Rabu, 20 Februari 2019
KAJEN - “Bukan memugar, tapi melakukan revitalisasi di Pendopo Kabupaten Pekalongan lama,”. Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menanggapi adanya rumor pembangunan super mall di Pendopo Kabupaten Pekalongan lama yang terletak di Jalan Nusantara No 1 Kota Pekalongan, Rabu (20/2/2019) saat menghadiri Istighosah dan Doa Bersama di Gedung Pertemuan Umum di Kajen.
KAJEN – Dalam waktu dekat ini Kodim 0710/Pekalongan akan melaksanakan kegiatan TMMD sengkuyung 1 tahun 2019 di Desa Kutorojo Kecamatan Kajen yang pelaksanaannya bersama TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Pekalongan dan segenap komponen masyarakat untuk membantu memperbaiki infrastruktur jalan yang digunakan dalam melaksanakan roda perekonomian.
KAJEN – Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si beserta istri, Dandim 0710/Pekalongan yang baru Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, S.IP.,MMS dan Kapolres Pekalongan beserta jajaran Polres Pekalongan berbaur bersama sekitar 3.000 peserta Millenial Road Safety Festival memadati Jalan Raya Mandurorejo depan Alun-alun Kajen Kab. Pekalongan, Minggu (17/2/2019) pagi.
KAJEN – Dalam rangka mendorong para pelajar mengonsumsi makanan higienis dan bergizi, Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan dibawah komando Ny. Hj. Munafah Asip Kholbihi bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah-sekolah dasar yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan. Tidak terkecuali Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Desa Ngaliyan Kecamatan Tirto yang menjadi salah satu sasarannya pada Jumat (15/2/2019).
Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu Melahirkan dan Anak atau Gema Setia yang Diinisiasi oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan menargetkan Kabupaten Pekalongan zero Kematian Ibu Hamil Dan Balita.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Munafah Asip Kholbihi mengatakan, Gema Setia telah di canangkan sejak dua tahun yang lalu, dan ditahun 2018 telah memeriksa 150 ibu hamil di masing-masing kecamatan di Kota Santri. "program ini juga turut didukung relawan dari Aisyatul Aisiyah, umroh Rifaiyah, Fatayat dan juga PKK serta di support oleh dua perusahaan besar yakni Amway dan TBIG," kata Munafah yang didampingi Ketua PKK Kecamatan Kesesi Tuti Haryati saat menghadiri acara Gema Setia di Kecamatan Kesesi, Kamis (14/2/2019).
Diketahui wacana pembangunan super mall di Pendopo Kabupaten Pekalongan menimbulkan pro kontra di berbagai kalangan baik masyarakat umum ataupun tingkat DPRD.
Mangacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya Bab 1 Ayat 33, cagar budaya diperbolehkan dimanfaatkan namun tetap memperhatikan kelestariaannya.
Bab 1 Ayat 33 menerangkan, pemanfaatan adalah pendayagunaan cagar budaya untuk kepentingan sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat dengan tetap mempertahankan kelestariannya.
Menanggapi hal tersebut Asip menerangkan, Pendopo Kabupaten Pekalongan lama tidak akan dilakukan pemugaran namun akan diperbaiki.
“Memang pendopo lama merupakan cagar budaya yang kami lakukan hanya merevitalisasinya, terkait pembangunan super mall akan dilakukan di samping kanan ataupun kiri cagar bangunan budaya tersebut,” jelasnya.
Pendopo lama dikatakan Asip memiliki luas 2,6 hektar, dan kondisi bangunannya sudah tidak terawat, baik pendopo ataupun ruangan yang dulunya difungsikan sebagai kamar Bupati.
“Bangunan memang tidak terawat, pembangunan pun tidak serta merta dilakukan secara instan, karena kami juga melakukan koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan agar pembangunannya terintegrasi dengan penataan Alun-alun Kota Pekalongan yang ada di sekeliling pendopo,” katanya.
Ia mangaku pihak ketiga sudah mengajukan permohonan kerjasama terkait aktivasi dan revitalisasi pendopo yang ada di Jalan Nusantara. “Kerjasama tersebut adalah kerjasama pemanfaatan aset daerah, namun tidak merusak pendopo lama karena masuk dalam cagar budaya,” ujarnya.
Asip menambahkan kemungkinan akan ada hotel, tempat perbelanjaan, toko buku dan pusat kuliner yang akan dibangun di sekeliling pendopo lama tanpa mengubah fungsi serta mendukung keberadaan cagar budaya tersebut.
“Selain itu akan ada tempat pertemuan yang ditujukan untuk penunjang kebutuhan publik, kawasan pendopo lama nantinya akan menjadi satu diantara bisnis yang dimiliki Kabupaten Pekalongan. Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Rabu, 20 Februari 2019
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pekalongan Idrus Alaydrus menjelaskan, selain mendapat puluhan ribu bidang tanah untuk didaftarkan, pihaknya juga mendapat jatah pengukuran tanah dalam program PTSL.
“Untuk tahun 2019 kami mendapat jatah 50.000 pengukuran bidang tanah dalam program PTSL,” jelasnya di Kantor Kecamatan Kedungwuni, Selasa (19/2/2019) sore.
Idrus menuturkan 2018 lalu Pemkab Pekalongan sudah membagikan 44.200 sertifikat tanah untuk masyarakat. “Tahun lalu kami dibantu pemerintah desa dapat menyelesaikan PTSL sebanyak 44.200 bidang tanah dengan bidang tanah terukur mencapai 49.200,” tuturnya.
Selasa, 19 Februari 2019
Mandat yang disampaikan tentang pembagian sertifikat tanah untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan. “Saya dapat mandat dari Presiden untuk membagikan sertifikat tanah kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sebenarnya Presiden ingin membagikan secara langsung, namun terkendala kesibukan dan saya ditunjuk menjadi kepanjangan tangan beliau,” katanya kepada ratusan warga Kelurahan Kedungwuni Barat.
Asip menceritakan pernah melakukan diskusi bersama Presiden terkait sertifikat tanah untuk warga Kabupaten Pekalongan. “Karena masyarakat membutuhkan kepastian hukum atas tanah, jadi Presiden menggagas program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL),” jelasnya.
PTSL dipaparkan Asip, merupakan program untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia termasuk Kabupaten Pekalongan. “Kami selaku Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban mewujudkan kebijakan yang sudah digagas oleh Presiden, yaitu pembangunan untuk mempercepat kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat,” terangnya.
Pihaknya menuturkan PTSL juga berperan dalam memajukan kesejahteraan masyarakat di Kota Santri. “Pada Juni 2016 saat saya dilantik angka kemiskinan hampir 13 persen dari total warga Kabupaten Pekalongan yang mencapai 836.000 jiwa, pada 2018 turun manjadi 10 persen. Hal ini bisa menjadi indikator kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Karena pentingnya sertifikat tanah, Asip berharap masyarakat yang sudah mendapatkan sertifikat melalui program PTSL bisa menjaga secara baik. “Jika tanah sudah disertifikat dan nama pemiliknya tercacat dalam sertifikat hak atas tanah hukumnya sudah tidak bisa diganggu gugat. Jadi sertifikat atas hak tanah harus benar-benar dijaga,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 19 Februari 2019
Demikian disampaikan Dandim 0710/Pekalongan yang baru, Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto,S.IP., M.MS. selaku inspektur upacara dalam Upacara Pengibaran Bendera Bulanan Bersama Forkopimda Kabupaten Pekalongan, di Mapolres Pekalongan Jl. Rinjani No. 1 Kajen, Senin (18/2/2019) pagi.
Dandim 0710/Pekalongan mengungkapkan, selain melaksanakan kegiatan TMMD, Kodim juga melaksanakan kegiatan pendampingan terhadap para petani guna mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Pekalongan serta kegiatan kemasyarakatan yang membantu kesulitan di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Dandim menerangkan bahwa di tahun politik saat ini banyak pemberitaan di media sosial yang belum jelas kebenarannya yang bersifat mengadu domba sehingga dapat menimbulkan permusuhan, memecah persatuan bangsa oleh kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia aman, damai dan bersatu dalam bingkai NKRI.
“Saya mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selektif dalam membaca berita, mengetahui secara pasti fakta dan sumber beritanya dan jika terjadi keragu-raguan dalam menanggapi berita tertentu agar menanyakan kebenarannya untuk menghindari berkembangnya berita hoax,” terang Dandim.
Dandim juga menuturkan terkait curah hujan yang masih tinggi. Dandim mengajak semua elemen masayarak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca yang ekstrem, untuk daerah di sekitar pegunungan agar mengantisipasi jika terjadi curah hujan yang dapat mengakibatkan tanah longsor di daerah sekitar dataran rendah untuk waspada terhadap bencana banjir
“Maraknya wabah demam berdarah agar kita semua peduli membersihkan saluran saluran pembuangan di sekitar lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan dan melestarikan hutan di daerah dataran tinggi untuk mencegah dan mengurangi dampak bencana banjir dan tanah longsor,” ajaknya kepada seluruh undangan dan peserta upacara.
Upacara rutin bulanan itu dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH, S.IK.M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Wakapolres Kompol Mashudi. SH.,. Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Kajari Kab. Pekalongan yang diwakili Kasubag Pembinaan, Edy Purwanto, SH., dan beberapa Kepala OPD Kabupaten Pekalongan.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Senin, 18 Februari 2019
Sekitar 3.000 peserta berasal dari Unsur Forkompinda, Komunitas Club Pekalongan,Perwakilan Pelajar SMA dan SMP serta Masyarakat Pengunjung Car Free Day Kab. Pekalongan.
Acara diawali dengan jalan sehat dengan mengambil start di depan Mapolres dan finish di depan panggung utama di Jalan Mandurorejo. Dilanjutkan dengan senam bersama yang dipandu oleh pelatih senam ternama yaitu Oot.
Usai senam bersama, acara dilanjutkan dengan penampilan Atraksi Road Safety oleh siswa siswi dari Polisi Cilik SD Pekuncen Wiradesa, dilanjutkan oleh siswa-siswi dari SMA I Kajen dan SMP 2 Kajen. Acara juga diisi dengan Deklarasi Road Safety Riding yang diikuti oleh Bupati beserta seluruh tamu undangan dan peserta.
Bupati Asip mengungkapkan acara yang diinisiasi oleh Kapolres yakni Millenial Road Safety Festival bertujuan agar generasi milenial ini cinta lalu lintas, sekaligus supaya Indonesia ini gemilang. Disamping itu juga, kata Bupati, agar masyarakat menjadi tertib dalam berlalu lintas karena itu mencerminkan budaya bangsa.
“Jadi kita lebih-lebih para generasi milenial (generasi Y) khususnya yang berada di Kabupaten Pekalongan agar mentaati seluruh peraturan lalu lintas. Kemudian ketika berkendara mengutamakan safety riding dengan melengkapi alat-alat yang diperlukan seperti keharusan pakai helm, membawa SIM dan STNK dan kendaraannya tidak bermasalah,” ujar Bupati.
Berkaitan kegiatan Polres tersebut, Bupati atas nama Pemkab Pekalongan sangat mendukung acara ini. Buapti berharap agar ke depan bisa dielaborasi lagi dengan mengejawantahkan dalam bentuk yang lebih konkret yaitu aksi-aksi di setiap sekolah, kelompok-kelompok pemuda.
“Pokoknya akan kita sasar generasi milenial agar sadar berlalu lintas karena itu cermin dari kepribadian dari bangsa kita,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan, SH.,S.IK.,M.Si mengatakan kegiatan Millenial Road Safety Festival dilatarbelakangi banyaknya kecelakaan yang sangat besar terutama di usia 17 tahun hingga 35 tahun. Dimana angka kecelakaan ini menduduki peringkat ke-5 sedunia. Oleh karena itu supaya anak-anak remaja kita (kaum milenial) tidak menjadi korban, kita gelorakan jiwa tertib berlalu lintas, jiwa kesadaran diri untuk keselamatan diri dan orang lain.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan secara terus-menerus baik event-event kecil maupun event-event besar, yang mana sasaran kita adalah mereka yang berusia 17 hingga 35 tahun,” kata Kapolres.
Di Kabupaten Pekalongan angka kecelakaan anak-anak pelajar pada tahun 2018 sejumlah 34 anak. Mereka masih usia 17 hingga 35 tahun. Kebanyakan mereka pelajar atau karyawan. Maka dari itulah Polri dan Pemerintah melaksanakan program ini secara masif di seluruh Indonesia.
“Dengan kegiatan pada hari ini harapannya semakin tumbuh kesadaran dari jiwa-jiwa kaum milenial ini dalam tertib berlalu lintas,” harapnya.
Acara diakhiri dengan acara hiburan yang dipandu oleh tim dari Polres Pekalongan, serta pembagian hadiah-hadiah untuk para peserta yang beruntung. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 17 Februari 2019
TP PKK Kabupaten Pekalongan berkeliling ke sekolah dasar untuk mengedukasi pentingnya konsumi makanan bergizi untuk pelajar. Adapun TP PKK memberikan edukasi Gerakan menanam sayur, makan sayur, buah dan ikan anak Indonesia kreatif (Gema Semakin Baik).
Istri Bupati Pekalongan Asip Kholbihi yaitu Munafah Asip Kholbihi selaku Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan menerangkan, tujuan Gema Semakin Baik untuk mendorong agar anak-anak mengonsumsi makanan sehat. “Kami berkeliling ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk memberi contoh, dan mengedukasi makanan bergizi pada para pelajar,” katanya.
Selain mengedukasi para pelajar, pihaknya juga memberi arahan kepada pengajar dan orang tua murid tentang penyajian menu makanan bergizi. “Ibu guru dan orang tua murid harus bisa menyajikan menu olahan ikan, sayur dan buah bervariasi agar para pelajar tidak bosan,” jelasnya kepada para pengajar dan orang tua murid.
Variasi olahan makanan sehat diterangkan Munafah perlu dilakukan, karena anak-anak cenderung susah diajak untuk mengonsumsi makan sehat. “Misalnya olahan ikan bisa dibuat bakso ikan, buah dan sayur bisa dijadikan salad. Kami juga membawa contoh makanan sehat saat berkeliling ke sekolah, dan anak-anak menyukainya,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Jumat, 15 Februari 2019
Giat tersebut dilakukan dengan mendatangi sekolah di Kecamatan Tirto yaitu Madrasah Ibtidaiyah Salafiyah (MIS) Ngaliyan, dan SDN Ngaliyan untuk mengenalkan program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Kepala Dinlutkan Kabupaten Pekalongan - Drs. Sirhan menjelaskan, tahun lalu prosentase konsumsi ikan perkapita di Kota Santri mencapai 22,30 kilogram per tahun. “Kami targetkan tahun ini konsumsi ikan perkapita mencapai 22,90 kilogram,” jelasnya saat mendatangi MIS Ngaliyan di Kecamatan Tirto, Jumat (15/2/2019).
Selain target konsumsi ikan perkapita, Sirhan menuturkan akan mensosialisasikan gemar makan ikan ke 1000 pelajar. “Awal tahun ini baru sekitar 200 pelajar sekolah dasar, kedepan 1000 pelajar akan kami sosialisasi terkait program gemar makan ikan,” paparnya.
Ditambahkannya produksi ikan laut di Kabupaten Pekalongan mencapai 5000 ton pada 2018 lalu. “Sedangkan ikan tawar 6000 ton, jumlah tersebut menjadi potensi untuk sosialisasi gemar makan ikan di Kabupaten Pekalongan,” tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Jumat, 15 Februari 2019
Pada tahun 2019 ini, kata Munafah, gema setia telah melakukan kegiatan di empat kecamatan yakni di Kecamatan Tirto dan Wiradesa pada Bulan Januari dan Kecamatan Bojong dan Kesesi pada bulan Februari. "di Kecamatan Kesesi dan Bojong kematian ibu hamil sampai saat ini masih zero, saya berharap diikuti oleh Kecamatan yang lain, kita akan terus canangkan program ini ke seluruh kecamatan yang ada," ujarnya.
Khusus untuk kerjasama dengan TBIG, katanya, untuk memeriksa ibu hamil terutama yang berisiko tinggi. "sedang kerjasama dengan Amway untuk mengatasi balita kurang gizi, tahun ini kami mendapat 23 ribu bok bantuan Nutrilite Little Bitts sedang anak kurang gizi di Kabupaten Pekalongan hanya 492 anak, selebihnya nanti kita akan berikan untuk menambah gizi balita yang lain," terangnya.
Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kesesi Tuti Haryati menyampaikan pihaknya mendukung program gema setia yang diinisiasi oleh ibu ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan. Karena hal tersebut salah satu ikhtiar dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi khususnya di Kecamatan Kesesi.
Adapun upaya yang dilakukan dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini, pihaknya tidak hanya dengan mengingatkan para suami dan keluarga dari Ibu hamil saja akan tetapi mengajak seluruh stakeholder terkait untuk ikut peduli terhadap bumil. Baik melalui sosialisasi penyuluhan kesehatan, mengingatkan bumil untuk pemeriksaan secara teratur dan juga konsultasi kepada bidan desa terkait kehamilan. (red)
Publisher : aris
Kamis, 14 Februari 2019