KAJEN - Perhelatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pekan Raya Kajen 2019 ini akan disajikan berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan itu diantara tempat acara yang terpusat di alun alun Kajen hingga sajian konten acara yang baru. "Bahkan pada perhelatan PRK tahun ini berhadiah umroh dan hadiah menarik yang lain" Ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholhibi, SH MSi saat penbukaan Soft Launching Pekan Raya Kajen 2019 di Pendopo Kabupaten Pekalongan kemarin (26/7)
Menurut Bupati, PRK ini merupakan salah satu kegiatan untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397. Jika pada tahun sebelumnya digelar pada bulan agustus , pada tahun ini diselenggarakan pada bulan September. Mengingat pada akhir bulan agustus akan ada kegiatan siaran live tv nasional di Alun Alun Kajen.
PRK 2019 sendiri rencananya diselenggarakan di alun-alun Kajen selama 8 hari mulai tanggal 8 sampai 15 September 2019 mendatang. "Kegiatan ini didesain untuk dapat menjadi sebuah event yang kenangan mengesankan bagi pengunjung" tandasnya.
Bupati Asip Kholbihi menerangkan bahwa PRK 2019 ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Pekalongan dibalut dengan konsep yang tematik dan menghadirkan hiburan untuk masyarakat.
“Saya berharap dengan adanya PRK 2019 ini, masyakarat Kabupaten Pekalongan bisa menikmati baik dari segi hiburan dan segi ekonomi, karena acara ini akan dikunjungi oleh banyak orang dari dalam maupun luar daeah,” ujar Bupati.
Dengan target dikunjungi sekitar 350 ribu orang dan target omset mencapai Rp 52 Miliar, PRK 2019 akan menjadi sebuah event iconic terbesar di Kabupaten Pekalongan.
“Target primer pengunjung kita tentu saja dari Kabupaten Pekalongan sendiri dan dari kabupaten tetangga,” ucap Bupati Asip.
Kegiatan PRK merupakan ajang untuk promosi UMKM di Kabupaten Pekalongan, semuanya dikerjakan dari sumber daya masyarakat. Selain itu Juga untuk memantapkan potensi sosial budaya lokal untuk peningkatan daya saing daerah, dan mendorong iklim investasi yang berbasis pada potensi ekonomi daerah.
Sementara itu, Festival Director PRK 2019, Satria Yanuar Akbar menjelaskan bahwa konsep PRK 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya ataupun Kajen Expo sebelumnya. Selain itu juga ada banyak hadiah dalam acara PRK 2019 ini.
“Bagi para pengunjung jika sudah bertransaksi minimal Rp 50 ribu akan mendapatkan kupon dari panitia yang nantinya akan diundi pada hari terakhir PRK dengan hadiah utama Umroh dan Sepeda Motor,” terang Satria.
Dalam PRK 2019 ini ada beberapa program kegiatan yang disajikan seperti Pameran Pembangunan dan Pariwisata, Pameran Multi Produk, Arena Kuliner Keluarga, Pentas Budaya, Pasar Tiban, dan Eksibisi Beauty of Pekalongan. PRK 2019 juga ramah dengan para ibu-ibu, anak dan disabilitas karena disediakan ruangan khusus untuk menyusui dan juga ruangan khusus untuk merokok bagi para perokok agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung sekitar.(red)
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. AsipKholbihi, SH.,M.Si menghadiri dan memberikan sambutan pada acara Sedekah Bumi atau Legenonan di Desa Tangkil Kulon Kecamatan Kedungwuni, Jumat (26/7/2019) malam. Dalam Legenonan tersebut digelar Wayang Golek dengan Ki Dalang Godrong Wiyono bersama Paguyuban Panji Laras dari Desa Rejosari Kecamatan Bojong.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melepas 774 jamaah calon haji yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 44, 45 dan 46 menuju Embarkasi Solo, Jawa Tengah, Jumat (19/7/19).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai meresmikan pembangunan RSUD Kesesi, menyempatkan diri melihat secara langsung salah satu perajin kincir angin di Desa Jagung Kecamatan Kesesi, Kamis (18/7/2019) siang.
Bupati mengatakan, pemerintah daerah siap membantu penambahan modal bagi perajin kincir air dari bambu di Desa Jagung Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Namun syaratnya kegiatan usaha kerajinan tersebut dilakukan secara kelompok.
RSUD Kesesi Dibangun Untuk Menopang Pelayanan Kesehatan Lebih Paripurna
- Pemkab Sumbang Rp 100 Juta
KAJEN - Bupati Pekalongan, KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meresmikan pembangunan gedung TK Muslimat NU 01 Pododadi Kecamatan Karanganyar dengan melakukan peletakan batu pertama, Sabtu (27/7/2019).
TK ini akan disetting sebagai TK Muslimat Unggulan di Kabupaten Pekalongan, karena letaknya yang sangat strategis yakni di pinggir jalan raya jalur provinsi. Selain itu juga untuk meningkatkan mutu pendidikan yang naik satu tingkat dari TK pada umumnya.
"Dengan jumlah TK Muslimat yang sudah ada sekitar 176 di Kabupaten Pekalongan, saya harap TK Muslimat NU ini bukan seperti TK pada umumnya. Namun harus menjadi TK Muslimat Unggulan yang mampu menjawab tantangan pendidikan, ini juga baru pertama kali saya datang untuk peletakan batu pertama pembangunan gedung pendidikan tingkat TK," ucap Bupati.
Bupati KH. Asip juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga berterima kasih kepada Keluarga Besar H. Rino yang sudah mewaqafkan tanahnya seluas 1000 meter persegi untuk kepentingan pendidikan.
Melalui Pengurus Muslimat NU beserta MWC NU Kecamatan Karanganyar telah mengajukan permohonan bantuan kas Ruang Kelas Baru (RKB) kepada Pemkab Pekalongan.
"Melalui dana dari APBD tahun 2019 ini, kami serahkan bantuan senilai Rp 100 juta untuk pembangunan TK. Sisanya, karena ini merupakan TK Muslimat Unggulan yang luasnya 1000 meter persegi tentu membutuhkan banyak sekali anggaran dari iuran warga, donasi dan juga lembaga pendidikan," jelas Bupati Asip.
Diharapkan TK ini bisa menjawab tantangan jaman dan juga orang tua siswa yang bersedia menyerahkan anaknya untuk disekolahkan di TK ini karena dikelola secara Profesional dibawah bimbingan guru-guru yang sudah berpengalaman, serta pengurus yang serius sekali untuk mengembangkan sekolah TK ini.
"Saya berpesan kepada pengurus agar yang besekolah disini pun tidak hanya orang Karanganyar saja, tetapi untuk seluruh warga Kabupaten Pekalongan," harap Bupati Asip.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati KH. Asip dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tangkil Kulon beserta perangkatnya yang menggelar Legenonan dan wayang dalam rangka turut menguri-uri budaya lokal.
Lebih lanjut, Bupati mengharapkan Kades Tangkil Kulon beserta jajarannya bersama masyarakat untuk menggelorakan kembali kegiatan BERJUMPA (Bersih Jumat Pagi). "Kami berharap Kades turun langsung bersama warga untuk melakukan Bersih Jumat Pagi agar Desa Tangkil Kulon ini kelihatan bersih," ujar Bupati.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Santri itu juga meminta Kades Tangkil Kulon beserta perangkat untuk memantau ibu-ibu hamil yang ada di desa tersebut.
"Kades dan perangkat Desa Tangkil Kulon, tolong pantau ibu-ibu yang sedang hamil. Berikan masukan agar selalu menjaga dan mengontrol kandungannya ke Posyandu," tutur Bupati.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Bupati mengatakan ada beberapa jamaah calon haji (JCH) yang telah berusia lanjut, yakni di atas 60 tahun, sehingga diharapkan untuk menjaga kesehatan selama di tanah suci.
"Hari ini ada tiga kloter yang diberangkatkan yaitu kloter 44, 45, dan 46. Untuk kloter 44 dengan 248 orang dan 45 dengan 352 orang berangkat pagi Jumat ini dan untuk kloter 46 yang berangkat ada 174, malam nanti sekitar pukul 00.00 WIB, berangkatnya dari pendopo," kata Bupati KH. Asip usai melepas jamaah calon haji di pendopo Kabupaten Pekalongan.
Selain itu pihaknya berharap agar JCH mengutamakan kesehatan, yang paling utama. Kemudian untuk jamaah yang lanjut usia terus diberikan pendampingan dan pengawalan.
"Saya juga meminta agar JCH menjaga kondisi dengan makan, tidur yang cukup dan terus menjaga kerukunan serta persaudaraan," ujarnya.
Bupati KH. Asip berharap jumlah JCH yang berangkat ke tanah suci tersebut, nantinya sama dengan jumlah yang kembali ke tanah air.
"Saya ucapkan selamat menunaikan ibadah haji dan saya mendoakan semoga dalam perjalanan tidak terjadi sesuatu dan tetap mendapat lindungan dari Allah SWT dengan pulang membawa predikat haji mabrur," tambahnya.
Tampak hadir dalam pelepasan keberangkatan jamaah calon haji antara lain Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti beserta suami, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH beserta suami, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus istri Bupati Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip, Ketua Pengadilan Agama H. Marwoto, SH.,MH, perwakilan Kajari dan perwakilan Polres Pekalongan serta perwakilan Kodim 0710 Pekalongan.
Tampak pula beberapa anggota DPRD Kabupaten Pekalongan, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM beserta para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, serta beberapa Kepala OPD.
“Saya minta perajin disini bisa mengembangkan kerajinan tangan dari bambu yang membuat kincir air. Ini bagus sekali dan semoga bisa menularkan ilmunya ke orang lain,” kata Bupati.
Menurut Bupati Asip, desa-desa di wilayah Pekalongan ini kaya sekali dengan sumber sumber daya yang ada sehingga harapannya sumber daya yang ada agar ditingkatkan lagi.
“Saya minta para perajin terus berkarya demi kemajuan desa jadi pemuda-pemudanya tidak usah pergi ke kota. Kincir air bambunya harus dipromosikan. Harga kerajinan ini sendiri berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 900 ribu,” pungkasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kesesi mulai dibangun. Hal ini ditandai dengan ground breaking (peletakkan batu pertama) yang dilakukan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si, Kamis (18/7/2019).
Turut mendampingi antara lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes, Kepala Puskesmas Kesesi I dr. Ryan Ardana Putra dan Camat Kesesi Ajid Pratondo, S.STP.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pembangunan RSUD Kesesi hari Kamis ini kita mulai dengan melakukan peletakan batu pertama. RSUD Kesesi ini letaknya di Puskesmas I Kesesi. “Saya memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan meskipun ada pembangunan ini. Sehingga masyarakat yang berobat tetap terlayani dengan baik seperti biasanya,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, RSUD Kesesi dibangun untuk menopang pelayanan kesehatan yang lebih paripurna lagi. Karena melihat kondisi saat ini Puskesmas Kesesi I rawat inapnya setiap harinya cukup penuh, sehingga masyarakatnya perlu mendapatkan pelayanan yang lebih memadai.
“Itu adalah salah satu faktor mengapa kita harus mendirikan RSUD Type C di Kecamatan Kesesi ini yang kebetulan secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Pemalang. Jadi RSUD Kesesi ini bisa mengcover masyarakat Kabupaten Pemalang bagian selatan dan masyarakat Kecamatan Kesesi sendiri serta Kecamatan sekitarnya. Jadi prinsipnya adalah dalam rangka membangun kesejahteraan masyarakat dengan pelayanan kesehatan yang baik ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus-menerus melakukan upaya penataan infrastruktur kesehatan untuk pelayanan lebih baik kepada masyarakat,” terang Bupati.
RSUD Kesesi ini, kata Bupati, kita bangun tahap awal dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar. Hari ini sudah mulai dikerjakan dengan melakukan peletakkan batu pertama (ground breaking). Harapan Bupati, semoga pembangunannya akan tepat waktu, sehingga dengan waktu yang tidak terlalu lama RSUD Kesesi ini akan beroperasional, sehingga masyarakat bisa menikmati pelayanan RSUD type C.
“Secara kumulatif jumlah rumah sakit type C sesuai dengan feasibility study (studi kelayakan) yang sudah kita lakukan ini memang kurang di Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu kita dorong dengan berbasis pemerataan aspek geografi. Rakyat nanti bisa terlayani semua dengan mudah, sehingga derajat kesehatan Kabupaten Pekalongan semakin naik terutama kita masih punya PR bagaimana menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan balita. Kemudian angka stunting yang memang masih di angka 28. Ini semakin lama akan semakin turun dengan penyediaan infrastruktur kesehatan yang memadai. Itulah latar belakang pembangunan RSUD Kesesi ini, tanpa menafikan fungsi dari Puskesmas dan justru akan kita tingkatkan. Nantinya Puskesmas Kesesi I akan kita relokasi secara bertahap, kira-kira 2 kilometer dari RSUD Kesesi ini,” papar Bupati.
Bupati menambahkan, untuk alkes (peralatan kesehatan) RSUD Kesesi pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 25 milyar. Kemudian untuk sumber daya manusianya di Dinas Kesehatan sudah siap, tinggal skema pendanaannya akan kita atur sesuai dengan skala prioritas.
Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan juga menerangkan bahwa untuk diketahui, pada tahun 2019 ini Pemkab Pekalongan membangun dua rumah sakit, yaitu RSUD Kesesi dengan type C dan revitalisasi atau pembangunan gedung RSUD Kraton type B lantai 6. Untuk RSUD Kraton saat ini masih dalam proses lelang dengan anggaran Rp 81 milyar. Hal ini dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan lanjutan di rumah sakit type B.
Khusus mengenai RSUD Kraton, Bupati tegaskan bahwa kita mempunyai rumah sakit type B yang sudah sejak jaman kolonial Belanda dan akan tetap kita pertahankan meskipun lokasinya ada di Kota Pekalongan tetapi sudah menjadi hak milik Pemkab Pekalongan sejak lama. Jadi akan kita pertahankan terus dan justru akan kita tingkatkan untuk melayani tidak hanya masyarakat Kabupaten Pekalongan saja, akan tetapi juga masyarakat Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten tetangga lainnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, SKM.M.Kes menambahkan bahwa d idalam pelayanan RSUD Kesesi nanti unit yang akan ditonjolkan sebagai unggulan adalah penyakit dalam dan kandungan. Sedangkan untuk rawat inap, untuk tahun 2019 ini terdapat 20 tempat tidur, dan untuk tahun 2020 akan ditambahkan 30 tempat tidur lagi. Dan total nanti akan menampung 80 tempat tidur.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)