Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Pengumuman
Nomor: ST/18/JPTP.PKL/VI/2026
Tentang
Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Secara Terbuka dan Kompetitif Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026
Senin, 22 Juni 2026
Pengumuman
Nomor: ST/16/JPTP.PKL/VI/2026
Tentang
Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Secara Terbuka dan Kompetitif Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2026
Senin, 22 Juni 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan euforia Piala Dunia 2026 sebagai momentum untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar di boulevard kawasan Alun-Alun Kajen, Minggu (21/6/2026) dini hari, ratusan warga memadati lokasi untuk menyaksikan pertandingan antara Belanda dan Swedia.
KAJEN – Setelah vakum selama tujuh tahun, ajang Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan kembali digelar meriah. Pada malam Grand Final yang berlangsung di Boulevard depan Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Sabtu (20/6/2026) malam, Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan berhasil keluar sebagai Juara I sekaligus dinobatkan sebagai Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2026.
WONOPRINGGO – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menghadiri Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lapak Angkasa, Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Jumat (19/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi Polres Pekalongan bersama komunitas pecinta Merpati Kolong tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat dan peserta dari berbagai daerah.
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan Sukirman menegaskan, Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis dalam memperkuat basis data perekonomian daerah, khususnya untuk memetakan perkembangan UMKM, ekonomi kreatif, dan berbagai aktivitas usaha masyarakat.Pernyataan tersebut disampaikan Sukirman usai menghadiri Pencanangan dan Pengukuhan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Kamis (18/6/2026).
KAJEN - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pekalongan menggelar aksi demonstrasi di Alun-alun, Kajen, Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/6/2026). Dalam aksi tersebut, berbagai kebijakan pemerintah menjadi sasaran kritik, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), hingga persoalan penggunaan anggaran negara.
KAJEN - Perkuat upaya pemberantasan rokok ilegal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan bersama Bea Cukai Tegal menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Pencegahan Peredaran Rokok Ilegal. Kegiatan diselenggarakan Aula Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Rabu (17/06/2026). Kegiatan diikuti Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dari seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Pekalongan, pedagang kelontong, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk edukasi dan penguatan pengawasan di lingkungan sekitar.
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar kegiatan doa bersama Akhir Tahun 1447 dan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Masjid Al-Muhtaram, Kompleks Alun-alun Kajen, Senin (15/6/2026) sore.
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi diri menjelang berakhirnya tahun 1447 Hijriah sekaligus mempersiapkan diri menyongsong tahun baru dengan penuh harapan dan doa.
Kegiatan yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta masyarakat tersebut berlangsung meriah. Pertandingan berakhir dengan kemenangan telak Belanda atas Swedia dengan skor 5-1.
Di tengah antusiasme warga, Sukirman menegaskan bahwa penyelenggaraan nobar bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi untuk menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar momentum Piala Dunia dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Jadi ini sebenarnya melaksanakan instruksinya Presiden Republik Indonesia, Pak Prabowo Subianto. Kita harus menggelar nonton bareng Piala Dunia untuk menumbuhkembangkan UKM-UKM di sekitar kita," ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, Alun-Alun Kajen dipilih sebagai lokasi perdana karena menjadi pusat aktivitas dan keramaian masyarakat. Pemkab Pekalongan juga berencana menggelar kegiatan serupa pada pertandingan-pertandingan berikutnya yang dinilai berpotensi menarik banyak penonton.
"Ini permulaan. Ke depan pasti kita akan gelar lagi," katanya.
Sukirman optimistis kegiatan nobar mampu memberikan efek ekonomi langsung bagi para pelaku usaha mikro, pedagang kaki lima, dan UMKM. Ramainya warga yang datang menyaksikan pertandingan diperkirakan akan meningkatkan transaksi perdagangan di sekitar lokasi acara.
Menurutnya, kehadiran para penggemar sepak bola, khususnya kalangan muda, akan menciptakan suasana yang lebih hidup sekaligus membuka peluang usaha bagi para pedagang yang berjualan di area nobar.
“Anak-anak muda, para penggemar sepak bola, tentu akan semakin semarak. Dan pasti para pedagang kaki lima akan berdatangan menuju titik lokasi kita adakan nobar ini," ungkapnya.
Terkait agenda nobar selanjutnya, Pemkab Pekalongan akan menyesuaikan jadwal dengan waktu pertandingan yang paling memungkinkan dihadiri masyarakat. Pertandingan pada malam hari maupun saat akhir pekan menjadi prioritas karena dinilai lebih mudah menjangkau penonton dalam jumlah besar.
Selain membahas dampak ekonomi, Sukirman juga mengingatkan pentingnya mematuhi ketentuan hak siar bagi pihak yang ingin menggelar nobar secara komersial. Menurutnya, pelaku usaha seperti kafe atau tempat usaha lainnya harus memperoleh izin dari pemegang hak siar resmi.
Sementara untuk kegiatan nobar yang bersifat nonkomersial dan dilaksanakan oleh masyarakat, pemerintah menilai tidak menjadi persoalan selama tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Dengan tingginya antusiasme warga pada penyelenggaraan perdana ini, Pemkab Pekalongan berharap nobar Piala Dunia dapat menjadi agenda yang tidak hanya mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan di Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 21 Juni 2026
Puncak acara dibuka secara resmi oleh Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, bersama unsur Forkopimda melalui penekanan tombol sebagai tanda dimulainya Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2026.
Dalam sambutannya, Sukirman mengaku bersyukur ajang yang sempat vakum sejak 2019 tersebut akhirnya dapat kembali digelar sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus sarana promosi pariwisata daerah.
“Alhamdulillah setelah mengalami kevakuman sejak tahun 2019, malam hari ini kita bisa menyaksikan bersama malam puncak Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2026,” ujar Sukirman.
Ia menegaskan, para pemenang yang terpilih nantinya tidak hanya menjadi wajah pariwisata Kabupaten Pekalongan, tetapi juga akan mewakili daerah dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Menurut Sukirman, sosok duta wisata yang dibutuhkan saat ini bukan hanya memiliki penampilan menarik, melainkan juga berintegritas, berwawasan luas, serta mampu menjadi komunikator yang efektif dalam memperkenalkan potensi daerah.
“Yang kita cari bukan hanya yang cantik dan menawan, tetapi juga yang memiliki integritas, moralitas yang baik, kecerdasan, serta kemampuan berkomunikasi. Mereka nantinya akan menjadi corong dan juru komunikasi daerah dalam mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Pekalongan,” katanya.
Sukirman juga menyoroti pentingnya sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, berkembangnya destinasi wisata akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan UMKM, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, hingga pembukaan lapangan kerja baru.
“Dengan berkembangnya wisata, insya Allah UMKM kita akan tumbuh. Pariwisata juga berkaitan erat dengan ketenagakerjaan karena mampu membuka peluang kerja baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Mores Irson Kubela, mengatakan pemilihan duta wisata merupakan upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam mendukung promosi dan pengembangan sektor pariwisata.
Ia menjelaskan, proses seleksi berlangsung cukup ketat. Dari total 86 pendaftar, peserta harus melewati tahapan administrasi, tes tertulis, wawancara, kemampuan bahasa Inggris, public speaking, tourism project, hingga unjuk bakat sebelum akhirnya terpilih 20 finalis terbaik.
Sebelum tampil di malam puncak, para finalis juga mengikuti masa karantina dan pembekalan selama tiga hari di Larans Glamping Adventure guna memperdalam wawasan kepariwisataan, kepemimpinan, dan pengembangan diri.
Pada malam Grand Final tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan Fatkhul Yaqin dan Syafina Gunawan sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Rico Febri dan Naya, sementara Juara III diraih Bientang Bagoes Oka dan Neysha Ayu Kusuma Ningtyas.
Selain penghargaan utama, panitia juga memberikan sejumlah gelar atribut, di antaranya kategori Persahabatan, Intelegensia, Berbakat, Influencer, dan Favorit. Penghargaan diserahkan langsung oleh Sukirman bersama Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan, Galuh Kirana Sukirman.
Kembalinya ajang Duta Wisata setelah vakum selama tujuh tahun menjadi sinyal kuat bahwa Kabupaten Pekalongan tengah berupaya memperkuat sektor pariwisata berbasis generasi muda. Para duta wisata terpilih kini mengemban tugas besar untuk menjadi wajah daerah sekaligus ujung tombak promosi potensi wisata Kabupaten Pekalongan di tingkat regional maupun nasional.
Sabtu, 20 Juni 2026
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., yang telah menggagas penyelenggaraan lomba sebagai sarana mempererat hubungan antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat.
"Untuk kesekian kalinya kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres yang dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menginisiasi kegiatan Lomba Merpati Kolong bersama seluruh komunitas. Kegiatan ini membantu pemerintah daerah untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat dan komunitas," ujar Sukirman.
Menurutnya, penyelenggaraan lomba tidak hanya menjadi ajang menyalurkan hobi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Adanya aktivitas perdagangan, jasa parkir, hingga keterlibatan para joki dan petugas pelepas merpati turut menciptakan perputaran ekonomi yang bermanfaat bagi banyak pihak.
"Apabila lomba ini diselenggarakan, artinya dapat meningkatkan ekonomi Kabupaten Pekalongan. Para joki maupun petugas pelepas merpati juga memperoleh honor, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas," tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi wadah bagi komunitas Merpati Kolong untuk menyalurkan hobi, bakat, dan keterampilannya.
"Kami berharap melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini seluruh elemen masyarakat dan berbagai komunitas dapat terus bersinergi bersama membangun Kabupaten Pekalongan sehingga tercipta situasi yang aman, damai, sejahtera, serta tetap guyub dan harmonis," ungkap Kapolres.
Ketua Panitia Lomba Merpati Kolong Kapolres Cup 2026, Abrorio Bernando, menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Pekalongan, Plt. Bupati Pekalongan, serta seluruh pecinta Merpati Kolong yang telah berpartisipasi dan menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan kegiatan.
Hingga Jumat pagi, tercatat sekitar 200 burung telah terdaftar mengikuti perlombaan. Pendaftaran masih dibuka hingga Sabtu, sehingga jumlah peserta diperkirakan akan terus bertambah dan dapat mencapai sekitar 700 peserta.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, komunitas, dan masyarakat dapat terus terjaga, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kondusivitas wilayah Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 19 Juni 2026
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas data ekonomi yang akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan pengembangan usaha di Kabupaten Pekalongan.
“Ini menjadi hal yang sangat positif untuk meningkatkan kualitas data perekonomian kita, khususnya jumlah UKM, UMKM, dan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh warga Kabupaten Pekalongan,” ujar Sukirman.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Pekalongan sebenarnya telah berjalan. Pemerintah daerah sebelumnya juga telah menggelar apel siaga sebagai bentuk kesiapan petugas sebelum turun ke lapangan.
Saat ini, petugas sensus tengah melakukan pendataan hingga ke pelosok desa guna memastikan seluruh aktivitas usaha masyarakat dapat terdata secara menyeluruh dan akurat.
Karena itu, Sukirman mengimbau masyarakat untuk menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan informasi yang benar serta lengkap agar hasil pendataan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi daerah.
“Kami berharap masyarakat Kabupaten Pekalongan menerima petugas sensus ini agar data ekonomi kreatif dan berbagai usaha yang dijalankan masyarakat dapat terdaftar dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh kepala daerah dan masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang akurat merupakan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
"Pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus didasarkan pada data yang valid sehingga pemerintah dapat menentukan langkah pembangunan secara tepat sasaran," terangnya.
Ahmad Luthfi juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Di sisi lain, angka kemiskinan menunjukkan tren penurunan dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen.
Sementara itu, Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, mengatakan, Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan jumlah usaha yang hampir mencapai 5 juta unit atau sekitar 15,25 persen dari total usaha di Indonesia.
Menurut Sonny, kualitas pelaksanaan Sensus Ekonomi di Jawa Tengah akan sangat menentukan kualitas data ekonomi nasional.
"Keterlibatan sekitar 36 ribu petugas sensus dan dukungan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan pendataan yang diharapkan menjadi pijakan kuat bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi di masa mendatang," pungkasnya.
Kamis, 18 Juni 2026
Menariknya, aksi yang berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Pekalongan itu mendapat respons langsung dari Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, yang turun menemui para demonstran.
Kehadiran Sukirman di tengah massa menjadi momen penting dalam aksi yang sejak awal diwarnai berbagai kritik tajam terhadap pemerintah.
"Kami selalu terbuka dengan kritik, hari ini kami menemui teman-teman PMII Kabupaten Pekalongan yang menggelar aksi dengan mengusung sejumlah kritik positif, tentu kami sangat berterimakasih," terangnya.
Ditambahkan, Mahasiswa menyampaikan Tujuh tuntutan dan kegelisahan yang mereka nilai berkembang di tengah masyarakat.
Dengan membawa poster dan spanduk sederhana dari karton serta MMT bekas, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah program yang dinilai belum menjawab kebutuhan rakyat.
Di antara isu yang paling banyak disorot adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sejumlah peserta aksi menilai program unggulan pemerintah pusat tersebut masih menyisakan berbagai persoalan teknis dan tata kelola di lapangan.Selain itu, mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas program Koperasi Desa Merah Putih yang saat ini tengah digencarkan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua PMII Kabupaten Pekalongan, Ahmad Nur Khosim menegaskan, Aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Mereka meminta agar setiap kebijakan yang menyentuh masyarakat desa dikaji secara matang agar tidak menjadi beban baru bagi pemerintah desa maupun masyarakat.
Tak hanya kebijakan ekonomi, massa juga menyoroti dugaan pemborosan anggaran negara serta meminta pemerintah lebih memperhatikan sektor pendidikan. Beberapa poster menuntut percepatan sertifikasi guru dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
"Kami ingin pemerintah lebih serius mendengar suara rakyat dan mengevaluasi kebijakan yang menimbulkan persoalan di tengah masyarakat," serunya.
Aksi PMII Pekalongan ini menjadi bagian dari gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan kembali marak di sejumlah daerah. Berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai kontroversial terus menjadi perhatian kalangan mahasiswa sebagai bentuk pengawasan terhadap jalannya pemerintahan dan penggunaan anggaran publik.
Rabu, 17 Juni 2026
Kegiatan juga disiarkan secara live di radio Rasika FM dan RKS FM serta Live YouTube Rasika TV Official serta RKS TV.
Kegiatan menghadirkan narasumber Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, S.E., M.M. serta
Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Bea Cukai Tegal, Aflachul. FGD dimoderatori Penyiar Radio Kota Santri (RKS) FM, Yuni Syahrana.
Dalam forum tersebut, Bea Cukai Tegal menjelaskan bahwa keberadaan rokok ilegal menimbulkan kerugian bagi negara, menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat, dan berpotensi membahayakan konsumen. Karena itu, keterlibatan seluruh pihak diperlukan untuk menekan peredarannya.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai ciri-ciri produk ilegal, seperti tidak memiliki pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, tidak sesuai peruntukan, atau memakai pita cukai bekas. Produk semacam ini umumnya dipasarkan dengan harga jauh lebih murah dibandingkan produk resmi dan sering menggunakan merek yang tidak dikenal atau menyerupai merek tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memaparkan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung layanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan petani dan pekerja sektor tembakau, program pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan penegakan hukum.
Dana tersebut juga membantu pembiayaan berbagai program yang berdampak langsung bagi warga, mulai dari fasilitas kesehatan, perlindungan sosial, hingga peningkatan kualitas hasil pertanian tembakau.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan terus mengoptimalkan penyebaran informasi melalui media tatap muka, radio, televisi, YouTube dan media sosial lainnya, baliho, spanduk, stiker, leaflet, dan koran lokal. KIM diharapkan dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan semakin memahami karakteristik rokok ilegal beserta dampaknya. Pemkab Pekalongan dan Bea Cukai Tegal mengajak masyarakat untuk tidak membeli, menjual, maupun mendistribusikan produk tanpa cukai resmi serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi pelanggaran.
Sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, menjaga penerimaan negara, serta memastikan manfaat DBHCHT dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Selasa, 16 Juni 2026
"Alhamdulillah, sore hari ini kita bersama-sama bermuwajahah untuk menyambut Tahun Baru Hijriah 1448. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kita semua untuk melakukan refleksi terhadap berbagai hal yang telah dilakukan selama setahun terakhir," ujar Sukirman.
Menurutnya, pergantian tahun Hijriah hendaknya dimaknai sebagai sarana untuk memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa yang telah diperbuat, serta memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang.
Dalam kegiatan tersebut, doa bersama dipimpin oleh Kyai Ahmad Sodiq. Melalui doa tersebut, seluruh jamaah memohon keselamatan, keberkahan, kesehatan, dan umur panjang dari Allah SWT.
Selain itu, Sukirman juga mengajak masyarakat untuk mendoakan para pemimpin dan penyelenggara pemerintahan di Kabupaten Pekalongan agar senantiasa diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.
"Kami memohon doa agar para pemimpin, pengampu kebijakan, TNI, Polri, pimpinan DPRD, serta seluruh unsur pemerintahan di Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta diberikan keselamatan dunia dan akhirat," tuturnya.
Disampaikan oleh perwakilan Takmir Masjid Al-Muhtaram KH. Ahmad Muzakki bahwa pergantian tahun Hijriah merupakan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memanjatkan doa akhir tahun dan doa awal tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan ampun kepada Allah SWT.
Ahmad Muzakki menjelaskan bahwa selama satu tahun manusia senantiasa menghadapi berbagai godaan yang dapat menjauhkan diri dari ketaatan kepada Allah SWT. Namun demikian, Allah SWT senantiasa membuka pintu rahmat dan ampunan bagi hamba-Nya yang bertobat dan memohon ampun.
"Melalui doa akhir tahun dan awal tahun ini, kita berharap mendapatkan ampunan dari Allah SWT serta diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik pada tahun yang akan datang," katanya.
Melalui momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, aman, dan sejahtera.
Senin, 15 Juni 2026