KAJEN - Hari ketiga atau hari terakhir tahapan pendaftaran Bakal Calon Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Pekalongan yang dijadwalkan oleh KPU yakni Kamis 29 Agustus 2024. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E,.M.M maju mendaftarkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Bupati Fadia menjadi mencalonkan sebagai bupati untuk kedua kali, didampingi politikus PKB yakni Sukirman,S.S yang menjabat sebagai Sekretaris DPW PKB Jawa Tengah.
Mereka datang ke KPU sekitar pukul 15.00 Wib dengan diiringi ribuan masa pendukung serta beberapa pengurus partai diantaranya dari PKB, Gerindra, Golkar, Gelora, PKS, PPP, PAN, Demokrat, PSI, Perindo, dan Nasdem.
Satu hari sebelumnya, Wakil bupati H. Riswadi,S.H telah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Pekalongan bersama calon wakilnya yakni Ir. H. M. Amin,M.Si.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izah dalam sambutanya menyampaikan, bahwa KPU Kabupaten Pekalongan membuka pendaftaran selama tiga hari yakni dimulai Selasa 27 Agustus hingga Kamis 29 Agustus 2024. “untuk pemeriksaan berkas pendaftaran nanti kita akan sampaikan kepada LO. Setelah mendaftar tahapan selanjutnya yakni pemeriksaan kesehatan yang dijadwalkan tanggal 30-31 agustus 2024 di RSUP Karyadi semarang,” katanya.
Sementara itu, dalam sambutanya, Fadia mengungkapkan bahwa dirinya beserta Sukirman berniat baik dan ingin mendaftar sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan periode 2024-2029. “niat kami ingin melanjutkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik lagi,” terangnya.
Adapun visi misinya seperti dijelaskan Fadia, diantaranya akan melanjutkan kembali pembangunan yang sudah dilakukannya selama tiga tahun lalu, yakni infrastruktur Kabupaten Pekalongan, jalannya alus rejeki mulus, serta kesehatan gratis di seluruh Indonesia tetap gratis untuk warga Kabupaten Pekalongan serta pendidikan gratis. “Kita masih akan memfokuskan pembangunannya di bidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.," kata Fadia.
Senin, 2 September 2024
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arrafiq membuka secara resmi acara Pekan Raya Kajen 2024 yang dilakukan pada Minggu (25/8) malam. Hadir dalam acara tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq didampingi Ketua Dekranasda Ashraff Abu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Forkompimda, Para Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
KAJEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung III Tahun 2024 Kodim 0710/Pekalongan yang berlangsung di Desa Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan resmi ditutup.
Penutupan program ini ditandai dengan upacara resmi yang dipimpin oleh Pabung Kodim 0710/Pekalongan, Mayor Kav Moch. Purbo Suseno yang dihadiri Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar bersama dengan tamu undangan lainnya serta diikuti peserta upacara dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, ASN, ormas, tokoh masyarakat setempat, serta pelajar, Kamis (22/8/2024).
KAJEN - Setelah melaksanakan Upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke 402 Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq S.E., M.M di dampingi suami yang juga ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan H. Mukhtaruddin Ashraff Abu dan juga Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi S. H di dampingi ketua TP PKK kabupaten Pekalongan Ny. Hj. Widi Riswadi beserta Forkompinda melaksanakan kirab hari jadi di lanjutkan penyerahan Pataka Kab. Pekalongan kepada Ketua DPRD kabupaten Pekalongan sementara, Drs. H. Abdul Munir bersama Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan lainnya di halaman Gedung DPRD Kabupaten Pekalongan, Minggu (25/8/2024) siang. Dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD kabupaten Pekalongan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke 402 kabupaten Pekalongan tahun 2024.
KAJEN - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar Kirab Mobil Hias, Sabtu 24 Agustus 2024.
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq berkesempatan melepas peserta kirab didampingi Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Ashraff Abu, Ketua Sementara DPRD H. Abdul Munir, Forkompimda, para peserta kirab dan disaksikan ribuan masyarakat.
Pendaftaran telah dimulai pada Selasa 27 Agustus 2024 sampai 29 Agustus 2024 atau tiga hari. Pada hari pertama pendaftaran tidak ada pasangan calon yang mendaftar, namun dihari kedua Wakil Bupati Petahana Riswadi maju mendaftar ke KPU sebagai calon Bupati Pekalongan bersama calon wakilnya yakni Muhammad Amin.
Mereka datang ke Kantor KPU sekira pukul 13.45 Wib bersama ratusan pendukungnya.
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan, Laelatul Izah, mengatakan pada hari kedua pendataran, baru ada satu pasangan yang mendaftar. Pada hari pertama tidak ada yang mendaftar, namun diperkirakan pada hari ketiga aka nada pasangan calon lain yang akan mendaftar ke KPU Kabupaten Pekalongan. "sampai hari kedua ini baru satu paslon yang mendaftarkan hari ini yakni pasangan. Tadi ada pasangan lain yang sudah konsultasi dan komunikasi yang direncakanan akan mendaftar di hari ketiga,” terangnya.
Sementara itu, Riswadi mengungkapkan keyakinannya untuk maju dalam Pilkada dengan menggunakan landasan Undang-Undang Pemilu yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi (MK). “Kami mendaftarkan diri dengan menggunakan UU Pemilu keputusan MK. Sebagai putra daerah, kami berjanji akan mengabdikan dirinya untuk kemajuan Kabupaten Pekalongan. Kami membawa visi untuk membangun Pekalongan yang lebih sejahtera dengan tetap mengedepankan kearifan lokal,” katanya dalam konferensi pers setelah proses pendaftaran di KPU Kabupaten Pekalongan, Rabu 28 Agustus 2024.
Senin, 2 September 2024
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Winaryo, S.Pd, M.Pd, saat diwawancara di ruang kerjanya, Jum’at (30/08/204) menjelaskan bahwa kudapan apem kesesi yang sudah diusulkan sebagai warisan budaya tak benda, lolos dalam sidang penetapan warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud Ristek, pada 21 Agustus 2024 lalu. “Sidang berlangsung selama 2 jam dan Alhamdulillah apem kesesi lolos dan akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” ujar Winaryo.
Dikatakannya, penetapan Warisan Budaya Tak Benda dijadwalkan pada Desember mendatang dan Kepala Daerah akan diundang untuk menerima plakat. Dijelaskan, Apem Kesesi merupakan salah satu kudapan atau kuliner dari Dukuh Bantul, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Bahan baku pembuatan apem dari tepung beras dan gula aren atau gula Jawa. Adonan cetak di atas daun pisang yang dibentuk lingkaran, kemudian dikukus dengan dandang khusus. Apem kesesi memiliki rasa yang legit.
Lebih lanjut Winaryo mengatakan, dengan penetapan Apem Kesesi sebagai WBTb nantinya akan diakui mutlak sebagai kuliner yang mengandung budaya dari Kabupaten Pekalongan. Untuk menjaga kelestarian kudapan khas tersebut, saat ini sudah terbentuk paguyuban yang mewadahi industri rumahan Apem Kesesi.
Mengenai sejarahnya, apem Kesesi, kata Winarsyo, sudah ada sejak sekitar tahun 1960an, yang disajikan dalam Khaul Mbah Kiai Gendon, sehingga Apem Kesesi sudah disajikan sebagai kudapan selama sekitar 64 tahun, hingga saat ini.
Untuk melestarikan sebagai WBT, pihaknya berharap apem Kesesi dapat disajikan dalam jamuan makan di setiap kegiatan yang diselenggarakan pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Sebelum apem Kesesi, Pertunjukan Seni Sintren Kabupaten Pekalongan telah lebih dulu diakui dan ditetapkan sebagai WBTb oleh Kemendikbud RI, pada tahun 2019 silam.
Kesenian sintren merupakan kisah romantisme asmara antara Sulasih (Putri Ki Ageng Sentanu) dan Sulamjono (Putra Joko Bau) yang terhalang restu orang tua.
Pada tahun 2025 nanti, Pemkab Pekalongan akan mengusulkan 2 kesenian khas Kota Santri sebagai WATb, yaitu Gendukan dan Langkah Telu yang merupakan kesenian tradisional dari Desa Karanganyar, Kecamatan Tirto.
Senin, 2 September 2024
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Hukum Kanwil KemenkumHAM Jawa Tengah, Deni Kristiawan, SH, MH saat menjadi narasumber dalam Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Pengelolaan JDIH di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/08/2024). Deni dalam kegiatan tersebut memaparkan materi berjudul “Optimalisasi Peran Anggota JDIH dalam Penyebarluasan Regulasi di Daerah Melalui JDIH”.
Dijelaskannya,perolehan peringkat Eka Acalapati atau Paling Tinggi oleh JDIH Kabupaten Pekalongan dan sejumlah kabupaten/kota lain di Jawa Tengah cukup membuat dirinya bangga sebagai Pembina JDIH se-wilayah Jawa Tengah. Karena banyak kabupaten/kota di Jateng yang mendapat predikat Paling Tinggi dalam penilaian Kinerja Pengelolaan JDIH. Bahkan dari sepuluh besar, 6 di antaranya adalah ditempati daerah di Jawa Tengah. “Pimpinan kami sangat concern dan ingin semua daerah di Jateng bisa maju Bersama-sama berkaitan dengan Reformasi Hukum,” ujar Deni. JDIH Kategori Eka Acapalati adalah JDIH yang memperoleh nilai 76 hingga 100.
Deni Kristiawan, dalam kesempatan tersebut menyampaikan aspek-aspek yang dinilai meliputi organisasi dan kelembagaan, sumber daya manusia, koleksi dokumentasi hukum, teknis pengelolaan, sarana prasarana, pemanfaatan TIK, pengembangan JDIH, serta inovasi.
Dalam paparannya, Deni juga menjelaskan bahwa JDIH berperan strategis berkaitan dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Satu Data Indonesia, Indeks Reformasi Hukum, serta Desa/Kelurahan Sadar Hukum. Materi ke-2 disampaikan oleh narasumber dari Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah, Amalia Rahman, SH, M.Kn (Analis Hukum Ahli muda) dengan judul paparan “Kebijakan Pengelolaan JDIH Provinsi Jawa Tengah”. Kegiatan dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Pekalongan, Wiryo Santoso, S.IP, MH.
Saat membuka kegiatan, Wiryo bersyukur dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, karena menurutnya, bahwa pencapaian peringkat ke-21 tidak lepas dari upaya semua pihak dan fasilitasi KemenkumHAM dan Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah. “Yang perlu ditingkatkan adalah pertisipasi desa dalam pengelolaan JDIH, karena baru ada 1 peraturan desa yang diupload. Oleh karena itu, kami harap desa-desa lainnya bisa menyampaikan perdesnya masing-masing untuk bisa kita sosialisasikan melalui JDIH,” tutur Wiryo. Tahun sebelumnya, JDIH Kabupaten Pekalongan, kata Wiryo, ada di peringkat 200an.
Sosialisasi diikuti seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Pekalongan, kecamatan dan desa. Kegaitan ditutup oleh Kabag Hukum Setda Kabupaten Pekalongan, Aditomo Herlambang,SH
Kamis, 29 Agustus 2024
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq serta Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, para Asisten Sekda, Staf Ahli Bupati, Anggota Forkopimda, Kepala OPD se-Kabupaten Pekalongan, tokoh agama, masyarakat, dan tamu undangan lainnya.
“Acara doa bersama ini adalah wujud syukur kita sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Semoga Tuhan senantiasa menjaga kita, menjadikan masyarakat sejahtera, kondusif, aman, dan terhindar dari segala mara bahaya serta musibah,” kata Fadia.
Selain ungkapan rasa syukur, doa bersama juga merupakan bentuk ikhtiar agar masyarakat Kabupaten Pekalongan senantiasa rukun, terutama menjelang Pilkada. “Kita akan menghadapi masa Pilkada, dan kita berdoa agar senantiasa dilindungi dan diberi kekuatan. Saya berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat saling menjaga dan tetap rukun, agar tidak mudah terpecah belah,” tambahnya.
Pada Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402, bupati berharap Kabupaten Pekalongan akan semakin maju, pembangunan merata dan masyarakatnya selalu rukun dan damai. “semoga Kabupaten Pekalongan semakin maju kedepannya. Saya yakin Kabupaten Pekalongan dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyampaikan bahwa untuk membawa Kabupaten Pekalongan ke arah yang lebih baik, perlu memperjuangkan dan melanjutkan perjuangan para pendahulu. dirinya berharap Kabupaten Pekalongan menuju kesejahteraan dan keadilan yang merata. “kegiatan Doa Bersama ini diselenggarakan untuk mendoakan para leluhur yang telah berjasa membangun Kabupaten Pekalongan.,” ungkapnya
Senin, 26 Agustus 2024
Dalam PRK 2024 ini Bupati Pekalongan berharap agar acaranya bisa berlangsung dengan lancar dan aman hingga akhir acara. "Hal ini kita lakukan salah satunya untuk mendukung pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan" Ungkap Bupati dalam Sambutannya.
Kemudian, Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir mengatakan bahwa rangkaian hari jadi Kabupaten Pekalongan ke-402 membawa beberapa nilai, diantaranya nilai religius, nilai ekonomi, dan nilai hiburan.
Wakil Ketua 3 Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan Supriyadi mengatakan "Pekan Raya Kajen dilaksanakan selama 5 hari dari hari jumat, 23 Agustus sampai 27 Agustus 2024."
Peserta PRK 2024 terdiri dari para pelaku UMKM Kabupaten Pekalongan, beberapa perangkat daerah yang melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat, BUMN, BUMD, dan Perbankan.
Dalam pembukaan PRK 2024 dimeriahkan pesta kembang api yang membawa antusiasme masyarakat semakin luar biasa dalam acara minggu malam tersebut.
Selain itu Pembukaan PRK juga diramaikan oleh beberapa Bintang Pantura, yakni Ghea Marsella BP 5, Feby Pratiwi BP 5, dan Puji Maharani BP 4.
Senin, 26 Agustus 2024
Acara penutupan diisi dengan seremonial penyerahan hasil proyek dari Pabung Kodim 0710/Pekalongan kepada Sekda Kabupaten Pekalongan, dilanjutkan dengan pemotongan pita sebagai simbol peresmian jalan yang telah selesai dikerjakan.
Adapun untuk sasaran fisik TMMD Sengkuyung III Tahun 2024 yang dikerjakan berupa pengaspalan jalan desa yang menghubungkan Desa Gebangkerep ke Desa Purworejo dan Desa Kalijambe Kecamatan Sragi dengan volume panjang 500 meter dan lebar 3 meter untuk sasaran pertama.
Sedangkan sasaran kedua dengan volume panjang 200 meter dan lebar 4 meter serta pembuatan talud volume panjang 50 meter dan tinggi 1 meter dengan anggaran biaya untuk fisik total Rp 316.415.000,00 serta sasaran non fisik berupa sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat.
Sekda Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD di Desa Gebangkerep. Menurutnya, program ini telah sesuai dengan laporan dan anggaran yang direncanakan serta selesai tepat waktu.
"TMMD sangat berperan penting dalam pembangunan infrastruktur di daerah pelosok seperti Desa Gebangkerep. Meskipun wilayah ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah, keberadaan TMMD memberikan dorongan signifikan untuk percepatan pembangunan," ujarnya.
Sekda Akbar juga mengingatkan pemerintah Desa Gebangkerep untuk merawat hasil pembangunan yang telah dicapai dan melanjutkan upaya pembangunan infrastruktur. "Dengan menjaga dan melanjutkan pembangunan, kita dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan memastikan manfaat yang maksimal dari program ini," tambahnya.
Sementara itu, Mayor Purbo Suseno menjelaskan bahwa TMMD merupakan program TNI-AD yang bertujuan mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok desa. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga bertujuan memperkuat sinergi antara TNI-AD dan masyarakat untuk menciptakan kemanunggalan serta keharmonisan sosial.
" Tidak hanya sasaran sasaran fisik saja akan tetapi sasaran fisik juga dioptimalkan. Tujuan TMMD juga untuk membangun sinergi antara TNI-AD dan masyarakat agar saling guyup rukun sehingga tercipta kemanunggalan rakyat.," ujar Mayor Purbo Suseno.
Senin, 26 Agustus 2024
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan Hj. Fadia Arafiq S.E., M.M mengatakan bahwa dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat dan elemen pemerintahan untuk menjadikan hari jadi sebagai momentum mengevaluasi dan memperbaiki serta menguatkan sinergi dalam menyelenggarakan pemerintahan pelayanan masyarakat dan pembangunan di kabupaten Pekalongan sehingga kabupaten Pekalongan ini semakin maju. " Dengan kebersamaan kerja keras kekompakan dan partisipatif seluruh elemen InsyaAllah berbagai hambatan dan kendala yang terjadi dalam proses pembangunan dan membangun kabupaten Pekalongan dapat kita atasi bersama." Katanya.
Pihaknya juga menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan pemerintah kabupaten Pekalongan merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan dari hasil integrasi peran antara pemerintah demokrasi DPRD sektor swasta dan masyarakat. " Pada kesempatan yang baik ini saya beserta bapak wakil bupati dan atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan juga pribadi mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan pemerintah daerah kabupaten Pekalongan terdahulu, seluruh anggota legislatif, jajaran aparatur sipil negara, para birokrat, seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan, swasta dan seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah kabupaten Pekalongan yang telah bekerja keras untuk kemajuan kabupaten Pekalongan." Lanjutnya.
Sementara itu ketua DPRD sementara kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir mengatakan peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan ke 42 tahun 2024 mengambil tema terus maju untuk pembangunan berkelanjutan. "tema kali ini sangatlah tepat kiranya jika kita mengingat kembali sejarah perjuangan pendahulu kita untuk itu kita perlu mengenang dan mengingat sejarah perjuangan bangsa kita untuk mendorong dan memotivasi kita semua bekerja sama dan sama-sama bekerja, bahu membahu dalam mengisi dan melaksanakan pembangunan segala bidang kehidupan sebagai wujud nyata meneruskan cita-cita para pendahulu." Katanya dalam sambutannya.
Aspek penting dalam pembangunan berkelanjutan adalah penekanan proses partisipas.i Oleh karena itu pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Pekalongan tidak hanya diasumsikan sebagai suatu kebijakan yang lahir dari minoritas kecil teknokrat atau pembuat kebijakan saja, namun menekankan peran penting masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan demikian bagian penting yang menjadi penekanan dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana menyertakan beragam pemangku kepentingan dalam menentukan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya melalui peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan 412. "Kami seluruh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan mengajak semua komponen masyarakat untuk terus bekerja keras bergotong-royong membangun kabupaten Pekalongan dan serta bersinergi mendukung suksesnya pelaksanaan pembangunan kami juga berharap masyarakat memiliki rasa bangga terhadap daerahnya. Kebanggaan itulah yang menjadi dukungan dan dorongan dalam mewujudkan kemajuan daeRAH,"lanjutnya.
Drs. H. Abdul Munir berharap tema peringatan hari jadi Kabupaten Pekalongan keempat 402 diharapkan menjadi suntikan semangat yang memotivasi dan mendorong semuanya untuk berubah dan bangkit mewujudkan kesejahteraan serta kemajuan Kabupaten Pekalongan tercinta ini.
Senin, 26 Agustus 2024
Kirab dimulai dengan mobil hias rombongan Bupati disusul Forkompimda dan mobil hias OPD serta peserta lainnya.
Adapun rute kirab mobil hias dimulai dari Boulevard depan Alun-alun Kajen – Rowolaku – Bojong –Surobayan -Podo (Kedungwuni) – Kranji – Langkap - Larikan Doro - Karanganyar dan Finis di Kajen.
Bupati saat ditemui usai melepas peserta kirab berharap semoga kirab diberikan kelancaran dan keselamatan. Dan di Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402 Bupati harap agar masyarakat Kota Santri semakin sejahtera.
"Selain itu harapannya kita juga bisa melakukan kepemimpinan yang berkelanjutan dan Allah selalu melindungi kita semua," harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kirab Mobil Hias, Wahyu Kuncoro menuturkan jumlah peserta kirab ada 68 mobil hias ditambah dengan mobil pendukung total keseluruhan sekitar 98 mobil yang terdiri dari OPD, unsur instansi vertikal, perusahaan daerah, kecamatan, perguruan tinggi dan lainnya.
“pawai mobil hias ini sebagai bentuk rasa syukur atas Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke 402, dan masyarakat agar bisa ikut mengikuti dan menikmati acara pada hari ini,” ujarnya.
Minggu, 25 Agustus 2024