Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan. Pendidikan dapat di jadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Pendidikan adalah salah satu faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena pembangunan tidak bisa mengandalkan pada sumber daya alam semata-mata, maka usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. Dengan pendidikan kualitas penduduk akan meningkat dan menjadi lebih baik. Makin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka semakin tinggi pula tingkat kemajuan bangsa tersebut.
Di Kabupaten Pekalongan untuk tingkat pendidikan pra sekolah (TK) yang terdaftar di Dinas pendidikan Kabupaten Pekalongan tahun 2010 mengalami kenaikan jumlah sekolah. Namun jumlah kelas, murid, dan guru mengalami penurunan. Jumlah sekolah naik 1,36 persen, jumlah kelas turun 6,21 persen jumlah murid turun 8,19 persen, dan jumlah guru mengalami penurunan 2,56 persen. Sementara itu RA/BA yang tercatat si Kantor Departemen Agama Kabupaten Pekalongan, jumlah sekolah, kelas, dan guru mengalami kenaikan. Namun, jumlah murid justru menurun. Untuk Madrasah Diniyah Alawiyah pada tahun 2010 jumlah sekolah dan muridnya bertambah, dan jumlah gurunya berkurang.
Untuk tingkat pendidikan dasar SD pada tahun 2010 mengalami kenaikan jumlah kelas dan guru, sedangkan jumlah murid turun 1,91 persen. Untuk sekolah MI, terjadi kenaikan baik jumlah sekolah, murid maupun jumlah guru.
Pada tahun 2010 untuk tingkat SLTP terjadi peningkatan untuk jumlah sekolah maupun guru. Sedangkan jumlah kelas dan muridnya mengalami penurunan. Di tingkat pendidikan SLTA, baik jumlah sekolah, kelas, murid maupun guru terjadi peningkatan yang relatif tinggi.
Untuk jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah terjadi peningkatan baik pada jumlah kelas dan guru, tapi jumlah murid justru menurun. Lain halnya dengan Madrasah Aliyah yang hanya mengalami peningkatan jumlah gurunya saja. Sementara jumlah murid, dan kelasnya justru mengalami penurunan.
Seiring dengan meningkatnya pembangunan dibidang pendidikan, ada 3 perguruan tinggi Kabupaten Pekalongan yaitu STIKES Muhammadiyah, Akademi Analis Kesehatan (AAK) dan POLITEK Muhammadiyah.
Pada tahun 2010 di Kabupaten Pekalongan ini terjadi penurunan jumlah pondok pesantren sebesar 16,52 persen. Demikian juga jumlah santri yang turun sebesar 21,96 persen.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan. Pendidikan dapat dijadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Pendidikan adalah salah satu faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena pembangunan tidak bisa mengandalkan pada sumber daya alam semata-mata, maka usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. Dengan pendidikan kualitas penduduk akan meningkat dan menjadi lebih baik. Makin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka semakin tinggi pula tingkat kemajuan bangsa tersebut.
Di Kabupaten Pekalongan untuk tingkat pendidikan pra sekolah ( TK ) yang terdaftar di Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan tahun 2009 mengalami kenaikan jumlah sekolah. Demikian juga dengan jumlah kelas dan murid mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan. Jumlah sekolah naik 1,73 persen, jumlah kelas naik 10,37 persen, jumlah murid naik 12,82 persen, akan tetapi justru jumlah guru mengalami penurunan 4,78 persen. Sementara itu untuk RA/BA yang tercatat di Kantor Departemen Agama Kabupaten Pekalongan, jumlah guru dan muridnya mengalami kenaikan dengan jumlah sekolah yang masih tetap. Untuk Diniyah Awaliyah pada tahun 2009 jumlah sekolah dan muridnya berkurang, tapi jumlah gurunya bertambah.
Untuk tingkat pendidikan dasar SD pada tahun 2009 mengalami penurunan jumlah sekolah dan murid, sedangkan jumlah guru naik 91 orang. Untuk sekolah MI, terjadi kenaikan jumlah sekolah dan jumlah guru, sedangkan jumlah muridnya semakin berkurang. Pada tahun 2009 untuk tingkat SLTP terjadi peningkatan untuk jumlah sekolah, murid, dan guru. Perkembangan yang sama terjadi untuk tingkat pendidikan SLTA, dimana baik jumlah sekolah, kelas, maupun muridnya terjadi peningkatan yang relatif besar, tapi untuk gurunya justru mengalami penurunan.
Demikian pula untuk jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah terjadi peningkatan baik pada jumlah kelas, guru maupun muridnya, meskipun tidak ada penambahan jumlah sekolah. Lain halnya dengan Madrasah Aliyah yang hanya mengalami peningkatan jumlah muridnya saja. Sementara jumlah gurunya justru mengalami penurunan. Seiring dengan meningkatnya pembangunan dibidang pendidikan, ada 3 perguruan tinggi Kabupaten Pekalongan yaitu STIKES Muhammadiyah, Akademi Analis Kesehatan ( AAK ) dan POLITEK Muhammadiyah.
Bidang Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk watak, pribadi dan mental serta kualitas manusia dalam menganalisis dan memberikan alternatif pemecahan masalah serta mengaplikasikannya dalam kehidupan masyarakat.
Pembangunan pendidikan diarahkan antara lain untuk pelaksanaan program Pendidikan Anak Usia Dini, Wajar dikdas 9 tahun, Pendidikan Menengah dan Pendidkan Non Formal sera Peningkatan Mutu Tenaga Kependidikan dan Peserta / Anak Didik.
Disamping itu juga pembangunan pendidikan juga diarahkan untuk mewujudkan pendidikan yang merata, bermutu, murah dan terjangkau, efektif dan efisien, serta dapat menghasilkan peserta / anak didik yang memiliki daya saing tinggi.
Faktor lain yang perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah kependudukan, ketenagakerjaan, derajat kesehatan dan konsumsi penduduk, karena faktor tersebut secara sinergis menjadi pendukung berlangsungnya pendidikan secara baik.
Kemajuan penyediaan sarana pendidikan di Kabupaten Pekalongan sampai tahun anggaran 2007 menunjukan perkembangan yang cukup berarti. Hal ini tercermin pada peningkatan penyediaan sarana pendidikan dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA / SMK yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah Kabupaten Pekalongan.
Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan upaya peningkatan sarana dan prasarana pendidikan tahun 2007 di Kabupaten Pekalongan telah dilaksanakan melalui kegiatan - kegiatan antara lain rehab sebanyak 475 Ruang Kelas pada 175 Sekolah. Pembangunan Ruang Kelas Baru ( RKB ) pada 12 Sekolah. Pembangunan Unit Sekolah Baru SMA Kandangserang. Pembangunan Laboratorium IPA untuk SMP dan Bahasa untuk SMA, penyediaan Alat laboratorium dan alat peraga IPA, bahasa dan matematika untuk SMA, penyediaan Mebelair untuk SD/MI sebanyak 15 unit, SMP / MTs sebanyak 5 unit, SMA/MA/SMK sebanyak 3 unit dan rehab Islamic Centre.Namun walaupun demikian catatan keberhasilan dalam penyediaan sarana dan prasarana tersebut diatas tidak secara otomatis dapat mengatasi permasalahan / persoalan pendidikan di Kabupaten Pekalongan, masih panjang catatan - catatan yang dihadapi dalam dunia pendidikan seperti masih banyaknya gedung-gedung yang rusak sehingga kurang memenuhi standar pendidikan, masih banyaknya penduduk kurang mampu / miskin yang tidak dapat mengenyam pendidikan, tradisi belajar / mengajar yang kurang antsipatif terhadap perkembangan zaman dan cara pandang sebagian masyarakat terhadap kelangsungan pendidikan nasional juga menjadi permasalahan di Kabupaten Pekalongan.Dari permasalahan pendidikan tersebut diatas, maka tantangan yang perlu dijawab dengan segera adalah sbb :a. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.b. Tercapainya program pendidikan Wajib Belajar 9 Tahun bagi seluruh anak usia sekolah serta semakin meningkatnya jumlah siswa yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.c. Mampu mengembangkan sistem pendidikan yang dinamis, profesional dan proporsional.
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah salah satunya ditentukan oleh kualitas pendidikan yang diperolehnya. Indikator kualitas pendidikan masyarakat adalah berupa tingkat pendidikan dan keterjangkauan pelayanan pendidikan.
Dalam rangka peningkatan pemerataan pendidikan, tahun 2005 telah dibangun, 25 lokal Ruang Kelas Baru (RKB) dari Departemen Pendidikan Nasional, 10 lokal Ruang Kelas Baru (RKB) SLTP/SM dan rehabilitasi 56 SD/MI yang terdiri dari 304 lokal dari alokasi dana APBD Kabupaten Pekalongan.
Pada tahun 2005 telah dibangun 1 Unit Sekolah Baru (USB) SLTP dari bantuan Bank Dunia 2 lokal kelas baru dari Depdiknas, rehabilitasi 92 unit SD/MI dari dana APBD Kabupaten Pekalongan. Dengan dibangunnya RKB dan rehabilitasi tersebut dapat meningkatkan angka partisipasi kasar dan angka partisipasi murni pendidikan tahun 2005.
Adapun upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam rangka meningkatkan mutu tenaga pendidik dan peserta didik diantaranya dilakukan melalui kegiatan peningkatan mutu tenaga kependidikan, kegiatan sekolah unggulan SD, SLTP dan SMA dan lomba kreativitas guru.
Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI pada tahun 2004 sebesar 11011,% menjadi 108,51% pada tahun 2005, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI pada tahun 2004 sebesar 94,53%, menjadi 96,50% pada tahun 2005.
Angka Partisipasi Kasar (APK) SLTP pada tahun 2004 sebesar 79,59% menjadi 79,32% pada tahun 2005, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SLTP pada tahun 2004 sebesar 77,20 % menjadi 77,67% pada tahun 2005.
Sementara untuk Angka Partisipasi Kasar (APK) SLTA mengalami peningkatan dari 33,73% di tahun 2004 naik menjadi 34,97% pada tahun 2005, sedangkan Angka Partisipasi Murni (APM) SLTA mengalami kenaikan dari 25,58% pada tahun 2004 naik menjadi 25,81% di tahun 2005.
| NO. | NAMA SEKOLAH | STS | NAMA KEPSEK | NIP | ALAMAT |
| 1 | SMK NEGERI 1 KEDUNGWUNI | N | Suratno, S.Pd, M.Si | 195506011980031000 | JL. PAESAN UTARA KEDUNGWUNI |
| 2 | SMK NEGERI 1 SRAGI | N | Drs. KUKUH, M.T | 196206061994121000 | Jalan Raya Sragi No. 139 B Kabupaten Pekalongan |
| 3 | SMK NEGERI 1 KARANGDADAP | N | Drs. Muhammad Nuryasin | 196404301998031000 | Jl. Raya Kedungkebo Karangdadap Kabupaten Pekalong |
| 4 | SMK 1 LEBAKBARANG | N | Drs. PUJIO | 19641124 198903 1 011 | JL. RAYA LEBAKBARANG KAB. PEKALONGAN |
| 5 | SMK GONDANG | S | IBNU NAFIS, S.Pd. M.Si | 19670227 199003 1 005 | Kampus Pend. Islam Gondang wonopringgo pekalongan |
| 6 | SMK MAARIF NU KAJEN | S | SUSILO HERI HANDOKO, SE. | ---- | JL. PAHLAWAN - ROWOLAKU KEC. KAJEN KAB. PEKALONGAN |
| SMK MAARIF NU TIRTO PEKALONGAN | S | Drs. Mochamad Munip | ---- | JL. WONOPROJO NO. 19 PACAR TIRTO | |
| 7 | |||||
| 8 | SMK MUHAMMADIYAH BLIGO | S | Drs Syamsul Huda | ---- | SAPUGARUT GG 7 BUARAN |
| 9 | SMK MUHAMMADIYAH KAJEN | S | Drs. Arif Rosyid | ---- | JL. PAHLAWAN - KAJEN |
| 10 | SMK MUHAMMADIYAH KEDUNGWUNI | S | Sudarmadi HS, S.Pd. | ---- | JL. PAPAGAN NO. 17 KEDUNGWUNI KAB. PEKALONGAN |
| 11 | SMK NU KESESI | S | Drs. H Supyono | ---- | Jl. Raya Kaibahan - Kajen Pekalongan |
| 12 | SMK WIRA BAHARI | S | Ir. Trisno Rahardjo | ---- | JL. ADE IRMA SURYANI WIRADESA |
| 13 | SMK YAPENDA 1 KEDUNGWUNI | S | Agus Nowo Edy, S.Pd. | ---- | JALAN CAPGAWEN 103 KEDUNGWUNI |
| 14 | SMK YAPENDA 2 WIRADESA | S | Marsudi SM., S.Pd., M.BA. | ---- | JL. GUMAWANG BARU NO. 1 |
| 15 | SMK ISLAM 45 WIRADESA | S | Drs Mahmud | ---- | Jl. Balai Desa Kauman Wiradesa Kab. Pekalongan |
| 16 | SMK MUHAMMADIYAH KARANGANYAR | S | M. RUSTAM AJI,S.Pd | ---- | JL. KEPATIHAN LEGOKKALONG KARANGANYAR PEKALONGAN |
| 17 | SMK DIPONEGORO KARANGANYAR | S | HARY PRABOWO, S.Pd. | ---- | JL.RAYA KARANGANYAR KM. 1,5 KAYUGERITAN KARANGANYA |
| 18 | SMK BINA UMAT | S | DASUKI, SPd | JALAN RAYA REMBUN SIWALAN PEKALONGAN | |
| 19 | SMK PRIMA KESESI | S | |||
| 20 | SMK MA`ARIF NU DORO | S | |||
| 21 | SMK ISLAMIYAH SAPUGARUT | S | Drs. Misbachul Huda | Sapugarut Gg.11 Buaran Pekalongan | |
| 22 | SMK AR-RAHMAN WATUSALAM | S | Drs. SYARIFUDIN M. | WATUSALAM GG. 6 RT. 4 RW. 2 NO. 28 | |
| 23 | SMK MUHAMMADIYAH TALUN | S | RATNA WIDIASTUTI, S.Pd | JL. RAYA DONOWANGUN KM. 1 | |
| 24 | SMK MUHAMMADIYAH DORO | S | Drs. H. HARUN JUHRI, SH., MM. | JL. RAYA KALIMOJOSARI KEC. DORO | |
| 25 | SMK MUHAMMADIYAH PENCONGAN | S | Drs. TACHARIM | JL. RAYA PENCONGAN NO. 278 |
Rabu, 16 November 2011
Pada tahun 2009 di Kabupaten Pekalongan ini ada 7 Pondok Pesantren yang baru. Hal ini ditunjukkan oleh ada peningkatan jumlah pondok pesantren sebesar 6,48 persen dibanding tahun 2008 lalu dan juga jumlah santri sebesar 19,21 persen atau 2.600 santri.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2009, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Rabu, 18 Agustus 2010
| APK | Tahun 2006 | Tahun 2007 |
| SD/MI | 108,45% | 106,30% |
| SLTP | 85,93% | 89,93% |
| SLTA | 36,97% | 39,81% |
ANGKA PARTISIPASI MURNI
| APM | Tahun 2006 | Tahun 2007 |
| SD/MI | 97,35% | 98,24% |
| SLTP | 81,42% | 83,74% |
| SLTA | 26,73% | 28,78% |
JUMLAH TAMATAN SLTA
| Tahun | Jumlah Siswa |
| 2006 | 3.997 |
| 2007 | 4.122 |
Prosentase Tamatan SLTA 3,13%
JUMLAH TAMATAN SLTP
| Tahun | Jumlah Siswa |
| 2006 | 10.491 |
| 2007 | 9.541 |
JUMLAH TAMATAN SD/MI
| Tahun | Jumlah Siswa |
| 2006 | 17.329 |
| 2007 | 17.973 |
Prosentase Tamatan SD/MI 3,72%
BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
Besar dana BOS yang diterima oleh sekolah/madrasah/ponpes dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:
(a) SD/MI/SDLB/Salafiyah/sekolah agama non Islam setara SD sebesar Rp.254.000,-/siswa/tahun.
(b) SMP/MTs/SMPLB/ Salafiyah/ sekolah agama non Islam setara SMP sebesar Rp. 354.000,-/ siswa / tahun.
Pelaksanaan Dana BOS
1. Periode Januari-Juni 2007: Pencairan I ( Januari- Februari ). Untuk SD/MI, ada 550 buah dengan jumlah siswa 95.023 sebesar Rp. 6.081.472.000,- sementara SDLB ada 1 buah dengan jumlah siswa 65 sebesar Rp. 2.730.000,- Untuk SMP/MTs ada 62 buah dengan jumlah siswa 26.748 sebesar Rp. 2.367.198.000,- sementara SMPLB kosong. Sehingga jumlah total pencairan I periode ini sebesar Rp. 8.451.4000.000,-.
2. Periode Januari-Juni 2007: Pencairan II ( Maret). Untuk SD/MI, ada 550 buah dengan jumlah siswa 94.966 sebesar Rp. 1.994286.000,- sementara SDLB ada 1 buah dengan jumlah siswa 65 sebesar Rp. 1.365.000. Untuk SMP/MTs, ada 62 buah dengan jumlah siswa 26.754 sebesar Rp. 789.243.000,- sementara SMPLB kosong. Sehingga jumlah total pencairan II periode ini sebesar Rp. 2.784.894.000,-
3. Periode Januari - Juni 2007: Pencairan III ( April- Juni ). Untuk SD/MI, ada 550 buah dengan jumlah siswa 95.023 sebesar Rp. 6.081.472.000,- sementara SDLB ada 1 buah dengan jumlah siswa 65 sebesar Rp. 2.730.000,-Untuk SMP/MTs, ada 62 buah dengan jumlah siswa 26.748 sebesar 2.367.198.000,- sementara SMPLB kosong. Sehingga jumlah total pencairan III periode ini sebesar Rp.8.451.400.000,-.
3. Periode Juli - Desember 2007: Pencairan I (Juli -September ). Untuk SD/MI, ada 550 buah dengan jumlah siswa 95.023 sebesar Rp. 6.081.472.000,- sementara SDLB ada 1 buah dengan jumlah siswa 65 sebesar Rp. 2.730.000,-Untuk SMP/MTs, ada 62 buah dengan jumlah siswa 26.748 sebesar Rp. 2.367.198.000,- sementara SMPLB kosong. Sehingga jumlah total pencairan I periode ini sebesar Rp. 8.451.400.000,-.
4. Periode Juli-Desember 2007: Pencairan II (Oktober - Desember). Untuk SD/MI, ada 549 buah dengan jumlah siswa 91.963 sebesar Rp. 5.839.650.500,- sementara SDLB ada 1 buah dengan jumlah siswa 67 sebesar Rp. 4.254.500,-Untuk SMP/MTs, ada 68 buah dengan jumlah siswa 29.541 sebesar Rp. 2.614.378.500,- sementara SMPLB ada 12 buah dengan jumlah siswa 1.480 sebesar Rp. 130.980.000,-. Sehingga jumlah total pencairan I periode ini sebesar Rp. 8.589.263.500,-.
Adapun besarnya anggaran untuk Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ) dan Bantuan Khusus Murid ( BKM ) tahun 2007 adalah sebagai berikut:
Juml. Anggaran :
BOS SD Rp 24.008.966.000
BOS SMP Rp 9.856.982.500
BKM SMA/SMK Rp 1.233.960.000
(Sumber Buku Profil, Potensi, Peluang Investasi dan Kebijakan Pembangunan Kabupaten Pekalongan Tahun 2007)
Kamis, 3 Agustus 2006
Kamis, 3 Agustus 2006