KAJEN - Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menganggarkan sebesar Rp 2,4 Trilyun guna membiayai semua kegiatan yang ada di daerah. Untuk itu, dalam mengelola anggaran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mendapatkannya harus transparan. Ini semua dilakukan dalam rangka menciptakan zona pemerintahan yang bebas dan besih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
Hal tersebut disampaikan Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan kegiatan penyerahan buku APBD 2020, penandatangan pakta integritas, dan pencanangan pembangunan zona integritas Kabupaten Pekalongan, di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Jumat (03/01/2020).
Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH, Wakapolres Kompol Mashudi, SH., Ketua Pengadilan Agama Kajen H. Suwoto, SH.,MH., Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan.
''Yang terpenting adalah menyerahkan semua dokumen kepada semua OPD dan pihak terkait dengan tujuan bisa dilaksanakan tepat waktu. Kemudian kwalitas tata kelola performance bertambah baik, memberikan dampak yang positif bagi masyarakat serta outcome semakin meningkat,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, jumlah sebanyak Rp 2,4 Trilyun cukup signifikan walaupun dibagi untuk belanja pegawai, lalu belanja modal atau kepentingan publik seperti infrastruktur, dan lain-lain. Di samping itu, kata Bupati, tahun 2020 Kabupaten Pekalongan memiliki hajatan besar yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang butuh dana sekitar Rp 37 M dari dana APBD.
Bupati merasa bersyukur karena dalam penyelenggaraan kegiatan di Kabupaten Pekalongan tahun 2019, dari 1.800 kegiatan pembangunan, hanya satu yang belum terselesaikan. Semua itu merupakan kegiatan fisik baik yang menggunakan mekanisme lelang atau penunjukan langsung. Dengan demikian, prosentase kesuksesan pembangunan di wilayah Kota Santri mencapai 99,9 persen atau hampir sempurna.
Untuk Tahun 2020, Pemkab Pekalongan pembangunan fisiknya antara lain menyelesaikan jalan, lalu Pasar Wiradesa yang anggaran berasal dari pusat. Kemudian penataan kawasan terkena banjir dan rob, khususnya infrastrukturnya. “Agar pelaksanaan pengelolaan semua anggaran bisa transparan, maka semua pihak yang terkait mendapatkan anggaran dari pemerintah menandatangani pakta integritas,'' katanya.
Sementara itu, Asisten 3 Sekda, Amat Rosidin dalam laporannya menjelaskan terkait rangkaian kegiatan yang diselenggarakan. Diantaranya pakta integritas yang merupakan dokumen berisi pernyataan atau janji kepada diri sendiri tentang komitmen melaksanakan seluruh tugas, fungsi, tanggung jawab, wewenang, dan peran sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Adapun isi dari pakta integritas, papar Rosidin, meliputi berperan aktif dalam pemberantasan dan pencegahan korupsi. Kemudian melaksanakan tugas dengan batasan-batasan kewenangan, bersikap jujur, transparasi, dan obyektif. Terakhir adalah memberikan tauladan sesama ASN.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan tahun 2020 akan fokus pada penuntasan pekerjaan infrastruktur perbaikan jalan sampai 100 persen mulus, sebagai kelanjutan kegiatan di tahun 2019. Untuk kenyamanan masyarakat, serta melesatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan terus memantau dan memperhatikan perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya untuk barang dagangan makanan. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya pelatihan kewirausahaan bagi pelaku UMKM kerjasama antara Pemkab dengan PT. Indomaret di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (30/12 /2019).
KAJEN - Rapat Akhir Tahun (RAT) yang diadakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan tahun 2019 terasa spesial, betapa tidak, selain dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, juga mengundang secara langsung Bupati Pekalongan.
KAJEN - Menjelang akhir tahun 2019 ini, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si mendapat penghargaan dari Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan sebagai Tokoh Pengayom Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama penasehat PDM Muhammadiyah H. Farid Ahwan yang mendapat penghargaan sebagai Inovator Sejati tahun 2019.
KAJEN - Menindaklanjuti perintah Gubernur Jateng untuk meningkatkan kewaspadaan bencana banjir dengan melakukan cek langsung ke lapangan, siang ini Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si, melakukan pengecekan ke Bendung Gembiro dan Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto, Kamis (02/01/2020).
Dalam tinjauannya, Bupati didampingi Kepala DPU Taru, Kadis Perkim & LH, Kadis Perindagkop UKM, dan Agus Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang. "Kewaspadaan masyarakat dan utamanya penjaga bendungan lebih ditingkatkan, karena sebagai kontrol point laju dan debit air ke daerah bawah. Semoga Kabupaten tetap dalam kondisi aman," tegas Bupati.
Peninjauan lapangan di Bendungan Gembiro bagian dari kewaspadaan penanganan bencana banjir di hulu daerah atas, dilanjutkan dengan tinjauan lapangan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, ke hilir yakni Rumah Pompa Sengkarang di Desa Pecakaran Kecamatan Wonokerto.
Di rumah pompa tersebut, Bupati melihat langsung kerja polder mesin pompa yang telah berfungsi dengan baik sejak Desember 2019 kemarin di Wonokerto, sehingga dapat mengatasi rob serta menanggulangi bencana banjir di wilayah yang biasanya tergenang rob.
“Hari ini kita melakukan pengecekan untuk pengoperasionalan Pompa Sengkarang. Alhamdulillah ini berjalan dengan baik, kemudian bisa mengurangi banjir yang biasanya terjadi di Desa Pesanggrahan, Wonokerto dan lain-lain. Alhamdulillah sekarang sudah tidak banjir lagi,” ujar Bupati.
Tetapi yang paling penting, kata Bupati, kesiapsiagaan dari seluruh jajaran Pemerintah. Saat ini, katanya, mungkin belum sampai pada puncak musim penghujan, namun setidaknya kita sudah melakukan antisipasi. “Pertama, tadi kita cek Bendung Gembiro di Bojong mengenai fungsionalisasinya dan aparat kita sudah standby di sana untuk menjaga pengaturan gerak bendungannya bisa disesuaikan dengan volume air. Itu di hulu. Kemudian di hilir, kita cek lagi efektivitas pembangunan tanggul penanggulangan rob yang dianggarkan oleh APBN, kemudian ada sindikasi APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Ini sudah tahun kedua, anggarannya multi years dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Dan fungsionalisasinya kita cek, Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan nanti pada tahun 2020 ini masih ada pekerjaan-pekerjaan penyempurnaan,” papar Bupati.
Tapi secara umum, lanjut Bupati, masyarakat di pantai utara sudah merasakan bahwa kemarin tahun baru itu curah hujan begitu tinggi, tetapi alhamdulillah tidak terjadi banjir. Ini menunjukkan bahwa apa yang kita lakukan selama ini oleh seluruh jajaran Pemerintahan membawa dampak yang positif bagi masyarakat. Akan tetapi kita juga perlu waspada karena banjir ini datangnya tidak memberi tahu. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan yang kita miliki kita optimalisasi.
Sementara itu Kepala Korlap Paket II Rumah Pompa Sengkarang, Agus mengutarakan bahwa jumlah pompa yang dimiliki sebanyak 3 unit dengan kapasitasnya 2 kubik per detik, sehingga dengan 3 pompa kapasitas kerja pompa sebanyak 6 kubik per detik, dengan dioperasikan lebih kurang 1 minggu ini. “Alhamdulillah untuk mengurangi debit-debit air hujan yang masuk ke permukiman warga sudah masuk ke long storage dan kita alirkan ke Sungai Sengkarang. Dan long storage berjalan sesuai dengan yang kita rencanakan,” tuturnya.
Bupati menghimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, dalam menghadapi musim penghujan agar senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan, serta jangan membuang sampah sembarangan karena mesin pompa sudah berfungsi dengan baik.
“Kita harus bersama-sama turut menjaganya dengan cara menjaga kebersihan sungai dari sampah agar tidak merusak pompa. Ini adalah tugas kita semua sebagai warga Kabupaten Pekalongan. Nanti dari dinas terkait bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat akan menata sistem persampahannya,” tandas Bupati. (red)
Hal itu dikatakan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M,Si disela-sela kegiatan perayaan malam pergantian tahun 2019-2020, di taman boulevard pendopo rumah dinas bupati, Rabu dini hari (1/1/2020).
Hadir Anggota DPR RI H. Bisri Romly, MM., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS beserta istri, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.IK., M.Si bersama istri.
Selanjutnya, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Asisten, para Staf Ahli Bupati dan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pekalongan, para alim-ulama, tokoh agama dan tamu undangan lainnya.
Perayaan malam tahun baru dengan mengusung sajian religi di Masjid Al Muhtaram Kajen, pentas wayang kulit, dan pertunjukan band, berlangsung meriah dihadiri puluhan ribu masyarakat, serta diakhiri dengan peluncuran kembang api.
Pada kesempatan tersebut di hadapan pengunjung perayaan malam tahun baru, bupati menyebutkan bahwa tahun 2020 pihaknya akan memberikan banyak peluang kesempatan kerja bagi pemuda yang masih belum mendapat pekerjaan atau pengangguran, kemudian pemberian beasiswa, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi warga belum tercover, penyelesaian sertifikat tanah, penuntasan masalah rob, dan sebagainya.
"Kemudian untuk perayaan tahun baru sebanyak 21 destinasi wisata alam eksotis di Kabupaten Pekalongan, mulai Petungkriyono, Bengkelung park, Watu Bahan, Watu Ireng, Pantai, Linggoasri, dan sebagainya siap menyuguhkan pesona mengesankan di awal tahun 2020, untuk seluruh masyarakat luas, termasuk wisatawan luar daerah," kata bupati.
Disebutkan, untuk tahun 2020 bagi Pemkab Pekalongan adalah melakukan refleksi apa yang sudah di capai di tahun 2019, dengan ukuran-ukuran normatif yang dituangkan dalam bentuk visi misi, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
"Berdasarkan hasil dari lembaga independen yang sudah disampaikan kepada publik, hasil capaian kinerja Pemkab Pekalongan tahun 2019 sangat memuaskan, bahkan beberapa penghargaan tingkat nasional untuk kinerja Pemkab berhasil kami terima, dan Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu terbaik di Jawa Tengah," tandas Asip.
Keberhasilan pembangunan tahun 2019, diantaranya adalah merampungkan pembangunan infrastruktur, baik dasar, jalan, jembatan dan pendidikan kesehatan, maupun infrastruktur ekonomi seperti pasar. Kemudian pembangunan kampus baru, juga mengambil bagian menjadi inisiasi, regulasi, sekaligus memfasilitasi.
"Tidak terasa sekarang ini kita sudah punya 8 perguruan tinggi, hal ini dirasa sangat cepat, dan memicu pertumbuhan lainnya, sehingga Kabupaten Pekalongan menjadi terbaik di tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi juga berlangsung bagus di atas nasional. Ini memberikan peluang pada pelaku usaha untuk investasi, karena potensi bagus mulai alam, sumber air, sampai ketersediaan lahan industri," ungkap bupati.
Kendati demikian orang nomor satu di Kota Santri itu menyebut, untuk pembangunan infrastruktur jalan masih menyisakan pekerjaan sekitar 600 kilometer lebih, dan akan diselesaikan tuntas di tahun 2020.
"Pekerjaan itu memang sudah sesuai jadwalnya, dan tahapan penyelesaian atau penuntasan memang sudah masuk dalam perencanaan tahun 2020," ungkapnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Hadir dalam acara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH,M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., dan Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi serta jajarannya.
Bupati menjelaskan, bentuk perhatian Pemkab Pekalongan terhadap pelaku UMKM dengan menggandeng sejumlah pihak, salah satunya PT. Indomaret. Dalam hal ini, pihak Indomaret memberikan bantuan berupa delapan gerobak dagangan kepada beberapa pedagang makanan. Sebelumnya, kerjasama seperti itu juga pernah dilakukan oleh Indomaret sehingga sebagai Bupati memberikan apresiasi terhadap pihak tersebut. ''Tapi perlu diingat, gerobak pemberian ini jangan sampai dijual,'' kata dia disambut tertawa peserta pelatihan.
Bukan hanya gerobak yang ditawarkan dalam kerjasama tersebut, namun pihak Indomaret juga akan menampung usaha mereka. Dan hal ini, apapun bentuk maupun jenis makanannya, salah satu toko moderen ini siap menerima dan memasarkan hasil produksi warganya. Namun dengan catatan, sebelum dikirim harus sudah memenuhi sejumlah persyaratan seperti diterbitkan oleh pemerintah bahwa makanan itu layak dan halal untuk dikonsumsi.
Kemudian apabila memang sudah diterima, jika ingin lebih meningkat usahanya supaya menjaga kwalitas seperti kebersihan maupun kontinuitas. Setelah barangnya laris ternyata barangnya tidak ada atau tidak memproduksi lagi jenis makanan tersebut.
Asip Kholbihi menjelaskan, yang lebih penting lagi adalah pelaku UMKM harus punya niat untuk mengembangkan usahanya. Fungsi pemerintah dalam hal ini terus memfaslitasi mereka, namun jika mereka ''nglokro'' atau tidak ingin mengembangkan usahanya maka hal itu menjadi sia-sia. Sekali lagi dia berharap, fasilitas tersebu supaya dimanfaatkan dengan baik sehingga ke depannya akan menjadi sejahtera.
Sementara itu, Branch Manajer Indomaret Semarang, Riyanto Budi menjelaskan bantuan gerobak dagangan ini diberikan agar mereka bisa lebih memperluas maupun meningkatkan usahanya. Kemudian juga diharapkan bisa menjadi mitra Indomaret dalam menjual barang dagangannya.
''Kami siap menampung semua produk dari masyarakat yang ingin memasarkan lewat Indomaret, tapi harus sesuai prosedur,'' tegasnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Namun dalam kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.M.Si berhalangan hadir karena ada keperluan dinas dan diwakilkan oleh Asisten 1 Sekda H. Totok Budi Mulyanto, SE. Disamping itu, turut hadir perwakilan Dinporapar, Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Pengurus KONI periode 2019-2023 dan juga seluruh cabang olah raga yang ada.
Totok Budi Mulyanto yang mewakili Bupati saat dikonfirmasi mengatakan, kehadiran anggota DPR RI diharapkan dapat membantu peningkatan prestasi, khususnya terkait dengan kebijakan pusat untuk membantu pembinaan cabang olahraga terutama yang mempunyai potensi untuk berprestasi.
“RAT ini sangat luas biasa, baru pertama kali bupati diuandang langsung dalam RAT, juga ada Anggota DPR RI, DPRD Kabupaten Pekalongan dan seluruh pegiat olahraga di Kota Santri,” katanya, Sabtu (28/12/2019) di Pendopo Bupati Pekalongan.
Pemkab sendiri, Lanjut Totok, sesuai keinginan bupati yakni prestasi terus ditingkatkan, utamanya terkait rangking di Jawa tengah yang ke depan harus berada diangka puluhan dan seterusnya masuk dalam 10 besar.
"Pada gelaran Porprov tahun lalu kita diperingkat 28 dari 35 Kota/Kabupaten se Jateng. Pemkab berjanji bahwa permasalahan anggaran bukan hal yang sulit dan akan diback up, selama ada garis lurus antara prestasi dengan anggaran yang diberikan,” paparnya.
Totok berharap, fondasi kuat yang telah dibangun oleh pengurus Koni yang baru ini terus dijaga, sehingga dapat terus berkesinambungan yang muaranya adalah prestasi olahraga.
“Saya lihat geliat semangat pada RAT ini sudah tumbuh, semoga fondasi yang kuat ini tidak seperti rumah bedeng yang kuat dibawah namun atasnya rapuh. Untuk itu, semangat ini harus dijaga sampai masa berakhirnya periode kepengurusan,” harapnya
.
Hal senada juga disampaikan Kabid Olahraga pada Dinas Pemuda, Oalhraga dan Pariwisata M. Syamsul Helmi, dirinya mengapresiasi kali ini karena diberi undangan untuk hadir. Menurutya RAT merupakan hal yang strategis bagi Koni untuk mempersiapkan program kerja di tahun mendatang. "Di bawah pengurus yang baru, saya optimis geliat prestasi olahraga di Kabupaten Pekalongan akan dapat maksimal,” ujarnya.
Pasca RAT ini, pihaknya akan mendatangi Koni untuk bersama-sama melakukan pendataan atau mapping cabang unggulan yang bisa di bawa ke tingkat regional maupun nasional.
“Seperti yang dikatakan oleh pak Bisri Romly, kita diminta untuk mempunyai satu atau dua atlet yang bisa berprestasi di tingkat nasional baik memperoleh medali emas atau perak. Untuk itu kita sendiri yang akan datang ke Kantor Koni,” papar Helmi.
Dalam RAT Koni 2019, diresmikan 10 cabang olahraga baru yakni, Aeromodeling, Perkemi, Biliard, Pentaque, Bridge, Dansa, IMI, Woodball, Gulat dan Sepatu Roda, sehingga cabang olahraga yang bernaung di bawah Koni Kabupaten Pekalongan saat ini berjumlah 33 Cabor.(red)
Penghargaan diserahkan oleh H. Mulyono Kastari (Ketua PDM Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan) pada resepsi acara Gebyar Muktamar Muhamadiyah ke-48, di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kajen, Minggu (29/12/2019).
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi menyampaikan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan dari keluarga besar Muhammadiyah. Hal ini tak lepas dari kerjasama yang terbangun selama ini telah berjalan dengan baik.
"Apa yang menjadi program besar Muhammadiyah adalah menjadi concern Pemerintah dan sebaliknya apa yang menjadi program besar Pemerintah juga menjadi perhatian Muhammadiyah. Dan sinergitas yang seperti inilah yang akan menjadi program pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih maju lagi, " terang Bupati.
Selanjutnya, Bupati Pekalongan KH. Asip menyampaikan ada 3 tantangan yang harus dijawab untuk program ke depan. Pertama, bagaimana meningkatkan derajat kesehatan. Kedua, meningkatkan kualitas pendidikan dan yang ketiga pengembangan sumberdaya manusia.
"Muhammadiyah 3 persoalan ini sudah dilakukan, sudah dipetakan dan menjadi program nyata sehingga tidak ada salahnya Pemerintah juga akan merefleksikan program-program yang ada di Muhammadiyah," tegasnya.
Sementara itu Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan H. Mulyono Kastari mengungkapkan kegiatan yang dilakukan terus-menerus setiap tahun, tetapi biasanya yang paling diramaikan adalah menjelang muktamar. Kegiatan begitu mencair, karena menjaga kedekatan dengan beberapa tokoh.
"Kebetulan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi diapresiasi karena prestasi dan kedekatannya dengan Muhammadiyah. Tapi jangan disalah artikan dengan persoalan dukungan politik kepada beliau karena bukan domainnya Muhammadiyah," katanya.(red)