Bantu kami meningkatkan kualitas Website Resmi Kabupaten Pekalongan dengan mengisi survei singkat (±1 menit).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., saat menghadiri Resepsi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Senin malam (17/8/2026).
Dalam sambutannya, Sukirman menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, tentu saja kami menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Mari sama-sama kita wujudkan Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang adil, dan Indonesia yang makmur,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kemerdekaan perlu diwujudkan melalui pengabdian sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Setiap elemen memiliki peran dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, di bidang masing-masing, mari kita terus memberikan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari cita-cita dan harapan yang kita perjuangkan bersama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Sukirman juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para sesepuh, pinisepuh, tokoh masyarakat, pejuang kemerdekaan, serta para veteran yang telah memberikan jasa dan pengorbanan bagi bangsa dan negara.
Ia menegaskan, kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu sekaligus menjadi modal bagi generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa dan pengorbanan yang telah diberikan sehingga menghadiahkan kepada kami nikmat kemerdekaan. Kemerdekaan ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkarya dan memajukan bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sukirman menjelaskan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI setiap tahunnya berjalan beriringan dengan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan. Karena itu, rangkaian kegiatan yang digelar cukup panjang dan melibatkan berbagai unsur.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk melibatkan masyarakat sekaligus memperkuat konsolidasi internal Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
“Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya selalu bertepatan atau beriringan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan. Sehingga rangkaiannya pasti merupakan berbagai kegiatan yang panjang,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai kegiatan dalam rangkaian peringatan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, serta seluruh stakeholder dalam membangun Kabupaten Pekalongan.
“Seiring sejalannya peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, gotong royong, serta semangat membangun Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya
Senin, 17 Agustus 2026
KAJEN – Plt. Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., mengajak Gerakan Pramuka untuk terus menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Pramuka ke-65 dan penutupan Raimuna Cabang IX Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/8/2026).
KAJEN – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan mengukuhkan puluhan Pembina Pramuka yang telah menyelesaikan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML) pada rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Pengukuhan berlangsung di Lapangan Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/8/2026).
KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 melalui rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Forkopimcam yang digelar di Aula Setda Lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Jumat (14/8/2026).
Rapat tersebut menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi seluruh pihak dalam mengawal setiap tahapan Pilkades agar berjalan aman, lancar, dan kondusif.
PEKALONGAN – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung di Desa Wonorejo, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan secara resmi ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Acara penutupan dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Kabupaten Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Kodim 0710/Pekalongan, Kepala Desa Wonorejo, tokoh masyarakat, serta warga Desa Wonorejo.
KAJEN – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pekalongan didorong tidak sekadar menjalankan agenda rutin organisasi. Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman meminta PKK menjadi kekuatan nyata pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan keluarga dan sosial yang masih membelit masyarakat.Pesan itu disampaikan Sukirman saat membuka Rapat Konsultasi TP PKK Kabupaten Pekalongan bersama para pembina dari pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan, di Aula Lantai I Sekretariat Daerah, Kamis (13/8/2026).
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S., usai mengikuti rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-Alun Kajen, Senin (17/8/2026).
Sukirman mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk bersama-sama mengisi kemerdekaan dengan semangat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera.
“Alhamdulillah, kita baru saja memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Kita mengajak seluruh komponen bangsa, khususnya masyarakat Kabupaten Pekalongan, untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera,” ujar Sukirman.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tersebut perlu diwujudkan melalui berbagai kebijakan dan program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Upaya tersebut, kata dia, tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan dukungan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta para pemangku kepentingan.
“Tentu semangat tersebut kita ejawantahkan melalui kebijakan-kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan didukung segenap unsur Forkopimda dan seluruh stakeholder yang ada,” katanya.
Lebih lanjut, Sukirman menegaskan bahwa kemerdekaan harus menjadi spirit bagi pemerintah daerah untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat untuk terus mengejar berbagai ketertinggalan yang masih perlu diperbaiki.
“Semangat kemerdekaan ini menjadi spirit bagi kita untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan sekaligus mengejar berbagai ketertinggalan yang memang masih perlu kita perbaiki,” ungkapnya.
Sukirman juga memaknai angka 81 pada HUT Kemerdekaan RI tahun ini secara filosofis. Jika angka 8 dan 1 dijumlahkan, hasilnya adalah angka 9 yang menurutnya dapat dimaknai sebagai simbol pencapaian dan prestasi tertinggi.
“Kalau angka 81 ini kita otak-atik, 8 ditambah 1 menjadi 9. Insyaallah, angka 9 ini merupakan angka keberuntungan, angka puncak tertinggi yang akan kita raih,” tuturnya.
Ia berharap filosofi tersebut dapat menjadi doa dan semangat bersama bagi seluruh masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk terus meningkatkan capaian pembangunan dan meraih prestasi terbaik.
“Mudah-mudahan menjadi simbol prestasi tertinggi bagi Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Minggu, 16 Agustus 2026
Pesan tersebut disampaikan Sukirman saat mengukuhkan anggota Paskibraka Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 di Pendopo Bupati Pekalongan, Sabtu (15/8/2026) malam.
Sukirman mengatakan, para anggota Paskibraka telah melalui proses panjang berupa seleksi, pembinaan, dan pelatihan hingga akhirnya dipercaya mengemban tugas negara pada upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, di Alun-alun Kajen.
"Jangan jadikan tugas ini sebagai sebuah beban, tetapi jadikanlah sebagai sebuah tugas yang terhormat. Manfaatkan dengan baik kesempatan ini sebagai wadah pembelajaran sehingga menjadi pengalaman berharga bagi perjalanan hidup saudara-saudara sekalian," pesannya.
Ia juga meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga kesehatan dan kedisiplinan selama masa karantina hingga pelaksanaan tugas. Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan sekadar menjalankan formasi dan mengibarkan bendera, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
"Adik-adik adalah putra-putri kebanggaan orang tua, sekolah, dan negara. Sekaligus tentu saja kebanggaan Ibu Pertiwi. Oleh karena itu, saya berpesan agar terus menjaga kecintaan kalian kepada nusa dan bangsa," ujarnya.
Sukirman berharap pengalaman selama menjadi Paskibraka dapat menjadi bekal untuk melanjutkan perjuangan bangsa serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Jadilah kebanggaan orang tua, diri sendiri, sekolah, dan seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dan pamong yang telah mendampingi para anggota Paskibraka hingga siap menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dukungan terhadap pembinaan Paskibraka juga disampaikan Didik Arianto, purnawirawan TNI sekaligus ayah Daffa Adila Sandi, anggota Paskibraka Kabupaten Pekalongan dari SMA Negeri 1 Kedungwuni.
Didik mengaku bangga melihat kesungguhan putranya mengikuti proses pembinaan. Menurutnya, Paskibraka memberikan banyak manfaat, terutama dalam membentuk sikap dan kedisiplinan.
"Saya sangat mendukung untuk mendisiplinkan anak saya melalui Paskibraka. Manfaatnya banyak sekali, terutama sikap dan kedisiplinan," ungkapnya.
Ia menambahkan, keikutsertaan Daffa juga sejalan dengan cita-citanya menjadi anggota Paskibraka sehingga seluruh proses latihan dijalani dengan penuh kesungguhan.
Sementara itu, Daffa menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya yaitu Didik Arianto dan Sri Susanti atas dukungan dan doa yang diberikan selama mengikuti pembinaan.
"Saya juga berterima kasih kepada kedua orang tua saya dan doakan agar nanti pada saat bertugas tanggal 17 Agustus 2026 bisa sukses," ujar Daffa.
Dengan dikukuhkannya 73 anggota Paskibraka tersebut, para personel kini siap mengemban amanah mengibarkan Sang Saka Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kajen.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pekalongan, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, S.I.K., M.S.I., Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan Conny Novita Sahetapy Engel, S.H., M.H., perwakilan Kodim 0710/Pekalongan Mayor Cpl. Yulian Cahyono, Komandan Pos A.L Wonokerto Lettu Laut Ahmad Saepudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, S. Sos., M. Si., beserta jajaran kepala perangkat daerah, para kepala sekolah, orang tua atau wali anggota Paskibraka, serta jajaran TNI dan Polri.
Sabtu, 15 Agustus 2026
Plt. Bupati Sukirman, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Raimuna Cabang IX yang dinilai menjadi ajang pembinaan karakter sekaligus pengembangan keterampilan bagi anggota Pramuka.
"Selamat dan sukses atas terselenggaranya Raimuna Cabang IX Kwartir Cabang Kabupaten Pekalongan. Selamat Hari Pramuka ke-65. Kita semakin optimistis karena Gerakan Pramuka mampu mencetak kader-kader terbaik bangsa yang terampil, berjiwa wirausaha, bertakwa, serta memiliki kecintaan yang tinggi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Karena itu, ia berharap Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program pembinaan kepemudaan.
Sukirman juga mengapresiasi berbagai kegiatan dan perlombaan yang digelar selama Raimuna, mulai dari administrasi, senam tongkat, reportase hingga berbagai keterampilan lainnya. Ia menilai seluruh kegiatan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat bagi para peserta.
"Kegiatan-kegiatan ini menjadi pengalaman dan bekal yang sangat berguna untuk masa depan. Semoga seluruh peserta dapat mengembangkan kemampuan yang dimiliki dan terus berkarya di tengah masyarakat," katanya.
Kepada para pembina yang menerima penghargaan, Sukirman menyampaikan ucapan selamat atas dedikasi yang telah diberikan selama membina generasi muda.
"Penghargaan ini merupakan bukti pengabdian yang tiada henti. Semoga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mengabdi, berkarya, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan daerah," tuturnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai kasus yang viral di salah satu SMA, Sukirman menjelaskan bahwa pengelolaan SMA merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Pekalongan tetap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pembinaan karakter peserta didik.
"Kami terus mendorong keterlibatan seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait untuk meningkatkan moralitas, etika, serta pembinaan karakter di lingkungan pendidikan," pungkasnya
Jumat, 14 Agustus 2026
Pengukuhan tersebut menjadi salah satu upaya Kwarcab Kabupaten Pekalongan dalam meningkatkan kualitas sumber daya pembina agar mampu memberikan pembinaan yang lebih optimal kepada anggota Pramuka di setiap gugus depan. Pembina yang telah mengikuti KML diharapkan memiliki kompetensi, wawasan, dan semangat baru dalam mengembangkan kegiatan kepramukaan.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Pekalongan, M. Yulian Akbar, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan para peserta menyelesaikan KML merupakan capaian yang patut diapresiasi sekaligus menjadi bekal penting dalam memperkuat Gerakan Pramuka di daerah.
"Hari ini kita juga mengukuhkan puluhan pembina Pramuka yang telah menyelesaikan Kursus Pembina Mahir Tingkat Lanjutan (KML). Tentu kami merasa bangga karena kakak-kakak pembina yang dikukuhkan hari ini diharapkan dapat membawa energi baru untuk memperkuat Gerakan Pramuka di Kabupaten Pekalongan," ujarnya.
Menurut Yulian, peningkatan kualitas pembina merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Karena itu, pembina dituntut terus meningkatkan kemampuan agar mampu menjawab tantangan pembinaan generasi muda yang semakin dinamis.
Ia berharap seluruh pembina yang telah dikukuhkan dapat menjadi teladan sekaligus penggerak kegiatan kepramukaan di lingkungan masing-masing sehingga Gerakan Pramuka semakin aktif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Hal ini merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter generasi muda. Melalui pembekalan dan peningkatan kompetensi di tingkat Pembina Mahir, kami berharap setelah dikukuhkan mereka dapat menjalankan tugas pembinaan dengan lebih intensif, lebih bersemangat, serta mampu mengembangkan kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing," pungkasnya.
Jumat, 14 Agustus 2026
Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman, S.S., M.S. mengatakan, Pilkades 2026 dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di 34 desa yang tersebar di 17 kecamatan. Pelaksanaannya juga melibatkan Polres Pekalongan Kota karena tujuh desa berada di wilayah hukumnya.
Menurut Sukirman, rapat koordinasi membahas berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan logistik, tahapan pendaftaran bakal calon, sosialisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT), hingga pelaksanaan seluruh tahapan Pilkades.
Selain kesiapan teknis, Pemkab juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Seluruh camat, Forkopimcam, kepala desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan diminta berperan aktif dalam menciptakan suasana yang damai selama proses Pilkades berlangsung. Komitmen bersama untuk menjaga kondusivitas juga telah ditandatangani oleh seluruh pihak yang hadir.
Sukirman menambahkan, upaya pencegahan praktik politik uang menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan menggencarkan sosialisasi anti-money politics sebagai bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat.
"Yang tidak kalah penting adalah kampanye untuk menolak praktik money politics. Akan ada sosialisasi secara masif terkait kampanye anti-money politics agar masyarakat benar-benar memahami pentingnya memilih pemimpin berdasarkan kualitas, bukan karena imbalan," tegas Sukirman.
Ia berharap seluruh tahapan Pilkades 2026 dapat berjalan aman, tertib, dan demokratis.
"Ini menjadi penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin di tingkat desa yang profesional, memiliki kapabilitas, kapasitas, dan moralitas yang baik sehingga mampu memimpin desa serta mempertanggungjawabkan amanah masyarakat," pungkasnya.
Jumat, 14 Agustus 2026
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Kabupaten Pekalongan mengapresiasi sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyukseskan program TMMD Sengkuyung. Beliau menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
"TMMD Sengkuyung III di Desa Wonorejo ini merupakan wujud sinergitas antara Dandim 0710 Pekalongan dengan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, dengan dukungan anggaran yang cukup dari DPRD. Alhamdulillah, kita hari ini telah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan," ujar Plt. Bupati.
Selama pelaksanaan TMMD, sejumlah sasaran fisik telah diselesaikan seperti pembangunan dan pengerasan jalan desa, perbaikan drainase, serta kegiatan non-fisik berupa pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Dandim 0710/Pekalongan juga memimpin pembubaran pasukan yang telah bekerja secara maksimal.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya TNI-POLRI, Pimpinan DPRD, dan seluruh masyarakat serta stakeholder yang terlibat dalam proses TMMD ini. Hasilnya tidak hanya infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi. Harapan kami, semangat 'sengkuyung' ini terus terjaga dan hasil pembangunan dapat dirawat serta dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat," lanjut Plt. Bupati.
Penutupan TMMD Sengkuyung ditandai dengan pemotongan pita peresmian proyek, penyerahan hasil pekerjaan dari Dansatgas TMMD kepada Plt. Bupati, serta ramah tamah bersama warga.
Dengan ditutupnya TMMD Sengkuyung di Desa Wonorejo, diharapkan semangat kebersamaan dan pembangunan desa terus berlanjut demi mewujudkan Kabupaten Pekalongan yang lebih maju dan sejahtera.
Kamis, 13 Agustus 2026
Plt Bupati Pekalongan H. Sukirman, bahkan ikut memperkuat Tim Sekretariat Daerah (Setda) dalam Turnamen Mini Soccer U40+ antar-ASN OPD, instansi vertikal, TNI/Polri, dan BUMD di Lapangan Belakang Kantor Setda Kabupaten Pekalongan.
Laga pembuka mempertemukan Tim Setda melawan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan. Sebelum kick off, Sekretaris Daerah menyerahkan bola kepada wasit, dilanjutkan tendangan pertama oleh Kepala Bapperida sekaligus Ketua Panitia HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Pekalongan, Trisno Suharsanto.
Sukirman tak sekadar hadir sebagai pejabat. Ia benar-benar bermain. Sejumlah duel perebutan bola dilakoninya, termasuk ketika harus menerima tackle di tengah pertandingan.
Laga berlangsung sengit. Kedua tim saling jual beli serangan dan berupaya mencari celah di pertahanan lawan. Pertandingan waktu normal berakhir imbang 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tos-tosan tersebut, Setda akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 3-2.
Sebelum pertandingan, Sukirman mengingatkan para pemain agar tidak mengabaikan faktor usia. Turnamen U40+ menurutnya harus tetap menjadi ajang olahraga yang menyenangkan, bukan arena untuk memaksakan diri.
“Jangan ngoyo! Ingat usia kita, ya. Terus mainnya yang serius, enggak perlu ragu-ragu, tackle saya!” ujar Sukirman.
Menurut Sukirman, turnamen tersebut bukan semata-mata mengejar kemenangan. Lebih jauh, olahraga menjadi ruang untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan antarpemain dari berbagai OPD dan instansi.
“Pokoknya kita jaga sportivitas bersama dan gembira ria, semuanya terlibat,” katanya.
Sukirman mengaku senang bisa ikut merasakan langsung atmosfer pertandingan. Ia menyebut selama ini memang memiliki kelompok kecil yang rutin berlatih mini soccer.
“Ya, sebenarnya saya punya kelompok kecil yang biasa berlatih di mini soccer. Nah, ini alhamdulillah ternyata teman-teman juga ikut memeriahkan ini dengan baik,” ungkapnya.
Soal kontribusinya di lapangan, Sukirman tak mengklaim sebagai pencetak gol. Ia justru menyebut dirinya menyumbang assist bagi tim Setda. Beberapa peluang yang didapatnya memang belum berujung gol.
“Ya, nyumbang assist. Tadi beberapa peluang gagal, menyesal tentu saja, tapi assist-nya the best,” ujarnya sambil berseloroh.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pekalongan, Susanto Widodo, mengatakan turnamen tersebut diikuti 26 OPD dan instansi vertikal.
Menurutnya, semangat olahraga dan kebersamaan tidak berhenti pada rangkaian peringatan HUT RI. Setelah momentum 17 Agustus, agenda olahraga akan kembali dilanjutkan melalui pertandingan ekshibisi di lapangan baru.
“Nanti, Bapak, setelah 17-an, kita ada ekshibisi di Lapangan Baru. Itu kemudian kita nanti ada hadiahnya untuk semangat-semangat kita,” kata Dodo.
Turnamen Mini Soccer U40+ pun menjadi gambaran bahwa perayaan kemerdekaan di lingkungan Pemkab Pekalongan tidak melulu soal panggung dan seremoni. Di lapangan, para ASN dituntut menunjukkan hal yang sama pentingnya: kekompakan, sportivitas, kebugaran, dan keberanian bertanding meski usia tak lagi muda.
Kamis, 13 Agustus 2026
Menurut Sukirman, rapat konsultasi bukan sekadar forum menyusun program, tetapi harus menjadi ruang untuk membongkar sekat antara PKK dan OPD. Program 10 Pokok PKK, kata dia, harus terkoneksi langsung dengan agenda pembangunan pemerintah daerah agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Rapat konsultasi ini tentu saja untuk semakin mensinergikan program-program yang akan dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK. Tadi sudah sangat luar biasa dipaparkan dengan berbagai terobosan,” ujar Sukirman.
Ia meminta seluruh pembina PKK di lingkungan Pemkab Pekalongan tidak berhenti pada dukungan administratif. OPD harus memberikan pendampingan, pembinaan, fasilitas hingga kemudahan agar program PKK dapat berjalan dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Mohon bisa didampingi teman-teman PKK, sahabat-sahabat PKK ini dalam melaksanakan program-programnya, meningkatkan bimbingan dan pembinaannya. Tentu saja yang tidak kalah penting adalah bantuan dan fasilitasi serta kemudahan,” tegasnya.
Sukirman bahkan meminta setiap OPD membuka ruang kolaborasi dengan PKK. Berbagai program pemerintah yang menyentuh keluarga dan masyarakat harus dikomunikasikan melalui jaringan PKK, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga Dasa Wisma.
Di titik inilah Sukirman menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan birokrasi. Stunting, pernikahan dini, kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi hingga rendahnya literasi harus menjadi perhatian bersama.
“Kita harus tingkatkan bagaimana kemudian kita mensosialisasikan lebih agresif, lebih progresif kepada para Tim Penggerak PKK di tingkat desa, sampai ke tingkat bawah, sampai Dasa Wisma,” katanya.
Sorotan Sukirman juga mengarah pada persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Ia meminta PKK ikut memperkuat pengawasan sosial untuk mencegah anak dan remaja terjerumus dalam pergaulan bebas.
Ia menyinggung keberadaan warung remang-remang dan berbagai praktik sosial yang dinilai bertentangan dengan kultur serta nilai keagamaan yang selama ini menjadi karakter masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Terus meningkatkan informasi yang berkembang, kemudian mencegah anak-anak kita dalam perbuatan-perbuatan pergaulan bebas yang tanpa batas,” tegasnya.
Literasi juga menjadi pekerjaan rumah yang disorot Sukirman. Ia menyebut tingkat literasi Kabupaten Pekalongan masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Jawa Tengah. Karena itu, PKK diminta tidak menganggap literasi sebagai urusan sektor pendidikan semata.
Menurutnya, jaringan PKK hingga keluarga dan Dasa Wisma justru dapat menjadi ujung tombak untuk mendorong budaya membaca, meningkatkan pengetahuan keluarga, sekaligus menyaring informasi di tengah derasnya arus digital.
Selain persoalan program, Sukirman juga mendorong PKK lebih berani mencari sumber daya di luar APBD. Kerja sama dengan perbankan, BUMN, BUMD maupun lembaga nonpemerintah dinilai dapat menjadi alternatif untuk memperkuat pembiayaan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Coba kita mulai membuka ruang-ruang, tidak hanya bergantung kepada APBD. Artinya, ini terobosan-terobosan yang harus kita lakukan, sehingga sinergi kita ini menjadi modal utama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Pekalongan Galuh Kirana menegaskan penyusunan program kerja PKK 2027 memang harus dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah. Menurutnya, program PKK tidak boleh berjalan sendiri tanpa memperhitungkan prioritas pembangunan pemerintah daerah.
“Kami ingin memastikan bahwa program-program yang direncanakan benar-benar sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, sesuai dengan kewenangan dan program perangkat daerah, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” jelas Galuh.
Melalui rapat konsultasi tersebut, TP PKK berharap dapat menyamakan persepsi, memetakan program yang bisa dikolaborasikan, menentukan OPD pendamping atau pembina, sekaligus mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan.
Bagi Sukirman, seluruh perencanaan tersebut pada akhirnya tidak boleh berhenti menjadi dokumen program kerja. Ukurannya sederhana: seberapa jauh program itu mampu menyentuh persoalan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Satu-satunya kewajiban kita, kehidupan kita ini, kita berada di dalam posisi masing-masing adalah terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Kamis, 13 Agustus 2026