KAJEN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, bersama DPRD Kabupaten Pekalongan secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024. Persetujuan ini dilakukan dalam Rapat Paripurna yang digelar pada hari Senin (23/09/2024).
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan apresiasi kepada seluruh Anggota Dewan atas upaya maksimal yang telah dilakukan selama proses pembahasan rancangan perubahan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh Anggota Dewan yang telah mencurahkan perhatian guna membahas Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2024, sehingga hari ini kita dapat menyetujui bersama tepat waktu, sesuai amanat konstitusi,” ungkapnya.
Bupati juga mengungkapkan bahwa Rancangan Peraturan Daerah ini akan segera diajukan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk evaluasi lebih lanjut. Langkah ini untuk memastikan keselarasan kebijakan antara pemerintah daerah, provinsi, dan nasional, serta untuk menjaga agar peraturan ini tidak bertentangan dengan perundang-undangan lainnya. “Kita telah berupaya agar rancangan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun apabila ada catatan dari Gubernur, hasil evaluasi tersebut akan menjadi pedoman penyempurnaan,” lanjut Fadia.
Adapun Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2024 yang disahkan meliputi Pendapatan daerah yang semula direncanakan sebesar Rp2,33 triliun mengalami kenaikan menjadi Rp2,43 triliun, belanja daerah yang awalnya direncanakan sebesar Rp2,39 triliun meningkat menjadi Rp2,55 triliun dan penerimaan pembiayaan yang mengalami kenaikan menjadi Rp120,34 miliar.
Bupati Fadia menegaskan, selama proses pembahasan Rancangan Perubahan APBD, meskipun terdapat perbedaan pandangan atau permikiran, dinamika tersebut berhasil diselesaikan dengan mengedepankan semangat mencapai hasil terbaik bagi masyarakat. "Saran, pemikiran, dan catatan dari Anggota Dewan baik melalui Rapat Kerja maupun Fraksi-fraksi, akan kami jadikan bahan untuk penyempurnaan langkah ke depan,” tutupnya.
Jumat, 27 September 2024
Rabu, 25 September 2024
KAJEN - Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan masa keanggotaan 2024-2029 diresmikan dan diambil sumpahnya, Senin 23 September 2024.
Peresmian dan pengucapan sumpah janji pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka peresmian dan pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan masa keanggotaan 2024-2029 di Ruang Rapat Paripurna DPRD setempat.
SEMARANG – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq meraih penghargaan atas Inovasi Pelayanan Kesehatan Gratis. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, menjadi salah satu kepala daerah penerima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2024 "Dedikasi Membangun Negeri" atas kebijakan inovatifnya yakni pelayanan kesehatan gratis cukup dengan menunjukan KTP. Kini setiap warga Kabupaten Pekalongan dapat mengakses kesehatan secara gratis di rumah sakit manapun.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pekalongan Fadia Arafiq beserta Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, perwakilan Forkompimda, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Ketua Baznas Kabupaten Pekalongan Muhtarom, tokoh agama serta dihadiri ribuan masyarakat.
Dalam sambutanya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, bahwa maksud dari diadakannya istighosah dan sholawat ini untuk meminta kepada Allah SWT agar Kabupaten Pekalongan selalu damai, aman, kondusif dan tidak terpecah belah. “malam ini kita meminta kepada Allah SWT supaya Kabupaten Pekalongan selalu damai, selalu aman, selalu kondusif, tidak terpecah belah dan bisa saling menjaga tali persaudaraan,” katanya.
Fadia juga mengingatkan bahwa sebentar lagi Kabupaten Pekalongan sudah akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dirinya berpesan kepada masyarakat Kota Santri agar menjaga akhlak, baik akhlak sebagai seorang anak maupun akhlak sebagai warga Kota Santri.
“sebentar lagi sudah waktunya untuk Pilkada Kabupaten Pekalongan, saya berpesan kepada seluruh anak saya warga Kabupaten Pekalongan untuk menjaga akhlak kita, baik akhlak sebagai seorang anak maupun akhlak sebagai warga Kota Santri,” pintanya.
Rabu, 25 September 2024
Berdasarkan hasil penetapan, paslon Hj Fadia Arafiq SE MM dan calon wakil bupati H Sukirman SS MS mendapat nomor urut 1, sedangkan Paslon H. Riswadi SH, dan calon wakil bupati Ir Muhammad Amin M Si mendapat nomor urut 2.
Pasangan Fadia Arafiq-Sukirman, diusung gabungan partai politik seperti PKB, Gerindra, Golkar, Gelora, PKS, PAN, Partai Demokrat, Perindo, dan PPP. Sedangkan pasangan nomor urut dua, Riswadi-Amin, diusung Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP).
Ketua KPU Kabupaten Pekalongan Laelatul Izzah mengatakan bahwa penetapan nomor urut sesuai dengan pengundian yang diambil para pasangan calon. Saat pengundian dilakukan para calon wakil bupati mengambil nomor pengundian sebagai dasar penetuan nomor urut. Dan setelah penetapan nomor urut, akan dilanjutkan tahapan berikutnya yaitu masa kampanye. “Tahapan selanjutnya adalah tahapan pelaksanaan masa kampanye yang akan dilaksanakan selama 60 hari mulai 25 September sampai 23 November 2024.” katanya.
Ditemui usai rapat pleno, calon bupati nomor urut 1, Fadia, berharap dengan mendapatkan nomor urut satu tersebut masyarakat Kabupaten Pekalongan bersatu semuanya untuk memilih nomor satu. "Saya berpesan kepada masyarakat ndak usah ribut, ndah usah gaduh. Ini kan memilih pemimpin monggo mana yang terbaik untuk Kabupaten Pekalongan," katanya.
Sementara itu, calon Bupati nomor urut 2, Riswadi, mengatakan,Pemilu merupakan bagian dari konstelasi politik untuk memilih pemimpin terbaik yang akan membawa kemajuan Kabupaten Pekalongan. Pemilu ajang konstelasi gagasan dan ide. "Nomor dua mempunyai makna filosofi sri, lungguh, loro, pati. Lungguh itu artinya duduk," kata dia.
Usai cara pengundian nomor urut, dilakukan deklarasi kampanye damai dalam Pilkada Kabupaten Pekalongan 2024. Deklarasi ditandatangani kedua pihak paslon beserta instansi terkait, termasuk kepolisian, kejaksaan, pengadilan, DPRD, Bawaslu, dan Kodim.
Selasa, 24 September 2024
Pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan tersebut yakni Ketua DPRD Abdul Munir dari PKB, Wakil Ketua Ruben R Prabu Faza dari Partai Golkar dan Ahmad Ridhowi dari PAN. Sedangkan satu lagi kursi wakil ketua dari PDIP belum dilantik lantaran belum menyodorkan nama untuk ditetapkan sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.
Dalam kegiatan tersebut hadir dalam paripurna ini Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Sekda M Yulian Akbar, anggota Dewan, dan kepala OPD. Bahkan paripurna ini dihadiri langsung Kapolres Pekalongan AKBP Doni Prakoso Widamanto, Dandim Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya, dan Kajari Feni Nilasari.
Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan atas dukungan yang telah diberikan dan akan berupaya semaksimal mungkin menjaga amanah yang diberikan.
"Pimpinan DPRD yang baru akan berusaha membawa lembaga DPRD kedepannya lebih terhormat, menjadi motor penggerak pembangunan dan pembawa aspirasi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pimpinan DPRD yang baru dilantik dan berharap sinergi dan kolaborasi dengan eksekutif dapat terus terjalin dengan baik demi mewujudkan kesejahteraaan dan kemajuan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
Selasa, 24 September 2024
Bantuan diserahkan secara simbolis sekaligus meresmikan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, berupa rumah pompa, pompa air, dan jaringan irigasinya kepada 25 kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pekalongan. Bantuan irigasi perpompaan diberikan kepada kelompok tani dari Kecamatan Bojong, Kajen, Karanganyar, Kesesi, Siwalan, Sragi, Talun, dan Wonopringgo.
Acara penyerahan ini turut dihadiri oleh Dandim 0710 Pekalongan, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, sejumlah Kepala OPD, para Camat, Kepala Desa se-Kecamatan Bojong, serta Danramil dan Babinsa dari Kecamatan Bojong.
Dalam sambutannya, Bupati Fadia menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima bantuan. Dirinya optimis dengan bantuan ini petani bisa terhindar dari kekeringan serta hasil pertanian bisa lebih maksimal. "Saya mengucapkan selamat karena ini adalah salah satu bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Kita ingin para petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun," ujar Bupati Fadia.saat acara penyerahan bantuan di Desa Legokclile, Kecamatan Bojong, pada Jum’at (20/09/2024) pagi.
Bupati berharap agar para petani semakin bersemangat dalam menanam dan selalu berkoordinasi dengan dinas terkait apabila membutuhkan bantuan tambahan. “Saya harap para petani kita lebih semangat lagi, dan bisa berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk kebutuhan lain yang mungkin bisa kami dukung,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Ari Liani, mengungkapkan bahwa bantuan irigasi perpompaan ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2024. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini, “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati yang telah mengupayakan sejak awal hingga pompa ini bisa dimanfaatkan oleh petani di Kabupaten Pekalongan. Terima kasih juga kepada Bapak Dandim, Danramil, dan Babinsa yang terus mendampingi dan mengawal kegiatan irigasi perpompaan ini,” ungkap Ari Liani.
Senin, 23 September 2024
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi kepada Bupati Pekalongan untuk Kategori Inovasi Pelayanan Kesehatan Gratis pada Malam Apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang, di Gracia Convention, Hotel Grasia, Kota Semarang, Jumat (20/9/2024) malam. Jawa Pos Radar Semarang memberikan apresiasi kepada Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang efektif menerapkan program “Pelayanan Kesehatan Gratis Cukup dengan Menunjukkan KTP “.
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq usai menerima penghargaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah memberikan penghargaan pada pihaknya. Fadia bersyukur, meski dengan anggaran yang terbatas, pihaknya dapat membangun Kabupaten Pekalongan, salah satunya melalui Program Universal Health Coverage (UHC). “Dengan Program UHC, masyarakat Kabupaten Pekalongan dapat berobat secara gratis pada fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia tanpa batasan biaya. Ini adalah kerja hebat dan kerja yang solid dari kita semua Tim Pemerintah Kabupaten Pekalongan,” ujar Fadia. Program sebelumnya yaitu Berobat Gratis Cukup dengan KTP, plafonnya dibatasi maksimal Rp. 15 juta per orang dan hanya dapat dilayani faskes milik Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Setelah meraih penghargaan, Fadia berharap dapat mempertahankan, bahkan meningkatkan ketercapaian UHC, serta meningkatkan sarana kesehatan di Kabupaten Pekalongan dengan baik serta membangun Kabupaten Pekalongan dengan maksimal dan berkelanjutan.
Pj. Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Riena Retnaningrum, menyampaikan apresiasi kepada Jawa Pos Radar Semarang yang telah menyelenggarakan acara yang merupakan forum sebagai Pengakuan dan Pemberian Penghargaan atas karya-karya luar biasa dari insan-insan kreatif yang telah berkontribusi bagi pembangunan dan kemajuan Jawa Tengah serta memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
“Saya berharap raihan prestasi bapak/Ibu sekalian malam ini dapat menjadi virus-virus kebaikan yang menyebarluas ke masyarakat mendorong semua pihak untuk membuktikan prestasinya di bidang masing-masing. Semoga prestasi yang diraih dapat memotiviasi kita semua untuk dapat berkarya dan berinovasi mendukung pelaksanaan pembangunnan Jawa Tengah,” tutur Nana Sudjana.
Senin, 23 September 2024
Hal itu dikatakan Bupati saat mengukuhkan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Pekalongan Masa Bhakti 2023-2028 yang dilaksanakan di Rumah Dinas Jabatan Bupati Pekalongan pada Kamis (19/09/2024).
“Saya atas nama Bupati Pekalongan dan pribadi mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru saja dikukuhkan. Semoga PPDI yang mewakili ribuan perangkat desa dan sekdes bisa berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik dengan kepala daerah, sehingga semua kegiatan dapat berjalan lancar,” ucap Bupati Fadia.
Tak lupa, Bupati Fadia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus PPDI yang baru saja dikukuhkan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas selama tahun politik. Ia menegaskan bahwa semua pihak, baik perangkat desa maupun masyarakat, harus saling mendukung dan tidak memicu perpecahan, "Kita semua ini saudara, niat kita sama yaitu membangun Kabupaten Pekalongan bersama-sama. Siapapun pilihan masyarakat, yang penting jangan sampai menimbulkan keributan. Jika suasana gaduh, maka kerja kita juga tidak akan tenang,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PPDI Kabupaten Pekalongan, Slamet Fahrudin, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Fadia yang telah mendukung terbentuknya pengurus PPDI. Ia menyebut bahwa pengukuhan ini terlaksana berkat dukungan penuh dari Bupati Pekalongan,“PPDI di Kabupaten Pekalongan memang yang mengukuhkan harus Ibu Bupati, dan mungkin ini pertama kalinya di Indonesia PPDI dikukuhkan langsung oleh Bupati,” tambahnya.
Salam pengukuhan tersebut turut hadir Para Kepala OPD, Camat Se-Kabupaten Pekalongan, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kabupaten Pekalongan, Para Kades, serta pengurus PPDI Kabupaten Pekalongan.
Jumat, 20 September 2024
Hal itu diungkapkan bupati dalam sambutanya saat secara resmi menutup kegiatan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan Tahun 2024. Acara penutupan berlangsung pada Kamis (19/09/2024) di Aula Lantai I Setda Kabupaten Pekalongan.
"Saya ucapkan selamat kepada seluruh PPPK Kabupaten Pekalongan. Setelah menyelesaikan orientasi ini, saya berharap bapak ibu semua memahami dengan jelas tugas pokok dan fungsi yang harus dijalankan di dinas masing-masing. Keberhasilan visi dan misi pemerintah daerah sangat bergantung pada sinergi dan kerja sama. Tanpa itu, visi dan misi tidak akan terlaksana secara maksimal,” ujarnya.
Bupati Fadia juga mengucapkan selamat kepada seluruh PPPK yang telah mengikuti orientasi. Fadia juga mengingatkan bahwa kontrak kerja PPPK berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kinerja. Oleh karena itu, ia meminta seluruh PPPK bekerja dengan maksimal untuk memberikan kontribusi optimal bagi kemajuan Kabupaten Pekalongan, “Kehadiran PPPK ini sangat dibutuhkan untuk menunjang kerja di setiap dinas. Kami berharap kehadiran Bapak dan Ibu dapat meningkatkan semangat kerja, dan mempercepat pencapaian visi misi yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pekalongan, Suprayitno, mengungkapkan bahwa kegiatan orientasi diikuti sebanyak 398 peserta dengan rincian 119 peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, 229 peserta dari Dinas Kesehatan, serta 50 peserta dari OPD lainnya, “Hasil pelaksanaan orientasi ini setelah kita evaluasi. Seluruh peserta sejumlah 398 orang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat,” tambahnya.
Jumat, 20 September 2024