Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Senin, 6 Juli 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerima penerjunan 90 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Periode I Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen. Penerimaan mahasiswa berlangsung di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan, Senin (6/7/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan berkomitmen menindaklanjuti berbagai inovasi yang dihasilkan mahasiswa Universitas Pekalongan (Unikal) melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Periode II Tahun Akademik 2025/2026. Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Penarikan dan Expo KKN Tematik PPM di Aula Krajan, Kantor Kecamatan Karanganyar, Jumat (3/7/2026).
KAJEN – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menghadiri dialog publik bertajuk "Menakar Kepala Daerah Berkarakter dan Berkualitas Menyongsong Kajen Bermartabat, Maju, dan Sejahtera" yang digelar di Rumah Makan Kampung Damai, Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (3/7/2026).
KOTA PEKALONGAN – Komandan Kodim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, mengajak insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota dan Kabupaten Pekalongan untuk memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui penyajian informasi yang akurat dan berimbang. Ajakan tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi bersama jajaran PWI di Aula Makodim 0710/Pekalongan, Jumat (3/7/2026) malam.
PENGUMUMAN
Nomor: ST/24/JPTP.PKL/VII/2026
HASIL SELEKSI ADMINISTRASI PERPANJANGAN PENDAFTARAN SELEKSI TERBUKA DAN KOMPETITIF PENGISIAN JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2026
Rabu, 1 Juli 2026
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Halaman Mapolres Pekalongan, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, instansi vertikal, serta berbagai elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan H. M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., Koordinator Wilayah Kabupaten Pekalongan Dr. Endang Gunawan, S.P., M.Si., jajaran perangkat daerah, Camat Kajen, para kepala desa lokasi KKN, dosen pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKNT.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi kepada IPB University yang kembali mempercayakan Kabupaten Pekalongan sebagai lokasi pelaksanaan KKNT. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi pembangunan daerah.
"Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa IPB University. Kabupaten Pekalongan kami harapkan dapat menjadi laboratorium sosial bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan sekaligus belajar memahami dinamika kehidupan masyarakat secara langsung," ujarnya.
Sekda menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan saat ini terus mengembangkan berbagai inovasi pembangunan, salah satunya melalui Laboratorium Kemiskinan yang difokuskan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Ia berharap mahasiswa mampu memberikan ide, kajian, maupun inovasi yang mendukung berbagai program pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Yulian menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, Kabupaten Pekalongan menerapkan pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, pemerintah desa, dunia usaha, masyarakat, dan perguruan tinggi.
"Mahasiswa tidak akan berjalan sendiri. Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap memfasilitasi kolaborasi dengan perangkat daerah, pemerintah desa, dunia usaha melalui Forum CSR, maupun kelompok masyarakat agar program-program KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan," katanya.
Ia juga mengajak mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian untuk mengenal potensi Kabupaten Pekalongan, mulai dari kawasan hutan Petungkriyono, sentra batik, wilayah pesisir, hingga berbagai potensi pertanian dan lingkungan yang dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus sumber inovasi.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Pertanian IPB University, Dr. Diyah Retno Panuju, S.P., M.Si., Ph.D., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas dukungan yang selama ini diberikan dalam penyelenggaraan KKNT.
Menurutnya, KKNT merupakan bagian dari proses pendidikan yang memberikan pengalaman belajar nyata kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat.
"Program ini menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial. Mahasiswa diharapkan mampu memahami persoalan masyarakat, mengidentifikasi potensi daerah, serta bersama pemerintah dan masyarakat merancang solusi yang inovatif dan aplikatif," ungkapnya.
Diyah menjelaskan, KKNT IPB University Tahun 2026 mengusung tema Pengembangan Berkelanjutan Masyarakat Agro-Maritim untuk Mencapai Socio-Resilience. Tema tersebut mencerminkan komitmen IPB University dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Pada pelaksanaan KKNT Periode I Tahun 2026, sebanyak 3.679 mahasiswa dari 39 program studi dan 12 fakultas diterjunkan ke 42 kabupaten di Indonesia. Di Kabupaten Pekalongan, sebanyak 90 mahasiswa akan melaksanakan pengabdian di 12 desa di Kecamatan Kajen selama periode 6 Juli hingga 14 Agustus 2026.
Diyah juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, menghormati budaya lokal, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi dari manfaat dan keberlanjutan yang dapat ditinggalkan bagi masyarakat," tegasnya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan IPB University, diharapkan program KKNT mampu memperkuat inovasi desa, mempercepat pembangunan daerah, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Minggu, 5 Juli 2026
Dalam expo tersebut, mahasiswa menampilkan beragam produk inovatif hasil pemanfaatan potensi lokal dan pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Di antaranya kerajinan dari tutup botol plastik, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun, hingga pengolahan limbah kain jeans menjadi berbagai produk kerajinan.
Plt. Bupati Sukirman mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang dinilai mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
"Mahasiswa mampu mengubah barang yang sebelumnya dianggap limbah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Kreativitas seperti ini harus terus didukung dan dikembangkan," ujarnya.
Menurut Sukirman, Pemerintah Kabupaten Pekalongan telah bersepakat dengan Universitas Pekalongan untuk menindaklanjuti hasil-hasil inovasi tersebut melalui kolaborasi bersama perangkat daerah terkait, sehingga dapat berkembang menjadi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang produktif.
Ia menjelaskan, berbagai inovasi yang ditampilkan mahasiswa tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menggali potensi lokal, seperti pemanfaatan bunga telang menjadi minuman herbal dan produk pangan lainnya.
"Mahasiswa mampu melihat peluang dari lingkungan sekitar, baik dari sisi ketahanan pangan maupun pengelolaan sampah. Ini merupakan terobosan yang patut diapresiasi dan perlu mendapat pendampingan agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pekalongan, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Tematik tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi yang layak dikembangkan secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan agar produk-produk kreativitas mahasiswa dapat memperoleh pendampingan dan dikembangkan menjadi produk unggulan masyarakat.
Menurutnya, pengelolaan limbah menjadi produk bernilai ekonomi merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus upaya mendorong ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Rektor juga menegaskan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan visi Universitas Pekalongan dalam mewujudkan green campus melalui berbagai program pelestarian lingkungan, termasuk penguatan melalui program UI GreenMetric.
Selain itu, Unikal bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan selama ini juga terus memperkuat program pengabdian kepada masyarakat melalui desa-desa binaan yang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah tersebut, diharapkan inovasi yang lahir dari mahasiswa tidak berhenti pada pelaksanaan KKN semata, melainkan mampu menjadi solusi nyata dalam pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan UMKM di Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 3 Juli 2026
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh, salah satunya mantan Bupati Pekalongan dua periode, Drs. H. Amat Antono, M.Si., yang berbagi pengalaman kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan kepada para peserta.
Dalam kesempatan itu, Plt. Bupati Sukirman menyampaikan bahwa forum dialog publik menjadi ruang yang sangat penting untuk bertukar perspektif, memperkaya wawasan, sekaligus menyerap pengalaman dari para pemimpin terdahulu sebagai bekal dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
"Pertemuan seperti ini memberikan banyak perspektif, baik dari sisi kepemimpinan, wawasan, maupun pengalaman. Hal-hal tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita," ujarnya.
Sukirman menegaskan, salah satu prioritas utama dalam menjalankan pemerintahan adalah membangun komunikasi yang baik di seluruh tingkatan. Menurutnya, komunikasi yang efektif menjadi fondasi penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
Selain itu, ia menekankan bahwa seluruh penyelenggara pemerintahan memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan mendukung jalannya pemerintahan sehingga pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat terlaksana secara maksimal.
Sementara itu, mantan Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si., membagikan pengalaman selama memimpin daerah. Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintahan diawali dengan penentuan skala prioritas yang jelas, kemudian diikuti dengan kerja yang fokus dan konsisten.
Menurutnya, salah satu faktor terpenting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif adalah membangun kekompakan aparatur sipil negara (ASN). Tanpa kesamaan langkah dan tujuan, pelaksanaan program pembangunan tidak akan berjalan optimal.
Ia mengibaratkan kekompakan ASN seperti gelombang yang harus selaras agar menghasilkan kekuatan yang maksimal. Filosofi tersebut, lanjutnya, juga dapat dipelajari dari kedisiplinan di lingkungan militer yang selalu menekankan keseragaman gerak untuk mencapai tujuan bersama.
Amat Antono pun berpesan agar seluruh jajaran pemerintahan tidak hanya berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar melaksanakan program yang telah ditetapkan dengan penuh komitmen.
"Rapikan barisan, satukan langkah, fokus pada tujuan, lalu lakukan. Itulah kunci agar pemerintahan mampu memberikan hasil terbaik bagi masyarakat," pesannya.
Melalui dialog publik tersebut diharapkan lahir berbagai gagasan, masukan, dan semangat kolaborasi dalam mewujudkan kepemimpinan daerah yang berkarakter, berkualitas, serta mampu membawa Kabupaten Pekalongan menuju Kajen yang bermartabat, maju, dan sejahtera.
Jumat, 3 Juli 2026
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi memperkenalkan diri sebagai Dandim baru setelah resmi menjabat menggantikan Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang usai serah terima jabatan di Korem 071/Wijayakusuma pada 21 Juni 2026. Ia juga membagikan perjalanan kariernya selama bertugas di sejumlah daerah, mulai dari Papua, Salatiga, Jepara, Sumatra Selatan, Palembang hingga Maluku Utara.
Menurutnya, pengalaman panjang di daerah penugasan, khususnya di Papua, memberikan banyak pelajaran mengenai pentingnya menjaga keamanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
"Saya mengajak PWI Kota maupun Kabupaten Pekalongan untuk terus bersinergi. Apabila ada informasi, mari saling berbagi dan melakukan klarifikasi sebelum dipublikasikan. Dengan begitu, berita yang dikonsumsi masyarakat benar-benar valid dan tidak menimbulkan keresahan," ujar Nurul Chabibi.
Ia menilai derasnya arus informasi, terutama di media sosial, menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.
"Kita harus berpikir dampak jangka menengah dan panjang dari setiap pemberitaan. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru memicu keresahan. Mari bersama-sama menjaga Kota dan Kabupaten Pekalongan tetap kondusif," tambahnya.
Ketua PWI Kota Pekalongan, Kuswandi, menyambut baik kehadiran Dandim baru dan berharap hubungan baik antara TNI dan insan pers semakin erat. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memperkuat kolaborasi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
"Mudah-mudahan kehadiran Pak Dandim membawa keberkahan bagi Pekalongan, situasi semakin aman, kondusif, serta sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan insan pers semakin kuat," kata Kuswandi.
Hal senada disampaikan Ketua PWI Kabupaten Pekalongan, Triyono. Ia berharap sinergitas yang selama ini terjalin dapat terus ditingkatkan melalui berbagai kegiatan bersama di lapangan.
"Saya yakin sinergitas kita ke depan akan jauh lebih baik. Selamat datang kepada Pak Dandim, semoga komunikasi dan kolaborasi dengan teman-teman media terus berjalan dengan baik," ujarnya.
Jumat, 3 Juli 2026
Kamis, 2 Juli 2026
Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan, Rabu (1/7/2026).
Plt. Bupati Sukirman mengapresiasi berbagai pandangan, kritik, dan saran yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah.
"Kami menyampaikan terima kasih atas berbagai catatan kritis dari DPRD. Semua masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan, baik dalam peningkatan pendapatan daerah, pelayanan kepada masyarakat, maupun pembangunan infrastruktur," ujarnya.
Terkait opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghormati seluruh hasil pemeriksaan dan akan menjadikannya sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola administrasi serta pengelolaan keuangan daerah.
Menurutnya, sejumlah catatan yang diberikan BPK akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait agar pengelolaan keuangan daerah ke depan semakin akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Drs. H. Abdul Munir, M.M., menjelaskan bahwa salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan daerah adalah besarnya piutang daerah yang hingga kini masih tercatat dalam laporan keuangan.
Ia menyebutkan bahwa nilai piutang daerah mencapai sekitar Rp68 miliar, yang terdiri atas piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), piutang pelayanan rumah sakit, serta piutang dari keterlambatan pembayaran pihak lain. Sebagian piutang tersebut telah berusia cukup lama dan memiliki tingkat penagihan yang rendah sehingga memerlukan penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan DPRD, diharapkan berbagai catatan hasil pemeriksaan maupun masukan legislatif dapat menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, transparansi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah demi mendukung pembangunan yang lebih optimal dan pelayanan publik yang semakin baik.
Rabu, 1 Juli 2026
Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia berharap Polri terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan semangat Hari Bhayangkara tahun ini.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan segenap Forkopimda, kami mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin jaya, semakin Presisi, dan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujar Sukirman.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan Polres Pekalongan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa pelaksanaan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri dengan seluruh unsur Forkopimda.
Menurutnya, kekompakan dan sinergitas yang selama ini terjalin bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, TNI, Kejaksaan, Pengadilan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menciptakan situasi daerah yang aman, damai, dan kondusif.
Di usia Polri yang ke-80, lanjut Kapolres, Polres Pekalongan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pekalongan.
Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Pekalongan menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan terus terjaga sebagai fondasi dalam mendukung pembangunan daerah serta menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 30 Juni 2026