KAJEN – Dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019, Senin (11/3/2019) di aula lantai I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pekalongan di Kajen.
Musrenbang dengan mengusung tema “Meningkatkan Daya Saing Daerah Melalui Pembangunan Kedaulatan Pangan dan Perekonomian yang Merata dan Berkeadilan” dihadiri oleh Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si., Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Ketua DPRD Dra. Hj. Hindun, MH., Dandim 0710 Pekalongan Letkol Inf. Arfan Johan Wihananto, MMS., Ketua Pengadilan Negeri Agama Kajen, Sekda Dra. Hj. Mukaromah Syakoer, MM., Sekjen Seknas Fitra Misbahul, perwakilan Bappeda Provinsi Jawa Tengah, para Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pekalongan.
Hadir pula para Kepala OPD, Camat se Kabupaten Pekalongan, para Pimpinan Perguruan Tinggi, LSM, Parpol, Organisasi Profesi, Organisasi Kemasyarakatan, para Tokoh Masyarakat/ Agama, Organisasi Pemuda dan lain-lain.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan tiga poin mendasar akan digenjot Pemkab Pekalongan di 2019. Adapun tiga poin tersebut yaitu infrastruktur jalan, pendidikan dan kesehatan. Di mana permasalahan yang timbul di tiga sektor tersebut ditargetkan rampung 2019.
Bupati memaparkan permasalahan yang ada dalam cakupan tiga sektor tersebut. "Infrastruktur akan terus kami dorong penyelesaiannya, di tahun lalu infrastruktur jalan yang sudah kami perbaiki mencapai 80 persen," jelasnya.
Dari total panjang jalan yang mencapai 668 kilometer, Bupati Asip menargetkan perbaikan akan tuntas dilakukan 2020 mendatang. "Tahun ini kami targetkan 90 persen, dan 2020 kami targetkan semua jalan di Kabupaten Pekalongan bagus 100 persen," katanya.
Selain infrastruktur jalan, pihaknya juga menjelaskan permasalahan di dunia pendidikan harus segera diselesaikan. "Kualitas pendidikan harus terukur, kami instruksikan kepada dinas terkait agar program zero drop out dilaksanakan tidak hanya sebagai wacana. Nantinya kami akan pastikan perbaikan sarana prasarana pendidikan pendukung pendidikan di Kota Santri," ujarnya.
Yang terakhir Bupati Asip menambahkan permasalahan di bidang kesehatan juga akan segera dicarikan solusinya. "Kota Santri masih memiliki pekerjaan rumah yaitu menurunkan jumlah gizi buruk, karena Kabupaten Pekalongan tercatat menduduki nomor 4 se-Jateng. Kami juga menekankan kepada Dinas Kesehatan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Ketiga poin tersebut menjadi pilar dan fokus Pemkab Pekalongan tahun ini," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan).
Publisher : aris
Senin, 11 Maret 2019
KAJEN - Pohon cengkeh milik petani di Kabupaten Pekalongan terserang virus secara masif. Hal tersebut membuat Pemkab Pekalongan mendatangkan para peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) guna mencari penyebab dan penanganan virus yang menyerang tanaman cengkeh. Dan akhirnya penyebab matinya tanaman cengkeh di Kabupaten Pekalongan diketemukan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro Kecamatan Kandangserang, Sabtu (9/3/2019) siang.
Dipaparkan Bupati Asip Kholbihi virus menyerang karena daya tahan tanaman cengkeh menurun. "Menurut para peneliti virus menyerang tanaman cengkeh karena daya tahan tanaman menurun, hal tersebut diakibatkan karena tanaman jenuh terhadap pupuk kimia," katanya.
Bupati menerangkan solusi mengembalikan daya tahan tanaman cengkeh menghentikan pemupukan menggunakan kimia. "Saran dari peneliti para petani harus menggunakan pupuk kandang agar daya tahan tanaman terhadap virus kembali seperti semula," katanya.
Tidak berhenti dengan penelitian tentang pupuk, pihaknya menuturkan akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan pendapatan petani cengkeh. "Kami akan terus melakukan penelitian untuk meningkatkan produktivitas tanaman cengkeh, jika kondisi tanaman kembali seperti semula saya yakin petani cengkeh di Kabupaten Pekalongan akan sejahtera," tuturnya.
Selain tanaman cengkeh, Bupati Asip juga menyinggung tentang jumlah panen padi di daerah atas di Kota Santri. "Di Kabupaten Pekalongan daerah bawah 1 hektar sawah bisa panen 9 hingga 11 ton, tapi di daerah atas seperti Kandangserang hanya 5 ton. Untuk itu kami akan berikan bibit padi yang cocok ditanam di daerah atas agar hasil panen lebih melimpah," paparnya.
Kesejahteraan petani, ditambahkannya merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pekalongan. "Kewajiban kami mensejahterakan petani, maka dari itu solusi terkait permasalahan pertanian terus kami cari dengan mendatangkan para peneliti," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 10 Maret 2019
Khosim kepala Desa Trajumas menuturkan jalan penghubung desa belum pernah dirambah pembangunan bertahun-tahun. "Hampir lima tahun lebih jalan ini tidak diperbaiki, rusaknya jalan desa membuat aktivitas pendidikan, kesehatan dan perekonomian warga terganggu," jelasnya,
Pihaknya berharap Pemkab Pekalongan segera melakukan perbaikan di jalan penghubung Desa Trajumas. "Masyarakat desa sangat berharap jalan ini segera diperbaiki agar memudahkan aktivitas sehari-hari," paparnya.
Mendengar keluhan warga Desa Trajumas, Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si meninjau jalan tersebut, Sabtu (9/3/2019) sore usai meresmikan Mushola Al Mustaghitsin di Dukuh Wiyoro Desa Garungwiyoro.
Dalam kunjungannya Bupati Asip membenarkan jalan tersebut tak tersentuh pembangunan lima tahun lebih. "Infrastruktur jalan memang rusak dan belum pernah diperbaiki lima tahun lebih. Dan tahun ini kami anggarkan Rp 1,6 miliar untuk perbaikannya," ujarnya.
Bupati Asip mengakui beberapa ruas jalan di Kecamatan Kandangserang belum sebaik daerah lain. "Masih ada beberapa ruas yang rusak, seperti jalan Sukoharjo-Trajumas, kemudian Sukoharjo-Garungwiyoro. Dan akan kami perbaikan secara bertahap, " jelasnya.
Diterangkannya panjang jalan kabupaten yang melintas di Kecamatan Kandangserang sekitar 61,5 kilometer, di mana jalan Desa Trajumas merupakan bagian dari jalan kabupaten tersebut.
"Visi dan misi kami akhir 2021 semua infrastruktur untuk kepentingan masyarakat bisa selesai dibangun, target tersebut akan terus kami kebut penyelesaiannya. Hingga kini sudah 81 persen capaian pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan," tambahnya. (didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Minggu, 10 Maret 2019
Rabu, 6 Maret 2019
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pekalongan, H. Anis Rosidi, S.Sos.,M.Si menjelaskan sosialisasi sengaja dikemas dalam pertunjukan wayang kulit.
"Wayang kulit merupakan ajang komunikasi masyarakat sekaligus budaya yang masih dilestarikan di Kabupaten Pekalongan," katanya, Rabu (6/3/2019) malam.
Maka dari itu, dipaparkan Anis wayang kulit dipilih untuk mensosialisasikan tentang penurunan stunting dan prilakunya hidup bersih dan sehat. "Jadi selain sosialisasi tentang hidup bersih dan sehat, ada nilai-nilai dalam cerita wayang yang bisa lebih digali dan mudah dipahami oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Ali Riza, M.Si menjelaskan budaya menjadi program prioritas Kabupaten Pekalongan. "Selain memberi pemahaman tentang hidup bersih dan sehat, budaya warisan leluhur yaitu wayang kulit tetap bisa lestari," katanya.
Ali menambahkan beberapa program terkait Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sudah diterapkan oleh Pemkab Pekalongan. "Kami terus mendorong agar masyarakat menerapkan PHBS, dan beberapa program seperti bersih Jumat pagi, Gerakan Masyarakat Stop Kematian Ibu dan Balita (Gemasetya), dan Gerakan Gotong Royong hidup bersih (Gentong Hebat) sudah dijalankan dan akan terus kami giatkan," tambahnya.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : arif
Rabu, 6 Maret 2019
Selasa, 5 Maret 2019
Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si menjelaskan sejak dilanda banjir rob, lahan pertanian beralih fungsi menjadi tambak. "Sebelum dilanda banjir rob dua desa tersebut merupakan daerah subur, dan hasil pertanian menjadi satu di antara hasil pertanian unggulan," paparnya saat mengunjungi tanggul penahan banjir rob di Kecamatan Tirto, Selasa (5/3/2019) siang.
Selasa, 5 Maret 2019
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi, SH.,M.Si saat Rapat Koordinasi (Rakor) Kegiatan Pengendalian Banjir dan Rob Kabupaten Pekalongan, di ruang rapat Bupati, Selasa (5/3/2019) pagi.
Bupati menuturkan teknologi penanganan banjir rob berupa tanggul raksasa senilai Rp 500 miliar lebih kini tengah diselesaikan. "Sistem tersebut diadopsi dari Rotterdam Belanda, kami pun hingga kini terus melakukan koordinasi dengan Rotterdam University terkait penanganan banjir rob," tuturnya.
Teknologi penanganan banjir rob dari Belanda dipaparkan Bupati Asip, membuat tanggul raksasa manjadi multifungsi. "Karena ditengah tanggul nantinya akan ada parit sepanjang 10 kilometer, yang bisa digunakan sebagai obyek wisata serta sarana olah raga dayung," katanya.
Namun pemanfaatan parit tersebut akan dilakukan secara bertahap, karena Pemkab fokus pada penanganan banjir rob terlebih dahulu. "Pembangunan tanggul raksasa direncanakan selesai akhir 2019, dan akan ada pompa untuk menyedot air jika air meluap dari sungai serta air laut naik," paparnya.
Selain fokus pada penanganan banjir rob Asip menerangkan, akan melakukan evaluasi secara komprehensif terkait dampak sosial karena adanya tanggul. "Karena sungai akan tertutup jika tanggul selesai, dan ada 260 perahu milik nelayan yang bersandar di Sungai Mrican, Tratebang dan Meduri," imbuhnya.
Untuk itu Pemkab akan membangun tambatan perahu agar perekonomian nelayan tidak terganggu. "Kami berharap adanya tanggul bisa mengurangi dampak banjir rob di pesisir Kabupaten Pekalongan, serta adanya tambatan perahu bisa mengatasi dampak sosial karena pembangunan penahan banjir rob tersebut," tambahnya.
Rakor dihadiri dari pihak Pemkab Pekalongan antara lain Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs. Ali Riza, M.Si, beserta para Kepala OPD dan Camat terkait. Dan dari pihak pengelola dan pelaksana proyek antara lain Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana – Ir. H. Ruhban Ruzziyatno, MT beserta jajaran.(didik/dinkominfo kab.pekalongan)
Publisher : aris
Selasa, 5 Maret 2019
Senin, 4 Maret 2019