Rabu, 7 Desember 2011
Kemajuan teknologi komunikasi mempunyai pengaruh yang positif di segala sektor. Kemajuan ini menjadikan komunikasi antar rumah tangga, antar pengusaha semakin mudah, cepat dan murah, antara lain dengan digunakannya pesawat telepon. Sambungan telepon pada tahun 2010 tercatat 7.255 SST (Satuan Sambungan Telepon), naik 10,1 persen dari jumlah sambungan pada tahun 2009 yang sebanyak 6.587 buah.
Sarana pengiriman surat dan barang yang tercatat disini hanya yang dikelola lewat PT. Pos Indonesia (Posindo) Pekalongan. Jasa pengiriman yang dilayani PT. Posindo antara lain pengiriman paket sebanyak 2.427 buah. Pengiriman surat sebanyak 466.660 buah sedang terima surat sebanyak 228.082 buah. Pendapatan dari penjualan/jasa-jasa pos pada tahun 2010 sebesar Rp. 595.964.850,- lebih rendah dari pada pendapatan pada tahun 2009 yang hanya mencapai Rp. 598.588.280,-.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Air bersih adalah merupakan salah satu dari kebutuhan pokok masyarakat, oleh karena itu pelayanan dan ketersediaan air bersih mempunyai peran yang sangat penting dan strategis dalam upaya untuk mensejahterakan masyarakat.
Program penyediaan air minum, sanitasi dan kesehatan akan efektif dan berkelanjutan bila dilakukan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat dan dilakukan dengan melalui pendekatan yang tanggap
terhadap kebutuhan masyarakat ( demand responsive approach ) Untuk itu perlu dilakukan suatu usaha memberdayakan masyarakat agar dapat berpartisipasi secara aktif dalam penyiapan, melaksanakan, mengoperasionalkan dan memelihara sarana yang telah dibangun serta melanjutkan kegiatan peningkatan derajat kesehatan.
Sub sektor air minum di Kabupaten Pekalongan dilayani dari PDAM Kota Pekalongan dan PDAM Kabupaten Pekalongan. Berdasarkan data dari PDAM Kota Pekalongan menunjukkan adanya kenaikan jumlah pelanggan rumah tangga di tahun 2010 sebesar 6,29 persen (dari 541 pelanggan di tahun 2009 menjadi 575 pelanggan pada akhir tahun 2010). Pelanggan instansi tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 14 pelanggan. Hal ini juga berpengaruh terhadap nilai produksinya yang naik dari Rp. 372.820.500 di tahun 2009 menjadi rp. 401.824.100 di tahun 2009.
Selanjutnya di tahun yang sama jumlah pelanggan rumah tangga di PDAM Kabupaten Pekalongan justru mengalami kenaikan sebesar 1,86 persen yaitu 5.865 pelanggan menjadi 5.974 di tahun 2010. Hal ini bepengaruh terhadap kenaikan nilai produksinya yang juga mengalami kenaikan sebesar 28,86 persen.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Peserta KB di Kabupaten Pekalongan pada akhir tahun 2010 mencapai 132.405 peserta aktif atau 79,54 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, sedangkan peserta KB aktif tahun 2009 tercatat 192.678 orang atau sekitar 79,22 persen. Dengan demikian peserta KB aktif di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2010 meningkat 2,10 persen.
Adapun alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh Masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah kontrasepsi suntik yang pada akhir tahun 2010 tercatat 90.790 orang (68,57 persen) dari peserta KB aktif. Peserta dengan kontrasepsi Pil sebanyak 24.494 orang (18,50 persen), sedangkan peserta dengan kontrasepsi implan menempati urutan ketiga sejumlah 9.010 orang (6,81 persen).
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Suasana kerukunan hidup antar dan intern umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sangat didambakan masyarakat. Karena dengan adanya kerukunan dan kedamaian, masing-masing umat beragama dapat melaksanakan ibadah menurut agama dan kepercayaannya dengan tenang khusuk.
Beragam tempat peribadatan merupakan salah satu bukti terjadinya kerukunan hidup umat beragama. Secara keseluruhan tempat peribadatan di Kabupaten Pekalongan tahun 2010 tercatat sebanyak 3.079 yang meliputi Mushola 2.347 buah, Masjid 716 buah, Gereja 13 buah, Pura 3 buah.
Jumlah jamaah haji Kabupaten Pekalongan tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan pada tahun 2009. Pada tahun 2009 jumlah jamaah haji Kabupaten Pekalongan sebanyak 612 orang, sedangkan tahun 2010 sebanyak 690 orang, naik sebesar 12,74 persen. Dari jumlah jamaah haji sebanyak 690 orang, 24,78 persen dari kalangan pedagang, 23,91 persen dari swasta,18,55 persen dari PNS, 10,00 persen dari petani.
Kasus nikah, talak, cerai, dan rujuk di Kabupaten Pekalongan tahun 2010 berbeda-beda perubahanya dibandingkan dengan tahun 2009. Kasus pernikahan mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya yaitu sebesar 2,28 persen dari 10.167 kasus di tahun 2009 menjadi 10.399 kasus di tahun 2010. Kasus talak di tahun 2010 ini mengalami peningkatan 17,54 persen dari 171 kasus di tahun 2009 menjadi 201 kasus di tahun 2010. Sedangkan kasus perceraian dari 330 kasus di tahun 2009 menjadi 555 kasus di tahun 2010, berarti mengalami kenaikan sebesar 68,18 persen.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini akan sampai terwujud bila adanya dukungan dari pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2010 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah diantaranya adalah puskesmas pembantu, poliklinik kesehatan desa, apotek, posyandu, dan tempat praktek bidan. Disis lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, pondok bersalin, polindes, dan toko obat.
Jumlah penderita diare, malaria, dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2010 ini mengalami penurunan. Dari 5.047 balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya 3,07 persen bergizi buruk, 7,63 persen bergizi kurang, 78,20 persen bergizi baik dan 11,09 persen bergizi lebih.
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Pendidikan merupakan bagian integral dari pembangunan. Pendidikan dapat di jadikan indikator kemajuan suatu bangsa. Pendidikan adalah salah satu faktor untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Karena pembangunan tidak bisa mengandalkan pada sumber daya alam semata-mata, maka usaha dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan. Dengan pendidikan kualitas penduduk akan meningkat dan menjadi lebih baik. Makin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa, maka semakin tinggi pula tingkat kemajuan bangsa tersebut.
Di Kabupaten Pekalongan untuk tingkat pendidikan pra sekolah (TK) yang terdaftar di Dinas pendidikan Kabupaten Pekalongan tahun 2010 mengalami kenaikan jumlah sekolah. Namun jumlah kelas, murid, dan guru mengalami penurunan. Jumlah sekolah naik 1,36 persen, jumlah kelas turun 6,21 persen jumlah murid turun 8,19 persen, dan jumlah guru mengalami penurunan 2,56 persen. Sementara itu RA/BA yang tercatat si Kantor Departemen Agama Kabupaten Pekalongan, jumlah sekolah, kelas, dan guru mengalami kenaikan. Namun, jumlah murid justru menurun. Untuk Madrasah Diniyah Alawiyah pada tahun 2010 jumlah sekolah dan muridnya bertambah, dan jumlah gurunya berkurang.
Untuk tingkat pendidikan dasar SD pada tahun 2010 mengalami kenaikan jumlah kelas dan guru, sedangkan jumlah murid turun 1,91 persen. Untuk sekolah MI, terjadi kenaikan baik jumlah sekolah, murid maupun jumlah guru.
Pada tahun 2010 untuk tingkat SLTP terjadi peningkatan untuk jumlah sekolah maupun guru. Sedangkan jumlah kelas dan muridnya mengalami penurunan. Di tingkat pendidikan SLTA, baik jumlah sekolah, kelas, murid maupun guru terjadi peningkatan yang relatif tinggi.
Untuk jenjang pendidikan Madrasah Tsanawiyah terjadi peningkatan baik pada jumlah kelas dan guru, tapi jumlah murid justru menurun. Lain halnya dengan Madrasah Aliyah yang hanya mengalami peningkatan jumlah gurunya saja. Sementara jumlah murid, dan kelasnya justru mengalami penurunan.Seiring dengan meningkatnya pembangunan dibidang pendidikan, ada 3 perguruan tinggi Kabupaten Pekalongan yaitu STIKES Muhammadiyah, Akademi Analis Kesehatan (AAK) dan POLITEK Muhammadiyah.Pada tahun 2010 di Kabupaten Pekalongan ini terjadi penurunan jumlah pondok pesantren sebesar 16,52 persen. Demikian juga jumlah santri yang turun sebesar 21,96 persen.
Peningkatan sarana kesehatan yang memadai memang sangat diperlukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.. Hal ini akan dapat terwujud bila adanya dukungan dari Pemerintah dan swasta sekaligus. Pada tahun 2009 ada beberapa sarana kesehatan yang jumlahnya bertambah diantaranya adalah Puskesmas pembantu, pondok bersalin, poliklinik kesehatan desa, tempat praktek dokter dan toko obat. Di sisi lain ada juga sarana kesehatan yang berkurang diantaranya BP swasta, rumah bersalin, polindes, apotik, posyandu dan tempat praktek bidan.
Jumlah penderita diare dan DBD di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2009 ini mengalami peningkatan, sedangkan penderita malaria mengalami penurunan. Dari 8.395 balita yang ditimbang di Kabupaten Pekalongan, status gizinya 2,28 persen bergizi buruk, 12,96 persen bergizi kurang, 82,58 persen bergizi baik dan 2,18 persen bergizi lebih.
Keluarga Berencana (KB)
Peserta KB di Kabupaten Pekalongan pada akhir tahun 2009 mencapai 129.678 peserta aktif, atau 79,22 persen dari pasangan usia subur (PUS) yang ada, sedangkan peserta KB aktif tahun 2008 tercatat 125.841 orang atau sekitar
78,76 persen. Dengan demikian peserta KB aktif di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2008 meningkat 3,05 persen sebanyak 3.837 peserta .
Adapun alat kontrasepsi yang paling banyak diminati oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan adalah kontrasepsi suntik yang pada akhir tahun 2009 tercatat 88.966 orang (68,61 persen) dari peserta KB aktif. Peserta dengan kontrasepsi Pil sebanyak 22.638 orang (17,46 persen), sedangkan peserta dengan kontrasepsi Implant menempati urutan ketiga sejumlah 10.257 orang ( 7,91 persen).Sumber: DDA- Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan, 2009).
Selasa, 6 Desember 2011
Selasa, 6 Desember 2011
Sumber : Kabupaten Pekalongan Dalam Angka (DDA Th.2010, Bappeda & BPS Kabupaten Pekalongan).
Selasa, 6 Desember 2011
Jumat, 18 November 2011
Jumat, 18 November 2011