Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
Selasa, 28 April 2020
KAJEN - Pemerintah Kabupaten Pekalongan melakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh agama Kabupaten Pekalongan, yakni Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Drs. H. Suhaimi, M.Si, Ketua Pimpinan Cabang NU (PCNU) KH. Muslih Khudori, Ketua LDII H. Umar Wiyarto, SH, Pengurus Daerah Rifa’iyah H. Ikhsanuddin, S, Pd.i, serta Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Drs. H. Mulyono Kastari, dan bersepakat Bersama berkaitan dengan persamaan persepsi terkait peribadatan ditengah pandemi covid 19, di aula setda pada Kamis (23/4).
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, SH,M,Si menjelaskan, untuk yang masih menjalankan sholat jema’ah, pemkab akan melakukan secara persuasif dengan menunjukkan data zona perdesa. “Kemudian realita lapangan, yang masih mendirikan sholat jema’ah, akan dilakukan secara persuasif dengan menunjukkan data zona perdesa, supaya tidak timbul masalah baru.
Masalah utama di Kabupaten Pekalongan adalah mencegah penyebaran virus corona.” Jelas Bupati.
Acara yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH, Wakil Bupati Ir. Arini Harimurti, Komandan KODIM 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan W, S.IP. MMs, Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, S.AK, M.Si. menghasilkan kesepakatan bersama agar gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Pekalongan segera mensosialisasikan dan menginformasikan ke seluruh kecamatan sampai posko-posko desa se-Kabupaten Pekalongan terkait kesepakatan pada hari Selasa (23/4) dan maklumat Bupati Pekalongan terkait ketentuan pelaksanaan ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid19.
Selain itu, dengan memperhatikan updating zonasi/mapping penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan, agar seluruh organisasi keagamaan baik ditingkat Kabupaten, Kecamatan, maupun Desa segera melaksanakan dan menta’ati maklumat yang telah dikeluarkan oleh Bupati Pekalongan terkait dengan ketentuan pelaksanaan ibadah dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Kamis, 23 April 2020
KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi,SH.M.Si.,menyerahkan bantuan bahan pangan bagi masyarakat terdampak covid 19 se Kabupaten Pekalongan yang bersumber dari Dana APBD kab Pekalongan tahun 2020 di Kecamatan Paninggaran. Sebanyak 2.502 paket sembako untuk wilayah kecamatan Paninggaran diserahkan oleh Bupati Asip Kholbihi.
Senin, 20 April 2020
Kamis, 16 April 2020
KAJEN - Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pekalongan dinyatakan terjangkit virus corona atau Covid-19 merupakan salah satu kepala OPD Kabupaten Pekalongan. "Hasil tracking, pasien habis jemput anaknya di bandara karena pulang dari Bali. Setelah dilakukan tes anaknya juga dinyatakan positif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setyawan Dwiantoro saat melakukan press conference di aula Dinkominfo setempat, Kamis (16/4/2020)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan siapkan 73.000 paket sembako bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19. Paket sembako tersebut akan didistribusikan dua kali, yaitu di bulan April dan Mei. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si. saat ditemui pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, di Kantor Dindikbud Kabupaten Pekalongan pada hari Rabu (15/4/2020).
Kemudian apabila masih ada tempat-tempat ibadah yang tetap menyelenggarakan peribadatan yang tidak sesuai dengan isi maklumat untuk segera diadakan pendekatan persuasif dengan pengurus demi untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas masyarakat.
Supaya tidak terjadi miss komunikasi antara kebijakan pemerintah dengan basis kultur masyarakat sehingga perlu adanya sosialisasi yang akan dilakukan oleh seluruh komponen, baik dari dinas kesehatan, posko, aparatur pemerintahan, dan tokoh-tokoh agama.
Diharapkan nantinya seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan akan saling pengertian untuk bisa menyongsong Ramadhan 1441 Hijriyah(red)
Publisher : aris
Bantuan paket sembako ini disalurkan sebagai wujud pelaksanakan program jaring pengaman sosial untuk membantu warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19.
‘’ Kita bagi kali ini di Kecamatan Paninggaran, sebanyak 2.502 paket sembako yang berisi beras,kacang hijau,kemudian gula dan sarden untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Dalam kesempatanya kali ini bupati menegaskan bahwa bantuan sembako dari Pemkab Pekalongan ini wajib dibagikan secara langsung oleh para kepala desa ,supaya kepala desa bisa mengetahui secara langsung kondisi warganya.
‘’ tadi saya memerintahkan kepala desa untuk antar sendiri ke warga sekaligus untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi di rumah warganya,barangkali ada yang sakit,ada sesuatu yang perlu dibantu lebih.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Asip Kholbihi berharap dengan para kepala desa sendiri yang mengantarkan bantuan ke rumah warganya itu bisa sekaligus mengupdate data untuk form SPJ karena ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.
‘’disamping itu untuk update form spj yang harus dibuat oleh kepala desa,karena setidaknya ada tujuh skema bantuan yang akan masuk ke desa.’’
Dengan hasil update data tersebut, bupati Asip mengatakan bahwa itu akan menjadi modal dalam melakukan evaluasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, sehingga tidak ada warga yang tidak menerima bantuan.
‘’ nah,datanya ini harus update,maka sangat penting instruksi pada para kepala desa sambil menyerahkan bantuan dari Pemkab Pekalongan dengan menyampaikan yang pertama adalah mendoakan supaya musibah ini cepat berlalu,yang kedua adalah untuk mengetahui secara pasti kondisi real desa masing-masing.’’
‘’kalau dengan skema tujuh itu saya yakin semua sudah berlapis,tetapi kalau pendataan tidak akurat,maka sebagian masyarakat kita akan menjadi korban. Jangan sampai ini terjadi, seperti di daerah-daerah lain yang sebagian masyarakatnya tidak mendapatkan.’’ Kata Bupati Asip. ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 22 April 2020
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 hari ini mulai melakukan program bantuan sembako dalam rangka jaring pengaman sosial untuk warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak pandemi Covid-19. Kegiatan bantuan ini mulai dilakukan di Kecamatan Wonoperinggo dengan membagikan 3.519 paket sembako pada hari ini, Senin (20/4/2020).
Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH.M.Si, yang sekaligus menjadi ketua tim gugus tugas Covid-19 Kabupaten Pekalongan menyatakan,’’ Hari ini kita memulai program bantuan sembako dalam rangka jaring pengaman sosial untuk Kabupaten Pekalongan yang kita awali di Kecamatan Wonopringgo dengan membagikan 3.519 paket sembako untuk tahap pertama.’’.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip menyerahkan langsung bantuan paket sembako di Kecamatan Wonopringgo untuk kemudian akan didistribusikan oleh para kepala desa secara langsung ke masing-masing rumah warga yang terdampak Covid-19.
‘’Saya berharap untuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan ini, para kepala desa untuk langsung mendatangi warga ke rumahnya masing-masing, sekaligus mengecek kondisi warga.Sehingga para kepala desa tahu persis kondisi warganya seperti apa.’’ Kata Bupati Asip Kholbihi.
Kemudian Bupati Asip menjelaskan, untuk yang berhak mendapatkan bantuan paket sembako kali ini, adalah warga masyarakat Kabupaten Pekalongan yang terdampak Covid-19 dan masuk dalam kriteria penerima bantuan ini.
‘’Kita sudah punya kriteria untuk warga masyarakat yang berhak menerima bantuan ini, yaitu warga yang tidak masuk dalam program PKH,kemudian bantuan sembako,bantuan pangan non tunai.’’
‘’Yang berhak menerima adalah mereka dari keluarga Orang Dalam Pantauan (ODP). Orang-Orang yang selama ini kerja diberbagai sektor, ada yang dari sektor pariwisata,angkutan,kemudian pedagang-pedagang pasar,yang basisnya ada di desa, yang diusulkan oleh kepala desa.’’ Jelas Bupati Asip.
Selanjutnya, untuk kondisi Kabupaten Pekalongan yang saat ini sudah masuk dalam zona merah, Bupati Asip mengatakan bahwa Pemkab Pekalongan sudah melakukan langkah tegas, yang salah satunya adalah mengeluarkan maklumat bupati yang diharapkan dapat dipatuhi oleh seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk keselamatan bersama.
‘’Jadi kita sudah bikin maklumat bupati, yang ini tentunya harus diindahkan, karena kita ini tidak boleh membahayakan diri kita sendiri dan membahayakan orang lain.’’
‘’Ketika pemerintah mengajurkan agar shalat di rumah itu, barang kali ketika kita datang ke Masjid kita kan sendiri tidak tahu karena belum tes masif ya, sehingga itu bisa membahayakan oranglain.’’ Kata Bupati Asip.
Adapun untuk kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di Kabupaten Pekalongan sendiri, Bupati Asip mengatkan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terlebih dahulu.
‘’ Untuk kebijakan PSBB (Pembatasan Wilayah Skala Besar) sendiri kami akan koordinasikan dahulu dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena PSBB itu tidak mudah,karena nanti yang memutuskan adalah Kementrian Kesehatan.’’ Kata Bupati Asip. ( red )
Publisher : aris
Senin, 20 April 2020
Menurut Setyawan , bapak BI (58) masuk di rumah sakit pada tanggal (29/3/2020) dan saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD Kraton.”Namun demikian saat ini yang bersangkutan dalam kondisi membaik dan akan dilanjutkan isolasi mandiri”terangnya.
Setelah penetapan status pasien positif itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan melakukan rapid tes virus corona terhadap Bupati, Anggota dewan, Kepala dinas, ASN yang telah pernah kontak langsung dengan pasien positif. "Langkah yang dilakukan Dinkes saat ini melakukan tracking. Namun, tidak semua pegawai dan pejabat dilakukan rapid tes, hanya yang pernah kontak langsung dengan pasien Covid-19," jelasnya.(RED)
Publisher : aris
Kamis, 16 April 2020
‘’Ini kegiatan untuk pembagian bantuan terdampak Covid-19 di Kabupaten Pekalongan. Kami akan membagikan 1.500 paket sembako. Ini sekitar 200 juta, yang sebenarnya merupakan dana untuk desa binaan, namun berhubung ini ada Covid-19 , langsung saya alokasikan ke bantuan sembako .’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron saat ditemui di Kantor Dindik Kabupaten Pekalongan pada kegiatan bantuan paket sembako untuk pedagang dilingkungan sekolah, tukang becak dan supir angkot terdampak pandemi covid 19, Rabu (15/4/2020).
Bantuan tersebut sebanyak 675 paket akan disalurkan kepada para pedagang yang biasa berjualan di lingkungan sekolah.
‘’ untuk penerimanya ini dari 1.500 itu ada 675 paket untuk pedagang di lingkungan sekolah. Karena sekolahan kan sekarang libur, yang dagang mau makan apa. Untuk itu kita alokasikan 675 paket bantuan sembako.’’ Kata Ketua Baznas.
Selain diberikan kepada para pedagang sekolah, bantuan paket sembako juga disalurkan kepada para fakir miskin, tukang becak dan juga tuna netra.
‘’ kita bagi untuk fakir miskin di lingkungan Baznas sendiri di Wonokerto,Bojong, Wiradesa, Tirto dan juga Kajen sebanyak 100.’’
‘’ Yang tukang becak kami alokasikan 400 paket untuk daerahWonopringgo,Kajen,Bojong, Wiradesa,Kesesi,Kedungwuni dan juga Buaran dengan jumlah yang sesuai kebutuhan yaitu 400 paket. Dan juga Tunanetra, tukang pijat ini kan karena ada social distancing 48 orang tukang pijat kita bagikan bantuan sembako untuk meringankan beban mereka.’’ Kata Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan.
Dengan disalurkanya 1.500 paket sembako ini, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan KH.M Dzukron berharap ini bisa membantu dan meringankan beban masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak dengan adanya Covid-19.
‘’ Dengan ini, harapanya adalah bisa sedikit membantu untuk merngankan beban, yang selama ini dia peroleh tambahan dari hasil harianya yang berkurang dengan adanya Covid-19 ini.’’ Jelas Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020
‘’Jadi dampak ekonomi secara stimulan sudah kita buat skemanya yang antara lain kita nanti menyiapkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan sekitar 73.000 paket sembako yang kemudian akan kita distribusikan dua kali untuk bulan April dan Mei.’’ Ungkap Bupati Asip.
Selain Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Bupati Asip mengatakan bahwa bantuan akan diberikan juga oleh Gerakan ASN Berbagi , lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan dan juga Baznas, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.
‘’ Kemudian dari Gerakan ASN Berbagi itu kita target sekitar 20.000. Ini data sudah mulai masuk, kemudian juga lembaga-lembaga CSR,perusahaan-perusahaan juga kali ini dengan Baznas.’’
‘’ Kalo sinergi ini berjalan terus, tentunya ini akan membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak Covid-19.’’ Kata Bupati Asip.
Selain salurkan bantuan kepada masyarakat di Kabupaten Pekalongan yang terkena dampak Covid-19, Bupati Asip Kholbihi menjelaskan bahwa Pemkab Pekalongan juga telah mengusahakan bantuan bagi warga Kabupaten Pekalongan yang masih berada di DKI Jakarta.
‘’Kemarin saya juga sempat berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang mewakili daerah domisili Kabupaten Pekalongan di Jakarta, untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang tidak mudik , sekitar 200 orang di DKI Jakarta , yang tergabung di dalam Paguyuban Warga Kabupaten Pekalongan yang ada di Jakarta.’’
‘’Kita dengan pengurus PWP sudah melakukan komunikasi sekaligus kita berkomunikasi dengan para anggota DPR RI yang ada di Jakarta untuk membantu, yang alhamdulilah ini berjalan dengan baik. Hari ini mungkin droping bantuannya sudah diterima, sambil menunggu kebijakan bantuan dari Pemerintah DKI Jakarta.’’ Jelas bupati.
Dalam kesempatanya kali ini, Bupati Asip juga mengatakan bahwa ada sekitar 28.000 warga Kabupaten Pekalongan yang sudah mudik ke Kabupaten Pekalongan yang diharapkan Pemkab Pekalongan dapat membantu warga yang pulang mudik tersebut.
‘’ Mudah-mudahan 28.000 warga yang mudik sudah titik dominasi sehingga kita akan berkonsentrasi menangani efek dampak ekonomi. Jadi mereka ini bisa memperoleh bantuan dari berbagai skema bantuan.’’ Kata Bupati Asip.
Bupati Pekalongan juga mengatakan bahwa pihaknya secepatnya bl akan dibuka Rumah Sakit di Puskesmas Wonokerto 2 untuk pasien ODP dan PDP.
" Untuk aspek kesehatan, besok kami akan segera membuka Rumah Sakit untuk pasien ODP dan PDP di Puskesmas Wonokerto 2." kata Bupati Asip ( Red )
Publisher : aris
Rabu, 15 April 2020