KAJEN – Hadir dalam acara Pengajian Sabtu pagi yang diselenggarakan oleh pengurus cabang Muhamadiyah Karanganyar di masjid Al Ikhlas Karanganyar pada pagi ini, Sabtu (5/9/2020), Bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si paparkan pentingnya mempelajari ilmu bagi setiap umat muslim utamanya ilmu agama.
Menurutnya Ilmu agama sendiri merupakan dasar atau pedoman bagi setiap individu untuk menjalankan roda kehidupan di dunia maupun nantinya di akhirat. Jadi, berusaha mempelajari ilmu agama hukumnya fardhu ain atau wajib untuk dikerjakan.
‘’ Mencari ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap kita semua sebagai umat muslim, ini berarti tidak ada kata lain selain mencari ilmu,’’ ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, ilmu agama yang bersifat sebagai penunjang umat muslim untuk menjalankan ibadah wajib, itu sangat disarankan untuk benar-benar dipelajari secara detail. Karena dengan ilmu tersebutlah kewajiban menjalankan ibadah bisa dilakukan.
Contohnya seperti ilmu mempelajari tata cara berwudhu, karena dijelaskan bupati Asip, wudhu merupakan instrumen terpenting sebagai awal setiap umat muslim yang hendak beribadah.
‘’Setiap ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari oleh umat muslim seperti ilmu melakukan wudhu,sholat adalah hukumnya wajib,’’ jelasnya
Dan setelah ilmu penunjang kewajiban itu dicari dan dipelajari, tahap selanjutnya adalah mengimplementasikannya, karena tanpa implementasi, ungkap bupati, semua itu tidak ada artinya. ‘’Kewajiban mencari ilmu tentang sah atau tidaknya kita dalam melakukan ibadah yang wajib adalah suatu kewajiban,’’ ungkapnya.
Selain ilmu agama, dikatakan Bupati Asip, ilmu lain penunjang kehidupan juga jangan lupa dipelajari diantaranyailmu sosial, ekonomi, kesehatan, manajemen dsb, Karena tanpa ilmu tersebut, keseimbangan dalam menjalani kehidupan di dunia akan sulit tercapai.
Dan untuk mencapai kesimbangan itu utamanya di Kabupaten Pekalongan, maka pendidikan harus ditunjang dan difasilitasi dengan baik. Oleh karena itu Ia mengatakan bahwa pihaknya selalu memprioritaskan pembangunan pada aspek pendidikan.
‘’ Kami sebagai orangtua juga harus bisa menunjang pendidikan anak-anak kita, utamanya kami yang berada di pemerintahan memeiliki tugas untuk memfasilitasi dan membuat regulasi untuk menunjang kepentingan pendidikan anak-anak kita dalam mencari ilmu.,’’ katanya.
Bupati Asip juga berpesan kepada jamaah pengajian yang datang untuk tetap berdoa dan berikhtiar dalam mencari serta mempelajari ilmu, supaya menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. ‘’Jadilah orang yang berguna dengan keilmuan yang kita miliki, supaya bisa selamat dunia dan akhirat,’’ pesannya. (Lus-Kominfo)
KAJEN - Menjadi penghubung bertemunya antara Petani kabupaten Pekalongan dan pembeli di Lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten setempat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menggelar Pasar Mitra Tani ke-3 yang diharapkan menjadi penunjang kesejahteraan para petani Jumat (4/9/2020).
KAJEN - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab.Pekalongan Dra.Siti Masruroh, M.Si Kukuhkan Tim Gerakan Kudu Sekolah Tingkat Kecamatan Wonokerto, Kamis (3/9/20) di Pendopo Kecamatan Wonokerto.
KAJEN - Salah satu intensifikasi pendapatan hasil daerah Kabupaten Pekalongan adalah bagaimana mendinamisir PBB. Hal ini diungkapkan bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.,M.Si dalam acara penyerahan hadiah pemenang lomba cepat tepat Pelunasan Pajak Bumi Daerah (PBB) dan Bangunan, Rabu (02/09) di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
KAJEN - Tidak ada Satu jam, puluhan pengendara sepeda motor dan mobil terjaring razia Kepatuhan berkendara dalam Giat Operasi Tindakan Pelanggaran kasatmata oleh Satlantas Polres Pekalongan di Jl. Raya Kedungwuni Kabupaten Pekalongan Rabu (2/9/2020).
KAJEN - Optimalkan Jangkauan layanan Administrasi Kebendudukan bagi Masyarakat di Kabupaten Pekalongan, Dinas Kependudukan dan catatan sipil (DINDUKCAPIL) setempat realisasikan trobosan Jonjang Adminduk yang sudah berjalan di Dua yaitu Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran sejak dua bulan terakhir.
KAJEN - Sejumlah Rumah Toko (Ruko) di Pasar Wiradesa Mulai pindah meski pelaksanaan Revitalisasi baru akan didilangsungkan Bulan November 2020 mendatang, Salah satunya Roku Remaja yang sudah menempelkan pengumuman untuk tempat barunya Senin (31/8).
KAJEN - RSIA Aisyiyyah Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan kini sudah luar biasa, hal ini dibuktikan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat berkunjung langsung dalam rangka peresmian gedung Panti Asuhan Yatim (PAY) Putri Aisyiyah Pekajangan, Minggu (30/8)
Sebanyak 37 pedagan atau petani di Wilayah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggelar lapak di tengah pandemi Covid 19 yang juga turut mempengaruhi penghasilan para petani di Kota Santri ini.
Seperti penjelasan Tohid Margono.S.Pi Plt Kepala Dinas Ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Pekalongan melalui Kepala Bidang Ketahanan pangan Nusa Indah pada acara Mitra pasar Tani di halaman Kantor DKKP setempat. “Pada pelaksanaan untuk ketiga kalinya ini omset penjualan petani yang turut dalam program yang dilaksanakan di Minggu pertama dan ketiga setiap bulannya ini meningkat, jika pada pemkukaan Pasar Mitra Tani omset yang dicapai sebesar Rp.15.000.000,- di pelaksanaan kedua hasil penjualan seluruh petani naik menjadi Rp.25.000.000,- harapanya pada pelaksanaan Pasar Mitra tani ketiga ini omsetnya juga turut naik”.
Namun demikian setiap inovasi atau trobosan yang dilaksanakan untuk kesejahteraan para petani di kabupaten Pekalongan ini juga Tidak luput dari kendala dan keterbatasan, baik dari para petani ataupun Dinas Ketahanan pangan dan Pertanian selaku pihak yang menjembatani bertemunya petani dengan pembeli, seperti yang disampaikan Nita Kasi Penganekaragaman Konsumsi dan Pangan.
Salah satu kendala yang di rasakan petani adalah masalah transportasi mengingat para petani di Kabupaten Pekalongan ini dari daerah atas seperti Petugkriyono dan Paninggaran jika panen berlimpah mereka tidak bisa menjualnya ke Kota lantaran biasa transportasi yang didak sebanding dengan harga hasil panen di pasaran”. Pungkas Nita. (Rep. Teddy RKS)
Selaku Pembina Tim Gerakan Kudu Sekolah Tingkat Kabupaten Pekalongan Siti Masruroh merasa penting untuk melakukan inovasi di Tingkat Kecamatan hingga Desa yang merupakan ujung tombak dalam mengakses warganya yang putus sekolah atau tidak dapat meneruskan pendidikanya dengan berbagai sebab.
Maka dari itulah Gerakan kudu Sekolah ini dibentuk dengan tujuan untuk mengembalikan anak-anak yg putus sekolah agar mau kembali bersekolah. Seperti yang disampaikan Kepala Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutanya. "Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengajak seluruh komponen untuk lebih peduli pada pendidikan dan mengajak semua stakeholder agar bersama-sama mendukung Gerakan Kudu Sekolah.
Warga juga dapat memberikan informasi jika ada anggota keluarga atau tetangga di lingkunganya ada yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke Tim Gerakan Kudu Sekolah di Tiap Desa atau Kelurahan. (Rep. Teddy Rks)
Bupati menjelaskan ada dua hal mendasar yang perlu dikaji, pertama adalah mengenai data, data-data harus dilakukan sinkronisasi, yang kedua yaitu piutang PBB yang masih 10 milyar lebih yang harus dicari solusinya agar cepat selesai.
Yang paling penting menurut Bupati, dalam kondisi Covid 19 ini harus hati-hati untuk melakukan penarikan, satu sisi sumber pembiayaan utama adalah dari PAD kemudian sisi lain dalam situasi yang krisis seperti saat ini tinggal nanti Pemkab melihat pertumbuhan ekonomi kuartal ke selanjutnya.
Pada kuartal pertama kemarin masih positif, kemudian kuartal kedua sudah minus 5,8 jadi tinggal dilihat kuartal ketiga yang akan dihitung mulai bulan Oktober atau September. Kalau Oktober nanti asumsi pertumbuhan ekonomi masih minus berarti negara ini memasuki era yang krisis namun ini biasa saja dan bukan hanya diukur dari perkembangan aspek pertumbuhan lingkungan, juga dari aspek lain.
Karena situasi seperti itu maka pajak PBB yang dulu merupakan kewajiban sekarang menjadi kebutuhan. “ Jadi dua pihak harus saling pengertian, yang paling penting bagaimana melakukan edukasi, saya minta bantuan Pak Camat, Pak Kades agar warganya ada inovasi, ‘ pintanya.
Dikatakan pula ujung tombak penerimaan PBB ada di desa sehingga dalam hal ini peran camat menjadi penting. Mengingat kondisi masyarakat sekarang yang berbeda dengan masyarakat dulu, bupati menegaskan pendekatannya harus diubah supaya kebih humanis. “ Hal-hal yang bersifat kemanusiaan harus ditonjolkan dengan pendekatan-pendekatan yang lebih penting supaya lebih efektif, bisa dilakukan sosialisasi bahwa PBB kewajiban bersama karena berasal dari pajak, nanti bentuk feedback ke desa adalah ADD, hal itu jelas efek dari PBB dan efeknya ke desa jelas, “ paparnya
Terkait PBB, Bupati menyampaikan saat ini di desa-desa sedang digerakkan supaya targetnya memenuhi. Harapannya target 10 milyar bisa tercapai dan nantinya bisa naik menjadi 13 milyar. (El-kominfo)
Puluhan pengendara yang melanggar baik tidak mengenakan helm atau masker dikenakan sanksi tilang ditempat, sedangkan bagi warga yang tidak mengenakan masker diberikan sanksi edukatif dengan menghafalkan Pancasila dan UUD 1945, seperti penjelasan Kasatlantas Polres Pekalongan melalui Kanit Patroli Ipda Adhi Agung Prabowo, Amd.
"Giat ini melibatkan 11 personil yang kami jalankan secara rooling di titik-titik rawan pelanggaran di wilayah Kabupaten Pekalongan. Selain sanksi edukatif bagi warga yang tidak mengenakan masker, pengendara yang tidak memakai helm dan tidak membawa kelengkapan surat berkendara juga kami tilang," pungkas Kanit Patroli.
Sementara itu, Muna Warga Kelurahan Kedungwuni yang terjaring dalam razia tindakan kasatmata ini juga menanggapi positif upaya Satlantas untuk menertibkan warga Kabupaten Pekalongan agar taat menggunakan masker dan mematuhi peraturan lalu lintas, terlebih pada masa pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini (Rep.Teddy Rks)
Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan dan catatan Sipil Kabupaten Pekalongan Abdul Baqi.SH.,S.RN saat di temui Selasa (1/9) di Kantornya. “ Program Jonjang Adminduk ini kami gagas untuk lebih mendekatkan layananan Dindukcapil Kepada Masyarakat, selain Program lain yang sudah dijalankan sebelum dan semasa pandemi Covid 19.”
Ditambahkan selama masa pandemi Covid 19 ini layanan reguler yang dilakukan Dinas kependudukan dan catatan sipil baik di 19 kecamatan ataupun di Kantor Dinduk capil berjalan dengan target yalayanan yang ditentukan setiap harinya yaitu sejumlah 210 layanan, dengan rincian kuota di masing masing kecamatan 10 orang pemohon dan di kantor dinas sejumlah 20 pemohon atau perekam KTP.
Sedangkan untuk memfasilitasi layanan terhadap warga penyandang disabilitas Dinduk Capil kabupaten Pekalongan juga mengoptimalkan pelayanan dengan petugas sapu jagat atau yang dikenal dengan program Go Disabilitas. (Rep. RKS)
Pasar Wiradesa merupakan salah satu Pasar Tradisional di Jalur Pantura Kabupaten Pekalongan yang sebentarlagi akan dipugar atau revitalisasi dengan menggunakan dana APBN dengan Perpres No 79 tahun 2019 menggunakan pola multi years.
Demi kenyamanan pelanggan dan supaya tidak tergesah gesah nantinya Cik Ayin salah seorang pemilik Ruko menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan kepindahan lokasi baru usaha mereka yang tidak terlalu jauh dari lokasi ruko saat ini.
Karena Pembangunanya akan di mulai Tiga bulan lagi yaitu pada bulan November 2020, untuk itu sejumlah Rumah Toko yang berada di kawasan Jl.S parman Wiradesa ini mulai berbenah untuk menempati lokasi baru usaha mereka. Pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah hal untuk memenuhi pelaksanaan Revitalisasi Pasar wiradesa tersebut, diantaranya menyediakan pasar darurat, dokumen legalitas dan sarana lainya. (Rep. RKS)
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada RSIA karena sudah nyata, bagaimana dalam menjaga kesehatan resolusi kemudian kesehatan ibu dan anak, sekaligus melayani persalinan ibu secara baik.
Dikatakan, Pemkab sangat mengapresiasi dan berikan dukungan kepada RSIA, disamping RS bersalin lainnya. Bupati juga mengungkapkan RSIA didukung oleh para ahli yang luar biasa dan Ia berharap RSIA dapat memberi manfaat. “ Karena hakikat derajat tertinggi yaitu memberi manfaat, RSIA sudah nyata tanpa basa basi tanpa publikasi, “tandasnya.
Bupati juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Covid 19 sampai bulan juni hanya 11 dan terjadi ekskalasi sampai 101 tapi yang sembuh juga sudah banyak, sedangkan yang dirawat sekitar 17 orang. (El-Kominfo)
KAJEN – Tregedi kebakaran rumah yang baru-baru saja terjadi di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong memantik perhatian Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan replikasi program bantuan pembangunan rumah dari Kementrian PUPR RI (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia). Bagaimana tidak, dugaan sementara pelaku kebakaran rumah sendiri merupakan menantu di rumah keluarga tersebut, yang diduga memiliki perbedaan kultur budaya. Satu rumah yang terbakar ini dihuni oleh beberapa KK, sehingga persoalan yang muncul menyebabkan pelaku membakar rumah.
Dalam kunjunganya ke rumah korban kebakaran di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Minggu (30/8/2020), Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, , mengatakan bahwa kasus kebakaran rumah yang terjadi di Desa Karangsari ini merupakan potret permasalahan yang timbul karena permasalahan sosial, dimana menurtnya apabila satu rumah dihuni oleh banyak KK maka persoalan yang timbul akan semacam ini. Apalagi ditambah dengan perbedaan kultur budaya antara pelaku dan keluarga korban kebakaran.
Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan sinergi dengan pemerintah desa untuk melakukan penanganan sosial untuk menanggulangi masalah semacam ini. ‘’Ini tantangan bagi pemerintah kabupaten, pemerintah desa agar keluarga-keluarga yang satu rumah masih ada beberapa KK ini supaya segera ada treatment apakah kita bikinkan RTLH atau mereplikasi program dari kementrian PUPR yaitu program RD yang sudah jalan kemarin pada tahun 2019 ,’’ kata Bupati Asip Kholbihi.
Adapun untuk rencana anggaran melakukan replikasi program dari kementrian PUPR RI sendiri, dijelaskan Bupati Asip, itu akan dianggarkan dari APBD, setelah pihaknya melakukan relokasi dan refokusing anggaran. Dan tidak hanya itu saja, untuk bantuan sosial bagi keluarga korban, lanjut Bupati Asip, itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten dan pemerintah desa Karangsari. Dan diketahui juga Kepala Desa Karangsari telah menggalang dana di desanya untuk membatu pembangunan kembali rumah korban. ‘’Kemarin dari BPBD sudah ada dan bu kepala desa ini sudah berinisiatif menggalang dana untuk perbaikan rumah, karena ini merupakan rumah pokok,’’ jelasnya.
Sementara untuk masalah hukum, diungkapkan Bupati Asip, itu menjadi kewenangan sepenuhnya Polres Pekalongan yang saat ini sedang melakukan identifikasi secara intensif terhadap kasus kebakaran rumah ini. Untuk itu Ia berharap semua pihak dapat menghormati proses hukum yang masih berjalan saat ini dan tidak melakukan keributan.
‘’Sementara proses hukum masih berjalan dahulu karena ini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh Polres Pekalongan. Dan Mudah-mudahan dengan seperti itu kita bisa mengidentifikasi dan melakukan deteksi dini tentang persoalan yang muncul, sehingga tidak terjadi lagi kisah pilu yang menjadi potret tentang masalah sosial,’’ ungkapnya. (Lus-Kominfo)