Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan gencarkan sosialisasi melalui media untuk perkuat pengawasan, peredaran rokok ilegal bersama Bea Cukai Tegal. Salah satunya dengan kegiatan Talkshow di LPPL Batik TV Pekalongan, Rabu (9/7/2025).
Sosialisasi dan Pengawasan ini menjadi prioritas seiring besarnya Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang diterima Kabupaten Pekalongan pada tahun ini, yaitu Rp14.484.418.000 lebih besar dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp13 Miliar. Hal tersebut diungkapkan Sekertaris Daerah Kabupaten Pekalongan, M Yulian Akbar pada Talkshow Sinau Cukai di Batik TV.
"Kabupaten Pekalongan termasuk menjadi salah satu Kabupaten yang menerima DBHCHT karena terdapat tiga Kecamatan Penghasil tembakau, Pemerintah menekankan, penggunaan dana ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena telah diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 72 Tahun 2024, menggantikan regulasi sebelumnya yakni PMK No. 215 Tahun 2021," terangnya.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Bea Cukai Tegal, Yuliarto, DBHCHT tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata dari pembelian rokok legal oleh masyarakat. Oleh karena itu, Pihaknya berkomitmen untuk mencegah peredaran rokok ilegal demi menjamin keberlangsungan manfaat dana tersebut untuk publik melalui berbagai kegiatan baik melalui media ataupun sosialisasi dan pengawasan secara langsung.
"Perlu kita sampaikan, 60 persen dari harga rokok legal disetor sebagai cukai untuk negara. Fungsi kami di Bea Cukai adalah membatasi peredaran rokok ilegal dan memastikan hanya rokok legal yang beredar," terangnya.
Ditambahkan Yuliarto, Peran aktif semua pihak dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam pengawasan ini, saat ini bea cukai juga tengah gencarkan pengawasan melalui media massa dan media sosial. Kami ajak masyarakat, untuk lebih peduli dan tidak tergiur dengan peredaran rokok polos.
Dikesempatan yang sama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pekalongan, Supriyadi menyampaikan, Sosialisasi yang telah dilakukan Dinkominfo selain secara langsung dengan menyasar berbagai komunitas juga melalui media massa dan media sosial. Kondisi tersebut sesuai dengan target sosialisasi sasaran.
"Untuk mendukung suksesnya pencegahan, peredaran rokok ilegal, kita sudah lakukan berbagai sosialisasi baik kegiatan langsung, seperti melibatkan komunitas seniman, mahasiswa, pecinta burung kicau dan masyarakat umum. Juga melalui Iklan layanan masyarakat yang kita tayangkan di LPPL Radio Kota Santri, Media Sosial dan Media Massa seperti sekarang ini," terangnya.
Kamis, 10 Juli 2025
KAJEN – Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pekalongan pada Selasa, 8 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Pekalongan ini bertujuan menggali masukan dan praktik baik sebagai bahan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah.
KAJEN – Dalam momentum peringatan Lebaran Yatim 10 Muharram 1447 H bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan pada Minggu (6/07/25) pagi. Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M menyampaikan inisiatif besar yang menyentuh hati. Sebanyak 300 anak yatim berkumpul dalam acara tersebut menerima santunan berupa paket sembako dan uang tunai. Bupati Fadia juga berencana meluncurkan “Kartu Khusus Anak Yatim".
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama DPRD Kabupaten Pekalongan secara resmi menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2025–2029. Kesepakatan tercapai dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Jumat (4/7/2025) yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir
KAJEN - Suasana hangat penuh keakraban mewarnai acara Pisah Sambut Komandan Kodim (Dandim) 0710 Kabupaten Pekalongan yang digelar pada Kamis (3/7) siang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Dalam momen tersebut, Bupati Pekalongan yang mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyampaikan apresiasi mendalam kepada Letkol Czi Rizky Aditya, S. Sos, M. Han. yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Dandim setelah mengabdi selama tiga tahun.
KAJEN - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Sumar Rosul, menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kemasyarakatan yang diinisiasi UIN KH. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Komitmen ini disampaikan saat menerima kunjungan rombongan LP2M UIN Gus Dur di ruang rapat DPRD, Kamis (3/7/2025).
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini diharapkan menjadi titik awal peningkatan produktivitas sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi para pegawai Kemenag melalui sektor perikanan.
Kepala Kemenag Kabupaten Pekalongan Dr. Drs. Ahmad Farid, M.Si, mengungkapkan bahwa kerja sama ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk membuka peluang alternatif pendapatan bagi para ASN dan pegawai di lingkungan Kemenag, sembari menyalurkan minat serta semangat belajar dalam hal budidaya ikan.
“Kami ingin para pegawai memiliki penghasilan tambahan dari sektor lain. Banyak dari mereka punya lahan dan keinginan, tapi belum punya ilmunya. Maka kami tidak ingin mencoba-coba tanpa dasar yang kuat. Melalui kerja sama ini, akan ada pelatihan teknis, pendampingan, sampai pemilihan bibit dan tempat budidaya yang tepat,” jelas Farid.
Ia menambahkan, Kemenag berharap MoU ini mampu membangkitkan semangat para pegawai untuk memanfaatkan potensi lahan yang dimiliki secara produktif, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan sehari-hari di rumah masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan Edy Prabowo, S.P, M.A.P, menyambut baik kerja sama ini dan menyebutnya sebagai langkah sinergis dalam meningkatkan produktivitas perikanan secara luas.
“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Kemenag. Produksi ikan di masa kini tidak bisa hanya mengandalkan pelaku utama. Kita perlu melibatkan berbagai pihak sebagai eksekutor. Jika ini dilakukan konsisten dan bertahap, dua tahun ke depan dampaknya bisa signifikan, bahkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan per kapita,” ujarnya.
Edy menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada rasa cinta terhadap dunia perikanan. “Kalau sudah cinta dengan ikan, semangatnya akan muncul. Potensinya ada, kemauan juga sudah terlihat. Tinggal kita kawal agar bisa berkembang dan mungkin saja menjadi sumber rezeki baru bagi keluarga-keluarga pegawai Kemenag,” tambahnya.
Edy juga menekankan bahwa pendekatan Dinlutkan bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan minat tiap individu. Tidak ada pemaksaan satu model usaha perikanan, melainkan memberi ruang seluas-luasnya bagi peminat di sektor berbeda dalam ekosistem perikanan.
“Kami tidak memaksakan harus begini-begitu. Kami lebih fokus pada apa yang dibutuhkan. Karena setiap orang berbeda. Ada yang tertarik budidayanya, kita dampingi teknisnya. Ada yang suka pengolahan, monggo kita siapkan pendampingannya. Ada yang ingin masuk ke sarana produksi, atau bahkan ingin fokus ke usaha pakan, kita siap mendampingi. Semua ada koridor teknisnya,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan dan pelatihan akan menjadi bagian penting dari kerja sama ini. “Tidak bisa hanya nandur atau memelihara ikan tanpa ilmu. Itu tidak efisien. Maka penyuluhan dan pendampingan kami siapkan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model sinergi antara institusi pemerintahan yang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga membentuk karakter ASN yang produktif dan mandiri di tengah tantangan zaman.
Kamis, 10 Juli 2025
Ketua Komisi E DPRD Jateng, Dr. Messy Widiastuti, M.A.R.S menyampaikan apresiasinya atas capaian Kabupaten Pekalongan dalam menurunkan angka kemiskinan. Menurutnya, awalnya rombongan hanya dijadwalkan berkunjung ke Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Namun karena ada waktu luang, pihaknya memutuskan untuk datang ke Kabupaten Pekalongan dan mendapatkan masukan yang sangat berharga.
"Ternyata, sambutan dari Pak Sekda luar biasa. Beliau memberikan banyak informasi dan masukan yang bermanfaat dalam perencanaan perda penanggulangan kemiskinan di Jawa Tengah," ungkap Messy.
Ia menambahkan, hasil kunjungan tersebut akan dibahas bersama tim ahli dan seluruh anggota Komisi E DPRD Jateng. "Laporan kunjungan ini akan kami gunakan sebagai dasar dalam menyusun kerangka awal Ranperda Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si menjelaskan bahwa sejak tahun 2020 Pemkab Pekalongan telah mengembangkan program Laboratorium Kemiskinan sebagai strategi penanggulangan kemiskinan berbasis kolaborasi multipihak atau hexa helix.
"Program ini terbukti efektif dan berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari Top 15 Inovasi Terbaik dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) nasional. Selain itu, kami juga memiliki inovasi KUDU SEKOLAH untuk menekan angka putus sekolah," ujar Siti.
Ia menyebutkan, angka kemiskinan di Kabupaten Pekalongan terus mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 13 persen pada 2020 menjadi 8,95 persen saat ini.
"Ini membuktikan bahwa program yang kami jalankan tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan, dari kepemimpinan bupati sebelumnya hingga saat ini. Kami berharap sinergi antara Pemprov dan Pemkab terus diperkuat demi menekan angka kemiskinan secara lebih luas," pungkasnya.
Rabu, 9 Juli 2025
Bupati menyatakan, anak-anak yatim yang hadir bukan sekadar peserta, melainkan anak-anak pilihan yang memiliki keistimewaan. “Ini bukan situasi yang diinginkan siapa pun, tapi anak-anak di sini adalah anak-anak yang dipilih oleh Allah. InsyaAllah, kalian semua anak-anak yang istimewa,” ungkapnya penuh haru.
Dalam kesempatan itu, ia menginstruksikan para camat untuk mendata anak-anak yatim yang benar-benar membutuhkan perhatian lebih. “Ada anak yatim yang secara ekonomi mampu, tapi banyak pula yang betul-betul perlu uluran tangan. Tolong bantu saya untuk mengetahui siapa saja mereka,” pesannya.
Salah satu terobosan yang disiapkan Pemkab Pekalongan adalah pembuatan Kartu Khusus Anak Yatim. Kartu ini dirancang sebagai akses prioritas dalam berbagai layanan, seperti kemudahan pendaftaran sekolah negeri (SD, SMP, SMA), bantuan pendidikan bagi anak berprestasi hingga jenjang perguruan tinggi, serta layanan kesehatan yang cepat dan mudah.
“Ini kartu istimewa. InsyaAllah akan kita wujudkan. Untuk sekolah harus dipermudah, berobat juga akan dipermudah. Dan kalau ada kendala, anak-anak yatim bisa langsung lapor ke saya,” tegas Bupati.
Ia juga mengajak anak-anak untuk tidak patah semangat dalam belajar, serta terus mendoakan orang tua mereka yang telah wafat dan para pemimpin daerah.
“Doa anak yatim itu langsung sampai ke langit, lebih cepat dari kilat. Doakan orang tua kalian, doakan juga pemimpin Kabupaten Pekalongan agar bisa membangun lebih baik lagi,” ujarnya.
Disampaikan pula oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pekalongan KH. Muhtarom bahwa kegiatan Lebaran Yatim 2025 ini BAZNAS memberikan santunan dengan total sekitar 71 juta rupiah yang diwujudkan dalam bentuk paket sembako dan uang tunai yang kemudian disalurkan kepada 300 anak yatim yang datanya didapat dari kecamatan.
"Harapannya semoga bisa meringankan dan membahagiakan anak-anak yatim pada hari ini," ujar Muhtarom dalam sambutannya.
Muhtarom juga menambahkan bahwa barangsiapa yang peduli dengan anak yatim maka akan berdampingan dengan Rasulullah di Surga, pungkasnya.
Senin, 7 Juli 2025
Bupati Pekalongan Hj Fadia Arafiq tandatangani MoU bersama Rektor Untag Semarang, Prof Suparno di Grha Kebangsaan Untag Semarang. Usai kegiatan, Bupati Fadia menyampaikan, Kerjasama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah berbasis pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pekalongan.
"Alhamdulillah hari ini kita menjalin kerjasama dengan Untag Semarang dalam rangka Tridharma Perguruan Tinggi. Kami Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat menyambut baik karena ini sejalan dengan komitmen kami untuk menghadirkan kebijakan yang berbasis data, riset, dan tentunya kolaborasi lintas sektor,” ujar Fadia.
Bupati berharap, Untag Semarang nantinya dapat hadir langsung di tengah masyarakat Kabupaten Pekalongan melalui berbagai kegiatan nyata yang berdampak positif, "Kami berharap ke depan, kegiatan-kegiatan Untag di Kabupaten Pekalongan, baik di bidang pendidikan, pelatihan, maupun pengabdian kepada masyarakat, bisa memberikan manfaat yang besar, memberikan solusi dan inovasi yang dibutuhkan, khususnya dalam peningkatan kualitas hidup dan pembangunan Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Selain Kabupaten Pekalongan, dalam kesempatan itu MoU juga dilakukan antara Untag Semarang dengan sejumlah daerah lainnya seperti Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Kendal.
Senin, 7 Juli 2025
Wakil Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S, M.S menyampaikan pesan dari Bupati Pekalongan bahwa penyusunan RPJMD Kabupaten Pekalongan dilakukan secara terkoordinasi dan selaras dengan RPJMD Provinsi Jawa Tengah serta RPJMN Tahun 2025–2029. Penyusunan dokumen tetap memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD Tahun 2021–2026, sebagai penjabaran dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030.
“Visi RPJMD Kabupaten Pekalongan 2025–2029 yang merupakan tahap awal dari RPJPD 2025–2045 adalah ‘Kabupaten Pekalongan yang Maju, Adil, dan Sejahtera," ujar Wakil Bupati
Selain itu, Wakil Bupati juga menyampaikan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (Perubahan KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafond Anggaran Sementara (Perubahan PPAS) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2025. Menurutnya, gambaran pelaksanaan APBD 2025 dapat dilihat dalam Laporan Realisasi Semester Pertama yang telah disusun dan dilaporkan bulan ini, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Wabup Sukirman menjelaskan perubahan tersebut dilatarbelakangi oleh dinamika yang tidak sepenuhnya sesuai dengan asumsi dalam KUA, seperti tidak tercapainya proyeksi pendapatan daerah, realisasi belanja yang melampaui atau tidak sesuai alokasi, serta perubahan sumber dan penggunaan pembiayaan daerah.
“Beberapa perubahan ini juga merujuk pada kebijakan terbaru dari pemerintah pusat,” tambahnya.
Adapun beberapa regulasi dan kebijakan nasional yang menjadi dasar perubahan tersebut antara lain, Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD, Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29 Tahun 2025 tentang penyesuaian alokasi transfer ke daerah, dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/833/SJ tanggal 23 Februari 2025 terkait penyesuaian pendapatan dan efisiensi belanja daerah.
"Melihat dinamika dan arahan kebijakan terbaru, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memandang perlu adanya perubahan APBD 2025, dimulai dari penetapan Perubahan RKPD, dilanjutkan dengan penyusunan Perubahan KUA dan PPAS, yang selanjutnya akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025,” pungkas Wabup.
Rapat ini dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, para Wakil Ketua DPRD, para Anggota Dewan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan, Staff Ahli Bupati, Asisten Sekda, Kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
Senin, 7 Juli 2025
Dalam kesempatan tersebut, sambutan hangat juga ditujukan kepada pejabat Dandim 0710 yang baru Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang, S. Sos. Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyambut dengan tangan terbuka, serta berharap kerja sama yang erat dapat terus terjalin untuk menjaga ketertiban dan keamanan wilayah yang terdiri dari 19 kecamatan dan 285 desa tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan Dr. Hj. Fadia Arafiq, S.E, M.M, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Letkol Rizky Aditya atas dedikasi dan kerjasama yang luar biasa selama memimpin Kodim 0710. Ia menyebut bahwa keberhasilan menjaga stabilitas dan kondusivitas di wilayah Pekalongan tak lepas dari peran aktif sang Dandim.
“Tiga tahun bukan waktu yang singkat. Terima kasih telah menjaga Kabupaten Pekalongan tetap aman dan kondusif. Doa kami menyertai Bapak dan keluarga, semoga karier terus melesat dan cita-cita segera tercapai,” ucapnya penuh haru.
Selain itu, permohonan maaf pun disampaikan atas segala kekurangan selama masa kerja sama, baik dari sisi komunikasi maupun pelayanan. Ia berharap tali silaturahmi akan terus terjaga meski Letkol Rizky sudah bertugas di tempat baru.
Bupati Fadia Arafiq dalam sambutannya menjelaskan Kondisi Kabupaten Pekalongan kepada Letkol Arm Ihalauw Garry sambil sedikit bercanda, Kabupaten Pekalongan ini aman dan kondusif hanya saja pada saat pilkada butuh kerja ekstra.
“Kabupaten Pekalongan ini adem ayem, masyarakatnya sopan, sangat kondusif. Hanya kadang bikin kaget saat pilkada saja, tapi setelah itu aman kembali. Tantangan itu wajar, supaya para calon lebih bersemangat,” ujar Bupati Fadia sambil sedikit bercanda.
Ia juga mengingatkan bahwa wilayah Kodim 0710 meliputi dua wilayah, yakni Kabupaten dan Kota Pekalongan, yang memerlukan manajemen kepemimpinan yang bijaksana. Namun, ia optimis bahwa komandan baru mampu membagi waktu dan perhatian dengan adil dan profesional.
Tak lupa, ia menyinggung kejadian bencana di wilayah Petung pada masa kepemimpinan Letkol Rizky Aditya, yang ditangani dengan sigap dan berhasil menemukan seluruh korban.
“Semoga bencana itu menjadi yang pertama dan terakhir. Dengan kepemimpinan Pak Dandim yang baru, kita berharap komunikasi semakin erat dan kerjasama semakin kuat.”
Letkol Infanteri Rizky Aditya sekarang ini akan menjalani tugas barunya sebagai Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad memohon diri dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerjasama selama dirinya menjadi Komandan Kodim 0710/Pekalongan.
"Saya memohon maaf secara pribadi dan mewakili keluarga, apabila selama berinteraksi di sini terdapat salah ucap atau salah tindak kepada Bapak-Ibu sekalian," ujar beliau. "Kami mohon maaf dan sekaligus mohon diri. Kami memohon restunya untuk melanjutkan tugas di satuan baru sebagai Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad, kembali ke satuan asal yaitu Kostrad, guna bersiap kembali untuk berlatih dan bertempur."
Lanjut Letkol Rizky Aditya dirinya mengungkapkan setelah tiga tahun beristirahat di Pekalongan, dirasa sudah cukup, kini saatnya kembali menjalankan kembali ke satuan lamaa. Letkol Rizky memohon doanya, semoga dirinya diberikan kelancaran dalam berlatih dan bertugas, dan semoga semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT.
Kemudian Komandan Kodim ke-25 Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang memohon doa restu untuk menjalankan tugas barunya di Pekalongan dan siap berkoordinasi dengan seluruh pihak demi menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Pekalongan.
"Selanjutnya kami mohon doa restu selama melaksanakan amanah jabatan sebagai Komandan Kodim 0710. Tentunya, kami akan banyak berkomunikasi. Apabila kami masih bingung atau belum memahami sesuatu, kami mohon izin untuk bisa berkomunikasi dengan beberapa perangkat terkait, dan mohon kiranya kami diarahkan. Kami menyadari masih banyak hal yang perlu kami pelajari dan ilhamkan. Kebijakan-kebijakan baik dari Komandan Kodim sebelumnya akan kami lanjutkan, bahkan kami tingkatkan. Kami siap melaksanakan tugas, mendukung, dan memajukan semua kegiatan yang ada di Kabupaten Pekalongan." pungkasnya.
Jumat, 4 Juli 2025
“Alhamdulillah hari ini selesai kegiatan RDP. Kami menerima tamu dari UIN Gus Dur. Ini juga bagian dari masyarakat kita karena UIN Gus Dur berada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Mereka adalah bagian dari keluarga kita sendiri yang tentu punya harapan untuk bersama-sama memajukan dan mengembangkan Kabupaten Pekalongan. Output-nya tentu juga untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ujar Sumar Rosul.
Sumar menilai, sejumlah program yang disampaikan pihak kampus, mulai dari pengelolaan sampah, pembangunan desa moderasi beragama, hingga pelestarian lingkungan dan rempah-rempah lokal, sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. Desa Linggoasri, misalnya, telah meraih peringkat kedelapan nasional dalam program moderasi beragama, dan diusulkan sebagai percontohan tingkat dunia.
“Yang paling mungkin dan segera itu soal pengelolaan sampah. Yang kedua, untuk desa moderasi beragama di Linggoasri, nanti akan kita dorong menjadi raperda inisiatif DPRD,” tegasnya
Ia juga menekankan pentingnya peran kampus dalam membantu desa menyusun peraturan desa (perdes) yang sering kali terkendala sumber daya.
“Khusus untuk UIN, saya sudah pesankan untuk bersilaturahmi juga dengan pemerintah daerah, dengan Ibu Bupati dan jajarannya. Banyak desa masih kesulitan membuat draf perdes. Ini perlu dibantu lewat naskah akademik dari UIN Gus Dur,” lanjut Sumar.
Sementara itu, Ketua LP2M UIN Gus Dur, Prof. Dr. Moh. Sugeng Sholehuddin, mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan dari DPRD. Ia menyebut, UIN Gus Dur berkomitmen memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program-program sosial berbasis riset dan pemberdayaan.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa diterima oleh Bapak Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Pak Haji Sumar Rosul. Kami berdiskusi, saling mendengarkan, menyamakan persepsi dan pendapat untuk menyatukan visi terkait program-program kemasyarakatan di Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Beberapa program strategis UIN Gus Dur yang tengah dikembangkan antara lain penanganan stunting, koperasi Merah Putih, pembangunan Tugu Pancasila, hingga pengembangan komoditas rempah seperti cabai jawa sebagai ikon lokal Pekalongan.
“Kami ingin menjadikan cabai jawa sebagai ikon Kabupaten Pekalongan. Tanaman ini punya khasiat luar biasa, tapi belum banyak dipasarkan secara luas. Padahal ini milik orang Jawa dan menjadi warisan lokal yang layak diangkat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, UIN Gus Dur juga telah mengerahkan 1.250 mahasiswa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di berbagai desa di Kabupaten Pekalongan.
“Dengan adanya program sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah lewat DPRD, kami ingin menunjukkan bahwa kami benar-benar bekerja dan mencintai masyarakat Kabupaten Pekalongan. Kami berharap sinergi ini tidak berhenti, tidak ada kata penutupan, yang ada hanyalah pembukaan,” pungkasnya
Jumat, 4 Juli 2025
Upacara serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Jamaluddin, S.IP., M.I.P.bertempat di Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Selasa (1/7/2025)
Letkol Inf Rizki Aditya, selanjutnya menjabat Wakil Asisten Teritorial Divisi 2 Kostrad sedangkan penggantinya Letkol Inf Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang sebelumnya menjabat Danyon Armed 1/Ajusta Yudha Kostrad.
Adapun serah terima jabatan di Kodim 0710/Pekalongan dilaksanakan pada hari Rabu 2 Juli 2025.
Letkol Inf Rizky Aditya, selesai melaksanakan tradisi lepas sambut masuk satuan menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh anggota yang sudah bekerja sama selama berdinas di satuan Kodim 0710/Pekalongan selama kurang lebih 3 tahun.
“ Selaku manusia biasa saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya sekaligus apresiasi yang setingi-tingginya atas kerjasama yang baik selama bertugas di Kodim 0710/Pekalongan”, Terangnya.
Ia juga menyampaikan untuk selalu menjaga hubungan yang sudah terjalin baik selama ini sehingga dapat terus dipertahankan dan dijaga.
Sementara itu, Letkol Inf Letkol Arm Ihalauw Garry Herlambang sebagai Dandim baru menyampaikan apresiasi atas sambutan yang dilaksanakan serta melaksanakan perkenalan kepada seluruh prajurit.
“ Saya menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas sambutan yang luar bisa dari seluruh prajurit, mudah-mudahan saya bisa membawa satuan Kodim 0710/Pekalongan ini menjadi lebih baik lagi kedepanya.”tandasnya.
Jumat, 4 Juli 2025