000/kg.
Senada disampaikan pedangang daging sapi, Kondisi bulan Ramadan ini harga daging sapi justru turun disbanding sebelum Ramadan, saat ini perkilo dibandrol Rp.130.000 naik Rp.5.000/kg dari biasanya. Sementara pedagang Ayam Potong David juga menyampaikan hal yang sama belum ada lonjakan harga yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan ini. “Harga daging sapi kuwalitas bagus saat ini perkilo mencapai Rp130.000 dari harga sebelumya Rp.125.000/kg, untuk daging tetelan perkilo saat ini mencapai Rp80.000, Untuk harga ayam negeri saat ini Rp36.000/kg naik cuma Rp1000/kg dari harga sebelum puasa Rp35.000/kg,” terangnya.
Dijelaskan pula untuk pasokan masih stabil karena belum ada lonjakan pembeli yang berarti di pekan kedua bulan Ramadan 2025 ini.
Jumat, 14 Maret 2025
"Kami akan menurunkan bantuan berupa pasar murah apabila harganya terlalu tinggi," ujar Bupati Fadia Arafiq
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat. Beberapa lokasi yang akan dijadikan pasar murah antara lain di Kajen, Kedungwuni, Wonopringgo dan Wonokerto. "Pokoknya tempat-tempat pasar besar kami buka kalau harga terlalu tinggi," lanjutnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi kenaikan harga menjelang Lebaran. "Pemerintah tidak akan tinggal diam. Sesuai perintah Bapak Presiden, kami akan terus mendukung agar harga-harga tetap stabil sehingga daya beli masyarakat terjaga," tambahnya.
Jumat, 14 Maret 2025
Sekretaris Bapperida Kabupaten Pekalongan, M. Ainur Rofik, S.IP., M.M., menjelaskan bahwa penyusunan Renstra ini merupakan tindak lanjut dari pelantikan kepala daerah serentak pada 20 Februari 2025. Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode sebelumnya (2021-2026) otomatis berakhir, dan perlu disusun RPJMD baru untuk periode 2025-2029 yang selaras dengan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M dan H Sukirman, S.S, M.S.
"Tahapan selanjutnya, kami akan mengumpulkan sekretaris dinas OPD. Seiring dengan penyusunan RPJMD, setiap OPD juga akan menyusun Renstra 2025-2029," ujar Ainur Rofik.
Lebih lanjut, Ainur Rofik menyampaikan bahwa konsultasi publik RPJMD 2025-2029 akan dilaksanakan pada bulan Maret ini. Konsultasi publik ini direncanakan akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan, serta OPD terkait dan pemangku kepentingan di Kabupaten Pekalongan.
Ulul Albab, salah satu pemateri dalam rapat koordinasi tersebut, menjelaskan bahwa ada dua poin utama yang dibahas, yaitu penyusunan RPJMD dan penyusunan Renstra perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya kedua hal ini, mengingat masa jabatan kepala daerah yang baru dilantik.
"Poin lainnya terkait dengan keterkaitan antara RPJMD dan Renstra. Dalam draf Kemendagri, indikator-indikator di dalam RPJMD, khususnya di level sasaran, dapat menjadi indikator tujuan di dalam Renstra. Hal ini untuk menjaga keterkaitan antara perencanaan di tingkat kabupaten dengan perencanaan operasional di tingkat perangkat daerah," jelas Ulul Albab.
Dengan adanya sinkronisasi antara RPJMD dan Renstra, diharapkan perencanaan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Kamis, 13 Maret 2025
Sebagai bentuk kepedulian terhadap sarana ibadah, Pemkab Pekalongan juga memberikan hibah sebesar Rp50 juta kepada Masjid Al-Hikmah. Tidak hanya itu, sebanyak 50 paket sembako juga dibagikan kepada warga setempat melalui BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat serta dapat mendukung aktivitas keagamaan dan meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah.
"Ibu Bupati mengaturkan salam hormat khususnya kepada para kiai, jamaah, dan seluruh warga Tosanan. Selamat menjalankan ibadah puasa," ujar Wakil Bupati Sukirman dalam sambutannya.
Selain itu, program unggulan lainnya yang terus diperjuangkan adalah layanan pengobatan gratis cukup dengan KTP, yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Fadia Arafiq. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata dari visi kepemimpinan beliau dalam mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang maju, adil, dan sejahtera.
Takmir Masjid Al-Hikmah Desa Tosaran dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih karena rombongan dari Pemerintah Daerah Kabupaten sudah berkenan hadir di desanya. "Kayaknya dari pertama berdirinya masjid ini belum pernah ada pejabat yang hadir disini, ini luar biasa, sekian puluh tahun kami menjadi jamaah disini baru kali ini ada rombongan pejabat kabupaten pokalongan yang hadir. oleh sebab itu kami sangat merasa terharu, sangat merasa senang, dan luar biasa Oleh sebab itu kami sangat merasa terharu, sangat merasa senang. Mudah-mudahan ini bagian dari hikmah ramadhan tahun ini, dan mudah-mudahan penuh berkah," tuturnya dengan rasa bangga
Salah satu warga yang mendapatkan adalah Ulinuha yang merasa senang dengan adanya tersebut. Ia berharap kedepannya Pemerintah Kabupaten Pekalongan bisa lebih baik. "Alhamdulillah saya sangat senang sekali mas karena memang pas lagi butuh, semoga pemerintah selalu memperhatikan rakyat kecil," tutur Ulinuha ketika ditemui tim RKS.
Rabu, 12 Maret 2025
Berdasarkan penuturan Bhabinkamtibmas Polsek Petungkriyono Aipda Tarmanto menyampaikan harapannya agar proses pembangunan jembatan ini dapat segera selesai demi kelancaran aktivitas masyarakat.
"Saya, selaku aparat kepolisian dan juga warga, mewakili masyarakat merasa sangat senang dengan pembangunan ini. Kami berharap pengerjaannya bisa cepat selesai karena sangat berpengaruh terhadap pekerjaan dan perekonomian warga," ujarnya.
Jembatan Tembelan sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat banjir bandang yang terjadi pada 20 Januari 2025 silam, mengakibatkan warga harus memutar menempuh jalur alternatif melalui Wanayasa, Kalibening, dan Paninggaran jika ingin menuju Pasar Doro. Rute ini memakan waktu lebih dari tiga jam dan menambah beban biaya perjalanan.
Disampaikan oleh Mustofa, staf teknis BP2 DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, yang turut memantau perkembangan proyek tersebut.
Pembangunan Jembatan Bailey di Petungkriyono telah mencapai 90 persen dan diperkirakan akan selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan, tergantung kondisi cuaca.
"Dari sisi teknis, jembatan ini akan selesai dalam dua hari lagi, atau tiga hari jika hujan turun," ujarnya.
Meski progresnya hampir rampung, Mustofa mengakui bahwa ada beberapa tantangan dalam proses pembangunan. Salah satunya adalah spesifikasi jembatan yang seharusnya diperuntukkan bagi jembatan nasional, namun diterapkan di lokasi ini. Selain itu, kondisi tanah yang basah juga menjadi kendala utama.
"Harapan saya, jembatan ini bisa digunakan oleh warga, tentu saya sangat bersyukur. Namun, karena kondisi tanah di desa ini cukup basah dan ada kandungan minyak, maka perlu perhatian khusus dari masyarakat," tambahnya.
Secara dimensi, jembatan ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan standar untuk jalan masyarakat, sesuai dengan spesifikasi nasional dan provinsi. Mustofa juga menyebutkan bahwa secara teknis, jembatan akan selesai dalam dua hari.
Dengan rampungnya jembatan ini, diharapkan mobilitas warga kembali normal, memudahkan akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Petungkriyono.
Selasa, 11 Maret 2025