Rabu, 4 Maret 2020
<p><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_1.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 1" style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_2.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 2" /></p>
<p style="text-align: center;"><img src="images/pemerintahan/kesehatan/Data_Kesehatan_2020_3.jpg" alt="Data Kesehatan 2020 3" /></p>
Rabu, 4 Maret 2020
Rabu, 4 Maret 2020
KAJEN - Dalam rangka mengembangkan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar di Kabupaten pekalongan, Pemkab Pekalongan melaunching “ Gerakan Indonesia Menabung ( GIM ) bagi para pelajar di Kabupaten Pekalongan”. Acara ini diresmikan oleh Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi SH.M.Si, pada Selasa (03/03/20) pagi di boulevard alun-alun Kajen. Bupati Asip dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Percepatan Akses Keuangan Daerah di Kabupaten Pekalongan guna meningkatkan inklusi keuangan bagi para siswa/pelajar di 84 SMP dan 35 MTs. Otoritas Jasa Keuangan bersama industri jasa keuangan khususnya bank umum dan BPR/S saat ini sedang melakukan kegiatan edukasi untuk menumbuhkan budaya menabung sejak usia dini. Kegiatan dimaksud telah direalisasikan melalui inisiasi program Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB) yang memiliki fitur bebas biaya administrasi dan setoran yang terjangkau.
KAJEN - Dalam rangka mengembangkan kualitas pendidikan , Yayasan Madrasah Islamiyah ( YMI ) Wonopringgo Kabupaten Pekalongan mengadakan kegiatan Sarasehan Pendidikan dengan tema “ Mengembangkan Pendidikan yang integratif, berkualitas dan berkarakter”, pada Ahad ( 01/03/20) pagi di gedung SMA Islam YMI Wonopringgo. Sarasehan pendidikan tersebut menghadirkan narasumber bupati Pekalongan Asip Kholbihi SH.M.Si, Drs. H. Bisri Romly,MM ( Anggota DPR RI Komisi X), H.Sukirman,SS ( Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah ), Dra.Hj.Hindun,MH ( Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan),Ir.H.Khirzudin Basyar ( Direktur Perusahaan Swasta Nasional) dan H. Chusni Mubarok S.T.,M.KKK ( Pertamina Pusat)
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi,SH.M.Si. memberikan bantuan dana sebesar 100 juta rupiah untuk pembangunan Masjid Jami Baitul Istiqomah di Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, pada Jumat (28/2). Bantuan ini diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk implementasi dari pengambilan kebijakan-kebijakan pemerintahan yang berorientasi pada pembangunan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Selanjutnya, dalam rangka meningkatkan kesadaran menabung dan inklusi keuangan bagi para pelajar, tanggal 20 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Indonesia Menabung yang kemudian diimplementasikan melalui Gerakan Indonesia Menabung, dengan Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah pilot project dan pelajar SMP/MTs/setingkat sebagai prioritas sasaran. Yang penting diperhatikan, menurut bupati Asip, bahwa GIM ini menjadi tanggung jawab semua, tidak hanya kalangan perbankan, tapi juga pemerintah, kemudian bagaimana kita melakukan sosialisasi agar seluruh warga masyarakat kabupaten Pekalongan berpartisipasi.
Harapannya, dengan launching Gerakan Indonesia Menabung bagi para pelajar di Kabupaten Pekalongan tersebut dapat meningkatkan budaya menabung pada kalangan pelajar di Kabupaten Pekalongan dan juga menumbuhkan edukasi mengenai pentingnya menabung sejak usia dini
Sementara itu Kepala OJK Tegal Ludy Arlianto mengatakan Gerakan Indonesia Menabung ( GIM ) merupakan salah satu langkah strategis hasil dari survei nasional literasi keuangan. Bahwa salah satu strategi nasional yang telah ditetapkan pemerintah adalah bagaimana kita bisa mendorong kemandirian generasi muda melalui suatu gerakan nasional yang namanya GIM.
Gerakan ini dimaksudkan untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih hemat dan membudayakan menabung, khususnya bisa mengenalkan industri jasa keuangan/ perbankan sebagai sarana untuk kegiatan menabung karena salah satu masalah yang utama di masyarakat adalah tingkat konsumtif yang sangat tinggi.” Kita coba ajarkan ke generasi muda di tingkat SMP/SMA untuk hidup hemat. Di akhir tahun ini, diharapkan lebih dari 80 persen pelajar di wilayah Jawa Tengah sudah memiliki rekening di tabungan” paparnya ( Humas Kominfo)
Publisher : aris
Selasa, 3 Maret 2020
Selasa, 3 Maret 2020
Selasa, 3 Maret 2020
Senin, 2 Maret 2020
Bupat Asip dalam sambutannya menerangkan bahwa sebagai insan pendidikan harus terus menerus menjawab tantangan zaman agar pendidikan yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita, bisa menjawab tantangan zaman sehingga tambah maju.
Pemerintah, dalam hal ini sekarang sudah tidak ada lagi dikotomi antara sekolah swasta sekolah negeri. “ Dikotomi ini pelan-pelan sudah hilang sehingga sekarang semuanya tergantung dari pengelola sekolah. Kumpulan kompetitif dan komparatif yang dimilliki oleh sebuah yayassan adalah sebuah jawaban. kangge nopo? Kangge menarik minat orang tua murid untuk menyekolahkan “, tutur Asip
Menurut buapati Asip, Sekolah SD,SNP Ibtidaiyah/Sanawiyah pada faktanya lebih unggul dibanding SD Negeri. Ini terjadi di beberapa daerah. “Kita beri kesempatan lembaga-lembaga swasta untuk berkembang secara lebih dinamis dengan syarat harus mampu menjawab tantangan zaman. Kebijakan pemkab Pekalongan sudah membuat kebijakan yang pro sekolah swasta. Hari ini pemerintah memberikan insentif guru swasta yang di sekolah swasta untuk 3857 orang”, lanjutnya
“Kemudian kesejahteraan guru swasta di sekolah negeri untuk 1913 orang. Penerima beasiswa mahasiswa ada 200 orang. Penerima KKJ 769 orang, kemudian penerima operasional kudu sekolah 700 orang. Sehingga ada 14.279 orang yang hari ini kita akirmasi politik untuk penguatan pendidikan di kabupaten Pekalongan. Angkanya lumayan. Untuk wiyata bakti saja, sekarang nilainya 12 mIlyar lebih. Untuk guru swasta, nilanya 11 Milyar lebih. Kemudian untuk mahasiswa sebesar 1 Milyar”,paparnya.
Bupati menilai kualitas YMI Wonopringgo saat ini sudah bagus tinggal ditingkatkan karena sekarang pemerintah sudah tidak melakukan lagi apa yang dulu menjadi semacam dikotomi antara sekolah negeri dan swasta. Sekarang sudah hilang atau mencair. Tinggal supaya bisa dipercaya masyarakat, karena sudah punya pangsa pasar maka YMI harus meningkatkan diri.
Bupati berharap agar pemerintah dan swasta melakukan sinergi, saling melengkapi, bahu membahu untuk bersama sama memajukan pendidikan kabupaten Pekalongan. “ Pemerintah dan swasta adalah dua mata keping yang tidak bisa dipisahkan. Kalau kita ke luar negeri, kontribusi swasta terhadap pengembangan dan kemajuan pendidikan, menyumbang hampir 70 persen”, ungkap bupati. ( Humas Kominfo )
Publisher : aris
Minggu, 1 Maret 2020
Hal ini dikatakan oleh Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi ,SH.M.Si. saat memberikan sambutan pada penyerahan bantuan tersebut. ‘’ Sering saya tekankan bahwa tugas pemerintah itu mulai dari presiden sampai dengan kepala desa itu harus mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat , jadi kebijakan – kebijakan yang diambil harus berorientasi kepada kesejahteraan seperti pembangunan masjid ini .’’ jelasnya.
Bupati menambahkan , bahwa dalam pembangunan masjid itu harus didasari dengan pendekatan takwa supaya bisa cepat selesai pembangunanya .‘’ Saya yakin masjid itu asal dibangun dengan pendekatan takwa mesti jadi , jangan sampai kita membangun masjid atas dasar tidak baik. Dibangun atas dasar takwa InsyaAllah akan selesai semuanya .’’ kata Bupati .
Bupati melanjutkan dalam sambutanya ini bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan melanjutkan kembali pengembangan rumah sakit Kesesi , membangun ruang terbuka hijau, meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan swasembada pangan di Kesesi sebagai bentuk implementasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain itu bupati menambahkan bahwa kabupaten Pekalongan dikategorikan sebagai kabupaten yang aman di Indonesia sehingga diharapkan dengan kondisi ini pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan baik.
Dan harapan ini selaras dengan capaian hasil kerja Pemerintah Kabupaten P ekalongan yang telah menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Pekalongan yang mencapai penurunan menjadi 80 persen dari tahun-tahun sebelumnya yang hampir mencapai ratusan persen.
‘’Alhamdulilah negara kita khususnya kabupaten pekalongan merupakan salah satu kabupaten aman yang ada di Indonesia. Sehingga dengan kondisi ini diharapkan pembangunan di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan baik. Yang terakhir pembangunan , dahulu warga miskin kita cukup besar dengan hitungan persen hampir mencapai ratusan persen, sekarang turun menjadi sekitar 80 persen. Ini berkat kerja keras pemkab dan dukungan dari seluruh masyarakat.’’ Kata Bupati Pekalongan .
Selain bupati, bendahara panitia pembangunan masjid Baitul Istiqomah H.Rusnoto memberikan sambutan dengan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pekalongan atas bantuan dana untuk pembangunan masjid , mewakili masyarakat Desa Kaibahan dan Panitia.
‘’Mewakili masyarakat Kaibahan dan Panitia Pembangunan Masjid saya mengucapka terimakasih kepada Pemkab yang telah salurkan bantuan pembangunan masjid, semoga bantuan dari Pemkab melalui bapak Bupati beliau sebagai pemegang kekuasaan dapat bermanfaat .’’ jelas Rusnoto ( Red)
Publisher : aris
Jumat, 28 Februari 2020