KAJEN - Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan terpilih dan ditetapkan sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan secara Nasional dikarenakan partisipasi dan dukungan dari Pemkab Pekalongan maupun tokoh masyarakatnya dalam mendorong terwujudnya jaminan sosial, dalam hal ini program BPJS Ketenagakerjaan serta UU No 40 Tahun 2004 sebagai dasar hukum dalam penyelenggaraannya.
Hal itu disampaikan Asisten Deputi Direktur BPJS Bidang Pelayanan Wilayah Jateng, Wiwik Septi Herawati, dalam acara Peresmian Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di Pendopo Bupati Pekalongan, Selasa (3/9/2019).
Acara dihadiri Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM mewakili Bupati KH. Asip Kholbihi, SH., M.Si, para Asisten Sekda, Kepala OPD terkait, Camat dan Lurah/ Kepala Desa se-Kabupaten Pekalongan.
Septi menyebutkan, cakupan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten Pekalongan meliputi 2.744 Perusahaan dengan jumlah tenaga kerja 68.048 orang. “Jumlah tersebut hanya yang terdaftar di Cabang Pekalongan, belum yang terdaftar di cabang lain,” tandasnya.
Menurut Septi, potensi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Pekalongan masih cukup besar, sehingga dia berharap agar Pemkab Pekalongan ikut menyukseskan program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diawali dengan pencanangan Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan secara Nasional.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pekalongan Dra. Mukaromah Syakoer, MM membacakan Sambutan Bupati, mengutarakan, Peresmian Desa Wonopringgo Kecamatan Wonopringgo sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini menjadi momentum yang sangat strategis dimana Pemerintah berkomitmen besar untuk memberikan pelayanan jaminan sosial yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat kabupaten Pekalongan melalui jaminan perlindungan sosial ini sebagaimana amanat UU No 24 Tahun 2011 tentang Badan Pelayanan Jaminan Sosial UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional bagi Pekerja Formal maupun Informal.
[Gambar]
Lebih lanjut Sekda mengatakan, Jaminan Sosial Ketenagakerjaan adalah bentuk perlindungan bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti penghasilan yang hilang atau berkurang dan pelayanan sebagai akibat dari peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja akibat kecelakaan kerja, sakit, hari tua dan meninggal dunia.
Untuk itu, Sekda meminta agar seluruh tenaga kerja di wilayah Kabupaten Pekalongan diikutsertakan dalam Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sesuai amanat Undang-Undang yang berlaku.
Ditandaskan, sebagai wujud nyata dalam mendukung Program Pemerintah tersebut, Pemkab Pekalongan telah melaksanakan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dengan kebijakan kepesertaan Aparatur Desa dalam BPJS Ketenagakerjaan mulai tahun 2017 dan Kepesertaan Guru Wiyata Bhakti pada tahun 2019.
“Kami mengucapkan terima kasih dan mendukung penuh atas ditunjuknya Desa Wonopringgo sebagai salah satu Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan sekaligus Desa Percontohan,” ungkap Mukaromah.
Sekda berharap agar seluruh desa di Kabupaten Pekalongan dapat menyelenggarakan hal serupa seperti yang sudah dirintis di Desa Kedungjaran dan Desa Wonopringgo, sehingga masyarakat desa semakin memahami pentingnya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Di akhir sambutannya, Sekda menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan, apa pun pekerjaannya, baik petani, industri, pedagang, atau komunitas pekerjaan lainnya, agar mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Lilik & Didik/dinkominfo kab.pekalongan)
KAJEN - Kita orang Jawa namun kadangkala kita lupa pada jati diri budaya orang Jawa atau dikenal dengan Sangkan Parani Dumadi. Oleh karena itu Pemkab Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-397 menggelar kirab budaya dengan tema Wahyu Temurun. “Meskipun ada beberapa kekurangan namun hal ini merupakan ikhtiar kita dalam rangka nguri-nguri budaya Jawa,” ungkap Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si pada acara Goro Suro Tahun Baru 1953 Jawa di Desa Legokkalong Kecamatan Karanganyar, Minggu (1/9/2019) malam.
KAJEN - Semarak Peringatan tahun baru Islam 1 Muharam 1441 H di Kabupaten Pekalongan berjalan meriah. Di Beberapa tempat dirayakan dengan kegiatan doa bersama akhir dan awal tahun baru Hijjriah, pawai obor, pawai mobil hias, pentas seni Islami, Khataman Al Quran dan lain sebagainya. Untuk tingkat Kabupaten Pekalongan kegiatan peringatan tahun baru Hijjriah ini dipusatkan di masjid Al Muhtaram Kajen, Minggu (1/9/2019).
KAJEN - Dalam rangka menyongsong Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah Pemkab Pekalongan menggelar Doa Akhir Tahun 1440 H dan Awal Tahun 1441 H di Masjid Agung Al Muhtaram Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
KAJEN - Penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pekalongan saat ini sekitar 34.612 jiwa. Dari total tersebut, baru 1.734 penerima PKyang sudah tergraduasi pada tahun 2019 ini atau sekitar 5 persen.
KAJEN - Bupati Pekalongan KH.Asip Kholbihi, SH., M.Si dan Ketua Sementara DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP., MMS serta sejumlah kepala OPD menyambut kedatangan jamaah haji asal Kabupaten Pekalongan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 44 dan 45 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Sabtu (31/8/2019).
KAJEN – Bersama ribuan Az Zahir mania, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menghadiri dan memberikan tausiyah kebangsaan pada pengajian umum yang bertajuk “Dempel Bersholawat Mempersatukan Umat”.
Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penganut kepribaden untuk mempertahankan budaya Jawa agar tetap eksis. Sebagai bukti Pemkab Pekalongan mengapresiasi dengan mengajak mereka untuk turut dalam kegiatan doa bersama antar umat beragama pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397.
[Gambar]
Menurut Bupati dengan berkebudayaan itu penting dalam rangka mengasah nurani pikiran, agar tidak menjadi orang yang suka menang sendiri. Yang dalam falsafah Jawa dikenal dengan karakter adigang adigung adiguno “Padahal jika kita mampu mengalahkan sifat adigang adigung adiguno akan timbul sifat lemah lembut, sopan, ngluruk tanpo bolo, menang tanpo ngasorake,”terangnya.
Dijelaskan Bupati, kita menguri-nguri budaya untuk megembalikan identitas kita sebagai orang Jawa. Ada sebuah tulisan, disebutkan bahwa Jawa sebagai pulau terindah di dunia sehingga banyak orang yang mengunakan Java sebagai nama Jalan. Contoh di Negara Israel, Prancis, Rusia, Amerika disana ditemukan Jalan java. “Mereka mengapresiasikan dalam bentuk jalan dikarenakan kita dikenal sebagai ras yang entengan atau rajin. Ini karunia Allah SWT yang luar biasa bagi kita,”tandasnya.
Oleh karena itu, kata Bupati, dalam rangka penghormatan tahun baru Jawa ini Bupati mengajak kita semua untuk menguri-uri budaya karena kalau bukan kita siapa yang akan merawat.
“Sebagai ikhtiarnya setiap hari Kamis pada kegiatan pemerintahan, kita mengunakan bahasa Jawa dalam upacara maupun kegiatan pemerintahan lainnya. Dan ini menjadi role model agar budaya tetap eksis ditengah gempuran arus globalisasi yang dapat menghilangkan jati diri,” tutur Bupati.
Ia berharap agar kegiatan Goro Suro ini terus-menerus dilakukan turun-temurun sebagai iktiar kita dalam menjaga tradisi budaya Jawa. Hal ini, kata Bupati, sebagai pengingat bahwa orang tua kita dahulu memiliki penanggalan Jawa atau pranatan yang pantas disandingkan dengan penanggalan lainnya.(red)
Pada acara Gebyar Muharam 1441 H, khataman Al Quran untuk keutuhan NKRI bekerjasama dental Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah dan Badan Koordinasi (Badko) TPQ Kabupaten Pekalongan.
Ketua Sementara DPRD selaku ketua Badko TPQ Kab. Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH menyampaikan bahwa kegiatan peringatan 1 Muharam ini diikuti Perwakilan TPQ yang berasal dari Kecamatan se Kabupaten Pekalongan.dengan kegiatan berupa Khataman Al Quran dan penampilan pentas seni islami oleh santri santriawan TPQ Dan mobil hias. "Pada kegiatan ini kurang lebih diikuti 1850 peserta Khataman," ujar Hindun.
Sementara itu Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH., MSi menyampaikan bahwa dengan peringatan tahun Hijjriah ini hendaknya menjadi sarana untuk introspeksi bersama hingga untuk meraih keberkahan di masa mendatang.
Pada tahun mendatang Pemkab berkomiten untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan TPQ, baik anak didik maupun ustad ustadzahnya.
Bupati menambahkan pihaknya akan berusaha untuk meningkatkan bantuan pendidikan TPQ agar setiap tahunnya meningkat. "Jika pada tahun ini bantuan untuk peningkatan ustad ustadzah mencapai kurang lebih Rp 6 milyar, untuk tahun mendatang akan diusahakan untuk ditingkatkan," tuturnya.
Pada kesempatan ini Bupati mempersilahkan salah satu guru TPQ untuk mencoba sambutan seolah olah sebagai Bupati, hal tersebut bertujuan mendengar masukan secara langsung dari para ustad sebagai rujukan mengambil kebijakan kelak.(red)
Doa Bersama dihadiri dan diikuti oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri Ny. Munafah, Wakil Bupati Ir. Hj. Arini Harimurti, Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS, para perwakilan Forkopimda, para Kepala OPD Kabupaten Pekalongan dan segenap pengurus takmir Masjid Al Muhtaram Kajen serta ratusan warga masyarakat Kajen dan sekitarnya.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat tahun baru Islam 1441Hijriyyah, dengan harapan semoga dengan tahun baru Islam, Kabupaten Pekalongan semakin barokah, semakin mendapat ketenangan dan inayah dari Allah SWT sesuai dengan cita-cita. Apalagi tahun baru Islam ini, kata Bupati, bertepatan dengan momentum suasana Hari Jadi Kabupaten Pekalongan yang ke-397 serta masih dalam suasana Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dengan momentum-momentum itulah mari kita jadikan sarana untuk melakukan muhasabah untuk menghitung apa yang sudah kita lakukan selama satu tahun ke belakang, kalau itu sudah baik ayo kita tingkatkan, kalau itu belum baik ayo kita sempurnakan mumpung masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT. Kemudian sambil kita melakukan introspeksi diri ada baiknya kita dengan penuh optimisme apa yang akan kita kerjakan, semoga kita diberikan umur panjang satu tahun berikutnya oleh Allah SWT. Tentu semua ini kita lakukan dalam rangka menapaki tahap demi tahap memperkuat posisi keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT,” ujar Bupati.
Dijelaskan Bupati, Pemerintah Kabupaten Pekalongan memanfaatkan momentum pergantian Tahun Baru Islam ini dengan berbagai kegiatan yang selaras. Seperti di GPU Pemkab Pekalongan bersama ribuan anak-anak TK dan RA serta anak-anak yatim dan di Masjid Al Muhtaram Pemkab Pekalongan bersama masyarakat menggelar doa bersama agar hajat kita masing-masing dapat terkabul.
Oleh karena itu, Bupati menuturkan, kita gunakan momentum ini untuk memohon dan meminta agar cita-cita kita akan dikabulkan oleh Allah SWT. Termasuk cita-cita besar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang sejahtera lahir bathin , masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai lokal, masyarakat yang berprinsip, teguh dan religiusitas.
“Sebagai sebuah cita-cita harus kita ikhtiari dengan dua cara yaitu melaksanakan program-program pembangunan yang bermuara menuju cita-cita tersebut. Dan secara spiritual tidak ada kekuatan manapun yang mempunyai ketentuan, kepastian yang maha penentu kecuali Allah SWT. Jadi manusia itu hakekatnya adalah hanyalah menjalankan syariat aja tetapi ketentuan akhir yaitu Allah SWT,” terang Bupati.
“Oleh karena itu mari kita gunakan dan manfaatkan bersama-sama momentum pergantian tahun baru Islam ini sebagai hal yang patut kita syukuri dengan terus-menerus melakukan amalan kebaikan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariah kita. Dan mari kita bina terus-menerus kerukunan yang sudah ada di Kabupaten Pekalongan ini,” ajak Bupati kepada seluruh jamaah yang hadir di Masjid Al Muhtaram Kajen. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
KAJEN - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama istri Ny. Munafah menghadiri dan mengikuti Doa Bersama ribuan anak-anak TK dibawah naungan Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa bersama dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP beserta jajaran, Kepala Kementerian Agama DR. Kasiman Mahmud Dezky, M.Ag, serta para guru dibawah naungan IGRA Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan berdoa mudah-mudahan anak-anak RA, TK Kabupaten Pekalongan yang hadir di GPU kelak akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berguna bagi bangsa, negara dan agamanya. Bupati juga berdoa semoga kedua orang tuanya diberkahi sehat, rezeki yang halal dan barokah serta diberikan panjang umur.
“Saya mohon adik-adik untuk terus belajar, ikuti petunjuk dan nasehat para guru. Dan utuk para guru saya mohon untuk terus menyebarkan kebaikan dan meningkatkan kedisiplinannya dan ketekunannya dalam mengajar sehingga bisa mempersiapkan anak-anak didiknya sebagai generasi yang terdidik dengan baik, generasi yang bisa menguasai ilmu baik agama maupun ilmu pengetahuan yang lain,” ujar Bupati.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah ini, Bupati KH. Asip Kholbihi mengharapkan permohonan doa restu terutama kepada seluruh jajaran guru IGRA Kabupaten Pekalongan, mudah-mudahan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan lahir batin, selamat dunia akhirat dan Kabupaten Pekalongan tambah maju, tambah barokah, masyarakatnya tambah sejahtera.
Dalam acara Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam tersebut, Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
KAJEN - Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si bersama istri Ny. Munafah menghadiri dan mengikuti Doa Bersama ribuan anak-anak TK dibawah naungan Ikatan Guru Raudhlatul Athfal (IGRA) Kabupaten Pekalongan di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen, Sabtu (31/8/2019) sore.
Doa bersama dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Hj. Sumarwati, S.Pd.,M.AP beserta jajaran, Kepala Kementerian Agama DR. Kasiman Mahmud Dezky, M.Ag, serta para guru dibawah naungan IGRA Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Bupati Pekalongan berdoa mudah-mudahan anak-anak RA, TK Kabupaten Pekalongan yang hadir di GPU kelak akan menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, berguna bagi bangsa, negara dan agamanya. Bupati juga berdoa semoga kedua orang tuanya diberkahi sehat, rezeki yang halal dan barokah serta diberikan panjang umur.
“Saya mohon adik-adik untuk terus belajar, ikuti petunjuk dan nasehat para guru. Dan utuk para guru saya mohon untuk terus menyebarkan kebaikan dan meningkatkan kedisiplinannya dan ketekunannya dalam mengajar sehingga bisa mempersiapkan anak-anak didiknya sebagai generasi yang terdidik dengan baik, generasi yang bisa menguasai ilmu baik agama maupun ilmu pengetahuan yang lain,” ujar Bupati.
Melalui peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriyyah ini, Bupati KH. Asip Kholbihi mengharapkan permohonan doa restu terutama kepada seluruh jajaran guru IGRA Kabupaten Pekalongan, mudah-mudahan jajaran Pemerintah Kabupaten Pekalongan diberikan kekuatan lahir batin, selamat dunia akhirat dan Kabupaten Pekalongan tambah maju, tambah barokah, masyarakatnya tambah sejahtera.
Dalam acara Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam tersebut, Bupati menyerahkan santunan kepada anak yatim yang ada di Kabupaten Pekalongan. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Hal tersebut diungkapkan Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan, Dra. Siti Masruroh, M.Si usai acara penyerahan sertifikat graduasi penerima manfaat PKH, di lapangan Desa Purwodadi Kecamatan Sragi, Sabtu (31/08/2019) pagi.
Siti Masruroh mengatakan, penerima di Kecamatan Sragi ada 2.588. Adapun yang telah tergraduasi baru 67 penerima manfaat . "Ditambah tiga orang yang mundur secara spontan. Jadi total ada 70 orang," katanya.
Siti Masrurh menerangkan, merupakan bantuan sosial yang diberikan pemerintah secara bersyarat dan memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi keluarga penerima manfaat. Kemudian, syarat-syarat yang harus dipenuhi itu seperti harus pada basis data terpadu. Lalu memiliki salah satu komponen seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.
"Untuk komponen pendidikan berarti memiliki anak yang masih bersekolah di SD sampai SMA. Di komponen kesehatan ada ibu hamil dan memiliki balita. Sementara untuk kesejahteraan sosial, ada lansia yang tidak produktif dan memiliki keluarga disabilitas berat," ujarnya.
Menurutnya, bantuan dalam program secara umum adalah Rp 550 ribu per bulan. Namun tiap komponen besarnya berbeda-beda. Misalnya jika memiliki anak SD besarnya adalah Rp 900 ribu pertahun, SMP Rp 1,5 juta pertahun, dan SMA Rp 2 juta pertahun. Dana tersebut akan diserahkan tiap tiga bulan. "Yang ibu hamil dan kesejahteraan sosial Rp 2,2 juta pertahun," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat memberikan arahan memilih bergabung dibawah terik matahari bersama ibu-ibu yang dinyatakan menerima graduasi PKH di Kecamatan Sragi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) dapat segera mencapai graduasi dengan pembinaan dan pendampingan petugas PKH Dinas Sosial di masing-masing kecamatan.
“Saya mendorong agar yang saat ini masih masuk KPM PKH dapat berangsur secara mandiri mencapai graduasi dengan pemberdayaan dan keyakinan diri terentaskan dari keluarga miskin,” tegasnya.
Sambil berseloroh Bupati Pekalongan mewawancarai langsung perwakilan dari KPM PKH, yang disambut tawa semua yang hadir. Dan atas ajakan Bupati tersebut, saat itu langsung ada 3 orang ibu-ibu KPM PKH yang menyatakan berhenti ikut menjadi penerima PKH.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada 3 orang lansia dari desa Bulaksari Sragi yang berada pada kategori tidak mendapat bantuan PKH, tidak masuk BDT, tidak potensial, dan tinggal sendiri.
Program graduasi PKH Kab.Pekalongan tahun 2019 dikemas dengan acara Senam Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 RI. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan hari ini dua kloter jama'ah haji sudah tiba di Kabupaten Pekalongan. Semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia.
"Kloter 44 tadi datang sekitar pukul 21.45 WIB dan untuk kloter 45 baru datang sekitar pukul 23.30 WIB. Total jama'ah yang sudah tiba ada 600 orang, semuanya komplit tidak ada yang kurang satu pun," kata Bupati.
Menurutnya untuk kloter terakhir yaitu kloter 46 yang dimana direncanakan akan datang hari Minggu (1/9/2019) ini sekitar pukul 11.00 WIB.
"Ada 174 jamaah di kloter 46 dan berdasarkan informasi dari tim yang mengawal jamaah haji, semua jamaah dalam keadaan sehat. Alhamdulillah semua jamaah bisa makan nasi megono, tempe mendoan, dan pindang tetel kembali," ungkapnya.
Bupati Asip mengungkapkan semuanya wajib bersyukur kepada Allah SWT atas Rahmat dan Inayah-Nya sehingga para jemaah haji dapat menyelesaikan seluruh rangkaian wajib haji selama di tanah suci berjalan dengan aman, baik, lancar, dan berkumpul bersama-sama.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan saya mengucapkan selamat datang kepada Jemaah Haji Kabupaten Pekalongan di Tanah Air. Semoga menjadi Haji dan Hajjah yang mabrur," ujarnya. (didik /dinkominfo kab.pekalongan)
Pengajian yang diselenggarakan oleh warga Desa Harjosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan tersebut dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan Gema Sholawat Nabi Muhammad SAW bersama Habib Zaenal Abidin Assegaf “Az Zahir” Pekalongan dilangsungkan di lapangan sepakbola Dukuh Dempel Desa Harjosari Kecamatan Doro, Jumat (30/8/2019) malam.
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa kita patut bersyukur alhamdulillah Kabupaten Pekalongan ini makin lama makin bagus, jalan-jalan sudah bagus, lampu penerangan jalannya juga sudah terang-benderang dan aman.
Bupati menyampaikan pesan kepada para pengunjung yang sebagian besar anak-anak untuk senantiasa semangat untuk terus-menerus menuntut ilmu. “Saya minta anak-anak Kabupaten Pekalongan kudu sekolah kudu ngaji. Setuju, njeh? Karena hanya dengan bekal ilmulah kita semua akan selamat dunia akhirat. Karena dengan ilmu kita akan menjadi orang yang muhibin (orang yang mencintai keturunan Nabi Agung Muhammad Saw) seperti Habib Zaenal Abidin Assegaf ini, juga cinta kepada para kyai, para ustad, para guru,” terang Bupati.
Dijelaskan Bupati, Kabupaten Pekalongan pada tahun 2020 akan mencanangkan 12 tahun wajib belajar, artinya bahwa anak-anak harus mininal tamat sekolah SMA sederajat. Harapannya nanti seluruh warga masyarakat Kabupaten Pekalongan bersekolah minimal lulusan SMA/MA/SMK.
“Oleh karena itu kepada para wali murid untuk mempersiapkan putra-putrinya untuk dibekali dengan ilmu. Nanti kalau semua sudah siap dan semua sudah tertata, program wajib belajar 12 tahun akan kita jalankan di Kabupaten Pekalongan,” ujar Bupati.
Sehubungan dengan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan ke-397 tahun ini, Bupati mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh masyarakat untuk diberikan kekuatan lahir bathin dalam menjalankan amanah dengan baik, sekaligus menata masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan menjalankan program pembangunan yang dibutuhkan bagi seluruh warga masyarakat Kota Santri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Doro Paizal Imron, S.IP, beserta Muspika, Kepala Desa Harjosari beserta perangkatnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)