KAJEN - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan kegiatan regular yang setiap tahun dilaksanakan, tidak hanya menyasar kegiatan fisik akan tetapi kegiatan non fisik yang hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah M. Yulian Akbar yang mewakili Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat menghadiri upacara penutupan TMMD Sengkuyung II Tahun Anggaran 2024 di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (07/06).
Upacara dipimpin oleh Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 0710 Pekalongan, Mayor Kav. Moch. Purbo Suseno dan dihadiri oleh Jajaran FORKOPIMDA Kabupaten Pekalongan, serta Asisten Sekda dan para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan terkait .
Disampaikan Sekda, bahwa tahun ini program TMMD di Kabupaten Pekalongan pada tahun ini terdapat di empat titik. Dan diharapkan bisa mengurai permasalahan-permasalahan yang ada di desa.
“ini merupakan salah satu terobosan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa, semoga apa yang sudah dilakukan di Tegaldowo ini bisa dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu Pabung Kodim 0710 Pekalongan Mayor Kav. Moch. Purbo Suseno selaku Inspektur upacara yang membacakan amanat Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi, S.I.P., M.Si., mengatakan bahwa Program TMMD yang telah diselenggarakan selama lebih dari delapan dekade ini merupakan salah satu Program Bakti TNI yang difokuskan untuk membantu Pemerintah daerah dalam percepatan program pembangunan sarana prasarana dan infrastruktur bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di pedesaan dan di daerahdaerah terpencil.
“Kami menyadari bahwa TNI, dalam hal ini Kodam IV/Diponegoro, tidak dapat bergerak sendiri melaksanakan program ini dan senantiasa membutuhkan dukungan semua pihak,” kata Pangdam.
Lebih lanjut, Pangdam menyampaikan bahwa TMMD Reguler ke-120 tahun 2024 kali ini mengambil tema “Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan di Wilayah”. Tema ini mengandung makna bahwa TNI bersama dengan Pemerintah Daerah, Polri, dan masyarakat secara bersama-sama mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bentuk pengabdian TNI bersama seluruh unsur di wilayah kepada bangsa dan negara.
TMMD Sengkuyung II telah dilaksanakan dari 8 Mei sampai dengan 6 Juni 2024 dan menghasilkan berbagai capaian diantaranya berupa Sasaran fisik yaitu pengaspalan jalan sepanjang 561 M dengan lebar 3 M, serta sasaran non fisik berupa berbagai penyuluhan yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, Kamtibmas, Kebencanaan, UMKM, kesehatan, PKK dan ketrampilan keluarga, perikanan, kelembagaan masyarakat desa.
Rabu, 12 Juni 2024
KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq membuka secara resmi Turnamen Sepakbola Pakumbulan Cup, Senin 10 Juni 2024. Dalam pembukaan Turnamen yang diselenggarakan di Lapangan Desa Pakumbulan tersebut turut Hadir Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman, Ketua Askab PSSI Candra Saputra, Kepala Dinporapar Kabupaten Pekalongan Wahyu Kuncoro, para Kepala OPD serta tamu undangan lain.
KAJEN – Progres Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Pekalongan hingga 31 Mei 2024 mencapai 99,67%. Hal itu disampaikan Kepala BPJS Cabang Pekalongan, dr. Sri Mugirahayu, M.H., AAK saat paparan pada kegiatan Media Gathering 2024 "Potret Satu Dekade Perjalanan Program JKN di Indonesia, di Kawasan Lolong Adventure, Desa Lolong, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Kamis (6/6/2024).
KAJEN – Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai 1 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Rabu - Kamis (5-6/6/2024) menghadirkan pemateri tenaga ahli yang ditugaskan dari Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementrian Kominfo RI, yang terdiri dari Prof. Ir. Dana Indra Sensuse, M. Lis, Ph.D, Hari Kusdaryanto, dan Dr. Mardiana Purwaningsih, ST, M.Kom. Kegiatan diikuti peserta dari OPD dan stakeholder terkait di wilayah Kabupaten Pekalongan
KAJEN - Kabupaten atau Kota dan masyarakat di seluruh dunia pada umumnya sedang menghadapi tantangan yang cukup sulit, karena 50% populasi dunia tinggal di daerah perkotaan, dan diperkirakan angka ini akan terus bertambah hingga 60%. Hal ini akan menimbulkan tekanan yang besar pada infrastruktur wilayah seperti perumahan, transportasi, air, listrik, pengelolaan sampah, dan layanan yang lain. Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, pemerintah akan menerapkan konsep Smart City.
KAJEN - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menghadiri kegiatan sedekah bumi Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni, Jumat 31 Mei 2024 malam. Dalam kegiatan yang bertajuk ‘Nguri-Uri Budoyo Legononan Ing Kedungwuni’ diramaikan hiburan wayang golek. Turut hadir Sekda Kabupaten Pekalongan, para kepala OPD, Forkompimcam Kedungwuni serta tamu undangan lain.
Pada kesempatan tersebut Bupati Fadia memberikan sumbangan sebesar 5 juta rupiah kepada panitia penyelenggara. Pembukaan turnamen dilakukan dengan pemberian bola secara simbolis kepada wasit pertandingan kemudian untuk dilakukan tendangan pertama oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sukirman.
Ditemui, usai acara pembukaan, Bupati menuturkan, bahwa turnaman sepakbola Pakumbulan Cup ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Dirinya sebagai ibu dari seluruh warga Kabupaten Pekalongan datang langsung untuk melihat langsung jalannya turnamen. “ini adalah acara yang baik untuk mencari bibit unggul yang mencintai sepakbola sehingga kedepannya sepakbola di Kabupaten Pekalongan lebih maju lagi,” katanya.
Selain itu, tambah Fadia, acara ini terselengara berkat Kerjasama yang baik antara pengusaha, kades dan masyarakat di Desa Pakumbulan. “pengusaha, kades dan masyarakat kontengan bareng-bareng sehingga tidak hanya turnamen berjalan tetapi UMKMnya juga,” ucapnya.
Bupati dalam kesempatan tersebut, memberikan tambahan hadiah 5 juta yang diharapkan bisa menambah semangat para tim untuk memenangkan pertandingan. “semoga dengan acara seperti ini sepakbola di Kabupaten Pekalongan lebih maju, muncul bibit unggul yang baru sehingga kedepan tidak perlu lagi ada pemain tambahan dari luar,” pungkasnya.
Rabu, 12 Juni 2024
Dalam kesempatan tersebut, bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk kesembilan kalinya secara berturut-turut.
Menurutnya, bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2023 telah diaudit oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Tengah. Proses audit berlangsung dari tanggal 31 Januari hingga 8 Mei 2024, dan hasil pemeriksaan telah diserahkan kepada Ketua DPRD dan Bupati Pekalongan pada tanggal 22 Mei 2024 yang lalu. “Alhamdulillah, kita kembali meraih opini WTP, sebuah pengakuan tertinggi dari BPK atas tata kelola keuangan daerah kita,” ujar Bupati Fadia dengan penuh syukur.
Menurut Bupati Fadia, capaian ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan buah dari kerja keras, kerjasama, dan komitmen semua pihak terkait dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing-masing. "Ini menunjukkan bahwa kita telah melaksanakan pengelolaan keuangan daerah dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Saya mengajak kita semua untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas pencapaian ini," katanya.
Bupati Fadia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua stakeholders yang telah berperan dalam pencapaian opini WTP ini. Ia mengajak semua pihak untuk terus bekerja sama dalam mempertahankan opini WTP di tahun-tahun mendatang.
Rabu, 12 Juni 2024
Sri Mugirahayu menyampaikan, bahwa capaian UHC Kabupaten Pekalongan lebih tinggi dibandingkan kota sekitar, yaitu Kota Pekalongan yang mencapai 97,67% dan Kabupaten Batang 99,51%, namun lebih rendah dari Kabupaten Pemalang yang mencapai 100,09%. Mengapa capaian Kabupaten Pemalang lebih dari 100%, dijelaskan bahwa data penduduk yang digunakan adalah jumlah penduduk Semester I Tahun 2023. “Sistem akan mengupdate sendiri secara otomatis, sehingga nanti akan balance,” ujarnya.
Mengenai capaian UHC di Kabupaten Pekalongan, disebutkannya, yaitu dari jumlah penduduk Kota Santri yang mencapai 1.008.691 jiwa (Data Dukcapil Semester I Tahun 2023). Sementara itu, distribusi peserta JKN KIS Kabupaten Pekalongan berdasarkan segmentasi terdiri dari 553.625 jiwa merupakan peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) APBN, sebanyak 223.229 jiwa PBI APBD, sebanyak 131.530 jiwa peserta PPU (Pekerja Penerima Upah), 82.380 jiwa merupakan PBPU (Pekerja Bukan Penerima Upah), dan 14.493 jiwa masuk kategori Bukan Pekerja (BP). “Peserta BPJS yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini sangat banyak,” ungkap Mugirahayu.
Terkait prosedur pengaktifan UHC di Kabupaten Pekalongan, diakui Mugirahayu juga lebih mudah dibandingkan sejumlah daerah lainnya. “Peserta bisa mendapatkan pelayanan rawat inap di puskesmas dan rumah sakit pemerintah, otomatis dapat diaktifkan kartunya langsung. Jika pasien dirawat di RS swasta, keluarga pasien dapat mengunjungi puskesmas domisili untuk diaktifkan UHCnya. Jadi tidak perlu muter-muter,” jelasnya.
Terkait kegiatan media gathering yang digelar, bertujuan untuk menyampaikan informasi baru terkait update laporan capaian program maupun layanan yang ada di BPJS Kesehatan Cabang Pekalongan.
Kegiatan dihadiri Perwakilan Dinas Kominfo Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang serta diikuti para awak media baik elektronik, cetak maupun online yang bertugas di wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Batang dan Kabupaten Pemalang.
Senin, 10 Juni 2024
Materi yang dipaparkan selama bimtek antara lain yaitu “Guideline Masterplan Smart City, Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City)”, “Teori dan Framework Smart City”, “Outline Masterplan Smart City”, serta “Quick Win Program Smart City”.
Pada hari pertama Bimtek, Rabu (5/6/2024), agenda dimulai dengan Pemaparan dan Diskusi Program Penyusunan Masterplan Smart City Kawasan PPN dan IKN, Penyampaian Jadwal Bimtek serta Sosialisasi Dari Direktorat e-Gov Kemkominfo, Pemaparan dan Diskusi Teori, Arah Kebijakan, Kelembagaan, dan Tata Kelola/Tata Pamong Smart City.
Sebelumnya digelar pembukaan bimtek. Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos, M.Si mewakili Bupati Fadia Arafiq, SE, MM dan dilanjtkan dengan Perkenalan Tim Daerah (Dewan Smart City, Tim Pelaksana Smart City, dan OPD terkait serta Perkenalan Tim Penyusun Masterplan Smart City. Agenda lainnya pada hari pertama yaitu Diskusi Pembahasan Rancangan Isi Masterplan Smart City Daerah, Diskusi Analisa Kesenjangan Kesiapan Smart City dan Diskusi Prioritas Pembangunan Smart City Daerah: SWOT Analysis Untuk Struktur, Infratruktur dan Suprastruktur.
Pada Hari ke-2 bimtek, agenda dimulai dengan diskusi terkait Penyusunan Prioritas Pembangun Smart City Daerah Dalam 5-10 tahun, terkait Penentuan Tujuan, Sasaran, dan Indikator Keberhasilan Program Prioritas Pembangunan Smart City serta Pemaparan dan Diskusi terkait Visi, misi, strategi dan arah pembangunan daerah jangka menengah dan jangka panjang − Kesiapan daerah dalam implementasi Smart City yang meliputi Struktur : SDM, manajemen, dan pembiayaan, Infrastruktur : fisik, TIK, dan sosial, serta Suprastruktur : peraturan daerah, kelembagaan, dan pelaksanaannya Perkembangan/Pengalaman pembangunan TIK, Inovasi daerah (e-gov dan Smart City).
Diskusi Penentuan Program Quick Win Smart City 2023 – 2024: Why, What, How, When, Where, Who dan analisa dampak bagi daerah serta diskusi mengenai Jadwal dan Penugasan Penyusunan Masterplan Smart City (Bagi Yang Belum Ada) dan Jadwal serta Penugasan Review Masterplan Smart City (Bagi Yang Sudah Ada).Dan di akhir acara, pada Kamis (6/6/2024) sore, digelar Audiensi Tim Pembimbing dengan Kepala Daerah.
Jumat, 7 Juni 2024
Penghargaan diberikan sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja kepemimpinan dalam kerangka digitalisasi pemerintahan, diantaranya dalam pelaksanaan regulasi terkait implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang sangat bergantung pada sekda, selaku koordinator SPBE.
Selain itu, juga komitmen dan teladan kepala daerah, sekretaris daerah dinilai sebagai kunci utama dalam keberhasilan transformasi digital di Indonesia.
“Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian akbar, S.Sos, M.Si berhasil masuk 3 besar, sebagai finalis nominator ADLG Award 2024”, tutur Ketua Tim Visitasi, Ir. Eddy Santoso, MM didampingi DR. Ucup Hidayat, S.Si, MM (Kemendagri) dan Andi Yuniantoro (PT. Inixindo) didampingi DR. Ucup Hidayat, S.Si, MM (Kemendagri) dan Andi Yuniantoro (PT. Inixindo), di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Rabu, (05/06/2024).
Agenda penghargaan tahunan kepada sekretaris daerah di seluruh Indonesia ini merupakan pelaksanaan yang ketiga kalinya. Penganugerahan ADLG Award bertujuan untuk membantu mempercepat transformasi digital di daerah, sesuai Perpres 82 Tahun 2023 tentang Percepatan Transformasi Digital dan Keterpaduan Layanan Digital Nasional. Penghargaan diberikan kepada sekretaris daerah provinsi dan sekretaris daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Penilaian ADLG Award terbagi dalam 3 klaster, yaitu seleksi awal berbasis data dukung, visitasi pembuktian aksi serta paparan tanya jawab panelis di Kemendagri. Sekda Yulian Akbar dijadwalkan menyampaikan paparan pada 27 Juli 2024 di hadapan Menteri Dalam Negeri, Kemenpan RB, Kemenkominfo, praktisi IT, Wantiknas, dan Akademisi.
Kamis, 6 Juni 2024
Demikian disampaikan Bupati Fadia usai menghadiri pelantikan Dewan Musyawarah MLKI Kabupaten Pekalongan, Selasa 4 Juni 2024 di Pendopo Bupati Pekalongan. Hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Forkompimda Kabupaten Pekalongan, sejumlah Kepala OPD dan tamu undangan.
Ditambahkan bupati, para pengurus MLKI juga diharapkan bisa menjaga keanekaragaman yang ada di Kota Santri dan bisa berkomunikasi yang baik dengan warga desanya.
“saya ucapkan selamat kepada para pengurus yang baru saja dilantik, semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat khususnya kepada para penghayat yang saat ini tercatat di Kabupaten Pekalongan ada 8,” kata Fadia.
Fadia menjelaskan, bahwa dirinya merupakan satu-satunya Bupati yang menghadiri pelantikan MLKI, karena menurutnya menjadi Bupati berarti menjadi orang tua bagi seluruh warga Kabupaten Pekalongan tanpa bisa memilih.
“semua wajib kita sayangi, wajib kita besarkan dan ayomi sehingga tidak ada perasaan pilih kasih. Walaupun mereka minoritas di Kabupaten Pekalongan jika kita bisa berkomunikasi dengan baik maka insyaAllah bisa memberi manfaat bagi kita,” ujarnya.
Bupati berpesan, pengurus yang baru bisa aktif dan bisa memberi manfaat bagi para penghayat di Kabupaten Pekalongan serta bersama dan bersinergi dengan Pemkab untuk membangun Kabupaten Pekalongan.
Seusai pelantikan acara dilanjutkan dengan sarasehan dengan tema ‘Menjaga, Merawat Dan Melestarikan Nilai Budaya Luhur Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara’.
Kamis, 6 Juni 2024
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang dibacakan Sekda M. Yulian Akbar Pada Acara Bimbingan Teknis Penyusunan Masterplan Kota Cerdas ( Smart City ) Kabupaten Pekalongan, Rabu, 05 Juni 2024 di Aula Lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan bupati, dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh Pemerintah Daerah maka pihaknya mengharapkan dukungan dari berbagai elemen untuk mewujudkan Pembangunan berbasis smart city pada Pemerintah Daerah yang merupakan sebuah strategi yang komprehensif, inklusif, efektif dan efisien.
“ Kami akan terus mendorong peningkatan keterampilan dan profesionalitas pegawai yang ditugasi dalam menangani smart city. Selain itu, smart city tidak hanya melulu soal penggunaan teknologi atau pembangunan fisik semata, yang lebih penting adalah bagaimana dapat membangun pola pikir, sikap dan karakter masyarakat yang lebih baik, karena untuk mewujudkan konsep smart city ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, keseriusan dan usaha yang gigih oleh setiap elemen, baik pemerintahan dan masyarakat, untuk menyusun Masterplan Smart City Kabupaten Pekalongan ” katanya.
Bupati menambahkan Sebelum mengikuti program Gerakan Menuju Kota Cerdas (Smart City), Kabupaten Pekalongan telah mengarah menuju smart city dengan pembangunan infrastruktur seperti tersedianya ruang server, pengembangan aplikasi, pembangunan jaringan fiber optic, dan lain-lain, namun belum terdapat integrasi dan kolaborasi antar semua elemen.
“Kota cerdas merupakan suatu konsep perencanaan, penataan dan pengelolaan kota yang saling berkaitan dalam semua aspek kehidupan untuk mendukung masyarakat yang cerdas, berpendidikan, memiliki moral serta peningkatan kualitas hidup warga negaranya dengan menerapkan berbagai inovasi dan kolaborasi antar berbagai elemen,” terangnya.
Tak lupa, Fadia mengucapkan terimakasih kepada para tamu undangan khususnya kepada Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo serta Tim Pembimbing Smart City.
Dirinya berharap para narasumber dalam Bimtek ini dapat menyampaikan materi sedetail – detailnya sehingga para peserta mampu memahami materi dengan baik. “Kepada para peserta Bimtek saya minta untuk sungguh – sungguh dalam mengikuti Bimtek. Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, jika ada yang perlu ditanyakan atau didiskusikan agar disampaikan jangan ragu, karena salah satu tujuan Bimtek itu agar kita semakin paham dan mampu mengaplikasikannya,” pungkasnya.
Kamis, 6 Juni 2024
Bupati Fadia dalam sambutanya pada acara tersebut mensosialisasikan program unggulan Kabupaten Pekalongan yakni dalam bidang kesehatan. Dirinya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan sudah mengalokasikan anggaran untuk masyarakat bisa berobat dengan hanya menunjukkan KTP tanpa batasan biaya dan dapat digunakan di rumah sakit seluruh Indonesia.
“melalui program Universal Health Coverage (UHC) masyarakat Kabupaten Pekalongan sudah terjamin kesehatannya oleh pemerintah. Jadi seluruh masyarakat yang memiliki KTP Kabupaten Pekalongan mendapatkan pelayanan gratis terlindungi program JKN dimanapun berada dengan menunjukkan KTP,” katanya.
Ditambahkannya, UHC bertujuan memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang layak dan merata. Dengan program UHC tersebut, masyarakat Kabupaten Pekalongan yang belum memiliki jaminan Kesehatan, hanya perlu menunjukkan KTP untuk mendapatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan secara gratis di seluruh Indonesia.
“Program UHC ini adalah komitmen kami untuk memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh warga Kabupaten Pekalongan tanpa kecuali,” ujar Bupati Fadia.
Selain UHC, lanjutnya, bagi warga Kabupaten pekalongan yang sakit dan dinyatakan tidak mampu dan mempunyai surat keterangan dari desa dan kecamatan, maka penunggu pasiennya dapat bantuan 50 ribu per hari.
“program ini sudah jalan dari tahun 2022 yang lalu, yang mau tahu tentang program ini bisa tanya dengan camat dan kepala desa massing-masing,” jelasnya.
Seusai sambutan bupati mengundi hadiah yang telah disediakan panitia untuk para pengunjung berupa sepeda listrik dan hadiah lainnya.
Senin, 3 Juni 2024