KAJEN – Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan menggelar apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 di Jalan Mandurorejo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Diikuti ratusan personel Polres Pekalongan, TNI, Satpol PP, serta instansi terkait, Selasa (28/5/2019).
Selaku pembina Apel yaitu Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si dan Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS. Dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan perwakilan unsur Forkopimda, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM, beserta tamu undangan lainnya.
Kapolres Pekalongan mengatakan, apel pasukan jelang Lebaran itu bagian dari persiapan pemberlakuan Operasi Ketupat Candi 2019 secara serentak. Operasi akan dilakukan dari selama 13 hari atau dimulai pada 29 Mei hingga 10 Juni 2019. "Selain dari Polres Pekalongan, pengamanan juga dibantu oleh TNI, Dinhub, Satpol PP, Pramuka, dan ormas seperti Banser GP Ansor dan lain-lain," ungkapnya.
Menurutnya, operasi akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan tahapan pemilu. Hal tersebut membuat potensi kerawanan yang akan dihadapi dalam operasi ini semakin kompleks. "Kami meminta personel untuk menyiapkan secara optimal seluruh aspek penyelenggaraan operasi. Hal ini bertujuan agar operasi dapat terselenggara sukses, aman, dan lancar," jelasnya.
AKBP Wawan menambahkan, pihaknya akan mengamankan tempat-tempat vital seperti rumah ibadah. "Untuk menjaga keamanan, kami juga akan melakukan penjagaan di tempat-tempat vital yang ada di wilayah hukum Polres Pekalongan," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan, pemerintah daerah (Pemda) juga akan terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Candi 2019. "Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan akan diterjunkan untuk membantu dalam operasi ini," ungkapnya.
Menurut Bupati Asip secara umum kondisi di wilayah Kabupaten Pekalongan aman. Tidak hanya itu, pihaknya juga menyiapkan infrastruktur pendukung seperti jalan alternatif. "Kondisi di Kabupaten Pekalongan, baik di pasar dan pemukiman secara keseluruhan aman. Bahkan H-8 Lebaran, harga kebutuhan pokok di pasar-pasar masih terjaga," tambahnya.
Dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2019 tersebut Polres Pekalongan memusnahkan 1.725 botol minuman keras (miras). Botol miras yang dilindas dengan kendaraan alat berat merupakan hasil kegiatan Kepolisian yang ditingkatkan di Kabupaten Pekalongan bertepatan menyambut Ramadhan 2019.
"Pemusnahan miras ini adalah hasil Kepolisian yang ditingkatkan yang dilakukan sejak dua bulan yang lalu, tidak hanya miras pabrikan ada juga miras tradisional dan oplosan yang hari ini kita musnahkan,"kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan.
Operasi miras tidak hanya digelar saat Ramadhan saja, namun kegiatan akan terus dilaksanakan berkelanjutan. Menurutnya, tidak hanya miras, operasi peredaran dan penggunaan narkoba juga terus ditingkatkan. "Jika miras dan narkoba tidak diawasi dengan baik, dan tidak ada penindakan yang serius, maka akan berdampak buruk pada lingkungan dan kehidupan masyarakat," ungkapnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Wiradesa dan Gudang Bulog Bondansari Wiradesa memantau ketersediaan dan stabilitas bahan pokok menjelang Lebaran, Senin (27/5/2019).
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menargetkan infrastruktur berupa jalan di daerah atas atau wilayah pegunungan Kota Santri mulus pada tahun 2020. Demikian disampaikan dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama Tokoh Masyarakat Kabupaten Pekalongan bersama Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH ,M.Si di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Minggu (26/5/2019) malam.
KAJEN - Menjelang Lebaran 2019, atlet dan pelatih peraih medali di ajang Porprov Jateng 2018 tampak bahagia. Pasalnya, mereka mendapatkan bonus besar dari Pemkab Pekalongan.
KAJEN - Dalam upaya mengendalikan kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) pada saat bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Pekalongan bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar Pasar Murah Rakyat dan Bhakti Sosial, Minggu (26/5/2019) di halaman Mushola Nurul Janah Desa Kertijayan Kecamatan Buaran.
KAJEN - Sebanyak 825 petugas marbot masjid yang ada di Kabupaten Pekalongan mendapatkan bantuan uang pembinaan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi. Masing masing marbot masjid mendapatkan bantuan uang pembinaan masing masing sebesar 1 juta rupiah atau jika ditotal untuk se Kabupaten Pekalongan 825 juta rupiah.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan mengadakan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understading-tentang pengembangan ekonomi kreatif , di Kantor Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (24/5/2019) lalu
KAJEN - Sejarah Al-quran atau kitab-kitab suci tidak akan terlepas dari penguasanya. Oleh karena itu, kitab suci itu bisa beredar atau tidak tergantung dari penguasanya. Pada awal abad Islam pertama merupakan masa-masa kejayaan qoriah. Dahulu orang membaca quran sesuai dengan versi awal Islam berkembang. Namun, sekarang sudah ada keseragaman , sehingga orang-orang Islam di dunia sudah sama dalam membaca al quran sesuai standar mushaf yang sama.
Tak hanya melakukan sidak, bupati yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si., Kepala Dinperindagkop UKM HB. Riyantono, Kepala Bappeda Litbang Ir. Bambang Irianto, M.Si., Kepala Dinkominfo Anis Rosidi, SH.,M.Si dan pejabat Pemkab juga sekaligus mensosialisasikan kepada pedagang dan pembeli terkait produk makanan yang aman dari bahan berbahaya seperti formalin.
"Kami ingin mengetahui langsung ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran, termasuk harganya di pasaran apakah mengalami kenaikan atau masih stabil," ujar Bupati.
Bupati mengatakan, hasil sidak lapangan diketahui ketersediaan seluruh komoditas bahan pokok mencukupi sehingga menjelang Lebaran dipastikan aman dan tidak kekurangan stok. Sementara, lanjut dia, harga hampir seluruh komoditas stabil dan tidak mengalami kenaikan berarti dan seluruhnya sudah terdata di Kantor Dinperindag.
"Harapan kami, ketersediaan barang mencukupi sehingga tidak berdampak terhadap kenaikan harga meski pun bisa dipastikan permintaan meningkat jelang Idul Fitri," pungkasnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan).
"Masyarakat di daerah atas seperti Kandangserang, Lebakbarang jangan khawatir. Nanti 2020 insya Allah jalan di daerah atas akan mulus," katanya.
Sehubungan dengan infrastruktur perekonomian Pemkab Pekalongan sudah membangun enam pasar dalam tiga tahun terakhir. Selanjutnya program peningkatan hasil panen tanaman padi di daerah atas juga sudah menunjukkan hasil positif. Biasanya, kata bupati, hasil panen per hektare sawah tanaman padi hanya bisa menghasilkan 3 ton, pada tahun 2018 hasil panennya sudah mencapai 6 ton.
"Saya juga ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas peranannya menurunkan angka kemiskinan. Penurunan angka kemiskinan dari sekitar 12,98 persen sekarang turun menjadi 10,06 persen," ujar Bupati.
Di samping ada penurunan angka kemiskinan, selama tiga tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan juga menunjukkan angka positif pada posisi 5,35. Angka ini, lanjut bupati di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional pada posisi 5,17.
Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pekalongan, Bisri Romly yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PKB pada kesempatan menghadiri acara tersebut mengapresiasi positif atas capaian prestasi pembangunan selama tiga tahun terakhir ini.
Terutama keberhasilan peningkatan hasil panen lahan pertanian sawah tanaman padi di daerah atas yang tadinya satu hektar hanya 3 ton, sekarang bisa mencapai 6 ton. "Mudah-mudahan pak bupati bisa terus menjadi pemimpin yang bagus," katanya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Untuk atlet peraih medali emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih medali perak Rp 30 juta, dan atlet peraih medali perunggu mendapatkan bonus Rp 20 juta.
Sementara itu, untuk pelatih yang atletnya berhasil meraih medali emas mendapat bonus Rp 20 juta, pelatih dengan medali perak Rp 15 juta, dan pelatih dengan medali perunggu dapat bonus Rp 12,5 juta.
Bonus diberikan secara langsung oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si di Wars Coffee and Resto, sekaligus buka bersama dengan atlet, pelatih, dan pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, Sabtu (25/5/2019) petang.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai buka bersama mengatakan, pemberian bonus tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada para atlet yang berprestasi di Porprov Jateng tahun 2018. Menurutnya, Kabupaten Pekalongan dalam Porprov 2018 menempati peringkat ke-28.
Dikatakan, untuk atlet peraih emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, peraih perak Rp 30 juta, dan peraih perunggu Rp 20 juta. Penghargaan juga diberikan kepada para pelatihnya. "Dengan bonus ini semoga bisa mendorong lagi atlet ini untuk berprestasi, mengangkat nama baik Kabupaten Pekalongan," harap Bupati.
Disinggung soal sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Pekalongan, Asip menyatakan, pemkab tengah mengusulkan pembangunan gedung olahraga (GOR) di Desa Madukaran, Kecamatan Kedungwuni. Lokasi GOR ini direncanakan bersebelahan dengan Gedung UMKM. Menurutnya, anggaran untuk pembangunan GOR tersebut sekitar Rp 30 miliar.
"Sudah jadi semua, tinggal kita mencari skema pembiayaannya. Tanah sudah ada, gambar sudah jadi, dan tengah kita usulkan ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan ini kita dapat dari pemerintah pusat, tapi ini kita siapkan beberapa skemanya untuk pendanaannya," terang Bupati.
Selain rencana membangun GOR, Pemda juga berencana merevitalisasi Stadion Widya Mandala Krida Kedungwuni. Selain itu, Pemkab Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga berkuda yang lapangannya dipusatkan di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni.
"Yang lebih penting nanti ada revitalsasi Stadion Kedungwuni dalam jangka menengah-panjang, karena itu menjadi keharusan bagi kita. Jadi sarana prasarana kita tingkatkan. Kabupaten Pekalongan juga akan membuka cabang olahraga Pordasi, Persatuan Olahraga Berkuda, di Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni. Pacuan ini akan kita launching habis Lebaran," imbuh Bupati.
Sekretaris Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Bambang Supriyadi, menambahkan, bonus tersebut merupakan bentuk kesepakatan bersama pemda dengan KONI. Disebutkan, atlet peraih medali emas dapat Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta.
"Sore ini cash. Ada kategori beregu dan perorangan, emas Rp 50 juta, perak Rp 30 juta, dan perunggu Rp 20 juta. Pelatih yang mendapat emas dapat Rp 20 juta, perak Rp 15 juta, dan perunggu Rp 12,5 juta. Dalam Porprov kita dapat 5 emas, 3 perak, dan 10 perunggu. Dibandingkan tahun lalu prestasinya meningkat," katanya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kegiatan dibuka Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan dihadiri oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pekalongan terkait, Camat Buaran beserta para Muspika, Kepala Desa Kertijayan beserta para perangkatnya, para pimpinan Bank Jateng Cabang Kajen, PD BPR BKK Kabupaten Pekalongan, PD BKK Kajen, Perumda Air Minum Tirta Kajen dan Hiswana Migas serta para tokoh agama dan masyarakat.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan pasar murah rakyat tahun 2019 merupakan implementasi kegiatan TPID Kabupaten Pekalongan dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) terutama moment bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.
“TPID Kabupaten Pekalongan bersama BUMD dalam rangka mengantisipasi lonjakan inflasi terutama pada bulan puasa ini terutama pada kebutuhan konsumtif seperti minyak goreng dan lain-lain, maka kita pada hari ini Minggu (26/5/2019) mengadakan operasi pasar di Desa Kertijayan Kecamatan Buaran sebanyak 1000 paket,” kata Bupati.
Dijelaskan, paket yang berisi delapan kepokmas dengan harga per paketnya Rp 100.000, masyarakat hanya membayar 60% atau Rp 60.000, sementara yang 40% atau Rp 40.000 disubsidi oleh BUMD.
“Pasar murah rakyat ini juga didukung dengan penyediaan kebutuhan pokok penting lainnya yaitu gas LPG 3 kilogram subsidi sebanyak 560 tabung, dengan harga Rp 15.500 per tabung dari Hiswana Migas Kabupaten Pekalongan,” terang Bupati.
Orang nomor satu di Kota Santri itu mengungkapkan bahwa kegiatan pasar murah adalah bentuk kepedulian dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk melakukan langsung intervensi pasar ke basis-basis masyarakat dengan harapan dapat mengurangi nilai belanja masyarakat untuk kepentingan lainnya. “Dengan kegiatan seperti ini masyarakat bisa mendapatkan pengurangan dari belanja seharusnya,” ungkapnya.
Bupati meyakinkan bahwa pihaknya akan memasifkan kegiatan serupa ke depannya. “Kegiatan seperti ini akan kita masifkan. Saya punya gagasan, ke depan tiap desa dengan kemampuan keuangan yang dimiliki, setiap bulan puasa harus mengadakan pasar murah desa. Pasar murah desa ini penting, diinisiasi oleh desa dan BUMDes. Khusus untuk golongan masyarakat tertentu, mereka dapat memperoleh sembilan bahan pokok dengan harga subsidi. Dengan demikian maka beban masyarakat akan berkurang,” tandas Bupati.
Sementara itu, Hari Suminto, SH.,MH, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pekalongan dalam laporannya menyampaikan bahwa ada 1000 paket sembako senilai 100 ribu rupiah yang dibagikan untuk masyarakat yang sudah mendapatkan kupon. Berisi ada 17 item barang, masyarakat hanya membayar 60% sisanya dibantu oleh pemkab dan BUMD sehingga sangat menguntungkan masyarakat.
“Isi paket sembako tersebut meliputi beras premium 2,5 kg, minyak goreng kemasan 1 liter, gula pasir 1 kg, mie instan goreng 5 bungkus, sirup botol 1 buah, teh dan kecap, dan tepung terigu 1 kg. Ada juga 560 tabung gas LPG 3 Kg subsidi seharga 15.500 rupiah pertabung dari hiswana migas Kabupaten Pekalongan yang biasanya dipasaran seharga 20 ribu rupiah,” terangnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Kegiatan dilaksanakan di aula lantai 1 Kajen dengan dihadiri oleh Ketua DPRD hj. Hindun, SE, Kabupaten Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf Arfan Johan Wihananto,Ketua KEmenag KH. Kasiman Mahmud Desky, M.Ag serta para OPD di lingkungan Kabupaten Pekalongan (23/5).
Dalam sambutannya Bupati Pekalongan H.Asip Kholbihi menyampaikan terima kasih kepada para petugas Marbot masjid atas pengabdiannya dalam tetap menjaga masjid agar tetap suci dan bersih serta meramaikan masjid.” Karena masjid selain bersih harus dijaga pula kesuciannya, dan petugas marbotlah yang berperan penting “ terang Bupati.
Ia menyampaikan bahwa Alloh SWT sudah membuat takdir masing-masing manusia sesuai keadaan kita sekarang. Takdir itu diwujudkan dalam pengabdian seperti halnya kita sebagai marbot, ASN , Bupati dan lain sebagainya. “Semoga takdir yang telah Allah tetapkan kepada kita dapat memberikan berkah kepada kita semua sehingga kita semua dapat selamat dunia akhirat, barokah rejekinya , soleh dan soleha puta putrinya serta yang paling penting adalah kita tetap terjaga ketetapan iman dan Islamnya” tandas Bupati.
Beliau juga meminta doa kepada seluruh marbot supaya penyelenggara pemerintah Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan lahir batin untuk mewujudkan amanah dari Allh SWT dan amanah dari seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan . Adapun amanah tersebut yaitu : amanah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat menghadirkan pembangunan yang baik , menghadirkan program-program yang InsyaAllah dapat menjadi bekal kita untuk hidup .(red)
Penandatanganan MoU tersebut dalam rangka meningkatkan peran Pemerintah Daerah untuk mengembangkan ekonomi kreatif sebagaimana yang telah diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 142 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional Tahun 2018-2025, serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dengan Badan Ekonomi Kreatif guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan menguatkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
Adapun ranah kegiatan yang rencananya akan dilakukan secara kolaboratif adalah Workshop Batik Warna Alam; Workshop Kerajinan Kayu Pinus; Workshop Kerajinan Bambu; Workshop Desain Batik dan Fashion; serta Workshop Manajemen dan Pemasaran Berbasis Revolusi Industri 4.0 serta dimungkinkan kegiatan lain yang dipandang perlu untuk pengembangan ekonomi .
Bupati Asip Kholbihi menyampaikan berbagai ikon telah melekat pada nama Kabupaten Pekalongan merupakan peluang untuk memberikan nilai tambah produk yang berdaya jual tinggi.
“Di Kabupaten Pekalongan produk industri pakaian jadi memiliki 4.740 IKM dan industri tekstil mencapi 957 IKM. Kami baru mampu menjadi dapur industri tekstil Indonesia. Dengan sentuhan kreativitas, inovasi dan nilai tambah diharapkan Kabupaten Pekalongan menjadi kiblat industri batik Indonesia bahkan dunia,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, mengoptimalkan dan memberikan nilai tambah menjadi sebuah keharusan dalam memenangkan persaingan, yang tentunya hal tersebut tidak dapat dilakukan secara mandiri. Kerjasama antara berbagai elemen untuk saling menguatkan, mengisi dan berkolaborasi semakin memantapkan posisi tawar.
“Peran Pemerintah sebagai regulator, fasilitator dan akselerator dalam pengembangan ekraf, membuat Bekraf menggandeng Pemda sebagai kepanjangan tangan, mengingat Bekraf belum memiliki perwakilan di daerah,” kata Bupati.
Sementara Deputi Hubungan Antar lembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu Sulistianti menyampaikan saat ini Bekraf sudah bekerjasama dengan 66 Pemda dan 50 Asosiasi/Komunitas.
“Banyaknya permohonan MoU ini menunjukkan tingginya komitmen pemda untuk mengembangkan ekraf di daerah masing-masing. Oleh karenaitu, Bekraf sangat menyambut positif dan berupaya mengakomodir kebutuhan daerah,“ imbuhnya.
Penandatangan MoU diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif Kabupaten Pekalongan.“Kreatif ya Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Pekalongan ya Kreatif”.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
“Oleh karena itu, kita harus mengambil hikmah kenapa bisa muncul dan lahir sebuah kitab suci yang tingkat kesepahamanya itu diakui oleh hampir seluruh umat Islam dunia. Dan hal ini terjadi karena ijtihad,“ ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Al-Muhtarom, Selasa (21/5/2019) malam.
Kata Bupati, Nuzulul Quran adalah sebagai titik balik peradaban manusia saat mengalami masa kekosongan yang panjang. Yang menurut keterangan ahli tafsir 5000 tahun diukur dari nabi Adam sampai nabi Isa dan 2000 tahun diukur dari nabi Isa sampai sekarang. Dan pada masa-masa kekosongan sehingga peradaban manusia jauh dari nilai-nilai idealitas kemanusiaan atau idealitas yang lainya.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bagaimana kita membumikan quran agar ini menjadi spirit pembangunan Kabupaten Pekalongan agar lebih baik lagi adalah dengan melakukan usaha atau ikhtiar. Dan menurut beliau Pemkab Pekalongan sudah melakukan ikhtiar,pertama adalah pada tanggal 24 Oktober 2018 sudah melaunching kampung quran di Kecamatan Kedungwuni yang diarahkan agar nanti bisa dikembangkan di masyarakat lagi seperti tilawah dll. Sehingga melengkapi tradisi-tradisi kajian islam secara eksklusif oleh para ustad para kiyai di pondok pesantren , di madrasah-madrasah dan di TPQ-TPQ.
Selain itu menurut beliau sudah menyaksikan launching salah satu metodologi membaca quran yang diinisiasi oleh seorang ahli quran Indoneaia yaitu alm.KH Arwani Kudus, yang sangat memahami Al-quran dan menciptakan metodologi cepat dan benar.
Dan ini tentu memberikan kesempatan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan untuk memahami ilmu quran baik dari segi tajwidnya , cara membacanya,syukur-syukur nanti meningkat pada tafsirnya. “ Karena quran ini tidak bisa dipahami secara sembarangan, kami juga ikhtiar dan mendorong penuh agar kajian-kajian quran berkembang dengan baik.
Menurut beliau Kabupaten Pekalongan kaya sekali dengan orang-orang yang pandai dalam bidang agama dan ini merupakan warisan nenek moyang kita.
Menurut Penelitian dari Gus Milal dan timnya Islam masuk ke Pekalongan sejak zaman sahabat. Kabupaten Pekalongan adalah salah satu pusat atau pusaran pengembangan Islam khususnya Jawa bagian utara.
Islamnya Kabupaten Pekalongan itulah Islamnya orang-orangnya Islam sejak awal. Dan menurut Gus Dur saat napak tilas di Kabupaten Pekalongan, Islam masuk ke Kabupaten Pekalongan 700 tahun sebelum walisongo. Dan menurut beliau sebagai generasi panjang keislaman, kita perlu mengembangkan paradigma keislaman maupun gerakan agar masyarakat Kabupaten Pekalongan tidak buta quran.(red)
Gandeng Undip, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi Inisiasi Pembangunan Laboratorium Kebangsaan
- Menuju Indonesia Maju dari Kota Santri Pekalongan
KAJEN - Pesatnya pembangunan di Kabupaten Pekalongan beberapa tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Bupati KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si dan Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, menjadikan tingkat keilmuan masyarakat terus berkembang dengan munculnya banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
Hal ini memunculkan semangat Pemerintah Kabupaten Pekalongan, untuk Menuju Indonesia Maju dari Kota Santri Pekalongan. Semangat tersebut membuat Bupati Pekalongan menginisiasi pembangunan laboratorium kebangsaan di Kabupaten Pekalongan. Rencananya pembangunan laboratorium ini menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) untuk mewujudkan laboratorium yang merupakan satu-satunya di Indonesia.
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si mengatakan laboratorium tersebut akan membuat kegiatan-kegiatan yang bersifat memupuk rasa nasionalisme, cinta tanah air, patriotisme, serta hidup berpola pada nilai-nilai pancasila untuk ditanamkan pada generasi milenial.
"Sasaran kita adalah kaum milinelial sebagai generasi penerus bangsa. Dengan tujuan agar mereka paham tentang idiologi berbangsa dan bernegara. Jadi nanti akan ditanamkan sejak dini sejak SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, bahkan sampai pondok pesantren,” kata Bupati usai menghadiri buka puasa bersama dengan mahasiswa Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Diponegoro di Kabupaten Pekalongan, Rabu (22/5/2019).
Bupati Pekalongan yang juga merupakan dosen mata kuliah Pancasila di PSDKU Undip di Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa di laboratorium ini akan menjadi tempat untuk pemenuhan pembelajaran tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-undang Dasar (UUD) 1945, dan Pancasila.
"Masyarakat kita sekarang ini memang sudah pancasilais, tapi dengan laboratorium itu akan lebih dipupuk lagi rasa nasionalismenya, kemudian kegotong-royongan, serta nilai pancasila lebih ditingkatkan lagi," jelasnya.
Bupati juga menyebutkan pembangunan laboratorium tersebut merupakan hal penting dan akan segera direalisasikan, serta diluncurkan awal tahun 2020 mendatang.
Sementara itu, dr. Lilin Budiati, dosen mata kuliah Pendidikan Pancasila PSDKU Undip Kabupaten Pekalongan, menyebut bahwa inisasi Bupati Pekalongan merupakan sesuatu yang menarik karena laboratorium tersebut akan menjadi satu-satunya di Indonesia. "Ini adalah tekad kami yang sama-sama dosen mata kuliah pendidikan pancasila untuk memperkokoh nilai kebangsaan dan mempertahankannya melalui gerakan dari generasi milenial," tandasnya.
Menurut Lilin laboratorium ini akan merubah mindset atau pola pikir generasi milenial yang selama ini hanya bisa mengeluh dan mengatakan capek. "Dengan pola pikir semangat pancasila, bisa mendorong pembangunan di daerah, seperti berfikir bagaimana memajukan potensi yang ada, seperti UMKM dan lainnya," jelasnya.
Pihaknya juga menambahkan laboratorium kebangsaan merupakan entri point bagi kebijakan strategis di Indonesia, dan dasarnya adalah untuk mewujudkan Indonesia maju dari Kota Santri Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)