KAJEN - Tingkat kelulusan SMK di Kabupaten Pekalongan semakin tahun semakin meningkat. Dilihat dari jumlah SMK di Kabupaten Pekalongan sebanyak 32 SMK dan 26 SMA/MA atau sederajat. Hal ini menjadi pemacu Forum Komunikasi BKK (Bursa Kerja Khusus) Kabupaten Pekalongan dalam rangka menyalurkan lulusan-lulusan yang ada di Kabupaten Pekalongan yang berminat untuk bekerja di perusahaan baik nasional maupun lokal.
Demikian disampaikan Ali Masidi, Ketua Panitia Aswaja Career Expo Kabupaten Pekalongan tahun 2019 di SMK Maarif NU Kajen, Jumat (30/8/2019).
Dijelaskan, BKK Aswaja merupakan wadah untuk para calon tenaga kerja usia lulusan SMK Kabupaten Pekalongan yang ingin bergabung di perusahaan.
“Aswaja Career Expo diselenggarakan oleh seluruh SMK yang bernaung dibawah Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Pekalongan yakni lebih kurang 13 SMK dan diselenggarakan selama 2 hari yakni Jumat hingga Sabtu (30-31 Agustus 2019) di SMK Maarif NU Kajen,” katanya.
Adapun sasaran dari Aswaja Career Expo, kata Ali, tidak hanya lingkup lulusan SMK saja, akan tetapi juga berlaku bagi lulusan SMA, D3 maupun S1 (sarjana) yang berminat untuk bergabung di perusahaan baik lokal maupun nasional.
“Pelaksanaan Aswaja Career Expo ini adalah hasil kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja RI dengan Forum Komunikasi BKK Aswaja Kabupaten Pekalongan, dan diikuti oleh lebih kurang 32 perusahaan lokal dan nasional,” terang Ali Masidi.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si usai membuka acara Aswaja Career Expo menyampaikan bahwa kegiatan itu dalam rangka untuk membuka kesempatan kerja tidak hanya untuk alumni Maarif NU saja tetapi berlaku untuk umum.
“Saya meyakini angkatan kerja di Kabupaten Pekalongan terserap cukup baik. Dengan tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Pekalongan yang cukup rendah yakni 4,55. Ini angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) terendah di Jawa Tengah,” tutur Bupati.
Bupati berharap dengan adanya Aswaja Career Expo ini, nantinya anak-anak sesuai kompetensinya akan mendaftar di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. “Tapi prinsip bahwa upaya Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk menurunkan tingkat pengangguran terbuka ini sangat serius dan menggandeng semua stakeholder. Seperti pada hari ini kita bersama LP Maarif NU,” tandasnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 30 Agustus 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Selasa, 27 Agustus 2019
Kamis, 29 Agustus 2019
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pekalongan yang sekaligus Ketua Penanggulan AIDS Ir. H. Arini Harimurti, Kepala Dinas Kesehatan sekaligus Wakil Ketua II Komisi Penanggulangan Aids Setiawan Dwi Antoro, SKM.,M.Kes, Sekretaris KPA , dan WPA.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antar OPD yang tergabung dalam KPA untuk mewujudkan 3 Zero (bebas penularan, bebas kematian, dan bebas dari deskriminasi), menjabarkan akan tugas dan fungsi dari masing-masing anggota KPA sesuai dengan SK Bupati Pekalongan tahun 2017 tentang Komisi Penangangan Aids Daerah. Adapun sasaran kegiatan ini adalah seluruh anggota KPA dan WPA dari 23 desa dari 12 kecamatan.
“Sebenarnya persoalan AIDS ini sangat sederhana tetapi sangat membahayakan. Sederhana karena AIDS ini sebenarnya masalah perilaku, kalau perilaku kita tidak neko-neko Insyaallah AIDS ini bisa ditekan dan bisa ditiadakan.” Ujar Wakil Bupati
Epidermi penderita AIDS tahun 2005-2019 HIV/Aids sudah mencapai 382 penderita (205 HIV, 177 Aids meninggal). Sedangkan untuk tahun 2019 ada 31 kasus selama 6 bulan.
“Kita berupaya dengan cara Warga Peduli Aids (WPA) di desa-desa. Nanti desa sendiri akan kita minta untuk membuat kegiatan mengenai penanggulangan Aids. Ini kelihatannya sepele karena menyangkut perilaku, namun dampaknya sangat luar biasa.” Lanjut Arini.
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
“Dari tahun ke tahun kasus Aids semakin meningkat. Sejak Januari-Juli 2019 sudah ditemukan 31 kasus yang tersebar di 12 kecamatan. Berarti terhitung sejak 2005-2019 sudah ditemukan 305 kasus, dan yang meninggal 117 kasus, maka perlu dilakukan rapat untuk mengantisipasi juga menyikapi upaya dalam penanggulangan kasus Aids.” Terang Setiawan
Kegiatan rapat ini dilakukan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kasus Aids. Pemerintah berupaya menekan angka Aids agar tidak berkembang dan di tahun 2030 terwujud Kabupaten Pekalongan bebas dari Aids.
Sesuai dengan tema hari jadi Kabupaten Pekalongan “Sengkuyung” Wakil Bupati mengajak semua jajaran pemerintah Kabupaten Pekalongan dan masyarakat untuk bersama memberdayakan masyarakat tentang Aids, dan bagaimana cara menanggulangi agar tidak tertular. (red)
Publisher : aris
Rabu, 28 Agustus 2019
Bupati Pekalongan berencana akan mengembangkan komunitas kopi kabupaten Pekalongan agar dapat tersebar di berbagai daerah. “Kita punya sentral kopi di daerah kecamatan Doro, Lebakbarang, Paninggaran, Kandangserang, Talun, itu akan kita kembangkan, di dataran tinggi. Apalagi nanti jika komunitas ini akan mengembangkan sayapnya ke berbagai daerah.” ujar Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, SH MSi
Problem di Kabupaten Pekalongan masih banyak di antaranya adalah masalah suplai yang masih kurang. Ini diindikasikan karena banyak sekarang orang yang mengkonsumsi kopi sehingga berperanguruh pada permintaan dan stok dipasar.
Oleh karena ini Pemkab Pekalongan terus mendorong para petani agar semakin meningkatkan produksi untuk mencukupi kebutuhan kopi di Pekalongan.
Kedua, mengenai fasilitas, Pemkab akan menyediakan fasilitas agar kopi Pekalongan semakin dikenal diantaranya dengan menyediakan tempat untuk komunitas kopi dapat menggunakan pusat UMKM untuk pemasaran dan kegiatan sehari hari.
.“Ketiga, akan memudahkan regulasi berkerjasama dengan MOU Perum Perhutani Timur dengan luas dua puluh enam ribu hektar yang bisa dikelola untuk perkebunan kopi. Kemudian di tingkat lapangan akan di buat PKS (persandian kerja sama)” terang Bupati .
[Gambar]
Sekarang sudah ada kolaborasi antara 45 orang ini,terdiri dari petani kopi dari berbagai kecamatan,ada Perhutani yang punya lahan dan perbankan yaitu dari Bank Jateng dan BKK, kolaborasi ini untuk memberdayakan hulu petani kopi," ungkapnya.
Di akhir wawancara Bupati Pekalongan mengajak kepada warga kabupaten Pekalongan dengan kegiatan minum kopi hasil petani lokal dan mulai meninggalkan kopi pabrikan, dengan “gerakan minum kopi giling bukan kopi gunting”. (red)
Publisher : aris
Rabu, 28 Agustus 2019
Alamat : Alun-Alun Kajen
Selasa, 27 Agustus 2019
Selasa, 27 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019