Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
PEKALONGAN – Sebanyak 100 anak dari berbagai wilayah di Kabupaten Pekalongan mengikuti program khitanan massal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ditujukan untuk membantu masyarakat kurang mampu.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan, KH Muhtarom, menegaskan, Program tersebut memang diperuntukkan bagi keluarga miskin, sesuai dengan sumber pendanaan yang berasal dari ZIS ASN dan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan khitanan massal ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus dijaga keberlanjutannya.
“Syarat utama peserta khitan harus dari keluarga miskin, karena ini sesuai dengan dana yang digunakan, yaitu dari zakat, infak, dan sedekah,” jelasnya.
Di balik pelaksanaannya, terdapat sejumlah aspek yang menarik perhatian, terutama terkait metode medis yang digunakan serta keterkaitannya dengan program-program lain yang tengah dijalankan BAZNAS.
Dalam pelaksanaannya, BAZNAS menggandeng Klinik Pratama Medina Rahma, Bojong, sebagai penyedia layanan medis. Puluhan tenaga kesehatan bersertifikat diterjunkan untuk menangani peserta secara langsung di lokasi kegiatan.
Owner Klinik Medina Rahma, dr Imam Prasetyo, mengungkapkan, Metode khitan yang digunakan mengusung teknologi modern yang diklaim lebih nyaman bagi anak-anak. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan teknik anestesi tanpa jarum suntik.
“Prosedur dilakukan menggunakan salep anestesi dan semprotan untuk mengurangi rasa sakit. Ini membuat anak-anak lebih nyaman saat proses berlangsung,” terangnya.
Tidak hanya itu, pihak klinik juga memastikan adanya pemantauan pasca tindakan melalui grup komunikasi antara tenaga medis dan keluarga peserta. Jika terjadi keluhan, tim medis disebut siap memberikan layanan lanjutan hingga ke rumah peserta.
“Kami tetap melakukan monitoring pasca khitan. Jika ada keluhan, tim siap datang langsung ke rumah,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Pekalongan, Siti Masruroh, memberikan apresiasi atas konsistensi BAZNAS dalam menjalankan program sosial. Ia menyebut, selain khitanan massal, BAZNAS juga aktif menggulirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi.
Program tersebut di antaranya pelatihan Make Up Artist (MUA) serta bantuan usaha kuliner melalui program Z-Chicken. Langkah ini dinilai sebagai upaya konkret dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini BAZNAS kembali menyelenggarakan khitanan massal untuk membantu keluarga yang membutuhkan. Peserta juga mendapatkan uang saku dan seragam lengkap. Ini kegiatan rutin setiap tahun dan hasil audit BPK tahun ini juga WTP, yang menunjukkan pengelolaan yang sangat baik,” ujarnya.
Di sisi lain, manfaat program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu orang tua peserta, Bejo, warga Kalijoya, Kecamatan Kajen, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
Ia menyampaikan rasa syukur karena anaknya dapat mengikuti khitan tanpa harus mengeluarkan biaya, sekaligus mendapatkan fasilitas tambahan dari penyelenggara.
“Kami sangat terbantu, apalagi semua fasilitas sudah disiapkan. Terima kasih kepada BAZNAS,” ungkapnya.
Senin, 29 Juni 2026
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun bangsa. Oleh karena itu, peran ayah dan ibu harus berjalan beriringan dalam mendidik serta membesarkan anak-anak. Hal tersebut disampaikan usai memimpin upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Kabupaten Pekalongan di Lapangan Belakang Setda Kabupaten Pekalongan, Senin (29/6/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen menindaklanjuti berbagai masukan dan rekomendasi yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD dalam Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (29/6/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 yang digelar di GOR Wicaksana Laghawa Kajen, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang diinisiasi Polres Pekalongan tersebut menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus mempererat sinergi antara Forkopimda dan masyarakat.
KAJEN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pekalongan kembali menggelar program Lebaran Yatim 1448 Hijriah yang berlangsung pada Kamis (25/06/2026) bertempat di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan. Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap anak yatim, piatu, dan yatim piatu di Kabupaten Pekalongan. Program kemanusiaan yang dilaksanakan secara berkala ini menjadi upaya nyata dalam memberikan perhatian sekaligus dukungan kepada anak-anak yang membutuhkan.
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menghadiri kegiatan Pekalongan Edu Summit 2026 yang diselenggarakan di Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur), Rabu (24/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Sukirman mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilainya mampu menjadi wadah kolaborasi para pendidik dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
TEGAL – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan investasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, SS., M.S., saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026 di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Senin (22/6/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) yang saat ini tengah berproses di wilayah Kabupaten Pekalongan. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan H. Sukirman, S S., M.S., mendampingi Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Achiruddin Darojat meninjau sejumlah lokasi strategis pada Senin (22/6/2026).
Dalam peringatan Harganas tahun ini yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Sukirman menyampaikan bahwa tema tersebut menjadi pengingat sekaligus evaluasi bagi seluruh keluarga agar semakin memperkuat peran masing-masing dalam membangun rumah tangga yang harmonis.
"Keluarga adalah fondasi kita dalam memajukan negeri ini. Pembangunan bangsa tidak akan berhasil tanpa keluarga yang kuat dan berkualitas. Tema Ayah Wajib Hadir menjadi pengingat bahwa membangun keluarga bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu, tetapi juga membutuhkan kehadiran dan keterlibatan aktif seorang ayah," ujarnya.
Menurut Sukirman, kehadiran ayah tidak hanya dimaknai sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai sosok yang turut mendampingi proses tumbuh kembang anak. Ia menilai pembagian peran dalam keluarga harus dibangun melalui kesepakatan bersama tanpa menghilangkan tanggung jawab masing-masing.
"Memang ayah memiliki tanggung jawab bekerja dan ibu mengurus rumah tangga, tetapi pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah dalam mendidik, membentuk karakter, memberikan pendidikan mental dan spiritual, hingga memperhatikan kesehatan anak sangat penting untuk mewujudkan keluarga yang harmonis," jelasnya.
Lebih lanjut, Sukirman mengajak seluruh keluarga di Kabupaten Pekalongan untuk merencanakan kehidupan keluarga dengan baik, mulai dari pendidikan anak, pembentukan karakter, hingga menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga. Menurutnya, sinergi antara ayah dan ibu akan menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang berkualitas.
Secara pribadi, Sukirman juga mengungkapkan bahwa keluarga memiliki arti yang sangat penting dalam kehidupannya. Ia menyebut keluarga sebagai penopang sekaligus sumber semangat dalam meraih cita-cita.
"Bagi saya, keluarga adalah penopang kehidupan. Tanpa keluarga, kita seperti nakhoda yang kehilangan arah dan tujuan. Karena itu, keluarga menjadi tempat kita berpijak sekaligus sumber motivasi dalam menjalani kehidupan," pungkasnya.
Minggu, 28 Juni 2026
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengatakan bahwa sejumlah catatan kritis yang disampaikan DPRD akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan.
"Rapat paripurna hari ini merupakan penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025. Tentu banyak catatan kritis yang disampaikan, dan semuanya akan menjadi perhatian serta bahan evaluasi bagi pemerintah daerah," ujar Sukirman.
Salah satu poin yang menjadi perhatian DPRD adalah besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA). Menurut Sukirman, catatan tersebut berkaitan dengan aspek perencanaan yang perlu terus disempurnakan agar pelaksanaan program dan kegiatan dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, DPRD juga memberikan rekomendasi terkait percepatan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Pekalongan, lanjut Sukirman, akan menjadikan seluruh rekomendasi tersebut sebagai dasar dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan.
"Kami akan melakukan koreksi dan evaluasi terhadap berbagai catatan yang disampaikan DPRD, terutama terkait perencanaan, percepatan pembangunan infrastruktur, dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.
Melalui sinergi antara eksekutif dan legislatif, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap berbagai rekomendasi yang diberikan dapat mendorong penyelenggaraan pemerintahan yang semakin efektif, akuntabel, serta mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Minggu, 28 Juni 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., yang hadir bersama jajaran Forkopimda turut mengikuti pertandingan ekshibisi sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan olahraga bulutangkis di Kabupaten Pekalongan.
Sukirman menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan komunikasi antarlembaga di lingkungan Forkopimda.
"Ini merupakan bentuk silaturahmi dan komunikasi Forkopimda yang diinisiasi oleh Bapak Kapolres melalui penyelenggaraan Kejuaraan Terbuka Bulutangkis. Tadi kami juga mengikuti pertandingan ekshibisi, dan insyaallah kegiatan seperti ini akan kita rutinkan ke depannya," ujarnya.
Lebih lanjut, Sukirman menilai pembinaan olahraga perlu terus dioptimalkan agar mampu melahirkan atlet-atlet yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, cabang olahraga bulutangkis memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
"Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga yang memiliki potensi besar. Kejuaraan ini menjadi langkah yang sangat baik untuk menemukan bibit-bibit atlet baru. Kita melihat sendiri kemampuan anak-anak kita sangat luar biasa, sehingga perlu terus dibina agar mampu berprestasi di berbagai jenjang kejuaraan," tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengatakan Kejurkab Bulutangkis digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet muda di Kabupaten Pekalongan.
Menurutnya, kejuaraan yang diikuti sekitar 73 peserta tersebut diharapkan dapat menambah pengalaman bertanding sekaligus memunculkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mewakili Kabupaten Pekalongan pada berbagai ajang kompetisi.
"Selain mempererat silaturahmi dan sinergitas, kejuaraan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet muda. Harapannya akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama baik Kabupaten Pekalongan di tingkat yang lebih tinggi," ungkap Kapolres.
Melalui penyelenggaraan Kejurkab Bulutangkis ini, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, organisasi olahraga, dan masyarakat dapat terus terjalin dalam upaya meningkatkan prestasi olahraga sekaligus membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
Jumat, 26 Juni 2026
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 100 anak yatim, piatu, dan yatim piatu menerima bantuan dari BAZNAS Kabupaten Pekalongan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kerja sama dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, dan Lebakbarang. Selain itu, BAZNAS juga menggandeng Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak, yakni Panti Asuhan Yatim Muhammadiyah Kajen serta Panti Asuhan Yatim dan Miskin Putri Aisyiyah Cabang Kedungwuni, guna memastikan bantuan tersalurkan kepada penerima yang tepat.
Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima manfaat memperoleh santunan berupa uang tunai yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan maupun kebutuhan sehari-hari. Selain santunan, BAZNAS Kabupaten Pekalongan juga menyerahkan paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan pangan harian para anak yatim, baik yang tinggal bersama keluarga maupun di panti asuhan.
Kegiatan Lebaran Yatim 1448 Hijriah berlangsung khidmat dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S. Sos, M. Si serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dra. Siti Masruroh, M. Si., Kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk dukungan terhadap berbagai program pengentasan kemiskinan dan pemenuhan hak anak yang dijalankan BAZNAS Kabupaten Pekalongan.
Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Pekalongan berharap sinergi dengan Korwil Bidang Pendidikan dan panti asuhan dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak anak yatim yang memperoleh perhatian dan bantuan. BAZNAS juga berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong terwujudnya kesejahteraan anak-anak yatim di Kabupaten Pekalongan, sehingga mereka dapat tumbuh dengan optimisme dan memiliki kesempatan yang lebih baik dalam meraih cita-cita.
Jumat, 26 Juni 2026
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S. saat memberikan arahan terkait pelaksanaan penerimaan murid baru di Kegiatan Pekalongan Edu Summit 2026, Rabu (24/6/2026).
Menurut Sukirman, proses penerimaan murid baru harus dijaga bersama agar berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung anak-anak agar dapat melanjutkan pendidikan di sekolah yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
"Saat ini kita sedang memasuki proses Penerimaan Murid Baru. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaganya dengan baik dan mendorong anak-anak kita agar bersekolah sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.
Sukirman menegaskan bahwa seluruh sekolah di Kabupaten Pekalongan memiliki kualitas yang baik dan didukung oleh tenaga pendidik yang kompeten. Menurutnya, guru merupakan insan mulia yang memiliki peran besar dalam mencetak generasi penerus bangsa.
"Semua sekolah itu baik. Guru-guru yang mengajar di sekolah-sekolah kita merupakan insan yang sangat mulia dan memiliki kapasitas pendidikan yang memadai," katanya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pekalongan juga terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan dan penyempurnaan sarana serta prasarana pendidikan di berbagai sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menyampaikan bahwa berbagai evaluasi telah dilakukan dalam penyelenggaraan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027. Evaluasi tersebut dilakukan berdasarkan pengalaman pelaksanaan pada tahun sebelumnya guna meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
"Kami ingin memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan lebih baik, transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak untuk memperoleh layanan pendidikan," jelasnya.
Kholid menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan berupaya memastikan seluruh anak, tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai dengan kemampuan, minat, dan potensi yang dimiliki.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat untuk mendaftarkan anak ke sekolah-sekolah negeri menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.
"Sampai saat ini, animo masyarakat terhadap sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Pekalongan cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan terus meningkat dan harus dijaga bersama," ungkapnya.
Ke depan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan akan terus melakukan berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan, baik melalui penguatan layanan pendidikan, peningkatan sarana dan prasarana, maupun pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Melalui pelaksanaan SPMB yang transparan dan berkeadilan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap kualitas pendidikan di daerah terus meningkat dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan
Selasa, 23 Juni 2026
Menurut Sukirman, Edu Summit merupakan gagasan yang sangat baik karena menghadirkan ruang interaksi dan diskusi bagi para guru untuk bertukar pikiran serta menyampaikan berbagai ide inovatif.
“Pekalongan Edu Summit adalah sebuah gagasan yang sangat brilian. Kegiatan ini mengajak para guru untuk berinteraksi, berdiskusi, dan mengeluarkan ide-ide terbaiknya. Yang tidak kalah penting, kemampuan problem solving yang ditunjukkan juga luar biasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui forum tersebut para guru tidak hanya membahas persoalan yang berkaitan dengan dunia pendidikan, tetapi juga mampu memetakan berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Beragam isu seperti banjir, pariwisata, longsor, hingga pengembangan ekonomi menjadi bagian dari pembahasan yang menghasilkan berbagai rekomendasi dan gagasan solutif.
Sukirman menilai peran guru sangat strategis karena selain mendidik peserta didik, mereka juga dapat menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya.
“Hasil dari diskusi-diskusi tersebut sangat bermanfaat. Mereka mampu mengidentifikasi persoalan yang ada sekaligus menawarkan solusi yang bisa diterapkan di masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menindaklanjuti berbagai masukan yang dihasilkan dalam Edu Summit. Menurutnya, ide dan rekomendasi yang muncul dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan daerah.
“Hasilnya akan kami ambil dan kami adopsi menjadi bagian dari rencana kerja pemerintah daerah. Insya Allah ada berbagai gagasan yang bisa diimplementasikan untuk mendukung pembangunan Kabupaten Pekalongan,” tuturnya.
Meski baru pertama kali diselenggarakan, Sukirman menilai Edu Summit telah menunjukkan hasil yang sangat positif. Oleh karena itu, ia berharap konsep serupa dapat diterapkan di berbagai sektor lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Ini yang pertama, tetapi hasilnya sangat luar biasa. Ke depan, kegiatan seperti ini bisa menjadi role model. Dinas-dinas lain juga akan kami dorong melakukan hal yang sama, termasuk di bidang kesehatan yang tentu memiliki banyak persoalan dan tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama,” pungkasnya.
Melalui Pekalongan Edu Summit 2026, diharapkan lahir berbagai inovasi dan rekomendasi yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 23 Juni 2026
Dalam forum yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., beserta kepala daerah se-eks Karesidenan Pekalongan dan Tegal tersebut, Sukirman menyampaikan sejumlah usulan prioritas pembangunan yang dinilai mampu mempercepat pengembangan wilayah Kabupaten Pekalongan, khususnya sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Menurut Sukirman, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan yang dimiliki Kabupaten Pekalongan. Oleh karena itu, Pemkab Pekalongan mengusulkan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pembangunan dan peningkatan ruas jalan strategis yang menghubungkan Exit Tol Bojong, Kajen, hingga Paninggaran.
"Kami berharap akses menuju kawasan wisata semakin baik sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan potensi daerah," ujarnya.
Selain itu, Pemkab Pekalongan juga mengusulkan percepatan penanganan infrastruktur di wilayah Petungkriyono, terutama perbaikan jembatan dan ruas jalan yang terdampak bencana beberapa waktu lalu. Menurutnya, pemulihan akses transportasi sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, Sukirman juga mendorong adanya dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menarik minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Pekalongan. Kehadiran investasi dinilai dapat mempercepat pembangunan daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis untuk menyatukan arah pembangunan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan keterbatasan fiskal, seluruh daerah didorong untuk mampu mengoptimalkan potensi masing-masing guna menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak dapat hanya bergantung pada anggaran pemerintah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan masyarakat. Karena itu, setiap daerah perlu memiliki strategi yang tepat dalam mengembangkan potensi unggulan yang dimiliki.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kawasan eks-Karesidenan Pekalongan memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Melalui forum Musrenbang tersebut, Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap berbagai usulan prioritas yang disampaikan dapat memperoleh dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sehingga mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan investasi, dan memperkuat daya saing daerah di masa mendatang
Senin, 22 Juni 2026
Kunjungan kerja Pangdam IV/Diponegoro diawali dengan peninjauan Marshalling Area (MA) di kawasan Balai Latihan Kerja (BLK) Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen. Lokasi tersebut dipersiapkan sebagai pusat transit personel Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan beserta satuan Yonif TP di bawah jajaran Kodam IV/Diponegoro.
Selanjutnya, rombongan menuju Desa Bukur, Kecamatan Bojong, untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan markas Yonif Teritorial Pembangunan yang saat ini terus berjalan. Dalam kesempatan tersebut, Pangdam memastikan progres pembangunan berlangsung sesuai perencanaan serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Plt. Bupati Pekalongan Sukirman menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Kodam IV/Diponegoro terhadap pembangunan satuan baru tersebut. Menurutnya, kehadiran Yonif TP akan menjadi aset strategis yang tidak hanya memperkuat pertahanan wilayah, tetapi juga mendukung pembangunan daerah.
"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Pekalongan merasa bersyukur dan bangga karena pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan mendapat perhatian langsung dari Pangdam IV/Diponegoro. Kami bersama Forkopimda dan jajaran terkait terus mendukung berbagai kebutuhan yang diperlukan agar pembangunan ini berjalan lancar," ujarnya.
Sukirman menjelaskan, pemerintah daerah bersama unsur TNI dan instansi terkait telah melakukan berbagai persiapan, termasuk penataan sarana pendukung bagi personel yang nantinya akan bertugas di satuan tersebut. Ia berharap keberadaan Yonif TP dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Dalam arahannya, Pangdam IV/Diponegoro menekankan pentingnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program strategis nasional. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain memperkuat kemampuan pertahanan dan penanganan kebencanaan, Pangdam menilai kehadiran Yonif TP akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Aktivitas ribuan personel beserta keluarganya diyakini dapat mendorong tumbuhnya berbagai usaha dan layanan yang menunjang kebutuhan sehari-hari.
"Kehadiran satuan ini tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat. Aktivitas personel dan keluarganya akan menciptakan perputaran ekonomi yang dapat dimanfaatkan warga sekitar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Pangdam menyebut Yonif Teritorial Pembangunan juga akan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Dengan dukungan personel yang memadai, satuan tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan dalam membantu pemerintah daerah menangani kondisi darurat seperti banjir, tanah longsor, maupun gempa bumi.
Pemerintah Kabupaten Pekalongan berharap pembangunan Yonif Teritorial Pembangunan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal, baik dalam mendukung ketahanan wilayah, penanganan kebencanaan, maupun penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Senin, 22 Juni 2026