Kesesi – Akademi Paradigta Indonesia (API) menggelar prosesi wisuda bagi para wisudawati angkatan terbarunya pada Kamis, 18 September 2025. Acara yang bertempat di Aula Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, ini mengusung tema "Setiap Orang Adalah Pemimpin," menekankan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak perubahan dalam keluarga dan masyarakat.
Kegiatan wisuda ini dihadiri oleh Dr. Ratna Susanti dari Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Kabupaten Pekalongan, Ari Wahyu Mukti Wibowo, S.Kom. Kabid PIKP Dinkokinfo, dan Irwanudin, S.I.P. Staf Bapperida. Dalam sambutannya, Dr. Ratna menyampaikan apresiasinya terhadap program pembelajaran di API yang dinilai sangat membantu dalam pemberdayaan perempuan. "Saya sangat senang karena pembelajaran di PEKKA (Pusat Kajian dan Pemberdayaan Masyarakat) ini sangat membantu, terutama terkait pemberdayaan ekonomi," ujar Dr. Ratna. Ia menambahkan bahwa program ini memberikan pelatihan yang memungkinkan para perempuan lebih mandiri secara finansial, sehingga daya tahan hidup mereka meningkat.
Selain aspek ekonomi, Dr. Ratna juga menyoroti pentingnya pelatihan perlindungan diri dan keluarga. "Ada juga pelatihan bagaimana mereka menjaga keluarganya, terutama untuk anak-anaknya, agar anak-anak bisa mengekspresikan diri dan tumbuh kembangnya terjaga," jelasnya. Ia juga menekankan perlunya perempuan memiliki kemampuan untuk menyaring informasi, terutama di era digital saat ini, di mana konten negatif mudah diakses.
Dukungan terhadap perempuan di wilayah Kesesi juga diperkuat dengan adanya program "Desa Ramah Perempuan." Dr. Ratna menjelaskan bahwa di desa-desa tersebut, hak-hak anak dan perempuan, seperti hak kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan politik, terus diperjuangkan.
Salah satu wisudawati, Ibu Titik Suliyawati dari Desa Srinahan, berbagi pengalamannya setelah mengikuti program di API. "Setelah mengikuti akademi ini, saya merasa lebih percaya diri, lebih semangat, dan lebih bisa mengeluarkan pendapat. Intinya, saya jadi lebih mandiri dan tangguh," ungkapnya. Sebagai seorang single parent, Ibu Titik merasa lebih bijaksana dalam menghadapi berbagai masalah di keluarga maupun masyarakat. Ia juga menceritakan bagaimana ia kini menerapkan sistem pembagian tugas yang adil di rumah, sehingga semua anggota keluarga bisa saling membantu tanpa merasa keberatan.
Dalam pesannya untuk kaum perempuan, Ibu Titik Suliyawati mengajak para perempuan untuk tidak minder dan patah semangat. "Kalau ada permasalahan, kita harus selalu optimis dan berani mengambil keputusan, walaupun berisiko, serta harus lebih bijaksana dalam menyikapi segala permasalahan," tegasnya.
Acara wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen Akademi Paradigta Indonesia dalam menciptakan perempuan-perempuan tangguh yang siap menjadi pemimpin, baik di lingkungan terkecil seperti keluarga maupun di tengah masyarakat luas.
Sabtu, 20 September 2025
Kajen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemantauan Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) serta Pelayanan Publik Ramah terhadap Kelompok Rentan, bertempat di Aula Setda Lantai 1, Selasa (16/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pekalongan.
Kajen – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Wakil Bupati Pekalongan, H. Sukirman, S.S., M.S., menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pekalongan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Pekalongan, Senin (15/9/2025).
Kajen – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Kearifan Lokal di Aula Depo Arsip, Senin (15/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan tujuan meningkatkan minat, kemampuan, serta keberanian menulis, khususnya dalam mengangkat nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
PERATURAN BUPATI PEKALONGAN
NOMOR 21 TAHUN 2025
TENTANG
PENJABARAN PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2025
Senin, 15 September 2025
Senin, 15 September 2025
Senin, 15 September 2025
Minggu, 14 September 2025
Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten Pekalongan, Abdul Cholik, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan, baik dari sisi penilaian nasional maupun penilaian mandiri.
“Harapannya, melalui kegiatan ini akan terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pekalongan. Hal ini nantinya dapat dibuktikan melalui nilai PEKPP, baik yang dilakukan secara nasional maupun secara mandiri, sehingga menunjukkan bahwa tingkat pelayanan publik kita semakin baik,” ungkapnya.
Selain itu, Abdul Cholik menambahkan bahwa penilaian PEKPP serta pelayanan publik ramah kelompok rentan telah ditetapkan oleh Kementerian PAN-RB dengan batas waktu hingga 29 September 2025.
Namun khusus untuk Kabupaten Pekalongan, penilaian dijadwalkan sampai dengan 25 September 2025," Lanjutnya
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemkab Pekalongan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang transparan, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat, termasuk memberikan layanan yang ramah bagi kelompok rentan.
Rabu, 17 September 2025
Dalam laporannya, Wabup Sukirman menjelaskan bahwa struktur APBD Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 secara garis besar terdiri atas pendapatan daerah yang direncanakan sebesar Rp2,4 triliun dan belanja daerah sebesar Rp2,5 triliun. Dengan demikian, terdapat defisit anggaran sebesar Rp98,3 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan daerah, yakni utang daerah sebesar Rp80 miliar serta sisanya berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) tahun sebelumnya.
Wabup menegaskan, penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026 telah disusun sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, di antaranya Permendagri Nomor 70 Tahun 2019, Permendagri Nomor 90 Tahun 2019, serta Permendagri Nomor 77 Tahun 2020.
“Selain itu, penyusunan APBD juga telah didahului dengan penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 yang telah disepakati bersama antara Pemkab dan DPRD pada 15 Agustus 2025 lalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa Pemkab Pekalongan senantiasa berkomitmen dalam penyusunan APBD dengan berpegang pada prinsip transparansi, efisiensi, efektivitas, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Mengakhiri laporannya, Wabup menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pimpinan serta segenap anggota DPRD Kabupaten Pekalongan atas kerja sama dan sinergi yang baik dalam proses perencanaan anggaran.
“Kami berharap pembahasan lebih lanjut dapat berjalan lancar dan menghasilkan persetujuan bersama yang terbaik demi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Rabu, 17 September 2025
Bimtek ini akan dilaksanakan dalam tiga sesi, yakni pada tanggal 15 dan 24 September 2025 kemudian tanggal 20 Oktober 2025. Peserta nantinya didorong untuk menghasilkan karya tulis yang akan diterbitkan dalam bentuk buku antologi bersama.
Pustakawan Ahli Madya, Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Diah Kartika, S.E., M.M., menyampaikan bahwa tantangan utama dalam menumbuhkan budaya menulis di masyarakat bukan hanya dari sisi teknis, melainkan keberanian untuk memulai.
“Banyak masyarakat merasa tidak mampu menulis atau takut tulisannya jelek sehingga berhenti mencoba. Melalui Bimtek ini, kami ingin menumbuhkan keberanian dan motivasi agar mereka percaya diri untuk menulis,” ungkap Diah.
Lebih lanjut, Diah menjelaskan bahwa narasumber yang dihadirkan adalah penulis lokal asal Kabupaten Pekalongan, Afiz Har, yang telah banyak menorehkan karya cerpen maupun novel.
“Kami berharap ilmu dan pengalaman Mas Afiz Har dapat menginspirasi peserta, sehingga akan lahir penulis - penulis hebat baru dari Kabupaten Pekalongan,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Perpustakaan, Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan, Rini Sugiyarsih, S.E., mengapresiasi jalannya kegiatan. Menurutnya, penyampaian materi berlangsung menyenangkan dan bermanfaat.
“Kegiatan hari ini luar biasa, penyajiannya tidak membosankan dan sangat bermanfaat. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan agar kualitas SDM kita, khususnya dalam literasi, semakin meningkat,” tuturnya.
Sebagai narasumber, Afiz Har menilai Bimtek ini dapat menjadi wadah lahirnya penulis baru di Kabupaten Pekalongan.
“Alhamdulillah, peserta sangat antusias. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut agar kita bisa menemukan bibit-bibit penulis baru di Pekalongan,” ucapnya.
Dengan terselenggaranya Bimtek ini, Dinas Arpus Kabupaten Pekalongan berharap masyarakat tidak hanya berhenti pada penerbitan buku antologi, tetapi terus menulis secara mandiri sehingga budaya literasi semakin tumbuh dan berkembang.
Selasa, 16 September 2025
NOMOR 5 TAHUN 2025
TENTANG
PERUBAHAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2025
Senin, 15 September 2025